Vous êtes sur la page 1sur 18

Metabolisme lipid atau lemak dalam tubuh terjadi dalam hati / hepar.

Dalam darah lemak


berbentuk cholesterol, metabolismenya memerlukan uraian yang sangat panjang.

Yang penting untuk diketahui dalam rangka menjaga kesehatan tubuh adalah kadar cholesterol
dalam darah, total cholesterol agar diusahahakan tidak melebihi angka 200. Kadar HDL (disebut
cholesterol baik) agar lebih dari 45 dan LDL (sering disebut cholesterol jahat) tidak melebihi
110.

Kelebihan cholesterol berpotensi menimbulkan plak di pembuluh darah koroner pada jantung,
sehingga pembuluh akan tersumbat, kemudian sel2 jantung bisa mati (iskemia) dan akhirnya
penyakit jantung koroner yang bisa membawa kematian.

Ada lemak lain dalam darah yang disebut Trigliserid, ini sintesa dari molekul glukosa / gliserol
yang diikat oleh dua asam lemak. Untuk menjaga kesehatan, maka kadar trigliserid dalam darah
juga agar diusahakan di bawah 200.

http://thomy265.wordpress.com/2009/01/08/pengertian-lipid-serta-bagaimana-proses-metabolisme-
lipid-di-dalam-tubuh/

Metabolisme Lipid

Lipid adalah molekul-molekul biologis yang tidak larut di dalam air tetapi larut di dalam pelarut-
pelarut organik.

Fungsi lipid
Ada beberapa fungsi lipid di antaranya:

 Sebagai penyusun struktur membran sel


 Dalam hal ini lipid berperan sebagai barier untuk sel dan mengatur aliran material-
material.
 Sebagai cadangan energi
 Lipid disimpan sebagai jaringan adiposa
 Sebagai hormon dan vitamin
 Hormon mengatur komunikasi antar sel, sedangkan vitamin membantu regulasi proses-
proses biologis

Jenis-jenis lipid

Terdapat beberapa jenis lipid yaitu:

 Asam lemak, terdiri atas asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh
 Gliserida, terdiri atas gliserida netral dan fosfogliserida
 Lipid kompleks, terdiri atas lipoprotein dan glikolipid
 Non gliserida, terdiri atas sfingolipid, steroid dan malam
Asam lemak
Asam lemak merupakan asam monokarboksilat rantai panjang. Adapun rumus umum dari asam
lemak adalah:
CH3(CH2)nCOOH atau CnH2n+1-COOH
Rentang ukuran dari asam lemak adalah C12 sampai dengan C24. Ada dua macam asam lemak
yaitu:

 Asam lemak jenuh (saturated fatty acid)


 Asam lemak ini tidak memiliki ikatan rangkap
 Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid)
 Asam lemak ini memiliki satu atau lebih ikatan rangkap

Struktur asam lemak jenuh

Struktur asam lemak tak jenuh

Asam-asam lemak penting bagi tubuh

Simbol numerik Nama Umum Struktur Keterangan

14:0 Asam miristat CH3(CH2)12COOH Sering terikat dengan atom N terminal dari
membran plasma bergabung dengan protein sitoplasmik

16:0 Asam palmitat CH3(CH2)14COOH Produk akhir dari sintesis asam lemak mamalia

16:1D9 Asam palmitoleat CH3(CH2)5C=C(CH2)7COOH

18:0 Asam stearat CH3(CH2)16COOH

18:1D9 Asam oleat CH3(CH2)7C=C(CH2)7COOH

18:2D9,12 Asam linoleat CH3(CH2)4C=CCH2C=C(CH2)7COOH Asam lemak esensial

18:3D9,12,15 Asam linolenat CH3CH2C=CCH2C=CCH2C=C(CH2)7COOH Asam lemak


esensial
20:4D5,8,11,14 Assam arakhidonat CH3(CH2)3(CH2C=C)4(CH2)3COOH Prekursor
untuk sintesis eikosanoid

Asam stearat Asam oleat Asam arakhidonat

Beberapa contoh struktur asam lemak

Gliserida netral (lemak netral)


Gliserida netral adalah ester antara asam lemak dengan gliserol. Fungsi dasar dari gliserida netral
adalah sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak). Setiap gliserol mungkin berikatan
dengan 1, 2 atau 3 asam lemak yang tidak harus sama. Jika gliserol berikatan dengan 1 asam
lemak disebut monogliserida, jika berikatan dengan 2 asam lemak disebut digliserida dan jika
berikatan dengan 3 asam lemak dinamakan trigliserida. Trigliserida merupakan cadangan energi
penting dari sumber lipid.

Struktur trigliserida sebagai lemak netral

Apa yang dimaksud dengan lemak (fat) dan minyak (oil)? Lemak dan minyak keduanya
merupakan trigliserida. Adapun perbedaan sifat secara umum dari keduanya adalah:

Lemak

 Umumnya diperoleh dari hewan


 Berwujud padat pada suhu ruang
 Tersusun dari asam lemak jenuh

Minyak

 Umumnya diperoleh dari tumbuhan


 Berwujud cair pada suhu ruang
 Tersusun dari asam lemak tak jenuh
 Fosfogliserida (fosfolipid)

Lipid dapat mengandung gugus fosfat. Lemak termodifikasi ketika fosfat mengganti salah satu
rantai asam lemak.

Penggunaan fosfogliserida adalah:


Sebagai komponen penyusun membran sel
Sebagi agen emulsi
Struktur dari fosfolipid

Fosfolipid bilayer (lapisan ganda) sebagai penyusun membran sel

Lipid kompleks
Lipid kompleks adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain. Contoh penting dari lipid
kompleks adalah lipoprotein dan glikolipid.

Lipoprotein
Lipoprotein merupakan gabungan antara lipid dengan protein.

