Vous êtes sur la page 1sur 17

AKUNTANSI PERHOTELAN

DEPARTEMEN PEMBUKUAN (ACCOUNTING) DAN RUANG LINGKUP


KERJA COST CONTROL

(Studi Kasus Pada Hotel Melia Bali)

DISusun Oleh :
I PUTU ARIS DWIPAYANA 1611412001
KITTY FEBRIANTI 1611412046
PUTU WITARI 161141

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV PARIWISATA


FAKULTAS PARIWISATA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2018
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Undang-Undang RI. No. 10 tahun 2009 mengartikan bahwa pariwisatata adalah berbagai
macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh
masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan Pemerintah Daerah. Dari pengertian diatas dapat
diambil intisari bahwa pariwisata merupakans ebuah industry

Hotel merupakan industri di sektor pariwisata. Hotel memiliki beragam pengertian tergantung
pemikiran serta kondisi. Hotel didefinisikan sebagai “a building where meals and rooms are
provided for traveler” (Hornby, dalam Soenarno, 2006). Jadi definisi tersebut menggambarkan
bahwa hotel merupakan bentuk fisik bangunan yang menyediakan makanan dan sarana
akomodasi bagi seseorang yang melakukan perjalanan. Hotel dikenal sebagai industri yang
padat modal dan karya artinya banyak perhitungan-perhitungan mengani keuangan di hotel.
Ditambah lagi jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan di hotel sangatlah banyak.

Menyangkut hal tersebut hotel menyediakan suatu departemen yang bergerak dibidang
perhitungan yang akan membantu hotel. Setiap akhir periode atau akhir tahun, suatu hotel
diwajibkan menyusun laporan keuangan untuk disampaikan kepada pihak-pihak yang
membutuhkan laporan keuangan tersebut. Dalam menyusun laporan keuangan, suatu hotel
harus terlebih dahulu membuat kertas kerja sebagai pertolongan untuk mempermudah
penyusunan laporan keuangan. Untuk melaksanakan hal itulah hotel membuat departemen
yang dinamanakan akunting untuk melaksanakan fungsi tersebut. Sesuai namanya merupakan
departemen yang bergerak dibidang akuntansi. Akuntansi merupakan kegiatan
mengidentifikasikan, mengukur, mengklasifikasikan, dan mengikhtiarkan sebuah transaksi
ekonomi atau kejadian yang dapat menghasilkan data kuantitatif terutama yang bersifat
keuangan yang digunakan dalam mengambil keputusan.

Berkaitan dengan hal tersebut maka departemen akunting disesuaikan dengan kebutuhan hotel
untuk tamu. Oleh karena itu perlu diketahui bagian sub sub yang mengatur fungsi
pengawasaan. Salah satu bagain departemen yang memiliki fungsi tersebut adalah cost control.
Untuk itu pada pembahasan ini akan menginformasikan mengenai cost control dengan studi
kasus terletak pada hotel Melia Bali.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan adapun rumusan masalah dalam
penulisan ini adalah
1. Apakah yang dimaksud dengan cost control ?
2. Bagaimana tugas, fungsi, dan sistem kinerja, cost control pada hotel Melia Bali ?

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan ini didasarkan pada latar belakang dan rumusan maslaah yang
telah dipaparkan. Tujuan penulisan adalah sebagai berikut
1. Untuk mengetahui maksud dari cost control.
2. Untuk mengetahui tugas, fungsi, dan sistem kinerja cost control pada hotel Melia Bali
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Gambaran Umum

Hotel Melia Bali Melia Bali berlokasi di bibir pantai Nusa Dua Bali. Hotel ini merupakan
hotel bergengsi. Pemandangan yang langsung mengarah depan pantai merupakan sesuatu yang
unik, eksotis, cantik dan nyaman untuk siapapun yang bermimpi ingin liburan. Seluruh
kepemilikan lahan mencapai 10,7 hektar termasuk taman tropis dengan kolam yang besar
membentuk laguna diseluruh area. Arsitektur tropis kontemporer, dekorasi berani dan taman-
taman luas mengekspresikan esensi dari Bali.
Resort yang nyaman dan sempurna ini hanya berjarak 11 kilomaeter dari bandara
internasional I Gusti Ngurah Rai. Lokasi hotel ini juga dekat dengan Bali Collection yang
merupakan pusat perbelanjaan dan berjarak 700 meter saja dari Nusa Dua Convention Centre.
Lokasinya terletak di area BDTC yang pengembangan pariwisatanya telah diakui sebagai area
yang mewah dan aman. Hal tersebut karena BDTC telah menetapkan sistem keamanan yang
ketat. Kelebihan yang dimili hotel melia bali adalah menawarkan pemandangan cantik alami
Nusa Dua yang dikombinasikan dengan pelayanan sesuai kebutuhan tamu, memiliki lima
restoran, lima gaya, dengan kualitas masakan yang tiada duanya, menawarkan pelayanan
eksklusif di YHI spa, dirancang khusus untuk keluarga dimana anak-anak dapat bermain
sepuasnya dan orang tua dapat bersantai sepuasnya, memiliki villa dimana villanya sangat
eksotik dan memberikan nuansa yang tenang dan tersendiri, dan hotel Melia Bali merupakan
hotel yang memiliki pencapaian earthcheck platinum untuk pengelolaan lingkungan.

2.2 Departemen Pembukuan (Accounting)


2.2.1 Definisi Departemen Pembukuan (Accounting)
Untuk mengurus pengeluaran atau biaya dalam menyediakan fasilitas dan mengurus hasil
yang didapat dari pelayanan hotel harus dihitung sebaik-baiknya sehingga perusahaan tidak
mengalami kerugian. Semuar perhitungan untuk pembiayaan seperti gaji pegawai, transportasi,
pemasaran, pembelian semua barang kebutuhan sampai yang bagian kecil sekecilnya harus
diperhitungkan.
secara cermat. Untuk mendapatkan hasil data yang cukup akuran serta untuk mengurusi
dan menata keluar masuknya uang, maka di perusahaan diperusahaan hotel diperlukan bagian
atau departemen khusus yang disebut accounting department atau bagian pembukuan.
Melalui departemen ini akan dapat diketahui berapa penghasilan didapat dan berapa besar
biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan sehari-hari. Berdasarkan data tersebut perusahaan hotel
dapat membuat statistikn mengenai naik turunnya usaha sehingga management dapat
mengambil langkah yang perku untuk memperbaiki fasilitas- fasilitas dan pelayanan

2.2.2 Struktur Organisasi Departemen Pembukuan (Accounting

Gambar 1 Struktur Organisasi Departemen Accounting


Struktur ini digunakan pada hotel berbintang dengan kemungkinan penempatan sumber
daya manusia pada semua seksi. Dalam struktur diatas finance, Adm. Manager membawahi 7
orang setingkat supervisor. Penggolongannya terdiri atas 5 macam yakni : Finance manager,
Supervisor, Leader, Senior, dan Yunior
Struktur organisasi tersebut tidak jauh berbeda dengan dengan struktur organisasi yang
diterapkan dihotel melia Bali yang menajdi contoh kasus penelitian ini. Namun pada hotel
Melia bali terkesan lebih banyak dan detail dalam jalur pelaporannya. Berikut ini merupakan
struktur organisasi departemen akunting di hotel Melia Bali.
2.3 Cost Control
2.3.2 Pengertian Cost Control
Cost Control merupakan bagian dari departemen accounting yang melaksanakan kegiatan
monitoring dari rekaman transaksi keuangan yang terjadi serta memberikan indikasi dari
kemajuan dan permasalahan lain yang terkait pada sebuah proyek untuk memberikan proyek
yang adil indikasi keberadaan dan sejauh mana masalah dalam hal orang-orang yang
mempermasalahkan yang terkait dengan pemanfatan sumber daya akuntansi, monitoring dan
kontrol dalam sebuah proyek. Sehingga dapat disimpulkan bahwa cost control merupakan
petugas yang melaksanakan kegaiatan monitoring atau pengawasan terhadap biaya-biaya di
hotel. Orang yang melaksanakan tugas cost control disebut sebagai cost controller.
2.3.3 Job Description Cost Control
Adapaun deskripsi pekerjaan yang dimiliki oleh cost controller adalah sebagai berikut.
1. Mengerjakan pekerjaan akuntansi dan lainnya yang berhubungan dengan keuangan sebelum
terjadi transaksi
2. Meneliti, memeriksa, menyetujui good request dari departemen untuk persetujuan finance
manager.
3. Memeriksa segala tagihan (invoice) dari supplier sebelum dibayar
4. Memeriksa permintaan maintenance (pemeliharaan) barang maupun pembuatan barang oleh
manager engineering sebelum disetujui oleh finance manager
5. Membuat atu mengubah tarif produk hotel sebelum dipublikasikan
6. Bertanggungjawab kepada finance manager.
Sedangkan tugas dan tanggungjawab pegawai cost control pada hotel Melia Bali adalah
sebagai berikut.
1. Bertanggung jawab kepada Finance Controller dan Asistant Controller
2. Memiliki tanggungjawab dalam mengimplemetasikan dan menetapkan sistem harga dari
penjualan mengenai harga dan penjualan makanan serta minuman di Hotel Melia, Bali.

2.3.4 Tugas dan Tanggungjawab Cost Control


Pada dasarnya tugas cost control adalah melayani departemen-departemen lainnya.
Adapun tugas cost control adalah sebagai berikut.
1. Hubungan dengan Front Office Department
a. Menerima laporan penjualan keseluruhan produk hotel sesuai bill departemen yang
masuk
. b. Melayani permintaan barang-barang kebutuhan front office dengan good request atau
store room request.
c. Mencocokkan data pada group information maupun function bulletin bila terjadi
kekeliruan yang menyangkut tarif
2. Hubungan dengan Human Resourse Department
a. Meneliti, mengecek kembali daftar gaji, tunjangan-tunjangan, dan uang service.
b. Melayani permintaan barang-barang kebutuhan personalia dengan good request atau
store room request
. c. Persetujuan RFO (request ovetime) karyawan dan meneliti besarnya uang lembur.

3. Hubungan dengan House keeping Department


a. Melayani permintaan barang kebutuhan housekeeping dengan good request atau store
room request
. b. Memberikan persetujuan dan mengawasi yang berkenaan dengan keuangan pada waktu
housekeeping memberikan maintenance request untuk seluruh bagian.
4. Hubungan dengan Food and Beverage Department
a. Melayani permintaan barang kebutuhan departemen F&B dengan good request atau store
room request
. b. Bersama dengan F&B manager menyusun tarif makanan dan minuman yang menunya
sudah tersusun.

5. Hubungan dengan Marketing Department


a. Bersama dengan marketing manager membuat atau mengubah tarif-tarif kamar dari tarif
lainnya yang ditawarkan oleh marketing kepada pelanggan.
b. Melayani permintaan barang kebutuhan marketing dengan good request atau store room
request.
Sedangkan, tugas dan tanggung jawab petugas cost controller pada hotel Melia Bali
dinilai lebih berhubungan dengan departemen food dan beverage. Adapun tugas dan
tanggungjawab cost controller pada Hotel Melia Bali adalah sebagai berikut :
1. Mengimplementasikan sebuah sistem pengawasan untuk mengindari ketinggian atau
kelebihan harga dengan mengurangi pemborosan uang dan kerugian lainnya tanpa
mengorbankan kualitas.
2. . Menyediakan arus dari manajemen informasi efek moneter dari perubahan ekonomi,
pasar, dan atau reaksi kompetisi pada bagian operasional makanan dan minuman
3. . Identifikasi dini masalah pada operasional makanan dan minuman. Sehingga mereka
dapat menyelesaikan permasalahan tersebut sebelum makin besar, identifikasi
kesalahan dan koreksi itu penting, pada kesalahan tersebut.
4. . Mengatus sumber daya manusia dan asrt fisik hotel pada bagian khusus
tanggungjawabnya.
5. .Mengarsipkan harga sebelum perencanaan.makanan dan minuman.
6. . Bepartisipasi dan mendukung pada keadaan lingkungan , penghematan energy, dan
program social di dalam maupun di luar hotel
7. . Melaksanakan tugas lainnya yang dianggap penting untuk melancarkan kegiatan
operasional pada organisas
2.3.5 Kinerja Cost Control

1. Prediksi Kegiatan Cost Control

Untuk tujuan pengelolaan proyek dan kontrol masih kurang memadahi untuk
mempertimbangkan hanya masa lalu merekam biaya dan pendapatan proyek yang dikeluarkan.
Fokus kepada penerimaan biaya dan masalah teknis untuk akuntansi keuangan. Contoh

: 1) Budgeted Cost Menganggarkan biaya anggaran berasal dari biaya secara rinci
perkiraan yang dibuat pada awal pelaksanaan proyek. Contoh dari anggaran proyek yang
disajikan dalam faktor biaya akan direferensikan oleh karena biaya yang dikeluarkan oleh
sebuah deskripsi prosa.

2) Estimated total cost Diperkirakan total biaya perkiraan atau meramalkan total biaya
setiap kategori adalah perkiraan terbaik saat ini kemajuan biaya berdasarkan dan
perubahan yang sejak anggaranya dibentuk, diperkirakan biaya lain jumlah dari total biaya
yang diperlukan untuk tanggal dan paparan komitmen. Metode untuk memperkirakan total
pengeluaran

3) Cost Committed and Cost Exposure Biaya yang diperlukan untuk selesai disetiap
kategori dibagi menjadi komitmen perusahaan dan estimasi biaya tambahan atau eksposur
dan mewakili komitmen bahan perintah sub-contracts.

4) Cost to Date Biaya yang dikeluarkan sampai hari ini dan tercantum berasal dari catatan
keuangan dan menjaga akun.

5) Over or (Under) Dana untuk setiap kategori ini kolom indikator tingkat yang berbeda
dari anggaran proyek dengan hal yang sangat besar merupakan suatu perhatian
manajemen. Catatan yang digunakan berbeda dalam terminologi proyek dari kontrol untuk
menunjukan perbedaan antara anggaran dan realisasi belanja.

2. Sistem kerja Utama Cost Control

Kinerja petugas cost control utama itu ada 2 macam yakni pengendalian biaya makanan
dan pelaksanaan inventarisasi,

1. Pelaksanaan Inventarisasi
1) Tujuan Mengetahui pasti posisi bahan atau barang milik hotel pada periode tertentu
untuk melaksanakan evaluasi atas biaya penggunaan barang serta evaluasi kekayaan
barang milik hotel.

2) Peralatan dan Perlengkapan

a. Formulir invetarisasi barang

b. Catatan barang di masing-masing bagian

c. Catatan penerimaan atau pengeluaran serta pemakaian barang di amsingmasing area.

3) Kebijaksanaan

Setiap barang aatau bahan milik hotel yang habis digunakan maupun tetap harus
diinventarisasikan setiap bulan, dilakukan) bersamaan dengan departemen
bersangkutan, dan dapat dilaksanakan langsung (Physical Inventory atau secara
administrasi (Perpetual Inventory).

4) Prosedur

a. Perpetual Inventory

 Meneliti dan mencatat pada formulir inventarisasi perhitungan berdasarkan


catatan, administrasi tentang penerimaan, pengeluaran, dan pemakaian bahan
atau barang.
 Menghitung hasil akhir untuk seiap jenis barang barang atau bahan
 Melaporkan hasil dalam bentuk satu bulanan.

b. Physical Inventory

 Menghitung jumlah untuk setiap jenis barang atau bahan yang ada di masing-
masing area seperti gudang, dapur, bar, kantor, dan sebagainya.
 Meneliti dan mencatat pada formulir inventarisasi.
 Melaporkan hasil dalam bentuk satu bulanan.

