Vous êtes sur la page 1sur 5

TUGAS MODUL 4 KB 4

A. A. GD. YUDHA PRAWIRA


SMP NEGERI 3 BANGLI

1. Buktikan sifat berikut. Apabila 𝑔⊥ℎ, maka Mℎ(𝑔) = 𝑔. Apakah ini berarti bahwa apabila
𝑃∈𝑔 maka 𝑀ℎ(𝑃) = 𝑃. Berikan penjelasan anda.
Pembahasan:
Apabila 𝑔⊥ℎ, maka Mℎ(𝑔) = 𝑔 (benar)

Ambil sebarang titik A dan B pada garis g. Cerminkan titik A terhadap garis h, diperoleh
bayangan A’. Begitupula cerminkan titik B pada garis h diperoleh bayangan B’. Jelas A’
dan B’ berada di g, sebab g ⊥ h. Tarik garis melalui A’ dan B’. Menurut teroema, melalui
dua buah titik hanya dapat dibuat dengan tunggal sebuah garis. Karena A’ dan B’ berada
di g, maka garis yang ditarik melalui A’ dan B’ juga merupakan garis g. Jadi Mℎ(𝑔) = 𝑔.
Tetapi hal ini tidak berarti bahwa apabila 𝑃∈𝑔 maka 𝑀ℎ(𝑃) = 𝑃. Contohnya pada gambar
berikut, dimana bayangan P yaitu P’ tidak sama dengan P.
Jika 𝑃∈𝑔, 𝑀ℎ(𝑃) = 𝑃 hanya berlaku apabila titik P merupakan perpotongan garis g dan h.

2. Sama. Setengah putaran terbentuk oleh refleksi terhadap dua buah garis yang saling
berpotongan tegak lurus. Seperti pada ilustrasi berikut.

Garis g ⊥ h. Dan P merupakan titik potong garis g dengan garis h.


A” merupakan hasil rotasi setengah putaran titik A terhadap titik P, dengan
mencerminkan terlebih dahulu terhadap garis h kemudian dilanjutkan pencerminan
terhadap garis g.
Dapat dilhat A” juga merupakan pencerminan titik A terhadap titik P dengan AP = A”P.

3. Diketahui A(2, 3), B(4,1), C(-3, 4) dan D(0,3). Jika P(x, y) tentukan 𝐺𝐶𝐷𝐺𝐴B(𝑃).
⃗⃗⃗⃗⃗ = B - A = (2,-2) dan ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 𝐶𝐷 = D-C = (3, -1)
Misal 𝑢 ⃗⃗⃗⃗⃗ + 𝐶𝐷
⃗ = 𝐴𝐵 ⃗⃗⃗⃗⃗
= (2, -2) + (3, -1)
= (5, -3)
GAB(P) = AB + P
= (2, -2) + (x, y)
= (x+2, y-2)
𝐺𝐶𝐷𝐺𝐴B(𝑃) = (3, -1) + (x+2, y-2)
= (x+5, y-3)
= (5, -3)+(x, y)
=𝑢
⃗ +P
= 𝐺𝑢⃗ (P)
Jadi 𝐺𝑢⃗ (P) merupakan geseran hasil komposisi 𝐺𝐶𝐷𝐺𝐴B(𝑃).

4. Berikan contoh komposisi dua rotasi dengan titik pusat rotasi sama. Selanjutnya,
dapatkah Anda menentukan sebuah transformasi tunggal yang menggambarkan
komposisi rotasi tersebut.
Contoh:
O(0,0) adalah titik pusat rotasi. 𝛼 = 300 searah jarum jam dan 𝛽 = 600 berlawanan arah
jarum jam. Misal P = (-2, 1) dan 𝜃 = 𝛼 + 𝛽 = −300 + 600 = 300
0 0 −2
𝑅𝑂,𝛼 (𝑃) = (cos −300 − sin −300 ) ( )
sin −30 cos −30 1
1 1
√3
= (2 2 ) (−2)
1 1 1
− √3
2 2
1
−√3 +
= ( 2)
1
1 + √3
2
1
0 0 −√3 +
𝑅𝑂,𝛽 𝑅𝑂,𝛼 (𝑃) = (cos 600 − sin 600 ) ( 2)
sin 60 cos 60 1
1 + √3
2
1 1 1
− √3 −√3 +
=( 2 2 )( 2)
1 1 1
√3 1 + √3
2 2 2
1
−√3 −
=( 2)
1
√3 − 1
2
1 1
√3 −
= (2 2 ) (−2)
1 1 1
√3
2 2
0
= (cos 300 − sin 300 ) (−2)
sin 30 cos 300 1
= 𝑅𝑂,𝜃 (𝑃)
= 𝑅𝑂,𝛼+𝛽 (𝑃)
Jadi 𝑅𝑂,𝛼+𝛽 (𝑃) merupakan rotasi tunggal hasil komposisi dua rotasi 𝑅𝑂,𝛽 𝑅𝑂,𝛼 (𝑃)

5. Berikan contoh komposisi dua rotasi dengan titik pusat rotasi yang berbeda. Selanjutnya,
dapatkah Anda menentukan sebuah transformasi tunggal yang menggambarkan
komposisi rotasi tersebut
Contoh:
P’ adalah koordinat hasil rotasi P dengan titik pusat A dan sudut 900. Atau 𝑃′ = 𝑅𝐴,900 (𝑃)
P’’ adalah koordinat hasil rotasi P’ dengan titik pusat B dan sudut 900. Atau 𝑃′′ =
𝑅𝐵,900 (𝑃′)
Dengan menggunakan komposisi rotasi, 𝑃′′ = 𝑅𝐵,900 𝑅𝐴,900 (𝑃)

Selanjutnya untuk menentukan trasformasi tunggal 𝑅𝐵,900 𝑅𝐴,900 (𝑃)


Buat garis bagi ∠PAP’ missal garis g dan garis bagi ∠P’BP’’ missal garis h. Titik potong
antara garis g dan h adalah C.
P’’= 𝑅𝐶,1800 (𝑃)
sehingga 𝑅𝐶,1800 (𝑃) merupakan transformasi tunggal hasil komposisi transformasi
𝑅𝐵,900 𝑅𝐴,900 (𝑃)