Vous êtes sur la page 1sur 6

KHUTBAH JUM’AT

Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang


Oleh : Adi Holil Ashabul Yamin
Tugas Khutbah Shalat Jum’at
Kelas VII-1 (IPA)
Tahun 2017/2018
ْ‫ت‬
‫ه‬ ُ ُ
‫َا‬‫َك‬
‫بر‬ََ َُ
‫ةهللاِ و‬‫ْم‬‫َح‬
‫َر‬ ‫ُم‬
‫ْ و‬ ‫ْك‬
‫لي‬ََ ‫السَّالَ م‬
‫ُ ع‬

‫َة‬
ِ ‫ِف‬‫ْر‬‫َع‬ ْ ‫َ ب‬
‫ِالم‬ ‫ْن‬
‫ِي‬ ‫ْم‬
‫ِن‬ ‫ُؤ‬ ْ َ
‫الم‬ ‫ْب‬‫لو‬ُُ
‫َ ق‬ ‫َّر‬‫نو‬َ ْ‫ِي‬ َّ ِ‫ّلِل‬
‫الذ‬ َِّ ‫د‬ُْ ‫َْلح‬
‫َم‬ ‫ا‬
‫ْد‬
ِ ‫ْحِي‬‫َّو‬
‫ِالت‬ ‫ْ ب‬ ‫هم‬ُ‫ب‬ُْ ُُ
‫لو‬ ‫ْ ق‬ ََّ
‫نت‬ ‫َأ‬‫ْم‬‫َاط‬‫ف‬.
. ‫ه‬ ُ‫د‬ُْ‫َب‬
‫دا ع‬ ًَّ
‫َم‬ ُ ‫ن‬
‫مح‬ ََّ
‫د ا‬ ُ‫ه‬ َ
َْ‫ِالَّ هللاُ وأش‬
‫ه إ‬ َ‫َِل‬
‫ن الَ إ‬َْ ‫د ا‬ َْ‫َش‬
ُ‫ه‬ ‫أ‬
،‫ًا‬ ِْ
‫ير‬ ‫نذ‬ََ‫ًا و‬‫ْر‬‫ِي‬ َ ِ
‫بش‬ ‫َق‬ ْ ‫ه ب‬
‫ِالح‬ َُ ‫َث‬‫بع‬َ ْ‫ِي‬ َّ ‫ه‬
‫الذ‬ ُ ُ‫َس‬
ُ‫ول‬ ‫ُر‬
‫و‬
َّ
‫هم‬ َّ َ
ُ‫لل‬ ‫ ا‬.‫ًا‬ ‫ْر‬‫ِي‬‫من‬ُ ‫ًا‬‫َاج‬ ‫َس‬
‫ِر‬ ‫ِ و‬ ‫ِه‬‫ْن‬ ِِ
‫إذ‬ ‫ِ ب‬ ‫َق‬ ْ ‫َِلى‬
‫الح‬ ‫َا إ‬ ‫ِي‬‫داع‬ََ
‫و‬
‫ًا‬ ‫ْر‬
‫ِي‬‫َث‬‫ًا ك‬ ‫ْم‬
‫ِي‬‫تسْل‬َ ْ ‫َسَل‬
‫ِم‬ ‫ِ و‬‫ِه‬‫ْب‬‫َح‬‫َص‬‫ِ و‬ ‫له‬ِ‫لى آ‬ ََ
‫َع‬‫ِ و‬ ‫ْه‬
‫لي‬ ََ
‫ِ ع‬‫َل‬‫ص‬.
َ‫َال‬
‫ِ و‬‫ِه‬‫َات‬‫تق‬ُ ‫َق‬ ‫ُوا هللاَ ح‬ ‫ْا اتق‬ ‫ُو‬
‫من‬ َ‫َ آ‬ ْ‫ذ‬
‫ين‬ َ‫ها ال‬ َ
َ‫ياأي‬ َ
َْ
‫ن‬ ‫ُو‬ ‫مسْل‬
‫ِم‬ ُ ْ ‫ُم‬‫نت‬َْ
‫َأ‬‫ِال و‬‫تن إ‬ ُْ
‫ُو‬ َ
‫تم‬
َ
‫ِن‬‫ص م‬ٍْ ََ
‫نق‬ ‫ِ و‬ ‫ُوع‬ ْ َ
‫الج‬ ‫ْفِ و‬ ْ َ
‫الخَو‬ ‫ِن‬
‫ء م‬ ٍْ‫ِشَي‬
‫ْ ب‬ ‫ُم‬ ََّ
‫نك‬ ‫لو‬ُْ ‫ََلن‬
‫َب‬ ‫و‬
َ‫ِين‬ ‫َّاب‬
‫ِر‬ ‫ِ الص‬ ‫ِر‬‫بش‬ ََ
‫َاتِ و‬ ‫َر‬‫َّم‬
‫َالث‬ ‫ُسِ و‬ ْ َ
‫األنف‬ ‫ِ و‬ ‫َال‬ ْ‫األ‬
‫مو‬

