Vous êtes sur la page 1sur 21

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Tn.

S
DI WILAYAH RT. 09 RW. 05 DS. NGANDONG
KECAMATAN GANTIWARNO

LAPORAN PENGELOLAAN KASUS


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Belajar Praktek Keperawatan
Keluarga

Disusun oleh:
Suwarni
P27220018341

PROGRAM STUDI RPL DIII KEPERAWATAN


JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURAKARTA
2018
PENGKAJIAN KELUARGA

A. Struktur Keluarga
1. Struktur Keluarga
Nama Kepala Keluarga :Tn. S
Umur : 54 tahun
Pendidikan : SD
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pekerjaan : Buruh
Alamat : RT.09 RW.05 DS. Ngandong ,
Kec. Gantiwarno
Susunan Anggota Keluarga :
No Nama Umur Sex Tahun Lahir Pekerjaan Keterangan
(L/P)
1 Tn. S 54 Tahun L 1964 Buruh -
2 Ny.S J 54 Tahun P 1964 Buruh -
3 TW 23 Tahun P 1995 Buruh -

Tipe Keluarga :
Genogram :
Keterangan :
: Laki – laki Tinggal Serumah
: Perempuan : Meninggal
: Pasien

2. Sifat Keluarga
a. Anggota keluarga yang menonjol dalam pengambilan
keputusan :
Tn. S mengatakan dalam memecahkan masalah yang dihadapi keluarga
pengambilan keputusan dilakukan musyawarah yaitu dengan didiskusikan
bersama dan dipecahkan bersama, tanpa ada anggota keluarga yang lebih
menonjol/dominan.
b. Kebiasaan hidup sehari-hari :
 Kebiasaan istirahat / tidur
Tn. S mengatakan setiap malamnya biasa tidur mulai pukul 22.00 WIB
sampai pukul 04.30 WIB. Selain itu Tn. S mempunyai kebiasaan tidur
siang. Sementara Ny. S J mengatakan biasa tidur jam 21.00 WIB
sampai pukul 04.00 WIB. Untuk An. T W biasa tidur jam 20.30 WIB
sampai pukul 04.00 WIB.
 Rekreasi dan Olahraga
TN. S mengatakan bahwa keluarga jarang rekreasi karena tidak
mempunyai biaya lebih untuk berpergian ke tempat wisata. Sedangkan
untuk kebiasaan berolahraga jarang / tidak pernah dilakukan.
 Kebiasaan makan keluarga
Kebiasaan makan keluarga Tn. S tiga kali sehari dengan menu nasi,
sayur, lauk. Dalam menyajikan makanan kadang dalam keadaan
terbuka. Tn. S yang menderita tekanan darah tinggi belum mengetahui
makanan dan minuman apa saja yang dilarang maupun dianjurkan
pada penderita hipertensi. Sedangkan untuk anak anaknya, Ny. S J
selalu membuatkan susu pada saat sarapan pagi.

B. Faktor Sosial Budaya dan Ekonomi


1. Penghasilan dan pengeluaran
a. Pekerjaan KK : Buruh
b. Jam Kerja : Tidak tentu
c. Penghasilan per bulan : Rp. 800.000 – 1.300.000, -
d. Simpanan keuangan : keluarga mengatakan tidak mempunyai
tabungan, karena penghasilannya selalu habis untuk memenuhi
kebutuhan keluarga.
e. Penentu dalam keluarga : Tn. S dan Ny. S J mempunyai
peran sama.
2. Suku dan agama
Tn. S dan Ny. S J berasal dari suku Jawa dan menganut agama Islam.
3. Peranan anggota dalam keluarga
Tn. S berperan sebagai pemimpin dan tulang punggung keluarga,
sedangkan Ny. S J sebagai ibu rumah tangga juga terkadang membantu
mencari penghasilan tambahan dengan bekerja menjadi buruh di rumah
tetangga. Ny. S J mengatakan bahwa ia juga mengatur keuangan keluarga.
4. Hubungan keluarga dengan masyarakat
Hubungan Tn. S dan Ny. S J dengan masyarakat baik. Tn. S mengatakan
selalu mengahadiri acara rutin di RT seperti Pertemuan RT.

