Vous êtes sur la page 1sur 56

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BPK.

S DENGAN
HIPERTENSI PADA IBU. S DI DESA KAJORAN DUSUN
NERANGAN KECAMATAN KAJORAN KABUPATEN
MAGELANG

Di susun Oleh :

Kelompok 8

1. Astri Febriyanti (140)


2. Aulia Rachmi K (14006)
3. Fahrun Nissa (14017)
4. Mudrikah Yuliyanti (14035)
5. Tresia Asih Marina (140)
6. Via Nur Fitri (14063)

AKADEMI KEPERAWATAN PELNI


JAKARTA
TAHUN 2017
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Asuhan Keperawatan Keluarga Bpk. S dengan Hipertensi di Desa


Kajoran Dusun Nerangan Kabupaten Magelang
Telah di Seminarkan
Di : ……………………..
Pada Tanggal : Maret 2017

Pembimbing MOT

( ) ( )

NIP : NIP :

Mengetahui.

( )
NIP :
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Asuhan
Keperawatan keluarga Bpk. S khususnya Ibu. S dengan Hipertensi di Desa
Kajoran Dusun Nerangan Kabupaten Magelang”.

Selama penyusunan makalah ilmiah ini, penulis menemukan banyak hambatan dan
kesulitan, akan tetapi berkat bantuan, bimbingan serta pengarahan dari berbagai
pihak maka penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Oleh karena itu dengan
kerendahan hati, penulis mengucapkan terima kasih pada yang terhormat terutama
kepada :

1. Kepala Bapelkes
2. Buntar Handayani.,SKp.,M.Kep.,MM. Direktur Akademi Keperawatan Pelni
Jakarta
3. Ns Ritanti.,M.Kep. Sp.Kep.Kom. Koordinator Mata Ajar Keperawatan
Komunitas
4. Ns Eni Hastuti., S.Kep. Pembimbing makalah
5. Heri Purnawi., S.Pd, M.Kes. MOT Balai Pelatihan Kesehatan Semarang
6. Suwarlin., SKM.,M.Pd. MOT Balai Pelatihan Kesehatan Semarang
7. Bpk Zaenal. Kepala Desa Kajoran
8. Bpk Munawir. Kepala Dusun Pabean
9. Bpk. Rohmadi. Ketua RT Dusun Pabean
10. Kader Desa Kajoran Dusun Pabean Kabupaten Magelang
11. Warga-warga Desa Kajoran Dusun Pabean Kabupaten Magelang

Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih belum sempurna maka dari
itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk
perbaikan dimasa yang akan datang agar bermanfaat dalam meningkatkan mutu
pelayanan keperawatan.
Jakarta, Maret 2017
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Membantu memandirikan keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan
dengan pendekat dan penulis mendapatkan pengalaman secara nyata
dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga dengan masalah
kesehatan Hipertensi.

2. Tujuan Khusus
Mahasiswa bersama keluarga bpk. M mampu :
a. Melakukan pengkajian keperawatan pada keluarga dengan masalah
hipertensi
b. Menganalisa data untuk menentukan diagnosa keperawatan pada
keluarga dengan masalah hipertensi.
c. Merencanakan diagnosa tindakan keperawatan dengan masalah
hipertensi.
d. Melaksanakan tindakan keperawatan pada keluarga dengan masalah
hipertensi.
e. Melakukan evaluasi keperawatan pada keluarga dengan masalah
hipertensi.
f. Mengidentifikasi kesenjangan yang terjadi pada teori dan kasus
hiperetnsi .
g. Mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat serta dapat
mencari solusinya.
h. Mendokumentasikan seluruh kegiatan keperawatan dalam bentuk
narasi.
C. Ruang Lingkup
Dalam memberikan asuhan keperawatan ini penulis membatasi masalah
keluarga dengan asuhan keperawatan keluarga Bpk. S khususnya Ibu. S
dengan Hipertensi di Desa Nerangan Dusun Kajoran Kabupaten Magelang
yang dilaksanakan pada tanggal 23-25 Maret 2017.

D. Metode Penulisan
Dalam Penulisan makalah ini, penulis menggunakan metode deskriptif yaitu
suatu metode yang menggambarkan tentang asuhan keperawatan terhadap
keluarga dengan cara mengumpulkan data, menganalisa data, dan menarik
kesimpulan dan di sajikan dalam bentuk narasi, yang menggambarkan
tentang penerapan asuhan keperawatan pada keluarga dengan hipertensi.
Adapun bebrapa teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah
terdiri atas studi kepustakaan yang diambil dari beberapa buku sumber dan
media elektronik internet sebagai referensi. Studi kasus yaitu menerapkan
asuhan keperawatan keluarga dengan hipertensi dimulai dari melakukan
pengkajian dengan mengumpulkan data yang diperoleh melalui wawancara,
observasi, menentukan diagnosa, membuat perencanaan, melakukan
pelaksanaan serta evaluasi keperawatan. Studi dokumentasi mempelajari
dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penerapan asuhan keperawatan
keluarga dengan hipertensi. Metode studi kepustakaan dengan mempelajari
buku-buku referensi yang terkait dengan asuhan keperawatan keluarga, tidak
lupa dengan menggunakan referensi dari internet.

E. Sistematika Penulisan
Makalah ini terdiri dari 5 BAB, yaitu BAB I Pendahuluan yang terdiri atas
latar belakang, tujuan penulisan, ruang lingkup, metode penulisan,
sistematika penulisan. BAB II Tinjauan Teori yang terdiri atas definisi,
etiologi, patofisiologi, pemeriksaan diagnostik, penatalaksanaan medis,
asuhan keperawatan keluarga, peran keluarga, fungsi keluarga dan tahap-
tahap perkembangan keluarga serta tugas perkembangan keluarga. Konsep
proses keperawatan keluarga seperti pengkajian keperawatan, diagnosa
keperawatan, perencanaan keperawatan, pelaksanaan keperawatan, dan
evaluasi keperawatan. BAB III Tinjauan Kasus yang terdiri atas pengkajian
keperawatan, diagnosa keperawatan, perencanaan keperawatan, pelaksanaan
keperawatan, dan evaluasi keperawatan. BAB IV Pembahasan yang terdiri
atas pengkajian keperawatan, diagnosa keperawatan, perencanaan
keperawatan, pelaksanaan keperawatan, dan evaluasi keperawatan. BAB V
Penutup yang terdiri atas kesimpulan dan saran.
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Pengertian
Hipertensi menurut caraspot merupakan peningkatan tekanan sistolik
.lebih besar atau sama dengan 160 mmHg dan atau tekanan diastolic
sama atau lebih besar 95 mmHg. (kodim nasrin, 2003).
Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten 140
mmHg dan diastolic di atas 90 mmHg. Pada populasi lanisa,
hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan
tekanan diastolic 90 mmHg. (Smeltzer, 2001).
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140
mmHg dan tekanan darah diastolic lebih dari 90 mmHg. (Luckman
Sorensen, 1996).

B. Etiologi
Hipertensi dapat dikelompokan dalam dua kategori :
a. Hipertensi primer artinya belum diketahui
penyebabnya yang jelas.
Berbagai faktor yang turut berperan sebagai penyebab
hipertensi seperti berrtambahnya usia , factor psikologis, dan
keturunan. Sekitar 90 % hipertensi tidak
diketahui penyebabnya
b. Hipertensi sekunder telah diketahui penyebabnya seperti
stenosis arteri renalis, penyakit parekim ginjal, Koartasio
aorta. Hiperaldosteron, pheochromositoma dan pemakaian oral
kontrasepsi.
Adapun factor pencetus hipertensi seperti,keturunan,jenis ke
lamin, umur, kegemukan, lingkungan, pekerjaan, merokok,
alcohol dan social ekonomi. (Susi Purwati , 2000 : 25)
C. Patofisiologi
Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah
terletak dipusat vasomotor, pada medulla diotak. Dari pusat
vasomotor ini bermula jaras saraf simpatis, yang berlanjut ke bawah
ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medulla spinalis ganglia
simpatis di toraks dan abdomen. Rangsangan pusat vasomotor
dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui
system saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron
preganglion melepaskan asetilkolin, yang akan merangsang serabut
saraf pasca ganglion ke pembuluh darah, dimana dengan
dilepaskannya noreepineprin mengakibatkan konstriksi pembuluh
darah. Berbagai faktor seperti kecemasan dan ketakutan dapat
mempengaruhi respon pembuluh darah terhadap rangsang
vasokonstriksi. Individu dengan hipertensi sangat sensitiv terhadap
norepinefrin, meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal
tersebut bisa terjadi.

