Vous êtes sur la page 1sur 32

Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

BAB I
ANGGARAN SEBAGAI PERLATAN MANAJEMEN
ANGGARAN SEBAGAI SISTEM PERENCANAAN TERPADU

Semakin kompleknya masalah menyebabkan banyak kegiatan


harus dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang cermat. Anggaran
atau lengkapnya Business Baudget adalah salah satu bentuk dari
berbagai rencana yang mungkin disusun, meskipun tidak setiap rencana
disebut sebagai anggaran.
Business Budget orang sering menterjemahkan menjadi anggaran
perusahaan adalah rencana tentang kegiatan perusahaan rencana ini
mencakup berbagai kegiatan oprasional yang saling berkaitan dan saling
mempengaruhi satu sama lain.
Untuk mencapai suatu tingkat efisiensi tertentu dan seterusnya
menghasilkan keuntungan yang diharapkan, perusahaan melaksanakan
kegiatan – kegiatan fungsional di bidang pemasaran, produksi tertib
keuangan dan administrasi yang mana masing – masing kegiatan ini
menuntut adanya spesialisasi tersendiri dengan programnya masing –
masing. Bilamana masing – masing bidang membuat dan menentukan
programnya tersendiri terlepas dari bagian yang lain, maka besar sekali
kemungkinan program – program ini bukannya saling membantu dalam
mencapai sasaran bersama yaitu keuntungan malah melainkan dapat
saling bertentangan satu sama lain. Untuk mencegah hal tersebut
diperlukan suatu mekanisme sistem perencanaan dan pengendalian yang
terpadu yang kemudian kita kenal dengan istilah anggaran perusahaan
( business budget )

ANGGARAN SEBAGAI PENDEKATAN SISTEM


Anggaran dapat dianggap sebagai sistem yang memiliki
kekhususan sendiri atau sebagai suatu sub sistem yang memerlukan
hubungan dengan sub sistem yang lain yang ada dalam perusahaan.
Demikian juga halnya dengan anggaran, anggaran dapat dianggap
sebagai sistem dan dapat juga sebagai sub sistem yakni bagian dari
sistem lain yang lebih besar.
Perdefinisi yang yang dimaksud dengan sistem adalah kumpulan
komponen yang saling berintraksi atau saling bergantungan satu sama
lain yang dikoordinasikan sedemikian rupa sehingga membentuk suatu
kebulatan, dan diorganisasi sedemikian rupa sehingga membentuk suatu
kebulatan dan diorganisasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Adapun skema anggaran sebagai sistem adalah sebagai berikut :

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 1


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

1. INTI SITEM

Pemasaran Produksi Keuangan Administrasi

2. SUB SITEM PENUNJANG

Struktur Tertib Analisa data Data dan Angka


organisasi Adm statistik analisa standar
aknt

3. SUB SITEM LINGKUNGAN

Data dan Data dan Data dan Struktur harga


analisa eko. analisa ind. analisa produk persaingan

Inti Sistem : mencerminkan sasaran dalam hal ini adalah keuntungan


yang menjadi obyek penyusunan anggaran, maupun komponen –
komponennya dalam hal ini fungsi pemasaran, produksi keuangan,
administrasi yang mencerminkan pihak – pihak yang paling
berkepentingan di dalam upaya merealisasikan sasaran yan ditentukan.
Bagian pemasaran menentukan barang yang akan dijual, bagian produksi
menjabarkan rencana penjualan menjadi rencana produksi yang
menunjang rencana penjualan, bagian keuangan mengatur arus dana
yang diperlukan untuk menjalankan aktivitasnya. Tanda panah dalam hal
ini menggambarkan aliran atau urutan aktivitas

Subsistem Penunjang : mencerminkan berbagai hal subsistem yang


fungsinya diperlukan untuk membantu kelancaran bekerjanya inti sistem

Subsistem Lingkungan : kalau sistem penunjang merupakan variable


tentang perusahaan itu sendiri, sehingga sedikit banyak terkendali, maka
subsistem lingkungan merupakan variable yang terletak diluar
perusahaan, oleh karena tidak dapat dikendalikan, namun perusahaan
tidak mungkin menghindar darinya, oleh karenanya perusahaan perlu
membuat forecast tentang variable ini dan memerlukan penyusaian –
penyusaian yang diperlukan.

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 2


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

ANGGARAN DAN PENGANGGARAN


Salah satu definisi anggran yang banyak dipakai adalah sebagai
berikut :
Business Budget adalah suatu pendekatan yang formal dan
sistimatis daripada pelaksanaan tanggung jawab manajemen di dalam
perencanaan, koordinasi dan pengawasan.
Dari definisi diatas dapat diambil intinya yakni :
- Bisiness budget harus bersifat formal, bahwa business budget disusun
dengan sengaja dan sungguh – sungguh dalam bentuk tertulis
- Bahwa business budget harus bersifat sistimatis, artinya bahwa
business budget disusun dengan berurutan berdasarkan suatu logika
- Bahwa setiap saat manajer dihadapkan pada sutu tanggung jawab
untuk mengambil keputusan. Sehingga business budget merupakan
suatu hasil pengambilan keputusan yang berdasarkan asumsi tertentu.
- Bahwa keputusan yang diambil oleh manajer tersebut merupakan
pelaksanaan fungsi manajer dari segi perencanaan, koordinasi dan
pengawasan
Karena tujuan akhir dari perusahaan adalah keuntungan maka
anggaran perusahaan sering juga disebut sebagai :
- Business Budget
- Profit planning and Control
- Comprehensive Budgeting
- Managerial Budgeting
- Business Budgeting and Control
Anggaran merupakan kata benda yakni hasil yang diperoleh
setelah menyelesaikan tugas perencanaan. Sedangkan budgeting
menunjukkan suatu proses sejak dari tahap persiapan yang diperlukan
sebelum dimulainya penyusunan rencana, pengumpulan berbagai data
dan informasi yang diperlukan, pembagian tugas perencanaan,
penyusunan rencana sendiri, implementasi dari rencana tersebut, sampai
akhirnya tahap pengawasan dan evaluasi dari hasil melaksanaan rencana
tersebut.
Didalam menyusun suatu anggaran perusahaan maka perlu
diperhatikan berbagai syarat yakni bahwa anggaran tersebut harus
realitas, luwes dan kontinyu. Realitas artinya tidak terlalu optimis dan tidak
terlalu pesimis. Luwes artinya tidak terlalu kaku mempunyai peluang untuk
disesuaikan dengan kondisi yang selalu berubah. Kontinyu artinya
membutuhkan perhatian secara terus menerus dan tidak merupakan
suatu usaha yang insidentil.

ANGGARAN KOMPREHENSIF DAN ANGGARAN PARSIL


Didalam praktek seringkali perusahaan memilih antara dua
alternative, dipandang dari segi ruang lingkup ataupun intensitasnya
penyusunannya. Alternative pertama menyusun anggaran dengan ruang
lingkup yang menyeluruh, anggaran jenis ini disebut budget komprehensif
karena jenis kegiatan yang dicakupnya meliputi seluruh aktivitas
perusahaan bidang pemasaran, produksi, keuangan, personalia dan tertib
administrasi. Anggaran yang baik seharusnya mencakup semua aktivitas

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 3


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

ini, tetapi dalam kenyataannya perusahaan seringkali tidak memakai


anggaran jenis ini karena pertimbangan biaya tenaga dan waktu, oleh
karena itu seringkali perusahaan menyusun dalam ruang lingkup yang
terbatas. Penyusunan anggaran jenis ini disebut anggaran parsiil.

ANGGARAN DAN FUNGSI MANAJER


Fayol, seorang ahli bidang manajemen mengatakan bahwa
peranan business manajer pada dasarnya terdiri dari 6 bidang yakni :
teknis ( berproduksi ), komersial ( jual beli dan pertukaran), finansial
(mencari dan menggunakan modal), keamanan (perlindungan terhadap
orang dan barang), accounting (catatan administrasi dan keuangan), dan
managerial (planning. organization, coordination dan control)

ANGGARAN FIXED DAN ANGGARAN KONTINOUS


Berasarkan fleksibilitasnya, anggaran dapat dikelompokkan
menjadi dua bagian :

1. Anggaran Fixed ( Fixed Budget )


Adalah anggaran yang disusun untuk periode waktu tertentu
dimana volumenya sudah tertentu dan berdasarkan volume tersebut
direncanakan revenue, cost dan expanses. Dalam anggaran fixed tidak
diadakan revisi secara periodik
Penyusunan anggaran dengan cara ini sangat jarang dilaksanakan
oleh perusahaan – perusahaan. Cara ini baru mungkin dipakai apabila
asumsi dasar yang tidak dipakai tidak berubah, padahal dalam
kenyataannya asumsi dasar perlu diubah karena harus disesuaikan
dengan kenyataan – kenyataan yang terjadi.

2. Anggaran Kontinyu ( Continuous Budget )


Penyusunan anggaran dengan cara ini mempunyai karakteristik –
karateristik sebagai berikut :
a. Disusun untuk periode tertentu, volume tertentu dan berdasarkan
volume tersebut diperkirakan besarnya revenue, cost dan expanses
b. Untuk mengetahui apakah asumsi – asumsi masih dipakai atau
tidak, maka secara periodik akan dilakukan penilaian kembali.
Tentu saja apabila sudah tidak cocok , maka asumsi – asumsi
dasar harus diubah.

ANGGARAN DALAM DIMENSI WAKTU


Pada dasarnya dimensi waktu dalam anggaran dapat dibagi
menjadi tiga, yaitu :
a. Yang menyangkut masa lalu
b. Yang menyangkut masa sekarang
c. Yang menyangkut masa akan datang
Ketiga dimensi waktu ini saling berhubungan dan saling mempengaruhi
satu sama lain

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 4


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIJAKSANAAN


MANAJER DALAM PERENCANAAN

1. Produk
Kebijaksanaan manajemen dalam perencanaan harus memperhatikan
hal – hal yang berhubungan dengan barang dan jasa yang yang
dihasilkan seperti :
a. Trend penjualan
b. Harga Produk
c. Diversifikasi Produk
d. Kualitas produk
e. Desain produk
f. Style produk
g. Identitas produk seperti : brand name, trade mark, bungkus dan lain
– lain

2. Pasar
Faktor kedua yang harus diperhatikan oleh seorang business manajer
adalah pasar, dimana produk akan dijual. Berhasilnya suatu produk
dipasarkan tergantung pada sifat produk itu sendiri, harga produk dan
kebijaksanaan dalam pemilihan metode penjualan dan distribusi.
Hal – hal yang perlu diperhatikan antara lain :
a. Data tentang konsumen
b. Potensi pasar
c. Kebiasaan membeli dari konsumen
d. Sifat persaingan yang dihadapi

3. Program Distribusi
Setelah memperhatikan faktor produk dan pasar, business manajer
perlu memperhatikan cara mecapai pasar tersebut seperti :
a. memilih dan melatih para salesman
b. Memilih saluran distribusi yang paling tepat dan metode penjualan
c. Memilih media promosi dan advertensi
d. Menentukan kebijaksanaan harga dan lain – lain

4. Program Produksi
Faktor – faktor yang berhubungan dengan produksi seperti :
a. Bahan mentah dan bahan pembantu
b. Buruh
c. Lokasi Pabrik
d. Layout pabrik
e. Kapasitas pabrik
f. Proses produksi dan lain – lain

5. Program Penelitian dan Pengembangan


Program penelitian dan pengembangan suatu perusahaan ikut
mempengaruhi rencana yang disusun oleh business manajer seprti :

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 5


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

a. Besarnya biaya yang diperlukan untuk program penelitian dan


pengembangan
b. Ada tidaknya korelasi antara kegiatan penelitian dan
pengembangan
c. Manfaat yang akan dipengaruhi dari program tersebut dan
sebagainya

6. Organisasi
Organisasi perusahaan juga mempunyai pengaruh terhadap
perencanaan yang disusun oleh business manajer. Organisasi dapat
didefinisikan sebagai suatu kelompok individu yang bekerjasama untuk
mencapai suatu tujuan. Karena itu suatu rencana kadang – kadang
tidak dapat dijalankan karena kesalahan struktur organisasi
perusahaan. Hal – hal yang berhubungan dengan organisasi yang
perlu diperhatikan antara lain :
a. Organisasi chart ( struktur organisasi )
b. Penempatan individu yang tepat pada masing – masing jabatan
c. Koordinasi anatara masing – masing fungsi dalam organisasi

7. Finansial
Faktor ini dikatakan sebagai faktor yang paling dominan pengaruhnya
tehadap perencanaan yang disusun oleh business manajer, seperti :
a. Sumber modal kerja
b. Return yang dihendaki dari investasi
c. Tingkat perputaran yang dikehendaki

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 6


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

BAB II
MANFAAT ANGGARAN SEBAGAI ALAT
PERENCANAAN DAN PENGAWASAN

Anggaran sebagai alat manajemen untuk keperluan perencanaan


dan pengawasan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.
Perkembangan ini diukur dari mamfaat yang diperoleh dari penggunaan
sistem itu di dalam pelaksanaannya. Semakin banyak dan rumit manfaat
yang dituju, semakin banyak persyaratan yang dianut di dalam persiapan
dan penyusunannya demikian juga sebaliknya.
Persyaratan yang dimaksud meliputi :
1. jenis dan mutu yang dapat disediakan
2. sistem akuntansi keuangan dan akuntansi biaya yang digunakan
3. sikap manajemen di dalam menanggapi adanya pengubahan biaya
dan harga
4. tingkat kewenagan yang diberikan pada bawahannya.

Tahap – Tahap Perkembangan Anggaran


Perkembangan anggaran dipandang dari segi manfaat yang
diperoleh pada dasarnya dapat dibagi dalam tiga tahapan, adapun
tahapan – tahapan tersebut sebagai berikut :

1. Anggaran sebagai alat penaksir


Dari segi manfaat yang diperoleh ini merupakan perkembangan
yang paling awal dari anggaran sebagai alat perencanaan. Aspek
anggaran sebagai alat pengendali sedikit sekali dapat diperoleh dari
tahap ini. Sekali anggaran disusun dan disyahkan pada awal tahun
umumnya tidak lagi dilakukan pengubahan – pengubahan, bilamana
terjadi pengubahan – pengubahan dalam kondisi, relisasi seakan
berjalan terpisah dari anggrannya, dengan demikian anggaran disusun
hanya sebagai formalitas.

2. Anggaran Sebagai Plafon Sekaligus sebagai pengatur otorisasi


Tahapan ini sudah setingkat lebih maju, bilamana sistem akuntansu
biaya yang dipakai bersifat ekstra komtabel, maka anggaran bersifat
statis. Anggaran sebagai alat flafon biaya lebih dikaitkan dengan
jumlah biaya keseluruhannya dan bukan pada masing – masing jenis
biaya, oleh karena itu dimungkinkan adanya pengalihan pos – pos
biaya selama plafon biaya keseluruhannya belum terlampaui.

3. Anggaran sebagai alat penilai efisiensi


Tahapan ini merupakan tingkat perkembangan yang paling akhir
baik fungsi perencanaan maupun fungsi pengendaliannya keduanya
sam3a menonjolnya, dari segi perencanaan angka standar berfungsi
sebagai multiplier yang akurat. Karena itu anggaran dengan mudah
dapat disesuaikan dengan tingkat kegiatan yang sebenarnya tanpa
perlu khawatir bahwa pengubahannya akan bersifat berlebihan

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 7


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

ataupun terlalu minim. Dari segi pengendalian jumlah anggaran yang


diadasarkan atas angka standar yang benar juga berfungsi sebagai
penilai efisiensi.

