Vous êtes sur la page 1sur 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Senyawa-senyawa organik tidak hanya memiliki satu gugus fungsi saja. Akan tetapi,
banyak senyawa organik yang mengandung beberapa macam gugus fungsi dalam satu
molekul. Senyawa organik yang memiliki dua gugus fungsi atau dikenal dengan dwifungsi.
Senyawaan organik tersebut misalnya asam dikarboksilat yang memiliki dua gugus fungsi
yang sama dan juga terdapat senyawa organik yang mempunyai dua gugus fungsi yang
berbeda seperti asam hidroksi atau keton. Dalam makalah ini hanya membahas tentang asam
dikarboksilat.
Asam dikarboksilat merupakan senyawa yang mempunyai dua gugus karboksil
dalam struktur kimianya. Di alam banyak kita temukan asam dikarboksilat sederhana.
Asam-asam dikarboksilat sederhana tersebut memiliki nama dari sumber asalnya.
Contohnya, asam oksalat yang merupakan asam dikarboksilat paling sederhana dengan
strukturnya terdiri dari dua gugus karboksil. Dimana asam oksalat tersebut banyak terdapat
pada tanaman dari keluarga oxalis.
Dalam makalah ini membahas materi asam dikarboksilat yang mencakup dari
struktur asam dikarboksilat , sifat-sifatnya baik itu sifat kimia maupun sifat fisik dari asam
dikarboksilat itu sendiri dan isomer yang dimiliki dari asam dikarboksilat. Selain itu,
tatanama asam dikarboksilat dari tatanama IUPAC-nya maupun nama lazim atau trivial.
Pembuatan asam dikarboksilat serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari akan
dibahas dalam makalah ini juga.
1.2 Tujuan
1. Mampu mengetahui dan memahami berbagai struktur dari asam dikarboksilat.
2. Mampu menamai senyawa asam dikarboksilat sesuai aturan IUPAC dan mengetahui
tatanama trivial dari asam dikarboksilat serta isomer dari asam dikarboksilat.
3. Mengetahui dan memahami sifat-sifat dari asam dikarboksilat baik sifat fisik maupun
kimia.
4. Mengetahui cara pembuatan asam dikarboksilat beserta kegunaannya dalam
kehidupan.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Struktur Asam Dikarboksilat


Asam dikarboksilat atau asam alkanadioat memiliki dua gugus karboksil di dalam
struktur kimianya. Asam dikarboksilat ini mempunyai rumus umum yaitu
CnH2n(COOH)2. Berdasarkan jenis ikatannya, asam dikarboksilat terbagi menjadi dua
yaitu asam dikarboksilat jenuh dan tak jenuh. Asam dikarboksilat jenuh yaitu asam-asam
dikarboksilat yang memiliki deretan sejenis dari rumus umum CnH2n(COOH)2 seperti
asam oksalat dan lainnya. Sedangkan asam dikarboksilat tak jenuh yakni asam maleat dan
asam fumarat. Berikut ini macam-macam struktur dari asam dikarboksilat :
1. Struktur Umum :
Asam dikarboksilat mempunyai struktur umum yaitu :
(CH2)n- (COOH)2 atau HOOC-R-COOH
2. Struktur Garis :

1. asam etanadioat (asam oksalat)

2. asam butanadioat (asam suksinat)

3. asam pentanadioat (asam glutarat)


CH3

O CH2 O

HO OH
4. asam 3- etil heptanadioat

O
H
H
HO

O OH
5. asam cis-2-pentenadioat
3. Struktur termampatkan
1. HO2C(CH2)5CO2H : asam heptanadioat (asam pimelat)
2. HO2C(CHOH)2CO2H : asam 2,3-dihidroksipentanadioat
3. HO2CCH2=C(CH3)CH2CO2H : asam 3-metil-2-pentenadioat
4. HO2CCHBr(CH2)3CHBrCO2H : asam 2,6-dibromoheptanadioat
5. HO2CCH(OH)CH(OH)CO2H : asam tartarat
4. Struktur poligon

