Vous êtes sur la page 1sur 9

Satuan Acara Penyuluhan (SAP)

Mengajarkan Gerakan ROM Pasif

Disusun oleh :

Suci Choirun Nisa

72.20.001.D.16.039
Satuan Acuan Penyuluhan

A. IdentitasPasien

Hari/tanggal :Sabtu,20 Januari 2018

Waktu : 20 menit

Tempat/ruang : Ruang Boungiville

Sasaran : Ny. A dan anggota keluarga

Pelaksana : Mahasiswa Akper Pemprov Kaltim

Topik Penkes : Mengajarkan Gerakan ROM Pasif

Diagnosa Keperawatan : Kurangnya pengetahuan tentang pemenuhan kebutuhan


mobilisasi (rom pasif)

B. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan selama 20 menit sasaran diharapkan
mampu melakukan Gerakan ROM Pasif secara mandiri

C. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah diberikan penkes selama 10 menit, diharapkan sasaran akan mampu :
1. Menjelaskan pengertian rom aktif atau pasif
2. Menjelaskan tujuan pelaksanaan rom aktif atau pasif
3. Menjelaskan Waktu pelaksanakan rom aktif atau pasif.
4. Menjelaskan cara atau metode dalam melakukan rom aktif atau pasif.

D. Materi
Pokok Bahasan:
Mengajarkan Gerakan ROM Pasif
Sub PokokBahasan:
1. Pengertian rom aktif atau pasif.
2. Tujuan pelaksanaan rom aktif atau pasif.
3. Waktu pelaksanakan rom aktif atau pasif.
4. Cara atau metode dalam melakukan rom aktif atau pasif.

E. Metode
Ceramah, tanya-jawab

F. Media
Leaflet, Lembar balik.

G. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)


1. Pendahuluan
Pembukaa dan menjelaskan tujuan
2. Penyajian
Menjelaskan materi (sesuai TIK atau sub pokok bahasan )
3. Penutup
Merangkum dan melakukan evaluasi
Tahap KegiatanPengajar KegiatanSasaran

Pendahuluan - Menyiapkan materi, tempat dan - Menyiapkan diri


(2menit) sasaran - Menjawab salam
- Pembukaan (salam dan perkenalan) - Memperhatikan
- Menjelaskan tujuan dan
kontrakwaktu
Penyajian -Menjelaskan Pengertian Rom aktif -Memperhatikan
(13menit) atau Pasif
Memberi kesempatan bertanya -Bertanya
kepada sasaran
- Menjawab pertanyaan -Memperhatikan
-Menjelaskan Tujuan melaksanakan -Memperhatikan
Rom aktif atau Pasif
-Memberi kesempatan bertanya -Bertanya
kepada sasaran
-Menjawab pertanyaan -Memperhatikan
-Menjelaskan Waktu pelaksanaan Rom -Memperhatikan
aktif atau Pasif
- memberi kesempatan bertanya - Bertanya
kepada sasaran
- menjawab pertanyaan - Memperhatikan

Penutupan Mengajukan pertanyaan untuk -Menjawab


(5 menit) dievaluasi.
- Merangkum -Memperhatikan
- Menutup pertemuan dan salam -Menjawab salam

H. Evaluasi

1. Evaluasi struktur
a. Kelengkapan media-alat (AVA) ; tersedia dansiap digunakan
b. Pelaksana siap melakukan penkes.
c. Fasilitas tersedia.
2. Evaluasi proses
a. Pelaksana dan sasaran mengikuti penkes sesuai waktu yang ditetapkan
b. Sasaran aktif selama proses penkes
c. Sasaran mampu menjawab pertanyaan
d. Pelaksana menyajikan semua materi secara lengkap.
3. Evaluasi hasil
Setelah diberikan pendidikan kesehatan, sasaran mampu:
1. Menjelaskan pengertian rom aktif atau pasif
2. Menjelaskan tujuan pelaksanaan rom aktif atau pasif
3. Menjelaskan Waktu pelaksanakan rom aktif atau pasif.
4. Menjelaskan cara atau metode dalam melakukan rom aktif atau pasif.
Lampiran materi

I. PENGERTIAN
Rom pasif adalah suatu latihan yang diberikan kepada pasien yang tidak mampu
bergerak. Bagian persendian tubuh seperti leher, bahu, siku, pergelangan tangan, jari tangan,
jempol, panggul, lutut, engsel, dan jempol kaki. Harus digerakkan secara rutin untuk
mencegah diformitas dan gangguan untuk menghindari otot yang abnormal. Perawat harus
memastikan bahwa klien melatih semua persendiannya selama dilakukan Rom. Latihan Rom
biasanya dilakukan di rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan oleh perawat, tetapi Rom
juga dapat dilakukan di rumah oleh anggota keluarga yang telah mendapatkan bimbingan dari
tenaga kesehatan untuk melakukan Rom
ROM pasif : Perawat melakukan gerakan persendian klien sesuai dengan rentang
gerak yang normal (klien pasif), Kekuatan otot 50 %. ROM aktif : Perawat memberikan
motivasi, dan membimbing klien dalam melaksanakan pergerakan sendi secara mandiri
sesuai dengan rentang gerak sendi normal (klien aktif). Kekuatan otot 75 %. Jenis gerakan
Fleksi Ekstensi Hiper ekstensi Rotasi Sirkumduksi Supinasi Pronasi Abduksi Aduksi Oposisi
(Potter and Perry, 2006).