MEKANISME PENYUSUANAN DAN RELEVANSI ANGGARAN


Salah satu sasaran dilaksanakannya fungsi perencanaan adalah
untuk menjamin tujuan yang telah ditetapkan . tujuan atau sasaran yang
ingin dicapai perusahaan dapat digolongkan kedalam tujuan umum dan
tujuan khusus.
1. Tujuan Umum menyangkut hal – hal seperti :
a. Ekonomi Finasial
Ekonomi, berupa peranan yang diinginkan oleh perusahaan
sebagai lembaga yang bergerak dibidang ekonomi, finansial berupa
mencari keuntungan sebagai persyaratan agar perusahaan dapat
mempertahankan kelangsungan hidupnya.

b. Konsumen
Bahwa produk yang dihasilkan harus mememberikan kepuasan
kepada konsumen, memelihara hubungan baik dengan konsumen.

c. Pemilik Modal
Memelihara hubungan yang sebaik mungkin dengan pemilik modal
agar mereka tetap bersedia memberikan modalnya

2. Tujuan – tujuan khusus menyangkut hal – hal seperti :


a. Produk, misalnya perusahaan ingin dikenal sebagai produsen
produk bermutu
b. Luas daerah pemasaran yang ingin dicapai, nasional atau regional
c. Market share yang ingin dikehendaki
d. Return on Invesment tertentu

Mekanisme Penyusunan Anggaran


Untuk mencapai tujuan – tujuan diatas seharusnya perusahaan
menyusun anggaran dimana penyusunan anggaran ini merupakan
penjabaran secara lebih terperinci dari masing – masing tujuan menjadi
program – program kerja yang akan dilaksanakan, karena luasnya
aktivitas mustahil bisa dikerjakan atau disusun opleh seorang saja,
demikian juga karena pelaksanaannnya nanti akan melibatkan seluruh
bagian dalam perusahaan.
Di dalam garis besarnya mekanisme penyusuanan anggaran
berjalan paralel dengan pembagian wewenang dan tanggung jawab
oprasional yang tercermin dalam bagan organisasi perusahaan yang
skemanya ditujukan dibawah ini :

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 8


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

BAGAN ORGANISASI PERUSAHAAN

Direksi

Komisi Staf
Anggaran

Manajer Manajer Manajer Manajer Umum,


Pemasaran Produksi Keuangan Adm. & Personalia

Bagian Bagian
Bagian Adminstrasi/
Bendahara
Penjualan Produksi
Produksi Tata usaha

Bagian Advertensi
Promosi Bagian Servis Akuntansi Personalia

Bagian Penelitian
Anggaran
Pasar

Komisi anggaran pada umumnya langsung dibawah direksi karena


baik dalam penyusunan maupun pelaksanaannya anggaran perlu
melibatkan personalia dari berbagai bagian. Dengan menempatkan komisi
anggaran secara langsung dibawahnya , maka diharapkan anggaran yang
tersusun nantinya akan memperoleh dukungan secara penuh dari semua
bagian yang ada dalam perusahaan, sehingga anggaran benar – benar
akan merupakan alat bagi manajemen untuk menggerakkan serta
mengarahkan kegiatan – kegiatan seluruh bagian.
Keanggotaan dari komisi anggaran ini meliputi :

1. Salah seorang anggota direksi, yang bertugas memberikan


pedoman umum yang akan dipakai dalam penyusunan anggaran, baik
anggaran jangka panjang maupun anggaran jangka pendek, termasuk
juga menentukan tujuan yang ingin dicapai perusahaan baik tujuan
umum maupun tujuan khusus dan strategi yang digunakan untuk
mencapai tujuan tersebut.

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 9


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

2. Manajer Pemasaran, yang bertugas menyusun anggaran penjualan


dan anggran biaya distribusi, termasuk biaya iklan dan biaya promosi.
3. Manajer Produksi, yang bertugas menyusun anggaran – anggaran
yang berhubungan dengan seluruh kegiatan produksi, seperti : jumlah
produk yang dihasilkan, tenaga kerja, bahan mentah, pembelian dsb.
4. Manajer Keuangan, yang bertugas menyusun anggaran – anggaran
yang berhubungan dengan posisi keuangan perusahaan seperti,
anggaran kas, anggaran rugi laba dan neraca.
5. Bagian Umum, administrasi dan Personalia, yang bertugas
penyususn anggaran – anggaran yang berhbungan dengan biaya
umum, administrasi dan personalia.

FUNGSI ANGGARAN BAGI PERUSAHAAN


Anggaran mempunyai fungsi yang pada dasarnya sama yakni :
Perencanaan, Koordinasi dan Pengawasan, adapun fugsi anggaran untuk
masing – masing bidang adalah sebagai berikut :

a. Bidang Perencanaan
1. Mengadakan kegiatan – kegiatan penyelidikan dan penelitian –
penelitian yang berguna untuk membantu manajemen meneliti,
mempelajari masalah – masalah yang berhubungan dengan
kegiatan – kegiatan yang akan dilakukan.
2. Mengerahkan seluruh tenaga dalam perusahaan dalam
menentukan arah kegiatan yang paling menguntungkan
3. Untuk membantu dan menunjang kebijksanaan – kebijaksanaan
perusahaan
4. Menentukan tujuan – tujuan perusahaan
5. Membantu menstabilkan kesempatan kerja yang tersedia
6. Mengakibatkan pemakaian alat – alat fisik secara lebih efektif

b. Dalam Bidang koordinasi


1. Membantu mengkoordinasikan faktor manusia dengan perusahaan
2. Menghubungkan aktivitas perusahaan dengan trend dalam dunia
usaha
3. menempatkan penggunaan modal pada saluran – saluran yang
menguntungkan dalam arti seimbang dengan program – program
perusahaan
4. Untuk mengetahui kelemahan – kelemahan dalam organisasi

c. Dalam Bidang Pengawasan


1. Untuk mengawasi kegiatan – kegiatan dan pengeluaran –
pengeluaran
2. Untuk mencegah pemborosan – pemborosan

KELEMAHAN – KELEMAHAN ANGGARAN


Meskipun begitu banyak manfaat yang dperoleh dengan meyusun
anggaran, tetapi masih terdapat beberapa kelemahan yang membatasi
anggaran, kelemahan – kelemahan tersebut antara lain :

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 10


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

a. Karena anggaran disusun berdasarkan estimasi, maka terlaksananya


dengan baik kegiatan – kegiatan tergantung pada ketepatan estimasi
tersebut
b. Anggaran hanya merupakan rencana, dan rencana tersebut baru
berhasil apabila dilaksanakan secara sungguh – sungguh
c. Anggaran hanya merupakan suatu alat yang digunakan untuk
membantu manajer dalam melaksanakan tugasnya, bukan
mengantikannya
d. Kondisi yang terjadi tidak seratus persen sama dengan yang
diramalkan sebelumnya, karena itu anggaran perlu memiliki sifat yang
lues.

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 11


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

BAB III
ANGGARAN KOMPREHENSIF

Komprehensif artinya menyeluruh atau keseluruhan. Dalam


menyusun anggaran perusahaan dapat dilakukan dengan dua cara :
secara sebagian (partial) dan secara keseluruhan (comprehensive).
Anggaran komprehensif adalah penyusuanan rencana perusahaan secara
keseluruhan. Ada bebera alasan yang menyebabkan perusahaan
menyusunan anggaran secara partial :
1. Perusahaan tidak mempunyai kemampuan untuk membuat anggaran
secara keseluruhan karena tidak ada skil, anggaran.
2. Tidak tersedianya data yang lengkap tntang keseluruhan bagian dalam
perusahaan
3. Kekuarangan biaya untuk mebuat anggaran yang lengkap sehingga
disusun anggaran yang perlu saja.
Penyusuanan anggaran komprehensif akan mendatangkan
manfaat berupa adanya pendekatan secara sistematis terhadap
kebijaksanaan manajemen, serta mempermudah diadakannya evaluasi
tujuan akhir perusahaan secara kuantitatif. Dengan menyusun anggaran
komprehensif juga membantu fungsi pengawasan yang lebih dinamis
terhadap pelaksanaan kebijaksanaan – kebiajaksanaan manajemen.
Secara lebih tegas istilah “Comprehensive” dalam penganggaran
dapat diartika sebagai :
1. Pemakaian secara lebih luas konsep – konsep penganggaran dalam
setiap kegaiatan perusahaan
2. Pemakaian total sistem approach dalam pelaksanaan kegaiatan sehari
– hatri
Ada beberapa hal umum yang perlu diperhatikan dalam menyusun
anggaran komprehensif, yaitu :
1. Mengadakan spesifikasi terhadap tujuan yang luas terhadap
perusahaan
2. Mempersiapkan rencana – rencana pendahuluan secara keseluruhan
3. Menyusun rencana jangka panjang dan rencana jangka pendek.