Pada saat bersamaan dimana sistem saraf simpatis merangsang


pembuluh darah sebagai respons rangsang emosi, kelenjar adrenal
juga terangsang, mengakibatkan tambahan aktivitas vasokonstriksi.
Medulla adrenal mensekresi epinefrin, yang menyebabkan
vasokonstriksi. Korteks adrenal mensekresi kortisol dan steroid
lainnya, yang dapat memperkuat respons vasokonstriktor pembuluh
darah. Vasokonstriksi yang mengakibatkan penurunan aliran ke ginjal,
menyebabkan pelepasan rennin. Renin merangsang pembentukan
angiotensin I yang kemudian diubah menjadi angiotensin II, suatu
vasokonstriktor kuat, yang pada gilirannya merangsang sekresi
aldosteron oleh korteks adrenal. Hormon ini menyebabkan retensi
natrium dan air oleh tubulus ginjal, menyebabkan peningkatan volume
intra vaskuler. Semua faktor ini cenderung mencetuskan keadaan
hipertensi.
Sebagai pertimbangan gerontologis dimana terjadi perubahan
structural dan fungsional pada system pembuluh perifer
bertanggungjawab pada perubahan tekanan darah yang terjadi pada
usia lanjut. Perubahan tersebut meliputi aterosklerosis, hilangnya
elastisitas jaringan ikat dan penurunan dalam relaksasi otot polos
pembuluh darah, yang pada gilirannya menurunkan kemampuan
distensi dan daya regang pembuluh darah. Konsekuensinya, aorta dan
arteri besar berkurang kemampuannya dalam mengakomodasi volume
darah yang dipompa oleh jantung (volume sekuncup) mengakibatkan
penurunan curang jantung dan peningkatan tahanan perifer (Smeltzer,
2001).

D. Pemeriksaan Diagnostik
a. Hemoglobin/hematokrit:Bukan diagnostik tetapi mengkaji
hubungan dari sel-sel terhadap volume cairan (viskositas)dan
dapat mengindikasikan factor-faktor resiko seperti
hiperkoagulabilitas, anemia
2. BUN/kreanitin:memberikan informasi tentang perfusi/fungsi
jaringan
3. Glukosa:Hiperglikemia(diabetes militus adalah pencetus
hipertensi) dapat diakibatkan oleh peningkatan kadar
katekolamin(meningkatkan hipertensi)
4. Kalium Serum:Hipokalemia dapat mengindikasikan adanya
aldosteron utama (penyebab) atau menjadi efek samping terapi
diuretic
5. Kalsium Serum : Peningkatan kadar kalsium serum dapat
meningkatkan hipertensi
6. Kolesterol dan trigeliserida serum:Peningkatan kadar dapat
mengindikasikan pencetus untuk/adanya pembentukan plak
ateromatosa (efek kardiovaskuler)
7. Pemeriksaan tiroid : Hipertiroidisme dapat menimbulkan
vasokonstriksi dan hipertensi
8. Kadar aldosteron urin/serum:untuk mengkaji aldosteronisme
primer (penyebab)
9. Urinalisasi : Darah,protein,glukosa mengisyaratkan disfungsi
ginjal dan/atau adanya diabetes
10. VMA urin (metabolit katekolamin) : Kenaikan dapat
mengindikasikan adanya feokromositoma (penyebab) ; VMA urin
24 jam dapat dilakukan untuk pengkajian feokromositoma bila
hipertensi hilang timbul
11. Asam urat : Hiperurisemia telah menjadi implikasi sebagai resiko
terjadinya hipertensi
12. Streroid urin : kenaikan dapat mengindikasikan hiperadrenalisme,
feokromositoma, (penyebab; VMA urin24 jam dapat dilakukan
untuk pengkajian feokromositoma bila hipertensi hilang timbul
13. IVP : dapat mengidentifikasi penyebab hipertensi seperti
penyebab parenkim ginjal, batu ginjal dan ureter
14. Foto dada : dapat mengidentifikasi obstruksi klasifikasi pada area
katup ; deposit pada dan atau takik aorta perbesaran jantung
15. CT scan : mengkaji tumor serebral ,CSV, ensefalopati,dan
feokromisitoma
16. EKG : Dapat menunjukkan perbesaran jantung, pola regangan ,
gangguan konduksi catatan : Luas, peningggian gelombang P
adalah salah satu tanda dini penyakit jantung hipertensi
(Doenges,2000)

E. Penatalaksanaan Medis
Terapi nonfarmakologis biasanya ditujukan pada hipertensi ringan
berupa:
1. Restriksi garam secara moderat dari 10 gram per hari menjadi 5
gram per
hari.
2. Diet rendah kolesterol dan rendah asam lemak jenuh
3. Penurunan berat badan jika kegemukan
4. Penurunan asupan etanol
5. Menghentikan/ menghindari merokok
a. Terapi farmakologis terdiri dari:
1) Diuretic Thiazid
2) membuang garam dan air lewat ginjal
3) Vasodilatasi pembuluh darah
4) Menyebabkan kehilangan kalium sehingga diberikan
tambahan kalium
b. Penghambat adenergik
Terdiri dari alfa, beta bloker
1) Menghambat susunan saraf simpatis (misalnya reserpine,
methylpoda, propanolol)
2) Angiotensin converting enzim inhibitor
3) Menghambat angiotensin I menjadi II
4) Melebarkan arteri, contohnya captopril. (Smeltzer &
Bare,2000)

A. Konsep Asuhan Keperawatan Keluarga

1. Konsep Keluarga

a. Definisi
Keluarga adalah satu atau lebih individu yang tinggal bersama
hingga mempunyai ikatan emosional da mengembangkan dalam
interelasi social, peran dan tugas. (Allender, Spradley,2001 hal :10
di Tantut Susanto, 2012).

Keluarga adalah dua atau lebih individu yang berasal dari kelompok
keluarga yang sama atau yang berbeda dan saling mengikutsertakan
dalam kehidupan yang terus menerus, biasanya tinggal dalam satu
rumah, mempunyai ikatan emosional dan adanya pembagian tugas
antara satu dengan yang lainnya. (Stanhope dan Lacnester, 1996 hal
10 di Tantut Susanto,2012).
Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang bergabung
hubungan darah, karena perkawinan atau adopsi, hidup dalam satu
rumah tangga, saling berinteraksi satu sama lainnya dalam perannya
dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya. (Baikon dan
Maglaya 1997,hal 10 di Tantut Susanto,2012).

b. Jenis atau tipe keluarga


ada beberapa jenis pembagian bentuk tipe keluarga yang dalam
masyarakat. Menurut Friedman, Bowdem, dan Jones (2003) dalam
Tantut 2012 :
1. Tradisional
a) The Nuclear Family (keluarga inti)
Keluarga yang terdiri dari ayah, ibu , dan anak-anak.
b) The Dyad Family
Keluarga yang terdiri dari sumi-istri (tanpa anak) yang hidup
bersama dalam saru rumah.
c) Keluarga Usila
Keluarga terdiri dari suami dan istri yang sudah tua dengan
anaknya yang sudah memisahkan diri .
d) The childless family
yaitu keluarga tanpa anak karena terlambat menikah dan untuk
mendapatkan anak dikarenakan mengejar karir/pendidikan yang
terjadi pada wanita.
e) The Extended family
Bentuk keluarga yang terdiri dari tiga generasi yang hidup
bersama dalam satu rumah seperti Nuclear Family di sertai
paman, tante, orang tua (kakek-nenek), keponakan.
f) The single parent family
keluarga yang terdiri dari satu orang tua (ayah atau ibu) dengan
anak, hal ini terjadi biasanya melalui proses perceraian,
kematian, atau karena ditinggalkan(menyalahi hukum
pernikahan).
g) Commuter family
kedua orang tua bekerja dikota yang berbeda, tetapi salah satu
kota tersebut sebagai tempat tinggal dan orang tua yang bekerja
diluar kota bisa berkumpul pada anggota keluarga pada saat
“weekends” atau pada waktu-waktu tertentu.
h) Multigenerational family
yaitu keluarga dengan beberapa generasi atau kelompok umur
yang tinggal bersama dalam satu rumah.
i) Kin-network family
yaitu beberapa keluarga inti yang tinggal dalam satu rumah
atau saling berdekatan dan saling menggunakan barang-barang
dan pelayanan yang sama, contoh : dapur, kamar mandi,
television, telephone, dll.
j) Blended family
yaitu duda atau janda(karena perceraian) yang menikah kembali
dan membesarkan anak dari hasil perkawinan atau dari
perkawinan sebelumnya.
k) The single adult living alone/single adult family
keluarga terdiri dari orang dewasa yang hidup sendiri karena
pilihannya atau perpisahan (separasi), seperti : perceraian atau
di tinggal mati.

