Vous êtes sur la page 1sur 22

ASUHAN KEPERAWATAN PADA an.

DENGAN DIAGNOSA ASMA

DI RUANG EDELWEISE RSUD BANYUMAS

A. PENGKAJIAN
Nama Pengkaji :
Hari/tanggal : Rabu, 16 Juli 2018
Tempat : Ruang Edelwise RSUD Banyumas

1. Identitas
a) Identitas Klien
Nama : An. F (P)
Tempat & Tgl Lahir : Banyumas, 04 November 2006
Pendidikan Terakhir : SD
Agama : Islam
Suku / Bangsa : Jawa / Indonesia
Status Perkawinan : Belum Kawin
Pekerjaan : Pelajar
TB / BB : 150 cm / 45 kg
Golongan Darah :B
Diagnosa Medis : Asma Bronkhial
Alamat : Kalibagor

2. Identitas Penanggung Jawab


Nama : Tn. W

Umur : 38 Tahun

Pendidikan : SMA

Agama : Islam

Suku / Bangsa : Jawa / Indonesia

Pekerjaan : Swasta

Hub. Dengan pasien : Ayah

Alamat : Kalibagor

B. Riwayat Kesehatan
1. Keluhan Utama
Pasien mengeluh sesak nafas pada bagian dada
2. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat kesehatan sekarang
Pasien mengatakan mula-mula pasien batuk dan pasien langsung
merasakan susah untuk bernafas/sesak nafas. Sebelum pasien dibawa ke
RS oleh keluarganya, pasien diberikan obat batuk yaitu komik. Namun
kondisi pasien semakin lemas dan sesaknya bertambah. Akhirnya
keluarga pasien memutuskan untuk mengajak pasien berobat ke RSUD
Banyumas
b. Riwayat kesehatan masa lalu
Pasien mengatakan sekitar 5 tahun yang lalu sempat di rawat di RS
karena sesak nafas. Pasien tidak pernah mengalami kecelakaan dan tidak
pernah dioperasi. Pasien tidak memiliki alergi terhadap makanan serta
obat-obatan maupun factor lingkungan yang lain. Sesak nafas pasienn
muncul jika pasien merasa kedinginan
c. Riwayat kesehatan keluarga
Pasien mengatakan dalam keluarganya memang ada yang memiliki
penyakit asma yaitu ayahnya. Pasien mengatakan didalam anggota
keluarganya tidak ada yang memiliki penyakit menular seperti hepatitis,
TBC

C. POLA GORDON
1. Sistem pernafasan
Data subyektif :
- Pasien mengatakan sesak nafas.
- Pasien mengatakan sering sesak nafas saat kedinginan.
- Pasien mengatakan tidak merokok.
- Pasien mengatakan tidak mengetahui tentang batuk efektif.
Data obyektif :
- Pernafasan 28 ×/menit dengan gerakan sesak nafas.
- Nafas pendek, terlihat adanya retaksi dinding dada.
- Batuk, ada sputum dengan karakteristik berwarna kuning, terdengar ada
suara nafas tambahan (wheezing) ada cupang hidung.
- Menggunakan alat bantu pernafasan kanul nasal 3 L/menit.
- Pasien tampak gelisah.
2. Sistem kardiovaskuler
Data subyektif :
- Pasien mengatakan tidak mempunyai riwayat darah tinggi.
- Pasien mengatakan nyeri saat menarik nafas.

Data obyektif :

- TD 110/80 mmHg, denyut nadi corortis 80 ×/menit.


- Bunyi jantung mengalami peningkatan frkuensi ada bunyi mengi atau
wheezing CRT < 2 detik.
- Ekstermitas tidak ada varises, suhu 36,8°C, penyebaran rambut merata,
mukosa bibir lembab, konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik.
3. Integritas ego (status psikososial)
Data subyektif :
- Pasien mengatakan merasa tidak berdaya karena sakit.
- Pasien mengatakan hubungannya baik-baik saja bersama keluarganya.

Data obyektif :

- Pasien dapat berbicara jelas.


- Pasien tampak cemas.
4. Activity Daily Living (ADL)
Data subyektif :
- Pasien mengatakan aktivitasnya dapat dilakkan sendiri tapi dengan
sedikit bantuan dan pengawasan.

