Vous êtes sur la page 1sur 8

e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 5 Nomor 1, Mei 2017

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN


BEROBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI
PUSKESMAS RANOTANA WERU

Yulike Mangendai
Sefti Rompas
Rivelino S. Hamel

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran


Universitas Sam Ratulangi
Email : yulike.mangendai@gmail.com

Abstract : Treatment compliance in hypertensive patients is important because hypertensionis


a disease that is not curable but it must always be controlled or controlled in order to avoid
complications that can lead to death. The purpose of research known factors associated with
medication adherence in hypertensive patients at Puskesmas Ranotana Weru. The study
design used is descriptive method with cross sectional approach. Sample in this study done
by total sampling in accordance with the inclusion criteria amounted to 32 people. The
results using statistical test of chi-square obtained to knowledge the ρ value = 0.008 <α =
0.05 motivation ρ value = 0.011 <α = 0.05 and family support ρ value = 0.001 <α = 0.05.
Conclusion this study has shown a significant relationship between knowledge, motivation
and family support with medication adherence in hypertensive patients at Puskesmas
Ranotana Weru.
Keywords : Medication Adherence, Patient Hypertension

Abstrak : Kepatuhan pengobatan pasien hipertensi merupakan hal penting karena hipertensi
merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi harus selalu dikontrol atau
dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi yang dapat berujung pada kematian. Tujuan
penelitian diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan berobat pada pasien
hipertensi di Puskesmas Ranotana Weru. Desain penelitian yang digunakan yaitu
menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian
ini dilakukan dengan cara total sampling sesuai dengan kriteria inklusi berjumlah 32 orang.
Hasil penelitian menggunakan uji statistik chi square didapatkan untuk pengetahuan nilai ρ
= 0.008 < α = 0.05, motivasi nilai ρ = 0.011 < α = 0.05 dan dukungan keluarga nilai ρ =
0.001 < α = 0.05. Simpulan hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang
signifikan antara pengetahuan, motivasi dan dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat
pada pasien hipertensi di Puskesmas Ranotana Weru.
Kata Kunci : Kepatuhan Berobat, Pasien Hipertensi
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 5 Nomor 1, Mei 2017

PENDAHULUAN
World Health Organization (WHO, dan garam tinggi, kegemukan atau makan
2012), menjelaskan bahwa hipertensi secara berlebihan. Gaya hidup yang tidak
memberikan kontribusi untuk hampir 9,4 sehat seperti minum-minuman
juta kematian akibat penyakit mengandung alkohol, stres, emosional dan
kardiovaskuler setiap tahun. Hal ini juga kurangnya aktivitas fisik yang dapat
meningkatkan risiko penyakit jantung meningkatkan risiko kelebihan berat badan
koroner sebesar 12% dan meningkatkan juga menjadi faktor resiko hipertensi
risiko stroke sebesar 24%. Data Global (Wade, 2016).
Status Report on Noncommunicable Kepatuhan pengobatan pasien
Diseases 2010 dari WHO, menyebutkan hipertensi merupakan hal penting karena
40% negara ekonomi berkembang hipertensi merupakan penyakit yang tidak
memiliki penderita hipertensi, sedangkan dapat disembuhkan tetapi harus selalu
negara maju hanya 35%. Departemen dikontrol atau dikendalikan agar tidak
Kesehatan Republik Indonesia (DepKes terjadi komplikasi yang dapat berujung
RI, 2013), menyatakan bahwa di Kawasan pada kematian (Palmer & William, 2007).
Asia Tenggara terdapat 36% orang dewasa Masalah ketidakpatuhan umum dijumpai
yang menderita hipertensi dan telah dalam pengobatan penyakit kronis yang
membunuh 1,5 juta orang setiap tahunnya. memerlukan pengobatan jangka panjang
Jumlah penderita hipertensi akan terus seperti hipertensi. Obat-obat antihipertensi
meningkat tajam, diprediksikan pada tahun yang ada saat ini telah terbukti dapat
2025 sekitar 29% atau sekitar 1,6 miliar mengontrol tekanan darah pada pasien
orang dewasa di seluruh dunia menderita hipertensi, dan juga sangat berperan dalam
hipertensi (Puspita, 2016). menurunkan risiko berkembangnya
Prevalensi hipertensi di Indonesia komplikasi kardiovaskular. Namun
berdasarkan pengukuran tekanan darah demikian, penggunaan obat antihipertensi
pada orang usia 18 tahun ke atas di saja terbukti tidak cukup untuk
sejumlah daerah telah mencapai 31,7% menghasilkan efek pengontrolan tekanan
dari total penduduk dewasa. Profil darah jangka panjang apabila tidak
Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara tahun didukung dengan kepatuhan dalam
2014, penderita penyakit hipertensi menggunakan obat antihipertensi tersebut
seluruhnya mencapai 31377 orang. Di kota (Saepudin dkk, 2011).
Manado, jumlah penderita hipertensi Puspita (2016), tentang faktor-faktor
sebanyak 3256 orang, dan kota Manado ini yang berhubungan dengan kepatuhan
menepati urutan ke – 4 dari 15 kota dan berobat penderita hipertensi dalam berobat
kabupaten di Sulawesi Utara yang di Puskesmas Gunungpati Kota Semarang,
memiliki penderita hipertensi terbanyak menunjukkan bahwa faktor tingkat
(Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulut, 2014). pendidikan, lama menderita hipertensi,
Penderita hipertensi lebih banyak dialami pengetahuan, dukungan keluarga, peran
oleh wanita di banding pria, hal ini petugas kesehatan dan motivasi terdapat
disebabkan karena terdapatnya hormon hubungan dengan kepatuhan berobat,
estrogen pada wanita. Hormon estrogen sedangkan faktor jenis kelamin, status
berperan dalam regulasi tekanan darah, pekerjaan, keikutsertaan asuransi
berhentinya produksi estrogen akibat kesehatan dan keterjangkauan askes
proses penuaan berdampak pada pelayanan kesehatan tidak berhubungan
peningkatan tekanan darah pada wanita. dengan kepatuhah berobat. Penelitian yang
Gaya hidup sering menjadi faktor resiko dilakukan oleh Ekarini (2011), tentang
penting bagi timbulnya hipertensi pada Faktor-faktor yang berhubungan dengan
seseorang. Beberapa di antaranya adalah tingkat kepatuhan di Puskesmas
kebiasaan makan seperti konsumsi lemak Gondangrejo Karanganyar, menunjukkan
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 5 Nomor 1, Mei 2017