2. Non Tradisional
a) The unmarried teenage mother
Keluarga yang terdiri dari orang tua terutama ibu dengan anak
dari hubungan tanpa pernikahan .
b) The stepparent family
Keluarga dengan orang tua tiri.
c) Commune family
beberapa pasangan keluarga (dengan anaknya) yang tidak ada
hubungan saudara hidup bersama dalam satu rumah,sumber dan
fasiltas, pengalam yang sama, sosialisasi anak dengan melalui
aktivitas kelompok/membesarkan anak bersama.
d) The nonmartal heteroseksual cohabiting family
keluarga dengan hidup bersama berganti-ganti pasangan tanpa
melalui pernikahan.
e) Gay and lesbian families
yaitu seseorang yang mempunyai persamaan seks hidpu
bersama sebagai mana “marital partners”.
f) Cohabiting family
yaitu orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan
perkawinan karena beberapa alasan tertentu.
g) Group marriage family
yaitu beberapa orang dewasa yang menggunakan alat-alat
rumah tangga bersama, yang saling merasa saling menikah satu
dengan lainnya berbagi sesuatu termasuk seksual dan
membesarkan anak.
h) Group network family
keluarga inti yang dibatasi oleh set atau aturan nila-nilai, hidup
berdekatan satu sama lain dan saling menggunakan barang
rumah tangga bersama, pelayanan dan bertanggung jawab
membesarkan anaknya.
i) Foster family
yaitu keluarga menerima anak yang tidak ada hubungan
keluarga/saudara di dalam waktu sementara, pada saat orang
tua anak tersebut perlu mendapatkan bantuan untuk
menyatukan kembali keluarga yang aslinya.
j) Homeless family
yaitu keluarga yang terbentuk dan tidak mempunyai
perlindungan yang permanen karena krisis personal yang
dihubungkan dengan keadaan ekonomi dan atau problem
kesehatan mental.
k) Gang
yaitu sebuah bentuk keluarga yang destruktif dari orang-orang
muda yang mencari ikatan emosional dan keluarga yang
mempunyai perhatian tetapi berkembang dalam kekerasan dan
criminal dalam kehidupannya.

c. Struktur Keluarga
Struktur keluarga dapat menggambarkan bagaimana keluarga
melakukan fungsi keluarga di masyarakat sekitarnya. Menurut
Friendman, Bowden, dan Jones (2003) dalam Tantut Susanto (2012),
mengatakan ada empat elemen struktur keluarga, yaitu :
1) Pola komunikasi Keluuarga
Komunikasi dalam keluarga dapat berupa komunikasi secara
emosional, komunikasi verbal, dan non verbal, komunikasi
sirkular (Wright dan Leahey, 2000 dalam Tantut Susanto, 2012).
Tidak berfungsinya komunikasi disebabkan seperti sender,
chanel-media, massage, environment dan receiver.
2) Pola peran keluarga
Peran dalam keluarga merupakan pola tingkah laku dari semua
anggota dalam keluarga yang konsisten terhadap sistuasi dio
dalam keluarga yang terjadi akibat interaksi di antara anggota
keluarga, peran dalam keluarga dapat juga peran ganda sehingga
anggota keluarga menyesuaikan peran tersebut.
Peran keluarga menurut (Nasrul Effendi, 1998) dalam (Fery
Effendi, 2009). Peran keluarga yaitu :
a) Peran Ayah
Sebagai suami bagi istrinya dan ayah, bagi anaknya, pencari
nafkah, pendidik, kepala keluarga, anggota kelompok social,
anggota masyatrakat dan lingkungan.
b) Peran Ibu
Sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya, pelindung dan
sebagai salah satu anggota masyarakat dan lingkungannya. Di
samping itu juga dapat berperan sebagai pencari nafkah,
tambahan dalam keluarga.
c) Peran Anak
Anak-anak melaksanakan perannya sesuai dengan tingkat
perkembangan baik fisik, social, dan spiritual.

3) Pola norma dan nilai keluarga


Norma adalah peran-peran yang dilakukan manusia berasal dari
budaya yang terkait, nilai merupakan suatu sistem, sikap dan
kepercayaan yang secara sadar atau tidak mempersatukan anggota
keluarga dalam satu budaya.

4) Sturktur Kekuatan Keluarga


Kekeuatan keluarga merupakan kemampuan pontesial atau actual
dari individu untuk mengendalikan atau mempengaruhi untuk
merubah perilaku orang lain kearah positif. Tipe kekuatan daklam
keluarga antara lain hak untuk mengontrol seperti orang tua
terhadap anak, seseorang yang di tiru, pendapat, pengaruh
kekeuatan karena adanya harapan yang di terima, pengaruh yang
di lalui melalui persuasi, pengaruh yang di berikan memlaui
manipulasi dengan cinta dan kasih.

5) Dominasi keluarga
Menurut (Komang Ayu H, 2010). Dominasi keluarga terdiri dari :
a) Dominasi jalur hubungan darah
(1) Patrilineal keluarga yang berhubungan melalui jalur garis
keturunan ayah.
(2) Matrineal keluarga yang berhubungan melalui jalur garis
keturunan ibu.
b) Dominasi keberadaan tempat tinggal
(1) Patrilokal keberadaan tempat tinggal satu keluarga yang
tinggal dengan keluarga sedarah pihak suami
(2) Matrilokal keberadaan tempat tinggal satu keluarga yang
tinggal dengan keluarga sedarah pihak
c) Dominasi pengambilan keputusan
(1) Patrikal pengambila keputusan ada di pihak suami.
(2) Matrikal pengambilan keputusan ada di pihak istri.

d. Fungsi keluarga
Fungsi keluarga menurut Friedman, Boweden dan Jones (20030
dalam Tantu Susanto (2012) adalah :
1) Fungsi Afektif
Fungsi afektif adalah keluarga memberikan kenyamanan
emosional anggota. Membantu anggota dalam membentuk
identitas dan mempertahankan saat terjadi stress.
2) Fungsi Sosialisasi
Keluarga sosialisasi adalah keluarga sebagai guru, menanamkan
kepercayaan, nilai, siakap dan mekanisme koping, memberikan
feedback dan memberikan petunjuk dan pemecahan masalah.
3) Fungsi Reproduksi
Fungsi reproduksi adalah keluarga melahirkan anaknya.
4) Fungsi Ekonomi
Fungsi ekonomi adalah keluarga memberikan finensial
keluarganya dan kepetingan di masyarakat.
5) Fungsi Keperawatan Kesehatan
Fungsi keperawatan kesehatan adalah keluarga memberikan
keamanan, kenyamanan lingkungan yang di butuhkan, untuk
pertumbuhan, perkembangan dan istirahat termasuk penyembuhan
dari sakit.
e. Tahap-tahap perkembangan keluarga dan tugas perkembangan
keluarga.
Tahap perkembanagan keluarga menurut Friedman (1998) dalam
Tantu Susanto (2012) :
1) Tahap pasangan baru
Tugas perkembangan keluarga pasanganbaru antara lain, membina
hubungan intim yang memuaskan, membina hubungan dengan
keluarga lain, teman, kelompok social, memndiskusikan rencana
memiliki anak.
2) Tahap keluarga kelahiran anak pertama
Tugas perkembangan keluarga tahap ini yaitu, persiapan menjadi
orang tua, adaptasi dengan perubahan anggota keluarga,
mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan.
3) Tahap keluarga dengan anak prasekolah
Tugas perkembanagn kelurga tahap ini yaitu, memenuhi
kebutuhan anggota keluarga, membantu anak untuk bersosialisasi,
beradaptasi dengan anak yang baru lahir, mempertahankan
hubungan yang sehat baik di dalam maupun di laur keluarga.
4) Tahap kelaurga dengan anak usia sekolah
Tugas perkembangan keluarga pada tahap ini yaitu membantu
sosialisasi anak, tetangga sekolah, dan lingkungan,
mempertahankan keintiman pasangan, memenuhi kebutuhan dan
biaya kehidupan yang semalin meningkat termasuk kebutuhan
meningkatkan kesehatan anggota keluarga.
5) Tahap keluarga dengan anak remaja
Tugas perkembangan keluarga tahap ini yaitu memberikan
kebebasan yang seimbang dengan tanggung jawab meninggat
remaja yang sudah bertambah dewasa, mempertahankan hubungan
yang intim dalam keluarga, mepertahanakan komuniakasi terbuka
antara anak dengan orang lain, perubahan sistem peran dan
peraturan untuk tumbuh kembang keluarga.
6) Tahap keluarga dengan anak dewas
Tugas perkembangan keluarga saat ini memperluas keluarga inti
menjadi keluarga besar, mempertahankan keintiman pasangan,
membantu orang tua suami-istri yang sedang sakit dan memasuki
masa tua, membantu anak untuk mandiri di masyarakat, penataan
kembali peran dan kegiatan rumah tangga.
7) Tahap keluarga usia pertengahan
Tugas perkembangan keluarga saat ini mempertahankan
kesehatan, mempertahankan hubungan yang memuaskan, dengan
teman sebaya, dan anak-anak, meningkatkan keakraban pasangan.
8) Tahap keluarga usia lanjut
Tugas perkembangan keluarga saat ini mempertahankan suasan
rumah, yang menyenangkan, adaptasi dengan perubahan
kehilangan pasangan, teman, kekuatan fisik dan pendapatan,
mempertahankan keakraban suami-istri dengan saling merawat,
mempertahankan hubungan dengan anak dan social dan
masyarakat, melakukan review.

B. Konsep Proses Keperawatan Keluarga

1. Pengakajian Keperawatan
Pengkajian merupakan suatu tahapan dimana seorang perawat mengambil
informasi secara terus menerus tehadap anggota keluarga yang di bina
metode yang di gunakan adalah wawancara keluarga, observasi fasilitas
rumah, pemeriksaan fisik dan data sekunder. Fridmen memberikan
batasan 6 katagori dalam memberikan pertanyaan saat melakukan
pengkajian menurut Setiadi (2008).
a. Data pengenalan keluarga.
b. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga.
c. Data lingkungan.
Lingkungan sehat terdiri atas lantai kedap air, yang mudah
dibersihkan tidak ada lalat, maupun tikus, langit-langit rumah mudah
dibersihkan, ventilasi yang permanen minimal 10% ruangan ditata
menurut fungsinya, dapur memiliki sarana pembuangan asap,
tersedianya penyedian air bersih, luas kamar tidur minimal 8m2,
limbah rumah tangga tidak mencemari. (Kepmenkes, 1999, dalam
Kajono 2011).
a. Struktur keluarga.
b. Fungsi keluarga.
c. Koping keluarga.
Untuk mempermudah perawat keluarga saat melakukan pengkajian di
pergunakan istilah penjajagan :
1) Penjajagan tahap 1
a) Data pengenalan keluarga
Meliputi nama kepala keluarga, alamat, pendidikan kepala
keluarga, pekerjaan kepala keluarg, komposisi keluarga, tipe
keluraga, suku bangsa, agama, status social, ekonomi
keluarga, aktivitas rekreasi keluarga.
b) Riwayat dan tahap perkembangan
(1) Tahap perkembangan keluarga saat ini.
(2) Tahap perkembangan keluarga.
(3) Riwayat keluarga inti.
(4) Riwayat keluarga sebelumnya
c) Data lingkungan
(1) Karakteristik rumah.
(2) Karakteristik tetangga dan komunitas RW.
(3) Mobilisasi geografi keluarga.
(4) Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat.
(5) Sistem pendukung keluarga
d) Struktu keluarga
(1) Pola komunikasi keluarga.
(2) Struktur kekuatan keluarga.
(3) Struktur peran.
(4) Nilai dan norma budaya.
e) Fungsi keluarga
(1) Fungsi afektif.
(2) Fungsi social.
(3) Fungsi reproduksi.
(4) Fungsi perawatan.
(5) Fungsi ekonomi.
f) Koping keluarga
(1) Stressor jangka pendek dan jangka panjang.
(2) Kemampuan keluarga berrespon terhadap masalah.
(3) Strategi koping yang di gunakan.
(4) Strategi koping disfungsional.
g) Pemeriksaan fisik
h) Harapan keluarga
2) Penjajagan tahap 2
Berkaitan dengan ketidakmampuan keluarga dalam menghadapi
keluarga.
a) Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
Bagaimana persepsi keluarga terhadap tingkat keparahan
pemyakit, pengertian, tanda dan gejala, factor penyebab, dan
persepsi keluarga terhadap masalah yang di alami.
b) Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan
Sejak mamna keluarga mengerti mengenai sifat dan luasnya
masalah, bagaimana masalah di rasakan oleh keluarga,
keluarga menyerah atau tidak terhadap masalah yang di hadapi
adakah rasa takut terhadapa akibat, bagaimana sistem
pengambilan keputusan yang dilakukan terhadap anggotan
keluarga yang sakit.
c) Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga
Bagaimana keluarga mengetahui keadaan sakitnya, sifat dan
perkembanagn perawatan yang idi perlukan, sumvber yang
ada pada keluarga, serat sikap keluarga yang sakit
d) Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan
Pentingnya hygiene dan sanitasi bagi keluarga, upaya
pencegahan penyakit yang dilakukan keluarga, kekompakan
anggota keluarga dalam menata lingkungan dan luar rumah,
berdampak terhadap kesehatan keluarga.
e) Ketidakmampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan
Kepercayaan keluarga terhadap petugas kesehatan dan fasilitas
kesehatan yang ada, keuntungan yang di dapatkan terhadap
penggunaan fasilitas kesehatan, apa saja pelayan yang di
berikan.

2. Diagnosa keperawatan
Diagnose keperawatan adalah pernyataan yang di rumuskan berdasarkan
data yang terkumpul dan berupa rumusan tentang respon klien terhadap
masalah kesehata serta factor penyebab (etiologi) yang berkontribusi
terhadap timbulnya masalah yang perlu di atasi dengan tindakan atau
intervensi keperawatn
a. Tipe diagnose keperawatan keluarga
1) Masalah keperawatan actual
Masalah ini memberikan gambaran berupa tamda dan gejala yang
jelas
Dan mendukung bahwa bmasalah benar-benar terjadi
2) Masalah keperawatan resiko tinggi
Masalah ini sudah di tunjang dengan data yang akan mengaruh
pada timbulnya masalah kesehatan bila tidak segera di tangani
3) Masalah keperawatan potensial/sejahtera
Status kesehatan berada pada kondisi sehat dan ingin mengikat
oleh optimal
b. Menetapkan etiologi
Menentukan penyebab atau etiologi dalam perumusan diagniosa
keperawatan dengan model single diagnose di anmgkat 5 tugas
keluarga, antara lain :
1) Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
2) Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan
3) Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga
4) Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan
5) Ketidakmampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan yang
ada
c. Prioritas masalah
Prioritas masalah dengan menggunakan skala menyusun prioritas dari
Bailon dan Maklaya, (1978) dalam Tantut Susanto, (2012).
1) Kriteria penilaian
a) Sifat masalah terdiri atas
(1) Actual dengan nilai 3
(2) Resiko tinggi dengan nilai 2
(3) Potensial dengan nilai 1
b) Kemungkinan masalah untuk di ubah
(1) Mudah dengan nilai 2
(2) Sebagian dengan nilai 1
(3) Tidak dapat dengan nilai 0
c) Potensial masalah untuk dicegah
(1) Tinggi dengan nilai 3
(2) Cukup dengan nilai 2
(3) Rendah dengan nilai 1
d) Menonjolnya masalah
(1) Segera di atasi dengan nilai 2
(2) Tidak segera di atasi dengan nilai 1
(3) Tidak di sarankan adanya masalah dengan nilai 0
e) Bobot
(1) Sifat masalah dengan bobot 1
(2) Kemungkinan masalah untuk di cegah dengan bobot 2
(3) Potensial masalah untuk dicegah dengan bobot 1
(4) Menonjolnya masalah dengan bobot 1
f) Pembenaran
(1) Alasan penentuan subkriteria
(2) Dampak terhadap kesehatan keluarga
(3) Ditunjang dengan data hasil pengkajian
g) Cara perhitungan
(1) Skor atau angka tertinggi X bobot
(2) Jumlah skor
(3) Skor tertinggi menjadi masalah prioritas

3. Perencanaan keperawatan
Perencanaan asuhan keperawatan adalah kesimpulan tindakan yang di
tentukan oleh perawat untuk di laksanakan dalam menyelesaikan masalah
kesehatan dan masalah keperawatan yang telah ditetapkan.
a. Penentuan skor untuk memprioritaskan masalah
1) Tentukan skor untuk setiap kriteria
2) Skor di bagi dengan angka tertinggi dan di lakukan bobot
Skor x Bobot
Angka tertinggi
3) Jumlah kan skor untuk semua kriteria
b. Menetapkan tujuan keperawatan
Menurut Karpenito, (1998) dalam Tantut Susanto, (2012).
Tujuan keperawatan terbagi atas :
1) Tujuan jangka pendek adalah target dari kegiatan atau hasil akhir
yang di harapkan dari rangkaian proses penyelesaian masalah
keperawatan.
2) Tujuan jangka pendek adalah hasil tindakan yang di harapkan dari
setiap akhir kegiatan yang di lakukan pada waktu tertentu di
sesuaikan dengan penjabaran jangka panjang.
c. Klasifikasi intervensi menurut Friedman, (1998) dalam Sulistio
Andarmoyo, (2012).
1) Supplemental
Intervensi yang terkait dengan rencana pemberian pelayanan
secara langsung.
2) Fasilitas
Rencana dalam membantu mengatasi hambatan dari keluarga
dalam memperoleh pelayanan medis, kesejahteraan social,
transportasi.
3) Developmental
Intervensi ini terkait dengan rencana perawat membantu keluarga
dalam kapasitasnya untuk menolong diri nya sendiri (membuat
keluarga belajar mandiri), denagan kekuatan dan sumber
pendukung yang terdapat pada keluarga.
d. Menetapkan intervensi
1) Rencana tindakan yang di susun harus prioritas pada pemecahan
masalah.
2) Rencana tindakan yang di buat dapat di lakukan mandiri oleh
keluarga.
3) Rencana tindakan yang di buat berdasarkan masalah kesehatan.
4) Rencana tindakan sederhana dan mudah di lakukan.
5) Rencana tindakan perawatan dapat di lakukan secara terus-
menerus.
e. Domain intervensi
Ada tiga domain yang bisa kita gunakan dalam menyusun intervensi.
1) Domain kognitif
Intervensi dengan domain kognitif di wujudkan untuk di berikan
informasi, gagasan, motivasi dan sarana, dengan keluarga sebagai
target asuha keperawatan.
2) Domain afektif
Intervensi ini di tunjukkan membentuk keluarga dalam respon
emosional, sehingga dalam keluarga terdapat perubahan sikap
terhadap masalah yang di hadapi.
3) Domain psikomotor
Intervensi ini ditunjukkan untuk membantu anggota keluarga
dalam perubahan perilaku yang merugikan keprilaku yang
menguntungkan.

4. Pelaksanaan Keperawatan
Pelaksanaan keperawatan merupakan pelaksanaan dari rencana asuhan
keperawatan yang telah disusun perawat bersama keluarga (Tantut
Susanto, 2012).
Pada pelaksanaan hal-hal yang perlu diperhatikan adalah (Friedman, 2004
dalam Tantut Susanto, 2012) yaitu:
a. Menstimulasi keluarga memutuskan tindakan yang tepat
1) Diakui tentang konsekuensi tidak melakukan tindakan.
2) Identifikasi sumber-sumber tindakan dan langkah serta sumber
yang dibutuhkan.
3) Diakui konsekuensi tiap alternative tindakan.
b. Menstimulasi kesadarn dan penerimaan tentang masalah kebutuhan
kesehatan.
1) Memperluas informasi keluarga.
2) Membantu untuk melihat dampak akibat situasi yang ada.
3) Hubungan kebutuhan kesehatan dengan sasaran keluarga.
4) Dorong sikap emosi yang sehat menghadapi masalah.
c. Memberikan kepercayaan diri dalam merawat keluarga yang sakit
1) Mendemonstrasikan cara perawatan.
2) Menggunakan alat dan fasilitas yang ada di rumah.
3) Mengawasi keluarga melakukan perawatan.
d. Intervensi untuk menurunkan ancaman psikologis.
1) Meningkatkan hubungan yang terbuka dan dekat.
2) Memilih intervensi keperawatan yang tepat.
3) Memilih metode kontak yang tepat kunjungan rumah atau
pendekatan kelompok.
e. Membantu keluarga untuk menemukan cara membuat lingkungan
sehat.
1) Menemukan sumber yang dapat digunakan keluarga.
2) Melakukan perubahan lingkungan keluarga seoptimal mungkin.
f. Memotivasi keluarga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang
ada.
1) Mengenalkan fasilitas kesehatan yang ada.
2) Membantu keluarga untuk menggunakan fasilitas kesehatan yang
ada.

5. Evaluasi Keperawatan
Evaluasi merupakan tahapan akhir dari proses keperawatan keluarga
rangkaian proses keperawatan dan merupakan tahap yang menentukan
apakah tujuan dapat tercapai sesuai yang ditetapkan dalam tujuan
direncana perawatan (Santun Setiawati, 2005).
a. Sifat evaluasi
Beberapa sifat evaluasi yang perlu ditinjau kembali yaitu:
1) Tujuan tidak realistis.
2) Tindakan keperawatan yang tepat.
3) Faktor-faktor lingkungan yang tidak bias diatasi.
b. Kriteria dan standar
Kriteria akan memberikan gambran tentang faktor-faktor tidak tepat
yang memberikan petunjuk bahwa tujuan telah tercapai. Standar
menunjukkan tingkat pelaksanaan yang diinginkan untuk
membandingkan dengan pelaksanaan yang sebenarnya.
c. Evaluasi kuantitatif dan kualitatif
Evaluasi kuantitatif menekankan pada jumlah pelayanan atau kegiatan
yang telah diberikan misalnya imunisasi, kunjungan ANC pada ibu
hamil.
d. Metode-metode evaluasi.
1) Observasi langsung.
2) Memeriksa laporan atau dokumentasi.
3) Wawancara atau angket.
4) Stimulasi latihan.
e. Catatan perkembangan
Catatan perkembangan keluarga merupakan indicator keberhasilan
tindakan keperawatan yang diberikan pada keluarga oleh petugas
kesehatan. Karakteristik evaluasi sebagai berikut:
1) Subjektif
Pernyataan keluarga klien atau sumber lain tentang perubahan
yang dirasakan baik kemajuan ataupun kemunduran setelah
diberikan tindakan keperawatan.
2) Objektif
Data yang bias diamati dan diukur melalui teknik observasi,
palpasi, perkusi dan auskultasi sehingga kemajuan dan
kemunduran dapat dilihat sebelum dan setelah diberikan asuhan
keperawatan.
3) Analisa
Pernyataan yang menunjukkan sejauh mana masalah keperawatan
dapat tertanggulangi.
4) Planning
Rencana yang ada dalam catatan perkembangan merupakan
rencana tindakan hasil evaluasi tentang dilanjutkan atau tidak
rencana tersebut sehingga diperlukan inovasi dan modifikasi bagi
perawat.
BAB III
TINJAUAN KASUS

A. Pengkajian
Menurut informasi yang didapat dari warga Desa Nerangan diberikan
keterangan bahwa terdapat salah satu warganya menderita hipertensi
pada tanggal 21 Maret 2017, kemudian penulis mendatangi ketua RT
untuk meminta ijin mengunjungi keluarga Bp. S dalam rangka
menerapkan asuhan keperawatan keluarga. Selanjutnya penulis
mendatangi Bpk. S dan menjelaskan tujuan kedatangan penulis
kemudian penulis mengadakan kontrak waktu untuk kunjungan
selanjutnya.

Penjajagan Tahap I
Pada tanggal 21 Maret 2017 pukul 09.00 WIB. Penulis mendatangi
Bp.S untuk melakukan pengkajian dan pengumpulan data dasar yang
meliputi data dasar keluarga, lingkungan, struktur keluarga, fungsi
keluarga, stress dan koping keluarga, pemeriksaan fisik serta fungsi
keperawatan. Selain itu penulis mengkaji tentang data status
kesehatan anggota keluarga. Adapun hasil yang diperoleh sebagai
berikut:
1. Data Dasar Keluarga
a. Nama Kepala keluarga (KK) : Bp. S
b. Usia : 58 Tahun
c. Pendidikan : SMP
d. Pekerjaan : Guru
e. Alamat : Rt 014/037, Desa Kajoran
Dusun Nerangan Kabupaten Magelang
f. Komposisi Keluarga
Nama Jenis Hubungan Usia Pendidikan Pekerjaan
Kelamin dengan KK
Bpk. S Laki-laki KK 58thn SMP Guru
Ibu. S Perempuan Istri 53thn SMP Ibu rumah
tangga
An. M Laki-laki Anak 15thn SMP Pelajar
An. P Laki-laki Anak 10thn SD Pelajar

g. Genogram

Keterangan:
= Perempuan = laki-laki meninggal

= Laki-laki

= Perempuan Meninggal
= Tinggal serumah
= Garis Keturunan
= Klien

h. Tipe Keluarga
Tipe keluarga Bpk. S adalah sebagai keluarga inti dimana
dalam keluarga terdapat Bpk. S sebagai suami dan Ibu. S
sebagai istri dan memiliki 2 anak laki-laki.
i. Suku Bangsa
Keluarga Bpk. S berasal dari suku Jawa, bahasa yang
digunakan adalah jawa.
j. Agama
Keluarga Bpk.S menganut agama Islam, tidak ada perbedaan
antara anggota keluarga menjalani keyakinannya. Anggota
keluarga senantiasa menjalankan ibadah dan keyakinannya
seperti sholat, puasa, dan mengaji. Keluarga beranggapan
bahwa agama sebagai dasar atau nilai yang mempengaruhi
kehidupannya.
k. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Pendapatan keluarga perbulan 3.200.000, penghasilan tersebut
mencukupi untuk biaya sehari-hari. Keluarga Bp. S
mempunyai tabungan. Yang mengelola keuangan dalam
keluarga adalah Ibu.S.
l. Aktivitas Rekreasi dan Keluarga
Keluarga Bpk.S jarang melakukan rekreasi dan waktunya
tidak tentu biasanya ziarah dan biasanya saat waktu senggang
Bpk.S dan Ibu S hanya melakukan nonton tv dan berbincang-
bincang dirumah.
m. Tahap dan Tugas Perkembangan Keluarga
Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah keluarga
dengan Anak remaja. Tugas perkembangan keluarga yang
belum terpenuhi yaitu memberikan kebebasan yang seimbang
dengan tanggung jawab mengingat remaja yang sudah
bertambah dewasa dan meningkat autonominya,
mempertahankan hubungan yang intim dalam keluarga,
mempertahankan komunikasi terbuka antara anak dan orang.
Hindari perdebatan, permusuhan dan kecurigaan, perubahan
system peran dan peraturan dan untuk tumnbuh kembang
keluarga.
n. Riwayat keluarga inti
Bp.S dan Ibu.S merupakan orang jawa, keluarga Bpk. S
menempati tempat tinggal saat ini sudah sejak lama. Ibu. S dan
Bp.S menikah karena mereka sama-sama saling suka. Tidak
ada paksaan ataupun perjodohan dalam pernikahannya. Bpk.S
dan Ibu.S bisa bertemu karena diperkenalkan oleh saudaranya
yang akhirnya berujung dengan pernikahan. Saat ini Ibu.S dan
Bpk.S memiliki 2 anak laki-laki.
o. Riwayat Keluarga Sebelumnya
Keluarga Bpk.S dan Ibu.S berasal dari keluarga sederhana,
riwayat keluarga Bpk.S dan Ibu S harmonis. Bpk. S
mengatakan keluarganya tidak mempunyai penyakit
keturunan, sedangkan Ibu. S memiliki penyakit keturunan
yaitu Hipertensi.
2. Lingkungan
a. Perumahan
keluarga Bpk. S tinggal dirumah milik pribadi dengan luas
bangunan kurang lebih 92 m2 dan tidak memiliki pekarangan,
jenis rumah Bpk.S permanen, dengan atap genteng, lantai
keramik kondisi rumah secara keseluruhan bersih, tidak
banyak lalat, terdapat ventilasi rumah dengan luas lebih dari
10% luas lantai. Cahaya matahari dapat masuk kedalam
rumah.
b. Denah Rumah
Keterangan:

D KM KT T: Teras
RT: Ruang Tamu
RK: Ruang Keluarga
KT KT: Kamar Tidur

RK
D: Dapur
KM: Kamar Mandi

KT
RT
c. Pengolahan Sampah

c. Keluarga Bpk. S mempunyai tempat pembuangan sampah, Tempat


pembuangan sampah Bpk.S yaitu di kebun dan cara pengelolaan
sampah rumah tangga Bpk.S yaitu di bakar.
d. Sumber air
PMA merupakan alternative yang digunakan keluarga Bpk.S untuk
mandi dan mencuci. Sumber air minum yang digunakan oleh
keluarga Bpk.S digunakan PMA yaitu dengan cara dimasak.
e. Jamban Keluarga
Bpk.S mempunyai WC sendiri dengan jenisnya yaitu cemplung
dan jarak antara sumber air dengan penampungan tinja kurang dari
10 m2, keluarga mengetahui apabila sumber air dengan tempat
tinja berdekatan maka air yang digunakan tidak baik untuk
kesehatan.
f. Pembuangan air limbah
Saluran pembuangan air limbah Bpk.S dengan menggunakan
paralon besar dibelakang rumah yang dialirkan keselokan.
Keadaannya bersih dan tidak tersumbat.
g. Fasilitas social dan fasilitas kesehatan
Perkumpulan sosial yang diikuti oleh Bpk.S dan Ibu S adalah
pengajian dimasjid atau terkadang jika ada kegiatan yang diadakan
oleh RT setempat yaitu arisan PKK. Fasilitas kesehatan pernah
dimanfaatkan oleh keluarga Bpk.S adalah karena Ny.S takut atau
cemas jika di tensi karena tekanan darahnya tinggi.
h. Karakteristik tetangga dan komunitas
Rumah keluarga Bpk.S masuk gang yang masih bisa dijangkau
menggunakan motor, kanan dan belakang rumah Bpk.S dibatasi
oleh jalanan dan tembok rumah tetangga. Keluarga Bpk.S
bersosialisasi dengan warga setempat saat ada kegiatan, karena
Bpk.S bekerja sebagai guru SD. Ibu S bersosialisasi dengan
tetangga atau masyarakat setempat dengan baik dan ramah. Pada
waktu luang keluarga memanfaatkan untuk istirahat dirumah.
i. Mobilitas geografis keluarga
Keluarga Bpk.S merupakan penduduk asli dusun Nerangan,
menurut perkataan Ibu S, Bpk. S dan keluarga jarang berpergian
keluar rumah karena mereka lebih nyaman didalam rumah.
j. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga Bpk.S biasanya yang dilakukan saat perkumpulan
keluarga hanya berbincang-bincang tanpa tujuan yang jelas yang
untuk mengakrabkan keluarganya. Terkadang tetangga setempat
suka atau sering berkunjung kerumahnya. Interaksi keluarga Bpk.S
dengan masyarakat baik.
k. Sistem pendukung keluarga
Menurut perkataan Ibu S, kebutuhan ekonominya ditanggung
semua oleh penghasilan Bpk.S dan Ibu S mengatakan kebutuhan
tersebut sudah cukup memenuhi kebutuhan keluarganya.
Komunikasi antara Bpk. S dan Ibu S baik sehingga setiap ada
permasalahan selalu dibicarakan bersama.
3. Struktur Keluarga
a. Pola Komunikasi Keluarga
Keluarga Bpk.S dalam kesehariannya menggunakan bahasa jawa. Jika
ada masalah selalu diselesaikan dan didiskusikan secara bersama
b. Struktur kekuatan keluarga
Pengambil keputusan dalam keluarga Bpk.S adalah Ibu S. hal ini
didasarkan pada saat Ibu S membicarakan masalah yang ada pada
keluarganya, Ibu S selalu punya jalan keluar agar permasalahan yang ada
selesai.
c. Struktur Peran
Bpk.S sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab atas istrinya. Ibu
S sebagai istri yang mengatur keuangan, memasak, merawat dan sebagai
ibu rumah tangga yang melayani segala kebutuhan yang dibutuhkan oleh
suami dan kebutuhan anaknya.
d. Nilai dan Norma Budaya
Keluarga Bpk.S meyakini agama islam, menyesuaikan dengan nilai
agama yang mereka anut dan sesuai dengan norma yang ada.
Menjalankan sholat 5 waktu dan terkadang mengaji. Percaya penyakitnya
bisa diobati.

4. Fungsi Keluarga
a. Fungsi Afektif
Bpk. S selalu menasehati Ny.S jika Ny.S susah untuk diatur. Bpk. S selalu
menasehati Ny.S untuk menjaga kesehatan dan menjaga pola makannya.
b. Fungsi Sosialisasi
Bpk.S dan Ibu S selalu bersosialisasi dengan tetangganya dengan baik dan
ramah. Selalu menyapa tetangga dan masyarakat setempat. Interaksinya
baik dan selalu mengikuti kegiatan yang ada di dusunnya.
c. Fungsi Reproduksi
Ibu S sudah tidak ingin mempunyai anak lagi dikarenakan usia sudah tua
dan Ibu S tidak pernah menggunakan KB.
5. Stress dan koping keluarga
a. Stressor jangka pendek dan panjang
Ibu S mengatakan sumber masalah yang besar dalam hidupnya yaitu
memikirkan untuk menyekolahkan anaknya yang paling kecil, sehingga
terkadang membuat keluarganya menjadi khawatir dan kesehatan
keluarganya.
b. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah
Ibu S mengatakan bila ada masalah dalam keluarga maka segera
dibicarakan dengan anggota keluarga.
c. strategi koping yang digunakan
Ibu S apabila memiliki masalah selalu diselesaikan bersama-sama dan
bermusyawarah
d. Strategi adaptasi disfungsonal
Ibu S mengatakan keluarganya Bpk.S tidak ada yang menggunakan cara-
cara diluar cara umum untuk menyelesaikan masalah dalam keluarga
seperti menggunakan kekerasan dalam menghadapi masalah yang ada.
f. Pemeriksaan Fisik
NO SISTEM Tn. S Ny.S An. M An. P
1 TTV,BB, TD=200/120 TD=160\10
TB mmHg,N.88 0mmHg,N=
x\menit 84x\menit
RR,20x\meni RR=20X\m
t,Suhu=36,5, enit S=36,8
BB=70kg, BB=58kg,T
TB=160cm B=158cm
2 Kepala\ra Bersih tidak Tidak Normal Normal
mbut ada ketombe terlihat Ny.
atau kotoran S memakai
penyebaran kerudung,tid
tidak merata ak pernah di
tipis rambut lepas
berwarna meskipun
putih saat berada
di rumah
3 Mata Konjungtiva Konjungtiva Konjungtiva Konjungtiva
tidak anemis, tidak tidak anemis, tidak anemis,
pupil anemis, pupil pupil
mengecil saat pupil mengecil saat mengecil saat
terkena mengecil terkena terkena
cahaya,pengl saat terkena cahaya,pengl cahaya,pengl
ihatan kabur, cahaya, ihatan tidak ihatan tidak
kornea penglihatan kabur, kabur,
keruh, sclera agak sedikit kornea tidak kornea tidak
anikterik, kabur, keruh, sclera keruh, sclera
bola mata sclera anikterik, anikterik,
tidak anikterik, bola mata bola mata
mengikuti kornea tidak tidak
arah cahaya, jernih, bola mengikuti mengikuti
reaksi mata arah cahaya, arah cahaya,
terhadap mengikuti reaksi reaksi
cahaya tidak arah cahaya, terhadap terhadap
normal reaksi cahaya tidak cahaya tidak
terhadap normal normal
cahaya
bagus
4 Telinga Bersih, tidak Bersih tidak Bersih tidak Bersih tidak
ada serumen, ada ada ada
pendengaran serumaen. serumaen. serumaen.
masih bagus Pendengara Pendengaran Pendengaran
tidak ada n baik. baik. Tidak baik. Tidak
benjolan, Tidak ada ada benjolan. ada benjolan.
tidak benjolan.
bengkak, Tidak
tidak ada bengkak,tid
nyeri tekan. ak ada nyeri
tekan
5 Hidung Tidak Tidak Tidak Tidak
terdapat lesi terdapat terdapat lesi terdapat lesi
dan cairan lesidan dan cairan dan cairan
mukosa. cairan . mukosa. mukosa.
Hidung mukosa Hidung Hidung
lembab. hidung lembab. lembab.
Terdapat lembab, Terdapat Terdapat
bulu hidung. terdapat bulu hidung. bulu hidung.
Penciuman bulu hidung. Penciuman Penciuman
baik Penciuman baik baik
baik.
6 Mulut Lidah Lidah Lidah bersih, Lidah bersih,
simetris, bersih, lidah lidah lidah
bibir simetris, simetris, simetris,
simetris, bibir bibir simetris bibir simetris
bicara agak simetris , , gigi masih , gigi masih
sedikit pelo, gigi masih ada, tidak ada, tidak
gigi tidak ada, carie, caries, caries,
ada, stomatis stomatitis stomatitis stomatitis
tidak ada, tidak ada , tidak ada , tidak ada ,
lidah bersih. bicara bicara bicara
normal normal normal
7 Leher Tidak ada Simetris, Tidak ada Tidak ada
benjolan, nyeri pada benjolan, benjolan,
tidak ada tengkuk tidak ada tidak ada
pembesaran leher, tidak pembesaran pembesaran
kelenjar, ada kelenjar, kelenjar,
simetris benjolan,tid simetris simetris
ak ada
pembesaran
kelenjer,
8 Dada\thor Tidak Tidak Tidak Tidak
ax terdapat terdapat terdapat terdapat
benjolan, benjolan,tid benjolan,tida benjolan,tida
tidak ada ak ada sura k ada sura k ada sura
suara nafas tambahan. tambahan. tambahan.
tambahan, Bunyi nafas Bunyi nafas Bunyi nafas
bunyi nafas vesikulrer vesikulrer vesikulrer
vesikuler bunyi bunyi bunyi
bunyi jantung jantung jantung
jantung normal. RR normal. RR normal. RR
normal.perna 20x\menit 18x\menit 18x\menit
fasan
20x\menit
9 Abdomen Perut datar. Perut datar. Perut datar. Perut datar.
Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
nyeri tekan. nyeri tekan. nyeri tekan. nyeri tekan.
Hepar tidak Hepar tidak Hepar tidak Hepar tidak
teraba. teraba. Perut teraba. Perut teraba. Perut
Bising usus lembek. lembek. lembek.
9x\menit. Bising usus Bising usus Bising usus
Perut lembek 8x\ menit 8x\ menit 8x\ menit
10 Ekstermit Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
as atas odema, tidak oedema. oedema. oedema.
dan ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
bawah kemerahan, kemerahan kemerahan kemerahan
tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
varises.ekster varises, varises, varises,
mitas bagian kekuatan kekuatan kekuatan
kiri lebih tonos otot tonos otot tonos otot
lemah dari baik, tidak baik, tidak baik, tidak
pada ada ada ada
ekstermitas kelumpuhan
bgian kana di salah satu
kekuatan otot sisi tubuh.
Kekuatan
otot
11 Kulit Bersih, kulit Bersih kulit Bersih kulit Bersih kulit
keriput keriput, tidak keriput, tidak keriput,
warna sawo warna putih warna putih warna putih
matang, langsat, langsat, langsat,
turgor kulit turgor kulit turgor kulit turgor kulit
tidak elastis, tidak elastis, tidak elastis, tidak elastis,
CRT 73 detik CRT < 3 CRT < 3 CRT < 3
detik detik detik
12 Lain-lain - - - -
13 Kesimpul Keadaan Keadaan Keadaan Keadaan
an umum baik, umum baik, umum baik, umum baik,
kesadaran kesadaran kesadaran kesadaran
CM, CM, postur CM, postur CM, postur
memiliki tubuh tubuh tubuh
postur tubuh seimbang , seimbang , seimbang ,
agak tidak ada tidak ada tidak ada
bengkok saat kelaianan kelaianan kelaianan
berjalan ada pada organ pada organ pada organ
kelaianan tubuh. tubuh. tubuh.
pada
ekstermitas
bagian kiri
6. Harapan keluarga terhadap asuhan keperawatan keluarga
Keluarga mengatakan senang bila ada yang melakukan kunjungan ke rumah,
keluarga sangat berharap masalah yang berhubungan dengan kesehatan Bpk. S
dan penghasilan keluarga cukup selalu untuk memenuhi kebutuhan keluraga
dan anaknya.