Data obyektif :

- Pasien tampak lesu, bau badan tercium bau, kuku tidak panjang, aktivitas
diawasi.
5. Ketidaknyamanan
Data subyektif :
- Pasien mengatakan tidak nyaman karena sesak

Data obyektif :

- Pasien tampak sesak terpasang selang oksigen 3 l/menit


6. Pembelajaran
Data subyektif :
- Pasien mengatakan masih duduk di kelas 1 SMP dan sekarang da berusia
13 tahun.
- Pasien mengatakan selalu belajar walaupun sakit/dirawat di rumah sakit.
7. Pola istirahat/tidur
Sebelum sakit : Pasien tidak mengalami gangguan tidur. Tidur 8 – 10 jam
perhari terdiri dari tidur siang dan malam. Pasien dapat tidur nyenyak.
Selama sakit : Pasien mengalami gangguan pola tidur. Tidur 4 – 5 jam
perhari dan waktunya tidak tentu. Kadang-kadang pasien terbangun dari
tidurnya karena sesak nafas.
8. Pola mempertahankan suhu tubuh
Sebelum dan selama pasien sakit, pasien menyesuaikan diri dengan
lingkungan, bila cuaca dingin menggunakan baju dan jaket serta selimut
tebal, jika cuaca panas/suhu naik menggunakan pakaian tipis yang menyerap
keringat.
9. Pola kebutuhan personal hygiene
Sebelum sakit : Pasien mandi 2 × sehari (pagi dan sore), gosok gigi saat
mandi dan sesudah makan, keramas 2 × sehari.
Selama sakit : Pasien disibin 2 × sehari oleh keluarganya, gosok gigi 2 ×
sehari dibantu keluarga. Selama di rumah sakit tidak pernah keramas.
10. Pola komunikasi
Sebelum sakit : Pasien dapat berkomunikasi lancer, mudah dimengerti,
menggunakan bahasa Jawa.
Selama sakit : Komunikasi pasien dengan keluarganya sedikit terganggu
dan pasien lebih banyak diam karena merasakan sesak.
11. Kebutuhan spiritual
Sebelum sakit : Pasien seorang muslim taat ibadah dan selalu berdoa juga
selalu membaca kitab sucinya.
Selama sakit : Pasien mendapat gangguan dalam ibadah dan tidak pernah
melakukan ibadah tetapi selalu berdoa untuk kesembuhannya.
12. Kebutuhan berpakaian
Sebelum sakit : Pasien berpakaian rapi, ganti pakaian 2 × sehari setelah
mandi dan pasien senang memakai kaos lengan pendek dan celana pendek.
Selama sakit : Pasien memakai baju berkancing dipilihkan oleh
keluarganya dang anti sehari sekali.
13. Kebutuhan rasa aman dan nyama
Sebelum sakit : Pasien merasa nyaman tinggal di rumah dan dapat
beristirahat dengan nyaman.
Selama sakit : Pasien merasa tidak nyaman karena sesak nafas, dan
terpasang selang oksigen 3 liter/ menit
14. Kebutuhan bekerja
Sebelum sakit : Pasien bersekolah dari jam 07.00 sampai jam 14.00.
Selama sakit : Pasien tidak bisa sekolah dan hanya berbaring di bed.
15. Kebutuhan rekreasi
Sebelum sakit : Pasien selalu menghabiskan akhir pekannya bersama
keluarganya di tempat wisata atau hanya di kebun rumah saja.
Selama sakit : Pasien tidak bisa rekreasi/berlibur bersama keluarga.
16. Kebutuhan belajar
Sebelum sakit : Pasien belajar di sekolah dari jam 07.00 – 14.00,
dilanjutkan di malam hari jam 19.00 – 21.00.
Selama sakit : Pasien tidak pernah belajar karena masih merasa sesak
pasien hanya terbaring di tempat tidur

D. Pemeriksaan fisik :
a. Keadaan umum : Baik
b. Kesadaran : Composmentis
c. Tanda-tanda vital :
TD : 110/80 mmHg
N : 80 ×/menit
S : 36,8°C
Rr : 28 ×/menit
d. Pemeriksaan Head to toe
1) Wajah
- Mata : Simetris, konjungtiva tidak anemis.
(-/-), Skelra ikterik (-/-).
- Hidung : Simetris, tidak ada polip.
- Mulut : mukosa dan bibir kering, lidah terlihat kotor.
- Telinga : Simetris, tidak ada serumen, terlihat kotor.

2) Kepala dan leher


- Kepala : Mesochepal, tidak ada benjolan, tidak ada lesi.
- Leher : Simetris, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
dan limfe, tidak ada lesi, gerakan menoleh
lambat.
3) Thoraks
- Paru
Inspeksi : Simetris, terlihat perkembangan dinding dada,
RR : 25 x/menit
Palpasi : Pengembangan paru sama kanan dan kiri,
tidak ada nyeri tekan.
Perkusi : Redup
Auskultasi : Ronchi (+/+)

4) Abdomen
- Inspeksi : Datar, supel, tidak ada massa, tidak ada lesi.
- Palpasi : Nyeri tekan (-), tidak ada benjolan
- Perkusi : Tympani
- Auskultasi : Bising usus 8 x/menit
5) Genetalia
Pasien berjenis kelamin laki - laki dan tidak ada cairan yang
keluar dari genetalia.
6) Kulit
Tidak ada dekubitus , kondisi punggung lembab, ekstermitas
kering, turgor kulit cukup < 3 detik, tidak ada lesi, kulit hangat,
warna kulit agak pucat, serta
7) Ekstremitas
- Atas
Tangan kiri terpasang infus, tidak ada edema pada ektremitas
atas, tidak ada lesi.
- Bawah
Terdapat edema pada ekstermitas bawah,
- Kekuatan otot :4 4
4 4
Keterangan :
0 : Otot tidak dapat digerakkan
1 : Jika otot ditekan masih terasa ada kontraksi atau kekenyalan
ini berarti otot masih belum atrofi atau belum layu
2 : Dapat menggerakan otot atau bagian yang lemah sesuai
perintah misalnya telapak tangan disuruh telungkup 3 : Dapat
menggerakan otot dengan tahanan minimal misalnya dapat
menggerakkan telapak tangan dan jari
4 : Dapat bergerak dan dapat melawan hambatan yang ringan
5 : Bebas bergerak dan dapat melawan tahanan yang setimpal

E. ANALISA DATA
No Data Fokus Etiologi Problem
1. DS : Asma Ketidakefektifan
- Pasien mengatakan batuk. Bersihan jalan
DO : nafas
- Terdengar bunyi wheezing
- RR 25 ×/menit
- Terpasang O2, kanul nasal 3
liter/menit.
Terdapat secret
2. DS : Keletihan otot Ketidakefektifan
- Pasien mengatakan pernapasan pola nafas
mengalami kesulitan
bernafas
- RR : 25x/menit
DO :
- Terdengar bunyi wheezing
- Pasien tampak bingung
dan gelisah
- Pasien tampak lemas
3. DS : Kurang asupan Pemenuhan
- Pasien mengatakan nafsu makanan kebutuhan nutrisi
makan menurun kurang dari
DO : kebutuhan
- pasien makan habis ½
porsi atau sekitar 5
sendok
- pasien terlihat lemas pucat
- Pasien tidak muntah

F. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan asma
2. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan keletihan otot pernapasan
3. Pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan
kurang asupan makanan
G. RENCANA TINDAKAN
No Diagnosa Tujuan Intervensi
Keperawatan
1 Ketidakefektifan Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1. Monitor kecepatan,irama,kedalaman dan
bersihan jalan nafas selama 3 × 24 jam diharapkan kesulitan bernapas
berhubungan ketidakefektifan bersihan jalan nafas 2. Catat pergerakan dada,catat
dengan asma dapat teratasi dengan kriteria hasil : ketidaksimetrisan,penggunaan otot-otot
- frekuensi pernapasan bantu nafas,dan retraksi pada otot
- irama pernapasan supraclaviculas dan interkosta
- kedalaman inspirasi 3. Monitor suara nafas tambahan seperti
-suara perkusi napas ngorok dan mengi
4. Monitor pola nafas
5. Monitor saturasi oksigen pada pasien yang
tersedasi
2 Ketidakefektifan Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1. Posisikan pasien untuk memaksimalkan
pola nafas selama 3 × 24 jam diharapkan ventilasi
berhubungan ketidakefektifan pola nafas dapat teratasi 2. Identifikasi kebutuhan pasien untuk
dengan keletihan dengan kriteria hasil : memasukkan alat membuka jalan nafas
otot pernapasan - saturasi oksigen 3. Motivasi pasien untuk bernafas
- keseimbangan ventilasi dan perfusi pelan,dalam,berputar lalu batuk
- dyspnea saat istirahat

3. Pemenuhan Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1. Tentukan status gizi pasien dan kemampuan
kebutuhan nutrisi selama 3 × 24 menit diharapkan nutrisi pasien untuk memenuhi kebutuhan gizi
kurang dari pasien dapat teratasi dengan kriteria hasil 2. Identifikasi alergi atau intoleransi makanan
kebutuhan : yang dimiliki pasien
berhubungan - hasrat/keinginan untuk makan 3. Bantu pasien dalam menentukan pedoman
dengan kurang - merasakan makanan atau piramida makanan yang paling cocok
asupan makanan - energy untuk makan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan
preferensi
4. Atur diet yang diperlukan
H. IMPLEMENTASI
No Hari/tanggal Dx Implementasi Respon Paraf

