Vous êtes sur la page 1sur 3

PEDOMAN UMUM HARIAN ORGANISASI

UKM KSR-PMI KUSUMA MANDALA STIKES


WIRA MEDIKA PPNI BALI

A. Pendahuluan
Pedoman Umum Harian Organisasi (PUHO) merupakan pelengkap dalam penentuan
kebijakan yang akan dilaksanakan oleh pengurus dan anggota sebagai pedoman umum
mekanisme kerja dalam berorganisasi baik intern maupun ekstern yang belum diatur
dalam AD/ART beserta penjelasannya dan PUTKI, sehingga tidak akan terjadi keraguan
dan kesalahan dalam penentuan kebijakan dalam tubuh UKM KSR-PMI KUSUMA
MANDALA STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI.

B. Maksud dan Tujuan


1. Maksud PUHO adalah untuk menciptakan tata tertib organisasi yang nyaman, terarah
dan dapat dipertanggungjawabkan.
2. Tujuan PUHO adalah untuk menciptakan keseragaman pemahaman dan pandangan
terhadap organisasi dalam kaitannya dengan pemberian kebijakan yang wajib
dijalankan dan dipatuhi oleh seluruh anggota UKM KSR-PMI KUSUMA
MANDALA STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI.

C. Kedudukan
PUHO berkedudukan sebagai pedoman umum kebijakan organisasi dan anggota UKM
KSR-PMI KUSUMA MANDALA STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI.

D. Ruang Lingkup Pelaksanaan


PUHO dilaksanakan oleh seluruh anggota UKM KSR-PMI KUSUMA MANDALA
STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI dalam kaitannya dengan hubungan tata tertib
intern dan ekstern organisasi.
1. Intern UKM KSR-PMI KUSUMA MANDALA STIKES WIRA MEDIKA PPNI
BALI
a. Tata Tertib Anggota
Dalam keseharian berorganisasi, setiap anggota dituntut untuk menjaga tingkah
laku, nama baik, tidak menyalahgunakan wewenang, berusaha untuk tetap
menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan markas serta kebersamaan dan
persaudaraan antar anggota UKM KSR-PMI KUSUMA MANDALA STIKES
WIRA MEDIKA PPNI BALI.
b. Penggunaan Atribut
Atribut yang diakui sebagai identitas UKM KSR-PMI KUSUMA MANDALA
STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI adalah atribut yang telah ditentukan dan
disepakati dalam Musyawarah Anggota (MUSTA) yang digunakan pada forum
resmi dan kegiatan kepalangmerahan, sedangkan yang belum termasuk
merupakan pendukung atribut tersebut.
c. Peminjaman inventaris
1) Inventaris yang boleh dipinjam adalah inventaris yang sudah terdaftar
dalam buku inventaris.
2) Sebelum meminjam dalam tempo waktu tertentu, peminjaman harus
memberitahukan secara lisan atau tertulis dalam bentuk surat sebelum
disetujui untuk pemberian pinjaman.
3) Mengisi keterangan pada buku peminjaman inventaris.
4) Bila terjadi kerusakan atau kehilangan terhadap inventaris yang dipinjam
diluar kepanitiaan dan penugasan dikenakan biaya ganti rugi sesuai dengan
harga inventaris tersebut.
2. Ekstern UKM KSR-PMI KUSUMA MANDALA STIKES WIRA MEDIKA PPNI
BALI
a. Penerimaan tamu
1) Tamu yang datang sebelum memasuki ruangan markas wajib mendapat izin
terlebih dahulu dari pengurus maupun anggota yang ada pada saat itu
sebelum dipersilakan masuk.
2) Tamu yang akan menginap wajib mendapat izin dari pengurus dengan
catatan ada yang mendampingi atau bertanggung jawab jika terjadi sesuatu.
b. Peminjaman inventaris
1) Inventaris yang boleh dipinjamkan adalah inventaris
yang sudah terdaftar dalam buku peminjaman inventaris, beserta penentuan
biaya penyusutan.
2) Sebelum meminjam dalam tempo waktu tertentu,
peminjam harus memberitahukan secara lisan dan tertulis dalam bentuk
surat sebelum disetujui untuk pemberian pinjaman.
3) Mengisi keterangan pada buku peminjaman inventaris.
4) Bila terjadi kerusakan atau kehilangan terhadap
inventaris yang dipinjam dikenakan biaya ganti rugi sesuai dengan harga
inventaris.

E. Sanksi
Pemberian sanksi dikategorikan berdasarkan tata cara sebagai berikut :
1. Intern
a. Teguran secara lisan diberikan oleh Badan Pengurus Harian dan anggota yang
menyaksikan pelanggaran tersebut
b. Pernyataan tertulis oleh Badan Pengurus Harian jika point ”a” tidak dipenuhi.
c. Pencabutan hak sementara anggota yang dilakukan oleh Ketua Umum setelah
peringatan terakhir tidak diindahkan oleh pelanggar disiplin.
d. Lama waktu pencabutan hak ditentukan berdasarkan besar kecilnya pelanggaran.
e. Sanksi berlaku untuk seluruh anggota tanpa terkecuali.
f. Bagi anggota yang hak anggotanya dicabut sementara dapat melakukan klarifikasi
pada saat MUSTA.
g. Apabila point ”f” tidak dilaksanakan maka dilakukan pemecatan atas persetujuan
forum saat MUSTA.
2. Ekstern
a. Teguran secara lisan oleh seluruh anggota yang menyaksikan pelanggaran tersebut.
b. Pernyataan tertulis oleh Badan Pengurus Harian jika point ”a” tidak terpenuhi.

F. Penutup
1. Agar PUHO dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, maka perlu kerjasama antara
Badan Pengurus Harian dan anggota sehingga dapat berfungsi dengan efektif dan
efisien.
2. Hal-hal lain yang belum diatur dalam pedoman ini akan diatur dalam aturan
kebijaksanaan Badan Pengurus Harian dan Dewan Penasehat Organisasi.
3. PUHO ini berlaku sejak ditetapkan.