Vous êtes sur la page 1sur 2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada tahun 1983 Pemerintah Kabupaten Magetan memiliki


program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan
ekonomi dengan membuka UPT LIK. UPT LIK adalah sebuah industri
yang mengolah bahan baku kulit hewan seperti sapi, kambing, dan kerbau
menjadi bahan setengah jadi berupa kulit siap pakai untuk berbagai
kerajinan, demi memaksimalkan program tersebut pemerintah berinisiatif
mengikutsertakan penduduk sekitar industri dengan cara menciptakan
sentra kerajinan kulit. Kerajinan kulit Sempurna didirikan pertama kali
bersama 3 kerajinan lainnya seperti ........ Keempat kerajinan ini
merupakan cikal bakal dari sentra kerajinan kulit yang sekarang sudah
berkembang dan kita kenal “Kerajinan Kulit Jalan Sawo”.

Kerajinan

Berpakaian atau fashion merupakan kebutuhan manusia, disamping


untuk melindungi diri dari alam juga bisa digunakan untuk mempercantik
diri. Baru baru ini terdapat trend vintage yaitu pakaian yang didominasi
oleh bahan dasar kulit hewan. Melihat dari bahan dasar tersebut sudah
dipastikan bahwa harga belinya mahal. Kebanyakan masyarakat luas yang
ingin bergaya harus rela merogoh saku mereka demi membeli pakaian
berdasar kulit ini.

Banyak beredar pakaian bermodel kulit namun tidak berbahan


dasar dari kulit asli, jenis ini memang memiliki kelebihan berupa harga
yang terjangkau berbeda dengan bahan dasar kulit asli yang notabane nya
memiliki kualitas bagus dan tahan terhadap perubahan jaman. Melihat
peluang tersebut Pemerintah Kabupaten Magetan membuka sentra
kerajinan kulit di daerah Selosari dengan harapan dapat memberdayakan
masyarakat serta dapat menghasilkan produk kerajinan kulit unggulan
yang memiliki harga terjangkau.

Melihat akan kebutuhan pasar terus meningkat maka bisnis


kerajinan kulit ini menjadi sorotan utama warga Magetan yang ingin
berbisnis karena disamping menjanjikan keuntungan berlimpah, bisinis ini
juga dapat mengurangi angka pengangguran warga lokal.