7. Fungsi perawatan (penjajagan 2)


Mengenal masalah : keluarga mengatakan Ny.S mengatakan hipertensi adalah
darah tinggi dan tanda gejalanya yaitu merasakan sakit pada tengkuk leher.
Dan Ny. S sudah mengetahui tentang penyebab hipertensi.

Mengambil keputusan : keluarga mengatakan setiap anggota keluarga yang


mengalami masalah kesehatan sudah mampu di tangani dengan segera karena
apabila ada salah satu anggota ada yang sakit, Ibu S sudah langsung periksa ke
pelayanan kesehatan.

Merawat : Ibu S mengatakan selama ini sudah mengkonsumsi obat yang yang
diberi oleh Puskesmas untuk mengurangi Hipertensinya.

Modifikasi Lingkungan : Ibu S mengatakan tahu akan kepentingan kesehatan


keluarganya, jadi jika ada salah satu anggota keluarga yang sakit maka akan
segera untuk memeriksakan ke pelayanan kesehatan seperti puskesmas.

Memanfaatkan Fasilitas : keluarga mengatakan jika ada anggota keluarga


yang sakit selalu di bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Yang dapat
dijangkau oleh kelurga yaitu puskesmas dan klinik.
8. Analisa data
No Data Masalah Penyebab
1 DS: ibu S mengatakan sering nyeri Nyeri KMK merawat
pada tekuk leher, merasa pusing anggota keluarga
secara tiba-tiba, suka marah- yang menderita
marah. hipertensi
DO: TD: 160/100 mmHg, nadi
88x/menit, RR 20x/menit, suhu
36,50C. Ibu S tampak bertanya
bagaimana cara mengatasi jika
nyeri tekuk dan pusingnya kambuh.
2 DS: Ibu. S mengatakan tidak Kurang KMK dalam
mengetahui obat lain selain obat pengetahuan mengenal
puskesmas yang diberi untuk pengobatan
hipertensinya. tradisional untuk
DO: anggota keluarga
TD: 160/100 mmHg, nadi yang mengalami
88x/menit, RR 20x/menit, suhu hipertensi
36,50C. Ibu S tampak bertanya
mengenai obat herbal untuk
mengatasi hioertensi kepada
perawat

9. Penapisan Masalah
a. Nyeri Berhubungan dengan KMK merawat anggota keluarga yang
menderita hipertensi
No Kriteria Bobot Skor Pembenaran
1 Sifat Masalah: 2/3x1 2/3 Ibu. S mengatakan akhir-akhir ini
Ancaman merasakan sakit pada tengkuk
kepala. Ibu. S tidak tahu tentang
penyebab hipertensi.
2 Kemungkinan 2/2x2 2 Kemungkinan masalah untuk
masalah dapat diubah mudah, karena ibu. S mau
diubah: mudah memeriksakan kesehatannya di
puskesmas jika nyeri tekuk dan
pusing sudah mulai ibu. S rasakan.
3 Potensi masalah 3/3x1 1 Ibu. S mengatakan sering diperiksa
untuk di cegah: oleh mahasiswa yang PKL
Tinggi sehingga sering di beri penyuluhan
oleh mahasiswa yang PKL.
4 Menonjolnya 2/2x1 1 Ibu. S sudah merasakan masalah
masalah: yang sedang dideritanya dan harus
Masalah di segera di tangani agar tidak terjadi
rasakan dan komplikasi
harus di tangani
Jumlah 4 2/3

b. Kurang pengetahuan berhubungan dengan KMK dalam mengenal pengobatan


tradisional untuk anggota keluarga yang mengalami hipertensi
No Kriteria Bobot Skor Pembenaran
1 Sifat Masalah: 2/3x1 2/3 Keluarga Ibu. S mengatakan
Ancaman bahwa dirinya kurang memahami
obat herbal yang dapat
dikonsumsi untuk menurunkan
hipertensi nya.
2 Kemungkinan 2/2x2 2 Keluarga Bpk. S menanyakan apa
masalah dapat saja bahan herbal alami yang dapat
diubah: sebagian digunakan untuk menurunkan
hipertensinya
3 Potensi masalah 3/3x1 1 Masalah untuk di cegah tinggi
untuk di cegah: karena ibu. S mau untuk
Tinggi mengetahui obat herbal selain obat
puskesmas yang ibu. S konsumsi
4 Menonjolnya 1/2x1 ½ Ibu. S sudah merasakan masalah
masalah: yang sedang dideritanya dan harus
Masalah di segera di tangani agar tidak terjadi
rasakan dan komplikasi.
harus di tangani
Jumlah

