Vous êtes sur la page 1sur 20

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN INISIAL TN.

RMDENGAN
DIAGNOSA MEDIS OSTEOARTHRITIS

Nama Pasien : Tn. RM


Ruang/Kamar : SHKJ 4 kanan 4211 bed 1
No. MR : 10198536
Tanggal Masuk : 24 November 2010 – 27 November 2010
Tanggal Pengkajian : 24 November 2010 – 27 November 2010
Diagnosa Medis : Osteoarthritis

I. Biodata
A. Identitas Klien
1. Nama (Inisial) : Tn. Rm
2. Jenis kelamin : Laki - laki
3. Umur/tgl. lahir : 1 Januari 1955 (55 tahun)
4. Status Perkawinan : Sudah menikah
5. Agama : Islam
6. Suku/ bangsa : Toraja/ Indonesia
7. Pendidikan : SMP
8. Pekerjaan : Wiraswasta dibidang perbengkelan
9. Alamat : Malinda KPR Polri Km. 10 Rt 02/II, Papua

B. Identitas penanggung
1. Nama lengkap (Inisial) : Ny. Endang Setiawan (Ny. ES)
2. Jenis kelamin : Perempuan
3. Pekerjaan : Karyawan asuransi
4. Hub. dengan klien : Penanggung jawab asuransi
5. Alamat : Jl. HR. Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan

II. Riwayat Kesehatan


1. Keluhan utama : Tn. RM mengatakan sering sakit pada sendi lutut kiri dan
bahu kanan terutama saat digerakan pertama kali ketika hendak
memulai aktifitas
2. Riwayat keluhan utama
a. Mulai timbulnya keluhan : Kurang lebih 1 tahun yang lalu
b. Sifat keluhan : Hilang timbul
c. Lokasi : Sendi lutut kiri dan bahu kanan
d. Keluhan lain yang menyertai : Sakit kepala dan tulang punggung
e. Faktor pencetus yang menimbulkan serangan :
Pada saat beraktifitas lama (misal mengendarai mobil), mengangkat beban berat dan
pada saat hendak memulai beraktifitas.
f. Apakah keluhan bertambah/berkurang pada saat-saat tertentu (saat-saat mana)
Menurut Tn. RM Keluhan bertambah pada saat baru memulai aktivitas dan mulai
menggerakkan sendi (misal bangun tidur atau jongkok), pada saat beraktifitas lama,
dan mengangkat beban berat. Sedangkan keluhan berkurang pada saat klien
beristirahat (misal duduk dan tidur)
g. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan
Memijat - mijat bagian yang sakit dan istirahat (tidur)
3. Alergi : ya/tidak Alergi terhadap : Tidak ada
Reaksi : Tidak ada Tindakan : Tidak ada
4. Kebiasaan :
- Merokok (berapa batang /bungkus sehari) : Klien tidak merokok
- Minum alkohol : Klien tidak minum alkohol
Lamanya : Tidak ada
- Minum kopi : Iya
Lamanya : 30 tahun
- Minum obat-obatan : Klien tidak minum obat – obatan dalam jangka panjang
Lamanya : Tidak ada

III. Riwayat Keluarga`/ Genogram (diagram 3 generasi)

IV. Pemeriksaan Fisik


1. Tanda-tanda vital
24 November 2018 (pukul 11.40)
- Tekanan darah : 140/80 MmHg - Nadi : 100x/menit
- Pernapasan : 24x/ menit - Suhu badan : 36,6° C

25 November 2018 (pukul 12.25)


- Tekanan darah : 130/80 MmHg - Nadi : 76x/menit
- Pernapasan : 20x/ menit - Suhu badan : 36,4° C

26 November 2018 (pukul 10.30)


- Tekanan darah : 130/80 MmHg - Nadi : 72x/menit
- Pernapasan : 20x/ menit - Suhu badan : 36,4° C

