Vous êtes sur la page 1sur 17

BAB 5

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan menyajikan hasil penelitian dan pembahasan dari pengumpulan
data kuesioner tentang “Hubungan Motivasi Menjadi Perawat

Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa”. Pengumpulan kuesioner dilakukan selama


tanggal 7 – 8 Juni 2013 dengan jumlah sampel 92 mahasiswa. Hasil penelitian ini
akan menguraikan dari data umum berkaitan dengan karakteristik umum
responden. Sedangkan data khusus terdiri dari tingkatan Motivasi, Prestasi Belajar
Mahasiswa, Hubungan Motivasi Menjadi Perawat dengan Prestasi Belajar
Mahasiswa. Data tersebut disajikan dalam bentuk tabel.

5.1 Hasil penelitian

Gambaran umum lokasi penelitian

STIKES ICME Jombang terletak di Jl. K.H Hasyim Asyari 171, Mojosongo-
Jombang, di program studi S1 keperawatan semester IV yang terbagi menjadi
kelas A ,B ,dan C dengan jumlah total 119 mahasiswa dengan rata-rata latar
belakang pendidikan Sekolah Menengah Umum.

Data umum

a. Karakteristik responden berdasarkan umur

Karakteristik responden berdasarkan umur mahasiswa dikategorikan menjadi


umur 17 - 18 tahun, 19 -20 tahun, dan > 21 tahun yang dapat dilihat pada tabel 5.1
67

68

Tabel 5.1. Karakteristik responden


berdasarkan
umur mahasiswa
di

Semester IV Prodi S1 keperawatan STIKES ICME Jombang 2013

No
Usia / umur mahasiswa
Jumlah
Persentase (%)

1
17 – 18 tahun
0
0%

2
19 – 20 tahun
80
87 %

3
≥ 21 tahun
12
13 %

Jumlah
92
100.0 %
Tabel di atas menunjukkan bahwa hampir seluruhnya usia mahasiswa pada
semester IV ialah 19 – 20 tahun yakni sebanyak 87 % atau 80 mahasiswa.

b. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin mahasiswa dikategorikan


menjadi jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang dapat dilihat pada tabel 5.2

Tabel 5.2. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin mahasiswa di


Semester IV Prodi S1 keperawatan STIKES ICME Jombang tahun 2013

No
Jenis kelamin
Jumlah
Persentase (%)

1
Laki – laki
45
49 %

2
Perempuan
47
51 %

Jumlah
92
100.0 %

Tabel di atas menunjukkan bahwa mahasiswa pada semester IV sebagian besar


terdiri dari 47 mahasiswa atau 51% berjenis kelamin perempuan.

c. Karakteristik responden berdasarkan pemanfaatan sarana perpustakaan


Karakteristik responden berdasarkan pemanfaatan sarana perpustakaan

yang dikategorikan dengan kategori sering, jarang, dan tidak pernah datang ke
perpustakaan yang dapat dilihat pada tabel 5.3

69
Tabel 5.3. Karakteristik
responden
berdasarkan
pemanfaatan sarana

perpustakaan
oleh mahasiswa
di
Semester IV Prodi S1

keperawatan STIKES ICME Jombang tahun 2013

No
Datang ke perpustakaan
Jumlah
Persentase (%)

1
Sering

12
13 %

2
Jarang

53
57.6 %

3
Tidak pernah

27
29.4 %

Jumlah

92
100.0 %

Tabel di atas menunjukkan bahwa pemanfaatan sarana perpustakaan pada

mahasiswa semester IV sebagian besar terdiri dari 57.6 % atau sebanyak 53


mahasiswa jarang datang atau memanfaatkan sarana perpustakaan.

d. Karakteristik responden berdasarkan kelengkapan sarana laboratorium

Karakteristik responden berdasarkan kelengkapan sarana laboratorium

yang dikategorikan dengan kategori lengkap dan tidak lengkap yang dapat

dilihat pada tabel 5.4

Tabel 5.4.
Karakteristik responden
berdasarkan
kelengkapan sarana

laboratorium mahasiswa di Prodi S1 keperawatan STIKES ICME

Jombang tahun 2013

No
Sarana laboratorium
Jumlah
Persentase (%)

1
Lengkap
0
0%

2
Kurang Lengkap
92
100 %

Jumlah
92
100.0 %
Tabel di atas menunjukkan bahwa seluruh responden sebanyak 92

mahasiswa menyatakan kelengkapan sarana laboratorium kurang lengkap.


70

Data khusus

Tingkat Motivasi Menjadi Perawat Mahasiswa Semester IV Prodi S1


Keperawatan STIKES ICME Jombang

Karakteristik responden berdasarkan tingkat motivasi menjadi perawat


dikategorikan menjadi positif dan negativ dapat dilihat pada tabel 5.5

Tabel 5.5 Distribusi Tingkat Motivasi Menjadi Perawat di Semester IV Prodi S1


Keperawatan STIKES ICME Jombang tahun 2013.