1. : asam ftalat

2. : asam p- ftalat (asam tereftalat)

3. : asam difenat (asam 2,2′-bifenildikarboksilat)

2.2 Tatanama dan Isomer Asam Dikarboksilat


a. Tatanama IUPAC Asam Dikarboksilat

Penamaan asam dikarboksilat menurut aturan IUPAC sama halnya dengan


penamaan asam karboksilat. Akan tetapi, akhiran dari asam dikarboksilat dengan asam
karboksilat berbeda. Dimana, asam dikarboksilat dibubuhi awalan asam dan ditambah
akhiran –dioat (tambahan –di menunjukkan adanya dua gugus karboksil). Huruf –a dari
alkana tetap ada di depan huruf mati.
Penamaan asam dikarboksilat bercabang, rantai terpanjang asam dikarboksilat yang
mengandung dua gugus karboksil digunakan sebagai dasar nama atau rantai utama.
Pemberian nomor dimulai dari atom karbon karboksil ujung yang satu ke atom karbon
karboksil ujung yang lain. Atom karbon karboksil yang paling dekat dengan rantai cabang
atau subtituen dan ikatan rangkap atau ikatan rangkap tiga harus mendapat nomor
terendah.
Contoh :

CO2H

HO2C

Nama IUPAC : asam 2-isopropiltereftalat

b. Tatanama Trivial Asam Dikarboksilat

Nama trivial dari senyawa-senyawa asam dikarboksilat lebih sering digunakan


daripada nama IUPAC. Nama-nama trivial atau nama umum dari asam dikarboksilat ini
biasanya berasal dari kata Latin atau Yunani yang menyatakan sumber asal diperoleh
asamnya. Contohnya, asam malonat yang ditemukan pada apel (Yunani, malon), asam
suksinat yang mula-mula diperoleh dari tengguli atau kuning sawo ( Latin, succinum),
asam adipat dan pimelat yang terdapat pada lemak ( Latin, adeps) dan (Yunani,pimele)
serta asam-asam dikarboksilat lainnya.
Penamaan trivial untuk asam dikarboksilat bercabang menggunakan huruf Yunani
(α, β, γ dan seterusnya). Dimana huruf Yunani tersebut menunjukkan atau menandai posisi
subtituen dalam hubungannya dengan gugus karboksil. Penamaan tersebut dimulai dengan
atom karbon α.
Tabel 1.1 beberapa contoh asam dikarboksilat alifatik

Nama IUPAC Nama Trivial


Rumus Molekul

HOOC-COOH asam etanadioat asam oksalat


HOOC-CH2-COOH asam propanadioat asam malonat
HOOC-(CH2)2-COOH asam butanadioat asam suksinat
HOOC-(CH2)3-COOH asam pentanadioat asam glutarat
HOOC-(CH2)4-COOH asam heksanadioat asam adipat
HOOC-(CH2)5-COOH asam heptanadioat asam pimelat
HOOC-(CH2)6-COOH asam oktanadioat asam suberat
HOOC-(CH2)7-COOH asam nonadioat asam azelat
HOOC-(CH2)8-COOH asam dekanadioat asam sebakat

c. Isomer Asam Dikarboksilat

Isomer yang terjadi pada asam dikarboksilat ialah isomer geometri (cis-trans) dan
isomer posisi. Isomer geometri yang biasa terjadi pada asam dikarboksilat dan banyak
ditemukan dalam berbagai literatur yaitu asam maleat dan asam fumarat yang merupakan
isomer dari asam 2- butenadioat.
a. Isomer geometri (cis-trans)
Contohnya :

1. Pada asam 2-pentenadioat ( asam glutakonat)

(asam cis-2-pentenadioat) (asam trans-2-pentenadioat)

2. Pada asam 2-metil-2-butenadioat

Asam sitrakonat Asam mesakonat


(asam cis-2-metil-2-butenadioat) (asam trans-2-metil-2-butenadioat)