C. Faktor Lingkungan
1. Rumah (tipe, ukuran, jumlah ruangan)
Tipe rumah : Tembok permanen, lantai dari keramik, atap genting.
Ukuran :6 mx 9 m
Jumlah ruangan : 8 ruangan, terdiri atas 3 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1
ruang keluarga, 1 dapur, 1 kamar mandi dan 1 teras
rumah.
2. Ventilasi dan Penerangan
Penerangan rumah dengan lampu neon, siang hari cahaya sinar matahari
dapat masuk ke setiap ruangan dan kamar tidur, terdapat 2 kamar saja yang
mempunyai jendela, dan untuk ruang tamu ada dua jendela. Total terdapat
4 jendela.
3. Persediaan air bersih
Persediaan air bersih tersedia dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi
kebutuhan air minum dan memasak, air diambil dari sumur dan dimasak
terlebih dahulu hingga masak. Namun kalau sedang musim hujan biasanya
air sumur menjadi agak keruh tapi tidak berbau. Untuk kebutuhan air
(MCK) anggota keluarga menggunakan air sumur juga.
4. Pembuangan sampah
Sampah dibuang pada tempat sampah terbuka di samping rumah dan
apabila sudah menumpuk sampah akan dibakar.
5. Pembuangan air limbah
Pembuangan limbah melalui selokan.
6. Jamban / WC (tipe, jarak dengan sumber air)
Tipe jamban leher angsa (jamban jongkok).
7. Lingkungan rumah
Jarak rumah klien dengan tetangga terdekat sekitar 1-3 meter, sedangkan
didepan rumah keluarga persis terdapat tempat cuci mobil.
8. Sarana komunikasi dan transportasi
Untuk berhubungan dengan keluarga maupun saudara yang jauh Tn. S dan
Ny. S J menggunakan telephone milik An. T W. Sedangkan untuk
keperluan transportasi keluarga menggunakan sepeda motor.
9. Fasilitas hiburan (TV, radio, dll)
Keluarga memiliki sebuah televisi yang terletak di ruang keluarga sebagai
fasilitas hiburan.
10. Denah (rumah dan lingkungan)
U
Keterangan:
1 2 5 6 1 Teras
2 Ruang Tamu
3, 5, 6 Kamar tidur
4 Ruang keluarga
3 4 7 8
7 Kamar mandi
8 Dapur

11. Fasilitas pelayanan kesehatan


Anggota keluarga jarang memeriksakan kesehatannya ke fasilitas
pelayanan kesehatan, namun terkadang keluarga pernah juga periksa ke
tempat pelayanan terdekat yaitu di Posbindu.

D. Riwayat Kesehatan
1. Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga
Ny. S J mengatakan belum pernah sakit berat dan di rawat di Rumah
Sakit, tetapi Tn. S mempunyai tekanan darah tinggi. Pemeriksaan
terakhir tanggal 10 November 2018 tekanan darahnya 160/110 mmhg
dan klien tampak nyeri di daerah kepala. Tn. S mengatakan bahwa
merasakan pusing, kaku/pegal ditengkuk, telinga berdenging apabila
tekanan darahnya tinggi. Selain itu Tn. S juga mengatakan belum
mengerti secara mendalam tentang hipertensi.
Ny. S J mengatakan pernah sakit thypoid 9 bulan lalu, yang mana dulu
semasa muda juga pernah terkena thypoid. Sedangkan anak-anaknya
belum pernah ada yang dirawat di rumah sakit dan untuk An. T W
punya alergi pada ikan laut.

2. Keluarga Berencana
Ny. S J mengatakan bahwa sampai saat ini masih rutin mengikuti
program KB dengan pil.

3. Imunisasi
Ny. S J mengatakan bahwa imunisasi anggota keluarga sudah lengkap,
dan terakhir an. T W mendapatkan imunisasi ulangan di sekolah.

E. Pengkajian Fisik
Tn. S
TD : 150/90 mmHg RR : 18 x/mnt
Nadi : 78 x/mnt Suhu : 36 0 C.
Kepala : bentuk mesochepal, tidak ada luka, tidak berbau.
Rambut : bersih, hitam, tidak ada uban.
Telinga : bersih, simetris, tidak ada serumen, fungsi pendengaran tidak
terganggu.
Mata : simetris, reflek pupil terhadap cahaya baik, sklera tidak
ikterik, konjungtiva tidak anemis.
Hidung : bersih, fungsi penciuman baik, tidak ada sekret, tidak ada
pernapasan cuping hidung, tidak ada polip hidung.
Mulut : mukosa bibir lembab, bentuk simetris, tidak ada stomatitis.
Leher : simetris, tidak ada pembesaran kelenjar getah bening, tidak
ada pembesaran kelenjar tiroid.
Dada : simetris, fokal fremitus dada kanan = dada kiri, sonor, tidak
terdengar suara nafas tambahan.
Perut : simetris, bising usus 20 kali/menit, tidak ada pembesaran
hepar atau lien, tidak ada nyeri tekan, timpani.
Ekstremitas : simetris, tidak ada udema, tidak ada lesi.
Turgor : turgor kulit elastis.
Ny. S J
TD : 120/80 mmHg RR : 22 x/mnt
Nadi : 80 x/mnt Suhu : 370 C.
Kepala : bentuk mesochepal, tidak ada luka, tidak berbau.
Rambut : bersih, hitam, terdapat ada uban yang cukup banyak.
Telinga : bersih, simetris, tidak ada serumen, fungsi pendengaran tidak
terganggu.
Mata : simetris, reflek pupil terhadap cahaya baik, sklera tidak
ikterik, konjungtiva tidak anemis.
Hidung : bersih, fungsi penciuman baik, tidak ada sekret, tidak ada
pernapasan cuping hidung, tidak ada polip hidung.
Mulut : mukosa bibir lembab, bentuk simetris.
Leher : simetris, tidak ada pembesaran kelenjar getah bening, tidak
ada pembesaran kelenjar tiroid.
Dada : simetris, fokal fremitus dada kanan = dada kiri, sonor, tidak
terdengar suara nafas tambahan.
Perut : simetris, bising usus normal, tidak ada pembesaran hepar atau
lien, tidak ada nyeri tekan, timpani.
Ekstremitas : simetris, tidak ada udema, tidak ada akral dingin, tidak ada
lesi.
Turgor : turgor kulit elastis.
Untuk An. T W T: 110/80 mmhg, nadi: 98, RR: 24x menit, BB 54 kg dan pada
pemeriksaan fisik tidak ada kelainan.

F. Pengkajian Psikososial
1. Status emosi
Tn. S mengatakan bahwa ia mudah marah jika ada anak anak nya pada
bandel. Untuk Ny. S J emosi nya stabil dan ramah, sedangkan untuk
An. T W emosinya masih labil seperti anak remaja pada umumnya.
2. Konsep diri
Anggota keluarga Tn. S memiliki konsep diri baik meskipun hidup
dengan kekurangan dan terkadang penyakit menghampiri keluarga
tabah dan ingin semakin mendekatkan diri pada Sang Pencipta
3. Pola komunikasi
Seluruh anggota keluarga Tn. S mampu menggunakan komunikasi
efektif dua arah yaitu menggunakan bahasa Jawa dan bahasa
Indonesia.
4. Pola interaksi
Keluarga Tn. S mempunyai interaksi sosial yang baik, hubungan
dengan tetangga sekitar juga harmonis. Tn. S juga selalu hadir dalam
pertemuan RT, untuk Ny. S J juga aktif di kegiatan RT seperti PKK
ataupun dasa wisma.
5. Pola pertahanan dalam keluarga
Apabila ada masalah dalam keluarga, keluarga biasanya membicarakan
secara bersama-sama dan diselesaikan secara bersama. Namun apabila
masalah belum teratasi keluarga akan pasrah untuk menerimanya.

G. Pengkajian Pengetahuan tentang Tumbuh Kembang


Keluarga Tn. S mengatakan belum begitu memahami tahapan
perkembangan anak secara menyeluruh, yang ia tahu hanya secara umum
seperti masyarakat ketahui pada umumnya. Namun keluarga menyediakan
fasilitas untuk merangsang tumbuh kembang anak seperti mainan dan buku
buku bacaan.

H. Pengkajian Tumbuh Kembang


1. Anak
Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya Ny. S J mengatakan
tidak ada yang mengalami gangguan dalam tumbuh kembangnya. Anak-
anaknya tumbuh sebagaimana anak-anak pada umumnya. Keluarga
Tn. S mengatakan bahwa perkembangan keluarga dari keluarga baru
menikah sampai saat ini tidak ada masalah, masing-masing anggota
keluarga dapat menjalankan perannya dengan baik.

I. Harapan Keluarga Terhadap Petugas Kesehatan


Tn. S dan Ny. S J berharap agar petugas kesehatan mampu memberi jalan
keluar dan pengetahuan terhadap masalah kesehatan yang dialami oleh
keluarga Tn. S

Analisis dan Sintesis Data


No. Data Masalah Penyebab
1 DS : Kurang Ketidakmampuan
Tn. S mengatakan “Saya merasakan pengetahuan keluarga dalam
pusing, kaku/pegal ditengkuk, mengenal masalah
telinga berdenging apabila tekanan kesehatan yang
darah tinggi.” dialami Tn. S.
Tn. S mengatakan “ada anggota
keluarga saya yang mengalami
hipertensi yaitu ibu”.
Tn. S mengatakan “Saya kurang
mengerti masalah hipertensi, yang
saya tau hipertensi ya tekanan darah
tinggi.”
DO :
Tekanan darah 160/110 mmHg.
2 DS : Resti komplikasi Ketidakmampuan
Tn. S mengatakan “Saya belum hipertensi. keluarga untuk
memahami makanan apa yang boleh merawat anggota
dan tidak boleh dikonsumsi”. keluarga yang
Tn. S menyatakan “Saya tidak menderita
pernah berolahraga dan jarang hipertensi
berekreasi”.
DO :
Tn. S tampak nyeri kepala saat
dikaji.

3 DS : Potensial Kurang mampu


Ny. S J mengatakan “saya sudah terjadinya thypoid dalam
pernah terkena thypoid 2x saat berulang memodifikasi
waktu kecil dan 9 bulan yang lalu”. lingkungan.
Ny. S J mengatakan bahwa dalam
menyajikan makanan kadang dalam
keadaan terbuka.
DO:
Terdapat tempat sampah terbuka di
samping rumah.
Prioritas Masalah
1. Kurang informasi pada Tn. S berhubungan
dengan ketidakmampuan keluarga/individu untuk mendapatkan informasi.
KRITERIA SKOR BOBOT NILAI PEMBAHASAN
Sifat : 3 1 3/3 x 1 = 1 Sifat masalahnya aktual dalam
Masalah: kesehatan karena Tn. S
aktual mengatakan mengatakan “Saya
kurang mengerti masalah
hipertensi, yang saya tau
hipertensi ya tekanan darah
tinggi.” “Tidak ada anggota
keluarga saya yang mengalami
hipertensi.”

Kemungkinan 1 2 ½x2=1 Masalah kemungkinan dapat


masalah untuk dicegah adalah cukup karena
dicegah : masalah yang dihadapi belum
Cukup berat dan sudah ada upaya
pengobatan yang dilakukan.

Potensi 2 1 2/3x 1=2/3 Potensi masalah diubah adalah


masalah sebagian karena masalah yang
diubah: terjadi belum lama, tempat
sebagaian tinggal pasien dekat dengan
tempat pelayanan kesehatan.

Menonjolnya 1 1 1/2x1=1/2 Menonjolnya masalah adalah:


masalah : ada ada masalah tetapi tidak harus
masalah tetapi segera ditangani karena
tidak harus penderita tidak terlalu terganggu
segera dengan penyakit hipertensi yang
ditangani diderita.
Jumlah :
3 1/6
2. Resiko terjadi serangan hipertensi akut
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga/individu untuk merawat
anggota keluarga yang sakit/dirinya sendiri
KRITERIA SKOR BOBOT NILAI PEMBAHASAN
Sifat : 2 1 2/3x1=2/3 Sifat masalahnya adalah
Masalah: ancaman kesehatan karena
ancaman keluarga belum memahami
kesehatan makanan apa yang boleh dan
tidak boleh dikonsumsi
penderita hipertensi, kaluarga
kurang mengetahui tentang
masalah hipertensi dan
penatalaksanaannya.

Kemungkinan 1 2 ½x2=1 Kemungkinan masalah untuk


masalah untuk dicegah adalah cukupkarena
dicegah : masalah belum terjadi.
cukup

Potensi 2 1 2/3x 1=2/3 Potensi masalah dirubah adalah


masalah sebagain karena tempat tinggal
diubah: pasien dekat dengan tempat
sebagian pelayanan kesehatan, termasuk
dalam kategori keluarga mampu.

Masalah yang dihadapi besar


Menonjolnya 1 1 1/2x1=1/2 tetapi belum perlu penanganan
masalah : segera karena penderita tidak
masalah berat terlalu terganggu dengan
tetapi tidak masalah yang dihadapi.
harus
ditangani
dengan segera

Jumlah :
2 5/6
Berdasarkan data di atas maka prioritas masalah keperawatan adalah
sebagai berikut :
1. Kurang informasi pada Tn. S berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga/individu mengambil keputusan untuk mendapatkan informasi
tentang kesehatan dengan skor 3 1/6
2. Resiko terjadi serangan hipertensi akut berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga/individu untuk merawat anggota keluarga yang
menderita hipertensi/dirinya sendiri dengan skor 2 5/6
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
NO DP TUJUAN INTERVENSI RENCANA EVALUASI
Kriteria Standart
1 Kurang informasi TIU : 1. kaji ulang Respon Verbal : 1. Keluarga mampu menyebutkan
pada Tn. S Pengetahuan bertambah pengetahuan keluarga keluarga dapat pengertian Hipertensi adalah
berhubungan setelah dilakukan tindakan tentang definisi dan menyebutkan menurut WHO, batas tekanan darah
dengan selama 2 hari pada keluarga tanda gejala hipertensi, definisi dan yang masih dianggap normal
ketidakmampuan Tn. S. beri reinforcemen positif tanda gejala adalah 140/90 mmHg dan tekanan
keluarga/individu TIK : setelah dilakukan atas jawaban, jelaskan darah sama atau diatas 160/95
mengambil pendidikan kesehatan dan tanyakan kembali. mmHg dinyatakan sebagai
keputusan untuk tindakan keperawatan hipertensi (Soeparman, 1999).
mendapatkan selama 1 x 30 mnt keluarga menyebutkan 5 dari 8 tanda dan
informasi tentang diharapkan : gejala hipertensi dengan baik :
hipertensi 1. mengenal masalah a. Kepala pusing
hipertensi b. Telinga berdengung
2. keluarga mampu c. Gemeter, tremor
mengambil keputusan d. Mudah marah
tentang masalah hiprtensi e. Mual dan muntah
3. dapat merawat anggota f. Rasa berat di tengkuk
keluarga dengan g. Jantung berdebar–debar
hipertensi h. Denyut Nadi cepat
4. dapat memodifikasi i. Lelah dan lemas
lingkungan 2. kaji ulang keluarga dapat 2. menyebutkan 4 dari 7 penyebab
5. memanfaatkan fasilitas pengetahuan keluarga menyebutkan hipertensi dengan baik :
kesehatan tentang penyebab dan penyebab dan a. Asupan garam yang tinggi
akibat hipertensi, beri akibat hipertensi b. Stress psikologis
reinforcemen positif atas c. Faktor genetic (keturunan)
jawaban yang diberikan, d. Kurang olah raga
jelaskan dan tanyakan e. Kebiasaan hidup yang tidak
kembali kembali. baik seperti merokok dan
alkohol
f. Penyempitan pembuluh darah
oleh lemak/kolesterol tinggi
g. Keturunan (genetik)
Akibat Hipertensi
a. Stroke
b. Penyakit jantung
c. Penyakit ginjal
d. Gangguan penglihatan

3. beri penjelasan keluarga dapat 3. Sebutkan 4 dari 8 penatalaksanaan


tentang penatalaksanaan menjelaskan hipertensi dengan baik
hipertensi, motivasi penatalaksanaan a. Periksakan tekanan darah
keluarga untuk mematuhi hipertensi secara teratur
penatalaksanaan, beri b. Diit
reinforcement positif  Menghindari makanan yang
atas jawaban, tanyakan berlemak
kembali kembali  Mengurangi asin atau garam
penatalaksanaan c. Menjaga keseimbangan berat
hipertensi badan
d. Hindari minum minuman keras
4. beri motivasi (beralkohol) dan
keluarga untuk membuat keluarga kurangi/hentikan merokok
lingkungan senyaman sanggup e. Istirahat yang cukup
mungkin, beri menciptakan f. Hindari stress
reinforcement positif lingkungan yang g. Olah raga yang teratur 30
atas jawaban. nyaman menit setiap hari
5. motivasi keluarga h. Taati petunjuk pemakain obat
untuk memanfaatkan keluarga dari dokter
fasilitas kesehatan, beri sanggup
reinforcement positif memanfaatkan
atas jawaban fasilitas
kesehatan

