Vous êtes sur la page 1sur 3

NAMA : ASRAWATI WAHYUNIAR

NIM : 1555140017
PRODI : ILMU ADMINISTRASI NEGARA

ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK


A. Pengertian Analisis Kebijakan

Analisis kebijakan adalah aktivitas menciptakan pengetahuan tentang dan dalam


proses pembuatan kebijakan. Dalam menciptakan pengetahuan tentang tentang proses
pembuatan kebijakan analisis kebijakan meneliti sebab, akibat, dan kinerja kebijakan dan
program publik

B. Metodologi Analisis Kebijakan

Metodologi analisis kebijakan di ambil dari dan memadukan elemen-elemen dari


berbagai disiplin: ilmu politik, sosiologi, psikologi,ekonomi dan filsafat. Analisis kebijakan
sebagian bersifat deskriptif, diambil dari disiplin-disiplin tradisional (misalnya, ilmu politik)
yang mencari pengetahuan sebab dan akibat dari kebijakan-kebijakan publik. Namun analisis
kebijakan juga bersifat normatif; tujuan lainnya adalah menciptakan dan melakukan kritik
terhadap klaim pengetahuan tentang nilai kebijakan public untuk generasi masa lalu, masa
kini, dan masa yang akan datang.

Metodologi analisis kebijakan, bertujuan menciptakan, menilai secara kritis, dan


mengkomunikasikan pengetahuan yang relevan dengan kebijakan. Dalam hal ini
pengetahuan menunjukkan pada kepercayaan tentang sesuatu yang secara akal sehat dapat
di benarkan, yang berbeda dengan kepercayaan tentang kebenaran yang pasti, atau juga
kebenaran dengan probabilitas statistik tertentu.

Aturan metodologis muitiplisme kritis lebih merupakan penuntun yang bersifat


umum bagi pengkajian kebijakan dari pada preskrepsi khusus untuk melakukan riset dan
analisis kebijakan. Penuntun dalam menciptakan, menilai secara kritis, dan
mengkomunikasikan pengetahuan yang relevan dengan kebijakan ini meliputi beberapa
bidang analisis kebijakan penting seperti berikut:

1. Operasionalisme pengguna, pengguna berbagai ukuran secara bersama-sama utnuk


konstraksi dan variable kebijakan atau seperti di katakana Campbell, ukuran
berganda terhadap ketidak kesempurnaan yang independen meningkatkan
plausabilitas klaim pengetahuan dengan memtribulasikan objek yang sama dengan
dua atau lebih metrik.
2. Penelitian multimetode, pengguna berbagai metode secara bersama-sama untuk
mengamati proses dan hasil kebijakan.
3. Sintesis analisis berganda, sintesis dan penilaian kritis terhadap analis-analisis yang
tersedia tentang program-program dengan kebijaka-kebijakan yang sama.
4. Analisis multivariate, memasuki banyak variable dalam model kebijakan.
5. Analisis pelaku berganda, investegasi kerangka kerja interpretif dan prespektif
banyak pelaku kebijakan.
6. Analisis prespektif berganda, disertakanya berbagai prespektif etis, politis,
organisasional, ekonomis, social, cultural, psikologis, teknologis, dalam analisis
kebijakan meningkatkan plausibilitas dengan trigulasi antara berbagai representasi
masalah dan solusi.
7. Komunikasi multimedia, penggunaan banya media komunikasi oleh analisis sangat
penting untuk meyakinkan bahwa pengetahuan relevan dengan kebijakan sehingga di
gunakan para pengambil kebijakan.

C. Prosedur analisis kebijakan


Metodologi analisis kebijakan menggabung lima prosedur umum yang lazim di pakai
dalam pemecahan masalah manusia:

 Perumusan masalah (definisi), menghasilkan informasi mengenai kondisi-kondisi


yang menimbulkan masalah kebijakan.
 Peramalan (prediksi), menyediakan informasi mengenai konsekuensi di masa yang
mendatang dari penerapan alternative kebijakan, termasuk tidak melakukan sesuatu.
 Rekomendasi (preskripsi) , menyediakan informasi mengenai nilai atau kegunaan
relative dari konsekuensi dari masa depan dari suatu pemecahan masaklah.
 Pemantauan (deskripsi) , menghasilkan informasi tentang konsekuensi sekarang dan
masa lalu dari di terapkanya alternative kebijakan.
 Evaluasi ,menyediakan informasi mengenai nilai atau kegunaan dari konsekuensi
pemecahan atau pengatasan masalah.

D. Proses Pembuatan Kebijakan


Tahap-tahap dalam proses pembuatan kebijakan yaitu:

. Penyusunan agenda
a. Formulasi kebijakan
b. Adopsi kebijakan
c. Implementasi kebijakan,
d. Penilaian kebijakan.
E. Dokumen yang relevan kebijakan
Dokumen yang relevan dengan kebijakan yaitu meliputi:

 Sintesis, analisis lazimnya bekerja dengan ratusan halaman laporan yang telah
terpublikasi seperti, surat kabar artikel jurnal dan catatan ringkas.
 organisasi , analisis harus dapat mengorganisir informasi secara koheren, konsisten,
dan ekonomis.
 Terjemahan, terminology dan prosedur analisis kebijakan harus di terjemahkan ke
dalam bahasa pelaku kebijakan.
 Penyederhanaan, solusi-solusi masalah yang potensial kebanyakan luas ruang
lingkupnya , saling bergantung, dan kompleks.
 Penyajian visual, ketersediaan grafik computer yang canggih dan mudah di pakai
telah secara dramastis meningkatkan kapalitas untuk komunikasi visual yang efektif.
 Ringkasan, pengambilan kebijakan yang harus merangkum berbagai kebijakan.

F. Presentasi kebijakan
Presentasi kebijakan kadangkala di buat di bawah kondisi penerimaan yang kuat
terhadap metode analisis dan kesimpulan dan percaya pada otoritas analisis sebagai sumber
pengetahuan yang relevan dengan kebijakan. Tetapi sering kali analisisi kebijakan di sajikan
pada kelompok yang tidak mempunyai cukup tega ahli, kurang akrab dengan metode analisis
kebijakan, kurang yakin pada analisis dan kesimpulan-kesimpulannya.

G. Pengguna Pengetahuan yang Relevan dengan kebijakan

Tujuan analisis kebijakan adalah untuk memperbaiki kebijakan dengan cara


menciptakan, secara kritis menilai, dan mengkomunikasikan pengetahuan yang relevan
dengan kebijakan. Tetapi perbaikan kebijakan masyarakat digunakannya pengetahuan
tersebut oleh pengambil kebijakan, suatu proses rumit yang terbentuk melalui pertemuan
antar tiga dimensi untuk pemanfaatan pengetahuan:

 komposuisi pengguna, analisis kebijakan di gunakan oleh individu atau kesatuan


kolektif. Misalnya, badan biro dan lembaga
 efek pengguna, pengguna analisis kebijakan memiliki efek kognitif dan perilaku.
 lingkup pengetahuan yang di gunakan, lingkupan pengetahuan yang diguankan oleh
pengambil kebijakn bervariasi dari khusus umum.