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan
harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. [2:155]

UJIAN HIDUP ADALAH PERTANGGUNG JAWABAN


Hidup di dunia ini ibaratkan kita sebagai petani yang di sediakan sebuah lahan tanah
yang kosong yang mana petani ini adalah pribadi kita masing-masing dan lahan yang kosong
adalah dunia. Selanjutnya kita di beri kuasa untuk mengolah tanah ini mau kita apakan ?
Apakah kita isi tanah yang kosong ini dengan menanam padi, jagung, ubi dll, tentu terserah
pribadi kita masing-masing tapi tentu kita punya syarat dan ketentuan.
Kita menanam yang baik dan dengan cara yang baik tentu hasilnya baik tapi kalau yang di
tanam yang baik dengan cara yang tidak baik maka tentu hasilnya tidak baik pula.
Hadirin jama’ah jum’at yang dimuliakan Allah SWT.
Dari ayat yang khatib bacakan tadi dapat kita ambil sebuah pelajaran, bahwa hidup di dunia
ini adalah ujian.
Dan keberadaan kita di di dunia juga mempunyai tujuan dan manfaat bagi kita dan orang-
orang di sekitar kita, untuk itu kita wajib memperkuat keimanan dan ketaqwaan dan terus
memperdalami agama kita dan mengamalkannya. Sesuai dengan ayat

َ
‫ِين‬ َ َ
‫الم‬ ‫ِلع‬ ًَ
ْ‫ة ل‬ ‫َح‬
‫ْم‬ َِّ
‫ال ر‬ ‫َاك‬
‫َ إ‬ ‫لن‬ ‫َر‬
َْ‫ْس‬ ََ
‫ما أ‬ ‫و‬
(107 : ‫) األنبياء‬
“Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam”.
(QS.Al Anbiyaa: 107)
Dan kita juga seorang muslim yang membuat ketenangan di dalam keributan dan membuat orang
nyaman bersama kita.
َ‫لم‬ََّ‫َس‬‫ِ و‬‫ْه‬
‫لي‬ََ َّ ‫لى‬
‫اّلِلُ ع‬ ََّ
‫ل رسول هللا ص‬ َ‫َا‬
‫ق‬:
،‫ِه‬
‫يد‬ََ
‫ِ و‬
‫ِه‬‫ِسَان‬‫ْ ل‬ ‫ِن‬‫ن م‬َ‫ُو‬‫ِم‬‫ُسْل‬‫الم‬ْ َ ‫ِم‬‫ْ سَل‬ َ ُ
‫من‬ ‫ُسْل‬
‫ِم‬ ْ
‫الم‬
ُْ
‫ه‬ ‫َن‬ َّ ‫هى‬
‫اّلِلُ ع‬ َ‫ن‬َ ‫ما‬ َ َ ‫َر‬
‫هج‬َ ْ َ ُ
‫من‬ َُ
‫هاجِر‬ ْ َ
‫الم‬ ‫و‬
(‫)صحيح البخاري‬
Sabda Rasulullah saw : “Orang muslim yg baik adalah yg muslim lainnya aman dari ganguan
ucapannya dan tangannya, dan orang yang Hijrah (tergolong kelompok Muhajirin) adalah yg
meninggalkan apa apayg dilarang Allah’ ((Shahih Bukhari)

Hadirin jama’ah jum’at yang dimuliakan Allah SWT.