Gabungan lipid dengan protein (lipoprotein) merupakan contoh dari lipid kompleks

Ada 4 klas mayor dari lipoprotein plasma yang masing-masing tersusun atas beberapa jenis lipid,
yaitu:

Perbandingan komposisi penyusun 4 klas besar lipoprotein

Kilomikron
Kilomikron berfungsi sebagai alat transportasi trigliserid dari usus ke jaringan lain, kecuali ginjal
VLDL (very low - density lypoproteins)
VLDL mengikat trigliserid di dalam hati dan mengangkutnya menuju jaringan lemak
LDL (low - density lypoproteins)
LDL berperan mengangkut kolesterol ke jaringan perifer
HDL (high - density lypoproteins)
HDL mengikat kolesterol plasma dan mengangkut kolesterol ke hati.

Ilustrasi peran masing-masing dari 4 klas besar lipoprotein

Lipid non gliserida


Lipid jenis ini tidak mengandung gliserol. Jadi asam lemak bergabung dengan molekul-molekul
non gliserol. Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah sfingolipid, steroid, kolesterol dan malam.
Sfingolipid
Sifongolipid adalah fosfolipid yang tidak diturunkan dari lemak. Penggunaan primer dari
sfingolipid adalah sebagai penyusun selubung mielin serabut saraf. Pada manusia, 25% dari lipid
merupakan sfingolipid.

Struktur kimia sfingomielin (perhatikan 4 komponen penyusunnya)

Kolesterol
Selain fosfolipid, kolesterol merupakan jenis lipid yang menyusun membran plasma. Kolesterol
juga menjadi bagian dari beberapa hormon. Kolesterol berhubungan dengan pengerasan arteri.
Dalam hal ini timbul plaque pada dinding arteri, yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah
karena arteri menyempit, penurunan kemampuan untuk meregang. Pembentukan gumpalan dapat
menyebabkan infark miokard dan stroke.

Struktur dasar darikolesterol

Kolesterol merupakan bagian dari membran sel Steroid.

Beberapa hormon reproduktif merupakan steroid, misalnya testosteron dan progesteron.

Progesteron dan testosteron


Steroid lainnya adalah kortison. Hormon ini berhubungan dengan proses metabolisme
karbohidrat, penanganan penyakit arthritis rematoid, asthma, gangguan pencernaan dan
sebagainya.

Kortison
Malam/lilin (waxes)
Malam tidak larut di dalam air dan sulit dihidrolisis. Malam sering digunakan sebagai lapisan
pelindung untuk kulit, rambut dan lain-lain. Malam merupakan ester antara asam lemak dengan
alkohol rantai panjang.

Ester antara asam lemak dengan alkohol membentuk malam

Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energi utamanya adalah dari lipid netral, yaitu trigliserid
(ester antara gliserol dengan 3 asam lemak). Secara ringkas, hasil dari pencernaan lipid adalah
asam lemak dan gliserol, selain itu ada juga yang masih berupa monogliserid. Karena larut dalam
air, gliserol masuk sirkulasi portal (vena porta) menuju hati. Asam-asam lemak rantai pendek
juga dapat melalui jalur ini.

Struktur miselus. Bagian polar berada di sisi luar, sedangkan bagian non polar berada di sisi
dalam

Sebagian besar asam lemak dan monogliserida karena tidak larut dalam air, maka diangkut oleh
miselus (dalam bentuk besar disebut emulsi) dan dilepaskan ke dalam sel epitel usus (enterosit).
Di dalam sel ini asam lemak dan monogliserida segera dibentuk menjadi trigliserida (lipid) dan
berkumpul berbentuk gelembung yang disebut kilomikron. Selanjutnya kilomikron
ditransportasikan melalui pembuluh limfe dan bermuara pada vena kava, sehingga bersatu
dengan sirkulasi darah. Kilomikron ini kemudian ditransportasikan menuju hati dan jaringan
adiposa.

Struktur kilomikron. Perhatikan fungsi kilomikron sebagai pengangkut trigliserida

Simpanan trigliserida pada sitoplasma sel jaringan adiposa


Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa, kilomikron segera dipecah menjadi asam-asam lemak
dan gliserol. Selanjutnya asam-asam lemak dan gliserol tersebut, dibentuk kembali menjadi
simpanan trigliserida. Proses pembentukan trigliserida ini dinamakan esterifikasi. Sewaktu-
waktu jika kita membutuhkan energi dari lipid, trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan
gliserol, untuk ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energi. Proses
pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis. Asam lemak tersebut ditransportasikan oleh
albumin ke jaringan yang memerlukan dan disebut sebagai asam lemak bebas (free fatty
acid/FFA).

Secara ringkas, hasil akhir dari pemecahan lipid dari makanan adalah asam lemak dan gliserol.
Jika sumber energi dari karbohidrat telah mencukupi, maka asam lemak mengalami esterifikasi
yaitu membentuk ester dengan gliserol menjadi trigliserida sebagai cadangan energi jangka
panjang. Jika sewaktu-waktu tak tersedia sumber energi dari karbohidrat barulah asam lemak
dioksidasi, baik asam lemak dari diet maupun jika harus memecah cadangan trigliserida jaringan.
Proses pemecahan trigliserida ini dinamakan lipolisis.

Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan asetil KoA. Selanjutnya
sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme karbohidrat dan protein, asetil KoA dari jalur
inipun akan masuk ke dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi. Di sisi lain, jika
kebutuhan energi sudah mencukupi, asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi asam
lemak dan selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida.

Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. Asetil KoA mengalami kolesterogenesis
menjadi kolesterol. Selanjutnya kolesterol mengalami steroidogenesis membentuk steroid. Asetil
KoA sebagai hasil oksidasi asam lemak juga berpotensi menghasilkan badan-badan keton (aseto
asetat, hidroksi butirat dan aseton). Proses ini dinamakan ketogenesis. Badan-badan keton dapat
menyebabkan gangguan keseimbangan asam-basa yang dinamakan asidosis metabolik. Keadaan
ini dapat menyebabkan kematian.

http://wawan-junaidi.blogspot.com/2010/01/metabolisme-lipid.html

1. PENDAHULUAN

Lipid yang terdapat dalam makanan sebagian besar berupa lemak, oleh karena itu
metabolisme yang akan dibahas adalah metabolisme lemak.Pada umumnya lipid
merupakan konduktor panas yang jelek, sehingga lipid dalam tubuh mempunyai fungsi
untuk mencegah terjadinya kehilangan panas dari tubuh. Makin banyak jumlah lemak
makin baik fungsinya mempertahankan panas dalam tubuh.
Pada umunnya 2,5 hingga 3 jam setelah orang makan makanan yang mengan dung
banyak lemak, kadar lemak dalam darah akan kembali normal. Dalam darah lemak
diangkut dalam tiga bentuk yaitu berbentuk kilomikro, partikel lipoprotein yang sangat
kecil dan bentuk asam lemak yang terikat dalam albumin. Kilomikro yang menyebabkan
darah tampak keruh terdiri atas lemak 81-82%, protein 2%, fosforlipid 7% dan kolesterol
9%.
Kekeruhan dalam darah akan hilang dan darah akan menjadi jernih kembali apabila
darah telah mengalir melalui beberapa organ tubuh atau jaringan-jaringan, karena
terjadinya proses hidrolisis lemak oleh enzim lipoprotein lipase. Lipoprotein lipase
terdapat dalam sebagian besar jaringan dan dalam jumlah yang banyak dalam jaringan
adiposa dan otot jantung. Sebagian besar lemak yang diabsorbsi diangkut ke hati. Disini
lemak diubah menjadi fosforlipid dan diangkut ke organ-organ dan jaringan-jaringan.
Pada proses oksidasi 1 gram lemak dihasilkan energi sebesar 9 kkal, sedangkan 1 gram
karbohidrat maupun protein hanya menghasilkan 4 kkal. Lemak juga merupakan salah
satu bahan makanan yang mengndung vitamin A,D,E,dan K
Pencernaan lemak terutama terjadi dalam usus, karena dalam mulut dan lambung tidak
terdapat enzim lipase yang tidak dapat menghidrolisis lemak. Dalam usus lemak diubah
dalam bentuk emulsi, sehingga dengan mudah berhubungan denganenzim steapsin
dalam cairan pankreas. Hasil akhir proses pencernaan lemak ialah asam lemak,
gliserol,monogliserol,digliserida serta sisa trigliserida.. Pegeluaran cairan pankreas
dirangsang oleh hormon sekretin dan pankreozimin.
Lemak yang keluar dari lambung masuk ke usus merangsang pengeluaran hormon
kolesistokinin yang pada gilirannya menyebabkan kantung empedu berkontraksi hingga
mengeluarkan cairan empedu ke dalam duodenum. Lipid lainnya yang dapat
terhidrolisis oleh cairan pankreas antara lain adalah lesitin oleh fosfolipase, fosfatase,
dan esterase. Ester kolesterol dan kolesterol esterase dihidrolisis menjadi kolesterol dan
asam lemak

2. PEMBAHASAN

Lipid merupakan senyawa organik yang tidak larut dalam air tetapi dapat diekstraksi
dengan pelarut non polar seperti kloroform,eter, benzena. Senyawa-senyawa lipid tidak
mempunyai rumus struktur yang sama dan sifat kimia serta biologinya juga bervariasi.
Beberapa fungsi lipid dalam sistem makhluk hidup adalah sebagai berikut:
• Komponen struktur membran
Semua membran sel termasuk mielin, megandung lipid lapidan ganda. Fungsi membran
di antaranya adalah sebagai barier permeabel
• Bentuk energi cadangan
Sebagai fungsi utamatriasilgliserol yang ditemukan dalam jaringan adiposa
• Kofaktor/prekusor enzim
Untuk aktifitas enzim seperti fosfor lipid dala darah, koenzim A dan sebaginya
• Hormon dan vitamin
Prekusor untuk biosintesis prostalgin, hormon steroid, dan lain-lain
• Lapisan pelindung
Untuk mencegah infeksi dan kehilangan atau penambahan air berlebih
• Insulasi barier
Untuk menghindari panas, tekanan listril dan fisik

Lipid berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi kelompok utama yaitu:


• Lipid yang dapat disaponifikasi (saponifikasi lipids)
Contohnya : lemak netral (triasilgliserol),fosfolipid, glikolipid , dan sulfolipid serta
senyawa dengan asam karboksilat rantai panjang(asam lemak)
• Lipid yang tidak dapat disaponifikasi (nonsaponifikasi lipids)
Contohnya: steroid,dolikol,ubiquinon,dan vitamin A,D,E,dan K

A. Lemak netral (triasilgliserol)


Merupakan komponen utama lemak cadangan pada sel hewan dan tumbuhan.
Triasgliserol berada dalam sejumlah bentuk cair atau padat, bergantung pada asam
lemak pokoknya. Umumnya triasgliserol tumbuhan mempunyai titik leleh rendah dan
berbentuk cair pada suhu kamar. Hal ini disebabkan oleh banyaknya jumlah asam lemak
tak jenuh. Sedangkan triasgliserol hewan mempunyai asam lemak jenuh tinggi. Sehingga
berbentuk semipadat atau padat.

a. Katabolisme Triasgliserol
Enzim yang berperan dalam mengkatalis reaksi degradasi lipid adalah enzim lipase.
Enzim lipase yang dikeluarkan oleh kantung empedu pankreas, dan sel usus halus
berfungsi baik dalam mengkalis degrasi molekul lipid yang sesuai. Proses degradasinya
dipengaruhi oleh hormon-hormon tertentu untuk mengaktifkan enzim lipase. Aktifnya
enzim ini selanjutnya mendegradasi trigliserida dengan menghidrolisis ikatan ester pada
atom C nomor 1 dan 3 saja.Hasil degradasi ini adalah asam lemak bebas dan
monoasilgliserol.

