Vous êtes sur la page 1sur 4

FORMAT INTERVENSI KEPERAWATAN

DIAGNOSA KEPERAWATAN NAMA DAN


NOC DAN INDIKATOR URAIAN AKTIVITAS RENCANA
NO TANGGAL DITEGAKKAN / KODE TTD
SERTA SKOR AWAL DAN SKOR TARGET TINDAKAN (NIC)
DIAGNOSA KEPERAWATAN PERAWAT
01. Kekurangan volume cairan Tujuan : Manajemen Cairan (4120)
03 juni berhubungan dengan mual, Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama Aktifitas :
2017 muntah yang ditandai dengan 2x24 jam , kekurangan volume cairan teratasi. 1. Timbang berat badan setiap
penurunan turgor kulit, hari dan monitor status pasien.
peningkatan suhu tubuh, Kriteria hasil : 2. Jaga intake/asupan yang akurat
membrane mukosa kering, kulit 1.) Keseimbangan cairan (0601) dan catat output pasien
kering, penurunan berat badan, 3. Monitor tanda-tanda vital
haus, dan kelemahan. Kode Indikator S.A S.T pasien
060107 Keseimbangan 2 4 4. Berikan terapi IV seperti yang
intake dan output ditentukan
Kode diagnose dalam 24 jam 5. Berikan cairan dengan tepat
keperawan :00027 6. Dukung pasien dan keluarga
060117 Kelembaban 1 5 untuk membantu dalam
membrane mukosa pemberian makan yang baik
7. Konsultasikan dengan dokter
060115 Kehausan 2 5 jika tanda-tanda dan gejala
kelebihan volume cairan
menetap atau memburuk
Keterangan ( untuk semua indikator )
Manajemen Hipovolemi (4180)
1 = Berat Aktifitas :
2 = Cukup berat 1. Kaji emesis terkait warna,
3 = Sedang konsentrasi, akan adanya
4 = Ringan darah, waktu, dan sejauh mana
5= Tidak ada kekuatan emesis
2. Ukur atau perkirakan volume
emesis
3. Pastikan obat antiemetic yang
efektif diberikan untuk
mencegah muntah bila
diperlukan
4. Posisikan untuk mencegah
aspirasi
5. Pertahankan jalan nafas
melalui mulut
2.) Hidrasi (0602) 6. Tunjukkan penerimaan
terhadap muntah dan
Kode Indikator S.A S.T berkolaborasi ketika memilih
060201 Turgor kulit 2 4 strategi pengendalian muntah
7. Dorong istirahat
060223 Kehilangan 2
berat badan 5

060227 Peningkatan
suhu tubuh 2 5

Keterangan ( untuk semua indikator )

1 = Berat
2 = Cukup berat
3 = Sedang
4 = Ringan
5= Tidak ada
CONTOH FORMAT IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN

DIAGNOSA
EVALUASI NAMA
KEPERAWATAN
(PERBANDINGAN SKOR AKHIR DAN
NO DITEGAKKAN /KODE IMPLEMENTASI
TERHADAP SKOR AWAL DAN SKOR TTD
DIAGNOSA
TARGET) PERA
KEPERAWATAN
WAT
01. Kekurangan volume cairan Tanggal: S:
berhubungan dengan mual, 16 oktober 1. Menimbang berat badan setiap hari dan Keluarga pasien mengatakan bahwa mual,
muntah yang ditandai dengan 2018 memonitor status pasien. muntahnya sudah berkurang
penurunan turgor kulit, 2. Menjaga intake/asupan yang akurat dan O:
peningkatan suhu tubuh, Pukul: mencatat output pasien Turgor kulit : normal
membrane mukosa kering, 09.00 3. Memonitor tanda-tanda vital pasien Membrane mukosa : lembab (normal)
kulit kering, penurunan berat WIB 4. Memberikan terapi IV seperti yang Mual : tidak ada
badan, haus, dan kelemahan. ditentukan Muntah : tidak ada
5. Memberikan cairan dengan tepat Suhu : 37 derajat celcius
6. Mendukung pasien dan keluarga untuk BB : 10 kg(normal)
Kode diagnose membantu dalam pemberian makan
keperawan :00027 yang baik
7. Mengkonsultasikan dengan dokter jika A:
tanda-tanda dan gejala kelebihan volume 1. Keseimbangan Cairan
cairan menetap atau memburuk Kode Indikator S. S. S.
8. Mengkaji emesis terkait warna, A T C
konsentrasi, akan adanya darah, waktu, 06010 Keseimbangan 2 4 3
dan sejauh mana kekuatan emesis 7 intake dan output
9. Mengukur atau perkirakan volume dalam 24 jam
emesis
10. Mempastikan obat antiemetic yang 06011 Kelembaban 1 5 4
efektif diberikan untuk mencegah 7 membrane
muntah bila diperlukan mukosa
11. Memposisikan untuk mencegah aspirasi
12. Mempertahankan jalan nafas melalui 06011 Kehausan 2 5 4
mulut 5
13. Menunjukkan penerimaan terhadap
muntah dan berkolaborasi ketika
memilih strategi pengendalian muntah
14. Mendorong pasien untuk istirahat
2. Hidrasi

Kode Indikator S. S. S.
A T C
060201 Turgor kulit 2 4 4

060223 Kehilangan berat 2 5 4


badan

060227 Peningkatan suhu 2 5 5


tubuh

Kekurangan volume cairan teratasi.

P:
1) Pantau adanya perubahan tanda tanda
vital
2) Pantau intake dan output selama 24
jam
3) Dorong keluarga untuk memberikan
makanan yang baik
4) Dorong pasien untuk istirahat yang
cukup