Vous êtes sur la page 1sur 4

BAB I

RUANG LINGKUP AKUNTANSI KEPERILAKUAN

1.1 Ilmu Akuntansi

Ilmu akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya adalah memberikan informasi
kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan, mengenai suatu entitas ekonomi yang
dimaksudkan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi, sebagai dasar dalam
memilih antara beberapa alternatif.

 Akuntansi sebagai suatu sistem informasi

Akuntansi yang berperan penting dalam menjalankan ekonomi dan sistem sosial kita,
keputusan-keputusan yang diambil oleh para individu, pemerintah, dan badan usaha
lainnya sering kali ditentukan oleh penggunaan informasi akuntansi berkaitan dengan
sumberdaya dimiliki. Tujuannya utama akuntansi adalah menghasilkan informasi
keuangan melalui proses pencatatan, pelaporan dan interprestasi atas data ekonomi yang
digunakan seabagi dasar dalam pengambilan keputusan.

 Akuntansi adalah sistem

Manajemen, pengguna, dan personel sistem diperlukan dalam pengembangan sistem,


sistem informasi yang baru mungkin juga menciptakan hubungan kerja yang baru
diantara para karyawan yang ada. Pengembangan sistem merupakan bagian yang
terintegrasi dengan perencanaan perusahaan. Karena manajemen puncaklah yang paling
mengetahui rencana perushaan, maka mereka harus terlibat dalam engembangan sistem
yang baru sehingga sistem tersebut sesuai dengan rencana perusahaan dan dengan
demikian mendorong tercapainya tujuan perusahaan.

 Akuntansi adalah informasi

Menguasai informasi sama artinya dengan menguasai dunia yang menguasai


informasi akan memenangkan persaingan. Hal ini ntidak mengherankan karena pada
era sekarang penguasaan informasi harus berupaya mengoptimalkan peran informasi
guna mencapai tujuan.

1.2 Ilmu Keperilakuan

Ilmu keperilakuan adalah penemuan yang relatif baru. Konsep tersebut luas sehingga
lingkup dan isinya lebih baik digambarkan dari awal. Ilmu keperilakuan mencakup bidang
riset apa pun yang mempelajari, baik melalui metode eksperimen maupun observasi, perilaku
manusia dalam lingkungan fisik maupun sosial.
2.1 Prespektif berdasarkan perilaku manusia : Psikologi, Sosiologi, dan Psikologi
Sosial

Seseorang dapat disebut sebagai psikolog sosial jika dia berupaya memahami,
menjelaskan, dan memprediksi bagaiaman pikiran, persaan dan tindakan individu
dipengaruhi oleh pikiran, perasaan, dan tindakan. Dalam konteks organisasi
perusahaan, industri atau organisasi adalah orang yang memperhatikan masalah
kelemahan, kebosanan dan faktor-faktor lain yang relevan dengan kondisi kerja yang
dapat menghalangi kinerja kerja diharapkan.

Akuntansi Keperilakuan (Behavioral Accounting) merupakan bagian dari disipilin


akuntansi yang mempelajari tentang hubungan antara perilaku manusia dan sistem akuntansi,
serta dimensi sosial dari organisasi dimana manusia dan sistem akuntansi tersebut berada.
Jadi, terdapat tiga pilar utama Akuntansi Keperilakuan yaitu: perilaku manusia, akuntansi,
dan organisasi. Untuk itulah maka sering dikatakan pula bahwa Akuntansi Keperilakuan
merupakan bidang studi yang mempelajari aspek manusia dari akuntansi (human factors of
accounting). Dalam perkembangan selanjutnya bahkan diperluas lagi sampai bagaimana
akuntasi dan masyarakat saling mempengaruhi, sehingga aspek sosial dari Akuntansi (social
aspect of accounting) juga sering dimasukkan sebagai bagian dari Akuntansi Keperilakuan.

 Peran riset terhadap akuntansi keperilakuan

Suatu bidang baru yang secara luas berhubungan dengan perilaku


individu, kelompok, dan organisasi bisnis, terutama yang berhubungan dengan
proses informasi akuntansi dan audit.

2.2 Mempertimbangkan aspek keperilakuan pada akuntansi

 Akuntansi tentang manusia

Berdasarkan pemikiran perilaku, manusia dan faktor sosial


sesungguhnya didesain secara jelas dalam aspek operasional utama dari
seluruh sistem akuntansi.

 Akuntansi adalah tindakan

Dalam organisasi semua anggota mempunyai peran yang harus


dimainkan guna mencapai tujuan organisasi, rasa tanggung jawab
organisasi dalam bentuk imbalan tertentu pencapaian, untuk itu
keselarasan tujuan antara individu dan organisasi diperlukan untuk
mewujudkan terjadi sinergi antara individu dan organisasi.
3.1 Ruang Lingkup

Apa saja yang dipelajari di Akuntansi Keperilakuan? Akuntansi Keperilakuan


mempelajari hal-hal sebagai berikut:

 Reaksi manusia terhadap format dan isi dari pelaporan keuangan.


 Bagaimana informasi diproses untuk keperluan pengambilan keputusan
 Pengembangan teknik-teknik pelaporan untuk mengkomunikasikan data kepada
penggunanya.
 Pengembangan strategi untuk memotivasi dan mempengaruhi perilaku, inspirasi, dan
tujuan orang-orang yang menjalankan organisasi.
 Dan hal-hal lain yang mengaitkan akuntansi, manusia, organisasi, dan masyarakat.

Hal-hal yang dipelajari dalam Akuntansi Keperilakuan tersebut apabila diringkas, pada
dasarnya meliputi hal-hal sebagai berikut:
 Pengaruh perilaku manusia didalam perancangan, penyusunan dan penggunaan sistem
akuntansi
 Pengaruh sistem akuntansi pada perilaku manusia
 Metoda-metoda untuk memprediksi dan strategi-strategi untuk mengubah perilaku
manusia.

3.2 Perkembangan Akuntansi Keperilakuan

Akuntansi Keperilakuan mulai berkembang sejak Profesor Schuyler Dean Hollet dan
Profesor Chris Argyris melakukan suatu penelitian di tahun 1951 tentang “Pengaruh
Anggaran pada Orang” (The Impact of Budget on People). Penelitian tersebut disponsori oleh
Controllership Foundation of America. Sejak penelitian tersebut, topik-topik penelitian yang
mengkaitkan akuntansi dan manusia berkembang pesat.

Antara tahun 1960 sampai tahun 1980an jumlah artikel berkaitan dengan akuntansi
keperilakuan yang dipublikasikan di jurnal-jurnal akuntansi berkembang pesat. Jurnal yang
terkenal yang memfokuskan pada akuntansi keperilakuan adalah “Accounting, Organization,
and Society” yang muncul sejak tahun 1976, dan juga jurnal yang diterbitkan oleh American
Accounting Association (AAA) yang bernama “Behavioral Research in Accounting”.

3.3 Landasan teori dan pendekatan akuntansi keperilakuan


Dari pendekatan normatif ke dekriptif
Pada awal perkembangannya desain riset dalam bidang akuntansi manajemen
masih sangat sederhana yaitu hanya fokus pada masalah-masalah perhitungan harga pokok
produk. Sering dengan perkembangan teknologi produksi, permasalahan riset diperluas
dengan diangkatnya topik mengenai penyusunan anggaran, akuntansi pertanggung jawaban
dan masalah harga transfer.

Dari pendekatan universal ke pendekatan kontinjensi


Teori ini menyatakn penyusunan dan pengaggunaan desain sistem
pengendalian manajemen bergantung pada karakteristik organisasi dan kondisi lingkungan,
menanggapi klaim dari pendekatan universal yang menyatakan suatu skistem pengendalian
bisa terapkan dalam karakteristik perusahan dan kondisi lingkungan apapun.

3.4 Pengaruh organisasional terhadap perilaku


Perilakunya dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk ukuran organisasional dan
struktur. Orang dalam organisasi saling tukar jaringan informasi didalam kantor, informasi
yang diterima dan kemudian diproses oleh sesorang keputusan diambil sikap bentuk.

4.1 Simpulan
Ketika ilmu pengetahuan keprilakuan merupakan bagian darinilmu sosial, akuntansi
keperilakuan merupakan dari limunya. Maka dari itu ilmuwan keprilakuan terlibat aset
terhadap aspek. Akuntansi keprilakuan praktis diterapkan melalui penggunaan riset ilmu
keprilakuan untuk menjelaskan dan mempredisikan perilaku manusia. Akuntansi selalu
menggunakan konsep, prinsip, pendekatan dari displin ilmu lainnya untuk meningkatkan
kegunaanya.