Vous êtes sur la page 1sur 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup
belajar.Definisi sebelumnya menyatakan bahwa seorang manusia dapat melihat dalam
perubahan yang terjadi, tetapi tidak pembelajaran itu sendiri. Konsep tersebut adalah teoretis,
dan dengan demikian tidak secara langsung dapat diamati.
Praktikum adalah kegiatan pembelajaran yang bertujuan agar mahasiswa mendapat
kesempatan untuk menguji dan mengaplikasikan teori atau penyelidikan dan pembuktian ilmiah
matakuliah atau bagian matakuliah tertentu.Praktikum dilaksanakan di laboratorium, kebun
percobaan, kandang, rumah sakit, sekolah, dan tempat lain.Peserta praktikum adalah mahasiswa
yang terdaftar dlam matakuliah praktikum yang diselenggarakan oleh program studi atau
laboratorium.Syarat dan materi penyelenggaraan praktikum ditentukan oleh ketua jurusan /
program studi bersama-sama kepala laboratorium.Tata tertib peserta praktikum (praktikan)
diterapkan oleh ketua jurusan / program studi bersama-sama kepala laboratorium.
Pentingnya pembelajaran praktikum membuat mahasiswa harus memahami apa yang
harus dilakukan dengan metode tersebut. Maka dari itu penulis membuat makalah tentang
Konsep Pembelajaran Praktikum.

1.2.Rumusan Masalah
1. Bagaimana konsep pembelajaran praktika?
2. Apa tujuan dan strategi pembelajaran praktika?
3. Bagaimana proses bimbingan dalam pembeajaran praktika?
4. Bagaimana kegiatan dalam pembelajaran praktika?
5. Apa saja model pembelajaran praktika?
6. Apa saja metode pembelajaran praktika dan laboratorium?

1
1.3.Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini antara lain :
1. Untuk mengetahui konsep pembelajaran praktika
2. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai konsep pembelajaran praktika.

1.4.Manfaat
Dengan dibuatnya makalah ini diharapkan dapat :
1. Memberikan informasi kepada mahasiswa mengenai konsep pembelajaran praktika
2. Menjadi referensi bagi pembuatan makalah serupa.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1.Konsep Pembelajaran Praktika ( Laboratorium )

Pembelajaran adalah perubahan pola pikir, sikap, maupun tingkah laku yang relatif
permanen sebagai akibat dari pengalaman. Sedangkan laboratorium merupakan tempat dimana
peserta didik mempraktikkan teori-teori yang didapat saat belajar, sehingga akan memperkuat
teori-teori tersebut. Jadi dari pengertian tersebut, pembelajaran praktikum merupakan proses
pembelajaran di laboratorium dalam rangka memperkuat teori-teori/pengetahuan yang didapat
dari pengalaman belajar.

Kata praktikum berasal dari kata pratique (Prancis), practicus (Latin), atau praktikos
(Yunani) yang secara harfiah berarti “aktif” atau prattein / prassein (Yunani) yang berarti “
mengerjakan”. Pengertian Praktikum menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu bagian dari
pengajaran yang bertujuan agar siswa mendapat kesempatan untuk menguji dan melaksanakan
dari keadaan nyata apa yang diperoleh dari teori.

Menurut Soekarno et al. (1990 : 14), Metode Praktikum adalah suatu cara mengajar yang
memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu fakta yang diperlukan atau ingin
diketahuinya. Djamarah & Zain (2002:95) memberi pengertian bahwa metode praktikum adalah
proses pembelajaran dimana peserta didik melakukan dan mengalami sendiri, mengikuti proses,
mengamati obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan suatu obyek, keadaan
dan proses dari materi yang dipelajari tentang gejala alam dan interaksinya sehingga dapat
menjawab pertanyaan yang didapatkan melalui pengamatan induktif.

