Vous êtes sur la page 1sur 5

ILMU PENGETAHUAN ALAM

KELOMPOK 6

NAMA KELOMPOK : I GST NGRH AGUNG KHRISNA E. (04)


I PUTU ARYA SUASTIKA (08)
NI MADE PUTRI LIANA PRATIWI (26)
NI MADE SANTHI RAHAYU (27)
I GST NGRH ADITYA BASKARA Y. (34)
JUDUL : BAHAN KARET

Rumusan masalah :
 Apa yang dimaksud dengan karet ?
 Karet berasal dari lembah Amazon Brasil dengan nama ilimah yang disebut ?
 Karet dapat dibedakan menjadi 2 jenis sebutkan !
 Karet adalah polimer dari satuan isoprena (politerpena) yang tersusun dari apa
coba jelaskan !
 Karet diyakini dinamai oleh siapa? Dan tahun berapa ?

Materi: 1. Pengertian
Karet adalah polimer hidrokarbon yang terkandung pada lateks beberapa jenis tumbuhan. Bahan
karet ini berasal dari sebuah pohon yaitu Pohon karet. Pohon karet berasal dari lembah Amazon Brasilia
dengan nama ilmiah Hevea brasiliensis. Pohon karet baru masuk ke Asia pada tahun 1876 M, setelah
inggris menyeludupkan biji karet dari Brazilia untuk dikembangkan di Taman Botani Inggris dan negara-
negara jajahannya termasuk Malaysia.

2. Macam-macam
Karet dibedakan menjadi dua macam yaitu Karet Alam dan Karet Sintetik. Secara kimiawi karet alam
adalah senyawa hidrokarbon yang merupakan polimer alam hasil penggumpalan makromolekul
poliisoprena (C5H8)n. Sedangkan karet sintetis adalah karet yang terbuat dari bahan baku yang berasal
dari minyak batu bara, minyak, gas alam, dan acetylene. Jenis-jenis karet sintesis yaitu:
• NBR (Nytrile Butadiene Rubber)
• CR (Chloroprene Rubber)
• IIR (Isobutene Isoprene Rubber)
3. Ciri-ciri

Karet alam memiliki daya elastisitas yang baik, mudah pengolahannya, tidak mudah aus (tidak mudah
habis karena gesekan), dan tidak mudah panas. Sifatnya adalah memiliki daya tahan yang tinggi
terhadap keretakan, tanpa hentakan yang berula-ulang, serta daya lengket yang tinggi terhadap
berbagai bahan.

Karet sintetis
Karet sintetis memiliki daya tahan terhadap suhu/panas, minyak, pengaruh udara, dan kedap gas.
• NBR (Nytrile Butadiene Rubber)
NBR memiliki ketahanan yang tinggi terhadap minyak, digunakan dalam pembuatan pipa karet untuk
bensin dan minyak, membran, seal, gaskot.

• CR (Chloroprene Rubber)
CR memiliki ciri tahan terhadap nyala api, digunakan sebagai bahan pipa karet, pembungkus kabel, seal,
gaskot, dan sabuk pengangkut.

• IIR (Isobutene Isoprene Rubber)


IIR memiliki ciri kedap terhadap air, digunakan untuk bahan ban bermotor, pembalut kawat listrik,
pelapis bagian dalam tangki, serta penyimpan lemak dan minyak.

4. Contoh
Karet alam: Ban pesawat terbang dan ban mobil balap dibuat dari bahan baku utama karet alam murni.
Karet sintetis: Pipa karet untuk minyak dan bensin, seal, gasket. Karet CR mempunyai kelebihan tahan
api, untuk pembuatan pipa karet, pembungkus kabel, seal, gasket, sabuk/ban berjalan. Jenis IR yang
tahan gas digunakan untuk campuran pembuatan ban kendaraan bermotor, pembalut kabel listrik, serta
pelapis tangki penyimpan minyak atau lemak.

