Vous êtes sur la page 1sur 27

ASUHAN KEPERAWATAN KELOMPOK KHUSUS BALITA

TK ABA MLAGI
DIBUAT UNTUK MEMENUHI TUGAS KEPERAWATAN KOMUNITAS
Dosen Pembimbing : 1. Drs. Kirnantoro, SKM.,M.Si,
2. Sri Arini RW, SKM, M.Kep

DISUSUN OLEH :

1. RIZKI TRI KUMALASARI (P07120216001)


2. INTAN MONITASARI (P07120216025)
3. ISMI FITRIANI (P07120216026)
4. TUNING SETIOWATI (P07120216039)

D4 KEPERAWATAN SEMESTER 4
POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA
2018
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Kami panjatkan puja dan puji syukur atar kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepeda kami, sehingga kami dapat meyelesaikan makalah ilmiah
tentang Asuhan Keperawatan Kelompok Khusus Balita.

Makalah Asuhan Keperawatan Kelompok Khusus Balita ini telah kami susun dengan
semaksimal mungkin dan mendapat bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat
memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyempaikan banyak terima kasih
kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini terutama untuk
dosen pembimbing kami Bapak Drs.Kirnantoro, SKM,.M.Si dan Ibu Sri Arini RW, SKM,
M.Kep serta seluruh pihak Puskesmas Gamping 2.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya baik dari segi susunan kalimat
maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran
dan kritik agar kami dapat memperbaiki makalah kami.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang Asuhan Keperawatan
Kelompok Khusus Balita dapat memberikan manfaat untuk pembacanya.

Yogyakarta, 8 Mei 2018

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Salah satu sasaran pelayanan keperawatan komunitas adalah pelayanan pada
kelompok khusus adalah perkumpulan. Kelompok khusus adalah kumpulan individu
yang mempunyai kesamaan umur, permasalahan baik fisik, mental, sosial yang
memerlukan bantuan karena ketidakmampuan dan ketidaktauan kelompok dalam
memelihara kesehatan terhadap dirinya sendiri. Asuhan keperawatan pada kelompok
khusus diberikan dengan mengguanakan pendekatan proses keperawatan, pada
prinsipnya sama dengan proses keperawatan indidivu, keluarga, maupun komunitas,
yang berbeda hanyalah sasarannya. Yang perlu dikaji dalam kelompok khusus ini
secara mendalam adalah latar belakang yang menyebabkan timbulnya masalah pada
kelompok tersebut, karena setiap kelompok mempunyai kebutuhan yang berbeda.
Pengkajian ini menjadi dasar untuk membuat perencanaan keperawatan yang tepat.
Asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus balita adalah balita
adalah pelayanan keperawatan komunitas yang ditujukan kepada kelompok balita
serta keluarga dengan menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif tanpa
mengesampingkan upaya kuratif rehabilitatif agar tercapai kemandirian kelompok dan
keluarga dalam penyelesaian masalah kesehatan. Asuhan keperawatan komunitas
jhusus balita diberikan pada kelompok balita di posyandu, puskesmas, institusi
(PAUD/Pendidikan Anak Usia Dini, panti, Taman Kanak-Kanak).
Asuhan keperawatan pada kelompok khusus balita ini sagat diperlukan hal ini
bertujuan untuk mengetahui status masalah kesehatan yang lazim terjadi pada
kelompok balita seperti kebutuhan nutrisi (obesitas, gizi kurang/buruk, menurunnya
nafsu makan), kebersihan diri (kebershan gigi dan mulut, kulit), masalah perilaku dan
belajar (sulit konsentrasi, hiperaktif, hipoaktif), masalah infeksi (diare, campak, batuk
pilek, pneumonia, TBC, HIV/AIDS, hepatitis dan lain-lain), penyakit kronik (asma,
kanker, kecacatan bawaan dan lain-lain), kecelakaan (terpotong, terbakar, tersiram air
panas, kecelakaan lalu lintas).
Kelompok kami melakukan mengambil asuhan keperawatan khusus balita
pada anak TK ABA Mlangi. Sasaran yang dilakukan yaitu pada orang tua siswa TK
ABA Mlangi untuk diberikan penyuluhan terkait dengan maslah yang terjadi pada
anak-aanknya kemudian kami menentukan target yaitu pada siswa TK ABA Mlangi
yang nantinya akan diatasi masalahnya.