No

Tingkatan Motivasi Menjadi


Jumlah
Persentase (%)

Perawat

1
Positif
44
47.8
2
Negatif
48
52.2

Jumlah

92
100.0

Sumber : Data Primer, 2013

Dari tabel diatas berdasarkan jumlah responden sebanyak 92 mahasiswa

semester IV Prodi S1 Keperawatan,sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat


motivasi menjadi perawat yang negatif sejumlah 48 responden (52.2%).

Prestasi Belajar Mahasiswa Semester IV Prodi S1 keperawatan STIKES ICME


Jombang

Karakteristik responden berdasarkan prestasi belajar mahasiswa dikategorikan


menjadi IP 3.51- 4.00 , IP 2.75- 3.50 , dan IP 2.00- 2.74 yang dapat dilihat pada
tabel 5.6

71
Tabel 5.6 Distribusi Prestasi Belajar
Mahasiswa Di Semester IV Prodi S1

Keperawatan STIKES ICME Jombang tahun 2013.

No
Prestasi Belajar
Jumlah
Persentase (%)
1
IP 3.51 - 4.00
0
0%
2
IP 2.75 - 3.50
33
35.9 %
3
IP 2.00 - 2.75
59
64.1 %

Jumlah

92
100.0

Sumber : Data Primer, 2013

Dari tabel diatas berdasarkan jumlah 92 responden bahwa indeks prestasi

mahasiswa semester IV Prodi S1 keperawatan sebagian besar memiliki indeks

prestasi 2.00- 2.75 sejumlah 59 responden ( 64.1% ).


Hubungan Motivasi Menjadi Perawat Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa

Tabel 5.7 Tabulasi Silang Distribusi Hubungan Motivasi Menjadi Perawat dengan
Prestasi Belajar Mahasiswa di Semester IV Prodi S1 Keperawatan STIKES ICME
Jombang tahun 2013.

Motivasi_
Total
Persentasase

Negatif
Positif

Prestasi
3.51-4.00
0
0
0
0

2.75-3.50
9
24
33
35.9
2.00-2.74
39
20
59
64.1

Total

48
44
92
100

Sumber : Data Primer, 2013

Tabel di atas menjelaskan hubungan motivasi menjadi perawat dengan prestasi


belajar mahasiswa, didapatkan dari 92 responden sebagian besar memiliki
motivasi negatif dan indeks prestasi 2.00 -2.75 sebanyak 39 responden mahasiswa
(42.4%). Hal ini menunjukkan semakin besar motivasi yang dimiliki akan
mempengaruhi hasil evaluasi belajar atau prestasi belajar mahasiswa.
72

Dari hasil pengujian statistik dengan korelasi Rank Spearman dengan SPSS,
didapatkan hasil korelasi antara motivasi menjadi perawat dengan prestasi belajar
mahasiswa adalah 0,031 dengan tingkat keeratan hubungan 0.225 yang berarti ada
hubungan antara motivasi menjadi perawat dengan prestasi belajar mahasiswa
semester IV Program Studi S1 Keperawatan STIKES ICME. Hal ini menunjukkan
perlunya perhatian mengenai tingkat motivasi mahasiswa yang pada akhirnya
untuk mendorong mahasiswa untuk belajar hingga mencapai prestasi belajar yang
tinggi.

5.2 Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian hubungan motivasi menjadi perawat dengan prestasi


belajar mahasiswa di Semester IV Prodi S1 keperawatan STIKES ICME
Jombang, maka pada bab ini akan diuraikan pembahasan yang meliputi :

5.2.1 Tingkat motivasi menjadi perawat

Berdasarkan tabel 5.5 dapat diketahui bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki
tingkat motivasi negatif sebanyak 48 responden (52.2%).

Berdasarkan tabel 5.1 umur responden sebagian besar adalah 19-20 tahun
sebanyak 87% atau 80 responden. Menurut peneliti umur dapat dikaitkan dengan
tingkat kedewasaan atau maturitas mahasiswa, yang dimaksud adalah tingkat
kedewasaan berfikir untuk menentukan tujuan maupun kedewasaan psikologis,
seperti dalam hal motivasi. Semakin bertambahnya usia dapat berpengaruh
terhadap tingkat emosi dan pengambilan keputusan dalam diri seseorang. Di
dalam penelitian ini sebagian besar responden berusia 19 tahun dan masih dalam
tingkatan awal kuliah, hal ini mempengaruhi motivasi yang ada dalam diri
individu masing-masing mahasiswa, dimana pada tingkat awal dalam masa kuliah
73

mahasiswa masih belum berfikir sepenuhnya terhadap dunia yang baru, yakni
dunia kerja yang sesuai dengan program kuliah yang mereka jalani. Hal tersebut
merupakan tanggung jawab serta beban yang akan mereka rasakan ketika
mahasiswa mendekati masa kelulusan, sehinggga dengan hal tersebut dapat
mempengaruhi motivasi dalam diri individu untuk memenuhi tangggung jawab
serta beban yang mereka miliki.

Menurut Bahtiar (2012) umur merupakan salah satu aspek yang berperan pada
motif seseorang untuk bersikap dan melakukan suatu tindakan. Semakin lama
orang belajar atau bekerja kedewasaan teknisnya akan semakin meningkat,
demikian pula kedewasaan psikologisnya, semakin bertambah usia seseorang
maka diharapkan semakin mampu menunjukkan kematangan jiwa yang dapat
menentukan serta mencapai tuuan yang diharapakan. Usia yang semakin tinggi
dapat menimbulkan kemampuan seseorang mengambil keputusan semakin
bijaksana, semakin mampu berfikir secara rasional, semakin mampu
mengendalikan emosi dan semakin toleransi terhadap pandangan orang lain.

Berdasarkan tabel 5.2 jenis kelamin responden sebagian besar adalah perempuan
sebanyak 51% atau 47 mahasiswa. Menurut peneliti faktor jenis kelamin dapat
mempengaruhi tingkat motivasi dari seseorang, pada orang laki-laki sedikit
memiliki tingkat emosi yang lebih besar begitu juga dengan motivasi yang
dimiliki dibandingkan perempuan. Pada penelitian ini sebagian besar responden
adalah perempuan , hal ini berpengaruh terhadap hasil penelitian terutama dalam
hal motivasi. Pada dasarnya laki-laki memiliki tanggung jawab yang besar
nantinya sehingga orang laki-laki lebih memiliki motivasi yang kuat.
74

Menurut Hamdu (2011) pada umumnya laki-laki memiliki tingkat emosi yang
lebih tinggi dalam jiwanya untuk mencapai sesuatu yang diharapakan, hal itulah
yang menimbulkan motivasi yang kuat pada orang laki-laki dalam melakukan
segala sesuatu untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Berdasarkan tabel 5.4 seluruh responden yang berjumlah 92 mahasiswa


menyatakan kelengkapan fasilitas ruang laboratorium kurang lengkap. Menurut
peneliti hal ini berpengaruh terhadap motivasi serta prestasi belajar mahasiswa,
karena dengan fasilitas yang lengkap dapat menimbulkan keinginan yang kuat
dalam diri mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia.
Laboratorium adalah tempat belajar mengajar melalui metode praktikum yang
dapat menghasilkan pengalaman belajar di mana siswa berinteraksi dengan
berbagai alat dan bahan untuk mengobservasi gejala-gejala yang dapat diamati
secara langsung dan dapat membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari.

Menurut teori, Motivasi timbul karena adanya kenyamanan dan segala yang
memudahkan dengan tersedianya sarana-sarana yang dibutuhkan untuk hal yang
diinginkan ( Rusmi 2008, h.34 ).

5.2.2 Prestasi belajar mahasiswa

Berdasarkan tabel 5.6 dapat diketahui bahwa dari 92 responden sebagian besar
memiliki indeks prestasi 2.00 - 2.75 64.1 % atau sejumlah 59 responden.

Ada beberapa faktor lain yang menyebabkan prestasi yang rendah pada penelitian
ini selain dari faktor dalam diri mahasiswa itu sendiri, yakni diantaranya adalah
kurangnya pemanfaatan sarana perpustakaan, kurangnya kelengkapan sarana
laboratorium, kondisi lingkungan, serta kelengkapan fasilitas belajar pada
mahasiswa.
75

Berdasarkan tabel 5.3 Faktor pemanfaatan sarana perpustakaan sebagian besar


responden jarang datang ke perpustakaan yakni 53 responden 57.6 %. Kebiasaan
membaca dari mahasiswa dapat menambah pengetahuan serta pemahaman mereka
tentang apa yang dipelajari sehingga hal tersebut juga dapat berpengaruh terhadap
prestasi belajar yang akan mereka capai nantinya. Menurut peneliti kebiasaan
mahasiswa untuk memanfaatkan sarana untuk belajar yang tersedia dapat
meningkatkan prestasi akademik yang akan mereka dapat.

Menurut Slameto (2010) dengan sering berlatih, sering membaca, sering


melakukan hal yang berulang-ulang, kecakapan dan pengetahuan yang dimiliki
menjadi semakin dikuasai dan makin mendalam, begitu juga dengan prestasi
belajar yang akan mereka dapatkan. Winkel mengatakan bahwa “prestasi belajar
adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam
melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya.” Sedangkan
menurut S. Nasution prestasi belajar adalah: “Kesempurnaan yang dicapai
seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat” ( Hamdu, 2011 ).