b. Anabolisme Triasgliserol
Tahap pertama sintesis trasgliserol ialah pambentukan gliserolfosfat, baik dari gliserol
maupun dari dihidroksi aseton fosfat. Reaksi Gliserol berlangsung dalam hati dan ginjal
dan Reaksi dihidroksi aseton fosfat berlangsung dalam mukrosa usus serta dalam
jaringan adiposa. Selanjutnya gliserolfosfat yang telah terbentuk bereaksi dengan 2 mol
asii koenzim A membentuk suatu asam fosfatidat. Tahap berikutnya ialah reaksi
hidrolisis asam fosfatidat dengan fosfatase sebagai katalis dan menghasilkan suatu 1,2
gliserida

B. Fosfolipid
Merupakan lipid yang mengandung gugus ester fosfat. Fosforlipid berfungsi terutama
sebagai unsur struktur membran.
a. Katabolisme Fosfolipid
Katabolisme fosfolipid terjadi melalu serangkaian reaksi yang dikatalis oleh berbagai
enzim. Enzim fosfolipase A1 mengkatalis pemutusan asam lemak yang terikat pada atom
C1 dari gliserol. Katalis fosfolipase A2 membebaskan asam lemak yang terikat pada
atom C2. Enzim fosfolipid C melepaskan ikatan gliserol dengan fosfat. Dan fosfolipase D
membebaskan etanolamin,kolin, serin atau inositol dari suatu fosfolipid sehingga
terbentuk fosfotidat

b. Anabolisme Fosfolipid
Jenis-jenis fosfolipid terbentuk dari reaksi yang berbeda-beda. Fosfotidikolin terbentuk
melalui reaksi antara 1,2 gliserida dengan sitidindifosfat-kolin (CDP-kolin). Sedangkan
fosfotidiletanolamin terbentuk dari reaksi antara 1,2 digliserida dan sitidindifosfat-
etanolamin (CDP-etanolamin).
CDp etanolamin dapat bereaksi dengan 1,2 digliserida membentuk fosfatidil etanolamin.
Reaksi ini dikatalis oleh fosfoetanolamin transferase. Sementara reaksi antara CDP kolin
dengan 1,2 digliserida menggunakan katalis fosfokolin transferase dapat membentuk
molekul fosfolipid jenis fosfstidil kolin.

C. Asam Lemak
Asam lemak tersusun dari komponen hidrofobik berupa rantai hidrokarbon dan
komponen hidrofilik berupa gugus karboksil. Asam lemak disebut juga asam karboksilat,
diperoleh dari hidrolisis suatu lemak atau minyak. Jenis lipid ini terdiri atas asam lemak
jenuh dan asam lemak tak jenuh. Umunya asam lemak jenuh dan asam lemak tidak
jenuh dengan satu ikatan rangkap seperti asam oleat dapat disintesis oleh organisme
tingkat tinggi dari karbohidrat. Golongan asam lemak ini disebut asam lemak
nonesensial. Sedangkan asam lemak tak jenuh yang mmepunyai lebih dari dua ikatan
rangkap seperti linoleat tidak dapat disintesis oleh organisme tingkat tinggi.Golongan
asam lemak ini disebut lemak esensial
Organisme tingkat tinggi seperti mamalia tidak dapat hidup tanpa asam lemak tak
jenuh.Sumber asam lemak esensial banyak terdapat pada lemak mentega, minyak
kelapa, biji sayuran, minyak hewan dan lain-lain.

a. Katabolisme Asam Lemak


o Asam Lemak Jenuh
Asam lemak yang terjadipada Proses hidrolisis lemak mengalami oksidasi dan
menghasilkan asetil koenzim A yang salah satunya hipotesis yang dapt diterima ialah
bahwa asam lemak terpotong 2 atom karbon setiap kali oksidasi. Oleh karena oksidasi
terjadi pada atom karbon ß, maka oksidasi tersebut dinamakan ß oksidasi. Tapah-tahap
pembentukan heksanoil KoA:
 Pembentukan asil KoA dari asam lemak R-CH2CH2COOH berlangsung dengan katalis
enzim asetil KoA sintetase atau disebut juga tiokinase dalam dua tahap, yaitu:
Reaksi kedua ialah reaksi pembentukan enoil KoA cara oksidasi. Enzim asil KoA
dehidrognase berperan sebagai katalis dalam reaksi ini. Koenzim yang dibutuhkan dalam
reaksi ini ialah FAD yang berperan sebagi akseptor hidrogen. Dua molekul ATP dibentuk
untuk tiap pasang elektron yang ditransportasikan dari molekul FADH2 melalui sistem
transpor elektron.

Dalam reaksi ketiga ini enzim enoil KoA hidratase merupakan katalis yang
menghasilkan L-hidroksiasil koenzim A. Reaksi ini ialah hidrasi terhadap ikatan rangkap
antara C-2 dan C-3

Reaksi keempat adalah reaksi oksidasi yang mengubah hidroksiasil koenzim A menjadi
ketoasil koenzim A. Enzim L-hidroksiasil koenzim A dehidrogenase merupakan katalis
dalam reaksi ini dan melibatkan NAD yang reduksi menjadi NADH. Proses oksidasi
kembali NADH ini melalui trasnpor elektron dapat membentuk tiga molekul ATP

Tahap kelima adalah reaksi pemecahan ikatan C-C sehingga asetil koenzim A dan
asetil koenzim A yang mempunyai jumlah atom C dua buah lebih pendek dari molekul
semula.

Asil koenzim A yang terbentuk pada reaksi tahap 5 , mengalami metabolisme lebih
lanjut melalui reaksi tahap 2 hingga tahap 5 dan demikian seterusnya sampai rantai C
pada asam lemak terpecah menjadi molekul-molekul asetil koenzim A. Selanjutnya asetil
koenzim A dapat teroksidasi menjdai CO2 dan H2O melalui siklus asam sitrat atau
digunakan untuk reaksi-reaksi yang memerlukan asetil KoA.
Dar reaksi-reaksi tahap 1 sampai tahap 5, tampak bahwa semua substrat adalah derivat
dari asil koenzim A. Terbentuknya asil koenzim A dari asam lemak memerlukan energi
yang diperoleh dari ATP. Perubahan ATP menjadi AMP berarti ada dua buah ikatan
fosfat berenergi tinggi yang digunakan untuk membentuk asetil koenzim A.

o Asam lemak Tak Jenuh


Seperti pada asam lemak jenuh , tahap pertama oksidasi asam lemak jenuh adalah
pembentukan asilkoenzim A. Selanjutnya molekul asil koenzim A dari asam lemak tidak
jenuh tersebut mengalami pemecahan melalui proses ß oksidasi seperti molekul asam
lemak jenuh, hingga terbentuk senyawa –sil-sil-sil KoA atau tans-sil-sil KoA, yang
tergantng pada letak ikatan rangkap pada molekul tersebut
Linoleil KoA yang terbentuk kemudian dipecah melalui proses ß oksidasi, sehingga
menghasilkan 3 molekul asetil KoA dan ∆3 sis-∆6-sis- dienoil KoA, oleh enzim isomerase
diubah menjadi ∆2 trans--∆6-sis- dienoil KoA. Senyawa ini kemudian mengalami proses
α oksidasi sehingga menghasilkan 2 molekul asetil KoA dan ∆2 sis- dienoil KoA yang oleh
enzim hidratase diubah menjadi D(-) ß-hidroksiasil KoA. Dan selanjutnya mengalami
proses epimerasiasi yang dibantu oleh enzim epimerase membentuk L(+) ß oksidasi dan
dengan terbentuknya 4 molekul asetil KoA maka selesailah rangkaian reaksi kimia pada
proses oksidasi asam linoleat tersebut. Dari 1 molekul asam linolet terbentuk 9 molekul
asetil KoA

b. Anabolisme Asam Lemak


Sintesis asam lemak berasal dari asetil KoA yang terdapat pada sitoplasma. Reaksi awal
adalah korboksilasi asetil koenzim A menjadi malonil koenzim A. Reaksi ini melibatkan
HCO3- dan energi dari ATP. Reaksi pembentukan koenzim A sebenarnya terdiri atas dua
reaksi sebagai berikut :
Biotin – enzim + ATP + HCO3- ↔ CO2- -- biotin – enzim + ADP + Pi
malonil KoA + biotin – enzimCO2--- biotin– enzim + asetil KoA
Biotin terikat pada suatu protein yang disebut protein pengengkutan karboksilbiotin.
Biotin karboksilase adalah enzim yang bekerja sebagai katalis dalam reaksi karboksilasi
biotin. Reaksi kedua ialah pemindahan gugs karboksilat kepada asetil koenzim A. Katalis
dalam reaksi ini adalah transkarboksilase

http://greenhati.blogspot.com/2009/01/metabolisme-lipid.html

Lemak
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Struktur kimia untuk trimiristin, sejenis trigliserida.

Jaringan lemak yang terdapat dalam tubuh.

Lemak (bahasa Inggris: fat) merujuk pada sekelompok besar molekul-molekul alam yang terdiri
atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen meliputi asam lemak, malam, sterol, vitamin-
vitamin yang larut di dalam lemak (contohnya A, D, E, dan K), monogliserida, digliserida,
fosfolipid, glikolipid, terpenoid (termasuk di dalamnya getah dan steroid) dan lain-lain.

Lemak secara khusus menjadi sebutan bagi minyak hewani pada suhu ruang, lepas dari
wujudnya yang padat maupun cair, yang terdapat pada jaringan tubuh yang disebut adiposa.

Pada jaringan adiposa, sel lemak mengeluarkan hormon leptin dan resistin yang berperan dalam
sistem kekebalan, hormon sitokina yang berperan dalam komunikasi antar sel. Hormon sitokina
yang dihasilkan oleh jaringan adiposa secara khusus disebut hormon adipokina, antara lain
kemerin, interleukin-6, plasminogen activator inhibitor-1, retinol binding protein 4 (RBP4),
tumor necrosis factor-alpha (TNFα), visfatin, dan hormon metabolik seperti adiponektin dan
hormon adipokinetik (Akh).

Sifat dan Ciri ciri


Karena struktur molekulnya yang kaya akan rantai unsur karbon(-CH2-CH2-CH2-)maka lemak
mempunyai sifat hydrophob. Ini menjadi alasan yang menjelaskan sulitnya lemak untuk larut di
dalam air. Lemak dapat larut hanya di larutan yang apolar atau organik seperti: eter, Chloroform,
atau benzol

Fungsi
Secara umum dapat dikatakan bahwa lemak memenuhi fungsi dasar bagi manusia, yaitu: [1]

1. Menjadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak. 1 gram lemak menghasilkan 39.06 kjoule atau
9,3 kcal.
2. Lemak mempunyai fungsi selular dan komponen struktural pada membran sel yang berkaitan
dengan karbohidrat dan protein demi menjalankan aliran air, ion dan molekul lain, keluar dan
masuk ke dalam sel.
3. Menopang fungsi senyawa organik sebagai penghantar sinyal, seperti pada prostaglandin dan
steroid hormon dan kelenjar empedu.
4. Menjadi suspensi bagi vitamin A, D, E dan K yang berguna untuk proses biologis
5. Berfungsi sebagai penahan goncangan demi melindungi organ vital dan melindungi tubuh dari
suhu luar yang kurang bersahabat.

Lemak juga merupakan sarana sirkulasi energi di dalam tubuh dan komponen utama yang
membentuk membran semua jenis sel.