3
2.2.Tujuan dan Strategi Pembelajaran Praktika ( Laboratorium )

Pembelajaran praktikum merupakan salah satu bentuk pengalaman belajar yang


memberikan kesempatan belajar kepada peserta didik dengan Tujuan dan strategi seperti yang
dijelaskan dibawah ini :

2.2.1. Tujuan Pembelajaran Praktikum


a. Memahami, menguji &menggunakan konsep konsep utama dari program teoretis untuk
diterapkan pada praktik klinik
b. Mengembangkan keterampilan teknikal, intelektual & interpersonal sebagai persiapan
untuk memberikan asuhan keperawatan kepada klien.
c. Menemukan prinsip prinsip &mengembangkan wawasan melalui latihan praktek.
d. Mempergunakan keterampilan penyelesaian masalah.

2.2.2. Strategi Pembelajaran Praktikum


a. Proses Pembelajaran Praktikum
Proses pembelajaran praktikum dikaitkan dengan pembelaaran klinik dapat
dilihat pada siklus pembelajaran klinik. Berdasarkan model pembelajaran praktik klinik
tersebut, dapat digambarkan bahwa pembelajaran laboratorium memperkuat teori-teori
yang telah didapatkan peserta didik melalui pengalaman belajar lain, misalnya
pengalaman belajar ceramah. Pada pembelajaran praktikum terjadi proses aplikasi
berbagai konsep dari komponen teori dalam praktik klinik an memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk mendapat kemampuan baik sikap, tingkah laku, pengetahuan
dan ketrampilan dasar professional sebagai persiapan melakukan pembelajaran klinik di
tatanan nyata.

b. Desain Instruksional Pembelajaran Praktikum


Desain instruksional merupakan rancangan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan pada tingkat instruksional.

4
2.3.Proses Bimbingan dalam Pembelajaran Praktika ( Laboratorium )

Pembimbing dalam pembelajaran praktikum merupakan hal penting demi terlaksananya


pengalaman belajar praktikum bagi peserta didik. Proses pembelajaran melalui tahapan berikut
ini.

1. persiapan rancangan pembelajaran dalam rangka membantu peserta didik melaksanakan


tugas belajar. Pada tahap ini ditekankan pada perencanaan pembelajaran yang dapat
memenuhi kebutuhan belajar peserta didik, termasuk sumber yang sesuai dengan jumlah
peserta didik dan pengajar, mencoba peralatan yang akan digunakan untuk demonstrasi ,
merancang lay out. Merencanakan ruang praktikum, pemasangan berbagai diagram,grafik,
membuat makalah,serta pengaturan tempat duduk.
2. Penerapan berbagai metode pembelajaran yang memungkinan peserta didik dapat
menyelesaikan tugas pembelajaran sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
3. Evaluasi terhadap hasil pencapaian tujuan pembelajaran praktikum yang telah dilakukan dan
evaluasi terhadap kemampuan peserta didik.

2.4.Kegiatan Pembelajaran Praktika ( Laboratorium )

Berdasarkan pendapat Dewey (1916) yang meyakini bahwa learning by doing disertai
problem solving memberikan suatu bentuk belajar yang ideal untuk memahami berbagai ilmu
yang relevan terhadap praktik professional. Kegiatan pembelajaran praktikum keperawatan
perlu dilakukan sedemikian rupa sehingga efektif dan efisien.Berbagai model pembelajaran
praktikum dan metode pembelajaran berikut ini sering digunakan dalam kegiatan pembelajaran
praktikum keperawatan.

2.5.Model Pembelajaran Praktika ( Laboratorium )

Model pembelajaran praktikum pada tertiary science course adalah sebagai berikut :

1. Personal System of Instuction(PSI) atau Rencana Keller


Model PSI menekankan bahwa pembelajaran praktikum peserta didik dilakukan secara
mandiri. Waktu yang sesuai dengan pembelajaran dan program klinik dimanfaatkan oleh

5
peserta didik unuk memperoleh kompetensi serta memperlancar dan mempercepat ketrampilan
praktik.
2. Audio Tutorial Method (AT)
Dengan peralatan audio visual dan petunjuk pembelajaran, dapat memungkinkan peserta
didik bekerja secara mandiri. Peserta didik melihat video atau mendengarkan tape sambil
mengikuti tindakan manual , menjawab pertanyaan sebelum praktik, kemudian melakukan
ketrampilan praktikum dan akhirnya melakukan pengkajian terhadap apa sudah dilakukan.
3. Computer Assisted Learning (CAL)
Program computer digunakan sebagai alat instuksional bersama dengan video disc.
Peserta didik dibawa ke situasi praktik dan member respons, kemudian diberi umpan balik, dan
akhirnya diarahkan untuk melakkan aktivitas, melaporkannya, serta memasukkan hasil ke
computer.
4. Learning Aids Laboratory (LAL)
Metode ini sering disebut clinical workshop kesempatan belajar praktikum tambahan
diberikan agar peserta didik memperoleh ketrampilan dan pengetahuan tertentu diluar program
rutin. Misalnya dilakukan apabila peserta didik tidak perlu semuanya memperoleh ketrampilan
tersebut.