27 November 2018 (pukul 18.30)


- Tekanan darah : 130/70 MmHg - Nadi : 68x/menit
- Pernapasan : 20x/ menit - Suhu badan : 36,7° C
2. Kepala dan leher
- Bentuk : Simetris, kepala maupun leher
- Tyroid : Tidak terdapat pembesaran KGB
- Suara : Klien mengeluarkan kata – kata dengan jelas
- Denyut nadi karotis : Teraba
- Vena jugularis : Teraba
- Penyebaran rambut : Merata, tampak banyak uban
- Sakit kepala : Jarang dirasakan (biasanya saat tekanan darah meningkat)
- Pusing : Tidak
3. Penglihatan

- Bentuk mata : Simetris terhadap wajah


- Ketajaman : Kurang baik sehingga membutuhkan alat bantu
penglihatan
- Konjungtiva : Tidak anemis
- Pupil : Isokor (kanan dan kiri)
- Sklera : Tidak ikterus, tampak adanya arteri
- Pakai kaca mata : Iya (Hipermetropi, menggunakan kacamata +2)
- Penglihatan kabur : Tidak
- Diplopia : Tidak
- Nyeri : Tidak
- Peradangan : Tidak
- Pernah operasi : Tidak
4. Pendengaran
- Bentuk : Simetris antara kanan dan kiri
- Lubang telinga : Terdapat serumen tetapi dalam batas normal
- Gangguan pendengaran : Tidak
- Nyeri : Tidak
- Peradangan : Tidak
- Tinnitus : Tidak

5. Tenggorokan dan mulut


- Keadaan gigi : Terdapat 1 tambalan gigi, tidak ada pendarahan
digusi, gigi terlihat bersih dan jumlah gigi lengkap (32 buah)
- Keadaan lidah : Tidak tampak adanya pendarahan
- Caries : Tidak
- Memakai gigi palsu : Tidak
- Bentuk bibir : Simetris
- Keadaan bibir : Agak kering
- Gangguan bicara : Tidak
- Gangguan menelan : Tidak
- Pembesaran kelenjar leher : Tidak
6. Pernapasan
a. Inspeksi
- Bentuk thorax : Simetris kanan dan kiri
- Pernapasan : Tampak teratur dan tidak kesulitan untuk bernapas
b. Perkusi
- Cairan : Tidak terdapat cairan berlebih dalam paru
- Udara : Bunyi paru terdengar timpani (normal)
- Massa : Tidak teraba adanya masa maupun benjolan
c. Auskultasi
- Inspirasi : Terdengar normal (suara napas bersih)
- Ekspirasi : Terdengar normal (suara napas bersih)
- Ronchi : Tidak terdengar bunyi ronchi
- Wheezing : Tidak terdengar bunyi wheezing
- Krepitasi : Tidak terdengar bunyi krepitasi
- Clubbing Finger : Tidak tampak adanya clubbing finger
7. Pencernaan
a. Inspeksi
- Turgor kulit : Sudah keriput dan kekenyalan kurang (karena sudah tua)
Keadaan bibir
- Pecah : Terlihat agak kering
- Keadaan rongga mulut
Warna Mukosa : Merah muda
Luka/ perdarahan : Tidak ada luka maupun pendarahan
Tanda-tanda radang : Tidak tampak tanda – tanda radang
Keadaan gusi : Baik, tidak tampak adanya pendarahan
- Keadaan abdomen
Warna kulit : Tidak pucat, penyebaran warna kulit merata
Luka : Tidak ada luka maupun bekas luka
- Peristaltik usus yang nampak
Pembuluh darah kapiler yang nampak : Tidak ada pembuluh kapiler yang
nampak
Pembesaran : Tidak ada pembesaran hepar atau kelenjar, tidak
terdapat benjolan Keadaan rektal
Luka : Tidak ada luka
Perdarahan : Tidak tampak pendarahan
Hemmoroid : Tidak
Lecet/ tumor/ bengkak : Tidak tampak adanya luka/tumor/bengkak
b. Auskultasi
- Bising usus : 12x/ menit (normal 5 - 30x/menit)
- Bunyi vaskuler : Tidak terdengar bunyi vaskuler (normal tidak
terdengar)
- Bunyi peristaltik : Terdengar jelas menggunakan stetoskop (normal)
- Bunyi jantung janin : Tidak ada
c. Perkusi
- Cairan : Tidak terdengar adanya cairan berlebih diabdomen
- Udara : Bunyi terdengar timpani (normal)
- Massa : Tidak teraba adanya massa atau benjolan
d. Palpasi
- Tonus otot : Sedikit tahanan pada sepergerakan sendi (normal)
- Nyeri : Tidak terasa nyeri
- Massa : Tidak teraba adanya massa atau benjolan
8. Cardiovaskuler
a. Inspeksi
- Kesadaran : Compos mentis
- Bentuk dada : Simetris funnel chest (normal)
- Bibir : pucat/ sianosis: Tidak pucat / sianosis, agak kering
- Kuku : Biru/ pucat : Kuku berwarna merah muda
- Capillary Refill: < 3 detik (normal)
- Tangan : edema/ tidak : Tidak edema
- Kaki : edema/ tidak : Tidak edema
- Sendi : edema/ tidak : Ada sedikit pembengkakan pada lutut kiri
b. Palpasi
- Ictus cordis/Apical Pulse : Teraba
- Vena jugularis : Teraba
c. Perkusi
- pembesaran jantung : Tidak ada pembesaran jantung
e. Auskultasi
- BJ I : Terdengar lebih kuat dari BJ II (normal)
- BJ II : Terdengar lebih lemah dari BJ I (normal)
- Murmur : Tidak terdengar adanya murmur
9. Persyarafan
- Tingkat kesadaran : Compos mentis GCS (E/M/V): E=4, M=6, V=5 (normal)
- Kejang : Tidak kejang Jenis : Tidak ada
- Jenis kelumpuhan : Tidak lumpuh
- Parasthesia : Tidak parasthesia
- Koordinasi gerak : Baik, tidak ada kesulitan bergerak (normal)
10. Musculoskeletal
- Nyeri otot : Tidak ada
- Refleksi sendi : Agak kaku terutama bagian kaki kiri dan bahu
kanan
- Kekuatan otot : 4 (dari rentang 1 - 5)
- Atropi / hyperthropi : Tidak ada
- Range of Motion (ROM) : Bebas
11. Kulit/ Integumen
- Rash : Tidak ada ruam
- Lesi : Tidak ada lesi
- Turgor : Menurun kekenyalannya karena faktor usia lanjut
- Warna : Tidak pucat, kemerahan (hitam)
- Kelembaban : Tampak agak kering
- Petechie : Tidak tampak adanya petechie
12. Reproduksi
- Pembesaran prostat : Tidak ada pembesaran prostat
- Lain-lain : Tidak ada riwayat penyakit tertentu berkaitan
dengan reproduksi
V. Pola kegiatan Sehari-hari (ADL)
1. Nutrisi
a. Sebelum sakit
- Pola makan : Teratur namun jarang sekali makan daging selama 20
tahun, hampir selalu mengkonsumsi protein nabati, sayuran, serta banyak minum air
putih.
- Frekuensi makan : Tiga kali sehari
- Nafsu makan : Baik
- Makanan pantangan : Tidak
- Makanan yang disukai : Tidak ada yang spesifik (semua makanan suka)
- Banyaknya minuman dalam sehari : 10 gelas / hari
- Jenis minuman dan makanan yang tidak disukai : Tidak ada yang spesifik (Sejauh ini
bisa makan semua jenis makanan)
- BB : 53 kg TB : 153 cm
b. Perubahan selama sakit : Melakukan aktifitas terbatas karena sering sakit padasendi
lutut dan bahu kiri, juga sering sakit kepala dan punggung.
2. Eliminasi
a. Buang air kecil (BAK)
1) Sebelum sakit
- Frekuensi dalam sehari : 8 – 10 kali
- Warna : Kuning jernih
- Bau : Menyengat (normal) Jumlah/ hari :
2) Perubahan selama sakit : Tidak ada yang spesifik (normal)
b. Buang air besar (BAB)
1) sebelumsakit : Teratur
- Frekuensi dalam sehari : 2-3 kali sehari
- Warna : Coklat (normal)
- Bau : Khas (normal)
- Konsistensi : Padat (normal)
2) Perubahan selama sakit : Tidak ada yang spesifik (normal)
2. Olah raga dan Aktivitas
a. Kegiatan olah raga yang disukai : Jalan kaki atau jogging
b. Apakah olah raga dilaksanakan secara teratur : Tidak
3. Istirahat dan tidur
a. Tidur malam : 21.00
b. Bangun : 04.30
c. Tidur siang : Tidak atau jarang tidur siang
d. Apakah mudah terbangun : Tidak
e. Apa yang dapat menolong untuk tidur nyaman: Tidak ada yang spesifik (langsung
tidur)

VI. Pola Interaksi Sosial


- Siapa orang yang penting/ terdekat : Keluarga (istri)
- Organisasi sosial yang diikuti : KKSS (Kelompok Keluarga Sulawesi Selatan)
- Jika mempunyai masalah apakah dibicarakan dengan orang lain yang dipercayai/
Terdekat : Iya, dengan keluarga
- Bagaimana klien mengatasi suatu masalah dalam keluarga : Saling mengerti dan
berdiskusi atau bermusyawarah
- Bagaimana interaksi dalam keluarga : Baik

VII. Kegiatan Sosial


- Keadaan rumah dan lingkungan : Bersih dan nyaman (dekat dengan pegunungan)
- Status rumah : Milik sendiri
- Cukup / tidak : Cukup
- Bising / tidak : Tidak (tenang)
- Banjir / tidak : Tidak

VIII. Kegiatan Keagamaan


- Ketaatan menjalankan ibadah : Iya (shalat 5 waktu)
- Keterlibatan dalam organisasi keagamaan : Tidak

IX. Keadaan Psikologis Selama Sakit


- Persepsi klien terhadap penyakit yang diderita: Klien bisa menerima keadaan dengan
baik, menjalaninya dengan tidak banyak mengeluh
- Persepsi klien terhadap keadaan kesehatannya: Menurut klien kesehatan itu penting
dan harus selalu dijaga
- Pola interaksi dengan tenaga kesehatan dan lingkungannya: Baik, terlihat terbuka dan
ramah dengan tenaga kesehatan lainnya

X. Diagnostik Test
1. Pada pemeriksaan arthroskopi tampak fibrilasi pada kartilago

XI. Penatalaksanaan/pengobatan
2. Gambaran radiologi foto X-Ray konvensional lutut tampak osteofit pada pinggir sendi
(osteoarthritis)
1. klien mendapatkan resep obat dari dokter antara lain:
a. Pariet (PO) 20 mg 1x1
b. Artrodar (PO) 50 mg 2x1
c. OA Forte (PO) 500 mg 2x1
d. Ex Forge (PO) 80 mg/5ml 1x1
e. Cereblex (PO) 100 mg 2x1
f. Methycobal (PO) 500 mg 2x1
g. Voltaren Gel (Tropikal) 50 gr
2. Klien melakukan fisioterapi dengan fisioterapist 2x sehari tiap pagi dan sore
3. Klien tidak mempunyai riwayat sakit berat tertentu disamping penyakitnya (osteoarthritis)
saat ini
XII. ANALISA DATA
Nama Klien/Umur : Tn. Rm (55 tahun)
Ruang/No Kamar/Bed : SHKJ 4 kanan 4211 bed 1
Nomor MR : 10198536

Data Subjektif (DS) Data Objektif (DO)


Diagnosa Keperawatan
Tgl (Keluhan Pasien + laporan (hasil observasi, pemeriksaan Masalah Keperawatan
(PES)
keluarga) fisik, laboratorium, diagnostik)
24/11/18 Klien mengatakan nyeri - Wajah klien tampak Nyeri kronis Nyeri kronis
dibagian lutut kiri dan bahu menahan nyeri berhubungan dengan
kanannya kerusakan tulang rawan
P= nyeri bertambah saat
sendi (terjadinya osteofit
beraktifitas seperti
dan fibrilasi pada
jongkok
karligo) ditandai dengan
Q= nyeri tajam seperti
klien mengatakan nyeri
tertusuk – tusuk pisau
dibagian lutut kiri dan
R= nyeri dirasakan pada
bahu kanannya, wajah
lutut kiri dan bahu
klien tampak menahan
kanan
nyeri, dengan: P = nyeri
S= skala nyeri 4 dari 1-10
bertambah saat
T= nyeri dirasakan kontinu
beraktifitas seperti
sejak 1 tahun lalu
jongkok, Q= nyeri tajam
sebelum masuk RS
seperti tertusuk – tusuk
- Vital Sign:
TD : 140/90 MmHg pisau, R= nyeri
N : 100x/menit dirasakan pada lutut
RR : 24x/menit kiri dan bahu kanan, S=
T : 36,6 °C skala nyeri 4 dari 1-10,
- Klien mengalami
T= nyeri dirasakan
diaphoresis
kontinu sejak 1 tahun
- Klien tampak memijat
lalu sebelum masuk RS,
– mijat lutut kiri dan bahu
vital Sign: BP : 140/90
kanannya saat dilakukan
MmHg, P: 100x/menit,
pengkajian
- Gambaran radiologi RR: 24x/menit, T: 36,6
foto X-Ray konvensional °C, klien mengalami
lutut tampak osteofit pada diaphoresis dan tampak
pinggir sendi (osteoarthritis) memijat – mijat lutut kiri
- Pada pemeriksaan
dan bahu kanannya saat
arthroskopi tampak fibrilasi
dilakukan pengkajian
pada kartilago

25/11/18 - Klien tampak Ketidakefektifan Ketidakefektifan


Pasien berulang kali kebingungan ketika ditanya manajemen regimen manajemen regimen
menanyakan ”Apa jenis penyakit mengenai penyakitnya terapeutik terapeutik berhubungan
saya, sus ?”, apa penyebabnya?” - Klien tidak dapat
dengan kurangnya
selama pengkajian dilakukan menjawab pertanyaan
pengetahuan klien
mengenai penyebab dan
mengenai proses
terapi penyakit yang yang
penyakit serta terapi
dijalaninya yang
dijalaninya.ditandai
dengan Pasien berulang
kali menanyakan ”Apa
jenis penyakit saya,
sus ?”, apa
penyebabnya?” selama
pengkajian dilakukan,
klien tampak
kebingungan ketika
ditanya mengenai
penyakitnya, klien tidak
dapat menjawab
pertanyaan mengenai
penyebab dan terapi
penyakit yang yang
dijalaninya

26/11/18 - Klien mengeluh - Klien terlihat memijat - Intoleran aktifitas Intoleran aktifitas
persendian bahu kanan terasa mijat bahunya ketika baru berhubungan dengan
kaku dan sulit digerakkan bangun tidur faktor usia yang sudah
- Klien berusaha
setelah bangun tidur lansia yang
- Klien mengatakan sulit melakukan teknik relaksasi
mengakibatkan
mengambil benda – benda dengan cara meregangkan
berat disekelilingnya bahunya penurunan fungsi tulang
- Klien memberi minyak
dan sendi serta
urut ke bahunya
melemahnya kekuatan
otot ditandai dengan
Klien mengeluh
persendian bahu kanan
terasa kaku dan sulit
digerakkan setelah
bangun tidur, klien
mengatakan sulit
mengambil benda –
benda berat
disekelilingnya, klien
terlihat memijat - mijat
bahunya ketika baru
bangun tidur, klien
berusaha melakukan
teknik relaksasi dengan
cara meregangkan
bahunya, klien memberi
minyak urut ke bahunya