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 12


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

BAB IV
ANGGARAN PENJUALAN

Anggaran Penjualan merupakan dasar dilakukan aktivitas


perusahaan sehingga anggaran penjualan disusun paling dahulu dari
anggaran lainnya.
Tujuan utama perusahaan adalah memperoleh keuntungan , keuntungan
akan diperoleh apabila perusahaan menjual barang dan jasa dengan
harga yang lebih tinggi dari harga pokoknya.
Masalah – masalah yang yang dihadapi pada saaat akan menjual
suatu barang dan jasa pada umumnya adalah :
1. Barang/jasa yang akan dijual
2. Biaya – biaya yang perlu dikeluarkan agar barang/jasa tersebut dapat
terjual
3. Berapa harga barang./jasa agar dapat mendatangngkan keuntungan
bagi perusahaan terjangkau oleh pembeli

KONSEP ANGGARAN PENJUALAN


Penyusuanan konsep anggaran penjualan dapat dikatakan
mencakup segala kegiatan dibidang penjualan. Komponen – komponen
pokok konsep anggaran penjualan sebagai berikut :
1. Dasar penyusunan anggaran
a. Menyusun tujuan perusahaan
b. Menyusun strategi perusahaan
c. Menyusun forecast penjualan

2. Menyusun Anggaran Penjualan


a. Anggaran promosi dan advertensi
b. Anggaran – anggaran biaya penjualan
c. Rencana pemasaran
Anggaran penjualan disusun dengan menggunakan berbagai
pendekatan, masing – masing pendekatan mempunyai konsekwensi
yang berbeda – beda sehingga perlu dipertimbangkan pendekatan
mana yang paling menguntungkan.
Dalam melakukannya perlu dipertimbangjkan beberapa faktor,
seperti :
1. Karakteristik pasar yang dihadapi perusahaan seperti :
a. Luas Pasar :
- Bersifat local
- Bersifat regional
- Bersifat nasional

b. Keadaan Persaingan
- Bersifat monopoli
- Bersifat persaingan bebas
- Bersifat persaingan monopolitis

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 13


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

c. Kemampuan pasar untuk menyerap barang


d. Keadaan/sifat konsumen, apakah konsumen merupakan :
- Konsumen akhir
- Konsumen industri

2. Kemampuan finasial
- Kemampuan membiayai penelitian pasar yang dilakukan
- Kemampuan untuk membiayai usaha – usaha untuk mencapai
target – taget penjualan (modal kerja)
- Kemampuan untuk membeli bahan mentah untuk memenuhi
target penjualan

3. Keadaan Personalia
- Apakah jumlah tenaga kerja yang tersedia cukup, kurang atau
berlebihan
- Apakah tenaga yang tersedia mampu untuk melakukan tugas –
tugasnya agar target yang ditemukan tercapai

4. Dimensi waktu
Hal ini perlu diperhatikan sebab apabila membuat rencana terlalu
awal, kemungkinan akan terjadi perubahan keadaan, juga perlu
dipertimbangkan sampai seberapa lama rencana yang disusun
tersebut masih reliable

POLITIK HARGA DALAM ANGGARAN PENJUALAN


Masalah penentapan harga jual unit produk adalah masalah yang
utama dalam menyusun anggaran penjualan. Terdapat saling
ketergantungan antara volume penjualan yang diharapkan dengan tingkat
harga yang direncanakan. Karena itu manajemen harus memperhatikan
masalah kebijakan penetapan harga.
Ada 2 (dua) dasar yang berhubungan dengan masalah penentuan
harga ini, dalam hubungannya dengan volume penjualan yakni :
1. Estimasi terhadap kurva permintaan, yakni bahwa perubahan tingkat
harga akan mengakibatkan perubahan tingkat permintaan
2. Kurva biaya perunit, yakni makin tinggi volume produksi maka makin
besar biaya yang ditanggung
Kadang – kadang kesulitan bagi manajer untuk mengambil keputusan
seandainya ia diharuskan untuki memilih salah satu dari dua
kebiajaksanaan :
- Apakah menaikkan tingkat harga per unit produk tetapi volume
penjualan dalam unit menurun
- Atau apakah menurunkan tingkat harga per unit produk tetapi volume
penjualan akan meningkat

Agar lebih jelas dapat diambil contoh sebagai berikut :


sebuah perusahaan semula mengharapkan dapat menjual 5.000
unit produknya dengan harga Rp. 2,00 per unit. Biaya – biaya yang
ditanggung adalah Rp. 3.000 yang bersifat biaya tetap dan Rp. 4.000 yang

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 14


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

bersifat biaya variable. Tetapi akhir – akhir ini diperkirakan bahwa target
tersebut tidak dapat tercapai lagi.
Manajemen dihadapkan pada 3 alternatif kebijakan yang harus dipilihnya
yakni :
1. Mempertahankan seperti apa yang direncanakan
2. Menaikkan harga 10 %, tetapi resikonya turunnya volume dengan
10 %
3. Menaikkan volume 10 % dengan resiko menurunkan harga 10 %

Secara jelas dapat digambarkan sebagai berikut :

Mempertahankan Kenaikkan Kenaikan


rencana harga 10% volume 10 %
Unit
Hrga
Penjualan
Biaya :
- Biaya tetap
- Biaya
variabel
Total Biaya
Laba

LANGKAH DALAM MENYUSUN RENCANA PENJUALAN


Dalam menyusun anggaran penjualan langkah yang perlu dilakukan
meliputi :
1. Penentuan Dasar - dasar Anggaran
a. Penentuan relevant variable yang mempengaruhi penjualan
b. Penentuan tujuan umum dan khusus yang diinginkan
c. Penentuan strategi pemasaran yang dicapai

2. Penyusunan Rencana Penjualan


a. Analisa ekonomi, dengan mengadakan proyeksi terhadap aspek –
aspek makro seperti : moneter, kependudukan, kebijaksanaan –
kebijksanaan pemerintah di bidang ekonomi, teknologi dan
sebagainya
b. Melakukan Analisis Industri
Analisa ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan masyarakat
menyerap produk sejenis yang dihasilkan oleh industri
c. Melalukan Analisis Prestasi Penjualan yang lalu
Analisis ini dilakukan untuk mengetahui posisi perusahaan pada
masa yang lalu. Dengan kata lain untuk mengetahui market share
yang dimiliki perusahaan di masa lampau
d. Analisis Penentuan Prestasi Penjualan pada masa yang akan
datang

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 15


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

Analisis ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan untuk


mencapai target penjualan di masa yang akan datang, dengan
memperhatikan faktor – faktor seperti : bahan mentah, tenaga
kerja, kapasitas produksi, keadaan permodalan dan lain
sebagainya.
e. Menyusun Forecast Penjualan, yaitu meramalkan jumlah penjualan
yang diharapkan dengan anggapan segala sesuatu berjalan seperti
masa lalu
f. Menentukan jumlah penjualan yang dianggarkan
g. Menghitung rugi/laba yang mungkin diperoleh
h. Mengkomonikasikan rencana penjualan yang telah disetujui pada
pihak lain yang berkepentingan

Contoh kasus penyusunan anggaran penjualan

 Data Penjualan :

Tahun TP (Unit) Harga (Rp.)