bahwa terdapat hubungan antara tingkat berjumlah 32 orang. Teknik pengambilan


pendidikan, tingkat pengetahuan dan sampel menggunakan total sampling
tingkat motivasi dengan tingkat kepatuhan dengan jumlah sampel yaitu 32 orang yang
di Puskesmas Gondangrejo Karanganyar. telah memenuhi kriteria inklusi : pasien
Catatan medis yang telah diambil di hipertensi yang tercatat dalam buku
Puskesmas Ranotana Weru, penderita register rawat jalan di Puskesmas Ranotana
hipertensi yang datang untuk berobat dari Weru, tidak memiliki komplikasi penyakit
bulan Juli – September 2016 adalah hipertensi (penyakit jantung koroner,
sebanyak 96 orang, laki-laki sebanyak 42 stroke, gagal jantung dan penyakit ginjal
orang dan perempuan sebanyak 54 orang. (gagal ginjal), bersedia untuk menjadi
Berdasarkan usia, pada usia < 45 tahun responden dan responden berada ditempat
sebanyak 13 orang, usia 45 – 65 sebanyak pada saat pengambilan data. Kriteria
28 orang dan > 65 tahun sebanyak 55 eksklusi : responden menolak
orang. Berdasarkan hasil wawancara yang berpartisipasi dan responden tidak berada
penulis dapatkan dari perawat yang ada di ditempat penelitian.
Puskesmas Ranotana Weru, mengatakan Instrumen penelitian menggunakan
bahwa jumlah pasien hipertensi yang kuesioner yang telah baku. Analisis
datang untuk melakukan pengobatan bivariat penelitian ini akan
sebanyak 31 orang, jumlah pasien menghubungkan variabel independen dan
hipertensi yang kadang-kadang untuk variabel dependen dengan menggunakan
datang berobat sebanyak 26 orang dan uji statistik chi-square dengan α < 0.05.
jumlah pasien hipertensi yang tidak pernah
datang berobat sebanyak 39 orang. HASIL dan PEMBAHASAN
Kebanyakan dari pasien yang sudah lama Tabel 1. Distribusi frekuensi berdasarkan
mengalami hipertensi tidak pernah datang umur di Puskesmas Ranotana Weru tahun
untuk berobat karena merasa bosan 2017.
menjalani pengobatan, sedangkan tingkat
kesembuhan yang diinginkan pasien Umur n %
hipertensi tidak sesuai dengan yang
36-45 Tahun 11 34.4
diharapkan. Dan kebanyakan dari pasien
yang kadang-kadang atau kurang untuk 46-55 Tahun 14 43.8
datang dipengaruhi oleh kurangnya
dukungan dan motivasi dari keluarga untuk > 55 Tahun 7 21.9
pasien berobat sehingga membuat pasien Total 32 100.0
tidak terlalu memperdulikan penyakitnya.
Sumber : Data Primer, 2017
Berdasarkan masalah yang terjadi diatas,
maka peneliti tertarik untuk melakukan
Berdasarkan distribusi responden yang
penelitian dengan judul faktor-faktor yang
mengisi kuesioner menurut umur,
berhubungan dengan kepatuhan berobat
didapatkan paling banyak dengan umur 46-
pada pasien hipertensi di Puskesmas
55 tahun yaitu 14 orang (43.8 %). Fitrina
Ranotana Weru.
& Harysko (2014), menjelaskan bahwa
responden yang berusia dewasa lebih
METODE PENELITIAN
mempunyai keinginan yang tinggi untuk
Metode penelitian ini menggunakan
hidup sehat. Responden dengan usia
metode deskriptif dengan desain penelitian
dewasa masih memiliki harapan hidup
cross sectional study. Penelitian ini telah
yang lebih lama dibandingkan dengan
dilaksanakan pada bulan November 2016
lanjut usia.
– Februari 2017 di Puskesmas Ranotana
Weru dengan populasi pasien hipertensi
yang ada di Puskesmas Ranotana Weru
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 5 Nomor 1, Mei 2017

