Vous êtes sur la page 1sur 6

LANGKA LANGKA MEDIASI

I. Tahapan Proses Mediasi

a. Pernyataan pembukaan oleh mediator

 Ucapan selamat datang;

 Perkenalkan diri;

 Penjelasan peran mediator; membantu proses dan tidak berpihak;

 Penjelasan proses; sifat tidak formal, kesepakatan aturan-aturan mediasi:

(1) tidak boleh menyerang pribadi,

(2) kerahasiaan, segala sesuatu dalam mediasi tidak dapat menjadi alat bukti
litigasi,

(3) Pernyataan pembukaan para komite keperawatan kabid dan kepala ruangan

 Mengungkapkan riwayat masalah terkait


(SPO)

Kepala bidang ruangan


1. Kepala bidang Hasil wawancara :
mengatakan 2. Kepala ruangan mengatakan Perna SPO diberikan tiap-tiap ruangan namun suda ditarik kembali
SPO yang 3. Kepala ruangan mengatakan SPO merupakan standar Praktik keperawatan untuk orientasi perawat baru tidak
digunakan ada format atau panduan yang bisa diperlihatkan terkait SPO, bahwa ini adalah standar prosedur operasional
adalah SPO rumah sakit dalam memberikan layanan kesehatan.
yang akreditasi, 4. Kepala ruangan mengatakan Untuk SPO belum ada yang diperlihatkan keperawat.
tidak bisa 5. Kepala ruangan mengatakan SPO ada dibidang namun belum di berikan ke ruangan.
diakses karena 6. Kepala ruangan mengatakan Perna SPO bisa di buka di link namun sekarang suda tidak bisa lagi dibuka.
orang luar bisa 7. Kepala ruangan mengatakan Saya tidak mengetahui alasan SPO kenapa tidak bisa lagi dibuka di link.
mengakses. 8. Kepala ruangan mengatakan Kami dari ruangan suda meminta untuk diberikan SPO, merupakan ancaman bagi
Makanya kami jika tidak ada SPO.
teknisinya 9. Kepala ruangan mengatakan Jika ada tuntutan dari keluarga terkait tindakan yang kami berikan, kami tak bisa
menutup. Tapi memberikan SPO kami.
semua SPO ada 10. Kepala ruangan mengatakan SPO kami suda minta dan laporkan ke bidang namun sampai sekarang belum ada
di computer tiap umpan baliknya.
ruangan 11. Kepala ruangan mengatakan Menurut saya SPO harus ada diruangan. Dalam artian belum ada panduan dalam
melaksanakan tindakan jika tidak ada SPO dirunagan.
12. Kepala ruangan mengatakan Kami mau melakukan supervisi pendokumentasian harus berdasarkan SPO yang
ada.
13. Kepala ruangan mengatakan SPO pendokumentasian bidang siapkan SPO terkait pendokumentasian saya piker
SPO itu sesuai dengan format yang telah dibuat namun masi berbeda pendapat sesame staf bidang.
Hasil kuisioner :
1. Hasil kuisioner yang disebar keperawat pelaksana dari 29 partisipan 4 orang (13,8%) mengatakan bahwa
kegiatan diruangan belum berdasarkan SOP
Hasil observasi :
Tidak ada SPO diruangan baik sufcopy maupun hartcopy
Jenjang karir dan system rolling

Kepala bidang ruangan


Hasil wawancara :
1. penempatan itu berdasarkan level jenjang karir. Lever PK, misalnya dirawat inap PK 2 kepala
ruangan, ada juga staff PK 2 minimal PP intensif kebanyakan PK 2 karena PK 2 kita tidak cukup
minimal ada PK1 yang mau naik pk 2.
2. Rewort tergantung jumlah tindakan perawat bedah tindakan pk 2 dan PK 1/beda kewenangan klinis
3. untuk jenjang karir diruangan sandeq, kepala ruangan mengatakan beberapa perawat sudah
dilakukan asesmen kompetensi dan kredensial, sehingga mereka mengetahui kewenangan klinik
masing-masing. Kecuali beberapa perawat baru yang memang belum melewati tahap asesmen
kompetensi karena masih sementara orientasi ruangan dan belum ditetapkan ruangan atau unit
kerjanya.
4. penentuan jenjang sudah ada, tetapi untuk kredensial masih ada yang belum di assessment.
5. menurut kepala ruangan, terdapat 7 orang yang tidak dimutasi dari 23 tenaga diruang Intensive.
Dampak dari hal tersebut adalah yang pertama menurut kepala ruangan adalah skill yang tidak
merata, kedua adalah pelayanan yang terhambat dan yang ketiga adalah pembagian tenaga padaa
saat shift karena beberapa perawat yang dimutasi keruangan intensive tidak semua memiliki
sertifikat pelatihan sesuai ruangan. Dan justru beberapa perawat yang sudah mahir di ruang
Intensive bahkan memiliki sertifikat pelatihan icu dimutasi keruangan lain
Hasil kuisioner :
1. Hasil kuisioner yang disebar keperawat pelaksanan dari 29 partisipan 4 orang (13,8%) mengatakan
bahwa tidak ada proses penentuan kewenangan klinis di RS
2. Hasil kuisioner yang disebar KATIM dari 6 partisipan 4 orang (66,7%) mengatakan bahwa belum
jelas jenjang karir perawat

