Vous êtes sur la page 1sur 44

PSIKOLOGI KERJA

 Kesehatan dlm UU meliputi


kesehatan badan, mental dan sosial

 Kesehatan Jiwa : suatu kondisi yg


memungkinkan prkembangan
fisik,intelektual & emosional yg
optimal dr seseorg & prkembangan
itu berjalan selaras dgn keadaan
orang2 lain
Ciri2 perilaku kesehatan jiwa
yg baik(Kornhauser):
 Bebas dr ketakutan
 Harga diri & kepercayaan diri yg
tinggi
 Bebas dr rasa bermusuhan
 Pandangan yg aktif & positif ttg
orang lain
 Percaya dan yakin pd orang lain
Pengertian

 Ilmu yang mempelajari prilaku


manusia dalam hubungannya
dengan dunia kerja, baik individual,
interpersonal, manajerial maupun
organisasional
 Tujuan
Menciptakan dan memelihara
suasana kerja yang baik, sehat,
nyaman, serasi dan aman, yang
akan mendukung upaya peningkatan
produktivitas
Teori Kebutuhan Manusia
(Maslow)
 Kebutuhan hidup dasar
(sandang,pangan,papan,O2)
 Kebutuhan rasa aman
(dilindungi dari bahaya fisik)
 Kebutuhan bersosialisasi
(perlu persahabatan,hidup
bersama org lain,rasa
diperhatikan,dicintai)
Teori Kebutuhan Manusia
(Maslow)
 Kebutuhan harga diri
(martabat,reputasi,dikenali,diakui,
didengar, dihargai pendapatnya)
 Kebutuhan aktualisasi
(keb mjd terkenal,merealisasikan
potensi scr penuh,kebebasan
penuh dlm mjlnkan tugas)
TEORI
KEBUTUHAN MASLOW
AKTUALIS
ASI

HARGA DIRI

SOSIALISASI

KEAMANAN

FISIK
Aspek Psikologi Individu

 Intelegensia
 Bakat/kemampuan khusus
 Minat
 Kepribadian
 Temperamen
 Motivasi
 Edukasi
Kondisi Lingkungan Kerja
yang berpengaruh
 Faktor Fisik
 Faktor Kimia
 Faktor Biologis
 Faktor psikososial
 Tata letak ruang
 Warna ruang kerja
 Musik
 Rumah yang jauh
Beberapa Aspek Psikologi
Kerja
 Motivasi Kerja dan Kepuasan
Kerja
 Seleksi dan Penempatan
Pegawai
 Pelatihan dan Pengembangan
 Produktivitas Kerja
 Stres Kerja
Motivasi dan Kepuasan Kerja

 Dorongan untuk melakukan


aktivitas untuk memenuhi
kebutuhan dalam diri manusia
Tujuan tercapai
 Selama masih ada tuntutan
yang belum terpenuhi  masih
selalu timbul dorongan
Motivasi dan Kepuasan Kerja

Kebutuhan Ketegangan Dorongan

Ketegangan Tujuan Kegiatan


mereda Terpuaskan
Motivasi dan Kepuasan Kerja

 Termotivasi:
Bekerja untuk memenuhi
kebutuhannya
 Motivasi Tinggi:
Bekerja untuk mendapat
kesenangan dan kepuasan.
Motivasi dan Kepuasan Kerja

 Setelah bekerja  orang


melakukan penilaian.
 Bila hasil pekerjaan telah sesuai
dengan harapan dan tujuan 
Kepuasan Kerja
 Bila belum  timbul dorongan
untuk mencapainya.
Seleksi dan Penempatan
Pegawai
 Seleksi:
Proses dalam penerimaan pegawai
dengan tujuan mengetahui sejauh
mana calon tenaga kerja memiliki ciri
kepribadian yang disyaratkan oleh
perusahaan  ditaksir sejauh mana
keberhasilan dalam bekerja
 Rekomendasi/keputusan menerima
atau menolak calon pegawai
Seleksi dan Penempatan
Pegawai
 Penempatan:
Mencocokan kualifikasi calon
dengan persyaratan yang telah
ditetapkan dari setiap jenis
pekerjaan yang tersedia
 Rekomendasi atau keputusan
untuk mendistribusikan calon
tenaga kerja pada pekerjaan
yang berbeda-beda
Seleksi dan Penempatan
Pegawai
Prosedurnya:
 Analisis Pekerjaan
Data pekerjaan dikumpulkan untuk
menentukan ciri pribadi seperti apa
yg diperlukan agar pekerjaan
dilaksanakan sesuai dengan
harapan
 Penetapan alat Ukur/test Psikologis:
Untuk mengukur ciri pribadi dan
dilengkapi wawancara untuk hal-hal
yang tidak diperoleh dari test
psikologi
Pelatihan dan Pengembangan

Tujuan:
1. Meningkatkan produktivitas

2. Meningkatkan mutu

3. Meningkatkan semangat kerja

4. Menarik dan menahan tenaga


kerja yang baik
5. Menjaga kesehatan dan
keselamatan kerja
Pelatihan dan Pengembangan

 Pelatihan
ialah proses pendidikan jangka
pendek dgn prosedur yang
sistimatis dan terorganisir,
dimana tenaga kerja non
managerial mempelajari
pengetahuan dan ketrampilan
teknis
Pelatihan dan Pengembangan

 Pengembangan
Ialah proses pendidikan jangka
panjang, dengan prosedur
sistimatis dan terorganisir,
dimana tenaga kerja
manajerial mempelajari
pengetahuan konseptual dan
teoritis
Produktivitas Kerja

 Produktivitas :
Perbandingan antara hasil atau
keluaran (Output) dengan
masukan (Input)
 Artinya: Menghasilkan lebih
banyak dan berkualitas (Output)
dengan usaha yang sama
(Input)
Produktivitas Kerja

 Produktivitas Tenaga Kerja:


Ialah efisiensi proses
menghasilkan sumber daya
yang digunakan, bukan dengan
tenaga kerja bekerja lebih berat
tetapi dengan perencanaan
yang tepat, teknologi dan
manajemen yang baik.
Produktivitas Kerja
Faktor yang mempengaruhi:
 Pekerjaan yang menarik
 Upah yang baik
 Keamanan dan perlindungan kerja
 Penghayatan atas arti pekerjaan
 Lingkungan dan suasana kerja yang baik
 Promosi dan pengembangan diri
 Rasa terlibat dalam organisasi
 Pengertian dan simpati atas persoalan
pribadi
 Kesetiaan pimpinan pada diri pekerja
Stres (umum)
Selye:
Suatu sindroma yang timbul sebagai
respon nonspesifik dari organisme
terhadap suatu rangsangan

Woolfolk & Richardson


suatu persepsi dr ancaman/dari
suatu bayangan akan adanya
ketidaksenangan,yg
mgerakkan,menyiagakan/membuat
aktif organisme
Stres Kerja

 Ialah:
Suatu ketidak seimbangan yang
dihayati antara tuntutan pekerjaan
dengan kemampuan, bila kegagalan
yang terjadi berdampak penting.
 Merupakan dampak negatif dalam
bekerja dan dapat dialami oleh
setiap pekerja, apapun jabatan dan
kedudukannya.
Corak kepribadian yg relatif
mudah mengalami stress :
 Kepribadian yg bersifat hati2,takut
gagal,takut memperoleh hinaan.
 Workaholic
 Seorang dg need for achievement yg
tinggi
 Kaku dlm proses berpikir
 dll
Stresor (pembangkit stres)

Suatu kejadian yang


menyebabkan seseorang
merasa kurang nyaman dan
memerlukan dirinya untuk
beradaptasi terhadap
lingkungannya.

 Dalam pekerjaan
 Di luar pekerjaan
Stresor di pekerjaan

 Intrinsik dalam pekerjaan


 Peran dalam organisasi
 Pengembangan Karir
 Hubungan dalam pekerjaan
Intrinsik pekerjaan
 Lingkungan kerja
 Bising
 Getaran
 Tidak higienis (kotor berdebu dlsb)
 Tuntutan tugas
 Kerja gilir (Shift)
 Beban Kerja berlebih /kurang
 Penghadapan risiko atau bahaya
 Monoton
 Terisolasi
Peran dalam Organisasi
 Konflik Peran (Role Conflict)
 Pertentangan tugas dengan tanggung
jawab
 Tugas yang diberikan dirasa bukan bagian
pekerjaannya
 Pertentangan dengan nilai-nilai dan
keyakinan pribadi
 Keraguan (Role of Ambiquity)
 Ketidak jelasan sasaran dan tujuan kerja
 Kesamaran tentang tanggung jawab
 Ketidak jelasan prosedur kerja
 Kurang feed back, ketidak pastian tentang
prestasi kerja
Peran dalam Organisasi

 Struktur dan iklim organisasi


 Disiplin kerja secara umum kurang
 Sedikit/tidak ada peran serta dalam
pengambilan keputusan
 Kebijaksanaan organisasi
Pengembangan Karir

 Ketidak pastian pekerjaan (Job


Insecurity)
- Reorganisasi
- Krisis global
- Ancaman PHK

 Promosi Berlebihan (Over


promotion)
 Under promotion
Hubungan dalam pekerjaan
 Hubungan dengan atasan / teman
- Tenaga kerja sebagai mahluk sosial
- Perilaku kurang tenggang rasa atasan
- Teman kerja dengan kepribadian
kurang baik
- Tidak bisa bersosialisasi (pekerjaan
terisolir)
- Struktur dan iklim organisasi
Reaksi Tubuh bila stres

Reaksi tubuh bersifat non spesifik:


Walaupun stresor sama, reaksi
tubuh terjadi tidak sama pada
individu yang berlainan

Reaksi tubuh yang terjadi


diperantarai oleh hormon stres
yaitu adrenalin
Faktor Individu dan
Dukungan Sosial
Berperan dalam menentukan
reaksi tubuh bila menghadapi
kondisi stresfull:
 Kepribadian

 Kecakapan

 Jabatan

 Umur

 Dukungan sosial
Respon Tubuh

 Fisiologik
- Jantung Pembuluh darah: lebih aktif
- Metabolisme lemak dan karbohidrat meningkat
- Sal pencernaan: as lambung meningkat,diare dll
- Sistim pernafasan : asthma
- Sistim kulit : eksema, dermatitis, psoriasis
- Sistim otot rangka: nyeri pinggang, sakit kepala
dlsb
Respon Tubuh

 Psikologis
- Rasa tidak nyaman,
- Mudah tersinggung
- Konsentrasi menurun
- Kecemasan
- Depresi
- Psiksomatik
- Gangguan jiwa berat
Respon Tubuh

 Perilaku
- Merokok meningkat
- Minum alohol meningkat
- Menarik diri
- Sulit tidur
- Selera makan menurun
- Agresif, antisosial
- Nekad
- Burn Out
- Absenteism
Stres Management Program

Program
Pengelolaan Stres

Individu Organisasi

Ketrampilan Ketrampilan
Mengelola stres Mengurangi stres
Individu
 Peningkatan Ketrampilan Kerja
- Kursus meningkatkan ketrampilan
- Pelatihan, problem solving , menentukan
prioritas
- Mengatur waktu, dlsb
Individu

Ketrampilan Mengurangi Dampak Stres


 Upaya untuk merubah persepsi

 Upaya unt meningkatkan daya tahan trhadap


stress (dzikir,meditasi, relaksasi)

 Upaya psikoterapi
Lingkungan kerja
 Struktur dan organisasi
 Penempatan TK yg tepat
 Mutasi TK (pekerjaan sangat sederhana &
spesialisasi)
 Pelatihan dan pengembangan
 Peran yg jelas
 Penanaman kesadaran akan tanggung jawab
 Program promosi yg terbuka
 Hub antar TK yg serasi
 Kebijaks & peraturan perusahaan yg
bermanfaat bagi TK
 Sist manajemen yg konsultatif
SEKIAN
DAN
TERIMA KASIH