Vous êtes sur la page 1sur 45

SEMANGAAAAATTT

TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA 

1.

LAHSHAL adalah suatu system penamaan pada kondisi kelainan bawaan celah bibir atau langitan.

L-----L berarti LABIOSCHIZIS BILATERAL COMPLETE ATAU CELAH BIBIR BILATERAL KOMPLIT
2.

- KIE Higiene

- antibiotic niasa spectrum luas seperti penisilin, klindamisin atau aminoglikosida

- debridemenr untuk membuang jaringan nekrosis


3.
4.
5.
6.

VACTERL-H adalah kombinasi dari malformasi kongenital yang terdiri dari :

Vertebra : hemivertebra, butterfly vertebra, fusi vertebra

Anal : imperforate anus dan atresia ani

Vardiac : ASD, VSD, AVSD

Trakea : trakeaesofageal fistula

Esophagus : atresia esophagus

Renal : unilateral atau bilateral renal agenesis, horse shoes kidney, dysplastic kidney

Limb : radial anomaly, polidactil, lower limb deformity

Hidrocephalus
7.
8.
9.

10.
11.
12.
13.
14.

Cheadioxycolate 15 mg/kgBB. 4X2 tablet selama 2 bulan

Hanya untuk batu :

- Kolesterol
- Ukuran batu <0,5 cm
- Jumlah batu < 3 buah
- Vesika velea baik, belum inflamasi
- Pasien tidak siap operasi
- Angka rekurensi tinggi

ESWL dilakukan dengan syarat :

- Vesika velea masih baik


- Ukuran batu < 1cm
- Paten ductus cysticus : batu dapat keluar
15.
16.
17.

Pakai protesis silo


18.

19.

20.
21.

Tindakannya :

- Secara manual memijat glans penis 3-5 menit. Diharapkan mengurangi udem dan
mengembalikan preputium, bila gagal maka akan mengganggu aliran darah ke ujung distal penis
yang akan menyebabkan kerusakan ujung penis, gangrene ataupun hilangnya ujung penis.
- Dorsum insisi

22.

23.
24.
25.

26.
27.

28.
29.

30.
31.

32.
33.
34.
35.
a) Lengkapi gambar 1-8
b) Berdasarkan berat
ringannya trauma serabut
saraf perifer dibedakan
atas ?
c) Dari jawaban point b
mana sajakah yg dapat
terjadi regenerasi serabut
saraf ?
d) Wallenan degeneratif
terjadi pada?
36.
37.
a. Ciri ular berbisa dan tidak berbisa
b. Pemberian SABU
c. Penanganan awal di IGD

Kepala berbentuk
segitiga
Tetap diberikan anti tetanus dan antibiotik

Indikasi pemberian SABU :

- Ada venerasi
- Luka gigit
- Nyeri
- Udem/eritema dengan ukuran >12 cm – keseluruhan ekstremitas <12 jam)
- Tanda sistemik (neurotoksik, pusing, mual, syok, petekie, ekimosis, gangguan faal ginjal,
perdarahan)
- Hemoglobin/myoglobin

Penatalaksanaan :
Jam I :Torniquet ==> jari telunjuk dapat bebas masuk
Insisi
Suction
Eksisi
Torniquet dilepas bila :
1. Setelah disuction selama 30 menit
2. IV line tersedia dan terpasang
3. Antivenom siap dimasukkan
4. Bila pasien tidak syok
Derajat keracunan bisa ular :
I. Grade 0 : No envenomation
Satu atau lebih bekas taring, nyeri minimal.
Bengkak kurang dari 1 inchi dalam 12 jam pertama
Tanpa keterlibatan sistemik

II. Grade I : Envenomasi minimal


Ada bekas taring, nyeri sedang – berat
1 – 5 inchi, eritema (+), Edema dalam 12 jam I
Tanpa keterlibatan sistemik

III. Grade II : Moderate Envenomation


Bekas taring (+), nyeri hebat
6 – 12 inchi, Eritema (+), Edema dalam 12 jam I
Sistemik : Nausea, Vomitus, Giddines, Shock.
Neurotoxic symptomatic

IV. Grade III : Severe Envenomation,


Bekas taring, nyeri hebat, > 12 inchi eritema dan bengkak dalam 12 jam I
Systemik grade II (+), pethicea, ekimosis.

V. Grade IV : Very Severe Envenomation


Keterlibatan sistemik, gagal ginjal.
Blood => Triged => secretion, koma ==> mati
Edema dari ekstremitas yang bersangkutan sampai ke sisi punggung

38. KIE retensio urine total


39.
40.
41.
42.

43.
44.
Prinsip manajemen tumor :
1. Diagnosis
2. Staging/stadium (TNM)
3. Status penampilan (karnofsky, WHO)
4. Rencana terapi
5. Treatment implementation
6. Follow up/rekonstruksi/rehabilitasi