2012 59.000 100
2013 60.000 110
2014 68.500 135
2015 72.000 135
2016 63.000 140
2017 72.500 154

 Barang X = 0 dijual di dua daerah penjualan yakni Lombok Timur


dan Lombok Barat dengan perbandingan 2 : 3
 Tahun depan (2017) harga akan dinaikkan 10 % dari rata – rata
harga 3 tahun sebelumnya
 Dengan data diatas saudara diminta untuk emnyusun Rencana
penjualan untuk tahun 2017 (Membuat anggaran penjualan untuk
tahun 2017
Pemecahan :
TREND : Y  a  bx dimana :
a  Y b  XY  X
n 2

TAHUN X Y XY X2
2012
2013
2014
2015
2016
2017

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 16


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

BAB V
FORECAST PENJUALAN

Forecast penjualan adalah proyek teknis daripada permintaan


langganan potensial untuk sewaktu – waktu tertentu dengan berbagai
asumsi .
Pemilihan cara yang dipakai untuk pembuatan forecast penjualan
dipengaruhi oleh beberapa paktor seperti
- Sifat produk yang kita jual
- Metode distribusi yang dipakai
- Besarnya perusahaan disbanding pesaing kita
- Tingkat persaingan yang dihadapi
- Data histories yang tersedia
Tidak ada suatu perusahaan yang tidak ingin sukses dan
berkembang suatu perusahaan perlu adanya suatu cara yang tepat,
sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam dunia usaha sangat
penting diperkirakan hal – hal yang terjadi dimasa depan sebagai dasar
untuk pengambilan keputusan.
Dalam menjalankan usahanya perusahaan dapat menganut salah
satu dari dua pendekatan, yakni :
1. Pendekatan Speculative, dimana perusahaan tidak memperhitungkan
resiko yang diakibatkan ketidakpastian faktor – fsktor ekstern dan
intern
2. Pendekatan Calculated risk, di mana perusahaan secara aktif
melakukan estimasi terhadap resiko yang diakibatkan oleh
ketidakpastian faktor – faktor ekstern dan intern

Faktor – faktor yang mempengaruhi kegiatan perusahan dikelompokkkan


menjadi :

1. Faktor – faktor Internal, seperti :


a. Kualitas dan kegunaan produk perusahaan terdiri dari :
- Bagaimana produk itu dipakai
- Mengapa orang membeli produk tersebut
- Penggunaan potensial produk
- Perubahan – perubahan yang dapat menaikkan kegunaan produk
b. Ongkos produksi dan distribusi produk perusahaan, yang
menyangkut hal – hal :
- Proses pembuatan produk
- Teknologi yang dipakai
- Bahan mentah yang dipakai
- Kapasitas produksi
- Biaya memasarkan produk
c. Kecakapan manajemen perusahaan sendiri terdiri atas :
- penghayatan persoalan yang dihadapi

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 17


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

- Kemampuan melakukan forecast


- kemampuan melihat reaksi persaing
2. Faktor – faktor eksternal berupa :
a. Kecakapan manajemen pesaing
b. Volume kegiatan perekonomian
c. Barang subsitusi serta kemungkinan penemuan barang baru yang
lebih baik
d. Selera masyarakat

TEKNIK – TEKNIK DALAM FORECAST PENJUALAN

Forecasting adalah suatu cara untuk mengukur atau menaksir kondisi


bisnis di masa yang akan datan. Pengukuran tersebut dapat dilakukan
secara kuantitatif dan kualitatif, pengukuran secara kuantitatif biasanya
menggunakan metode statistic dan matematik, sedangkan pengukuran
secara kualitatif biasanya menggunakan judgment/pendapat.
Penggunaaan metode statistic saja secara keseluruhan masi kurang
dapat dipercaya hasilnya, sebab masih banyak hal yang tidak dapat diukur
secara kuantitatif seperti :
- Perkembangan politik dan kebijaksanaan pemerintah
- Struktur masyarakat
- Perubahan selera konsumen
Sebaliknya penggunaan pendapat saja juga dianggap kurang dan
justru banyak kelemahannya, hal ini terutama disebabkan karena
penggunaan pendapat kadang – kadang bersifat pribadi dan sukar
dimengerti oleh orang lain. Sehingga dapat dikatakan bahwa forecasting
menghendaki perpaduan antara analisa yang ilmiah dan pendapat pribadi
perencana. Teknik statistic dipakai sebagai alat primer penyusunan
forecast, sesdangkan interprestasi dan judgment dipakai sebagai
pelengkap.

Secara sistimatis teknik – teknik atau metode forecast


dikelompokkan menjadi :

1. Forecast Berdasarkan Pendapat (judgment method)


Biasanya digunakan untuk menyusun forecast penjualan maupun
forecast kondisi bisnis pada umumnya
Sumber pendapat – pendapat yang dipakai sebagai dasar melakukan
forecast adalah :
a. Pendapat Salesman
Para salesman diminta untuk mengukur apakah ada kemajuan atau
kemunduran segala hal yang berhubungan dengan tingkat
penjualan pada daerah mereka masing – masing, kemudian
mereka diminta pula untuk mengistimasi tentang tingkat penjualan
di daerah masing – masing di waktu mendatang. Perkiraan para
salesman itu perlu diawasi karena mungkin ada unsur kesengajaan
pada saat membuat perkiraan.

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 18


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

b. Pendapat Sales Manajer


Perkiraan yang dikemukakan oleh para salesman perlu
diperbandingkan dengan perkiraan yang dibuat oleh kepala bagian
penjualan. Seorang kepala bagian penjualan tentu mempunyai
pertimbangan dan pandangan yang lebih luas meliputi seluruh
daerah penjualan. Pada umumnya perkiraan kepala bagian
penjualan dapat lebih obyektif karena mempertimbangkan banyak
faktor. Hali ini juga disebabkan pendidikan yang relative lebih tinggi,
pengalaman yang lebih luas di bidang penjualan.

c. Pendapat Para ahli


Kadang – kadang perkiraan yang dibuat oleh salesaman dan
kepala bagian penjualan sangat bertentangan satu sama lain,
sehingga perusahaan menganggap perlu meminta pertimbangan
kepada orang yang dianggap ahli, mereka inilah disebut konsultan.

d. Survey Konsumen
Apabila ketiga pendapat diatas masih dirasa kurang dapat
dipertanggungjawabkan, maka biasanya diadakan
penelitianlangsung terhadap konsumen

2. Forecast Berdasarkan Perhitungan – Perhitungan Statistik


Pada methode judgment mungkin masih terdapat unsure – unsure
subyektivitas, sebaliknya pada methode statistic ini unsure
subyektivitas ditekan sedikit mungkin, perhitungan lebih didasarkan
kepada data obyektif baik yang bersifat mikro maupun makro.

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 19


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

BAB VI
ANGGARAN PRODUKSI

Setelah anggaran penjualan selesai disusun, maka langkah


selanjutnya adalah menyusun anggaran produksi.
Anggaran produksi dalam arti luas merupakan penjabaran dari
rencana penjualan menjadi rencana produksi. Dengan demikian kegiatan
produksi bukan merupakan aktivitas yang berdiri semdiri melainkan
aktivitas penunjang dari penjualan.
Anggran produksi dalam arti sempit juga disebut anggaran
jumlah yang harus diproduksi adalah suatu perencanaan tingkat atau
volume barang yang harus diproduksi oleh perusahaan agar sesuai
dengan volume atau tingkat penjualan yang telah direncanakan.
Perencanaan produksi mencakup masalah – masalah yang bersangkutan
dengan penentuan :
- Tingkat produksi
- Kebutuhan fasilitas – fasilitas produksi
- Tingkat persediaan barang jadi
Jumlah barang yang direncanakan untuk dijual dihubungkan dengan
kebijaksanaan tingkat produksi dan tingkat persediaan, akan
menghasilkan jumlah barang yang harus diproduksi oleh [perusahan
menurut waktu dan jenis barangnya. Dalam pelaksanaannya pada
kehidupan perusahaan sehari – hari terdapat kebijaksanaan tertentu
tentang tingkat produksi dan tingkat persediaan barang.
Masing – masing kebijaksanaan tersebut mengakibatkan adanya
pendekatan yang berbeda dalam penyusunan anggaran produksi :
a. Kebijaksanan yang mengutamakan stabilitas tingkat produksi, dengan
tingkat persediaan barang dibiarkan mengambang.
b. Kebijaksanaan yang mengutamakan pengendalian tingkat persediaan
barang, dengan tingkat produksi dibiarkan mengambang
c. Kebijaksanaan yang merupakan kombinasi dari kedua kebijaksanaan
disebut terdahulu, dimana tingkat produksi maupun tingkat persediaan
sama – sama berubah dalam batas tertentu.

