Vous êtes sur la page 1sur 5

Analisis Sintesis Tindakan Pemberian Nebulizer Pada An.

A
Di Ruang Anggrek RSUD Kota Salatiga

Hari : Sabtu
Tanggal : 1 Desember 2018
Jam : 06.00 WIB

A. Keluhan Utama
Ibu pasien mengatakan pasien batuk, pilek, suara nggrok nggrok
B. Diagnosa Medis
Kejang Demam Komplek
C. Diagnosa Keperawatan
Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas berhubungan dengan penumpukan sekret
D. Data yang Mendukung Diagnosa Keperawatan
DS :
 Ibu pasien mengatakan pasien sebelumnya kejang dan keluhan sekarang batuk
suara nggrok – nggrok dan pilek
DO :
 Keadaan umum cukup.
 Kesadaran: Composmetis
 Klien tampak rewel
 TTV : N : 110x/menit RR : 30x/menit S: 37,1oC
 Terdapat ingus di hidung
E. Dasar Pemeriksaan
a. Pengertian
Kejang demam adalah kejang yang disebabkan kenaikan suhu tubuh lebih
dari 38,4o C tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat atau gangguan elektrolit
akut pada anak berusia di atas 1 bulan tanpa riwayat kejang sebelumnya (IDAI,
2009).
Kejang demam adalah gangguan neurologis yang paling sering ditemukan
pada anak, hal ini terutama pada rentang usia 4 bulan sampai 4 tahun. Berbagai
kesimpulan telah dibuat oleh para peneliti bahwa kejang demam bisa berhubungan
dengan usia, tingkatan suhu tubuh, serta kecepatan peningkatan suhu tubuh,
termasuk faktor hereditas, juga berperan terhadap bangkitan kejang demam lebih
banyak dibandingkan dengan anak normal (Sodikin, 2012)
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kejang demam
merupakan bangkitan kejang yang terjadi karena peningkatan suhu tubuh sebagai
akibat proses ekstrakranium (pajanan dari suatu penyakit yang dicirikan dengan
demam tinggi namun tanpa adanya tanda-tanda infeksi intrakranial atau penyebab
yang jelas.
b. Etiologi
Menurut Lumban Tobing & Mansjoer (2005), faktor yang berperan dalam
menyebabkan kejang demam antara lain :
1) Demam itu sendiri
2) Efek produk toksik dari pada mikroorganisme (kuman dan virus terhadap
otak).
3) Respon alergik atau keadaan imun yang abnormal oleh infeksi.
4) Perubahan keseimbangan cairan atau elektrolit.
5) Ensefalitis viral (radang otak akibat virus) yang ringan yang tidak diketahui
atau ensekalopati toksik sepintas.
6) Gabungan semua faktor tersebut di atas.
Menurut Amin dan Hardhi (2013) penyebab kejang demam dibedakan
menjadi intrakranial dan ekstrakranial.
Intrakranial meliputi:
1) Trauma (perdarahan): perdarahan subarachnoid, subdural atau ventrikuler.
2) Infeksi: bakteri, virus, parasit misalnya meningitis.
3) Congenital: disgesenis, kelainan serebri
Ekstrakranial meliputi:
1) Gangguan metabolik: hipoglikemia, hipokalsemia, hipomagnesia, gangguan
elektrolit (Na dan K) misalnya pada pasien dengan riwayat diare sebelumnya.
2) Toksik : intoksikasi, anastesi lokal, sindroma putus obat.
3) Congenital: gangguan metabolisme asam basa atau ketergantungan dan
kekurangan piridoksin.

