Vous êtes sur la page 1sur 17

A.

Fungsi statistika
Statistik menggambarkan data dalam bentuk tertentu
Statistik dapat menyederhanakan data yang kompleks menjadi data yang mudah dimengerti
Statistik merupakan teknik untuk membuat perbandingan
Statistik dapat memperluas pengalaman individu
Statistik dapat mengukur besaran dari suatu gejala
Statistik dapat menentukan hubungan sebab akibat
B. Kegunaan Statistika
Membantu penelitian dalam menggunakan sampel sehingga penelitian dapat bekerja efisien
dengan hasil yang sesuai dengan obyek yang ingin diteliti
Membantu penelitian untuk membaca data yang telah terkumpul sehingga peneliti dapat
mengambil keputusan yang tepat
Membantu peneliti untuk melihat ada tidaknya perbedaan antara kelompok yang satu dengan
kelompok yang lainnya atas obyek yang diteliti
Membantu peneliti untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel yang satu dengan
variabel yang lainnya
Membantu peneliti dalam menentukan prediksi untuk waktu yang akan datang
Membantu peneliti dalam melakukan interpretasi atas data yang terkumpul (M.Subana dkk,
2000;14)
Pemerintah menggunakan statistika untuk menilai hasil pembangunan masa lalu dan
merencanakan masa mendatang
Pimpinan menggunakannya untuk pengangkatan pegawai baru, pembelian peralatan baru,
peningkatan kemampuan karyawan, perubahan sistem kepegawaian, dsb.
Para pendidik sering menggunakannya untuk melihat kedudukan siswa, prestasi belajar,
efektivitas metoda pembelajaran, atau media pembelajaran.
Para psikolog banyak menggunakan statistika untuk membaca hasil pengamatan baik melalui tes
maupun obserbasi lapangan.
C. Peranan Statistika
- Di dalam penelitian, statistika berperan untuk:
Memberikan informasi tentang karakteristik distribusi suatu populasi tertentu, baik diskrit
maupun kontinyu. Pengetahuan ini berguna dalam menghayati perilaku populasi yang sedang
diamati
Menyediakan prosedur praktis dalam melakukan survey pengumpulan data melalui metode
pengumpulan data (teknik sampling). Pengetahuan ini berguna untuk mendapatkan hasil
pengukuran yang terpercaya
Menyediakan prosedur praktis untuk menduga karakteristik suatu populasi melalui pendekatan
karakteristik sampel, baik melalui metode penaksiran, metode pengujian hipotesis, metode
analisis varians. Pengetahuan ini berguna untuk mengetahui ukuran pemusatan dan ukuran
penyebaran serta perbedaan dan kesamaan populasi.
Menyediakan prosedur praktis untuk meramal keadaan suatu obyek tertentu di masa mendatang
berdasarkan keadaan di masa lalu dan masa sekarang. Melalui metode regresi dan metode deret
waktu. Pengetahuan ini berguna memperkecil resiko akibat ketidakpastian yang dihadapi di masa
mendatang.
Menyediakan prosedur praktis untuk melakukan pengujian terhadap data yang bersifat kualitatif
melalui statistik non parametrik.
- Sementara menurut Sugiyono (2003:12), statistika berperan untuk:
Alat untuk menghitung besarnya anggota sampel yang diambil dari suatu populasi, sehingga
jumlah sampel yang dibutuhkan akan lebih dapat dipertanggungjawabkan
Alat untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen sebelum instrumen tersebut digunakan
dalam penelitian
Sebagai teknik untuk menyajikan data, sehingga data lebih komunikatif, misalnya melalui tabel,
grafik, atau diagram
 Alat untuk menganalisis data seperti menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian.

Pengaruh Statistika dalam Teknologi Informasi

Teknologi, biasanya dipandang sebagai penggunaan ilmu pengetahuan untuk membuat kemajuan
dalam semua bidang kehidupan, budaya utama yang membentuk hidup kita setiap filsafat,
agama, organisasi sosial, atau politik sistem. Pada saat ilmu pengetahuan milik dunia filsafat,
teknologi adalah domain pengrajin yang memalsukan alat dari bahan alami. Hari ini, hal itu
dirasakan sebagai penerapan prinsip-prinsip ilmiah desain dan pembuatan alat-alat yang berbeda
secara luas sebagai baterai arloji kuarsa, komputer, superglue, dan kombinasi penuai
(Makhurane, 1995). Di bidang pendidikan statistik, teknologi ini biasanya memikirkan dalam hal
komputer dan terkait komputasi statistik paket, yang bersama-sama telah menjadi setiap statistik
tak tergantikan alat kerja, serta video dan alat-alat lain yang digunakan dalam pengajaran
probabilitas dan statistik. Namun, terutama di negara-negara berkembang, mulai dari yang sering
digunakan, biaya rendah yang kurang bahan yang digunakan mahal, dan peralatan canggih. Kami
menawarkan ringkasan berikut contoh teknologi formulir yang digunakan dalam statistik.

• • Pengumpulan data: kuesioner, clipboard, pena / pensil, peta, telepon, layanan pos.

• • Mengedit data: ringkasan bentuk, pena / pensil, komputer.

• • Analisis data: kalkulator, komputer.