Ketika Allah SWT beri kita hidup sampai saat ini, sampai hari yang agung dan mulia, hari
jum’at apa sebenarnya yang diinginkan Allah SWT?
Banyak orang-orang di sekeliling kita tak lagi ada bersama kita, masih terbayang raut wajah
mereka, masih teringat kita dengan ucapan mereka, tapi jasad mereka tak ada bersama kita.
Lalu kita masih dibiarkan Allah berjalan di atas permukaan bumi ini, apa yang diinginkan
Allah Ta’ala dari kita? Maka jawabannya disebutkan dalam surah al-Mulk:
‫( الذي خلق الموت‬Allah yang menciptakan mati)
‫( والحياة‬Allah juga yang menciptakan hidup. Untuk apa Dia buat hidup dan mati,
Dia buat ada kelahiran ada kematian, ada buaian ada liang lahad, lalu mengapa kita berada di
antara dua itu?)
‫( ليبلوكم أيكم أحسن عمال‬Untuk menguji, tak lain tak bukan yang ingin
diuji oleh Allah SWT adalah siapa yang paling baik amalnya. )
Allah tak lihat siapa yang paling kaya di antara kita, Allah tak menilai siapa yang paling
tinggi jabatannya di antara kita, Allah SWT tidak meletakkan kemuliaan siapa yang paling
berilmu di antara kita. tapi yang dilihat Allah SWT adalah:
‫إن هللا ال ينظر إلى أجسامكم‬ (Allah tak melihat, Allah tak
memperhatikan bentuk tubuh kamu)
‫( و ال إلى صوركم‬Allah tak menengok bentuk rupa kamu. Lalu apa yang dilihat
Allah dari kita? )
‫( و لكن ينظر إلى قلوبكم‬Yang ditengok, yang diperhatikan, yang dilihat
oleh Allah SWT adalah hati kamu)
‫َ أعمالكم‬
‫( و‬dan amal kamu)
Oleh sebab itu kalau Allah sampaikan usia kita pada hari ini, maka kita buktikan kepada
Allah, Ya Allah, Kau sampaikan aku sampai saat ini, maka inilah bukti amal, kita tunjukkan
kepada Allah SWT.
Hadirin yang dimuliakan Allah SWT.
Kalau sampai masa itu tiba, tak dapat ditunda walau sesaat pun. Ada sebagian orang
menyangka dia masih hidup saat ini karena dia menjaga kesehatan, banyak orang yang sehat
mati mendadak. Ada sebagian orang menyangka dia hidup sampai saat ini karena dia muda
belia, banyak orang yang muda mati tiba-tiba. Oleh sebab itu mengapa kita masih ada sampai
saat ini di atas bumi Allah ini, Allah uji kita, sanggup tak kita isi ini dengan amal yang baik.
Maka mari kita buktikan kepada Allah SWT. Kalau sampai masanya:
‫( إذا جاء أجلهم‬Kalau ajal mereka sampai)
‫( ال يستأخرون ساعة‬Tak dapat ditunda walau sesaat)
‫( وال يستقدمون‬Tak pula dapat dimajukan walaupun sesaat)
Ketika sampai masanya, apa yang akan mengiringi kita?

‫( يتبع الميت ثالث‬Yang mengiringi kita nanti ke alam barzakh, ke liang lahad,
tak kurang tak lebih hanya ada tiga saja. Yang pertama yang mengiringi kita adalah:)

‫ماله‬ (Hartanya, harta yang begitu banyak dicari pagi pulang petang, peras keringat
banting tulang, dia ikut mengiringi kita, tapi apakah dia akan sampai masuk ke dalam? Yang
kita bawa hanya tiga helai kain putih yang tak berjahit, itu yang menemani kita di dalam.
Lalu apalagi yang akan mengiringi kita? )

‫( أهله‬Keluarga; anak, cucu, cicit, keponakan, menantu, handai taulan, kerabat, tetangga,
semua ikut mengiringi kita, mau mereka masuk ke dalam? Mungkin ada 2/3/4 orang akan
masuk menyambut jenazah kita, diletakkan kita di liang lahad, setelah itu dia naik ke atas,
mereka akan menimbun kita, mereka akan menginjak kita, setelah itu mereka doakan, setelah
itu mereka pun pulang kembali ke rumah masing-masing.)

‫يرجع اثنان ويبقى واحد‬ (Yang dua kembali: harta kembali, keluarga
kembali, lalu siapa yang menemani kita di dalam? () Yang tinggal satu, siapa yang tinggal
itu?)

‫( وعمله‬Amalnya)
Kalau pernah tangan ini dipakai mengusap kepala anak yatim, kalau pernah tangan ini
dipakai untuk bergotong royong membangun masjid, kalau pernah tangan ini dipakai untuk
menyumbang, infaq, shadaqah, wakaf, zakat, maka itulah yang akan menolong kita di
hadapan Allah SWT.
Kalau pernah kaki ini dipakai melangkahkan kaki ke masjid melaksanakan fardhu shalat
berjama’ah, kalau pernah kaki ini dipakai berjihad fi sabilillah, maka itu yang akan menolong
kita di hadapan Allah SWT.
Ketika mata meneteskan air mata di tengah malam yang sunyi, yang sepi, ketika orang lain
tidur pulas, ada seorang hamba Allah yang terjaga melawan kantuknya, lalu dia kenang
dosanya begitu banyak, lalu di teteskan air mata, maka itulah yang akan dapat menolong kita
di hadapan Allah SWT. Lain dari pada itu: ‫( هباء منثورا‬seperti debu ditiup angin).
Hadirin jama’ah jum’at yang dimuliakan Allah SWT.

Hari jum’at hari yang mulia, mari kita gunakan sejenak: ‫( وقفة مع النفس‬sejenak
bersama jiwa). Selama sepekan ini kita terlalu sibuk mengurus orang lain, sibuk mengurus urusan
orang lain, sehingga kita tak sempat mengurus urusan kita sendiri. Oleh sebab itu mari kita merenung
sejenak, itu yang dipesankan oleh para shahabat Nabi, para ulama: ‫( تفكروا ساعة‬berfikir
sejenak), berfikir menggunakan akal yang diberikan Allah SWT sebelum masanya tiba,
karena ketika tiba masanya, saat itu orang tak lagi dapat berfikir, ketika azab sudah di
pelupuk mata, ketika jeritan tangis karena kesakitan azab didengar telinga, saat itu orang-orang
yang berada di dalam neraka berkata kepada Allah SWT:

‫( ربنا‬Ya Tuhan kami)


‫( أبصرنا‬Mata kami sudah menengok itu azab yang menyakitkan)
‫( وسمعنا‬Kami pun sudah mendengar azab itu)
‫( فرجعنا‬Balikkan lagi kami ke alam dunia)
‫( نعمل صالحا‬Kami ingin beramal shalih)
‫( إنا موقنون‬Kami yakin seyakin-yakinnya)
Tapi betapa malangnya, saat itu tak ada lagi gunanya penyesalan karena saat itu bukan waktunya
untuk menyesal, saat itu adalah waktu untuk mempertanggung-jawabkan segala amal perbuatan
kita di hadapan Allah SWT.

‫ ونفعني وإياكم‬،‫بارك هللا لي ولكم في القرآن العظيم‬


‫ وتقبل مني ومنكم‬،‫بما فيه من األيات والذكر الحاكم‬
‫تالوته إنه هو الغفور الرحيم‬