c. Manifestasi Klinik
Menurut Djamaludin (2010), tanda dan gejala anak yang mengalami kejang
demam adalah sebagai berikut:
 Demam
 Saat kejang, anak kehilangan kesadaran, kadang – kadang nafas dapat
berhenti beberapa saat
 Tubuh, termasuk tangan dan kaki jadi kaku, kepala terkulai kebelakang,
disusul gerakan kejut yang kuat
 Warna kulit berubah pucat, bahkan dapat membiru,dan bola mata naik ke
atas
 Gigi terkatup dan kadang disertai muntah
 Nafas dapat berhenti beberapa saat
 Anak tidak dapat mengontrol buang air besar dan kecil
F. Prinsip Tindakan Keperawatan
a. Persiapan alat
1) Masker inhalasi
2) Obat inhalasi (Pulmicort & Ventolin)
3) Nacl
4) Spuit 3cc
5) Bengkok
6) Mesin Nebulizer
7) Kassa secukupnya
b. Persiapan pasien
1. Jelaskan prosedur tindakan yang akan dilakukan
2. Atur posis pasien
3. Jaga privacy pasien
c. Cara kerja
1. Mencuci tangan
2. Atur posisi klien
3. Bersihkan hidung klien dengan kassa basah
4. Hubungkan kabel power Nebulizer ke terminal listrik, pastikan bahwa mesin
nebulizer menyala
5. Masukkan obat sesuai dosis yang diperlukan (ventolin ½ ampul, pulmicort ½
ampul, Nacl 1cc) ke dalam face mask nebulizer lalu tutup kembali dengan cara
diputar
6. Monitor uap atau obat (dengan cara hidupkan mesin Nebulizer lihat apakah
sudah ada uap yang keluar dari face mask Nebulizer)
7. Mengenakan face mask Nebulizer dengan benar kepada klien
8. Menanyakan kepada klien apakah sesaknya mulai berkurang
9. Bila sudah selesai, alat dirapihkan
10.Mengobservasi keadaan umum pasien
d. Tahap Terminasi
1. Mengevaluasi tindakan yang baru dilakukan (subyektif dan obyektif),
Mengkaji kembali kondisi kulit disekitar tempat dilakukan injeksi
2. Berikan reinforcement positif pada klien
3. Kontrak pertemuan selanjutnya untuk melihat apakah klien batuk sudah
berkurang
4. Merapikan dan kembalikan alat
5. Mencuci Tangan
6. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
e. Tahap Dokumentasi
1) Mencatat prosedur dan respon klien selama prosedur
2) Mencatat waktu tindakan (hari tanggal, jam).
3) Mencatat nama perawat yang melakukan tindakan/tanda tangan
f. Hal-hal yang harus diperhatikan
Terapi nebulizer memiliki resiko seperti infeksi, airway reactivity, pulmonary
dan efeksistemik, serta drug reconsentration. Perlu ada perawat yang
mendampingi untuk memantau perkembangan atau perubahan yang terjadi pada
pasien
G. Analisis Tindakan
Nebulizer adalah alat yang dapat mengubah obat yang berbentuk larutan
menjadi aerosol secara terus- menerus dengan tenaga yang berasal dari udara yang
dipadatkan atau gelombang ultrasonik danalat untuk merubah cairan (obat) menjadi
uap yang sangat halus agar bisa dihisap ke dalam saluran pernafasan dan paru-paru.
Tujuan penggunaan alat nebulizer untuk mengencerkan dan mengurangi dahak
bahkan mengatasi bronkospasme
H. Bahaya Dilakukannya Tindakan
Terapi nebulizer memiliki resiko seperti infeksi, airway reactivity, pulmonary
dan efeksistemik, serta drug reconsentration. Perlu ada perawat yang mendampingi
untuk memantau perkembangan atau perubahan yang terjadi pada pasien
I. Tindakan Keperawatan Lain yang Dilakukan
a. Pantau frekuensi dan kedalaman pernapasan.
b. Pertahankan jalan napas paten
c. Tempatkan pasien pada posisi yang nyaman
J. Hasil yang Didapatkan Setelah Dilakukan Tindakan
S : Ibu pasien mengatakan pasien masih batuk nggrok nggrok, dahak keluar sedikit
O :
 Pasien tampak lebih tenang
 RR: 26x/menit S: 36,8OC
A : Masalah teratasi
P : Intervesi dilanjutkan pemberian nebulizer per 12 jam
K. Evaluasi Diri
Pelaksanaan pemberian terapi inhalasi dengan nebulizer yang telah dilakukan sudah
sesuai dengan standar operasional prosedur dan tidak mengalami kesulitan saat
melakukan tindakan.
L. Daftar Pustaka / Referensi

1) Amin, Hardhi. 2013. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis


& NANDA NIC NOC, JILID 1,2. Yogyakarta: MediAction Publishing.

2) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 2009. Buku Ajar Respirologi Anak, Edisi
Pertama. Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia.

3) PN. Evelin dan Djamaludin., N. 2010. Panduan Pintar Merawat Bayi dan Balita.
Jakarta: PT Wahyu Media

4) https://dokumen.tips/documents/analisa-sintesa-tindakan-nebulizer.html. Diakses
tanggal 1 Desember 16.30.
.

Mengetahui
Mahasiswa Praktikan Pembimbing Klinik/CI

Rizki Vita Astuti Natalia Yustiningsih Amd.Kep.