Vous êtes sur la page 1sur 6

ANALISIS SINTESIS TINDAKAN TEKNIK RELAKSASI NAPAS

DALAM PADA NY. M


DI RUANG DAHLIA RSUD SURAKARTA

Disusun oleh:
KARMELIA TUTO LANANG
NIM : SN181084

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA
TAHUN 2018/2019

1
Analisis Sintesis Tindakan Teknik Relaksasi Napas Dalam pada NY. M
Di Ruang Dahlia RSUD Surakarta

Hari : Selasa
Tanggal : 23 Oktober 2018
Jam : 10.30 WIB

A. Keluhan utama
Nyeri perut kiri bawah, mual, muntah
B. Diagnosa Medis
Colic Abdomen
C. Diagnosis keperawatan
Nyeri akut b/d agen cedera biologis
D. Data yang mendukung diagnosis keperawatan
DS : Klien mengeluh nyeri pada daerah perut sebelah kiri
P: nyeri karena proses penyakit
Q: nyeri seperti ditusuk-tusuk
R : nyeri pada daerah perut region 6 dan 9
S: skala 4 (ringan)
T: nyeri hilang timbul, terlebih saat berubah posisi

DO :
- klien tampak meringis kesakitan
- pasien tampak menutupi area nyeri
E. Dasar pemikiran
Penanganan nyeri dengan teknik non-farmakologi merupakan
modal utama untuk menuju kenyamanan. Dipandang dari segi biaya dan
manfaat, penggunaan manajemen non-farmakologi lebih ekonomis dan
tidak ada efek sampingnya jika dibandingkan dengan penggunaan
manajemen nyeri farmakologi. Selain itu juga mengurangi

2
ketergantungan pasien terhadap obat-obatan. Salah satu manajemen
non-farmakologi adalah teknik relaksasi napas dalam dimana teknik
relaksasi napas dalam ini bermanfaat mengurangi ketegangan otot
yang akan mengurangi intensitas nyeri
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fidhi Aningshi
tahun 2018 yang berjudul pengaruh pemberian teknik relaksasi nafas
dalam terhadap penurunan intensitas nyeri haid (dismenore) pada
mahasiswi di asrama sanggau landungsari Malang, pada jurnal Nursing
News Volume 3, Nomor 1, 2018, mengemukakan bahwa dari 23 sampel
yang berasal dari 95 populasi didapatkan sesudah diberikan teknik
relaksasi nafas dalam kurang dari separuh (34,8%) mengalami nyeri
ringan dan sedang. Hasil ini dipengaruhi oleh teknik relaksasi nafas
dalam yang diberikan selama 15 menit dapat memberikan efek rasa
nyaman, menurunkan ketegangan uterus dan melancarkan peredaran
darah.
Teknik relaksasi nafas dalam juga sangat membatu pada
masalah nyeri yang dirasakan Ny. M. Setelah diajarkan tehnik tersebut
berlahan lahan nyeri yang dirasakan Ny.M berkurang . Tehnik yang
dilakukan selama 3 hari ini juga membuat Ny.M menjadi lebih rileks
dan berhenti mengeluhkan rasa sakitnya.

F. Prinsip tindakan
 Saling percaya dan kooperatif
 Tindakan dilakukan sesuai SOP atau prosedur
 Memiliki kesiapan diri baik dari perawat maupun pasien

3
PROSEDUR

A. FASE ORIENTASI
1. Memberi salam
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan tujuan
4. Menjelaskan prosedur
5. Menanyakan persetujuan/kesiapan klien
6. Cuci tangan
B. FASE KERJA
1. Mengatur posisi klien
2. Menjelaskan cara latihan napas : menarik napas melalui hidung
dang mengeluarkan melalui mulut
3. Memberikan contoh cara latihan napas : menarik napas melalui
hidung dan mengeluarkan melalui mulut
4. Membimbing klien dalam latihan napas dalam jika terasa nyeri
5. Merapikan pasien
6. Cuci tangan
C. FASE TERMINASI
1. Mengevaluasi tindakan
2. Menyampaikan rencana tindak lanjut

G. Analisis Tindakan
Relaksasi napas dalam merupakan metode efektif untuk mengurangi rasa
nyeri pada klien yang mengalami nyeri kronis. Latihan pernafasan dan
teknik relaksasi menurunkan konsumsi oksigen, frekuensi pernafasan,
frekuensi jantung, dan ketegangan otot, yang menghentikan siklus nyeri,
ansietas, ketegangan otot. Tujuan teknik relaksasi nafas dalam adalah
untuk meningkatkan ventilasi alveoli, memelihara pertukaran gas,

4
mencegah atelektasis paru, meningkatkan efisiensi batuk, mengurangi stress
baik stress fisik maupun emosional yaitu menurunkan intensitas nyeri dan
menurunkan kecemasan (Smeltzer & bare, 2008)

H. Bahaya dilakukannya tindakan


Jika teknik relaksasi napas dalam dilakukan dengan tidak didasarkan rasa
saling percaya dan kooperatif maka latihan nafas dalam tidak akan
efektifdan klien akan merasa tambah kesakitan dan klien semakin tidak
nyaman dengan keadaannya

I. Tindakan kepererawatan lain yang dilakukan


- observasi TTV
- kaji nyeri
- pertahankan posisi semi fowler

J. Hasil yang didapatkan setelah tindakan


S: Klien mengeluh nyeri pada daerah perut sebelah kiri
P: nyeri karena proses penyakit
Q: nyeri seperti ditusuk-tusuk
R : nyeri pada daerah perut region 6 dan 9
S: skala 3 (ringan)
T: nyeri hilang timbul, terlebih saat berubah posisi
Klien mengatakan mampu melakukan relaksasinafas dalam.

O : - Klien tampak sedikit relaks, klien mampu melakukan relaksasi nafas


dalam
A : Masalah nyeri sebagian teratasi

P : intervensi dilanjutkan

K. Evaluasi Diri

5
Tindakan yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur yang ada, saya
merasa puas memberikan teknik relaksasi nafas dalam kepada klien.

L. Daftar Pustaka
Docterman et all. (2016). Nursing Intervention Classifications (NIC). Edisi
keenam. Elsevier Singapore Pte Ltd Academic
Maas et all. (2016). Nursing Out Comes (NOC). Edisi Kelima. Elsevier
Singapore Pte Ltd Academic
Nanda International (2012). Diagnosis Keperawatan: definisi &
Klasifikasi. 2015-2017. Edisi 10. Jakarta : EGC
Smeltzer & Bare. (2008). Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8 Vol.1.

Alih Bahasa : Agung waluyo. Jakarta. EGC.

Stania, dkk. (2014) Jurnal: Pengaruh Teknik Relaksasi Dan Teknik


Distraksi Terhadap Perubahan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post
Operasi Di Ruang IRINA A Atas RSUP Prof DR.R.D. Kandou
Manado. Diakses pada tanggal 30 Mei 2017

Mengetahui
Mahasiswa Pratikan Pembimbing Klinik/CI

(Karmelia T. Lanang) ( )