c. Ansietas berhubungan dengan KMK dalam mengenal masalah anggota keluarga


khususnya Bpk. S yang menderita hipertensi
No Kriteria Bobot Skore Pembenaran
1 Sifat masalah: 2/3x1 2/3 Keluarga mengatakan Ibu. S tidak
actual mau periksa ke puskesmas karena
takut jika tensinya tinggi
2 Kemungkinan 1/2x1 1 Keluarga Bpk. S memiliki
masalah dapat keinginan untuk mengetahui cara
diubah: sebagian merawat hipertensi
3 Potensi masalah 2/3x1 2/3 Apabila Ibu. S lebih memahami
untuk dicegah: mengenai penyakit hipertensi,
cukup kemungkinan hipertensi dapat di
cegah
4 Menonjolnya 1/2x1 ½ Ibu. S sudah ada masalah dengan
masalah: ada kurangnya pengetahuan tetapi
masalah tetapi tidak perlu di tangani dengan
tidak perlu di segera
tangani
Jumlah
A. Rencana Keperawatan
Diagnosa Tujuan Evaluasi
Keperawatan Umum Khusus Kriteri Standar Intervensi
a
…….berhubu Setelah Setelah 1. Diskusikan
ngan dengan dilakukan dilakukan bersama
KMK dalam tindakan pertemuan keluarga
mengenal keperawa sebanyak tentang
masalah tan 3x45menit, pengertian,
anggota selama 1 keluarga R. Hipertensi adalah tanda dan
keluarga yang minggu, mampu: Verbal peningkatan gejala, dan
menderita masalah 1. Menyebut tekanan darah penyebab
hipertensi kan sistolik lebih dari hipertensi
pengertia 140 mmHg dan 2. Beri waktu
n tekanan darah keluarga untuk
hipertensi diastolic lebih dari bertanya
90 mmHg. kepada
keluarga
3. Minta keluarga
untuk
Menyebutkan 3 dari mengulang
5 tanda dan gejala kembali
2. Tanda dan hipertensi:
gejala 1. Tengkuk terasa
hipertensi pegal
R. 2. Sakit kepala
Verbal 3. Susah tidur
4. Mata
berkunang-
kunang
1. Obesitas
2. Usia
3. Factor keturunan
4. Merokok
5. Kurang olahraga
3.Penyebab R. 6. Banyak
hipertensi Verbal mengkonsumsi
garam
7. stress
1. penjelasan
kepada
TUK 2 : 3 dari 7 akibat keluarga
a. Mengung lanjut hipertensi : tentang
kapkan gagal jantung, gagal komplikasi
bahaya ginjal, stroke, hipertensi
atau kerusakan pada 2. Beri
akibat mata kesempatan
hipertensi 1.keuarga untuk
jika tidak bertanya
1
diatasi 3. Motivasi
keluarga
mengungkapka
n kembali
komplikasi
stroke bila
tidak ditahangi
4. Beri pujian
positif atas
jawaban
keluarga

TUK 3: R. 1. Olahraga 1. Galih pendapat


a. Menjelask Verbal secara teratur keluarga
an tentang 2. Diet rendah 2. Bimbing dan
cara garam motivasi
merawat 3. Hindari keluarga untuk
hipertensi merokok memutuskan
4. Kurangi merawat
mengkonsumsi hipertensi pada
garam berlebihan anggota
5. Memeriksa keluarga
tekanan darah dengan tepat
secara teratur 3. Beri pujian
positif atas
keputusan
1. 1
keluarga
.

b. Mendemo R. 1. 2 buah 1. Diskusikan


nstrasikan Verbal belimbing dengan kelurga
cara diparut tentang cara
membuat 2.Kemudian perawatan
obat diperas airnya anggota dengan
tradisioanl sehingga menjadi hipertensi
hipertensi satu gelas 2. Anjurkan
dengan belimbing keluarga untuk
belimbing 3.Diminum setiap menyebutkan
hari kembali apa yang
telah disebutkan
3. Jelaskan
kembali kepada
keluarga jika
belum mampu
mengungkapkan
4. Beri pujian
positif atas
jawaban yang
diberikan

TUK 4:
a. Menyebut R. Modifikasi 1. Diskusikan
kan Verbal lingkungan dalam dengan
modifikasi mencegah keluarga cara
lingkunga hipertensi: memodifikasi
n yang 1. Lingkungan lingkungan
dalam rumah yang 2. Motivasi
merawat nyaman untuk
hipertensi 2. Istirahat mengungkapk
yang cukup an kembali
3. Hindari hal yang telah
kebisingan didiskusikan
4. Tidak 3. Beri
melakukan kesempatan
kegiatan untuk
yang dapat bertanya
meningkatk 4. Beri pujian
an emosi
b. Melakukan Demo Melakukan
modifikasi nstrasi modifikasi
lingkungan lingkungan
untuk merawat hipertensi
merawat
stroke

TUK 5:
a. Menyebut R. Fasilitas kesehatan 1. Diskusikan
kan Verbal yang dapat jenis-jenis
fasilitas digunakan keluarga pelayanan
kesehatan untuk menangani kesehatan yang
yang dapat stroke pada anggota digunakan
digunakan keluarga: 2. Bantu keluarga
keluarga 1. Puskesmas memilih
2. Klinik fasilitas
3. Rumah sakit kesehatan yang
akan digunakan
3. Beri pujian atas
pilihan keluarga

Demo Manfaat fasilitas 1.Klarifikasi


nstrasi kesehatan : pengetahuan
Memberi informasi keluarga tentang
tentang cara manfaat fasilitas
merawat hipertensi kesehatan
2.Diskusikan
dengan keluarga
manfaat fasilitas
kesehatan
3.Tanyakan
kembali pada
keluarga
manfaat fasilitas
kesehatan

b. Menyebut Demo Kunjungan 1. Motivasi


kan nstrasi keluarga ke fasilitas keluarga untuk
manfaat kesehatan atau memanfaatkan
fasilitas untuk membawa fasilitas
kesehatan anggota merawat kesehatan
stoke 2. Evaluasi
penyalahgunaan
fasilitas
kesehatan oleh
keluarga
3. Beri pujian jika
keluarga telah
memanfaatkan
fasilitas
kesehatan.

B. CATATAN EVALUASI KEPERAWATAN


Nama Paraf,
Diagnosa Evaluasi Askep
Implementasi Tanggal, dan
Keperawatan Keluarga
Waktu
……berhubu TUK 1: dengan S: keluarga dapat
ngan dengan menggunakan leaflet menyebutkan pengertian
KMK dalam dan lembar balik hipertensi
mengenal 1. Diskusikan
masalah bersama Keluarga menyebutkan
anggota keluarga 3 dari tanda gejala
keluarga tentang hipertensi yaitu sakit
yang pengertian, kepala, kelumpuhan
menderita tanda dan pada beberapa bagian
hipertensi gejala, serta tubuh, masalah dalam
penyebab berjalan.
hipertensi Keluarga menyebutkan
2. Memberikan penyebab hipertensi
penyuluhan yaitu Obesitas
pada keluarga Usia, Factor keturunan,
tentang definisi, Merokok, Kurang
tanda dan olahraga, Banyak
gejala, mengkonsumsi garam,
penyebab stress
hipertensi
3. Memberi pujian O: keluarga
atas jawaban memperhatikan
yang benar mahasiswa saat
penyuluhan berlangsung
Terdapat kontak mata
Sesekali keluarga
menganggukan kepala
saat diberi penjelasan
Keluarga tersenyum saat
diberi pujian atas
jawaban yang benar
A: masalah teratasi
P: lanjutkan ke TUK2

S: keluarga
TUK 2: menjelaskan menyebutkan akibat dari
pada keluarga stroke yaitu mudah jatuh
tentang akibat lanjut sehingga mengalami
dari stroke patah tulang, aritmia,
1. Memberikan depresi.
motivasi atau Keluarga mau mencoba
dukungan untuk melakukan
keluarga keperawatan yang sesuai
untuk dengan kesepakatan
memilih O: keluarga
alternative mempertahankan
2. Beri pujian perhatian kepada
atas pilihan mahasiswa saat
yang tepat penyuluhan berlangsung
3. Beri Terdapat kontak mata
dukungan Sesekali menganggukan
atau motivasi kepala
kepada Banyak bertanya kepada
keluarga mahasiswa
untuk A: masalah teratasi
membuat P: lanjutkan ke TUK 3
keputusan
pemilihan
alternative
S: Keluarga
TUK 3: menjelaskan menyebutkan tujuan dari
kepada keluarga cara ROM yaitu S:
melakukan rentang memperlancar aliran
gerak aktif pasif darah, mempertahankan
dirumah pada stroke fungsi sendi, mencegah
khususnya Tn.M terjadinya kontraktur
1. Mendiskusik Keluarga khususnya
an bersama Tn.M mengikuti dan
keluarga melakukan gerakan
tujuan ROM ROM
2. Mendemonst O: keluarga
rasikan cara memperhatikan yang
pelatihan dijelaskan oleh perawat
ROM Terdapat kontak mata
Tn.M
mendemonstrasikan
ROM
Sesekali menganggukan
kepala saat diberi
penjelasan
A: masalah teratasi
P: Lanjut ke TUK 4

TUK 4: S: keluarga
memodifikasi menyebutkan cara
lingkungan bagi modifikasi lingkungan
Bpk. M dengan dengan benar yaitu,
hipertensi Lingkungan rumah yang
1. Menyebutka nyaman, Istirahat yang
n modifikasi cukup, Hindari
lingkungan kebisingan, Tidak
yang ada melakukan kegiatan
dalam yang dapat
merawat meningkatkan emosi
klien dengan
hipertensi Keluarga mengatakan
2. Melakukan sudah melakukan
modifikasi modifikasi lingkungan
lingkungan dengan benar
O: keluarga tersenyum
saat di beri pujian atas
tindakan yang benar
A: masalah teratasi
P: lanjut ke TUK 5

S: keluarga dapat
menyebutkan fasilitas
kesehatan yang dapat di
kunjungi yaitu, rumah
sakit, klinik, dan
puskesmas
Keluarga mengatakan
selalu membawa Bpk.
M ke rumah sakit untuk
TUK 5: O: keluarga tampak
Memanfaatkan tersenyum saat di beri
fasilitas kesehatan pujian atas jawaban
1. Mendiskusik yang benar oleh perawat
an bersama A: masalah teratasi
keluarga P: intervensi di hentikan
tentang
fasilitas
kesehatan
yang tepat di
kunjungi
2. Memotivasi
keluarga
untuk
melakukan
pemeriksaan
rutin ke
dokter atau
puskesmas