2.3 Sifat-sifat Asam Dikarboksilat

a. Sifat fisik

Sifat fisis dari asam karboksilat umumnya berwujud padatan yang berupa
kristal ataupun bubuk. Kebanyakan senyawa asam dikarboksilat, seperti asam
oksalat berupa padatan tak berwarna. Kecuali, etil malonat yang berwujud cairan
tak berwarna dengan bau buah yang sedap.
Asam dikarboksilat yang mengandung atom karbon yang berjumlah genap
memiliki titik leleh yang sangat tinggi dan kelarutan dalam air rendah
dibandingkan dengan atom karbon yang ganjil. Hal tersebut dapat dilihat pada
tabel dibawah ini :
Tabel 1.2 Sifat Fisis asam dikarboksilat

Nama Rumus Titik leleh Kelarutan dalam 100 g


,°C. ʈ air, g.
Asam oksalat (COOH)2 186-187 (d.) 10 pada 20°
Asam malonat CH2(COOH)2 130-135 (d.) 138 pada 60°
Asam suksinat (CH2)2(COOH)2 189-190 6,8 pada 20°
Asam glutarat (CH2)3(COOH)2 97,5 63,9 pada 20°
Asam adipat (CH2)4(COOH)2 151-153 1,4 pada 15°

Keterangan : ʈ (d.) = dengan dekomposisi


b. Sifat kimia

Asam-asam dikarboksilat mempunyai gugus fungsional yang berbeda

dengan asam-asam karboksilat. Dimana asam-asam dikarboksilat tersebut sering

menunjukkan sifat kimia yang unik. Pada umumnya, sifat kimia dari asam-asam

dikarboksilat dengan asam-asam karboksilat sama, namun ada beberapa yang

berbeda.

Keasaman pada asam-asam dikarboksilat lebih besar dibandingkan asam-

asam karboksilat. Hal tersebut dikarenakan asam-asam dikarboksilat memiliki dua

gugus karboksil dimana keasamannya akan bertambah menjadi sangat asam.

Asam-asam dikarboksilat mempunyai dua tetapan keasaman ionisasi :


K1 - K2 -
HOOC(CH2)nCOOH OOC(CH2)nCOOH OOC(CH2)nCOO-

Tetapan keasaman ionisasi pertama (K1) lebih besar daripada tetapan keasaman

ionisasi kedua (K2), dan harga pK1 lebih kecil dibandingkan dengan harga pK2.

Tabel 1.3 Tetapan keasaman beberapa asam dikarboksilat

Tetapan keasaman
Nama senyawa
K1 K2
Asam oksalat 5,4 x 10-2 5,4 x 10-5
Asam malonat 1,4 x 10-3 0,2 x 10-5
Asam suksinat 6,2 x 10-5 0,2 x 10-5
Asam glutarat 4,6 x 10-5 0,4 x 10-5

Dapat dilihat dari tabel diatas, K1 dari asam-asam dikarboksilat lebih


besar dibandingkan dengan Ka dari asam asetat (1,8 x 10-5). Hal tersebut
disebabkan oleh adanya gugus karboksil yang bersifat sebagai gugus penarik
elektron sehingga membantu pemantapan muatan negatif yang terdapat pada ion
monokarboksilat.
Makin dekat jarak antara dua gugus fungsi maka akan semakin kuat
pengaruh keasamannya. Jadi, asam oksalat mempunyai K1 yang paling besar.
Oleh sebab itu, asam oksalat merupakan asam yang cukup kuat dibandingkan
asam-asam dikarboksilat lainnya. Sebaliknya, nilai K2 lebih kecil dibandingkan
Ka dari asam asetat dikarenakan tolakan di antara muatan negatif yang terbentuk
menggoyahkan dianion dari dikarboksilat.
2.4 Pembuatan Asam Dikarboksilat
Pembuatan dari asam dikarboksilat hampir sama dengan pembuatan asam
karboksilat. Asam-asam dikarboksilat dapat dibuat dengan beberapa metode, yaitu :
1. Oksidasi alkena
Sikloheksena dapat dioksidasi dengan menggunakan katalis MnO4 dengan
pemanasan akan menghasilkan asam adipat. Reaksi ini memerlukan zat
pengoksidasi yang kuat seperti pada alkohol. Reaksinya :