Berdasarkan tabel 5.4 seluruh responden yang berjumlah 92 mahasiswa


menyatakan kelengkapan fasilitas ruang laboratorium kurang lengkap. Menurut
peneliti hal ini berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa. Laboratorium
adalah tempat belajar mengajar melalui metode pratikum yang dapat
menghasilkan pengalaman belajar di mana siswa berinteraksi dengan berbagai alat
dan bahan untuk mengobservasi gejala-gejala yang dapat diamati secara langsung
dan dapat membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Dengan sarana atau
fasilitas yang lengkap mahasiswa dapat melatih serta menambah pengetahuan
bukan hanya dari materi belajar saja.
76

Menurut Slameto (2010) dengan sering berlatih, sering membaca, sering


melakukan hal yang berulang-ulang, kecakapan dan pengetahuan yang dimiliki
menjadi semakin dikuasai dan makin mendalam, begitu juga dengan prestasi
belajar yang akan mereka dapat.

5.2.3 Hubungan motivasi menjadi perawat dengan prestasi belajar mahasiswa


Hubungan motivasi menjadi perawat dengan prestasi belajar mahasiswa di

Semester IV Prodi S1 Keperawatan STIKES ICME Jombang diketahui dengan uji

Rank Spearman. Dari uji Rank Spearman didapatkan hasil ρ = 0,031 berarti ρ >
0,05. Hal ini menunjukkan H1 diterima artinya ada hubungan motivasi menjadi
perawat dengan prestasi belajar mahasiswa di Semester IV Prodi S1 Keperawatan
STIKES ICME Jombang.

Hasil tersebut dapat dilihat dari tabel 5.7, dimana diketahui bahwa dari hasil
penelitian dapat diketahui bahwa dari 92 responden sebagian besar memiliki
motivasi negatif dan indeks prestasi 2.00 -2.75 sebanyak 39 responden mahasiswa
(42.4%). Hal ini menunjukkan semakin besar motivasi yang dimiliki akan
mempengaruhi hasil evaluasi belajar atau prestasi belajar mahasiswa.

Tujuan belajar erat kaitannya dengan motivasi belajar. Individu mempunyai


motivasi yang baik dan tujuan yang jelas, mempunyai peluang yang lebih besar
untuk meraih kesuksesan dalam belajar. Setiap individu mempunyai tujuan belajar
yang berbeda sesuai dengan tingkat kebutuhan individu itu sendiri. Ada individu
yang mempunyai tujuan belajar hanya sebatas “untuk memenuhi kebutuhan
ekonomi”, karena memang kebutuhan yang menjadi masalah utama, sehingga
pemenuhan kebutuhan itu pula yang menjadi tujuan utama mereka belajar.
Sebaliknya bagi mahasiswa dimana sudah tidak mempunyai masalah ekonomi,
77

belajar mereka semata-mata “untuk mancari ilmu pengetahuan” yang berarti


tujuan belajar mereka “untuk mengaktualisasikan diri”, dan tujuan yang demikian
yang merupakan tujuan belajar yang tinggi. Tiap tingkat kebutuhan itu akan
menimbulkan dampak yang berbeda terhadap perilaku seseorang. Dengan kata
lain kualitas motivasi dan tujuan perilaku seseorang tergantung pada tingkat
kebutuhan yang bersangkutan. Demikian pula dalam proses belajar, jika aktifitas
belajar mahasiswa hanya didasari oleh kebutuhan ekonomi (biologis) berarti
tujuan belajar mereka baru pada taraf terendah. Sebaliknya dimana seorang
mahasiswa belajar karena didorong oleh keinginan untuk mencari dan mendalami
suatu ilmu atau untuk menggeluti suatu profesi dengan sungguh-sungguh berarti
tujuan belajarnya tergolong pada taraf yang tinggi.

Motivasi merupakan pendorong untuk melakukan sesuatu. Seseorang tidak akan


mau berusaha mempelajari sesuatu dengan baik jika tidak mengetahui pentingnya
dari hasil yang akan dicapai seperti tujuan untuk berprestasi (Slameto 2010, h.37).

Dalam aktivitas / kegiatan belajar sangat diperlukan adanya motivasi. Hasil


belajar / aktivitas akan menjadi optimal kalau ada motivasi. Makin besar motivasi
yang muncul akan makin berhasil pula pelajaran / aktivitas itu. Ada 3 (tiga) fungsi
motivasi dalam melakukan aktivitas,yaitu : a) Mendorong manusia untuk berbuat,
b) Memberikan arah perbuatan yang harus dikerjakan sesuai rumusan tujuan yang
akan dicapai, c) Menyeleksi perbuatan yang seharusnya diperioritaskan untuk
didahulukan. ( Pupuh 2011, h. 47).