27/11/18 Klien mengatakan takut jatuh - Klien terlihat berhati – Resiko tinggi cedera Resiko tinggi cidera
kalau berjalan jauh sehingga hati ketika berjalan berhubungan dengan
- Klien selalu berada di
malas keluar rumah sakit faktor usia yang sudah
Rumah Sakit dan jarang
lansia yang
keluar
mengakibatkan
- Klien lebih suka tidur
penurunan fungsi tulang
di banding berjalan
- Klien terlihat kesulitan dan sendi ditandai
ketika berjalan dengan cara dengan klien
menyeret – nyeret kakinya mengatakan takut jatuh
- Klien memegang
kalau berjalan jauh
tembok atau benda – benda
sehingga malas keluar
disekitarnya ketika berjalan
rumah sakit, Klien
terlihat berhati – hati
ketika berjalan, selalu
berada di rumah sakit
dan jarang keluar, lebih
suka tidur di banding
berjalan, terlihat
kesulitan ketika berjalan
dengan cara menyeret –
nyeret kakinya,
memegang tembok atau
benda – benda
disekitarnya ketika
berjalan
XIII. RENCANA KEPERAWATAN

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


No Tanggal Dx. Keperawatan Kriteria
Tujuan Intervensi Rasional
Evaluasi
1 24/11/18 Nyeri kronis berhubungan Nyeri - Skala - Kaji intensitas, lokasi, - Untuk keefektifan
dengan kerusakan tulang berkurang nyeri radiasi, durasi dan faktor dalam penanganan
rawan sendi (terjadinya sampai berkurang penyebab nyeri muncul nyeri pasien
- Mengalihkan
osteofit dan fibrilasi pada dengan dari skala 4 dan hilang
- Ajarkan teknik perhatian
karligo) ditandai dengan hilang menjadi 2
pasien dari rasa nyeri
relaksasi dan distraksi
klien mengatakan nyeri (dari rentang - Untuk memberikan
seperti deep
dibagian lutut kiri dan bahu 1-10) dalam rasa nyaman pada
breathing exercise
kanannya, wajah klien 1 hari. - Berikan posisi yang pasien
- Wajah - Untuk memantau
tampak menahan nyaman kepada pasien
nyeri, dengan: P = nyeri pasien adanya perubahan TTV
seperti posisi supine, semi
- Untuk meredakan
bertambah saat beraktifitas menunjukkan
fowler pada klien
rasa nyeri.
seperti jongkok, Q= nyeri ekspresi - Monitor TTV
- Berikan obat pereda
tajam seperti tertusuk – rileks.
- Pasien nyeri
tusuk pisau, R= nyeri
tidak
dirasakan pada lutut kiri
mengeluh
dan bahu kanan, S= skala
nyeri.
nyeri 4 dari 1-10, T= nyeri
- TTV
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
No Tanggal Dx. Keperawatan Kriteria
Tujuan Intervensi Rasional
Evaluasi
dirasakan kontinu sejak 1 dalam
tahun lalu sebelum masuk rentang
RS, vital Sign: BP : 140/80 normal
MmHg, P: 100x/menit, RR:
24x/menit, T: 36,6 °C, klien
mengalami diaphoresis dan
tampak memijat – mijat
lutut kiri dan bahu
kanannya saat dilakukan
pengkajian

2 25/11/18 Resiko tinggi cidera Klien dapat - Klien - Pasang bedrail pada - Menjaga
berhubungan dengan faktor mem- bebas dari tempat tidur klien keselamatan fisik klien
- Kendalikan - Lingkungan yang
usia yang sudah lanjut yang pertahankan cedera
lingkungan dengan bebas bahaya akan
mengakibatkan penurunan keselamatan jaringan
menyingkirkan bahaya mengurangi
fungsi tulang dan sendi fisik. lunak atau
yang ada, seperti resiko cedera.
ditandai dengan klien Fraktur
menghindari lantai licin, - Berdiri maupun
mengatakan takut jatuh - Berkurangn
jangan menaruh keset berjalan perlahan akan
kalau berjalan jauh ya resiko cedera
kaki licin sembarangan Menurunkan resiko
sehingga malas keluar
- Anjurkan pasien
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
No Tanggal Dx. Keperawatan Kriteria
Tujuan Intervensi Rasional
Evaluasi
rumah sakit, Klien terlihat untuk bangkit berdiri dari cedera
- Penggunaan alat
berhati – hati ketika tempat duduk atau tempat
bantu seperti tongkat
berjalan, selalu berada di tidur dengan perlahan
- Anjurkan klien akan mengurangi resiko
rumah sakit dan jarang
menggunakan alat bantu cedera pada klien
keluar, lebih suka tidur di
- Keberadaan orang
yang dibutuhkan seperti
banding berjalan, terlihat
lain akan meningkatkan
tongkat (apabila
kesulitan ketika berjalan
keamanan pasien ketika
dibutuhkan)
dengan cara menyeret –
- Anjurkan teman atau beraktifitas
nyeret kakinya, memegang
keluarga klien untuk
tembok atau benda – benda
menemani klien disaat –
disekitarnya ketika berjalan saat tertentu (misal saat
pergi jalan - jalan)
3 26/11/18 Intoleran aktivitas Klien mampu - Klien - Edukasi kepada klien - Klien tahu
berhubungan dengan faktor berpartisipasi mampu mengenai faktor – faktor mengenai faktor –
usia yang sudah lansia yang pada aktivitas mengidentifi penyebab intoleransi faktor penyebab
mengakibatkan penurunan yang kasi faktor- aktivitas intoleransi aktifitas
- Anjurkan klien untuk - Untuk mencegah
fungsi tulang dan sendi Diinginkan faktor
- yang istirahat tirah baring atau kelelahan dan
serta
menurunkan duduk bila diperlukan mempertahankan
melemahnya kekuatan otot
- Bantu klien bergerak
toleransi kekuatan
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
No Tanggal Dx. Keperawatan Kriteria
Tujuan Intervensi Rasional
Evaluasi
ditandai dengan Klien aktifitas mandiri dengan bantuan - Menaikan fungsi
- Klien
mengeluh persendian bahu seminimal mungkin sendi, kekuatan otot,
memperlihat - Dorong klien
kanan terasa kaku dan sulit dan stamina umum
kan mempertahankan posisi - Memaksimalkan
digerakkan setelah bangun
kamajuan tegak, duduk tinggi, dan fungsi sendi dan
tidur, klien mengatakan
ketingkat berjalan mempertahankan
sulit mengambil benda –
- Berikan lingkungan
yang lebih mobilitas
benda berat
yang aman dan - Menghindari cedera
tinggi dari
disekelilingnya, klien
menganjurkan untuk akibat kecelakaan
mobilitas
terlihat memijat - mijat - Untuk menekan
menggunakan alat bantu
yang
bahunya ketika baru inflamasi sistemik
seperti tongkat
mungkin - Untuk melatih
bangun tidur, klien - Berikan obat – obatan
(pergerakan sistem otot
berusaha melakukan teknik sesuai dengan indikasi
tidak sendi - Melakukan fisioterapi
relaksasi
kaku) yang diperlukan sesuai
dengan indikasi

dengan cara meregangkan


bahunya, klien memberi
minyak urut ke bahunya
4 27/11/18 Ketidakefektifan Manajemen - Pasien - Berikan pendidikan - Meningkatkan
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
No Tanggal Dx. Keperawatan Kriteria
Tujuan Intervensi Rasional
Evaluasi
manajemen regimen regimen dapat kesehatan berkaitan pengetahuan pasien
terapeutik berhubungan terapeutik memahami dengan penyakit yang tentang penyakitnya.
- Memotivasi pasien
dengan kurangnya efektif proses diderita pasien.
- Berikan pendidikan untuk mempunyai pola
pengetahuan klien penyakit dan
kesehatan kepada pasien hidup sehat
mengenai proses penyakit pengobatann
- Klien mengetahui
mengenai pola hidup yang
serta terapi yang ya
terapi yang dijalaninya
- berpartis sehat dan kaitannya
dijalaninya.ditandai dengan
ipasi dalam dengan penyakit.
Pasien berulang kali
- Diskusi dengan
program
menanyakan ”Apa jenis
pasien dan keluarga
pengobatan
penyakit saya, sus ?”, apa
pasien tentang terapi yang
penyebabnya?” selama
dijalaninya
pengkajian dilakukan, klien
tampak kebingungan ketika
ditanya mengenai
penyakitnya, klien tidak
dapat menjawab pertanyaan
mengenai penyebab dan
terapi penyakit yang yang
dijalaninya