TUJUAN PENYUSUNAN ANGGARAN PRODUKSI


1. menunjang kegiatan penjualan, sehingga barang dapat disediakan
sesuai dengan yang telah direncanakan
2. Menjaga tingkat persediaan yang memadai, artinya persediaan yang
tidak teralu besar dan tidak terlalu kecil
3. mengatur produksi sedemikian rupa sehingga biaya – biaya produksi
barang yang dihasilkan akan seminimal mungkin

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 20


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

MENYUSUN ANGGARAN PRODUKSI


Secara garis besar anggaran produksi disusun dengan
menggunakan rumus umum sebagai berikut :
Tingkat penjualan (dari anggaran penjualan)………………………..XX
Tingkat persedian akhir ………………………………………………..XX
---------------------------------------------------------------------------------------------- +
Jumlah…………………………………………………….……….……..XX
Tingkat persediaan awal…………………………………………..……XX
----------------------------------------------------------------------------------------------- -
Tingkat Produksi…………………………………………………….……XX

Misalnya :
Diharapkan bahwa 60 unit barang A akan berada ditangan
perusahaan pada awal periode nanti. Penjualan selama 1 periode
direncanakan 100 unit, sedangkan persediaan akhir diperkirakan 40 unit,
sehingga perusahaan harus memproduksi barang A sebanyak 80 unit.
Anggaran produksi merupakan dasar (basis) untuk menyusun
anggaran – anggaran lain seperti anggaran bahan mentah, anggaran
tenaga kerja langsung dan anggaran biaya overhead pabrik. Sehingga
hubungan antara tingkat penjualan, tingkat produksi dan tingkat
persediaan dapat digambarkan sebagai berikut :
Disamping itu dapat pula disusun langkah – langkah utama yang
dilakukan dalam rangka menyusun anggaran produksi dan dalam
pelaksanannya :

a. Tahap Perencanaan
1. Menentukan periode waktu yang akan dipakai sebagai dasar dalam
menyusun bagian produksi
2. Menentukan jumlah satuan fisik dari barang yang harus dihasilkan

b. Tahap Pelaksanaan
1. Menentukan kapan barang diproduksi
2. Menentukan dimana barang akan diproduksi
3. Menentukan urutan – urutan proses produksi
4. Menentukan standar penggunaan faslitas – fasilitas produksi untuk
mencapai efisiensi
5. menyusun program tentang penggunaan bahan mentah, buruh,
service dan peralatan
6. menyusun biaya produksi
7. Membuat perbaikan – perbaikan bilaman diperlukan
Dalam menentukan dan memperkirakan jangka waktu produksi dan
jumlah barang yang akan dihasilkan, beberapa faktor harus
dipertimbangkan, faktor – faktor tersebut berupa :
a. Fasilitas Pabrik

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 21


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

Program – program produksi harus selalu dikaitkan dengan fasilitas


yang tersedia dalam pabrik, serta selalu mempertimbangkan efisiensi
penggunaan pasilitas tersebut

b. Fasilitas Pergudangan
Beberapa jenis barang membutuhkan sisitem penyimpanan secara
khusus karena sifat – sifat yang khusus pula. Produksi yang teralalu
jauh melebihi kemampuan gudang untuk penyimpanannya akan
mengakibatkan resiko – resiko yang tentu saja menimbulkan biaya
bagi perusahaan.

c. Stabilitas Tenaga Kerja


Untuk mencaai stabilitas tenaga kerja maka diupayakan dalam
membuat perencanaan produksi harus dilakukan secara hati – hati dan
membuat kebijaksanaan dalam hal persediaan dengan lebih teratur
d. Stabilitas Bahan Mentah
Apabila bahan mentah yang dipakai tidak terlalu tersedia di pasar hal
itu dapat membahayakan kelancaran proses produksi. Karena itu
kebijaksanaan dalam pembelian bahan mentah sangat perlu dilakukan

e. Modal yang digunakan


Besar kecilnya modal kerja yang tersedia akan mempunyai pengaruh
terhadap besar kecilnya volume produksi dan kebijaksanaan
persediaan. Dengan kata lain kebijaksanaan produksi harus
diseimbangkan dengan kemampuan finasial

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 22


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

BAB VII
ANGGARAN BAHAN MENTAH

Bahan mentah yang digunakan dalam proses produksi


dikelompokkan menjadi bahan mentah langsung ( direct material )dan
bahan mentah tidak langsung ( indirect material )
Bahan mentah langsung adalah semua bahan mentah yang
merupakan bagian barang jadi yang dihasilkan. Biaya yang dikeluarkan
untuk membeli bahan mentah langsung ini mempunyai hubungan yang
erat dan sebanding dengan jumlah barang yang dihasilkan, sehingga
bahan mentah langsung merupakan biaya variable bagi perusahaan.
Bahan mentah tidak langsung adalah bahan mentah yang ikut
berperan dalam proses produksi, tetapi tidak secara langsung tampak
pada barang jadi yang dihasilkan. Seandainya barang jadi yang dihasilkan
adalah meja maka kayu merupakan bahan mentah langsung sedangkan
paku dan cat merupakan bahan mentah tidak langsung.
Secara ringkas tujuan penyusunan anggaran bahan mentah adalah
sebagai berikut :
a. Memperkirakan jumlah kenbutuhan bahan mentah
b. Memperkirakan jumlah pembelian bahan mentah yang diperlukan
c. Sebagai dasar memperkirakan kebutuhan dana yang diperlukan untuk
melakukan pembelian bahan mentah
d. Sebagai dasar penyusunan produc costing, yakni memperkirakan
komponen harga pokok pabrik karena penggunaan bahan mentah
dalam proses produksi
e. Sebagai dasar melaksanakan fungsi pengawasan bahan mentah

Anggaran Bahan Mentah terdiri dari :


1. Anggaran Kebutuhan Bahan Mentah
Anggaran ini disusun sebagai perencanaan jumlah bahan mentah
yang diperlukan untuk keperluan produksi pada periode mendatang.
Kebutuhan bahan mentah diperinci menurut jenisnya, macam barang
jadi yang dihasilkan, serta menurut bagian – bagian di pabrik yang
menggunakan bahan mentah

2. Anggaran Pembelian Bahan Mentah


Anggaran ini disusun sebagai perencanaan jumlah bahan mentah
yang harus dibeli pada periode mendatang. Bahan mentah yang harus
dibeli diperhitungkan dengan mempertimbangkan faktor – faktor
persediaan dan kebutuhan bahan mentah

3. Anggaran Persediaan Bahan Mentah

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 23


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

Jumlah bahan mentah yang harus dibeli tidak harus sama dengan
jumlah bahan mentah yang dibutuhkan, karena adanya faktor
persediaan. Anggaran ini merupakan suatu perencanaan yang
terperinci atas kuantitas bahan mentah yang disampaikan sebagai
persediaan

4. Anggaran Biaya Bahan Mentah yang Habis Digunakan dalam


Produksi
Sebagian bahan mentah disimpan sebagai persediaan dan sebagian
dipergunakan dalam proses produksi, anggaran ini merencanakan nilai
bahan mentah yang digunakan dalam satuan uang.

ANGGARAN KEBUTUHAN BAHAN MENTAH


Telah diterangkan bahwa bahan mentah yang dipakai dalam proses
produksi dikelompokkan menjadi bahan menatah langsung dan tak
langsung. Anggaran kebutuhan bahan mentah disusun untuk
merencanakan jumlah fisik bahan mentah langsung yang diperlukan,
bukan nilainya dalam rupiah. Secara terperinci pada anggaran ini harus
dicantumkan :
- Jenis barang jadi yang dihasilkan
- Jenis bahan mentah yang digunakan
- Bagian – bagian yang dilalui dalam proses produksi
- Standar penggunaan bahan mentah
- Waktu penggunaan bahan mentah
Standar penggunaan bahan mentah ( SP ) adalah bilangan yang
menunjukkan berapa satuan bahan mentah yang diperlukan untuk
menghasilkan 1 satuan barang jadi
Misalnya : standar penggunaan = 2 untuk barang jadi A dan bahan mentah
X, artinya untuk menghasilkan 1 unit barang A diperlukan 2 unit bahan
mentah X

ANGGARAN PEMBELIAN BAHAN MENTAH


Anggaran pembelian bahan mentah berisi rencana kuantitas bahan
mentah yang harus dibeli oleh perusahaan dalam periode waktu
mendatang. Ini harus dilakukan secara hati – hati terutama dalam hal
jumlah dan waktu pembelian
Apabila jumlah bahan mentah yang dibeli terlalu besar akan
mengakibatkan resiko seprti bertumpuknya bahan mentah yang ada di
gudang yang mengakibatkan penurunan kuantitas karena terlalu lamanya
bahan mentah menunggu giliran diproses, atau penyimpanan akan
menjadi lebih besar. Sebaliknya apabila jumlah bahan mentah yang dibeli
terlalu sedikit maka akan mengakibatkan kehabisan bahan mentah serta
timbulnya biaya akan mengganti bahan mentah.