B. TUJUAN PENULISAN
1. Tujuan Umum
Tujuan umum pembuatan tugas ini adalah mengetahui proses asuhan
keperawatan kelompok khusus balita.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui masalah yang terjadi pada kelompok khusus balita di TK
ABA Mlangi
b. Mengetahui pengkajian keperawatan pada TK ABA Mlangi
c. Mengetahui diagnosa keperawatan balita pada TK ABA Mlangi
d. Mengetahui perencanaan pada balita TK ABA Mlangi
BAB II

PROFIL PUSKESMAS GAMPING II

Puskesmas Gamping II terletak di Patran, Desa Banyuraden, Gamping Sleman


Yogyakarta. Wilayah kerja Puskesmas Gamping II mencangkup tiga kelurahan yaitu
kelurahan Trihanggo, Nogotirto serta Banyumeneng. Di Puskesmas gamping II melayani
berbagai fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat dijangkau oleh masyarakat seperti
pemeriksaan kesehatan secara umum, pemeriksaan KIA, pemeriksaan gigi dan mulut
serta pemeriksaan kesehatan lainnnya. Selain pelayanan kesehatan yang dilakukan di
dalam Puskesmas Gamping II, Puskesmas juga melayani rujukan bagi masyarakat yang
mengalami gangguan penyakit atau masalah yang harus dirujuk kepada fasilitas
kesehatan yang lebih tinggi.
. Fasilitas yang terdapat pada puskesmas Gamping II meliputi ruang KIA,
pemeriksaan umum, ruang laboratorium, ruang aula untuk pertemuan serta ruangan
laktasi yang digunakan untuk ibu dan bayi khusus menyusui. Pada ruang tengah
PuskesImas Gamping II terdapat ruang tunggu yang cukup luas yang sudah tedapat
bagian farmasi serta pendaftaran yang memudahkan masyarakat dalam melakukan
pemeriksaan diri.
Dalam menjalankan tugasnya Puskesmas Gamping Iimemiliki visi yaitu
terwujudnya pelayanan kesehatan yang bermutu menuju masyarakat Sleman sehat yang
mandiri, berdaya saing dan berkeadilan. Misi yaitu menerapkan sistem manajemen mutu
secara konsisten dan berkesinambungan, memberdayakan masyarakat untuk lebih
mandiri dalam upaya kesehatan, mengembangkan sumber daya layanan yang mamadahi,
membangun kerjasama lintas program dan sektor yang harmonis.
Upaya kesehatan yang dilakukan dalam kegiatan puskesmas sesuai dengan
arahan dari pemerintah yaitu dengan dilaksanakannya program kemasyarakatan seperti
posyandu, posbindu, pemeriksaan anak usia pra sekolah dan anak sekolah, pemberian
vaksin dan lain-lain. Kegiatan tersebut dilakukan rutin setiap bulannya untuk memantau
maslah kesehatan yang ada di masyarakat wilayah kerja Puskesmas Gamping II.
Tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Gamping 2 yaitu meliputi tenaga
medis yaitu doker umum, dokter gigi, perawat, bidan, analis, keperawatan gigi serta starf
lainnya. Puskesmas gamping 2 memegang 3 kelurahan yaitu kelurahan Trihanggoo,
Nogotiro serta kelurahan Banyuraden. Setiap kelurahan akan dilakukan penyuluhan
secara rutin oleh petugas puskesmas agar pelaksanaan pelayanan kesehatan dapat
berjalan secara optimal.
BAB III
URAIAN KEGIATAN

