Vous êtes sur la page 1sur 12

RUBALKOR (Rubik Kalkulator) sebagai Sarana Belajar Mengajar

Matematika yang Menyenangkan

Diajukan untuk mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah 2017


Pena Pemuda Indonesia
Himpunan Mahasiswa PGSD Wates
Universitas Negeri Yogyakarta

TIM:

Tri Handayani Murti

Intan Dwi Mutiara

Sri Widianingsih

Institut Pertanian Bogor

Fakultas Ekonomi dan Manajemen

2017
LEMBAR PENGESAHAN

Judul Karya Tulis : RUBALKOR (Rubik Kalkulator) sebagai Sarana Belajar


Mengajar Matematika yang Menyenangkan
Nama Anggota :

Tri Handayani Murti


NIM.

Sri Widianingsih Intan Dwi Mutiara


NIM. H24160059 NIM.

Mengetahui Pembimbing,

M.Pd
NIP. 19740723200121002
PRAKATA

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat-Nya
kami dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul “RUBALKOR (Rubik
Kalkulator) sebagai Sarana Belajar Mengajar Matematika yang Menyenangkan”.
Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini tentunya tidak terlepas dari dorongan,
bantuan dan bimbingan oleh berbagai pihak. Untuk itu kami mengucapkan terima
kasih kepada yang terhormat :
1. Bapak
2. Bapak
3. Semua pihak yang telah membantu, baik moril maupun materil yang tidak
dapat kami sebutkan satu persatu.
Semoga Allah SWT memberikan pahala atas segala jasa bapak, ibu juga teman-
teman.
Karya tulis ini merupakan hasil kerja maksimal kami. Semoga karya tulis ini
bermanfaat, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca. Aamiin.

Bogor, Agustus 2017

Penulis
RUBALKOR (Rubik Kalkulator) sebagai Sarana Belajar Mengajar
Matematika yang Menyenangkan

1
Tri Handayani Murti 2Intan Dwi Muatiara 3Sri Widianingsih
Institut Pertanian Bogor

Abstrak: Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap


menakutkan bagi sebagian siswa. Matematika terkesan tidak menarik dan rumit
karena selalu berhubungan dengan angka, rumus dan hitung-hitungan, sehingga
banyak siswa yang sudah terlebih dahulu tidak tertarik dengan matematika
sebelum mencobanya. Hal ini juga dapat dimungkinkan karena penggunaan
strategi pembelajaran yang tidak tepat. Oleh karena itu diperlukan strategi
pembelajaran yang tepat agar siswa dapat memahami materi dan siswa senang
belajar matematika sehingga tidak terkesan monoton. Tujuan penelitian: (1)
Mengetahui tingkat minat belajar matematika pada siswa SD. (2) Mengetahui
tingkat keefektifan Rubalkor sebagai sarana belajar siswa SD. Metode
Pengumpulan data dengan wawancara kepada beberapa siswa SD dan percobaan.
Metode analisis dengan uji reliabilitas dan validasi responden. Secara umum
banyak siswa SD yang kurang tertarik dengan pelajaran matematika. Namun,
berbeda dengan pelajaran matematika, mereka justru tertarik dengan mainan rubik
yang telah dimodifikasi menjadi rubik matematika. Secara umum kegiatan belajar
mengajar menggunakan rubalkor cukup berhasil.

Kata Kunci: matematika, rubik, siswa


DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN 1

PRAKATA 1

ABSTRAK 2

DAFTAR ISI 3

PENDAHULUAN 4
Latar Belakang 4
Rumusan Masalah 4
Tujuan Penelitian 4
METODE PENELITIAN 5

HASIL DAN PEMBAHASAN 5


SIMPULAN DAN SARAN 8
Simpulan 8
Saran 8
DAFTAR PUSTAKA 8

LAMPIRAN
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sekolah dasar merupakan salah satu komponen penting dalam sistem


pendidikan nasional. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa pendidikan
sadar mencakup SD/MI, SMP/MTS, atau bentuk lain yang sederajat,
sedangkan pendidikan menengah meliputi antara lain SMA/MA, SMK/MAK
atau bentuk lain yang sederajat. Sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan
yang berlangsung selama 6 tahun. Di sekolah dasar inilah awal mulai anak
mendapatkan ilmu pengetahuan dan juga penanaman nilai karakter. Di sekolah
juga diajarkan berbagai macam mata pelajaran yang menunjang siswa untuk
melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di


sekolah dasar. Namun, masih banyak siswa yang menganggap matematika
sebagai mata pelajaran yang menakutkan dan sulit dipahami. Hal ini terbukti
dari survei yang dilakukan oleh Programme for International Student
Assesment (PISA) di bawah Organization Economic Cooperation and
Development (OECD) yang dilakukan di 65 negara di dunia pada tahun 2012,
menunjukkan bahwa kemampuan matematika siswa-siswa di Indonesia
menduduki peringkat bawah dengan skor 375. Matematika yang terkesan tidak
menarik dan rumit karena selalu berhubungan dengan angka, rumus dan
hitung-hitungan, sehingga banyak siswa yang sudah terlebih dahulu tidak
tertarik dengan matematika sebelum mencobanya. Hal ini juga dapat
dimungkinkan karena penggunaan strategi pembelajaran yang tidak tepat.
Oleh karena itu diperlukan strategi pembelajaran yang tepat agar siswa dapat
memahami materi dan siswa senang belajar matematika sehingga tidak
terkesan monoton.

Banyak siswa yang berpikiran matematika adalah mata pelajaran yang


menyeramkan dan menjadikannya alasan nilai yang rendah untuk mata
pelajaran matematika. Untuk kami tertarik untuk mengidentifikasi seberapa
besar minat sekolah dasar untuk belajar matematika dan memberikan solusi
mengatasi kurangnya minat siswa untuk belajar matematika.

B. Rumusan Masalah

1. Seberapa besar tingkat minat belajar matematika pada siswa sekolah


dasar?
2. Seberapa besar tingkat keefektifan Rubalkor sebagai sarana belajar
siswa sekolah dasar?

C. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui tingkat minat belajar matematika pada siswa sekolah


dasar;
2. Mengetahui tingkat keefektifan Rubalkor sebagai sarana belajar siswa
sekolah dasar.
BAB 2
METODE PENELITIAN
BAB 3
HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4
SIMPULAN DAN SARAN

A. SIMPULAN

B. SARAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN