Vous êtes sur la page 1sur 3

1.

ABSTRAK
Latar Belakang : Gizi merupakan salah satu faktor penting untuk
menentukan kualitas
sumber daya manusia. Balita merupakan kelompok rawan gizi. Diusia ini
pertumbuhan otak
masih berlangsung cepat. Kurangnya pengetahuan gizi dan kesehatan
orangtua, khususnya
ibu merupakan salah satu penyebab kekurangan gizi pada balita.
Berdasarkan data dari Dinas
Kesehatan Kabupaten Purworejo, di Kabupaten Purworejo terdapat balita gizi
buruk 62 atau
0,15% . Kelurahan Baledono memiliki prevalensi balita kurus sebanyak 73
atau 28,3%.

2. Abstrak
Status gizi anak balita salah satunya dipengaruhi oleh faktor kondisi sosial
ekonomi, antara lain pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jumlah anak, pengetahuan dan
pola asuh ibu serta kondisi ekonomi orang tua secara keseluruhan. Penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan kondisi sosial ekonomi
keluarga terhadap status gizi anak balita. Penelitian ini adalah survei analitik
menggunakan desain cross sectional study dengan jumlah sampel 227 orang yang
terdiri dari anak balita dan ibu balita di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo
Padang. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diisi oleh ibu balita yang
kemudian di analisis secara bivariat dan multivariat. Berdasarkan analisis bivariat
didapatkan pendidikan ibu (p=0,022), pekerjaan ibu (p=0,000), pendapatan
keluarga (p=0,012), jumlah anak (p=0,008) dan pola asuh ibu (p=0,000).
Sementara dari analisis multivariat didapatkan pendidikan ibu (p=0,004;
OR=2,594; CI95%=1,356-4,963), pekerjaan ibu (p=0,000; OR=74,769;
CI95%=24,141-231,577), pendapatan keluarga (p=0,013; OR=3,058;
CI95%=1,246-7,4) dan pola asuh ibu (p=0,000; OR=15,862; CI95%=5,973-
42,128). Analisis bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan antara
pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, jumlah anak dan pola asuh
ibu dengan status gizi anak balita. Berdasarkan hasil analisis multivariat faktor
pekerjaan ibu merupakan faktor yang paling berhubungan dengan status gizi anak
balita.
Kata kunci: status gizi, anak balita, faktor sosial ekonomi

3. ABSTRAK

Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Gizi, Pola Makan, dan Energi

Tingkat konsumsi dengan Status Gizi Under-Five Anak Usia di Wilayah Kerja

Puskesmas Selogiri, Wonogiri.

Tujuan: Menganalisis Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Gizi, Feeding Pola,


dan

Energi Tingkat Konsumsi dengan Status Gizi Under-Five Anak Usia di Kerja

Wilayah Puskesmas Selogiri, Wonogiri.

Riset Jenis: Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah salah satu cross-sectional.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang


gizi, pola makan,

dan tingkat konsumsi energi dengan status gizi balita usia di area kerja

Puskesmas Selogiri Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini menggunakan 80 sampel.

Hasil Studi: Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: ada
lebih responden
dengan pengetahuan (tinggi), 64 orang (80%), dibandingkan dengan responden
dengan (media) pengetahuan, 16

orang (20%). Variabel pola makan yang baik dalam 64 orang (80%) dibandingkan
dengan

Pola menengah makan di 16 orang (20%). Tingkat konsumsi energi balita usia

variabel anak adalah (baik) di 32 balita usia (40%) dibandingkan dengan (media)

satu di 17 balita usia (21,25%), dan variabel status gizi adalah (baik) di 68

balita usia (85%) dibandingkan dengan (miskin) satu di 3 anak usia balita

(3,75%).

Kesimpulan: Mengingat hasil analisis dapat ditemukan bahwa ada yang signifikan

tingkat pengetahuan hubungan gizi, makan pola, dan tingkat konsumsi energi
dengan

status gizi, baik secara parsial dan simultan.

Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan tentang Gizi, Pola Makan, Tingkat Konsumsi
Energi,

Status gizi.