Vous êtes sur la page 1sur 3

KASUS MUTILASI DI KLUNGKUNG, BALI

1. Bagian Rekontruksi
Rekontruksi kasus mutilasi yang menewaskan Diana Sari dilakukan hingga
100 adegan dan menyangkut 13 lokasi. Pelaku bernama Fikri alias Ekik yang
merupakan seorang pegawai honorer Departemen Agama yang menjadi sopir di
kantor Pengadilan Agama Klungkung. Fikri kerap diminta bantuan di wilayahnya
untuk menyembelih hewan kurban dan acara lainnya. Fikri menghabisi Diana di
kos-kosan di Jalan Kenyeri 9, Desa Tojan, Klungkung, pada 16 Juni 2014 sekitar
pukul 10.30 WITA. Adegan diawali dengan Fikri dengan Diana karena hubungan
mereka diketahui istri terdakwa. Diana kecewa karena Fikri tidak datang ke kos-
kosan beberapa hari. Saat ditanya Fikri mengaku tidur di rumah bersama istrinya.
Diana langsung emosi dan hendak mengambil samurai untuk mencari istri Fikri
dan mengancam akan membunuhnya. Fikri sempat menenangkan Diana agar
jangan sampai nekad begitu. Saat itu Fikri sempat menghidupkan air keran agar
suara pertengkarannya tidak terdengar oleh tetangga sekitarnya. Karena
pertengkeran semakin hebat terdakwa memutar Mp3 dengan tujuan agar tidak
terdengar tetangga kos. Namun Diana tetap ingin keluar untuk mencari istri
terdakwa. Kemudian Fikri menggenggam tangan korban. Namun, karena terus
melawan akhirnya Fikri memukul korban dan membenturkan kepala korban ke
tembok kos-kosan sebeleh barat. Tidak itu saja, Fikri kembali membenturkan
kepala korban ke tembok kos bagian selatan. Fikri kemudian keluar dengan cara
mengendap-ngedap. Saat itu dilihat saksi yang juga tetangga korban, agar tidak
mencurigakan Fikri berpura-pura mengelap sepeda motor Mio milik korban yang
selama ini dipakai Fikri.Kemudian Fikri balik ke kamar sambil membawa kain
panjang yang diambil dari motor. Melihat korban masih terduduk kemudian Fikri
merangkul leher korban dari belakang dan menjeratnya dengan kain tersebut
sekuat tenaga. Sehingga korban gematar dan keluar darah dari hidung Fikri
menyeret tubuh Diana ke kamar mandi dan di situlah Fikri memutilasi tubuh
Diana menjadi puluhan bagian.
Fikri memutilasi Diana dengan menggunakan pisau yang biasa ia gunakan
untuk menyembelih hewan. Awalnya Fikri memenggal kepala korban, kemudian
untuk membuat kasus pembunuhan ini sulit diungkap, Fikri juga menguliti kepala
korban, Fikri mengiris bagian pipi, bibir dan hidung korban serta bagian telingga.
Fikri berharap agar tidak ada yang bisa mengenali wajah Diana. Aksi sadisnya
kemudian dilanjutkan dengan mencungkil mata korban, kemudian memotong-
motong seluruh anggota badan korban. Fikri membutuhkan waktu seharian dari
pagi hingga maghrib untuk memutilasi kekasihnya karena itu Fikri kemudian
sempat beristirahat sambil merokok dan mengobrol bersama buruh bangunan yang
kebetulan sedang bekerja di depan kostnya. Setelah istirahat, Fikri kemudian
melanjutkan kebiadabannya memutilasi Diana. Tak hanya memotong-motong
tubuh korban, Fikri juga tega mencincang organ dalam tubuh korban, sehingga
organ korban ditemukan dalam bentuk yang tidak dapat direka. Terhitung organ
paru, hati, jantung dan beberapa organ lainnya sudah tak berbentuk.
Usai memotong-motong bagian tubuh korban, Fikri langsung membuangnya
ke berbagai tempat, ada 13 titik tempat pembuangan yang dilakukan Fikri. Hingga
saat ini seluruh potongan tubuh dan organ dalam korban belum seluruhnya
ditemukan. Bagian tubuh dan organ dalam korban yang masih belum ditemukan
adalah jari-jari, rahim dan juga beberapa potongan organ korban yang dipotong
dalam bentuk kecil.
Sumber: Merdeka.com; Tribun-bali.com; beritasatu.com(kalau mau isi)
2. Bagian Pengadilan
Setelah melakukan tindakan kejinya tersebut, Fikri akhirnya ditangkap dan
ditahan sebagai terdakwa pada 22 Juni 2014 lalu. Fikri menjalani diadili di ruang
siding Pengadilan Negeri Semarapura. Dalam surat putusannya, hakim
menyatakan terdakwa terbukti bersalah secara sengaja dan berencana terlebih
dahulu merampas nyawa orang lain dan merugikan pihak keluarga korban yang
kehilangan anggota keluarganya. Atas dakwaan tersebut Fikri dihukum penjara
seumur hidup. Vonis itu dinilai lebih ringan dari tuntutan hukuman jaksa penuntut
umum, yang menuntut hukuman mati bagi pelaku. Pemberian vonis hukuman
penjara seumur hidup juga didukung oleh ketersedian pelaku mengikuti sidang,
sikap mau menawab saat sidang dan mau mengakui perbuatannya.
Sumber: nasional.sindonews.com (Kalo mau isi aja ya)