Tabel 2. Distribusi frekuensi berdasarkan Berdasarkan distribusi repsonden yang


pekerjaan di Puskesmas Ranotana Weru mengisi kuesioner menurut pendidikan,
tahun 2017. didapatkan yang paling banyak dengan
pendidikan SMA/SMK/STM yaitu 13
Pekerjaan n % orang (40.6 %). Ekarini (2011),
menjelaskan bahwa tingkat pendidikan
IRT 11 34.4 dapat mempengaruhi kepatuhan klien
hipertensi dalam menjalani pengobatan.
Petani 4 12.5
Hal ini dapat terjadi mengingat bahwa
Wiraswasta 5 15.6 individu adalah sosok yang unik memiliki
beranekaragaman kepribadian, sifat
Swasta 7 21.9
budaya, maupun kepercayaan.
PNS 4 12.5
Tabel 4. Distribusi frekuensi berdasarkan
Pensiunan 1 3.1 pengetahuan di Puskesmas Ranotana Weru
Total 32 100.0 tahun 2017.
Sumber : Data Primer, 2017
Pengetahuan n %
Berdasarkan distribusi responden yang Baik 5 15.6
mengisi kuesioner menurut pekerjaan,
didapatkan paling banyak dengan Cukup 15 46.9
pekerjaan IRT yaitu 11 orang (34.4 %). Kurang 12 37.5
Waren (2008), menjelaskan bahwa
perempuan yang tidak bekerja atau hanya Total 32 100.0
sebagai ibu rumah tangga beresiko lebih Sumber : Data Primer, 2017
tinggi menderita hipertensi dibandingkan
dengan perempuan yang bekerja. Hal ini Berdasarkan distribusi responden yang
disebabkan karena penderita hipertensi mengisi kuesioner menurut pengetahuan,
yang bekerja sebagai ibu rumah tangga didapatkan yang paling banyak dengan
terlalu sibuk dengan pekerjaan rumah pengetahuan cukup yaitu 15 orang (46.9
tangga membuat ibu menjadi malas untuk %). Nissonline (2007) yang dikutip oleh
pergi berobat ke Puskesmas atau tempat- Arifin (2009), menjelaskan bahwa
tempat pelayanaan kesehatan lainnya. pengetahuan merupakan saalah satu
penyebab pasien tidak teratur berobat atau
Tabel 3. Distribusi frekuensi berdasarkan tidak melakukan pengobatan.
pendidikan di Puskesmas Ranotana Weru
tahun 2017. Tabel 5. Distribusi frekuensi berdasarkan
motivasi di Puskesmas Ranotana Weru
Pendidikan n % tahun 2017.
SMP 6 18.8
Motivasi n %
SMA/SMK/STM 13 40.6
Baik 15 46.9
S1 10 31.3
Cukup 13 40.6
S2 3 9.4
Kurang 4 12.5
Total 32 100.0
Sumber : Data Primer, 2017 Total 32 100.0
Sumber : Data Primer, 2017
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 5 Nomor 1, Mei 2017