Jumlah Pembelian yang Paling Ekonomis ( Economical Order


Quantity )
Hal yang perlu selalu dipikirkan oleh perusahaan selain besarnya
kebutuhan bahan juga besarnya setiap kali dilakukan pembelian, yang

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 24


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

menimbulkan biaya paling rendah tetapi tidak mengakibatkan kekurangan


bahan mentah. Jumlah pembelian yang paling ekonomis ini disebut
sebagai Economical Order Quantity ( EOQ ).
Dalam memperhitungkan EOQ dipertimbangkan 2 jenis biaya yang
bersifat variable, yaitu :

a. Biaya Pemesanan
Yaitu biaya – biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan kegiatan
pemesanan bahan mentah. Biaya ini akan berubah sesuai dengan
frekwensi pemesanan, semakin tinggi frekwensi pemesanan semakin
tinggi pula biaya pemesanannya. Sebaliknya biaya ini berbanding
terbaik dengan jumlah bahan mentah setiap kali pemesanan. Hal ini
disebabkan semakin besar jumlah setiap kali pemesanan dilakukan,
berarti frekwensi pemesanan menjadi semakin rendah.
Umpamanya :
- Biaya – biaya persiapan pemesanan
- Biaya administrasi
- Biaya pengiriman pesanan
- Biaya mencocokkan pesanan yang masuk
- Biaya mempersiapkan order pembayaran

b. Biaya Penyimpanan
Yaitu biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan penyimpanan
bahan mentah yang telah dibeli. Biaya ini berubah – ubah sesuai
dengan jumlah bahan mentah yang disimpan, semakin besar jumlah
bahan mentah setiap kali pemesanan maka biaya penyimpanan akan
semakin besar pula.
Umpamanya :
- Biaya pemeliharaan
- Biaya asuransi
- Biaya perbaikan kerusakan
Dengan memperhatikan kedua jenis biaya diatas, maka jumlah
pembelian yang paling ekonomis dapat dihitung dengan rumus :

2R.S
EOQ = √
P.I
Dimana :
R : Jumlah bahan mentah yang akan dibeli dalam suatu jangka
waktu tertentu
S : Biaya Pemesanan
P : Harga perunit bahan mentah
I : Biaya penyimpanan yang dinyatakan dalam prosentase dari
persediaan rata – rata
Contoh :
PT ABC memperkirakan kebutuhan bahan mentah selama tahun 2005
sebanyak 1.000 kg. setiap kali dipesan, akan dikeluarkan biaya sebesar
Rp. 50,00 sebagai biaya perangko. Harga per kg bahan mentah adalah

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 25


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

Rp. 20,00. biaya penyimpanan sebesar 50 % dari persediaan rata – rata.


Maka jumlah pembelian yang paling ekonomis adalah :

2 x 1.000 x 50S
EOQ = √
20 x 0,50

= 100 kg.

WAKTU PEMBELIAN BAHAN MENTAH


Untuk menjaga kelancaran proses produksi tidak cukup hanya
ditentukan jumlah bahan mentah yang dibeli, harus ditentukan pula kapan
pemesanan bahan mentah harus dilakukan agar bahan mentah itu dapat
datang tepat pada waktu dibutuhkan. Bahan mentah yang datang
terlambat akan menyebabkan terganggunya proses produksi kadang –
kadang perlu dicari bahan mentah pengganti agar proses produksi tidak
terhenti. Biaya – biaya yang dikeluarkan karena keterlambatan bahan
mentah datang disebut STOCK AUT COST
Sebaliknya bahan mentah yang datangnya terlau awal akan
menimbulkan masalah pula yaitu harus disediakan tempat penyimpanan,
dan harus pula ditanggung biaya ekstra. Biaya – biaya yang dikeluarkan
akbiat bahan mentah yang datang terlau awal disebut EXTRA CARRYING
COST.
Karena itu dalam menentukan waktu pemesanan bahan mentah
perlu diperhatikan faktor LEAAD TIME. LEAD TIME adalah jangka waktu
sejak dilakukan pemesanan sampai saat datangnya bahan mentah yang
dipesan dan siap digunakan dalam proses produksi.
Setelah diperhitungkan faktor lead time maka dapat ditentukan
REODER POINT. REODER POINT adalah saaat dimana harus dilakukan
pemesanan kembali bahan mentah yang diperlukan.

ANGGARAN PERSEDIAAN BAHAN MENTAH


Dalam menyusun anggaran kebutuhan bahan mentah dan
anggaran pembelian bahan mentah dimuka, tanpak bahwa masalah nilai
persediaan awal dan persediaan akhir bahan mentah selalu
diperhitungkan.
Setiap perusahaan dapat mempunyai kebijaksanaan dalam menilai
persediaan yang berbeda. Tetapi pada dasarnya kebijaksanaan tentang
penilaian persediaan dapat dikelompokkan menjadi :
1. Kebijaksanaan FIFO ( First In Firs Out )
Dalam kebijaksanaan FIFO, bahan mentah yang lebih dahulu masuk
digunakan untuk produksi adalah bahan mentah yang lebih dahulu
masuk di gudang, sehingga sering diterjemahkan Pertama Masuk
Pertama Keluar. Dengan kata lain, penilaian bahan mentah di gudang
nilainya diurutkan menurut urutan waktu pembeliannya.

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 26


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

2. Kebijaksanaan LIFO ( Last In First Out )


Sebaliknya dalam kebijaksanaan LIFO, bahan mentah yang masuk ke
gudang lebih akhir justru dipakai untuk menentukan nilai bahan
mentah yang digunakan dalam produksi, meskipun pemakain fisik
tetap diurutkan menurut urutan pemasukannya.
ANGGARAN BAHAN MENTAH YANG HABIS DIGUNAKAN
Tentu saja tidak semua bahan mentah yang tersedia akan habis
digunakan untuk produksi. Hal ini disebabkan karena 2 hal , yakni :
1. Perlu adanya persedian akhir, yang menjadi persediaan awal periode
berikutnya.
2. Perlu adanya persediaan agar kelagsungan produksi tidak terganggu
akibat kehabisan bahan mentah.
Bahan mentah yang telah habis digunakan dalam proses produksi
harus dihitung nilainya. Rencana besarnya nilai bahan mentah yang habis
digunakan dalam proses produksi dituangkan dalam suatu anggaran
tersendiri yang disebut Anggaran Biaya Bahan Mentah yang Habis
Digunakan
Manfaat disusunnya Anggaran Biaya Bahan Mentah yang Habis
Digunakan antara lain adalah
1. Untuk keperluan product costing, yakni perhitungan harga pokok
barang yang dihasilkan perusahaan
2. Untuk keperluan pengawasan penggunaan bahan mentah

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 27


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

BAB VIII
ANGGARAN TENAGA KERJA

PERENACANNAAN TENAGA KERJA


Pada setiap perusahaan tentu ada biaya yang dikeluarkan untuk
keperluan tenaga kerja, tenaga kerja merupakan salah satu faktor
produksi yang utama dan selalu ada dalam perusahaan tersebut
meskipun sudah menggunakan mesin – mesin.
Teanaga kerja dalam pabrik dikelompokkan menjadi dua yaitu :

1. Tenaga Kerja Langsung


Yaitu tenaga kerja di pabrik yang secara langsung terlibat pada
proses produksi dan biayanya dikaitkan pada biaya produksi atau pada
barang dihasilkan.
Tenaga Kerja langsung mempunyai sifat - sifat :
a. Besar kecilnya biaya untuk jenis tenaga kerja jenis ini berhubungan
secara langsung dengan tingkat kegiatan produksi
b. Biaya yang dikeluarkan untuk jenis tenaga kerja ini merupakan
biaya variable
c. Umumnya dikatakan bahwa tenaga kerja jenis ini merupakan
tenaga kerja yang kegiatannya langsung dapat dihubungkan
dengan produk akhir (terutama dalam penentuan HPP)
Yang dikategorikan sebagai tenaga kerja langsung adalah para
buruh pabrik yang ikut serta dala kegiatan proses produksi dari bahan
mentah sampai berbentuk barang jadi.