II. TUJUAN DI LAKUKANNYA ROM PASIF


1. Mempertahankan atau memelihara kekuatan otot
2. Memelihara mobilitas persendian
3. Menstimulasi sirkulasi
4. Mempercepat rehabilitas
5. Mencegah terjadinya kecacatan
Waktu pelaksanaan : Pelaksanaan 3 x sehari secara teratur selama 15 menit
III. CARA LATIHAN ROM PASIF
Latihan Rom Pasif anggota gerak atas
1. Fleksi dan Ekstensi Pergelangan Tangan
Cara :
- Atur posisi lengan pasien dengan menjahui sisi tubuh dan siku menekuk dengan lengan.
- Pegang tangan pasien dengan satu tangan dan tangan yang lainnya memegang
pergelangan tangan pasien.
- Tekuk tangan pasien ke depan sejauh mungkin.
2. Fleksi dan Ekstensi Siku
Cara :
- Atur posisi lengan pasien dengan menjahui sisi tubuh dengan telapak mengarah ke
tubuhnya.
- Letakkan tangan di atas siku pasien dan pegang tangannya dengan tangan lainnya.
- Tekuk siku pasien sehingga tangannya mendekat bahu.
- Lakukan dan kembalikan ke posisi sebelumnya.

3. Pronasi dan Supinasi Lengan Bawah


Cara :
- Atur posisi lengan bawah menjahui tubuh pasien dengan siku menekuk.
- Letakkan satu tangan perawat pada pergelangan pasien dan pegang tangan pasien dengan
tangan lainnya.
- Putar lengan bawah pasien sehingga telapaknya menjahuinya.
- Kembalikan ke posisi semula
- Putar lengan bawah pasien sehingga telapak tangannya menghadap ke arahnya.
- Kembalikan ke posisi semula.

4. Pronasi fleksi Bahu


Cara :
- Atur posisi tangan pasien di sisi tubuhnya
- Letakkan satu tangan perawat di atas siku pasien dan pegang tangan pasien dengan tangan
lainnya.
- Angkat lengan pasien pada posisi semula.

5. Abduksi dan adduksi


Cara :
- Atur posisi lengan pasien di samping badannya.
- Letakkan satu tangan perawat di atas siku pasien dan pegang tangan pasien dengan tangan
lainnya.
- Gerakan lengan pasien menjauh dari tubuhnya ke arah perawat.
- Kembalikan ke posisi semula.

6. Rotasi bahu
Cara :
- Atur posisi lengan pasien menjahui tubuh dengan siku menekuk.
- Letakkan satu tangan perawat di lengan atas pasien dekat siku dan pegang tangan pasien
dengan tangan yang lain.
- Gerakkan lengan bawah ke bawah sampai menyentuh tempat tidur, telapak tangan
menghadap ke bawah.
- Kembalikan lengan ke posisi semula.
- Gerakkan lengan bawah ke belakang sampai menyentuh tempat tidur, telapak tangan
menghadap ke atas.
- Kembalikan lengan ke posisi semula.

7. Fleksi dan Ekstensi Jari-jari


Cara :
- Pegang jari-jari kaki pasien dengan satu tangan sementara tangan lain memegang kaki.
- Bengkokkan (tekuk) jari-jari kaki ke bawah.
- Luruskan jari-jari kemudian doro ng ke belakang.
- Kembalikan ke posisi semula.

8. Infersi dan Efersi Kaki


Cara :
- Pegang separuh bagian atas kaki pasien dengan satu jari dan pegang pergelangan kaki
dengan tangan satunya.
- Putar kaki ke dalam sehingga telapak kaki menghadap ke kaki lainnya,
- Kembalikan ke posisi semula.
- Putar kaki keluar sehingga bagian telapak kaki menjahui kaki yang lain.
- Kembalikan ke posisi semula.

9. Fleksi dan Ekstensi Pergelangan Kaki


Cara :
- Letakkan satu tangan perawat pada telapak kaki pasien dan satu tangan yang lain di atas
pergelangan kaki, arahkan jari-jari kaki ke arah dada pasien.
- Kembalikan ke posisi semula..
- Tekuk pergelangan kaki menjahui dada pasien.
10. Fleksi dan Ekstensi Lutut
Cara :
- Letakkan satu tangan di bawah lutut pasien dan pegang tumit pasien dengan tangan yang
lain.
- Angkat kaki, tekuk pada lutut dan pangkal paha.
- Lanjutkan menekuk lutut ke arah dada sejauh mungkin.
- Ke bawahkan kaki dan luruskan lutut dengan mengangkat kaki ke atas.
- Kembalikan ke posisi semula.

11. Rotasi pangkal paha


Cara :
- Letakkan satu tangan perawat pada pergelangan kaki dan satu tangan yang lain di atas
lutut.
- Putar kaki menjahui perawat.
- Putar kaki ke arah perawat.
- Kembalikan ke posisi semula.

12. Abduksi dan Adduksi Pangkal Paha


Cara :
- Letakkan satu tangan perawat di bawah lutut pasien dan satu tangan pada tumit.
- Jaga posisi pasien lurus, angkat kaki kurang lebih 8cm dari tempat tidur, gerakkan kaki
menjahui badan pasien.
- Kembalikan ke posisi semula.

SUMBER
Tarwoto, Wartonah. 2003. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses keperawatan. Jakarta:
Salemba Medika.
Hidayat, A. Aziz Alimul. 2009. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dan
Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika