Vous êtes sur la page 1sur 1

1.

Arca Lembu Nandi


Arca Nandi ini merupakan penggambaran dari lembu jantan. Arca
ini digambarkan dalam posisi mendekam di atas lapik, kaki kanan
depan ditekuk di depan dada, kaki belakang ditekuk ke depan. Bagian
kepala dan kaki kiri telah patah dan hilang. Nandi atau Nandiswara
adalah lembu yang menjadi kendaraan dari Dewa Siwa dalam mitologi
Hindu. Keberadaan Nandi seringkali dipresentasikan sebagai
keberadaan Dewa Siwa itu sendiri. Candi yang mempunyai arca Nandi
biasanya dikategorikan sebagai candi untuk pemujaan agama Hindu
aliran Siwa. Arca ini terdapat di Candi Nandi di kompleks candi prambanan dan juga di Kebun Raya
Bogor
2. Arca Dwarpala
Dwarapala adalah patung penjaga gerbang atau pintu dalam
ajaran Siwa dan Buddha, berbentuk manusia atau monster. Biasanya
dwarapala diletakkan di luar candi, kuil atau bangunan lain untuk
melindungi tempat suci atau tempat keramat di dalamnya. Arca
Dwarapala biasanya digambarkan berkepala raksasa dengan rambut
di gelung ke belakang. Berwajah menyeramkan. Telingan memakai
anting panjang (kundala). Leher berkalung (hara). Bertangan dua,
tangan kiri berada di depan perut sedangkan tangan kanan membawa gada yang menopang pada bahu
kanan. Arca ini dalam sikap berdiri di atas lapik berbentuk bulat. Memakai kain yang panjangnya
sampai batas mata kaki. Dwarapala terbesar di Jawa terdapat di Singosari terbuat dari batu andesit utuh
setinggi 3,7 meter. Dalam budaya Jawa, dwarapala dijadikan figur penjaga keraton, misalnya dapat
ditemukan di gerbang masuk Keraton Yogyakarta dan gerbang Kamandungan Lor Keraton Surakarta.

3. Arca Kuwera
Arca Kuwera bagi penganut agama Siwa merupakan Dewa
Kemakmuran. Arca yang terbuat dari batu atau perunggu ini banyak
ditemukan di Jawa pada sekitar abad ke-10 hingga 16. Arca dengan posisi
duduk di atas bantal yang ditempatkan pada singgasana (lalitasana)
melukiskan ketenangan seorang raja. Cerminan dari simbol kemakmuran
atau kekayaan terlihat dari “asesori” yang melekat padanya, yaitu perut
gendut, memakai mahkota (kiri-makuta), kalung, ikat pinggang, gelang
tangan, gelang kaki. Selain itu, salah satu ciri yang menonjol dari lambang
kekayaan adalah adanya pundi-pundi atau guci tempat uang (purnaghata)
yang berada di bawah bantal tempat ia duduk. Oleh karena patung ini
merupakan simbol dari kekayaan, maka Kuwera dapat dianggap sebagai
lambang dari kegiatan perbankan di Indonesia.

4. Arca Durga Mahisasuramardini


Durga Mahisasuramardini adalah salah satu isteri (sakti) Siwa. Nama
tersebut mempunyai arti Durga yang membunuh kerbau jelmaan Asura yaitu
raksasa yang mengganggu kahyangan. Durga dua tangannya menarik rambut
Asura dan ekor kerbau sedangkan enam lainnya
membawa cakra, kerang, perisai, pedang dan anak panah. Arca Durga
biasanya digambarkan berdiri di atas kerbau. Bermahkota. Payudara menonjol
(natural). Bertangan delapan dengan tangan kanan depan memegang ekor
kerbau, tangan kanan belakang satu memegang sesuatu, tangan kanan
belakang dua memegang pedang, dan tangan kanan belakang tiga memegang
cambuk. Sedangkan tangan kiri depan memegang rambut kepala raksasa,
tangan kiri belakang satu memegang busur, tangan kiri belakang dua
memegang sesuatu benda, dan tangan kiri belakang tiga memegang tasbih
(aksamala). Di atas kerbau terdapat arca raksasa kerdil yang keluar. Sikap kerbau duduk
mendekam. Arca ini biasanya diletakkan di relung sebelah utara candi Hindu.