Membran

Sel eukariotik disekat-sekat menjadi organel ikatan-membran yang melaksanakan fungsi biologis
yang berbeda-beda. Gliserofosfolipid adalah komponen struktural utama dari membran biologis,
misalnya membran plasma selular dan membran organel intraselular; di dalam sel-sel hewani
membran plasma secara fisik memisahkan komponen intraselular dari lingkungan ekstraselular.
Gliserofosfolipid adalah molekul amfipatik (mengandung wilayah hidrofobik dan hidrofilik)
yang mengandung inti gliserol yang terkait dengan dua "ekor" turunan asam lemak oleh ikatan-
ikatan ester dan ke satu gugus "kepala" oleh suatu ikatan ester fosfat. Sementara gliserofosfolipid
adalah komponen utama membran biologis, komponen lipid non-gliserida lainnya seperti
sfingomielin dan sterol (terutama kolesterol di dalam membran sel hewani) juga ditemukan di
dalam membran biologis.[2] Di dalam tumbuhan dan alga, galaktosildiasilgliserol,[3] dan
sulfokinovosildiasilgliserol,[4] yang kekurangan gugus fosfat, adalah komponen penting dari
membran kloroplas dan organel yang berhubungan dan merupakan lipid yang paling melimpah
di dalam jaringan fotosintesis, termasuk tumbuhan tinggi, alga, dan bakteri tertentu.

Dwilapis telah ditemukan untuk memamerkan tingkat-tingkat tinggi dari keterbiasan ganda yang
dapat digunakan untuk memeriksa derajat keterurutan (atau kekacauan) di dalam dwilapis
menggunakan teknik seperti interferometri polarisasi ganda.
Organisasi-mandiri fosfolipid: liposom bulat, misel, dan dwilapis lipid.

Cadangan energi

Triasilgliserol, tersimpan di dalam jaringan adiposa, adalah bentuk utama dari cadangan energi di
tubuh hewan. Adiposit, atau sel lemak, dirancang untuk sintesis dan pemecahan sinambung dari
triasilgliserol, dengan pemecahan terutama dikendalikan oleh aktivasi enzim yang peka-hormon,
lipase.[5] Oksidasi lengkap asam lemak memberikan materi yang tinggi kalori, kira-kira 9 kkal/g,
dibandingkan dengan 4 kkal/g untuk pemecahan karbohidrat dan protein. Burung pehijrah yang
harus terbang pada jarak jauh tanpa makan menggunakan cadangan energi triasilgliserol untuk
membahanbakari perjalanan mereka.[6]

Pensinyalan

Di beberapa tahun terakhir, bukti telah mengemuka menunjukkan bahwa pensinyalan lipid
adalah bagian penting dari pensinyalan sel.[7] Pensinyalan lipid dapat muncul melalui aktivasi
reseptor protein G berpasangan atau reseptor nuklir, dan anggota-anggota beberapa kategori lipid
yang berbeda telah dikenali sebagai molekul-molekul pensinyalan dan sistem kurir kedua.[8]
Semua ini meliputi sfingosina-1-fosfat, sfingolipid yang diturunkan dari seramida yaitu molekul
kurir potensial yang terlibat di dalam pengaturan pergerakan kalsium,[9] pertumbuhan sel, dan
apoptosis;[10] diasilgliserol (DAG) dan fosfatidilinositol fosfat (PIPs), yang terlibat di dalam
aktivasi protein kinase C yang dimediasi kalsium;[11] prostaglandin, yang merupakan satu jenis
asam lemak yang diturunkan dari eikosanoid yang terlibat di dalam radang and kekebalan;[12]
hormon steroid seperti estrogen, testosteron, dan kortisol, yang memodulasi fungsi reproduksi,
metabolisme, dan tekanan darah; dan oksisterol seperti 25-hidroksi-kolesterol yakni agonis
reseptor X hati.[13]
Fungsi lainnya

Vitamin-vitamin yang "larut di dalam lemak" (A, D, E, dan K1) – yang merupakan lipid berbasis
isoprena – gizi esensial yang tersimpan di dalam jaringan lemak dan hati, dengan rentang fungsi
yang berbeda-beda. Asil-karnitina terlibat di dalam pengangkutan dan metabolisme asam lemak
di dalam dan di luar mitokondria, di mana mereka mengalami oksidasi beta.[14] Poliprenol dan
turunan terfosforilasi juga memainkan peran pengangkutan yang penting, di dalam kasus ini
pengangkutan oligosakarida melalui membran. Fungsi gula fosfat poliprenol dan gula difosfat
poliprenol di dalam reaksi glikosilasi ekstra-sitoplasmik, di dalam biosintesis polisakarida
ekstraselular (misalnya, polimerisasi peptidoglikan di dalam bakteri), dan di dalam protein
eukariotik N-glikosilasi.[15][16] Kardiolipin adalah sub-kelas gliserofosfolipid yang mengandung
empat rantai asil dan tiga gugus gliserol yang tersedia melimpah khususnya pada membran
mitokondria bagian dalam.[17] Mereka diyakini mengaktivasi enzim-enzim yang terlibat dengan
fosforilasi oksidatif.[18]

Metabolisme
Lemak yang menjadi makanan bagi manusia dan hewan lain adalah trigliserida, sterol, dan
fosfolipid membran yang ada pada hewan dan tumbuhan. Proses metabolisme lipid menyintesis
dan mengurangi cadangan lipid dan menghasilkan karakteristik lipid fungsional dan struktural
pada jaringan individu.

