Vous êtes sur la page 1sur 11

LAPORAN RESUME

BAYI BARU LAHIR PADA BAYI NY. F


DI RUANG BOUGENVILLE RSUD AMBARAWA

Disusun Oleh :

Disusun oleh :

VIKA RAHMAWATI
NIM. P1337420918145

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SEMARANG
TAHUN 2018
LAPORAN RESUME
PADA BAYI BARU LAHIR
DI RUANG BOUGENVILLE RSUD AMBARAWA

NAMA AYAH/IBU : Ny. F

ALAMAT : JL Sumbawa IV No. 171 6/9 Dedang Anak Ungaran Timur

A. JUMLAH ANAK
No. Tahun L/P BB Lahir Keadaan Komp. Jenis Tempat Ket.
Lahir Bayi Persalin Lahir
1. Hamil ini

B. RIWAYAT KELAHIRAN
Status Gravida Ibu :
G1P0A0
Riwayat Persalinan : Normal
BB/TB Ibu : 62 kg/153 cm
Tempat Persalinan : RSUD Ambarawa
Jenis Persalinan : Normal
Komplikasi Persalinan :-
Masa Gestasi : 385 minggu
Lama Pecahnya Ketuban :
Proses Persalinan : Kala I : 10 jam
Kala II : 1 jam 15 menit
Keadaan bayi saat ini : bayi hidup
Lahir Tanggal : 18-09-2018
Jam : 00.05
Jenis Kelamin : Perempuan
Bayi Tunggal/Gembili : Tunggal
BB/PB Lahir : 3250 gr/ 55 cm
Nilai APGAR : 4-5-7

Plasenta
1. Berat : 500 gram
2. Kotiledon : lengkap
3. Ukuran : 20 cm tebal 3 cm
4. Kelainan : tidak ada kelainan
5. Insersi tali pusat : tidak ada insersi tali pusat

Tali Pusat

1. Panjang : 55 cm
2. Pembuluh darah : terdapat vena dan arteri

C. PEMERIKSAAN FISIK BAYI


1. Umur : 1 jam
2. Suhu badan : 36,1 ºC
3. Berat Badan : 3250 gram
4. Panjang Badan : 55 cm
5. Lingkar Kepala : 32 cm
6. Lingkar Dada : 29 cm
7. Lingkar Perut : 30 cm
8. Lingkar Lengan : 13 cm

D. ANTROPOMETRI BAYI BARU LAHIR


1. Kepala
Molding terlihat tumpang tindih, fontanel menonjol, tidak ada cepal hematom
2. Wajah
Wajah bayi tampak simetris
3. Mata
Kedua mata simetris, tidak ada strabismus (koordinasi mata yang belum sempurna),
kornea jernih.
4. Hidung
Tidak ada pernafasan cuping hidung, bayi bernafas dengan hidung bukan dengan
mulut, tidak ada sekret di hidung
5. Mulut
Mulut bayi simetris tidak terlalu kecil, tidak ada bibir sumbing
6. Telinga
Tulang rawan telinga bayi sudah matang, daun telingan berbentuk sempurna, daun
telinga sejajar dengan mata
7. Leher
Leher pendek, pergerakan leher bebas, tidak ada trauma leher
8. Dada, Paru, Jantung
Dada simetris saat bernafas, RR = 50 x/menit, HR : 140 x/menit
9. Abdomen
Abdomen tampak bulat dan bergerak bersamaan dengan gerakan dada saat bernafas
10. Ekstremitas Atas
Kedua lengan sama panjang dan aktif bergerak, jumlah jari lengkap 5.
11. Ekstremitas Bawah
Panjang kedua kaki simetris, kedua tungkai dapat bergerak bebas. Jari kaki lengkap
jumlah 5.
12. Spinal
Dengan menelungkupkan bayi tidak ada pembengkakan
13. Genitalia
Labia mayora menutupi labia minora, lubang uretra terpisah dengan lubang vagina
14. Anus dan Rektum
Anus berlubang, mekonium keluar dalam 24 jam
15. Kulit
Tidak ada ruam dikulit bayi, terdapat venik kaseosa, adanya lanugo di punggu bayi
dalam jumlah yang sedikit

E. SISTEM PERSYARAFAN
Reflek moro : mengubah posisi bayi secara tiba-tiba respon bayi lengan ekstensi,
jari-jari mengembang, kepala terlempar ke belakang, tungkai sedikit
ekstensi
Reflek rooting : menggores sudut mulut bayi respon bayi bayi memutar kearah pipi
yang digores.
Reflek sucking : memberikan putting ibu pada bayi respon bayi dapat menghisap
dengan kuat dalam berespons terhadap stimulasi.
Reflek babinski : menggores telapak kaki sepanjang tepi luar, dimulai dari tumit
respon bayi jari kaki mengembang dan ibu jari kaki dorsofleksi
1. ANALISA DATA
No. Tgl/Jam Data Masalah Etiologi
1. 18-09-2018 DS :- Resiko Regulasi suhu
00.15 DO : Hipotermi tubuh tidak
 Kesadaran efektif
komposmentis sekunder
 TTV : Suhu : 36,1ºC terhadap usia
HR : 140 x/menit
RR : 50 x/menit
 Antropometri
BB : 3250 gram
PB : 55 cm
LK : 32 cm
 Masa gestasi 38
minggu 5 hari
 Bayi tidak menangis,
gerak kurang aktif
 Warna kulit pucat
 APGAR Score 4-5-7
 Reflek moro (+),
reflek hisap (+),
rooting (+)
2. 18-09-2018 DS : - Resiko infeksi Peningkatan
00.15 DO : tali pusat kerentanan bayi
- Tali pusat tidak ada sekunder
kemerahan, bengkak, terhdap luka
nyeri, demam dan terbuka
gangguan fungsi local (umbilikus)
- Warna kulit pucat
- Keadaan tali pusat
tampak basah dan
berwarna putih segar
- Tidak ada tanda-tanda
infeksi pada tali pusat,
tidak ada pus, tidak
berbau, tidak
kemerahan dan teraba
tidak panas
- Tidak ada perdarahan
pada tali pusat

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
I. Resiko Hipotermi b.d Regulasi suhu tubuh tidak efektif sekunder terhadap usia
II. Resiko infeksi tali pusat b.d Peningkatan kerentanan bayi sekunder terhdap luka
terbuka (umbilikus)
3. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
Tgl/Jam No. dx Tujuan Intervensi Rasional ttd
18-09- I Setelah 3. Ukur suhu 10. Mendeteksi
2018 dilakukan tubuh bayi penyimpangan
00.15 tindakan baru lahir suhu tubuh dari
keperawatan 4. Observasi rentng normal dan
selama 1x24 jam tanda-tanda suhu tubuh bayi
tidak terjadi hipotermi baru lahir
hipotermi dengan (stress, dinin, biasanya
criteria hasil : seperti pucat, berfluktuasi degan
1. Suhu tubuh tremor, kulit cepat sesuai
dalam batas dingin, perubahan suhu
normal ( letargi) ruangan
36,5º C – 5. Berikan cairan 11. Hipotermi
37,5º C oral dini pada mengakibatkan
2. Tidak bayi ASI on peningkatan laju
terdapat demand dan penggunaan O2
tanda tanda susu dan distress
hipotermi 6. Pertahankan pernafasan.
(stress, suhu tubuh Pendinginan juga
dingin bayi dari menyebabkam
seperti ucar, pernafasan vasokonsriksi
tremor, kulit lingkungan perifer ini terlihat
dingin, 7. Selimuti bayi kulit menjadi
letargi) dengan pucat
selimut hangat 12. Setiap kenaikan
(bedong) 1ºC suhu tubuh
8. Letakkan bayi metabolism dan
ditempat yang Kebutuhan cairan
jauh dari AC meningkat kira-
9. Jaga kira 10 %,
lingkungan kegagalan
bayi agar tetap menggantikan
kering kehilangan cairan
selanutnya
memperberat
status hidrasi
13. Membantu
mengurangi
kehilangan panas
melalui evaporasi
dan konveksi
serta membatasi
stress, akibat
perpindaan
lingkungan
intrauterus ke
ekstrauterus
14. Mencegah
kehilangan panas
melalui konduksi,
dimana panas
tubuh
dipindahkan
melalui konduksi,
dimana panas
tubuh
dipindahkan dari
kulit bayi baru
lahir ke
objek/permukaan
yang lebih dingin
dari pada kulit
bayi
18-09- II Setelah 17. Lakukan cuci 22. Mencuci
2018 dilakukan tangan tangan yang benar
00.15 tindakan sebelum adalah hal penting
keperawatan melakukan dalam melindungi
selama 1 x 24 perawatan bay dari infeksi
jam, bayi tidak terhadap bayi dan meminimalkan
mengalami 18. Observasi introduksi bakteri
infeksi dengan tanda-tanda dan penyebaran
criteria hasil infeksi pada infeksi
15. Suhu tubuh tali pusat 23. Mengetahui
dalam batas 19. Jaga secara dini adanya
normal ( kebersihan kemungkinan
36,5º C – lingkungan terjadinya infeksi
37,5º C sekitar bayi pada tali pusat
16. Tidak 20. Pertahankan 24. Membuat
terdapat pemasukan suasana/lingkunga
tanda-tanda ASI on n tidak cocok
infeksi pada demand dengan daur hidup
tali pusat 21. Anjurkan bakteri
(rubor, menghindari 25. Kolostrum dan
dolor, kalor, kontak dengan ASI mengandung
fungsiolase, anggota sekretorius IgA
perdarahan, keluarga atau dalam jumlah
pus) pengunjung tinggi yang
yang memberikan
mengalami imunitas bentuk
infeksi atau pasif serta
sedang sakit makrofag dan
limfosit yang
membantu
mengembangkan
respons inflamasi
local
26. Mencegah
kontaminasi silang
terhadap bayi
melalui kontak
langsung dengan
infeksi, sebab
neonates lenih
rentan bila
dipajankan dengan
beberapa infeksi

4. CATATAN KEPERAWATAN
Tgl/Jam No. Dx Tindakan Respon ttd
18-09- I Mengukur suhu tubuh Suhu : 36,1ºC
2018 bayi baru lahir
00.15
00.15 I Mempertahankan suhu Membersihkan lendir-
tubuh bayi dari lendir yang menempel
pernafasan lingkungan pada bayi
00.15 I Mengobservasi tanda- Bayi tidak mengalami
tanda hipotermi stress pernafasan, kulit
(stress, dingin, seperti bayi tidak pucat dan
pucat, tremor, kulit tidak dingin, bayi mau
dingin, letargi) menyusu
00.20 I Menjaga lingkungan Mengganti pakaian ibu
bayi agar tetap kering yang basah dan tempat
tidur ibu yang basah
00.20 II Melakukan cuci Cuci tangan enam
tangan sebelum langkah dnegan sabun
melakukan perawatan dan air mengalir
terhadap bayi
00.25 II Mengobservasi tanda- Rubor : tidak ada ruam
tanda infeksi pada tali di plasenta
pusat Dolor : tidak ada nanah
di area tali pusat
Kalor : sekitar tali pusat
teraba hangat
Tumor : tidak ada
pembengkakan area tali
pusat
Fungsiolase : tidak ada
perubahan fungsi lokasi
sekitar tali pusat
00.25 I Menyelimuti bayi Bayi sudah dibedong
dengan selimut hangat dengan baik dan
(bedong) memakai topi
00.30 I Meletakkan bayi Bayi tidak dekat dengan
ditempat yang jauh AC atau kipas angin,
dari AC bayi dalam gendongan
ibu
01.45 II Menjaga kebersihan Membersihkan tempat
lingkungan sekitar bayi tidur
bayi

5. CATATAN PERKEMBANGAN
Tgl/Jam DP Catatan Perkembangan ttd
18-09-2018 Resiko S:-
00.45 Hipotermi b.d O:
Regulasi suhu Suhu : 36,1ºC
tubuh tidak Tidak ada pucat
efektif Tubuh bayi hangat
sekunder A : masalah teratasi sebagian
terhadap usia P : lanjutkan intervensi
1. Olesi badan bayi dengan
minyak telon
2. Mandikan bayi setelah 6 jam
pertama dengan air hangat dan
tidak terlau lama, keringkan
segera
3. Beri pakaian hangat
4. Beri ASI
5. Kolaborasi medik

18-09-2018 Resiko infeksi S:-


00.45 tali pusat b.d O:
Peningkatan - Tali pusat tidak ada kemerahan,
kerentanan bayi bengkak, nyeri, demam dan
sekunder gangguan fungsi local
terhdap luka - Keadaan tali pusat tampak
terbuka basah dan berwarna putih segar
(umbilikus) - Tidak ada tanda-tanda infeksi
pada tali pusat
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi :
1. Rawat tali pusat dengan alat
dan bahan steril
2. Anjurkan menghindari kontak
dengan anggota keluarga atau
pengunjung yang mengalami
infeksi atau sedang sakit