Vous êtes sur la page 1sur 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DENGUE HAMORAGIC FEVER (DHF)

Oleh :
I WAYAN GEDE YUDA BAKTI R.L
NIM.15.321.2221
A9-A

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA MEDIKA BALI
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
DENGUE HEMORAGIC FEVER (DHF)

POKOK BAHASAN : Penyakit DHF


SUB POKOK BAHASAN :
 Definisi DHF
 Penyebab dari DHF
 Tanda dan Gejala dari DHF
 Penatalaksanaan medis dan perawatan
DHF
 Pencegahan dari DHF
SASARAN : Mahasiswa kelas A9-A STIKes Wira Medika
Bali
TEMPAT : Ruang Kelas STIKes Wira Medika Bali
WAKTU : 30 menit
PELAKSANAAN : Kamis, 25 Oktober 2018

I. LATAR BELAKANG
Penyakit Dengue Hemoragic Fever ( DHF ) merupakan salah satu
penyakit yang sudah populer dikalangan masyarakat. Penyakit DHF adalah
penyakit yang berbahaya karena dapat menimbulkan kematian dalam waktu
yang singkat dan sering menimbulkan wabah. Setiap anggota keluarga dalam
masyarakat memiliki risiko terserang penyakit ini mulai dari bayi sampai
orang tua. Penyakit DHF ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan
oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini tersebar luas dirumah, sekolah, dan
tempat umum lainnya seperti tempat ibadah, restoran, kantor dan lain- lain.
Sementara itu, terhitung sejak tahun 1968 hingga tahun 2009, World
Health Organization ( WHO ) mencatat negara Indonesia sebagai negara
dengan kasus demam berdarah dengue tertinggi di Asia Tenggara, dengan
jumlah kematian sekitar 1.317 orang tahun 2010. Dari jumlah keseluruhan
tersebut, sekitar 95% terjadi pada anak di bawah 15 tahun. Berdasarkan data
P2B2, Jumlah kasus DBD di Indonesia tahun 2010 ada 150.000 kasus.
Sedangkan data menurut Dinas kesehatan pemerintah Kota Denpasar
menyebutkan dari hasil evaluasi kasus DBD dari bulan januari sampai oktober
2017 sebanyak 910 kasus dengan angka kejadian (Insiden Rate/IR) 99,53 per
100 ribu penduduk. Sedangkan kecamatan yang beresiko lebih tinggi tertular
DBD pada tahun 2017 yakni kecamatan denpasar timur dengan IR 104,01 per
100 ribu penduduk (total kasus 162 orang) dan angka kematian (CFR) 0,29%
(1 orang), sedangkan kecamatan Denpasar utara dengan IR 62,07% per 100
ribu penduduk (total kasus 125 orang) dengan angka kematian 0%. Dan
kecamatan Denpasar Selatan dengan IR 97,38 per 100 ribu penduduk (total
kasus 285 orang) dengan angka kematian 0%.
Maka dari itu agar kita dan keluarga terbebas dari ancaman DHF,
seluruh masyarakat dan tentunya kita sebagai tenaga kesehatan harus
memahami dengan baik mengenai penyakit DHF mulai dari penyebab, tanda
dan gejala, perawatan, dan juga pencegahan yang tepat sehingga diharapkan
angka kejadian DHF dimasa yang akan datang dapat dikurangi. Berdasarkan
latar belakang tersebut maka dirasa perlu adanya penyuluhan terkait dengan
penyakit DHF untuk menambah wawasan mahasiswa mengenai konsep
penyakit DHF dan juga pencegahannya.

II. TUJUAN UMUM


Setelah dilakuan pendididkan kesehatan selama 1 x 30 menit diharapkan
mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan tentang penyakit DHF.

III. TUJUAN KHUSUS


Setelah dilakukan pendidikan kesehatan diharapkan mahasiswa mampu :
a. Menyebutkan pengertian penyakit DHF dengan benar
b. Menjelaskan penyebab penyakit DHF dengan benar
c. Menjelaskan tanda dan gejala penyakit DHF dengan benar
d. Menjelaskan perawatan penyakit DHF dengan benar
e. Menjelaskan pencegahan DHF dengan benar

IV. METODE PEMBELAJARAN


Metode yang kami gunakan dalam penyuluhan perawatan DHF ini adalah :
Ceramah, Diskusi, Tanya jawab

V. MEDIA
Leflet dan Power point

VI. ISI MATERI (materi terlampir)


1. definisi (pengertian DHF)
2. Penyebab DHF
3. Tanda dan Gejala DHF
4. Penatalaksanaan dan perawatan DHF
5. Pecegahan DHF