MnO4
kalor HO2CCH2CH2CH2CH2CO2H
asam heksanadioat
sikloheksena (asam adipat)

2. Oksidasi rantai samping aromatik

asam ftalat dapat juga dibuat dari naftalena atau o-xilena melalui oksidasi
yang serupa, dengan menggunakan katalis V2O5 atau kobalt dan oksigen. Berikut
reaksi sintesis asam ftalat melalui oksidasi dari naftalena :
COOH
O V O
2, 2 5
400°
COOH

naftalena asam ftalat

4. Reaksi Grignard

Sintesis Grignard dapat digunakan dalam pembuatan asam


dikarboksilat dari dibromoalkana yang mana posisi atom bromin terletak
di kedua ujung atom karbon. Contoh reaksi pembuatan asam pimelat dari
1,5-dibromopentana :

(1) CO2
BrMg(CH2)5MgBr COOH(CH2)5COOH
(2) H O, H+
2
2.5 Kegunaan Asam Dikarboksilat
Kegunaan dari senyawa asam-asam dikarboksilat antara lain :
1. Asam oksalat digunakan sebagai penghilang karat, sebagai pereaksi
pada pembuatan zat warna, sebagai bahan pemurni dalam industri
farmasi dan keperluan lainnya.
2. Asam suksinat digunakan dalam industri makanan dan minuman,
terutama sebagai pemanis.
3. Asam Glutarat digunakan dalam produksi poliester poliol, poliamida,
peliat ester dan inhibitor korosi, dalam sintesis obat-obatan,
surfaktan dan senyawa logam finishing.
4. Asam adipat digunakan sebagai monomer untuk produksi nilon
melalui reaksi polikondensasi dengan heksametilena diamina,
membentuk 6,6-nilon, sebagai reaktan untuk membentuk komponen
pemlastis dan pelumas ,dalam bumbu masakan sebagai penyedap
rasa.
5. Asam suberat digunakan sebagai plasticizer, pelumas, cairan hidrolik,
kosmetik, lilin. Selain itu asam suberat juga digunakan dalam sintesis
poliamida dan resin alkid serta digunakan sebagai perantara untuk
aromatik, antiseptik dan bahan lukisan.
6. Asam tereftalat digunakan sebagai bahan dasar yang diperlukan untuk
pembuatan serat sintentik Dacron.
7. Asam ftalat sering digunakan dalam industri, terutama sebagai bahan
baku untuk sintesis zat-zat organik lain, seperti plastik,beberapa zat
warna , resin, dan beberapa insektida.
8. Asam dodekanadioat digunakan dalam produksi nilon (nylon-6,12),
poliamida, pelapis, perekat, gemuk, poliester, zat warna, deterjen,
dalam antiseptik, dan wewangian. Asam ini sekarang diproduksi oleh
fermentasi alkana rantai panjang dengan strain tertentu dari Candida
tropicalis.
DAFTAR PUSTAKA

Fessenden,Ralp J, dan Joan S. Fessenden. 1991. Kimia Organik Edisi Ketiga


Jilid 2. (Terjemahan A.H. Pudjatmaka). Jakarta: Erlangga
Hart,Harlod. 1983. Kimia Organik: Suatu Kuliah Singkat Edisi Keenam.
(Terjemahan Suminar Achmadi). Jakarta: Erlangga.
Hart,Harlod, Leslie E. Craine, dan David J. Hart. 2003. Kimia Organik: Suatu
Kuliah Singkat Edisi Kesebelas. (Terjemahan Suminar Achmadi).
Jakarta: Erlangga.
Kelley,Louise. 1957. Organic Chemistry Second Edition. New York :
McGraw-Hill Book Company.
Sumardjo,Damin.2008. Pengantar Kimia. Jakarta : EGC