Khutbah kedua

ُ‫ه‬
‫د‬ َْ‫َش‬
‫ أ‬.َ ََ
‫مر‬ ‫َا أ‬ ‫َم‬‫ًا ك‬ ‫ْر‬
‫ِي‬‫َث‬
‫دا ك‬ ًْ‫َم‬ َِّ ‫د‬
‫ّلِلِ ح‬ ُْ
‫َم‬ ‫َْلح‬ ُْ
َِّ ‫د‬
‫ ا‬,ِ‫ّلِل‬ ‫َم‬‫َْلح‬
‫ا‬
‫ن‬ َ
َّ‫د أ‬ ُ‫ه‬َْ‫َأش‬َ ‫ه و‬ ُ‫يكَ َل‬ ‫ه الَ شَر‬
ِْ ُ‫د‬َْ ‫َح‬ ‫ِالَّ هللاُ و‬
‫ه إ‬َ‫َِل‬ ْ‫أ‬
‫ن الَ إ‬ َ
ْ
‫من‬ََ‫ِ و‬ ‫ِه‬‫َاب‬ ‫ْح‬‫َص‬‫َأ‬‫ِ و‬ ِ‫لى آ‬
‫له‬ ََ
‫َع‬‫ه و‬ُ‫ُْل‬ ‫َسُو‬
‫َر‬ ‫ه و‬ ُ‫د‬ُْ
‫َب‬‫دا ع‬ ًِ‫َم‬
‫مح‬ُ
َ‫َا‬
‫د‬ ‫ِب‬
‫د؛ ع‬ ُْ
‫بع‬َ ‫ما‬ ََّ
‫ أ‬،ِ‫ين‬ ِْ‫ِ الد‬ ‫ْم‬ َ ‫َِلى‬
‫يو‬ ‫ْسَانٍ إ‬ ِِ
‫إح‬ ‫ْ ب‬ ‫هم‬َُ‫ِع‬
‫تب‬َ
َّ
‫َق‬ ‫ُوا هللاَ ح‬ َّ َ
‫اتق‬ ‫ْو‬
‫ ف‬،ِ‫َى هللا‬ ‫َق‬
‫ِت‬‫يايَ ب‬ َِّ ‫َإ‬‫ْ و‬ ‫ُم‬
‫ْك‬‫ِي‬ ‫ُو‬
‫ْص‬ ‫ أ‬،ِ‫هللا‬
َْ
‫ن‬ ‫ُو‬‫ِم‬‫مسْل‬ ‫ُم‬
ُّ ْ َ
‫َأنت‬ ‫َّ إ‬
‫ِالَّ و‬ ‫تن‬ُْ ‫ُو‬‫تم‬ َ َ‫َال‬
‫ِ و‬ ‫ِه‬‫َات‬‫تق‬ُ

‫ُوا‬
‫من‬ََ
‫َ آ‬ ‫ِين‬ َّ ‫ال‬
‫الذ‬ َِّ‫ ) إ‬2( ٍ‫ُسْر‬ ‫ن َلف‬
‫ِي خ‬ ِْ
َ‫نسَا‬ ْ ‫ن‬
‫اْل‬ َِّ ‫ْر‬
‫ ) إ‬1( ِ ‫َص‬ ْ َ
‫الع‬ ‫و‬
ِ ‫َّب‬
‫ْر‬ ‫ِالص‬‫ْا ب‬‫َو‬
‫َاص‬ ََ
‫تو‬ ‫َق‬
‫ِ و‬ ْ ‫ْا ب‬
‫ِالح‬ ‫َو‬
‫َاص‬‫تو‬ََ
‫َاتِ و‬‫لح‬ِ‫َّا‬
‫ِلوا الص‬ُ‫َم‬‫َع‬
‫و‬

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang
yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati
kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).
‫َ‬‫ين‬‫ِْ‬ ‫ه َّ‬
‫االذ‬ ‫آيَ‬ ‫ِيْ َ‬
‫ي ُّ‬ ‫َّب‬
‫لى الن‬ ‫ََ‬‫ن ع‬ ‫َْ‬ ‫َُّ‬
‫لو‬ ‫يص‬‫ه َ‬ ‫َُ‬‫َت‬‫ِك‬‫ملئ‬ ‫ََ‬‫ِن هللاَ و‬ ‫ا‬
‫ًا‬‫ْم‬‫ِي‬‫تسْل‬‫ْا َ‬ ‫ُو‬‫ِم‬‫َسَل‬
‫ِ و‬ ‫ْه‬
‫لي‬ ‫ََ‬‫ْ ع‬ ‫لو‬ ‫َُّ‬
‫ْا ص‬ ‫ُو‬ ‫من‬ ‫اَ‬
‫ْا‬‫لو‬‫َُّ‬
‫ْا ص‬ ‫ُو‬ ‫من‬‫َ آَ‬ ‫ِْ‬
‫ين‬ ‫ها َّ‬
‫الذ‬ ‫يَ‬‫َُّ‬
‫يا أ‬ ‫ِيِ َ‬ ‫َّب‬
‫لى الن‬ ‫ََ‬‫ن ع‬ ‫َْ‬
‫لو‬ ‫َُّ‬
‫يص‬ ‫ُ‬
‫ًا‬‫ْم‬‫ِي‬‫تسْل‬‫ْا َ‬ ‫ُو‬‫ِم‬ ‫َسَل‬ ‫ِ و‬ ‫ْه‬‫لي‬ ‫ََ‬ ‫‪.‬ع‬
‫ِ سَيِدَ‬
‫ِنا‬ ‫لى آل‬ ‫ََ‬‫َع‬‫ٍ و‬ ‫َّد‬
‫َم‬‫مح‬‫ِنا ُ‬ ‫لى سَيِدَ‬ ‫ََ‬‫ِ ع‬ ‫َل‬‫َّ ص‬ ‫اللُ‬
‫هم‬ ‫َّ‬
‫لى آل‬
‫ِ‬ ‫ََ‬‫َع‬
‫َ و‬ ‫ْم‬ ‫َاه‬
‫ِي‬ ‫بر‬‫ِْ‬‫ِنا إ‬ ‫لى سَيِد‬ ‫ََ‬
‫َ ع‬ ‫ْت‬
‫لي‬ ‫ََّ‬
‫َا ص‬ ‫َم‬‫ٍ‪ ،‬ك‬ ‫َّد‬ ‫َم‬‫مح‬ ‫ُ‬
‫لى‬‫ََ‬‫َع‬‫ٍ و‬ ‫َّد‬
‫َم‬ ‫مح‬‫ِنا ُ‬‫لى سَيِدَ‬ ‫ََ‬‫ْ ع‬ ‫ِك‬‫بار‬ ‫ََ‬
‫َ‪ ،‬و‬ ‫ْم‬ ‫ِي‬‫َاه‬ ‫بر‬ ‫ِْ‬‫ِنا إ‬ ‫سَيِد‬
‫ِنا‬‫لى سَيِدَ‬ ‫ََ‬‫َ ع‬ ‫ْت‬‫َك‬‫بار‬ ‫َا َ‬ ‫َم‬
‫ٍ‪ ،‬ك‬ ‫َّد‬‫َم‬‫مح‬‫ِنا ُ‬ ‫ِ سَيِدَ‬ ‫آل‬
‫ِي‬‫َ‪ ،‬ف‬ ‫ْم‬
‫ِي‬‫َاه‬ ‫بر‬‫ِْ‬‫ِنا إ‬ ‫ِ سَيِد‬ ‫لى آل‬ ‫ََ‬‫َع‬‫َ و‬ ‫ْم‬‫ِي‬‫َاه‬ ‫بر‬ ‫ِْ‬‫إ‬
‫د‪،‬‬‫ٌْ‬‫مجِي‬‫د َ‬ ‫ٌْ‬
‫ِي‬ ‫َم‬‫نكَ ح‬ ‫َِّ‬
‫َ إ‬ ‫ْن‬‫ِي‬ ‫َ َ‬
‫الم‬ ‫الع‬
‫َاتِ‪،‬‬‫ِن‬‫ْم‬‫ُؤ‬ ‫َ ْ‬
‫الم‬ ‫َ و‬ ‫ْن‬‫ِي‬ ‫ْم‬
‫ِن‬ ‫ُؤ‬ ‫ْ لْ‬
‫ِلم‬ ‫ِر‬‫ْف‬ ‫َّ اغ‬ ‫اللُ‬
‫هم‬ ‫َّ‬
‫َاتِ‪،‬‬ ‫مو‬‫َاألَْ‬
‫ْ و‬ ‫هم‬‫ُْ‬
‫ِن‬‫ء م‬‫َاِ‬ ‫ْي‬‫َاتِ‪ ،‬األَح‬ ‫ُسْل‬
‫ِم‬ ‫َ ْ‬
‫الم‬ ‫َ و‬ ‫ْن‬ ‫ِي‬‫ِم‬‫ُسْل‬
‫الم‬ ‫َ ْ‬ ‫و‬
‫َا‬‫ْن‬‫َم‬‫ْح‬‫تر‬‫ََ‬‫َا و‬ ‫ْ َلن‬ ‫ْف‬
‫ِر‬ ‫تغ‬‫ْ َ‬ ‫ن َلم‬ ‫ِْ‬‫َإ‬‫َا و‬ ‫ُسَن‬ ‫َْ‬
‫نف‬ ‫َا أ‬ ‫ْن‬ ‫لم‬‫ََ‬‫َا ظ‬ ‫بن‬ ‫ََّ‬
‫ر‬
‫َ‬
‫ين‬‫ِْ‬
‫ِر‬ ‫َ الخَاس‬ ‫ِن‬ ‫َّ م‬‫نن‬‫َْ‬
‫ُو‬ ‫َك‬‫َلن‬
‫َا‬‫ْ َلن‬ ‫هب‬ ‫َا‪ ،‬و‬
‫ََ‬ ‫َن‬ ‫دْ‬
‫يت‬ ‫هَ‬‫ْ َ‬ ‫ِذ‬‫د إ‬ ‫َْ‬‫بع‬‫َا َ‬ ‫بن‬ ‫َْ‬ ‫ُُ‬
‫لو‬ ‫ْ ق‬ ‫ِغ‬‫تز‬ ‫َا ال ُ‬ ‫بن‬ ‫ََّ‬
‫ر‬
‫ُ‬
‫هاب‬ ‫َ الو‬
‫ََّ‬ ‫نت‬ ‫َ‬
‫نكَ أْ‬ ‫َِّ‬
‫ة‪ ،‬إ‬ ‫ًَ‬‫ْم‬‫َح‬‫نكَ ر‬ ‫دْ‬‫ْ َلُ‬ ‫ِن‬ ‫م‬
‫َة‬
‫ِ‬ ‫َفي اآلخِر‬ ‫ة و‬ ‫ًَ‬‫َسَن‬‫َا ح‬ ‫ني‬‫الدْ‬
‫ُّ‬ ‫َا في‬ ‫ِن‬‫َا آت‬ ‫بن‬ ‫ََّ‬
‫ر‬
‫َّار‬
‫ِ‬ ‫َ الن‬ ‫ذاب‬ ‫ََ‬‫َا ع‬ ‫ِن‬‫َق‬‫ة و‬‫ًَ‬ ‫َسَن‬ ‫ح‬
‫د هللاِ‬‫َاَ‬ ‫ِب‬
‫‪...‬ع‬
‫ِي‬ ‫ء ذ‬ ‫َاِ‬ ‫ِْ‬
‫يت‬ ‫َإ‬‫ْسَانِ و‬ ‫ِح‬‫َاْل‬‫ِ و‬‫دل‬ ‫َْ‬ ‫ُ ب ْ‬
‫ِالع‬ ‫مر‬ ‫ْ‬
‫يأُ‬ ‫ن هللاَ َ‬ ‫َِّ‬
‫إ‬
‫ْيِ‬‫َغ‬ ‫َ ْ‬
‫الب‬ ‫ِ و‬ ‫َر‬
‫ْك‬‫ُن‬ ‫َ ْ‬
‫الم‬ ‫ء و‬ ‫ْشَاِ‬ ‫َح‬ ‫َنِ ْ‬
‫الف‬ ‫هى ع‬ ‫َْ‬‫ين‬‫ََ‬ ‫بى و‬ ‫ُر‬
‫َْ‬ ‫الق‬
‫ْنَ‬ ‫َّر‬
‫ُو‬ ‫ذك‬‫تَ‬
‫ْ َ‬ ‫ُم‬‫لك‬‫ََّ‬ ‫ْ َلع‬ ‫ُك‬
‫ُم‬ ‫ِظ‬‫يع‬ ‫َ‬