Kegiatan yang telah kami lakukan dalam praktik komunitas ini salah satunya yaitu
pembuatan asuhan keperawatan kelompok khusus balita. Kami melakukan proses
keperawatan pada kelompok khusus balita dengan turut serta berpartisipasi pihak
Puskesmas membantu melakukan pemeriksaan kesehatan secara umum pada 19 siswa (10
perempuan dan 9 laki – laki) TK ABA MLANGI yang berlokasi di Sawahan Nogotirto,
Gamping, Sleman Yogyakarta. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain : Pemeriksaan
telinga, KSPP, Cek gangguan perkembangan, Cek Gangguan perilaku, Cek Gangguan
Pendengaran, Cek Gangguan Penglihatan, Pemeriksaan Gigi, dan Pengukuran Lingkar
kepala.
Hasil yang didapat yaitu dari 19 siswa tidak terdapat gangguan perkembangan,
perilaku, penglihatan, pendengaran, serta gangguan tumbuh kembang. Ada 16 anak
menderita karies dan 13 anak berserumen kotor. Dari pemeriksaan umum, ada 2 anak
menderita ISPA dan 2 anak menderita tonsil. Selain pemeriksaan biologis, kami juga
mengkaji psikologi, kegiatan sosial, spiritual, dan keadaan lingkungan TK ABA MLANGI
melalui metode wawancara dan observasi. Data yang didapat bersumber dari siswa dan
guru pengajar.
BAB IV
ASUHAN KEPERAWATAN

A. PENGKAJIAN
1. Identitas Kelompok
Pengkajian kepada 19 anak kelas A2 TK ABA Mlangi berusia 4-5 tahun
terdiri dari 9 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Pengkajian dilakukan pada
tanggal 8 Mei 2018 diruang kelas A2 TK ABA Mlangi beralamat di Banyumeneng
RT 12/RW 04, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Metode pengkajian yang
dilakukan anatara lain melalui pemeriksaan perseorangan, wawancara dan observasi.
Fasilitas yang ada di TK ABA Mlangi meliputi 5 kelas belajar dan tempat bermain.
Setiap kelas terdapat 1 pintu, 2 jendela dan 2 ventilasi udara, papan tulis, alat
pendukung belajar (seperti pensil warna, poster, huruf, poster angka, puzzle, kertas
lipat, dll), 5 meja dan tempat duduk sejumlah benyaknya siswa yang ada. Di area
bermain terletak di halaman TK dilengkapi dengan berbagai permainan seperti :
papan jungkat jungkit, ayunan, papan seluncuran, dll.

2. Biologis Kelompok
a. Keadan Kesehatan
Berdasarkan pemeriksaan, sebanyak 68% (13 dari 19) anak memiliki masalah
telinga kotor, dan 84% (16 dari 19) anak mengalami karies gigi.
b. Kebersihan Peroangan
Dari observasi yang dilakukan, pakaian yang dikenakan A3 TK ABA MLANGI
yaitu sebanyak 12 dari 19 anak (63%) tidak memakai baju dengan rapi (tidak
disetrika) serta terdapat coretan - coretan tinta warna di baju.
c. Penyakit yang Banyak diderita
Masalah telinga kotor, karies gigi
d. Penyakit Kronis/Menular : Tidak ada
e. Pola Makan
Sebanyak 52% (10 dari 19) anak TK ABA Mlangi sarapan dengan
mengkonsumsi makanan gizi seimbang (nasi, sayur, lauk serta tambahan susu),
kemudian sebanyak 48% (9 dari 19) anak sarapan dengan menu nasi, sayur,
lauk tanpa susu. Sebanyak 73% (14 dari 19) TK ABA Mlangi mengatakan
sering makan makanan yang manis seperti permen dan gulali.
f. Pola Tidur
Pola tidur anak TK ABA Mlangi sebanyak 5 dari 19 anak selalu tidur siang, 4
dari 19 anak tidak pernah tidur siang dan 10 dari 19 anak kadang-kadang tidur
siang. Semua anak TK ABA Mlangi selalu tidur malam tepat waktu.
g. Kecacatan
Para siswa TK ABA MLANGI tidak ada yang memiliki kecacatan baik fisik
maupun mental.