5. Modular Laboratory
Keterkaitan antara program teori dengan praktik klinik diberikan melalui bentuk modul
pembelajarn praktikum pada setiap bagian materi pembelajaran. Ada paket modul untuk peserta
didik dan ada pula untuk pengajar klinik. Modul terdiri atas: ringkasan teori,studi kasus untuk
latihan praktikum, penugasan klinis beserta tujuan yang akan dicapai, arahan dan petunjuk
untuk praktik,serta pengkajian.
6. Integrated Laboratory
Pada model ini beberapa disiplin ilmu dikombinasikan, misalnya berbagai konsep fisika
dalam praktik keperawatan. Prinsip kekuatan, gravitasi,tenaga putaran, dan pengungkit dapat
diterapkan pada kegiatan praktik keperawatan, misalnya melihat postur tubuh, pengaturan posisi
tidur klien, pengaturan tempat tidur,interaksi, dan sebagainya.

6
7. Project Work
Sebagai contoh model ini misalnya program keperawatan kesehatan komunitas. Diskusi
dan pengerahan dilakukan di laboratorium kelas sebelum terjun ke masyarakat. Institusi atau
klien di rumah.
8. Participation in Research
Pada model ini peserta didik dilibatkan dalam penelitian klinis. Dengan demikian, akan
membantu peserta didik menerapkan berbagai keterampilan yang telah dia pelajari dalan proses
penelitian

2.6.Metode Pembelajaran Laboratorium


Berbagai metode dapat digunakan dalam pengalaman belajar laboratorium, seperti
metodedemonstrasi, simulasi dan eksperimen.
2.6.1. Demonstrasi
1. Pengertian
Metode demonstrasi adalah metode pembelajaran yang menyajikan suatu
prosedur atautugas, cara menggunakan alat, dan cara berinteraksi dengan klien.
Demonstrasi dapatdilakukan langsung atau melalui media seperti video atau film.
Peserta didik dapatmendengar dan melihat prosedur, langkah-langkah, dan penjelasan-
penjelasan yangmendasar. Pada pelaksanaanya ditekankan tentang tujuan, dan pokok-
pokok penting yangmerupakan focus perhatian.

2. Tujuan
Tujuan metode demonstrasi yaitu untuk mendapatkan gambaran yang jelas
tentang hal-hal yang berhubungan dengan proses mengatur sesuatu, proses membuat
sesuatu, prosesbekerjanya sesuatu, proses mengerjakan atau menggunakannya, harapan
yangmembentuk sesuatu, membandingkan suatu cara lain, serta untuk mengetahui dan
melihatkebenaran sesuatu.

7
3. Pedoman demonstrasi
1) Persiapan
a) Identifikasi bacaan atau kegiatan yang perlu dilakukan peserta didiksebelum
demonstrasi.
b) Untuk mendemonstrasi yang rumit, berikan petunjuk tertulis untukmengarahkan
observasi selama demonstrasi.
c) Latihan sebelum melakukan demonstrasi agar terampil dalammenampilkan
prosedur
d) Ukur waktu yang diperlukan termasuk persiapan, demonstrasi, diskusisetelah
demonstrasi, demonstrasi ulang oleh peserta didik, dan emrapikankembali alat-
alat yang digunakan.