VII. PROSES PELAKSANAAN

No Tahap Kegiatan Perawat Kegiatan Klien Waktu


Penyuluhan
1. Pendahuluan - Salam pembuka - Menjawab salam 3 menit
- Memperkenalkan diri - Mendengarkan
- Menjelaskan tujuan - Mendengarkan
- Melakukan kontrak - Mendengarkan
- Apersepsi - Mendengarkan
2. Isi - Penyampaian materi : - Mendengarkan 15 menit
a. Pengertian DHF
b. Penyebab DHF
c. Tanda dan gejala DHF
d. Perawatan DHF
e. Pencegahan DHF

- Memberi kesempatan klien - Aktif bertanya


untuk bertanya
3. Evaluasi - Memberikan pertanyaan -Menjawab pertanyaan 7 menit
yang terkait dengan materi dan demonstrasi
yang telah diberikan :
a. Sebutkan tanda dan
gejala DHF
b. Jelaskan perawatan
DHF
c. Jelaskan pencegahan
dari penyakit DHF

- Menarik kesimpulan - Mendengarkan dan


memberikan
pendapat
- Memberikan salam penutup - Menjawab salam

VIII. STRUKTUR ORGANISASI


Penyaji : I Wayan Gede Yuda Bakti R.L.
Fasilitator :-
Moderator :-
Observer :-
IX. SETTING TEMPAT

PENYAJI NOTULEN MODERATOR


LAPTOP

FASILITATOR FASILITATOR

PESERTA PESERTA PESERTA PESERTA

PESERTA PESERTA PESERTA PESERTA

PESERTA PESERTA PESERTA PESERTA

PESERTA
FASILITATOR PESERTA
OBSERVER PESERTA
OBSERVER PESERTA

FASILITATOR FASILITATOR

X. EVALUASI
1. Evaluasi struktur
a. Persiapan Media
Media yang digunakan dalam penyuluhan semua lengkap dan dapat
digunakan dalam penyuluhan yaitu :
- Leaflet.
- Power Point.
b. Persiapan Materi
Materi dibuatkan leaflet dan power point dengan ringkas, menarik,
lengkap mudah di mengerti oleh sasaran penyuluhan.
c. Kontrak
Dalam penyuluhan mengenai DHF telah dilakukan kontrak mengenai
waktu, tempat serta materi yang akan disampaikan pada mahasiswa
sehari sebelumnya yaitu pada tanggal 25 Oktober 2018.

2. Evaluasi proses
Sasaran penyuluhan mampu mengikuti jalannya penyuluhan dengan
baik dan penuh antusias. Selama proses penyuluhan berlangsung, sasaran
aktif menjawab apabila ada yang belum dimengerti, sasaran memberi
jawaban atas pertanyaan pemberi materi, mahasiswa pun melakukan
komunikasi dua arah untuk saling mengenal dan menjelaskan tujuan
kunjungan mahasiswa ke sasaran dan tanya jawab berjalan dengan baik.

3. Evaluasi hasil
Peserta penyuluhan mengerti dari apa yang telah disampaikan dengan
kriteria mampu menjawab pertanyaan dalam bentuk lisan yang akan
diberikan oleh penyuluh.
Berikut beberapa pertanyaan yang akan diberikan beserta presentasenya :
 Apakah pengertian dari Dengue Hemoregic fever ?
Peserta penyuluhan mengetahui pengertian Dengue Hemoragic
Fever dengan presentase 80% dari materi yang disampaikan
 Apa saja tanda dan gejala dari DHF?
Peserta Penyuluhan mengetahui tanda dan gejala Dengue
Hemoragic Fever 80% dari materi yang disampaikan.
 Apa sajakah perawatan yang bisa diberikan pada pasien DHF?
Peserta penyuluhan bisa menjelaskan kembali Perawatan yang bisa
diberikan pada pasien DHF 70% dari materi yang disampaikan
 Bagaimanakah pencegahan dari penyakit DHF?
Peserta mampu menyebutkan cara pencegahan penyebaran penyakit
DHF dengan presentase 80%
Lampiran
MATERI PENYULUHAN
DENGUE HEMORAGIC FEVER (DHF)

I. PENGERTIAN PENYAKIT DHF


Penyakit Dengue Hemoragic Fever ( DHF ) adalah penyakit yang
berbahaya karena dapat menimbulkan kematian dalam waktu yang singkat
dan sering menimbulkan wabah. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue
yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk ini tersebar luas
dirumah, sekolah, dan tempat umum lainnya seperti tempat ibadah, restoran,
kantor, dan lain-lain.. Setiap anggota keluarga memiliki risiko terkena
penyakit ini, mulai dari bayi, sampai orang tua. Demam berdarah dengue
ditandai dengan 4 manifestasi klinis utama : demam tinggi, fenomena
hemoragik, sering dengan hepatomegali dan pada kasus berat, tanda- tanda
kegagalan sirkulasi.

