Vous êtes sur la page 1sur 2

Asal-usul warna nyala

Warna nyala dihasilkan dari pergerakan elektron dalam ion-ion logam yang terdapat dalam
senyawa. Sebagai contoh, sebuah ion natrium dalam keadaan tidak tereksitasi memiliki struktur 1s2
2s2 2p6 . Jika dipanaskan, elektron-elektron akan mendapatkan energi dan bisa berpindah ke orbital
kosong manapun pada level yang lebih tinggi – sebagai contoh, berpindah ke orbital 7s atau 6p atau
4d atau yang lainnya, tergantung pada berapa banyak energi yang diserap oleh elektron tertentu
dari nyala. Karena sekarang elektron-elektron berada pada level yang lebih tinggi dan lebih tidak
stabil dari segi energi, maka elektron-elektron cenderung turun kembali ke level dimana sebelumnya
mereka berada – tapi tidak musti sekaligus. Sebuah elektron yang telah tereksitasi dari level 2p ke
sebuah orbital pada level 7 misalnya, bisa turun kembali ke level 2p sekaligus. Perpindahan ini akan
melepaskan sejumlah energi yang dapat dilihat sebagai cahaya dengan warna tertentu. Akan tetapi,
elektron tersebut bisa turun sampai dua tingkat (atau lebih) dari tingkat sebelumnya. Misalnya pada
awalnya di level 5 kemudian turun sampai ke level 2. Masing-masing perpindahan elektron ini
melibatkan sejumlah energi tertentu yang dilepaskan sebagai energi cahaya, dan masing-masing
memiliki warna tertentu. Sebagai akibat dari semua perpindahan elektron ini, sebuah spektrum garis
yang berwarna akan dihasilkan. Warna yang anda lihat adalah kombinasi dari semua warna
individual. Besarnya lompatan/perpindahan elektron dari segi energi, bervariasi dari satu ion logam
ke ion logam lainnya. Ini berarti bahwa setiap logam yang berbeda akan memiliki pola garis-garis
spektra yang berbeda, sehingga warna nyala yang berbeda pula.

Asal-usul warna nyala

Suatu unsur memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda-beda seperti halnya untuk logam-logam golongan
alkali dan golongan alkali tanah yang memberikan warna-warna yang khas bila dibakar karena salah satu
hal yang mempengaruhi adalah konfigurasi atom-atom tersebut sebab setiap atom memiliki konfigurasi
yang berbeda-beda serta karakteristik atau sifat-sifat khas dari golongan tersebut. Ion dengan konfigurasi
gas mulia (kulit luar terdiri dari 18 elektron) atau konfigurasi ”18 + 2” tidak mempunyai peralihan electron
pada daerah energi cahaya, sehingga larutannya tidak berwarna. Seperti ion logam alkali dan alkali tanah.
Pemisahan medan kristal tingkat energi tinggi d, menghasilkan perbedaan energi (Z) yang berhubungan
dengan warna ion kompleks. Kenaikan sebuah electron dari tingkat energi rendah ke tingkat energi tinggi
menyebabkan penyerapan komponen cahaya putih dan cahaya yang di lewatkan berwarna.

Warna nyala dihasilkan dari pergerakan elektron dalam ion-ion logam yang terdapat dalam senyawa.
Sebagai contoh, sebuah ion natrium dalam keadaan tidak tereksitasi memiliki struktur 1s22s22p6. Jika
dipanaskan, elektron-elektron akan mendapatkan energi dan bisa berpindah ke orbital kosong manapun
pada level yang lebih tinggi – sebagai contoh, berpindah ke orbital 7s atau 6p atau 4d atau yang lainnya,
tergantung pada berapa banyak energi yang diserap oleh elektron tertentu dari nyala.Karena sekarang
elektron-elektron berada pada level yang lebih tinggi dan lebih tidak stabil dari segi energi, maka elektron-
elektron cenderung turun kembali ke level dimana sebelumnya mereka berada – tapi tidak musti sekaligus.
Sebuah elektron yang telah tereksitasi dari level 2p ke sebuah orbital pada level 7 misalnya, bisa turun
kembali ke level 2p sekaligus. Perpindahan ini akan melepaskan sejumlah energi yang dapat dilihat sebagai
cahaya dengan warna tertentu. Akan tetapi, elektron tersebut bisa turun sampai dua tingkat (atau lebih)
dari tingkat sebelumnya. Misalnya pada awalnya di level 5 kemudian turun sampai ke level 2.

Masing-masing perpindahan elektron ini melibatkan sejumlah energi tertentu yang dilepaskan sebagai
energi cahaya, dan masing-masing memiliki warna tertentu.

Sebagai akibat dari semua perpindahan elektron ini, sebuah spektrum garis yang berwarna akan
dihasilkan. Warna yang anda lihat adalah kombinasi dari semua warna individual. Besarnya
lompatan/perpindahan elektron dari segi energi, bervariasi dari satu ion logam ke ion logam lainnya. Ini
berarti bahwa setiap logam yang berbeda akan memiliki pola garis-garis spektra yang berbeda, sehingga
warna nyala yang berbeda pula.

Mengapa dalam uji nyala digunakan kawat nikrom dan asam klorida?

Asam klorida (HCl) :

Dalam percobaan ini digunakan HCl untuk membersihkan kawat nikrom karena HCl dapat melarutkan
pengotor-pengotornya /zat pengganggu yang mungkin menempel pada kawat nikrom sehingga pengotor
tersebut akan mudah menguap dari kawat, sehingga kawat benar-benar bersih.

pembakaran HCl tidak memberikan warna sehingga tidak mempengaruhi atau mengganggu warna nyala
logam alkali dan alkali tanah ketika diamati.

HCl digunakan untuk membuat sampel menjadi kental sehingga mudah menempel dalam kawat nikrom.

Mengapa digunakan garam-garam kloridanya?

Karena ketika dibakar, garam-garam klorida ini mampu mengeluarkan warna yang spesifik.

Kenapa suatu unsur ketika dilakukan uji nyala bisa menghasilkan warna nyala tertentu (khas)?

Pada dasarnya, apabila suatu senyawa kimia dipanaskan, maka akan terurai menghasilkan unsur-unsur
penyusunnya dalam wujud gas atau uap. Kemudian, atom-atom dari unsur logam tersebut mampu
menyerap sejumlah energi tinggi (keadaan tereksitasi). Pada keadaan energi tinggi, atom logam tersebut
sifatnya tidak stabil sehingga mudah kembali ke keadaan semula (berenergi rendah) dengan cara
memancarkan energi yang diserapnya dalam bentuk cahaya. Besarnya energi yang diserap atau yang
dipancarkan oleh setiap atom unsur logam bersifat khas. Hal ini dapat ditujukkan dari warna nyala atom-
atom logam yang mampu meneyerap radiasi cahaya didaerah sinar tampak.