3. Psikologis Kelompok
a. Keadaan Emosi
Sering terjadi pertengkaran diantara anak laki-laki karena berebut mainan.
Begitu juga siswa perempuan yang bertengkar karena rebutan alat tulis. Akan
tetapi, setelah beberapa menit kemudian kembali membaik seperti biasa.
b. Kebiasaan Buruk
Sebanyak 84% (16 dari 19) siswa mengatakan suka mencoret-coret pakaiannya
sendiri.
c. Ketergantungan Obat/Bahan
Siswa TK ABA Mlangi tidak mengami gangguan obat/bahan
d. Mencari Pelayanan Kesehatan
Petugas puskesmas melakukan kesehatan rutin pada TK AKA Mlangi tiap 1
bulan sekali. Jika ada gangguan atau masalah kesehatan, maka petugas
puskesmas akan memberikan surat pengantar agar wali murid dapat
mengecekkan kesehatan anak mereka ke Puskesmas Gamping 2.
e. Rekreasi
Sebanyak 42% (8 dari 19) siswa BI TK ABA MLANGI melakukan rekreasi
dengan keluarga dirumah setiap hari. Dalam satu minggu, sebanyak 57% (11
dari 19) anak belum tentu rekreasi dengan keluarga. Semua siswa B3 TK ABA
Mlangi selalu menonton tv setelah pulang sekolah, saat siang hari ataupun
malam hari. Sebenyak 78% (15 dari 19) anak selau bermain di luar sekolah
bersama teman - teman sebaya yang berada di luar rumah. Mayoritas laki - laki
bermain sepak bola, badminton dan permainan fisik lainnya. Mayoritas
perempuan bermain dakon, boneka, mewarnai, dan permainan lain yang tidak
membutuhkan aktivitas fisik berlebih

4. Kegiatan Sosial Kelompok


a. Keadaan Ekonomi
Mayoritas keadaan ekonomi orang tua murid TK ABA Mlangi berasa pada
kondisi menengah.
b. Hubungan diluar Kelompok
Baik, anak-anak dapat berinteraksi dengan anak-anak dari TK lain yang
seumuran dengannya.
c. Kegiatan Organisasi Sosial
Tidak ada
d. Hubungan Antara Anggota Kelompok
Baik. Tiap murid selalu rukun satu sama lain hanya saja terkadang terjadi
pertengkaran kecil namun dapat diselesaikan secara langsung

5. Spiritual Kelompok
a. Ketaatan Beribadah
Sebanyak 78% (15 dari 19) siswa TK ABA Mlangi selalu mengikuti pengajian
TPA ditempat tinggalnya masing-masing pada sore hari.
b. Keyakinan Tentang Kesehatan
Tidak ada keyakinan yang mempengarui kesehatn siswa B1 TK ABA MLANGI

6. Kultural Kelompok
a. Adat yang Mempengaruhi Kesehatan
Tidak ada
b. Tabu-tabu
Tidak ada

7. Keadaan Lingkungan Dalam


a. Penerangan
Ruang belajar yang digunakan anak-anak TK ABA Mlangi memiliki
penerangan yang cukup, anak-anak dapat membaca pada siang hari tanpa
harus menghidupkan lampu
b. Kebersihan dan Kerapian
Kebersihan ruangan kelas selalu dijaga oleh petugas kebersihan yang bekerja
dan dibersihan setiap pagi dan sore hari
c. Sirkulasi Udara
Terdapat ventilasi yang cukup diruang kelas dan kelembaban udara didalam
kelas cukup
d. Dapur
Dalam penyediaan makanan untuk para siswa, pihak sekolah bekerja sama
dengan salah seorang warga sekitar untuk menyediakan makanan kepada 5
kelas TK ABA Mlangi. Menu yang pihak TK Mlangi sendiri seperti : bakso,
nasi sayur, atau makanan tambahan seperti bubur sumsum dan burjo. Di TK
Mlangi sendiri tidak memiliki dapur.
e. Jamban
Terdapat 2 jamban disetiap kamar mandi lantai 1 dan lantai 2.
f. Sumber Air Minum
Dalam setiap harinya tidak ada penyediaan minuman yang diberikan oleh
pihak sekolah kepada para siswa TK ABA Mlangi. Rata - rata siswa TK
ABA Mlangi membawa bekal minum sendiri. Sedangkan para guru minum
dari sediaan air galon

8. Keadaan Lingkungan Halaman


a. Pemanfaatan Halaman
Halaman di depan kelas digunakan untuk tempat bermain anak-anak,
terdapat perosotan, ayunan dan lainnya.
b. Pembuangan Air Kotor
Pengelolaan limbah air kotor dari kamar mandi langsung dialirkan ke sungai
yang ada di belakang sekolah
c. Pembuangan Sampah
Di depan setiap kelas tidak tersedia tempat sampah. Disekitar lingkungan
sekolah disediakan tempat sampah yang kemudian akan diangkut oleh
petugas kebersihan yang bekerja.
d. Sanitasi
Terdapat 2 jamban yang digunakan oleh sekolah untuk pembuangan limbah.
e. Sumber Pencemaran
Tidak ada sumber pencemaran di lingkungan TK ABA Mlangi.

B. ANALISA DATA

No Data Masalah Penyebab


1 DO : Risiko Infeksi telinga Kurang pengetahuan orang
- Sebanyak 58% (11 dari bagian dalam pada murid tua anak di TK ABA Mlangi
19) anak memiliki TK ABA Mlangi dalam perawatan kebersihan
masalah telinga kotor telinga bagian dalam
- Sebanyak 32% (2 dari19 )
anak mengalami masalah
serumen telinga kotor
- Sebnayak 68% (13 dari
19) siswa TK ABA
Mlangi memiliki masalah
telinga kotor serta tampak
terdapat serumen keras
dan lunak
DS :
- Sebanyak 42% (8 dari 19)
siswa TK ABA Mlangi
mengatakan telinga bagian
dalamnya terasa gatal-
gatal
- Sebanyak 26% (5 dari 19)
siswa TK ABA Mlangi
mengatakan kurang jelas
mendengar orang
berbicara.
- Sebanyak 10% (2 dari 19)
siswa TK ABA Mlangi
mengatakan telinganya
terasa penuh

2. DO : Kerusakan gigi pada murid Kurangnya kebersihan mulut


- Sebanyak 84% (16 dari TK ABA Mlangi pada murid TK ABA Mlangi
19) siswa TK ABA
Mlangi mengalami karies
gigi

DS :
- Sebanyak 84% (16 dari
19) siswa TK ABA
Mlangi mengatakan
tidak pernah
menggosok gigi
sebelum tidur.
- Sebanyak 73% (14 dari
19) TK ABA Mlangi
mengatakan sering
makan makanan yang
manis seperti permen
dan gulali.

3. DO : Defisit Perawatan Diri : Kurangnya motivasi pada


- Sebanyak 12 dari 19 Berpakaian pada murid murid TK ABA Mlangi
anak (63%) tidak TK ABA Mlangi
memakai baju dengan
rapi (tidak disetrika)
dan ada coretan -
coretan tinta warna di
baju.
- Sebanyak 63% (12 dari
19) siswa TK ABA
Mlangi terlihat nyaman
menggunakan pakaian
yang dicoret-coret
DS :
- Sebanyak 12 dari 19
anak TK ABA Mlangi
mengatakan suka
mencoret-coret
pakainannya sendiri.

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Risiko infeksi telinga bagian dalam pada murid TK ABA Mlangi berhubungan demgan
kurang pengetahuan orang tua anak di TK ABA Mlangi dalam perawatan kebersihan
telinga bagian dalam ditandai dengan :
a. Sebanyak 58% (11 dari 19) anak memiliki masalah telinga kotor
b. Sebanyak 32% (2 dari19 ) anak mengalami masalah serumen telinga kotor
c. Sebnayak 68% (13 dari 19) siswa TK ABA Mlangi memiliki masalah telinga
kotor serta tampak terdapat serumen keras dan lunak
d. Sebanyak 42% (8 dari 19) siswa TK ABA Mlangi mengatakan telinga bagian
dalamnya terasa gatal-gatal
e. Sebanyak 26% (5 dari 19) siswa TK ABA Mlangi mengatakan kurang jelas
mendengar orang berbicara.
f. Sebanyak 10% (2 dari 19) siswa TK ABA Mlangi mengatakan telinganya
terasa penuh

2. Kerusakan gigi pada murid TK ABA Mlangi berhubungan kerusakan gigi pada murid
TK ABA Mlangi ditandai dengan :
a. Sebanyak 84% (16 dari 19) anak TK ABA Mlangi mengalami karies gigi
b. Sebanyak 84% (16 dari 19) siswa TK ABA Mlangi mengatakan tidak pernah
menggosok gigi sebelum tidur.
c. Sebanyak 73% (14 dari 19) TK ABA Mlangi mengatakan sering makan
makanan yang manis seperti permen dan gulali.

3. Defisit Perawatan Diri : Berpakaian pada murid TK ABA Mlangi berhubungan dengan
kurangnya motivasi pada murid TK ABA Mlangi ditandai dengan :
a. Sebanyak 12 dari 19 anak (63%) tidak memakai baju dengan rapi (tidak
disetrika) dan ada coretan - coretan tinta warna di baju.
b. Sebanyak 63% (12 dari 19) siswa TK ABA Mlangi terlihat nyaman
menggunakan pakaian yang dicoret-coret
c. Sebanyak 12 dari 19 anak TK ABA Mlangi mengatakan suka mencoret-coret
pakainannya sendiri.
PRIORITAS MASALAH MUKE

Diagnosis Sesuai Risiko Risiko Potensi Minat Sesuai Kemung Tersedianya Narasumber
Peran Terjadi Parah untuk Masy/Kel Program kinan
Tempa Dana Waktu Fasilitas Petugas Jumlah
CHN HE Pemerint Diatasi
t
ah
Risiko infeksi 4 3 4 5 3 3 5 3 1 3 3 3 40
telinga bagian dalam
pada murid TK ABA
Mlangi berhubungan
dengan kurang
pengetahuan orang
tua anak di TK ABA
Mlangi dalam
perawatan
kebersihan telinga
bagian dalam
Kerusakan gigi pada 4 3 3 4 4 3 3 3 1 2 3 3 35
murid TK ABA
Mlangi berhubungan
kerusakan gigi pada
murid TK ABA
Mlangi

Defisit Perawatan 2 2 1 1 1 1 3 3 1 1 1 1 18
Diri : Berpakaian
pada murid TK ABA
Mlangi berhubungan
dengan kurangnya
motivasi pada murid
TK ABA Mlangi

Skor :
1 = Sangat Rendah
2 = Rendah
3 = Cukup
4 = Tinggi
5 = Sangat Tinggi
PERENCANAAN

Masalah Tujuan Umum Tujuan Khusus Rencana Tempat Sasaran Waktu Sumber Dana Penanggung Ket
Kegiatan Pelaksanaan & Tenaga Jawab
Risiko Infeksi Setelah Setelah dilakukan 1. Observasi Ruang Seluruh Jumat, 11 Mei Mahasiswa Rizki
telinga bagian dilakukan pembinaan selama kebersihan kelas A2 murid TK 2018
dalam pada asuhan 2x pertemuan telingan TK ABA ABA Pukul : 08.00
murid TK keperawatan diharapkan : bagian Mlangi Mlangi
ABA Mlangi selama 3 1. 8 dari 19 dalam anak
minggu siswa TK TK ABA
diharapkan ABA Mlangi Mlangi
risiko terjadinya yang
infeksi telinga mengalami 2. Berikan Ruang Murid TK Jumat, 11 Mei Mahasiswa Intan
bagian dalam gangguan perawatan Kelas TK ABA Pukul 09.30
teratasi pada telinga bagian pada anak- ABA Mlangi
murid TK ABA dalam dapat anak yang Mlangi yang
Mlangi mendengarkan mengalami mengalam
dengan jelas gangguan i
kembali kebersihan gangguan
2. Masalah telinga bagian
telinga penuh dalam
pada 2 dari 19
siswa TK 3. Berikan Ruang Seluruh Jumat, 11 Mei Mahasiswa Ismi
ABA Mlangi edukasi Kelas A2 orang tua 2018
dapat teratasi kepada orang TK ABA murid TK Pukul : 10.30
3. 8 dari 19 tua anak TK Mlangi ABA
siswa TK ABA Mlangi Mlangi
ABA Mlangi tentang
tidak perawatan
merasakan kebersihan
gatal lagi pada telinga bagian
telinga dalam
dalamnya
4. Kerja sama Ruang Murid TK Jumat, 11 Mei Puskesmas dan Tuning
dengan Kelas A2 ABA 2018 Mahasiswa
Puskesmas TK ABA Mlangi Pukul : 08.00
Gamping 2 Mlangi yang
terkait mengalam
pemeriksaan i
lanjutan gangguan
Kerusakan gigi Setelah Setelah dilakukan 1. Observasi Ruang Semua Sabtu, 12 Mei Mahasiswa Intan
pada murid TK dilakukan asuhan gigi murid kelas A2 murid TK 2018
ABA Mlangi asuhan keperawatan TK ABA TK ABA ABA Pukul : 09.40
berhubungan keperawatan selama 1x Mlangi Mlangi Mlangi WIB
kerusakan gigi selama 3 pertemuan
pada murid TK minggu diharapkan : 2. Edukasi pada Ruang Semua Sabtu, 12 Mei Mahasiswa Ismi
ABA Mlangi diharapkan 1. Murid TK ABA orang tua kelas A2 murid TK 2018
kerusakan gigi Mlangi dapat tentang TK ABA ABA Pukul : 10.00
pada murid TK memeperagaka pencegahan Mlangi Mlangi WIB
ABA Mlangi n sigat gigi dan
dapat teratasi yang benar penanggulang
an kerusakan
gigi

3. Kerja sama Ruang Semua Sabtu, 12 Mei Mahasiswa dan Tuning


dengan Kelas A2 murid TK 2018 Petugas
Puskesmas TK ABA ABA Pukul : 10.00 Puskesmas
Gamping II Mlangi Mlangi
untuk
mendapatkan
penanganan
lebih lanjut

Defisit Setelah Setelah dilakukan 1. Observasi Ruang Semua Selasa, 15 Mei Mahasiswa Intan
Perawatan Diri dilakukan pembinaan selama murid TK kelas A2 murid TK 2018. Pukul :
: Berpakaian asuhan 1x pertemuan ABA TK ABA ABA 09.00
pada murid TK keperawatan diharapkan : Mlangi yang Mlangi Mlangi
ABA Mlangi selama 3 1. Sebenyak 12 mengalami
berhubungan minggu dari 19 TK masalah
dengan diharapkan ABA Mlangi defisit
kurangnya defisit tidak lagi perawatan
motivasi pada perawatan diri : mencoret-coret diri ;
murid TK berpakaian pada bajunya berpakaian
ABA Mlangi murid TK ABA kembali
Mlangi dapat 2. Siswa TK ABA 2. Berikan Ruang Seluruh Selasa, 15 Mei Mahasiswa Tuning
teratasi Mlangi dapat edukasi kelas TK orang tua 2018. Pukul :
menjaga kepada ABA wali 09.15 WIB
kebersihan diri orang tua Mlangi murid
di sekolah murid untuk TKA AB
dapat Mlangi
memotivasi
serta
memperhati
kan
kebersihan
anak-
anaknya
POA ASUHAN KEPERAWATAN KELOMPOK KHUSUS/KOMUNITAS DI TK ABA MLANGI

SAWAHAN NOGOTIRTO, GAMPING, SLEMAN, YOGYAKARTA

No Uraian Sasaran Target Hari Tanggal Tempat Unit Terkait Dana Penanggung
Pelaksanaan Jawab
1.  Pengecekan Murid A2 90% Jumat, 11 Mei Ruang kelas Puskesmas Kelompok dan Tuning
kebersihan TK ABA murid A2 2018. A2 TK ABA Gamping 2 Puskesmas
telingan bagian Mlangi TK ABA Pukul Mlangi
dalam Mlangi 08.00WIB

 Perawatan pada Murid A2 90% Jumat, 11 Mei Ruang kelas Puskesmas Kelompok dan Intan
anak-anak yang TK ABA murid A2 2018. Pukul A2 TK ABA Gamping 2 Puskesmas
mengalami
Mlangi TK ABA 09.30WIB Mlangi
gangguan
kebersihan Mlangi
telinga bagian
dalam

 Penyuluhan
Orang tua 70% Jumat, 11 Mei Ruang kelas Puskesmas Kelompok dan Ismi
tentang
murid A2 Orang tua 2018. Pukul A2 TK ABA Gamping 2 Puskesmas
perawatan
TK ABA murid A2 10.30 WIB Mlangi
kebersihan
telinga bagian Mlangi TK ABA
dalam
2.  Pengecekan Siswa A2 90% siswa Sabtu, 12 Mei Ruang kelas Puskesmas Kelompok dan Intan
gigi murid TK TK ABA A2 TK 2018. Pukul A2 TK ABA Gamping 2 Puskesmas
ABA Mlangi
Mlangi ABA 09.40 WIB Mlangi
Mlangi

 Penyuluhan Orang tua 70% Sabtu, 12 Mei Ruang kelas Puskesmas Kelompok dan Rizki
tentang murid A2 Orang tua 2018. Pukul A2 TK ABA Gamping 2 Puskesmas
pencegahan TK ABA murid A2 10.00 WIB Mlangi
dan Mlangi TK ABA
penanggulanga Mlangi
n kerusakan
gigi
3.  Pengamatan Murid A2 100% Selasa, 15 Mei Ruang kelas Puskesmas Kelompok dan Ismi
kepada murid TK ABA siswa yang 2018. Pukul TK ABA Gamping 2 Puskesmas
TK ABA Mlangi mengalami 09.00 WIB Mlangi
Mlangi yang defisit diri
mengalami
masalah defisit
perawatan diri ;
berpakaian
 Penyuluhan Orang tua 70% orang Selasa, 15 Mei Ruang kelas Puskesmas Kelompok dan Rizki
mengenai murid A2 tua murid 2018. Pukul : TK ABA Gamping 2 Puskesmas
kebersihan dan TK ABA A2 TK 09.15 WIB Mlangi
kerapian Mlangi ABA
pakaian anak- Mlangi
anak A2 TK
ABA Mlangi

Yogyakarta,10 Mei 2018

Ketua kelompok
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting untuk dilaksanakan pada
anak balita untuk mendukung terjadinya tumbuh kembang yang sehat dikemudian
hari. Melalui peran puskesmas dapat memudahkan terlaksanakannya pemeriksaan
rutin bagi anak balita termasuk anak TK agar dapat mengetahui masalah serta
penanganan lanjutannya. Peran serta orang tua juga sangat penting untuk mendukung
anak yang sehat karena melalui peran orang tualah kesehatan anak-anak dapat
terwujud.

B. SARAN
1. Bagi keluarga yang memiliki anak balita
- Harus memperhatikan kebersihan diri (personal higine) anak-anak, kebersihan
telinga serta kebersihan gigi
- Harus menyadari tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dalam
berpakaian, kebersihan telinga serta kebersihan gigi
2. Bagi petugas kesehatan
Perlu ditingkatkan penyuluhan kesehatan baik formal maupun informal kepada
masyarakat (khususnya orang tua kelompok usis sekolah)