1. tanyakan penyebab dan


2 Resiko terjadi TIU : tanda gejala hipertensi, Respon Verbal :
serangan hipertensi Tidak terjadi serangan beri reinforcement keluarga dapat menyebutkan 5 dari 8 tanda dan
akut berhubungan hipertensi akut setelah positif atas jawaban menyebutkan gejala hipertensi dengan baik :
dengan dilakukan tindakan selama penyebab dan a. Kepala pusing
ketidakmampuan 2 hari pada kaluarga Tn. S gejala b. Telinga berdengung
keluarga/individu TIK : setelah dilakukan c. Gemeter, tremor
untuk merawat pendidikan kesehatan d. Mudah marah
anggota keluarga selama 1 x 30 mnt keluarga e. Mual dan muntah
yang menderita diharapkan : f. Rasa berat di tengkuk
hipertensi/dirinya 1. Mengenal masalah g. Jantung berdebar–debar
sendiri hipertensi h. Denyut Nadi cepat
2. keluarga mampu i. Lelah dan lemas
mengambil keputusan menyebutkan 4 dari 7 penyebab
tentang masalah hipertensi dengan baik :
pencegahan komplikasi a. Asupan garam yang tinggi
hipertensi b. Stress psikologis
3. mampu merawat anggota c. Faktor genetic (keturunan)
keluarga d. Kurang olah raga
e. Kebiasaan hidup yang tidak
baik seperti merokok dan
alkohol
f. Penyempitan pembuluh darah
oleh lemak/kolesterol tinggi
2. tanyakan tentang akibat g. Keturunan (genetik)
hipertensi dan beri keluarga dapat
reinforcemen positif menyebutkan Akibat Hipertensi
atas jawaban yang akibat a. Stroke
diberikan Hipertensi b. Penyakit jantung
c. Penyakit ginjal
3. jelaskan makanan yang d. Gangguan penglihatan
baik bagi penderita keluarga
hipertensi mengerti Sebutkan contoh makanan (5)
makanan yang yang dianjurkan untuk penderita
baik untuk Hipertensi
penderita
a. Sumber
hipertensi
karbohidrat : biskuit,
singkong, roti, tepung, mie,
tapioka, nasi
b. Sumber
protein nabati : Tahu, tempe
dan kacang-kacangan
c. Sumber
vitamin (buah dan sayuran)
segar, jeruk, pisang, melon,
tomat
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

No. TGL/JAM DIAGNOSA IMPLEMENTASI EVALUASI TTD


KEPEARWATAN
1 19 /11/2018 Kurang informasi  Mengucapkan salam. S : Keluarga menjawab
09.00 WIB salam, mempersilahkan
pada Tn. S  Menanyakan keadaan kesehatan keluarga. duduk, dan mengsatakan
berhubungan dengan  Mengingatkan kontrak dan tujuan pertemuan. keluarga sehat-sehat saja.
Saya masih ingat kita janji
ketidakmampuan
hari ini..
keluarga/individu  Mengkaji ulang pengetahuan keluarga tentang definisi dan tanda gejala S : Tn. S mengatakan
belum begitu mengerti
mengambil hipertensi, memberi reinforcemen positif jawaban yang diberikan, tentang Hipertensi, tanda-
keputusan untuk menjelaskan dan menanyakan kembali. tandanya, penyebab,
akibat, penatalaksanaan.
mendapatkan  Mengkaji ulang pengetahuan keluarga tentang penyebab dan akibat
informasi tentang
hipertensi, memberi reinforcemen positif jawaban yang diberikan,
hipertensi
menjelaskan dan menanyakan kembali.

S:
 Memberi penjelasan tentang penatalaksanaan hipertensi, memotivasi - Keluarga
mengatakan paham
keluarga untuk mematuhi penatalaksanaan, menanyakan kembali
dengan apa yang
penatalaksanaan hipertensi, memberi reinforcement positif jawaban dijelaskan perawat.
- Keluarga
 Memberi motivasi keluarga untuk membuat lingkungan senyaman
mengatakan akan
mungkin. mencobanya.
O:
 Memotivasi keluarga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan - Keluarga
mendengarkan dan
memperhatikan
- Keluarga
kooperatif
A : Tujuan tercapai
P : Motivasi keluarga untuk
mematuhi penatalaksanaan
hipertensi.
2 19/11/2018   Menanyakan penyebab dan tanda gejala hipertensi dan diit, beri S : Tn. S mengatakan
09.00 WIB belum begitu mengerti
reinforcemen positif atas jawaban tentang gejala Hipertensi,
 Menanyakan tentang akibat hipertensi dan beri reinforcemen positif atas diitnya dan akibat
hiperetensi.
jawaban yang diberikan

 Mejelaskan tentang diit hipertensi, penatalaksanan hipertensi serta S: Keluarga mengatakan


paham dengan apa yang
makanan yang baik dan dilarang bagi penderita hipertensi. dijelaskan oleh perawat
 Menjelaskan tentang cara-cara mengurangi resiko hipertensi . dan akan mencoba
melaksanakannya.
O:
- Keluarga
mendengarkan dan
memperhatikan
- Keluarga
kooperatif
A : Masalah teratasi
P: Motivasi keluarga untuk
melaksanakan diit yang
benar