2. Tenaga Kerja Tak Langsung


Yaitu tenaga kerja di pabrik yang tidak terlibat secara langsung
pada proses produksi dan biayanya dikaitkan dengan biaya overhead
pabrik.
Sedangkan tenaga kerja tak langsung mempunyai sifat – sifat :
a. Besar kecilnya biaya untuk jenis tenaga kerja ini tidak berhubungan
secara langsung dengan tingkat kegiatan produksi
b. Biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja jenis ini merupakan
biaya yang semi fixed atau semi variable. Artinya biaya – biaya
mengalami perubahan tetapi tidak sebanding dengan perubahan
tingkat kegiatan produksi
c. Tempat bekerja dari tenaga kerja jenis ini tidak harus selalu di
dalam pabrik, tetapi dapat diluar pabrik.

PERSIAPAN – PERSIAPAN DALAM MENYUSUN ANGGARAN


TENAGA KERJA

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 28


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

Sebelum menyusun anggaran tenaga kerja terlebih dahulu


dipersiapkan dasar satuan utama yang digunakan untuk menghitungnya
yaitu satuan hitung atas dasar jam buruh langsung ( direct labor hour) dan
biaya buruh langsung (direct labor cost). Dalam persiapan menyusun
anggaran tenaga kerja terlebih dahulu dibuat “ Mainning Table “
( merupakan daftar kebutuhan tenaga kerja yang menjelaskan :
1. Jenis atau kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan
2. Jumlah masing – masing jenis tenaga kerja tersebut pada berbagai
tingkat kegiatan
3. Bagian – bagian yang membutuhkannya.

FUNGSI PERENCANAAN DAN PENGAWASAN DARI ANGGARAN


TENAGA KERJA
Penyusunan secara baik anggaran tenaga kerja dapat
mendatangkan beberapa manfaat bagi perusahaan, seperti :
1. Penggunaan tenaga kerja secara lebih efisien karena rencana yang
matang
2. Pengeluaran biaya tenaga kerja dapat direncanakan dan diatur secara
lebih efisien
3. Dipakai sebagai alat pengawasan biaya tenaga kerja
Biaya tenaga kerja merupakan salah satu jenis biaya yang dapat
menjadi masalah bagi perusahaan. Pengawasan biaya tenaga kerja dapat
dibantu dengan adanya pendekatan yang baik terhadap para buruh,
sehingga mereka dapat bekerja secara stabil sesuai dengan standar yang
telah ditentukan.

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 29


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

BAB IX
ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK DAN BIAYA OPERASI

Tujuan akhir yang ingin dicapai oleh perusahaan pada umumnya


adalah keuntungan yang maksimal. Dalam usahnya untuk mencapai
keuntungan yang maksimal, tingkat biaya perlu direncanakan secara
sangat hati – hati, terutama dalam hubungannya dengan :
1. Proyeksi arus kas keluar
2. Pengawasan biaya
Perencanaan biaya yang baik harus dipusatkan pada hubungan
antara tingkat pengeluaran dengan manfaat yang diperoleh dari
pengeluaran tersebut. Kadang – kadang untuk mendapatkan manfaat
tertentu perusahaan harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.
Umpamanya sebuah perusahaan akhir – akhir ini merasakan perlu
diadakan usaha – usaha untuk meningkatkan volume penjualan, manfaat
yang diperoleh dari kegiatan ini tentu berupa peningkatan volume
penjualan, untuk itu perusahaan harus mengeluarkan biaya promosi dan
distribusi yang besar.
Biaya yang dikeluarkan oleh beberapa bagian dalam perusahaan
seperti biaya bahan mentah dan tenaga kerja telah dibicarakan terlebih
dahulu. Pada bagian ini akan dibicarakan biaya – biaya yang lain yakni :

1. Biaya – biaya pabrik ( biaya overhead pabrik )


Biaya – biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi di dalam
pabrik sangat kompeks jenisnya. Yang dikategorikan sebagai biaya –
biaya overhead pabrik adalah biaya – biaya dalam pabrik yang
dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka proses produksi, kecuali
biaya bahan mentah lansung dan tenaga kerja langsung.
2. Biaya – biaya distribusi ( biaya penjualan )
Biaya distribusi adalah biaya – biaya yang dikeluarkan oleh
perusahaan untuk memasarkan barang ke pasar. Biaya jenis ini seperti
a. Biaya tenaga kerja bagian penjualan
b. Biaya angkut
c. Biaya penjualan
d. Biaya telpon untuk kepentingan penjualan barang
e. Komisi yang diberikan kepada orang yang terlibat dalam jual beli
barang
f. Penyusutan alat – alat kantor bagian penjualan
g. Biaya administrasi penjualan
h. Biaya asuransi
i. Biaya pajak
j. Biaya advertensi dan promosi

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 30


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

3. Biaya – biaya administrasi


Biaya – biaya yang dikategorikan sebagai biaya jenis ini adalah :
a. Biaya untuk direksi dan stafnya
b. Biaya departemen keuangan yan meliputi gaji dan dana
kesejahteraan
c. Biaya Departemen Umum dan Administrasi yang meliputi biaya
perjalanan, akomodasi, listrik dan lain sebagainya.
Dalam mengadakan perencanaan dan pengawasan biaya sangat
perlu diketahui sifat – sifat biaya. Pada dasarnya menurut sifatnya
dikenal 3 macam biaya, yakni :

1. Biaya Tetap ( fixed cost ), yaitu biaya – biaya yang cenderung


bersifat constant secara total dari bulan ke bulan tanpa pengaruh
oleh volume kegiatan, dengan beberapa asumsi tertentu seperti
kebijaksanaan manajemen, periode waktu dan lain – lain.
Biaya yang termasuk dalam katagori biaya jenis ini antara lain :
- Gaji
- Pajak kekayaan
- Asuransi
- Penyusutan

2. Biaya Variabel ( variable cost ) yaitu biaya yang secara total


selalu mengalami perubahan, searah dan sebanding dengan
tingkat kegiatan. Dalam hal ini tingkat kegiatan perusahaan
dinyatakan dalam satuan aktivitas (activity base), seperti jam buruh
langsung (DLH) jam mesin (DLM) dan unit barang ( kg, liter dan lain
– lain )
Biaya – biaya yang termasuk dalam katagori biaya jenis ini antara
lain
- Biaya Bahan mentah langsung
- Biaya tenaga kerja langsung

3. Biaya Semi Variable (semi variable cost), yaitu biaya – biaya


yang tidak bersifat variable. Biaya ini mengalami perubahan, tetapi
tidak sebanding dengan perubahan tingkat kegiatan.
- Biaya yang termasuk katagori jenis biaya ini adalah :
- Biaya tenaga kerja tak langsung
- Biaya Pemeliharaan
- Biaya peralatan
- Biaya bahan mentah tak langsung dan lain - lain
Terhadap ketiga macam kategori biaya diatas, diperoleh cara
pengelompokan biaya lain, yakni biaya yang :
1. Dapat dikendalikan ( controllable ) yaitu, biaya yang sangat
terpengaruh oleh kebijksanaan pimpinan perusahaan
2. Tidak dapat dikendalikan ( non contorollable), yaitu biaya yang
timbul akibat adanya penyusutan.

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 31


Akademi Sekretari dan Manajemen Mataram

 Buku Modul Anggaran Perusahaan 32