2) Sebelum demonstrasi
a) Siapakan materi dan alat sebelum peserta didik tiba dan uji coba tiap alat(cek
kesiapan alat).
b) Atur kemampuan alat dan materi agar dapat dilihat peserta didik.
c) Jelaskan tujuan demonstrasi dan jelaskan gambaran prosedur.
d) Jelaskan tiap materi dan alat.
e) Diskusikan prinsip penting dalam demonstrasi.
f) Identisikasi hal-hal penting yang perlu diobservasi selama demonstrasi

3) Pelaksanaan demonstrasi
a) Demonstrasikan tiap langkah prosedur secara teratur agar dapat diikuti.
b) Uraikan prosedur sambil meberikan demonstrasi dan tekankan butir-
butirpenting.
c) Hindari hal detail yang tidak penting.
d) Tekankan cara melakukan prosedur, bukan cara yang tidak dilakukan.
e) Pantau tiap langkah demonstrasi

8
4) Setelah demonstrasi
a) Ulangi demonstrasi atau tiap langkah jika peserta didik perlu
melakukanobservasi lanjutan di klinik (redemonstrasi).
b) Diskusikan prosedur segera setelah demonstrasi dan mengulang hal-halyang
penting.
c) Beri kesempatan mengamati praktik sesuai dengan perbedaan pesertadidik,
tentang lama praktik, umpan balik, dan reinforcement.
d) Perhatikan peserta didik yang kidal.
e) Evaluasi hasil demonstrasi dan identifkasi area yang perlu dimodifikasi

4. Proses pembimbingan pada metode demonstrasi


1) Menyiapkan pengaturan tempat yang memungkinkan demonstrasi dapat
dilihatdengan jelas oleh peserta didik.
2) Menjelaskan tujuan demonstrasi.
3) Menjelaskan serta menunjukkan bahan dan alat yang akan digunakan.
4) Mendiskusikan prinsip penting dalam demnstrasi.
5) Mengidentifikasi hal-hal yang perlu diobservasi selama demnstrasi berlangsung.
6) Mengdemonstrasikan setiap prosedur dan menekankan pada bagian yang penting.
7) Memantau setiap langkah demonstrasi

5. Kelebihan metode demonstrasi


Dapat membuat proses pembelajan menjadi lebih jelas dan lebih konkret,
1) dengan demikian dapat menghindari terlalu banyaknya penggunaanbahasa verbal.
2) Peserta didik diharapkan lebih mudah memahami apa yang dipelajari
3) Proses pengajaran akan lebih menarik.
4) Peserta didik dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antarateori dengan
kenyataan, dan mencba melakukan sendiri.

9
6. Kekurangan metode demonstrasi
1) Metode ini memerlukan keterampilan pengajar secara khusus, karena tanpa
ditunjang dengan hal itu, pelaksanaan demonstrasi menjadi tidak efektif.
2) Fasilitas seperti tempat, dan biaya memadai tidak sellau tersedia dengan baik.
3) Demonstrasi memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang disamping.
4) sering memrlukan waktu yang cukup panjang, yang mungkin terpaksa
mengambilwaktu atau jam pelajaran lain.

2.6.2. Metode simulasi


1. Pengertian
Simulasi adalah metode pembelajaran yang menyajikan pelajaran dengan
menggunakan situasi atau proses nyata, dengan peserta didik terlibat aktif dalam berinteraksi
dengan situasi di lingkungannya. Peserta didik mengaplikasikan pengetahuan yang telah
dipelajari sebelumnya. Hal ini berguna untuk memberikan respons (membuat keputusanatau
melakukan tindakan) untuk mengatasi masalah/situasi dan menerima umpan balik tentang
respons tersebut (Rheba de dan Martha A. Thompson, 1987)

2. Tujuan
Tujuan metode simulasi yaitu membantu peserta didik mempraktikan keterampilan
dalammembuat keputusan dan penyelesaian masalah, mengembangkan kemampuan
interaksiantarmanusia dan memberikan kesempatan peserta didik untuk menerapkan
berbagaiprinsip, teori, serta untuk meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor.

3. Tipe simulasi
Menurut Sandra de Young (1990), ada tiga tipe simulasi, yaitu simulation
exercise,simulation game, dan role playing. Berikut ini akan diuraikan metode simulation
exercisedan role playing.

10
4. Latihan simulasi

Latihan simulasi (simulation exercise) adalah metode pembelajaran simulasi


yangmenyajikan situasi nyata yang terkontrol. Peserta didik dapat memanipulasisituasi
tersebut, sehingga pemahamna peserta didik menjadi lebih baik terhadapsituasi tersebut.