1. selasa, 17 1. - Memonitor vital sign. DS : Pasien mengatakan


Juli 2018 sesak.
DO : TD : 110/80 mmHg
N : 80 ×/menit
S : 38°C
RR : 28 ×/menit

- Memposisikan pasien semi fowler untuk DS : Pasien mengatakan


memaksimalkan ventilasi. nyaman dengan posisi semi
fowler.
DO : Pasien tampak nyaman
diberi posisi semi fowler.

- Berkolaborasi dengan tim medis dalam DS : Pasien mengatakan mau


pemberian terapi : diberi O2 dan obat.
- O2 kanul nasal 3 L/ menit DO : Pasien terpasang
- Nebulizer (ventilon + NaCl 3 cc 3 × sehari oksigen dan diberi neblizer
serta obat.
2. - Mengajarkan batuk efektif.. DS : Pasien mengatakan
paham tentang batuk efektif.
DO : Pasien dapat
mendemonstrasikan ulang

- Menganjurkan untuk banyak minum air DS : Pasien mengatakan sudah


hangat. minum air hangat.
DO : pasien menghabiskan1-2
gelas air hangat
3. -Mengawasi intake dan output pasien. DS : Pasien mengatakan nafsu
makan meningkat.
DO : Pasien makan habis ½
porsi sekitar 5-6 sendok tidak
muntah.

- Memberi informasi tentang pentingnya DS : Pasien mengatakan


nutrisi yang ade kuat. paham.
DO : Pasien tidak tampak
kebingungan.

- Mengevaluasi pemahaman pasien DS : Pasien menggatakan


tentang nutrisi paham dengan yang dielaskan
DO : Pasien bisa
mendemonstrasikan tentang
nutrisi yang adekuat.
2. 1. Memonitor vital sign. DS : Pasien mengatakan masih
sesak nafas.
DO : Pasien masih memakai
selang oksigen 3 L/ menit
TD : 110/70 mmHg
N : 78 ×/menit
S : 36,5°C
RR : 26 ×/menit

- Memposisikan klien semi fowler. DS : Pasien mengatakan


nyaman dalam posisi semi
fowler.
DO : Pasien tampak nyaman.

- Berkolaborasi dengan tim medis dalam DS : Pasien mengatakan susdah


pemberian terapi : menerima terapi.
- Infus RL (20 tpm) DO : - Pasien bersedia
- Nebulizer (ventilon + NaCl 3 cc)
menerima terapi.
- Injeksi Methyl-prednisolone 1 × 50 mg
- Injeksi ceftriaxone 2 × 50 mg - Pasien tampak nyaman.
- Injeksi pantoprazone 1 × 20 mg
2. - Mengajarkan batuk efektif.. DS : Pasien mengatakan
paham.
DO : Pasien tidak tampak
kebingungan.
- Menganjurkan untuk banyak minum air DS : Pasien menggatakan
hangat. paham dengan yang dielaskan
DO : Pasien bisa
mendemonstrasikan tentang
nutrisi yang adekuat
3. Mengawasi intake dan output pasien DS : Pasien mengatakan nafsu
makan meningkat.
DO : Pasien makan habis 3/4
porsi sekitar 8 sendok tidak
muntah.

- Memberi informasi tentang pentingnya DS : Pasien mengatakan


nutrisi yang ade kuat. paham.
DO : Pasien tidak tampak
kebingungan.
DS : Pasien menggatakan
- Mengevaluasi pemahaman pasien
tentang nutrisi paham dengan yang dielaskan
DO : Pasien bisa
mendemonstrasikan tentang
nutrisi yang adekuat.
3. 1. - Memonitor vital sign. DS : Pasien mengatakan
sudah tidak sesak.
DO : Pasien tidak memakai
selang oksigen.
- Memposisikan klien semi fowler. DS : Pasien mengatakan
nyaman dengan posisi semi
fowler.
DO : Pasien tampak rileks.

- Berkolaborasi dengan tim medis dalam DS : Pasien mengatakan


pemberian terapi : sudah menerima terapi.
- Infus RL 20 tpm DO : Pasien tampak tenang,
- Nebulizer (ventolin + NaCl 3 cc) pasien bersedia menerima
tindakan.
2. - Mengajarkan batuk efektif.. DS : Pasien mengatakan
paham.
DO : Pasien tidak tampak
kebingungan.

- Menganjurkan untuk banyak minum air DS : Pasien menggatakan


hangat. paham dengan yang dielaskan

DO : Pasien bisa
mendemonstrasikan tentang
nutrisi yang adekuat
3. Mengawasi intake dan output pasien S : Pasien mengatakan nafsu
makan meningkat.
DO : Pasien makan habis
seluruh porsi minum 8 gelas
perhari

- Memberi informasi tentang pentingnya DS : Pasien mengatakan paham.


nutrisi yang ade kuat.
DO : Pasien tidak tampak
kebingungan.

- Mengevaluasi pemahaman pasien DS : Pasien menggatakan


tentang nutrisi paham dengan yang dielaskan
DO : Pasien bisa
mendemonstrasikan tentang
nutrisi yang adekuat
I. EVALUASI
Tanggal /jam Dx Catatan perkembangan Paraf
S : Pasien mengatakan masih sesak nafas dan menngeluarkan dahak.
O : - Pasien tampak sesak.
- Terpasang O2 kanul nasal 3 L/menit
- TTV : TD : 110/80 mmHg
N : 80 ×/menit
S : 36,8°C
R : 28 ×/menit
1 - Masih terdengar wheezing, masih batuk.
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi :
- Kolaborasi dalam pemberian terapi :
kamis, 19
- O2 kanul nasal 3 L/menit
Juli 2018
- Nebulizer (ventolin + NaCl 3cc) 3 ×sehari
- Monitor vital sign.
- Posisikan klien semi fowler.
S : Pasien mengatakan sudah paham tentang apa yang diajarkan
O : - Pasien dapat mendemonstrasikan batuk efektif
- Pasien mau minum air hangat
- masih terdapat secret ketika batuk
2
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi :
- Ajarkan batuk efektif.
- Anjurkan untuk banyak minum air hangat
S : Pasien mengatakan nafsu makan sudah meningkat
O : Pasien makan habis ½ porsi atau sekitar 5-6 sendok makan minum 4-6 gelas per hari
3
A : Masalah belum teratasi.
P : Lanjutkan intervensi.
- Awasi intake dan output pasien.
- Beri informasi tentang pentingnya nutrisi yang ade kuat.
- Evaluasi pemahaman pasien tentang nutrisi
S : Pasien mengatakan masih sesak nafas.
O : - Pasien tampak sesak.
- Terpasang O2 kanul nasal 3 L/menit
- TTV : TD : 110/870 mmHg
N : 78 ×/menit
S : 36,5°C
RR : 26 ×/menit
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi :
1
- Posisikan pasien semi fowler.
- Kolaborasi dengan tim medis dalam terapi :
- O2 kanul nasal 3 L/menit, )
Jumat, 20 juli - Nebulizer (ventilon + NaCl 3 cc)
2018 - Injeksi Methyl-prednisolone 1 × 50 mg
- Injeksi ceftriaxone 2 × 50 mg
- Monitor vital sign.

S : Pasien mengatakan sudah paham tentang apa yang diajarkan


O : - Pasien dapat mendemonstrasikan batuk efektif.
- Pasien mau minum air hangat
- masih terdapat secret ketika batuk
2
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi :
- Ajarkan batuk efektif.
- Anjurkan untuk banyak minum air hangat
S : Pasien mengatakan nafsu makan sudah meningkat
O : - Pasien makan habis ¾ porsi atau sekitar 10 sendok makan minum 4-6 gelas per hari
A : Masalah belum teratasi.
3 P : Lanjutkan intervensi.
- Awasi intake dan output pasien.
- Beri informasi tentang pentingnya nutrisi yang ade kuat.
- Evaluasi pemahaman pasien tentang nutrisi
S : Pasien mengatakan sudah tidak sesak.
O : - Tidak terpasang selang oksigen.
- RR : 20 ×/menit.
1
A : Masalah teratasi.
P : Hentikan intervensi.

S : Pasien mengatakan sudah paham tentang apa yang diajarkan


O : - Pasien dapat mendemonstrasikan batuk efektif.
Sabtu, 21 juli
- Pasien mau minum air hangat
2018
2 - masih terdapat secret ketika batuk
A : Masalah teratasi
P : Hentikan intervensi

S : Pasien mengatakan nafsu makan sudah meningkat


O : - Pasien makan habis seluruh porsi dan minum 8 gelas per hari
3
A : Masalah teratasi.
P : Hentikan intervensi