Biokimia
1. Karet adalah polimer dari satuan isoprena (politerpena) yang tersusun dari 5000 hingga
10.000 satuan dalam rantai tanpa cabang. Diduga kuat, tiga ikatan pertama bersifat trans
dan selanjutnya cis. Senyawa ini terkandung pada lateks pohon penghasilnya. Pada suhu
normal, karet tidak berbentuk (amorf). Pada suhu rendah ia akan mengkristal. Dengan
meningkatnya suhu, karet akan mengembang, searah dengan sumbu panjangnya.
Penurunan suhu akan mengembalikan keadaan mengembang ini. Inilah alasan mengapa
karet bersifat elastik.

Biosintesis
Lateks dibentuk pada permukaan benda-benda kecil (disebut "badan karet") berbentuk bulat
berukuran 5 nm sampai 5 μm yang banyak terdapat pada sitosol sel-sel pembuluh lateks
(modifikasi dari floem). Sebagai substratnya adalah isopentenil difosfat (IPD) yang dihasilkan
sel-sel pembuluh lateks. Dengan bantuan katalisis dari prenil transferase, pemanjangan terjadi
pada permukaan badan karet yang membawa suatu polipeptida berukuran 14 kDa yang disebut
rubber elongation factor (REF). Sebagai bahan pembuatan starter, diperlukan pula 3,3—
dimetilalil difosfat sebagai substrat kedua. Suatu enzim isomerase diperlukan untuk tugas ini.

Pemanenan
Lateks diperoleh dengan melukai kulit batangnya sehingga keluar cairan kental yang kemudian
ditampung. Cairan ini keluar akibat tekanan turgor dalam sel yang terbebaskan akibat pelukaan.
Aliran berhenti apabila semua isi sel telah "habis" dan luka tertutup oleh lateks yang membeku.

Penemuan
Karet diyakini dinamai oleh Joseph Priestley, yang pada 1770 menemukan lateks yang
dikeringkan dapat menghapus tulisan pensil. Ketika karet dibawa ke Inggris, dia diamati bahwa
benda tersebut dapat menghapus tanda pensil di atas kertas. Ini adalah awal penamaan rubber
dalam bahasa Inggris.

Di tempat asalnya, di Amerika Tengah dan Amerika Selatan, karet telah dikumpulkan sejak
lama. Peradaban Mesoamerika menggunakan karet dari Castilla elastica. Orang Amerika Tengah
kuno menggunakan bola karet dalam permainan mereka (lihat: permainan bola Mesoamerika).
Menurut Bernal Diaz del Castillo, Conquistador Spanyol sangat kagum terhadap pantulan bola
karet orang Aztek dan mengira bahwa bola tersebut dirasuki roh setan.

Di Brasil orang lokal membuat baju tahan air dari karet. Sebuah cerita menyatakan bahwa orang
Eropa pertama yang kembali ke Portugal dari Brasil dengan membawa baju anti-air tersebut
menyebabkan orang-orang terkejut sehingga ia dibawa ke pengadilan atas tuduhan melakukan
ilmu gaib.

Manfaat
Karet adalah bahan utama pembuatan Ban, beberapa Alat-alat kesehatan, alat-alat yang
memerlukan kelenturan dan tahan goncangan. dibeberapa tempat salah satunya Perkebunan karet
di Jember biji karet bisa dijadikan camilan dengan proses tetentu, rasanya gurih namun jangan
berlebihan karena kadang membuat pusing kepala.

KESIMPULAN:

Berdasarkan materi diatas dapat disimpulkan bahwa Karet adalah polimer hidrokarbon yang
terkandung pada lateks beberapa jenis tumbuhan. Bahan karet ini berasal dari sebuah pohon yaitu
Pohon karet. Pohon karet berasal dari lembah Amazon Brasilia dengan nama ilmiah Hevea brasiliensis.
Pohon karet baru masuk ke Asia pada tahun 1876 M, setelah inggris menyeludupkan biji karet dari
Brazilia untuk dikembangkan di Taman Botani Inggris dan negara-negara jajahannya termasuk Malaysia.