II. PENYEBAB PENYAKIT DHF


a) Penyakit DHF ditularkan oleh nyamuk aedes Aegypti betina. Di
lingkungan sekitar kita terdapat berbagai jenis nyamuk namun yang dapat
menularkan penyakit DHF adalah nyamuk Aedes Aegypti.
b) Nyamuk ini mendapatkan virus Dengue sewaktu menggigit / menghisap
darah orang yang : sakit DHF atau tidak sakit, tetapi dalam darahnya
terdapat virus dengue.
c) Virus dengue yang terhisap akan berkembang biak dan menyebar
keseluruhan tubuh nyamuk termasuk kelenjar liurnya.
d) Bila nyamuk tersebut menggigit atau menghisap darah orang lain virus
itu akan akan dipindahkan bersama air liur nyamuk
e) Bila orang yang di tularkan itu tidak memiliki kekebalannya ( umumnya
anak- anak) maka virus itu akan menyerang sel pembeku darah dan
merusak dingding pembuluh darah kecil ( kapiler ). Akibatnya terjadi
perdarahan dan kekurangan cairan yang ada di dalam pembuluh darah
tersebut.
f) Bila orang yang ditulari mempunyai zat anti kekebalan tubuh yang cukup
maka virus itu dibuat tidak berdaya sehingga orang tersebut tidak sakit.
g) Dalam darah manusia, Virus engue akan mati dengan sendirinya dalam
waktu kurang lebih 1 minggu.

III. TANDA DAN GEJALA PENYAKIT DHF


Adapun tandan dan gejala dari peyakit DHF adalah sebagai berikut :
a. Panas 2-7 hari dengan gambaran panas seperti pelana kuda (naik turun
naik).
b. Disertai gejala-gejala seperti influensa, misalnya nyeri otot, nyeri sendi,
mual, nafsu makan menurun, sakit kepala, badan lemas dan kaki tangan
dingin.
c. Kemudian timbul bintik merah di muka atau anggota tubuh lainnya, lebih
lanjut dapat terjadi perdarahan melalui hidung, gusi atau tinja.
Apabila hanya terdapat gejala-gejala seperti pada no.2 tanpa disertai tanda-
tanda perdarahan, maka pada hari ke5 panas turun dan penderita akan sehat
kembali. Keadaan seperti ini disebut Demam 5 hari atau Demam Dengue.

IV. PERAWATAN PENYAKIT DHF


Bila dalam keluarga atau di masyarkat ditemukan penyakit dengan gejala
seperti di atas maka hendaknya agar segera diberikan pertolongan. Adapun
tindakan / pertolongan pertama bila menjumpai seseorang yang diduga
menderita penyakit demam berdarah dengan gejala awal maka berikanlah
petunjuk – petunjuk seperti di bawah ini :
a. Beri minum sebanyak – banyaknya dengan air yang sudah dimasak,
susu, tea atau air minum lainnya. Tindakan ini bertujuan untuk
mencegah terjadinya kekurangan cairan tubuh ( dehidrasi ), dan
berguna untuk membantu mempercepat menurunkan panas tubuh.
b. Berikan kompres air hangat.
c. Berikan obat penurun panas sesuai dosis
d. Segera di bawa ke Rumah Sakit, Dokter, atau petugas kesehatan
lainnya untuk memastikan penyakitnya dan mendapatkan pertolongan
yang tepat.

V. PENCEGAHAN PENYAKIT DHF


Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit
demam berdarah. Pencegahan utama demam berdarah terletak pada
menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk demam berdarah. Insiatif
untuk menghapus kolam-kolam air yang tidak berguna (misalnya di pot
bunga) telah terbukti berguna untuk mengontrol penyakit yang disebabkan
nyamuk, menguras bak mandi setiap seminggu sekali, dan membuang hal -
hal yang dapat mengakibatkan sarang nyamuk demam berdarah Aedes
Aegypti.
Hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan agar terhindar
dari penyakit demam berdarah, sebagai berikut:
1. Melakukan kebiasaan baik, seperti makan makanan bergizi,
rutin olahraga, dan istirahat yang cukup;
2. Memasuki masa pancaroba, perhatikan kebersihan lingkungan tempat
tinggal dan melakukan 3M, yaitu menguras bak mandi, menutup
wadah yang dapat menampung air, dan mengubur barang-barang
bekas yang dapat menjadi sarang perkembangan jentik-jentik nyamuk,
meski pun dalam hal mengubur barang-barang bekas tidak baik,
karena dapat menyebabkan polusi tanah. Akan lebih baik bila barang-
barang bekas tersebut didaur-ulang;
3. Fogging atau pengasapan hanya akan mematikan nyamuk dewasa,
sedangkan bubuk abateakan mematikan jentik pada air. Keduanya
harus dilakukan untuk memutuskan rantai perkembangbiakan nyamuk;
4. Segera berikan obat penurun panas untuk demam apabila penderita
mengalami demam atau panas tinggi
DAFTAR PUSTAKA

Asih, Yasmin. 2007. Demam Berdarah Dengue. Jakarta:EGC

Sudarianto.2010.Demam_Berdarah.Http://datinkessulsel.woedpress.com/2010/01/15/
waspada-demam-berdarah/ (Diakses pada 25 Oktober 2018)