Rewort dan punishment


Kepala bidang ruangan
Hasil wawancara :
1. Rewort tergantung jumlah tindakan perawat beda tindakan pk 2 pk 1/beda
kewenangan klinis.
2. kita lihat di RS wahididn jika naik PK naik juga tunjangannya ada efek bagi sataf
perawat jika naik PK
3. kepala ruangan sandeq mengatakan bahwa untuk reward diruangan sandeq itu,
berdasarkan besarnya jasa yang didapatkan ruangan dan nantinya akan dibagi rata
kepada seluruh perawat yang aktif diruangan, kecuali yang perawat yang cuti baik
itu cuti tahunan ataupun cuti melahirkan. Sedangkan untuk punishment jika
memang ada yang melakukan kesalahan ataupun tindakan yang tidak sesuai SOP
maka akan saya sampaikan secara lisan tetapi sebelumnya akan di panggil secara
pribadi kedalam ruangan perawat (nurse station).
Hasil kuisioner :
1. Hasil kuisioner yang disebar KATIM dari 6 partisipan 1 orang (16,7%) mengatakan
bahwa tidak ada sangsi atau hukuman bagi perawat yang melanggar aturan.
2. Hasil kuisioner yang disebar KATIM dari 6 partisipan 2 orang (33,3%) mengatakan
bahwa penampilan kerja tidak dinilai secara berkalah
3. Hasil kuisioner yang disebar KATIM dari 6 partisipan 3 orang (50%) mengatakan
bahwa tidak merasa penilaian kerja mempengarui kinerja
4. Hasil kuisioner yang disebar KATIM dari 6 partisipan 4 orang (6,6%) mengatakan
bahwa secara keseluruhan tidak puas bekerja dirumah sakit
5. Karu penghargaan terhadap prestasi kerja kurang
6. Hasil kuisioner yang Kepala ruangan dari 3 partisipan 1 orang (33,3%) mengatakan
bahwa hasil kerja ditak dihargai oleh atasan 1 orang tidak mengisi
Mengungkapkan posisi-posisi dan kepentingan tiap tiap runagan

b. Merancang proses pemecahan masalah

 Menyusun jadwal.

 Mediasi SPO

 Mediasi Rewart dan punishment

 Mediasi system jenjang karir dan rolling

 Menyusun agenda (masalah-masalah yang harus diperundingkan) disimpulkan dari


pernyataan para pihak.

 Mediasi SPO

diskusi

 Mediasi Rewart dan punishment

diskusi

 Mediasi system jenjang karir

diskusi

 Menyusun rencana pembahasan untuk tiap masalah dari masalah :

 Mediasi SPO

format

 Mediasi Rewart dan punishment

format

 Mediasi system jenjang karir

format
c. Pemecahan masalah

 Mengetahui dan mengkaji posisi dan kepentingan para pihak.

 Menggali berbagai opsi untuk tiap masalah.

 Membahas tiap opsi.

 Memilih opsi terbaik dari berbagai opsi.

d. Tawar menawar

 Mengadakan perubahan-perubahan dari opsi. Kesepakatan awal.

 Trade off, mengembangkan rencana, pelaksanaan

e. Penyiapan draft

 Disiapkan dari kesepakatan awal.

 Bahas ulang draft, perubahan jika perlu.

f. Kesepakataan akhir

Formalisir :
format hasil mediasi diserahkan ke bidang keperawatan.