Vous êtes sur la page 1sur 14

SATUAN ACARA BERMAIN “PUZZLE”

Oleh :
Afrian Triya Irma (161365/II A)
Agnes Devi N (161366/II A)
Christina Ayu Savitri (161371/II A)
Ferdinan Adi N (161408/II B)
Wirantika Duri (161394/II A)

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN


AKADEMI KEPERAWATAN PANTI WALUYA MALANG
Jalan Yulius Usman No.62 Telp (0341) 369003
2018
SATUAN ACARA BERMAIN “PUZZLE”
Pokok Bahasan : Terapi bermain pada anak sehat di TPA RKZ Panti
Waluya Malang

Sub Pokok Bahasan : Terapi bermain anak usia 3 tahun dengan jenis permainan
puzzle

Tujuan : Meningkatkan hubungan sosial dalam kelompok Belajar


berkompetisi dengan sportif

Tempat : TPA RKZ Panti Waluya Malang

Waktu : 30 menit

Sasaran : Anak usia 2-5 tahun

Media : Alat permainan puzzle

Waktu : Jum’at, 17 Mei 2018, Pukul 15.00-16.00

Pembagian Tugas kelompok:

1 Leader
 Memimpin jalannya acara
 Membuka pertemuan
 Mengatur setting tempat
 Menutup kegiatan
2. Co Leader
 Membantu tugas Leader
 Mengganti posisi leader bila perlu
3. Fasiltator
 Memfasilitasi kebutuhan permaianan
 Pemandu jalannya acara
 Memberi petunjuk cara permainan
4. Observer
 Mengobservasi jalannya acara
 Memberi penilaian
 Memberi saran dan kritik setelah selesai acara
 Mengevaluasi dan memberi umpan balik pada petugas bila
perlu pada keluarga sesuai kemampuan perkembangan anak

A. PENDAHULUAN
Bermain merupakan suatu aktivitas bagi anak yang menyenangkan dan
merupakan suatu metode bagaimana mereka mengenal dunia. Bagi anak bermain
tidak sekedar mengisi waktu, tetapi merupakan kebutuhan anak seperti halnya
makanan, perawatan, cinta kasih dan lain-lain. Anak-anak memerlukan berbagai
variasi permainan untuk kesehatan fisik, mentaldan perkembangan emosinya.

Dengan bermain anak dapat menstimulasi pertumbuhan otot-ototnya,


kognitifnya dan juga emosinya karena mereka bermain dengan seluruh emosinya,
perasaannya dan pikirannya. Elemen pokok dalam bermain adalah kesenangan
dimana dengan kesenangan ini mereka mengenal segala sesuatu yang ada
disekitarnya sehingga anak yang mendapat kesempatan cukup untuk bermain juga
akan mendapatkan kesempatan yang cukup untuk mengenal sekitarnya sehingga
ia akan menjadi orang dewasa yang lebih mudah berteman, kreatif dan cerdas, bila
dibandingkan dengan mereka yang masa kecilnya kurang mendapat kesempatan
bermain.

B. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Setelah mendapatkan terapi bermain selama 30menit, anak diharapkan bisa


berlatih sosialisasi dan bersikap sportif.

C. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

Setelah mendapatkan terapi bermain satu (1) kali diharapkan anak mampu :

1. Dapat berlatih bersosialisasi

2. Dapat berlatih bersikap sportif

3. Dapat mengurangi kecemasan dan ketegangan pada anak

4. Dapat belajar menyebutkan angka dan huruf dalam puzzle.

D. PERSYARATAN ANAK PESERTA BERMAIN

1. Usia anak sebaya (sesuai usia kelompok)

2. Anak dan keluarga menyetujui

3. Anak dalam kondisi stabil

4. Anak tidak termasuk penyakit menular

5. Perawat penanggung jawab mengetahui dan menyetujui


E. PROSES SELEKSI

1. Mengidentifikasi dan memilih anak sesuai persyaratan

2. Meminta persetujuan keluarga , Perawat penanggung jawab

3. Membuat kontrak waktu bermain

4. Membawa anak ke ruang bermain

F. SETTING

Atur posisi antara Perawat dan anak menyatu yang nyaman dan akrab dalam
bentuk melingkar.

G. ATURAN BERMAIN :

1. Anak dikumpulkan dalam dalam satu tempat (bentuk melingkar)

2. Tiap anak dapat merespon mainan yang dihadapi

3. Anak mengikuti kegiatan sampai akhir kecuali sudah kelelahan

4. Bila akan meninggalkan permainan anak ijin lebih dahulu

( Anak boleh ditunggu keluarga bila perlu)

H. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN :

1. Permainan sesuai taraf perkembangan anak

2. Jenis permainan disenangi anak

3. Bermain dapat diulang lagi sesuai keadaan anak

4. Tidak memaksakan anak untuk bermain, perlu pendampingan


khusus bila anak belum bersedia

5. Waktu bermain fokus pada satu jenis permainan


I. RENCANA PELAKSANAAN

No Fase KEGIATAN TERAPIS SUBYEK WAKTU


(PERAWAT) (ANAK)

1 Persiapan Menyiapkan ruangan, alat, anak Ruang/ 10Menit


dam keluarga. tempat, anak,
dan asilitas
bermain
sudah siap.

a. Membuka acara
2 Orientasi Menjawab 5 Menit
b. Mengucapkan salam salam,
Memperkenal
c. Memperkenalkan kan diri,
Memperhatik
d. Membuat kontrak waktu an

e. Menjelaskan aturan bermain

a.Membagikan alat bermain


3 Pelaksana Bermain 15 Menit
an b. Mengajak bermain bersama
dengan
c.Memberi contoh antusias dan
d.Mendampingi mengungkap
kan
e. Bila mungkin dapat perasaannya
dilakukan tes Denver

a.Menanyakan perasaan anak


4 Penutup Mengeksplor 5 Menit
b.Memberi reward pujian asikan
perasaan
c.Waktunya selesai klien setelah
bermain.
e. Memberi salam
Memperhatik
an dan
menjawab
salam

J. MATERI TERAPI BERMAIN


 MACAM BERMAIN
1. Bermain aktif
Pada permainan ini anak berperan secara aktif, kesenangan diperoleh dari
apa yang diperbuat oleh mereka sendiri. Bermain aktif meliputi :
 Bermain mengamati/menyelidiki (Exploratory Play)
Perhatian pertama anak pada alat bermain adalah memeriksa alat
permainan tersebut, memperhatikan, mengocok-ocok apakah ada bunyi,
mencium, meraba, menekan dan kadang-kadang berusaha membongkar.
 Bermain konstruksi (Construction Play)

Pada anak umur 3 tahun dapat menyusun balok-balok menjadi rumah-


rumahan.

 Bermain drama (Dramatic Play)


Misal bermain sandiwara boneka, main rumah-rumahan dengan teman-
temannya.
 Bermain fisik
Misalnya bermain bola, bermain tali dan lain-lain.
2. Bermain pasif
Pada permainan ini anak bermain pasif antara lain dengan melihat dan
mendengar. Permainan ini cocok apabila anak sudah lelah bernmain aktif
dan membutuhkan sesuatu untuk mengatasi kebosanan dan keletihannya.
Contoh ; Melihat gambar di buku/majalah.,mendengar cerita atau
musik,menonton televisi dsb.

Dalam kegiatan bermain kadang tidak dapat dicapai keseimbangan dalam


bermain, yaitu apabila terdapat hal-hal seperti dibawah ini :

1. Kesehatan anak menurun. Anak yang sakit tidak mempunyai energi


untuk aktif bermain.

2. Tidak ada variasi dari alat permainan.

3. Tidak ada kesempatan belajar dari alat permainannya.

4. Tidak mempunyai teman bermain.

 ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE)


Alat Permainan Edukatif (APE) adalah alat permainan yang dapat
mengoptimalkan perkembangan anak, disesuaikan dengan usianya dan
tingkat perkembangannya, serta berguna untuk :

1. Pengembangan aspek fisik, yaitu kegiatan-kegiatan yang dapat


menunjang atau merangsang pertumbuhan fisik anak, trediri dari
motorik kasar dan halus. Contoh alat bermain motorik kasar : sepeda,
bola, mainan yang ditarik dan didorong, tali, dll. Motorik halus :
gunting, pensil, bola, balok, lilin, dll.

2. Pengembangan bahasa, dengan melatih berbicara, menggunakan


kalimat yang benar.Contoh alat permainan : buku bergambar, buku
cerita, majalah, radio, tape, TV, dll.

3. Pengembangan aspek kognitif, yaitu dengan pengenalan suara,


ukuran, bentuk. Warna, dll. Contoh alat permainan : buku bergambar,
buku cerita, puzzle, boneka, pensil warna, radio, dll.

4. Pengembangan aspek sosial, khususnya dalam hubungannya


dengan interaksi ibu dan anak, keluarga dan masyarakat. Contoh alat
permainan : alat permainan yang dapat dipakai bersama, misal kotak
pasir, bola, tali, dll.

 BENTUK- BENTUK PERMAINAN

Usia 0 – 12 bulan
Tujuannya adalah :

1. Melatih reflek-reflek (untuk anak bermur 1 bulan), misalnya


mengisap, menggenggam.