Biosintesis

Karena irama laju asupan karbohidrat yang cukup tinggi bagi makhluk hidup dan puri mirip
hanoman, maka asupan tersebut harus segera diolah oleh tubuh, menjadi energi maupun
disimpan sebagai glikogen. Asupan yang baik terjadi pada saat energi yang terkandung dalam
karbohidrat setara dengan energi yang diperlukan oleh tubuh, dan sangat sulit untuk menggapai
keseimbangan ini. Ketika asupan karbohidrat menjadi berlebih, maka kelebihan itu akan diubah
menjadi lemak. Metabolisme yang terjadi dimulai dari:

 Asupan karbohidrat, antara lain berupa sakarida, fruktosa, galaktosa pada saluran pencernaan
diserap masuk ke dalam sirkulasi darah menjadi glukosa/gula darah. Konsentrasi glukosa pada
plasma darah diatur oleh tiga hormon, yaitu glukagon, insulin dan adrenalin.
 Insulin akan menaikkan laju sirkulasi glukosa ke seluruh jaringan tubuh. Pada jaringan adiposa,
adiposit akan mengubah glukosa menjadi glukosa 6-fosfat dan gliserol fosfat, masing-masing
dengan bantuan satu molekul ATP.
o Jaringan adiposit ini yang sering dikonsumsi kita sebagai lemak.
 Glukosa 6-fosfat kemudian dikonversi oleh hati dan jaringan otot menjadi glikogen. Proses ini
dikenal sebagai glikogenesis, dalam kewenangan insulin.
o Pada saat rasio glukosa dalam plasma darah turun, hormon glukagon dan adrenalin akan
dikeluarkan untuk memulai proses glikogenolisis yang mengubah kembali glikogen
menjadi glukosa.

 Ketika tubuh memerlukan energi, glukosa akan dikonversi melalui proses glikolisis untuk
menjadi asam piruvat dan adenosin trifosfat.
 Asam piruvat kemudian dikonversi menjadi asetil-KoA, kemudian menjadi asam sitrat dan masuk
ke dalam siklus asam sitrat.
o Pada saat otot berkontraksi, asam piruvat tidak dikonversi menjadi asetil-KoA,
melainkan menjadi asam laktat. Setelah otot beristirahat, proses glukoneogenesis akan
berlangsung guna mengkonversi asam laktat kembali menjadi asam piruvat.

Sementara itu:

 lemak yang terkandung di dalam bahan makanan juga dicerna dengan asam empedu menjadi
misel.
 Misel akan diproses oleh enzim lipase yang disekresi pankreas menjadi asam lemak, gliserol,
kemudian masuk melewati celah membran intestin.
 Setelah melewati dinding usus, asam lemak dan gliserol ditangkap oleh kilomikron dan disimpan
di dalam vesikel. Pada vesikel ini terjadi reaksi esterifikasi dan konversi menjadi lipoprotein.
Kelebihan lemak darah, akan disimpan di dalam jaringan adiposa, sementara yang lain akan
terkonversi menjadi trigliserida, HDL dan LDL. Lemak darah adalah sebuah istilah ambiguitas
yang merujuk pada trigliserida sebagai lemak hasil proses pencernaan, sama seperti penggunaan
istilah gula darah walaupun:
o trigliserida terjadi karena proses ester di dalam vesikel kilomikron
o lemak yang dihasilkan oleh proses pencernaan adalah berbagai macam asam lemak dan
gliserol.

 Ketika tubuh memerlukan energi, baik trigliserida, HDL dan LDL akan diurai dalam sitoplasma
melalui proses dehidrogenasi kembali menjadi gliserol dan asam lemak. Reaksi yang terjadi
mirip seperti reaksi redoks atau reaksi Brønsted–Lowry; asam + basa --> garam + air; dan
kebalikannya garam + air --> asam + basa
o Proses ini terjadi di dalam hati dan disebut lipolisis. Sejumlah hormon yang antagonis
dengan insulin disekresi pada proses ini menuju ke dalam hati, antara lain:
 Glukagon, sekresi dari kelenjar pankreas
 ACTH, GH, sekresi dari kelenjar hipofisis
 Adrenalin, sekresi dari kelenjar adrenal
 TH, sekresi dari kelenjar tiroid
o Lemak di dalam darah yang berlebih akan disimpan di dalam jaringan adiposa.
 Lebih lanjut gliserol dikonversi menjadi dihidroksiaketon, kemudian menjadi dihidroksiaketon
fosfat dan masuk ke dalam proses glikolisis.
 Sedangkan asam lemak akan dikonversi di dalam mitokondria dengan proses oksidasi, dengan
bantuan asetil-KoA menjadi adenosin trifosfat, karbondioksida dan air.

Kejadian ini melibatkan sintesis asam lemak dari asetil-KoA dan esterifikasi asam lemak pada
saat pembuatan triasilgliserol, suatu proses yang disebut lipogenesis atau sintesis asam lemak.[19]
Asam lemak dibuat oleh sintasa asam lemak yang mempolimerisasi dan kemudian mereduksi
satuan-satuan asetil-KoA. Rantai asil pada asam lemak diperluas oleh suatu daur reaksi yang
menambahkan gugus asetil, mereduksinya menjadi alkohol, mendehidrasinya menjadi gugus
alkena dan kemudian mereduksinya kembali menjadi gugus alkana. Enzim-enzim biosintesis
asam lemak dibagi ke dalam dua gugus, di dalam hewan dan fungi, semua reaksi sintasa asam
lemak ini ditangani oleh protein tunggal multifungsi,[20] sedangkan di dalam tumbuhan, plastid
dan bakteri memisahkan kinerja enzim tiap-tiap langkah di dalam lintasannya.[21][22] Asam lemak
dapat diubah menjadi triasilgliserol yang terbungkus di dalam lipoprotein dan disekresi dari hati.