2. Pengendalian Biaya Makanan


1) Tujuan Mengendalikam pengadaan dan penggunaan bahan makanan agar biaya
langsung yang telah terjadi sesuai dengan anggaran yang telah ditentukan dan
memperoleh keuntungan kotor maksimal dalam penjualan makanan.

2) Peralatan dan perlengkapan

a. Faktur pembelian

b. Permintaan pembelian

c. Permintaaan makanan ke gudang makanan

d. Laporan penerimaan

e. Catatan makanan di gudang

f. Harga pembelian makanan

g. Hasil laporan inventarisasi

h. Laporan khusus penggunaan daging

3) Kebijkasanaan

Kontrol atas biaya langsung makanan dapat mengurangi biaya yang berlebih dengan cara
mencegah terjadinya sisa pencurian atau kehilangan, biaya makanan harus tetap berada pada
standar biaya makananan yang telah ditetapkan perusahaan, jenis makanan, kualitas, kuantitas,
dan kesinambungannya dijaga tanpa harus menaikkan atau menekan biaya.

4) Prosedur

 Memeriksa laporan penerimaan abarang atau bahan makanan, kebenaran


distribusi pada pencatatan setiap kolom laporan tersebut, satuan biaya dan
membandingkan dengan harga penawaran.
 Melakukan posting satuan barang dan satuan harga dari bahan groceries yang
diterima berdasarkan catatan gudang.
 Memeriksa penerimaan daging dalam daftar laporan penerimaan.
 Membandingkan daftar permintaan yang asli di gudang dengan salinannya untuk
menghindari perubahan akibat disengaja
 Melakukan postingan pengeluaran groceries dalam daftar makanan gudang.
 Mengalikan jumlah satuan barang/bahan dengan satuan harga dalam daftar
perminaan barang ke gudang untuk groceries dan perishabels
 Mengevaluasi pemorsian, pinjaman makanan kebagaian lain dan pinjaman untuk
pengelolaan makan.
 Menhitung biaya penjualan makanan khusus banquet dan karyawan.
 Menghitung keseluruhan biaya makanan untuk jangka waktu tertentu (perhari,
minggu, bulan).
 Mengevaluasi jenis makan yang terjual.
 Membuat perincian dari seluruh jenis barang/bahan untuk keperluan pengelolaan
makanan dari gudang.
 Memeriksa porsi yang dijual.
 Mengerjakan inventarisasi langsung secra bulanan/periodik.
 Mencari penyebab perbedaan hasil inventarisasi langsun dengan adminintrasi.
 Memberi harga, mengalikan dan menjumlahkan hasil inventarisasi akhir.
 Menyususn rekapitulasi jumlah pembelian bahan makanan dalam satu bulan dan
mencocokkannya dengan bagian pembayaran.
 Menyususn rekonsiliasi bahan makanan di gudang dan biaya makanan.
 Melaporkan hasil perhitungan ke pimpinan dengan catata bahwa inventarisasi
telah dilakukan menyeluruh termasuk bahan makanan yang berada di area
pengelolaan makanan.

Ruang lingkup kerja daripada cost controller pada Hotel Melia Bali adalah
sebagai berikut :

1. Mengecek dan memverifikasi rekapan penerimaan barang setiap harinya

2. Memastikan cost clerk memverifikasi semua tagihan dan mengalokasikannya


dalam grafik yang sesuai
3. Menjamin semua serah terima (barang) antar pegawai dapur dilakukan dengan
baik.