Latihansimulasi meliputi : written simulation, simulasi dengan audio visual danlive


simulation patient.

5. Bermain peran
Bermain peran (role playing) adalah suatu bentuk darama dimana peserta didiksecara
spontan memperagakan peran-peran dalam berinteraksi yang terkaitdengan masalah/tantangan
dan hubungan antarmanusia.
Metode simulasi ini tidak langsung dilakukan pada klien, tetapi dipraktikan seakan-
akankondisinya nyata, sehingga kesalahan tidak bersifat fatal. Ada tiga macam bentuk simulasi
untukbermain peran, yaitu : kasus aktif, model, dank lien. Pada kasus aktif, diberikan data
tentangyang memerlukan pengambilan keputusan kemudian data ditambah untk
mengembangkankemampuan pengambilan keputusan. Model dapat digunakan untuk
pemeriksaan payudara,katerisasi, dan injeksi. Simulasi klien berguna untuk pemeriksaan fisik
dan wawancara.

6. Petunjuk penggunaan metode simulasi


1) Simulasi harus meningkatkan pencapaian tujuan.
2) Perhatikan syarat simulasi tentang jumlah peserta didik, waktu yang
diperlukan,alat, dan tempat.
3) Pembimbing harus memahami jalannya simulasi.
4) Uji coba dilakukan pada kelompok peserta didik yang dikenal oleh
pembimbing.
5) Peserta didik mempunyai latar belakang teori dan keterampilan untuk
berperanserta dalam simulasi.
6) Peserta didik harus mengerti tujuan peran serta mereka pada simulasi.
7) Petunjuk tertulis lengkap dan diberikan pada peserta didik.
11
8) Pembimbing harus bertamggung jawab untuk menginterupsi simulasi
apabilawaktu telah lewat dan muncul masalah, atau peserta belum kompeten

7. Proses pembimbingan pada metode simulasi


a) Menyampaikan tujuan simulasi.
b) Menjelaskan jalannya simulasi.
c) Mengatur peserta didik untuk memerankan sesuai dengan perannya dalamsimulasi.
d) Melakukan uji coba pada kelompok peserta didik yang dikenal oleh pembimbing.
e) Memberikan komentar setalah simulasi. Bila ada masalah dan peserta didikkurang
menguasai.
f) Melakukan diskusi untuk membahas proses simulasi.

8. Kelebihan simulasi
a) Memperkaya pengetahuan, sikap, dan keterampilan, serta pengalaman yang
tidaklangsung diperlukan dalam menghadapi berbagai masalah sosial.
b) Peserta didik berkesempatan untuk menyalurkan perasaan yang terpendamsehingga
mendapat kepuasaan, kesegaran, dan kesehatan jiwa.
c) Sekalipun bukan tujuan metode ini, melalui simulasi dapat dikembangkan bakatdan
kemampuan yang mungkin dimiliki oleh peserta didik, misalnya dalam senidrama,
bermain peran dan sebagainya.

9. Kekurangan metode simulasi


a) Pengalaman yang diperoleh melalui simulasi tidak selalu tepat dan sempurnadengan
kenyataan di lapangan atau dalam kehidupan
b) Tidak jarang simulasi dijadikan sebagai lat hiburan, sedangkan fungsinya sebagaialat
belajar jadi terabaikan.
c) Pelaksanaan simulasi sering menjadi kaku, bahkan jadi salah arah, karenakurangnya
pengalaman keterampilan atau penguasaan siswa terhadap masalahsosial ynag
diperankan.
d) Simulasi dipengaruhi oleh faktor-faktor emosional seperti rasa malu, ragu-ragu,atau
takut dapat mempengaruhi peserta didik dalam melakukan simulasi.
12
e) Simulasi menuntut hubungan informal antara guru dan peserta didik yang akrabdan
fleksibel, ini berarti menghendaki guru yang demokratis bukan otoriter.
f) Simulasi menuntut imajinasi peserta didik.

2.6.3. Eksperimen
1. Pengertian

Metode eksperimen adalah suatu metode penyajian pembelajaran di mana peserta


didikmelakukan eksperimen dengan mengalami dan mebuktikan sendiri sesuatu
yangdipelajarinya.Dalam proses pembelajaran, peserta didik diberi kesempatan untuk
mengalami ataumelakukan sendiri, mengikuti proses, mengamati sutau objek, keadaan,
atau prosestersebut.Peserta didik mendapat pengalaman belajar dalam mengatasi masalah
dengan pendekatanproblem solving melalui eksperimen.

2. Tujuan

Tujuan metode pembelajaran eksperimen adalah meningkatkan kemampuan peserta


didik untuk dapat belajar mandiri menyelesaikan masalah

3. Langkah-langkah metode eksperimen


1) Persiapan
a) Menetapkan tujuan eksperimen.
b) Mempersiapkan alat, bahan, dan temapat yang diperlukan.
c) Mempertimbangkan jumlah peserta didik dengan alat-alat yang ada
dandiperlukan serta daya tamping tempat eksperimen.
d) Mempertimbangkan apakah eksperimen dilaksanakan sekaligus
untukseluruh peserta didik atau bergantian.
e) Memerhatikan tata tertib/peraturan terutama tentang alat dan bahan
f) Menjelaskan tentang apa yang harus diperhatikan, tahapan, dan bahaya.

13
2) Pelaksanaan eksperimen
a) Peserta didik memulai eksperimen.
b) Pada waktu eksperimen dilakukan peserta didik memerhatikan
danmengalami proses eksperimen dan mendiskusikan gejala yang
timbul.
c) Pembimbing memerhatikan situasi mengenai kemungkinan
adanyahambatan yang harus segera diatasi.

3) Tindak lanjut eksperimen


a) Mendiskusikan berbagai masalah yang ditemukan selama eksperimen.
b) Menyiapkan kembali peralatan yang digunakan dalam keadaan rapi
danbersih.

4) Proses pembimbingan
a) Menyediakan permasalahan sesuai kebutuhan belajar peserta didik.
b) Menjelaskan pedoman pelaksanaan eksperimen.
c) Memfasilitasi peserta didik untuk menganalisa masalah dan mencari
sumber-sumber.
d) Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan uji coba
mengamatiproses, menganalisa, dan mengambil kesimpulan.
e) Mendiskusikan masalah-masalah yang ditemukan selama melakukan
eksperimen.
f) Melakukan evaluasi proses dan hasil.

5) Kelebihan metode eksperimen


a) Peserta didik dapat mengalami sendiri suatu proses atau kejadian.
b) Peserta didik terhindar jauh dari verbalisme
c) Memperkaya pengalaman dengan hal-hal yang bersifat objektif dan
realistis.
d) Mengembangkan sikap berpikir ilmiah.
e) Hasil belajar akan terhadi dalam bentuk referensi dan internalisasi.
14
6) Kekurangan metode eksperimen
a) Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang ilmu pengetahuan
danteknologi.
b) Pelaksanaannya memrlukan alat dan bahan yang tidak mudah didapat.
c) Metode ini menuntut ketelitian, keuletan, dan ketabahan.

15
BAB III

PENUTUP

3.1.Kesimpulan
Metode Praktikum adalah suatu cara mengajar yang memberi kesempatan kepada siswa
untuk menemukan suatu fakta yang diperlukan atau ingin diketahuinya. Djamarah & Zain
(2002:95) memberi pengertian bahwa metode praktikum adalah proses pembelajaran dimana
peserta didik melakukan dan mengalami sendiri, mengikuti proses, mengamati obyek,
menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan suatu obyek, keadaan dan proses dari
materi yang dipelajari tentang gejala alam dan interaksinya sehingga dapat menjawab
pertanyaan yang didapatkan melalui pengamatan induktif.
Praktikum dapat dilakukan pada suatu laboratorium atau diluar laboratorium, pekerjaan
praktikum mengandung makna belajar untuk berbuat, karena itu dapat dimasukkan dalam
metode pembelajaran.

3.2.Saran
Dengan dibuatnya makalah konsep pembelajaran praktika ini diharapkan mahasiswa
dapat membaca dan memahami metode pembelajan praktika.

16