Vous êtes sur la page 1sur 6

ASUHAN KEPERAWATAN BAYI

DENGAN HIV/AIDS

I. PENGERTIAN
 HIV (Human Immunodeficiency Virus) : virus penyebab menurunnya
kekebalan tubuh manusia dan kemudian menimbulokan AIDS
 AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome): sekumpulan gejala penyakit
yang timbul akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia yang
didapat.
 Bayi dari ibu HIV: bayi yang dilahirkan dari ibu yang sudah diskrining
menggunakan pemeriksaan serologis atau sudah dikonfirmasi dengan
pemeriksaan western blot.

II. FAKTOR RESIKO


 Ibu dengan penyalahgunaan obat
 Bayi yang mendapat transfusi

III. CARA PENULARAN


 Intrauterine/selama kehamilan 5-10%
 Intra partum/selama persalinan 10-20%
 Post partum/selama menyusui 10-15%

IV. MANIFESTASI KLINIK


 Gejala awal tidak jelas
 Terjadi infeksi berulang
 Stomatitis berulang, diapers rash
 Candidiasis
 Diare kronik
 Febris, malaise/lemah
 FTT (gagal tumbuh)
 Organo megalai
 Infeksi opurtunistik

V. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
 CD4 < 200/mm3
 Pada bayi agak sulit karena antibodi ibu dapat dideteksi pada bayi berusia 18
bulan
 Bayi berusia 4 bulan periksa PCR: negatif artinya tidak terinfeksi (tanpa ASI),
jika diberi ASI cek PCR setelah disapih, positif artinya terinfeksi, 2 tahun
kemudian meninggal
 Bayi berusia 18 bulan: ELISA, western blot, TCR
 ELISA anti HIV: usia 1,5 bulan
Pengobatan:
Zidovudin 4 mg/kgbb, 2x/hari selama 6 minggu
Neviral 2 mg/kgbb, 1x/hari
Profilaksis PCP bactrim 10-20 mg/kgbb/hari, 2x/hari

VI. ASUHAN KEPERAWATAN


A. PENGKAJIAN
1. Riwayat maternal
 Usia ibu
 ANC
 Penyakit ibu
 Drug abuse
 Sosial ekonomi
 Hasil laboratorium ibu: darah rutin, lekosit urine CD4
2. Riwayat kelahiran
 Masa gestasi
 Apgar score
 Berat badan
 Kelainan kongenital
3. Pemeriksaan fisik
a. Sistem neurologi
 Tingkat kesadaran
 Aktifitas
b. Sistem respirasi
 Suara napas
 Ekspansi dada
 Perubahan frekuensi
c. Sistem kardiovaskuler
 Irama jantung
 Bunyi jantung
 Tekanan darah
d. Gastrointestinal
 Refleks isap
 Menelan
 Karakteristik abdomen
 BAB
e. Integumen
 Suhu
 Warna kulit
 Turgor
 Integritas
 Ptekie/septic spot
f. Genitourinaria
 Warna urin
 Jumlah urin
g. Psikososial
 Kecemasan orang tua
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Infeksi berhubungan dengan transmisi sumber infeksi ke bayi sebelum,
selama dan setelah kelahiran
Tujuan: mengidentifikasi bayi terinfeksi HIV
Kriteria evaluasi:
 Tidak ada tanda-tanda infeksi
 Hasil laboratorium normal
Intervensi:
 Kaji faktor resiko
 Observasi tanda-tanda infeksi
 Monitor TTV
 Rawat bayi dalam lingkungan thermal neutral
 Lakukan tindakan aseptik
 Kolaborasi pemeriksaan laboratorium dan pemberian obat
 Pisahkan alat-alat yang dipakai klien, rendam dengan chlorin 0,5%
2. Resti gangguan pemenuhan nutrisi berhubungan dengan intake kurang
adekuat
Tujuan: kebutuhan nutrisi terpenuhi
Kriteria evaluasi:
 Berat badan tidak turun < 10%
 Tidak kembung, muntah, residu
 Tidak edema
 Bising usus normal
 Elektrolit, protein albumin normal
Intervensi:
 Kaji kebutuhan nutrisi dalam 24 jam
 Hitung kalori
 Kaji toleransi minum
 Timbang berat badan/hari
 Ukur intake output
 Kolaborasi pemberian susu formula (sesuai AFASS) dan pemeriksaan
laboratorium: gula adarh, elektrolit, protein albumin
3. Kecemasan orangtua berhubungan dengan kurang informasi tentang
perawatan bayi yang terinfeksi HIV
Tujuan: kecemasan berkurang
Kriteria evaluasi:
 Orangtua berpartisipasi dalam merawat anaknya
 Orangtua berkonsultasi dengan tim HIV di rumah sakit dan tim dokter
yang merawat bayinya
Intervensi:
 Kaji tingkat pengetahuan orangtua
 Bina hubungan saling percaya
 Berikan informasi tentang AIDS: penyebab, pencegahan, pengobatan,
dan perawatan
 Support orangtua selalu konsultasi dengan tim HIV