Berdasarkan distribusi responden yang berobat, didapatkan yang paling banyak


mengisi kuesioner menurut motivasi, dengan kepatuhan tinggi yaitu 21 orang
didapatkan yang paling banyak dengan (65.6 %). Brunner & Suddarth (2002) yang
motivasi baik yaitu 15 orang (46.9 %). dikutip oleh Ulfah (2013), menyatakan
Ekarini (2011), mengatakan bahwa bahwa kepatuhan yang buruk atau terapi
motivasi yang tinggi dapat terbentuk yang tidak lengkap adalah faktor yang
karena adanya hubungan antara kebutuhan, berperan terhadap resistensi individu.
dorongan dan tujuan. Dengan adanya
kebutuhan untuk sembuh, maka penderita Tabel 8. Tabulasi silang hubungan
hipertensi akan terdorong untuk patuh pengetahuan dengan kepatuhan berobat
dalam menjalani pengobatan, dimana pada pasien hipertensi di Puskesmas
tujuan ini merupakan akhir dari siklus Ranotana Weru tahun 2017.
motivasi.
Kepatuhan Berobat
Tabel 6. Distribusi frekuensi berdasarkan Kepatuhan Kepatuhan
Total P
Value
dukungan keluarga di Puskesmas Ranotana Rendah Tinggi
n % n % n %
Weru tahun 2017.
Baik 0 0.0 5 15.6 5 15.6
Penge-
Cukup 3 9.4 12 37.5 15 46.9 0.008
Dukungan Keluarga n % tahuan
Kurang 8 25.0 4 12.5 12 37.5
Dukungan Rendah 9 28.1 Total 11 34.4 21 65.6 32 100.0

Dukungan Tinggi 23 71.9 Sumber : Data Primer, 2017

Total 32 100.0 Hasil uji statistik chi-square antara


Sumber : Data Primer, 2017 pengetahuan dengan kepatuhan berobat
pasien hipertensi di Puskesmas Ranotana
Berdasarkan distribusi responden yang Weru didapatkan bahwa yang paling
mengisi kuesioner menurut dukungan banyak pengetahuan cukup dengan
keluarga, didapatkan yang paling banyak kepatuhan tinggi yaitu 12 responden (37.5
dengan dukungan tinggi yaitu 23 orang %) dan yang paling sedikit pengetahuan
(71.9 %). Hal ini juga didukung oleh teori baik dengan kepatuhan rendah yaitu 0
Friedman (2010), yang menjelaskan bahwa responden (0.0 %). Pada uji statistik chi-
dukungan keluarga adalah sikap, tindakan, square didapatkan nilai ρ lebih kecil dari
dan penentuan keluarga terhadap penderita α (ρ = 0.008 < α = 0.05), maka dengan
yang sakit. demikian H0 ditolak dan Ha diterima atau
ada hubungan yang signifikan antara
Tabel 7. Distribusi frekuensi berdasarkan pengetahuan dengan kepatuhan berobat
kepatuhan berobat di Puskesmas Ranotana pada pasien hipertensi di Puskesmas
Weru tahun 2017. Ranotana Weru.
Pratama & Ariastuti (2015)
Kepatuhan Berobat n % menjelaskan bahwa tingkat pengetahuan
merupakan salah satu faktor yang dapat
Kepatuhan Rendah 11 34.4 mempengaruhi kepatuhan seseorang
Kepatuhan Tinggi 21 65.6 terhadap pengobatannya. Dengan memiliki
pengetahuan yang cukup mengenai
Total 32 100.0 penyakitnya, seseorang akan terdorong
Sumber : Data Primer, 2017 untuk patuh dengan pengobatan yang
mereka jalani. Hasil penelitian ini sejalan
Berdasarkan distribusi responden yang dengan penelitian yang telah dilakukan
mengisi kuesioner menurut kepatuhan oleh Ekarini (2011) yang meneliti tentang
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 5 Nomor 1, Mei 2017

faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas


tingkat kepatuhan klien hipertensi dalam Kedungmundu Kota Semarang, didapatkan
menjalani pengobatan di Puskesmas bahwa berdasarkan hasil uji statistik Chi
Gondangrejo Karanganyar, didapatkan Square menunjukkan ada hubungan antara
hasil bahwa terdapat hubungan antara motivasi untuk berobat dengan kepatuhan
tingkat pengetahuan dengan tingkat pengobatan.
kepatuhan klien hipertensi dalam
menjalani pengobatan di Puskesmas Tabel 10. Tabulasi silang hubungan
Gondangrejo Karanganyar. dukungan keluarga dengan kepatuhan
berobat pada pasien hipertensi di
Tabel 9. Tabulasi silang hubungan Puskesmas Ranotana Weru tahun 2017.
motivasi dengan kepatuhan berobat pada
pasien hipertensi di Puskesmas Ranotana Kepatuhan Berobat
P
Weru tahun 2017. Kepatuhan Kepatuhan
Total
Value
Rendah Tinggi
n % n % n %
Kepatuhan Berobat
Dukungan
Total P 7 21.9 2 6.3 9 28.1
Kepatuhan Kepatuhan Rendah
Value Dukungan
Rendah Tinggi 0.001
Keluarga
n % n % n % Dukungan
4 12.5 19 59.4 23 71.9
Tinggi
Baik 3 9.4 12 37.5 15 46.9
Total 11 34.4 21 65.6 32 100.0
Motivasi Cukup 4 12.5 9 28.1 13 40.6 0.011

Kurang 4 12.5 0 0.0 4 12.5


Sumber : Data Primer, 2017
Total 11 34.4 21 65.6 32 100.0
Hasil uji statistik chi-square antara
Sumber : Data Primer, 2017
dukungan kelurga dengan kepatuhan
berobat pasien hipertensi di Puskesmas
Hasil uji statistik chi-square antara
Ranotana Weru didapatkan bahwa yang
motivasi dengan kepatuhan berobat pasien
paling banyak dukungan tinggi dengan
hipertensi di Puskesmas Ranotana Weru
kepatuhan tinggi yaitu 19 responden (59.4
didapatkan bahwa yang paling banyak
%) dan yang paling sedikit dukungan
motivasi baik dengan kepatuhan tinggi
rendah dengan kepatuhan tinggi yaitu 2
yaitu 12 responden (37.5 %) dan yang
responden (6.3 %). Pada uji statistik chi-
paling sedikit motivasi kurang dengan
square didapatkan nilai ρ lebih kecil dari
kepatuhan tinggi yaitu 0 responden (0.0
α (ρ = 0.001 < α = 0.05), maka dengan
%). Pada uji statistik chi-square
demikian H0 ditolak dan Ha diterima atau
didapatkan nilai ρ lebih kecil dari α (ρ =
ada hubungan yang signifikan antara
0.011 < α = 0.05), maka dengan demikian
dukungan keluarga dengan kepatuhan
H0 ditolak dan Ha diterima atau ada
berobat pada pasien hipertensi di
hubungan yang signifikan antara motivasi
Puskesmas Ranotana Weru.
dengan kepatuhan berobat pada pasien
Tumenggung (2013), menjelaskan
hipertensi di Puskesmas Ranotana Weru.
bahwa dukungan sosial keluarga sangat
Ekarini (2011), mengatakan bahwa
penting dalam meningkatkan dan
dengan adanya motivasi yang tinggi dari
menyemangati pasien jika penyakit
klien hipertensi untuk memperoleh
hipertensi menjadi parah. Dukungan sosial
kesembuhan berarti ada suatu keinginan
dari keluarga berupa dukungan emosional
dari dalam diri pasien untuk menjalani
diharapkan dapat membantu mengurangi
pengobatan. Hasil penelitian ini sejalan
ansietas yang disebabkan oleh komplikasi
dengan penelitian yang telah dilakukan
penyakit hipertensi. Berkaitan dengan hal
oleh Rasajati (2015) yang meneliti tentang
tersebut, maka perlu upaya untuk
faktor-faktor yang berhubungan dengan
meningkatkan dukungan sosial keluarga
kepatuhan pengobatan pada penderita
yang positif lagi baik itu dukungan
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 5 Nomor 1, Mei 2017

emosional, instrumental, informasional Fitrina, Y & Harysko, R. O. (2014).