Sintesis asam lemak tak jenuh melibatkan reaksi desaturasa, di mana ikatan ganda diintroduksi
ke dalam rantai asil lemak. Misalnya, pada manusia, desaturasi asam stearat oleh stearoil-KoA
desaturasa-1 menghasilkan asam oleat. Asam lemak tak jenuh ganda-dua (asam linoleat) juga
asam lemak tak jenuh ganda-tiga (asam linolenat) tidak dapat disintesis di dalam jaringan
mamalia, dan oleh karena itu asam lemak esensial dan harus diperoleh dari makanan.[23]

Sintesis triasilgliserol terjadi di dalam retikulum endoplasma oleh lintasan metabolisme di mana
gugus asil di dalam asil lemak-KoA dipindahkan ke gugus hidroksil dari gliserol-3-fosfat dan
diasilgliserol.[24]

Terpena dan terpenoid, termasuk karotenoid, dibuat oleh perakitan dan modifikasi satuan-satuan
isoprena yang disumbangkan dari prekursor reaktif isopentenil pirofosfat dan dimetilalil
pirofosfat.[25] Prekursor ini dapat dibuat dengan cara yang berbeda-beda. Pada hewan dan
archaea, lintasan mevalonat menghasilkan senyawa ini dari asetil-KoA,[26] sedangkan pada
tumbuhan dan bakteri lintasan non-mevalonat menggunakan piruvat dan gliseraldehida 3-fosfat
sebagai substratnya.[25][27] Satu reaksi penting yang menggunakan donor isoprena aktif ini adalah
biosintesis steroid. Di sini, satuan-satuan isoprena digabungkan untuk membuat skualena dan
kemudian dilipat dan dibentuk menjadi sehimpunan cincin untuk membuat lanosterol.[28]
Lanosterol kemudian dapat diubah menjadi steroid, seperti kolesterol dan ergosterol.

http://id.wikipedia.org/wiki/Lemak

Lipid diet utama bagi manusia dan hewan lainnya hewan dan tumbuhan trigliserida, sterol, dan
fosfolipid membran. Proses metabolisme lipid menyintesis dan degradasi lipid toko dan
menghasilkan lipid struktural dan fungsional karakteristik dari jaringan individu.

Biosintesis

Pada hewan, bila ada kelebihan pasokan karbohidrat makanan, kelebihan karbohidrat diubah
menjadi triacylglycerol. Hal ini melibatkan sintesis asam lemak dari asetil-KoA dan esterifikasi
asam lemak dalam produksi triacylglycerol, proses yang disebut lipogenesis. Asam lemak yang
dibuat oleh synthases asam lemak yang mempolimerisasi dan kemudian mengurangi asetil-KoA
unit. Rantai asil dalam asam lemak diperluas oleh siklus reaksi yang menambahkan gugus asetil,
mereduksinya menjadi alkohol, dehidrasi untuk kelompok alkena dan kemudian mengurangi lagi
untuk kelompok alkana. Enzim-enzim biosintesis asam lemak dibagi menjadi dua kelompok,
pada hewan dan jamur semua reaksi asam lemak sintase dilakukan oleh protein tunggal
multifungsi, sementara di plastida tanaman dan bakteri enzim yang terpisah melakukan setiap
langkah dalam jalur tersebut. Asam lemak dapat selanjutnya dikonversi ke triacylglycerols yang
dikemas dalam lipoprotein dan disekresi dari hati.

Sintesis asam lemak tak jenuh melibatkan reaksi desaturation, dimana ikatan ganda
diperkenalkan ke dalam rantai asil lemak. Sebagai contoh, pada manusia, desaturasi asam stearat
oleh stearoil-CoA desaturase-1 menghasilkan asam oleat. Asam tak jenuh ganda-asam linoleat
lemak serta asam linolenat triply-tak jenuh tidak dapat disintesis dalam jaringan mamalia, dan
oleh karena itu asam lemak esensial dan harus diperoleh dari makanan.

Sintesis Triacylglycerol terjadi dalam retikulum endoplasma oleh jalur metabolik di mana gugus
asil lemak asil-di COA akan ditransfer ke gugus hidroksil dari gliserol-3-fosfat dan diasilgliserol.

Terpene dan isoprenoidnya, termasuk karotenoid, dibuat oleh perakitan dan modifikasi unit
isoprena disumbangkan dari prekursor isopentenil pirofosfat reaktif dan pirofosfat dimethylallyl.
Prekursor ini dapat dibuat dalam cara yang berbeda. Pada hewan dan archaea, jalur mevalonate
menghasilkan senyawa ini dari asetil-KoA, sedangkan pada tumbuhan dan bakteri non-jalur
mevalonate menggunakan piruvat dan gliseraldehida 3-fosfat sebagai substrat. Salah satu reaksi
penting yang menggunakan donor isoprena ini diaktifkan biosintesis steroid. Di sini, unit
isoprena bergabung bersama untuk membuat squalene dan kemudian dilipat dan dibentuk
menjadi satu set cincin untuk membuat lanosterol. Lanosterol kemudian dapat diubah menjadi
steroid lain seperti kolesterol dan ergosterol.

Degradasi

Oksidasi beta adalah proses metabolisme di mana asam lemak dipecah dalam mitokondria dan /
atau dalam peroksisom untuk menghasilkan asetil-KoA. Untuk sebagian besar, asam lemak
dioksidasi oleh suatu mekanisme yang mirip dengan, tapi tidak identik dengan, pembalikan dari
proses sintesis asam lemak. Artinya, dua-karbon serpihan dikeluarkan secara berurutan dari
ujung karboksil asam setelah langkah-langkah dehidrogenasi, hidrasi, dan oksidasi untuk
membentuk asam beta-keto, yang terbelah oleh thiolysis. The-asetil KoA kemudian akhirnya
diubah menjadi ATP, CO 2, dan H 2 O menggunakan siklus asam sitrat dan rantai transpor
elektron. Menghasilkan energi dari oksidasi lengkap dari asam lemak palmitat adalah 106 ATP.
Asam lemak tak jenuh dan aneh-rantai membutuhkan langkah-langkah enzimatik tambahan
untuk degradasi.

http://www.news-medical.net/health/Lipid-Metabolism-%28Indonesian%29.aspx