2. Melatih kerjasama mata dan tangan.

3. Melatih kerjasama mata dan telinga.

4. Melatih mencari obyek yang ada tetapi tidak kelihatan.

5. Melatih mengenal sumber asal suara.

6. Melatih kepekaan perabaan.

7. Melatih keterampilan dengan gerakan yang berulang-ulang.

Alat permainan yang dianjurkan :

1. Benda-benda yang aman untuk dimasukkan mulut atau dipegang.

2. Alat permainan yang berupa gambar atau bentuk muka.

3. Alat permainan lunak berupa boneka orang atau binatang.

4. Alat permainan yang dapat digoyangkan dan keluar suara.

5. Alat permainan berupa selimut dan boneka.

Usia 13 – 24 bulan

Tujuannya adalah :

1. Mencari sumber suara/mengikuti sumber suara.

2. Memperkenalkan sumber suara.

3. Melatih anak melakukan gerakan mendorong dan menarik.

4. Melatih imajinasinya.
5. Melatih anak melakukan kegiatan sehari-hari semuanya dalam
bentuk kegiatan yang menarik

Alat permainan yang dianjurkan:

1. Genderang, bola dengan giring-giring didalamnya.

2. Alat permainan yang dapat didorong dan ditarik.

3. Alat permainan yang terdiri dari: alat rumah tangga(misal: cangkir


yang tidak mudah pecah, sendok botol plastik, ember, waskom, air),
balok-balok besar, kardus-kardus besar, buku bergambar, kertas untuk
dicoret-coret, krayon/pensil berwarna.

Usia 25 – 36 bulan

Tujuannya adalah ;

1. Menyalurkan emosi atau perasaan anak.

2. Mengembangkan keterampilan berbahasa.

3. Melatih motorik halus dan kasar.

4. Mengembangkan kecerdasan (memasangkan, menghitung,


mengenal dan membedakan warna).

5. Melatih kerjasama mata dan tangan.

6. Melatih daya imajinansi.

7. Kemampuan membedakan permukaan dan warna benda.

Alat permainan yang dianjurkan :

1. Alat-alat untuk menggambar.

2. Lilin yang dapat dibentuk

3. Pasel (puzzel) sederhana.

4. Manik-manik ukuran besar.


5. Berbagai benda yang mempunyai permukaan dan warna yang
berbeda.
Usia 32 – 72 bulan

Tujuannya adalah :

1. Mengembangkan kemampuan menyamakan dan membedakan.

2. Mengembangkan kemampuan berbahasa.

3. Mengembangkan pengertian tentang berhitung, menambah,


mengurangi.

4. Merangsang daya imajinansi dsengan berbagai cara bermain pura-


pura (sandiwara).

5. Membedakan benda dengan permukaan.

6. Menumbuhkan sportivitas.

7. Mengembangkan kepercayaan diri.

8. Mengembangkan kreativitas.

9. Mengembangkan koordinasi motorik (melompat, memanjat, lari,


dll).

10. Mengembangkan kemampuan mengontrol emosi, motorik halus


dan kasar.

11. Mengembangkan sosialisasi atau bergaul dengan anak dan orang


diluar rumahnya.

12. Memperkenalkan pengertian yang bersifat ilmu pengetahuan, misal


: pengertian mengenai terapung dan tenggelam.

13. Memperkenalkan suasana kompetisi dan gotong royong.

Alat permainan yang dianjurkan :

1. Berbagai benda dari sekitar rumah, buku bergambar, majalah anak-


anak, alat gambar & tulis, kertas untuk belajar melipat, gunting, air, dll.
2. Teman-teman bermain : anak sebaya, orang tua, orang lain diluar
rumah.

2. Usia Prasekolah

Alat permainan yang dianjurkan :

1. Alat olah raga.

2. Alat masak

3. Alat menghitung

4. Sepeda roda tiga

5. Benda berbagai macam ukuran.

6. Boneka tangan.

7. Kapal terbang.

8. Kapal laut dsb

 EVALUASI

Peserta terapi bermain mampu:

1. Menyebutkan nama permainan

2. Menata puzzle sesuai gambar

3. Menulis dan mengambar

4. Merasa senang,tenang terkait hospitalisasi.

 PENJELASAN PERMAINAN

PUZZLE

1. Peserta menyusun puzzle yang telah disediakan dengan tema yang


sama “super hero”.

2. Peserta diberikan waktu 7 menit untuk menyusun kemudian yang


selesai terlebih dahulu menceritakan tentang gambar puzzle yang telah
disusun, dilanjutkan peserta lainnya menceritakan secara bergantian dan
bertanya pendapat masing-masing tentang setiap gambar.

3. Setelah selesai permainan peserta dievaluasi secara obyektif dan


subyektif.
DAFTAR PUSTAKA

Soetjiningsih, 1988, Tumbuh Kembang Anak, EGC, Jakarta.

Markum.A.H, 1991, Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak, FKUI, Jakarta