Vous êtes sur la page 1sur 3

I.

PENGANTAR
Suatu kepercayaan merupakan modal dasar yang diperlukan dalam pencapaian
penyelenggaraan apapun bidangnya agar dapat terus berkesinambungan. Faktor ini
menjadi sangat penting dikaitkan dengan dukungan masyarakat terhadap kebijakan
yang dirumuskan oleh pemerintah. Dengan kata lain, dukungan masyarakat menjadi
kekuatan utama dalam memperkuat arah kegiatan agar dapat berjalan secara efektif
dan efisien.
Kenyataan menyebutkan bahwa tingkat dukungan publik terhadap jalannya suatu
kebijakan relatif mengalami kemerosotan. Hal ini disebabkan oleh perilaku dari
sebagian aparatur negara yang secara sadar maupun tidak sadar kurang mengindahkan
asas-asas etika dan budaya kerja yang menjunjung tinggi nilai-nail kebenaran dan
kejujuran dengan mengutamakan norma-norma yang berkembang dalam kearifan
lokal dan universal.
Masih rendahnya pelayanan dipelbagai bidang kehidupan masyarakat merupakan
indikator penting bahwa tata kelola masih sangat lemah bila dikaitkan dengan etika
dan budaya kerja. Kenyataan ini juga ditandai dengan belum optimalnya sumber daya
manusia (SDM) aparatur pemerintah yang tidak saja sebagai abdi negara, tetapi juga
abdi masyarakat.
Faktor lain yang ikut mempengaruhi adalah masih rendahnya rasa
profesionalisme yang ada dalam jiwa aparatur pemerintah sehingga bila dibandingan
dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih tergolong rendah
dan berada di bawah standar. Sebagai konsekuensi logisnya, maka in-efiesiensi dalam
pelaksanaan tugas menjadi hal yang dianggap lumrah karena rendahnya performa
SDM.
Di samping itu, praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang mengakar
di kehidupan masyarakat sepertinya belum mampu untuk memenuhi harapan
masyarakat banyak. Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat perlu dilakukan
usaha sistematis dan berkesinambungan serta strategis. Salah satunya melalui tidak
hanya penyebarluasan dalam tataran konsep, tetapi yang utama adalah keterlibatan
publik dalam hal etika dan budaya kerja beserta cara-cara mengaplikasikannya.
Untuk mewujudkan dan menjawab berbagai persoalan tersebut di atas, maka
dibutuhkan interaksi dari lembaga-lembaga nirlabar (civil society) untuk memberikan
masukan sekaligus juga keterlibatannya untuk mengimplementasikan pengugatan
pelayanan publik. Salah satu lembaga nirlaba yang dimaksud adalah Yayasan
Penuntun Masa Depanku (Pesanku). Lembaga ini memfokuskan diri pada bidang
desain rencana strategis serta kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan SDM
(capacity building), pengembangan masyarakat (community development), serta
kebijakan pemerintah.

II. MAKSUD DAN TUJUAN


A. Maksud:
Yayasan Pesanku didirikan sebagai lembaga nirlaba dengan maksud untuk
melaksanakan kegiatan pengembangan ekonomi lokal, penguatan kelembagaan,
dan peningkatan kapasitas.

B. Tujuan
1. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan serta pengembangan SDM
diberbagai bidang kehidupan masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan dasar,
dan sebagainya.
2. Menjadi mitra Pemerintah, DPR, LSM dan Ormas serta instansi lainnya
sebagai wadah komunikasi, sosialisasi, dan informasi dalam upaya pemecahan
suatu masalah.
3. Mendorong terwujudnya masyarakat madani yang mandiri dan bertanggung
jawab.

III. PROGRAM STRATEGIS


Adapun program-program strategis yang akan dikembangkan oleh Yayasan
Pesanku meliputi:
1. Pendidikan dan pelatihan pembangunan SDM;
2. Penyusunan desain rencana strategis dan pengembangan masyarakat;
3. Monitoring, evaluasi dan sosialisasi kebijakan yang terkait dengan program
dan kegiatan pemerintah yang strategis.
4. Melakukan kegiatan diskusi terbatas, diskusi publik dan dialog yang
melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam berbagai isue dan masalah yang
timbul di masyarakat.

IV. DATA LEMBAGA


Nama : Yayasan Penuntun Masa Depanku
Alamat : ………………………
Susunan Pengurus :
Esti ….. Ketua
Budi Kusuma ……
…………….. ……
…………….. ……

V. LEGALITAS LEMBAGA
Akte Pengesahan Pendirian Lembaga:
Notaris : ……………..
Nomor : ………………
Pengesahan Badan Hukum Lembaga oleh Kemenkumham:
Nomor : ………………………

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)


Nomor : ………………………

Bank …………Cab. ………………….. a.n. Yayasan Pesanku


No. Rekening: ………………………………