Vous êtes sur la page 1sur 10

ASKEP GANGGUAN AKTIVITAS

Written by Aby Amm on 3 Jun 2012 at 00.13.00

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN“S”


GANGGUAN KEBUTUHAN AKTIVITAS DENGAN
DIAGNOSA MEDIK “TRAUMA CAPITIS SEDANG”
DI LONTARA III BEDAH SARAF
RS. DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO

ARBIANTO
091378

CI LAHAN CI INSTITUSI

( ) ( )

UPTD AKPER ANGING MAMMIRI


PROVINSI SULAWESI SELATAN
2010

LAPORAN PENDAHULUAN
KEBUTUHAN AKTIVITAS

A.PENGERTIAN
Aktivitas adalah suatu energy atau keadaan bergerak di mana manusia memerlukan hal
tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan hidup Body mechanic atau mekanica tubuh adalah
penggunaan tubuh atau penggunaan organ secara efisien dan efektif sesuai dengan fungsinya
 JENIS-JENIS BODY MECANIKA :
1. Body alignment
Postur yang baik karena menggunakan otot dan rangka tersebut secara benar,
2. Keseimbangan
Keadaan postur yang seimbang sesuai dengan garis sumbu dengan sentralnya
3. Koordinasi gerakan tubuh
Kemampuan tubuh dalam mempertahankan keseimbangan

 FACTOR-FACTOR YANG MEMPENGARUHI BODY ALIGMENT DAN


PERGERAKAN :
1. Tingkat perkembangan tubuh
Usia mempengaruhi perkembangan neuromaskuler dan tubuh secara proporsional , postur
pergerakan dan reflex akan berfungsi secra optimal
2. Kesehatan fisik
Penyakit cacat tubuh dan immobilisasi dapat berpengaruh
3. Keadaan nutrisi
Kuranya nutrisi dapat menyebabkan kelemahan otot dan obesitas menyebabkan pergerakan
kurang bebas
4. Emosi
Rasa aman dan gembira dapat mempengaruhi aktivitas tubuh seseorang
5. Kelemahan neuroinoskulera dan skeletal
Abnormal postur seperti seolisis, kiposis yang sangat berpengaruh
Tanggal masuk : 8 juli 2010
Tanggal
pengkajian : 12 juli Diagnose : TCS
 IDENTITAS KLIEN
Nama : Tn. “S”
Umur : 25 tahun
Jenis kelamin : laki-laki
Agama : SMA
Pekerjaan : Islam
Alamat : Butta Towwa Ds. Pettuadae Kab. Maros
Suku : Bugis
 IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB
Nama : Tn “A”
Umur : 56 tahun
Alamat : Butta Towwa Ds. Pettuadae Kab. Maros
Pekerjaan : petani
Hub. Dengan klien : orang tua klien (Bapak)
II. Riwayat kesehatan
 Keluhan utama : kesadaran menurun
 Riwayat keluhan utama : keluarga klien mengatakan kurang lebih 2 jam sebelum masuk
rumah sakit akibat kecelakaan, klien sempat pingsan dan tidak sadarkan diri.
 Riwayat kesehatan masa lalu :
Klien pernah masuk R.S. Salewangang Maros
PEMERIKSAAN FISIK
1. Kepala
 Inspeksi : - bentuk kepala normal, simetris kiri dan kanan
- Kulit kepala agak kotor
- Keadaan rambut kusam
 Palpasi : - tidak ada benjolan
- Tidak ada nyeri tekan
2. Mata
 Inspeksi : - ketajaman mata baik
- Tidak ada radang mata
- Mata simetris kiri dan kanan
- Tidak ada penonjolan bola mata
- Sclera Nampak merah
- Lapang pandang tampak baik
- Corak bola mata coklat
- Tidak memiliki alat bantu
3. Hidung
 Inspeksi : - hidung simetris kiri dan kanan
- Struktur lengkap
- Fungsi pembauan lengkap
 Palpasi : - tidak ada nyeri tekan dan tidak ada bengkak
4. Telinga
 Inspeksi : - struktur lengkap
-tidak ada tanda-tanda peradangan
-fungsi pendengaran baik
 Palpasi : - tidak ada nyeri tekan
-tidak teraba adanya massa
5. Mulut
 Inspeksi : - gigi kurang lengkap
- lidah tampak kotor
- bicara kurang jelas
- klien susah menelan dan mengunyah
6. Leher
 Inspeksi : - tidak Nampak pembesaran vena
-tidak ada nyeri tekan
7. Dada
 Inspeksi : - bentuk dada simetris kiri dan kanan
-pergerakan thorax simetris
-sputum agak berlendir
8. Jantung
 Inspeksi : - tidak Nampak pembesaran jantung
 Palpasi : - tidak Nampak adanya nyeri tekan
 Perkusi : - pelan
 Auskultasi : - tidak Nampak bising jantung
9. Abdomen
 Inspeksi : - warna kulit pucat
-gerakan abdomen mengikuti jalan napas
- tidak Nampak adanya luka
 Palpasi : - tidak adanya nyeri tekan
-tidak teraba adanya massa
10. Perkemihan
 Inspeksi : - klien tidak mengeluh sakit pada daerah abdomen
 Palpasi : - tidak ada nyeri tekan
11. Neurologi
 Memori normal
 Respon verbal
 Tidak ada gangguan orientasi
 Tidak ada gangguan koordinasi
12. Kulit
 Warna kulit coklat
 Kulit kering
 Turgor kulit agak kriput
 Tekstur kulit kasar
13. Musculoskeletal
 Tonus otot
 Kekuatan sendi menurun.

DATA PENUNJANG
PEMERIKSAAN HASIL NILAI NORMAL
Glukose sewaktu 170 140
Ureum 10 10-50
Kreatinin 0,6 < 1,1
SGOT 51 < 32
SGPT 21 < 31
Cholesterol tetap 138 200
Cholesterol HDL 18 765
Cholesterol ADL 103 < 130

URINE RUTIN HASIL NILAI NORMAL


WARNA Kuning Kuning
PH 8,5 4,5 - 8,0
BJ 1,010 1,010 – 1,020
Protein Negative Negative
Glucose Negative -
Bilirobine Negative -
Ketan Negative -
Blood Negative -
Lekosit Negative -
Vit. C Trace -
Sedimen lekosit - -
Sedimen eritrosit 0-1 <5
Sedimen prak 0-1 <5
Sedimen Kristal - -
Sedimen epitel sel 1-2 -
PENGUMPULAN DATA

Ds :
 Keluarga klien mengatakan klien mengeluh berbaring terus

 Keluarga klien menhatakan kurang aktivas

 Keluarga klien mengatakan ingin berdiri

Do :
 Kesadaran pasien menurun

 Klien lelah akibat sering batuk

 Klien nampak memberontak

 Klien nampak gelisah

Analisa Data
DATA ETIOLOGI MASALAH
Ds : Gangguan mobilitas
Trauma Capitis
 Keluarga klien mengatakan klien mengeluh fisik terganggu
sedang.
berbaring terus

 Keluarga klien menhatakan kurang aktivas


Penurunan fungsi
 Keluarga klien mengatakan ingin berdiri organ tubuh

Do :
Kelemahan fisik(fungsi
 Kesadaran pasien menurun
otot menurun)

 Klien lelah akibat sering batuk

 Klien nampak memberontak


 Klien nampak gelisah
Keterbatasan
aktivitas

mobilitas fisik terganggu

RENCANA KEPERAWATAN
No. DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI RASIONAL
KEPERAWATAN
Ds : Klien
 Keluarga klien memperlihatkan - Kaji tingkat - Menentukan tindakan
mengatakan klien mobilitas efektif mobilisasi klien selanjutnya
mengeluh dengan criteria :
- Bantu untuk - Mempertahankan
berbaring terus - Kekuatan otot mobilisasi dan fungsi
lakukan latihan
normal sendi
 Keluarga klien rentang aktif
- Aktivitas dapat
menhatakan kurang
di jalankan- Libatkan keluarga
aktivas
sendiri untuk pemenuhan

 Keluarga klien kebutuhan

mengatakan ingin
berdiri

Do :
 Kesadaran pasien
menurun

 Klien lelah akibat


sering batuk

 Klien nampak
memberonta

 Klien nampak
gelisah

IMPLEMENTASI
TGL JAM IMPLEMENTASI EVALUASI

12 juli 21.00 1. mengkaji kebutuhan aktivitas klien


2010 hasil : klien dapat beraktivitas sendiri S : klien mengatakan
2. menganjurkan klien dapat bergerak dapat beraktivitas sendiri
sendiri
hasil : klien nampak mandiri O : klien bisa bergerak
3. menganjurkan klien melatih otot
persendian bergerak A : masalah teratasi
hasil : otot sendi tidak kender/
lumpuh P : pertahankan
intervensi