4. Menjamin serah terima (barang antar pegawai bar dilakukan dengan baik)

5. Membuat laporan harga makanan dan minuman setiap harinya.

6. Membuat laporan cost control per dasawarsa (10 tahun sekali)

7. Membuat laporan pengawasan harga makanan dan minuman tiap bulannya.

8. Mengawasi kegiatan stock op name (perhitungan persediaan yang ada


digudang untuk dijual).

9. Memastikan semua resep diringkas secara teratur bersama executive Chef.


Adjustment jika dibutuhkan.

10. Memimpin pemeliharaan tempat pada restoran dan bar

11. Menghitung biaya-biaya sebelum setiap harinya dan menu fungsi dengan
tujuan untuk menentukan harga jual sebenarnya pada jenis-jenis barang.

12. Menetapkan kesamaan level barang untuk semua bar di hotel.

13. Melaksanakan prosedur dan kebijakan sesuai aturan yang berlaku.

2.3.6 Fungsi Cost Controler

Fungsi cost control adalah mengawasi kegiatan dalam hotel. Cost controller harus
mengawasi kejadian sebelum ada transaksi guna mencegah adanya kebocoran yang
mengakibatkan kerugian hotel. Adapun fungsi pengawasannya untuk mudah dimengerti
bisa memperhatikan ilustrasi berikut. .

1. Bila salah satu departemen membutuhkan barang, misalnya housekeeping


membutuhkan tempat tidur sebagai pengganti yang rusak dimana manurut keyakinan
excecutive house keeper tempat tidur itu harus diganti.

2. Housekeeper dengan formulir GR (good request) mengisi berapa tempat tidur


yang rusak dan letaknya di kamar berapa.
3. Cost controller memeriksa kebenarannya dengan chek langsung ke kamar, melihat
kondisi barang yang rusak. Kalau memang bisa diperbaiki harus diperbaiki dengan
mengganti formulir menjadi MR (maintenance request) untuk diperbaiki oleh pihak
maintenance. Tetapi kalau memang rusak total harus diganti, CC (cost controller)
menyetujui dan melanjutkan ke finance manager untuk meminta persetujuan
diganti/dibeli yang baru.

4. Finance manager menanyakan kepada accounting supervisor apakah dananya


disesuaikan dengan cash flow.

5. Bila finance manager menyetujui, formulir diteruskan ke purchasing supervisor


untuk dicairka dengan membuat formulir PO (purchase order).

6. Bila PO sudah ditandatangani oleh finance manager dan general manager form
diajukan ke supplier.

7. Supplier mengirim barang dan diterima oleh gudang dengan form SR (store
request). Barang diserahkan kepada pemakai atau departemen housekeeping

8. Dokumen pembelian barang (faktur tagihan, kwitansi, atau tanda terima barang)
oleh supplier diserahkan ke account payable untuk diteliti dan diproses.

9. Dokumen lengkap dengan kuitansi/faktur atau tanda terima barang, PO dan GR


diserahkan kepada general cashier untuk dibuat bukti pembayaran kepada supplier.

Contoh lain bentuk pengawan barang yang dilakukan pihak cost control adalah sebagai
berikut :

1. Dalam membayar uang transper/lembur karyawan walaupun sudah diperiksa oleh


personalia, cost controller harus mencocokan jam lembur dengan kartu absen
karyawan dan cara personalia menghitung lembur sesuai tarif.
2. Dalam pemeliharaan aset misalnya penegcatan dinding ruangan, work-order yang
diajukan maintenance departemen harus diperiksa oleh cost controller apakah luas
dinding sesuai dengan banyaknya cost yang diminta dan waktu yang dibutuhkan
untuk mengerjakan agar tidak mengganggu aktivitas lainnya.
Berdasarkan ilustrasi tersebut dapat diketahui bahwa fungsi pengawasan yang
dilakuakn oleh cost control adalah

 Mengawasi penerimaan barang yang dilakukan oleh receiving dalam


penghitungan quantity dan kualitas barang berdasarkan form order pembelian
atau market list.
 Mengawasi dan memastikan barang yang keluar dari store harus disertai
dengan dokumen Store Requestion yang lengkap (Quantity Requestion item,
Stock on hand, tanggal, nama, tanda tangan).
 Mengecek semua dokumen pendukung untuk pembelian (Purchase Order,
Purchase Requestion, Market List, Cash Purchase, dsb) untuk semua jenis
pembelian.

Fungsi pengawasan yang dilakukan petugas cost control di hotel Melia Bali, sedikit
berbeda dengan teori dan ilustrasi yang dijelaskan diatas. Pada hotel Melia Bali, fungsi
pengawasan ini lebih menitik beratkan pada departemen food dan beverange (restoran dan
bar). Adapun funsi pengawasan yang dilakukan adalah pengawasan terhadap rekapan
penerimaan barang setiap harinya, memastikan cost clerk memverifikasi semua tagihan,
mengawasi kegiatan stock op name, memastikan review receipes
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan pemaparan mengenai departemen accounting, khususnya cost


controller, adapun kesimpulan yang dapat diambil adalah

1. Cost Control merupakan kegiatan monitoring dari rekaman transaksi keuangan yang
terjadi serta memberikan indikasi dari kemajuan dan permasalahan lain yang terkait
pada sebuah proyek untuk memberikan proyek yang adil indikasi keberadaan dan
sejauh mana masalah dalam hal orangorang yang mempermasalahkan yang terkait
dengan pemanfatan sumber daya akuntansi, monitoring dan kontrol dalam sebuah
proyek. Orang yang melaksanakan tugas cost control disebut sebagai cost controller.

2. Cost control memiliki deskripsi pekerjaan, tanggungjawab tugas, ssitem kerja serta
fungsi pengawasan dalam mengimplemetasikan dan menetapkan sistem harga dari
penjualan mengenai harga dan penjualan makanan serta minuman pada bar dan
restoran, pengendalian harga makanan dan minuman, pengecekan riview reciepe
pelaporan harga dan pengadaan barang pada bagian dapur dan bar di Hotel Melia
Bali.

3.2 Saran

Pembahasan mengenai departemen accounting khususnya bagian cost control telah


dibahas pada uraian diatas. Adapun saran yang dapat diberikan adalah bahwa pada setiap
pelimpahan wewenang sebagainya tetap memperhatikan kemampuan individu yang
bekerja. Melihat tugas cost control yang sebagai penghubungan antara departemen hotel
yang bersangkutan tuntutan untuk menetapkan job specification yang baik harus diterapkan
bagi siapaun yang ingin bekerja di bidang cost control dan harus memiliki ketelitian yang
bagus dan hospitality yang baik karena harus berbaur dengan orang-orang yang berbeda-
beda tugas dan departemen.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2016. Melia Bali – The garden Villas Description.


https://www.melia.com/id/hotels/indonesia/bali/melia-bali-the-gardenvillas/index.html.
Diakses tanggal 15 November 2016.

Cahyono, Dwi. 2012. Project Cost Management.


https://dwicah13.wordpress.com/2012/03/27/project-cost-management/. Diakses tanggal
23 Oktober 2016.

Panchabel, Sasa. 2016. Cost Control Hotel.


http://belajarcostcontroldiduniaerhotelan.blogspot.co.id/2016/04/costcontrol-hotel.html.
Diakses tanggal 23 Oktober 2016.

Soewirjo, Herdi S. Darma. 2008. Teori & Praktik Akuntansi Perhotelan. Yogyakarta :
ANDI.
Wiyasa, I.B.M. 2011. F&B Cost Control Untuk Hotel Dan Restoran. Yogyakarta : ANDI.

DAFTAR INFORMAN

No Nama Jabatan Email


1 Happy Hapsari Asistant Training Manager Asst.trainingmgr@meliabali .com
2 Ni Kadek Maryani Conmtroller Secretary acct.sec@maliabali.com
3 A.A Sudiarta Cost Controller Cost.controll@meliabali.com