ataupun penghargaan. Hasil penelitian ini Hubungan Karakteristik dan
sejalan dengan penelitian yang telah Motivasi Pasien Hipertensi
dilakukan oleh Puspita (2016) yang terhadap Keparuhan dalam
meneliti tentang faktor-faktor yang Menjalani Pengobatan di
berhubungan dengan dengan kepatuhan Puskesmas Talang Kabupaten
penderita hipertensi dalam menjalani Solok Tahun 2014. Jurnal
pengobatan, didapatkan hasil bahwa diterbitkan. Bukittinggi : Program
terdapat hubungan antara dukungan Studi Ilmu Keperawatan STIKES
keluarga dengan kepatuhan dalam Yarsi Sumbar Bukittinggi.
menjalani pengobatan hipertensi.
Friedman, Marylin M. (2010). Buku Ajar
SIMPULAN Keperawatan Keluarga : Riset,
Berdasarkan hasil penelitian yang Teori, dan Praktek, Edisi 5. Jakarta
dilakukan peneliti di Puskesmas Ranotana : EGC.
Weru maka hasil penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa terdapat hubungan Pratama, G. W & Ariastuti, L. P. (2015).
yang signifikan antara pengetahuan dengan Faktor-faktor yang Mempengaruhi
kepatuhan berobat pada pasien hipertensi Kepatuhan Pengobatan Hipertensi
di Puskesmas Ranotana Weru, terdapat
pada Lansia Binaan Puskesmas
hubungan yang signifikan antara motivasi
dengan kepatuhan berobat pada pasien Klungkung 1. Jurnal diterbitkan.
hipertensi di Puskesmas Ranotana Weru Bali : Program Studi Pendidikan
dan terdapat hubungan yang signifikan Dokter Fakultas Kedokteran
antara dukungan keluarga dengan Universitas Udayana.
kepatuhan berobat pasien hipertensi di
Puskesmas Ranotana Weru. Puspita Exa. (2016). Skripsi : Faktor-
faktor yang Berhubungan dengan
DAFTAR PUSTAKA
Kepatuhan Berobat pada Penderita
Arifin, Y. (2009). Gambaran Pengetahuan
Pasien engenai Hipertensi pada Hipertensi dalam Menjalani
Lansia di RSU Dr. Djoelham Pengobtan di Puskesmas
Binjai. http://gambaran- Gunungpati Kota Semarang.
pengetahuan-pasien- http://lib.unnes.ac.id; 29 September
mengenai.html; 24 Februari 2017. 0216; Jam 22:17 Wita.

Dinkes Sulut. (2014). Data Survey


Rasajati Qorry Putri. (2015). Jurnal :
Penyakit Tidak Menular Berbasis
Puskesmas di Sulawesi Utara. Faktor-faktor yang Berhubungan
Dinkes Manado. dengan Kepatuhan Berobat pada
Penderita Hipertensi di Wilayah
Ekarini, Diyah. (2011). Faktor-faktor yang Kerja Puskesmas Kedungmundu
Berhubungan dengan Tingkat Kota Semarang.
Kepatuhan Klien Hipertensi dalam
http://jurnal.unnes.ac.id; 01
Menjalani Pengobatan di
Puskesmas Gondangrejo Oktober 2016; Jam 21:10 Wita.
Karanganyar. Jurnal diterbitkan.
Surakarta : Prodi D-III Tumenggung, Imran. (2013). Hubungan
Keperawatan STIKES Kusuma Dukungan Sosial Keluarga dengan
Husada Surakarta. Kepatuhan Diet Pasien Hipertensi
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 5 Nomor 1, Mei 2017

di RSUD Toto Kabila Kabupaten


Bone Bolango. Gorontalo :
Politeknik Kesehatan Gorontalo.

Ulfah, M. (2013). Hubungan Dukungan


Keluarga dengan Kepatuhan
Minum Obat pada Pasien
Tuberkulosis (TBC) di Wilayah
Kerja Puskesmas Pamulang Kota
Tangerang Selatan. Jurnal
diterbitkan. Jakarta : Program Studi
Ilmu Keperawatan Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Islam Negeri (UIN)
Syarif Hidayatullah Jakarta.

Wade Carlson. (2016). Mengatasi


Hipertensi. Nuasa Cendekia.
Bandung.

Waren, A. (2008). Faktor-faktor yang


berhubungan dengan Kejadian
Hipertensi pada Pasien yang
Berobat di Poliklinik Dewasa
Puskesmas Bangkinang.
htttp://www.scribd.co diperoleh
tanggal 24 Februari 2017.