• • Bantu pengajaran: papan tulis, buku pelajaran, perlengkapan audio-visual, komputer

kemampuan untuk melakukan berbagai analisis statistik dengan bantuan paket program tersebut
tidak diimbangi dengan penjelasan yang memadai untuk non-statistik dari yang dibuat oleh para
analisis, atau kendala yang mendasarinya yang dipaksakan oleh yang mendasari analisis.
Sebenarnya dalam kemajuan teknologi yang sekarang ini begitu pesat dipengaruhi adanya suatu
sistem yang didalamnya mengandung unsur Statistika dalam cara berpikir.

(Vibiznews – Economy) – Ilmu statistika sangat sering digunakan baik dalam kehidupan sehari-
hari, dalam bisnis, dalam industri serta keseluruhan bidang dalam perekonomian.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan ilmu statistika untuk mengatur berapa
jumlah pengeluaran kita yang disesuaikan dengan pendapatan yang kita peroleh, lalu memilih
barang yang mana yang akan kita beli, dan lainnya yang pada akhirnya membutuhkan keputusan
terbaik yang akan kita ambil. Begitu pula dengan bidang yang lainnya, membantu memutuskan
keputusan yang harus diambil secara tepat.

Ditegaskan pula dari buku statistika ekonomi karangan Sri Mulyono (2003), bahwa dalam
mempelajari statistika kita dibantu untuk menjelaskan hubungan antar variabel, membuat
keputusan yang lebih baik, mengatasi perubahan-perubahan yang terjadi dan membuat rencana
serta ramalan.

Ruang Lingkup Statistika


Definisi dari statistika sendiri adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan,
mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Dalam studi,
statistika dibagi menjadi empat yaitu statistika deskriptif, teori probabilitas, analisa keputusan
dan statistika inferensi.

1. Statistika deskriptif
Statistika deskriptif berhubungan dengan penggambaran (pendeskripsian) data baik secara
numerik (rata-rata, standar deviasi, median, modus dan lainnya) atau grafis (dalam bentuk tabel
dan grafik) sehingga data tersebut lebih mudah dibaca dan dimengerti.
2. Teori probabilitas
Probabilitas atau peluang adalah angka yang menunjukkan tingkat keyakinan tentang suatu
peristiwa. Teori probabilitas akan digunakan apabila kita menggunakan statistik inferensial.

3. Analisa keputusan
Dalam mengambil keputusan, statistik berguna untuk menganalisa keputusan mana yang lebih
baik akan diambil dan diterapkan.

4. Statistika inferensial
Statistik inferensial adalah pernyataan yang diambil dari sampel suatu populasi secara random
untuk menggambarkan populasi yang sebenarnya. Istilah populasi yaitu seluruh elemen yang
akan diteliti, sedangkan sampel yaitu bagian dari populasi.

Tahapan Dalam Menggunakan Ilmu Statistika


Dikutip dari Sri Mulyono (2003) bahwa dalam menyelesaikan permasalahan secara statistik
harus digunakan pendekatan ilmiah yang terdiri dari beberapa tahap, diantaranya:

1. Mengidentifikasi persoalan
Pertama kali persoalan yang dihadapai harus dipahami dan didefinisikan dengan benar. Sering
dilaporkan bahwa kesalahan kesimpulan studi disebabkan karena kesalahan mendefinisikan
persoalan.

2. Pengumpulan fakta-fakta yang ada.


Data harus dikumpulkan dengan tepat dan selengkap mungkin serta berhubungan dengan
persoalan yang dihadapi. Sumber data dapat digolongkan dalam dua kategori yaitu eksternal dan
internal, data internal dapat ditemukan pada bagian-bagian yang ada dalam suatu organisasi.
Data eksternal misalnya data yang diperoleh dari publikasi pemerintah, jurnal berkala dan lain-
lain.

3. Mengumpulkan data asli yang baru.


Seringkali data yang diperlukan tidak tersedia pada sumber-sumber yang ada, karena itu harus
dikumpulkan sendiri.

4. Klasifikasi data
Setelah data dikumpulkan, tahap berikutnya adalah mengelompokkan fakta-fakta sesuai dengan
tujuan studi. Mengidentifikasikan data-data berdasarkan kemiripan sifat-sifatnya dan
menyusunnya ke dalam kelompok-kelompok dinamakan klasifikasi.

5. Penyajian data
Ringkasan informasi yang disajikan dalam bentuk tabel, diagram dan ukuran-ukuran deskriptif
seperti rata-rata dan dispersi, membantu analisis dalam menyampaikan hal-hal penting kepada
pihak lain.

6. Analisis data
Jika data dikumpulkan dari sampel, maka berdasarkan ukuran-ukuran deskriptif yang telah
dihitung dilakukan pendugaan nilai parameter populasi dan pengujian asumsi parameter atau
ciri-ciri populasi. Kemudian analisis menafsirkan hasil pendugaan dan membuat kesimpulan atas
hasil pengujian.

Penerapan Ilmu Statistika Ekonomi di Berbagai Disiplin Ilmu


Statistika banyak diterapkan di bermacam-macam ilmu mulai dari ilmu alam dan ilmu sosial
maupun di bidang bisnis. Salah satu contoh dari penerapan ilmu statistika terhadap bidang
perekonomian yaitu perhitungan pertumbuhan ekonomi, inflasi, jumlah uang beredar, tingkat
kemiskinan, jumlah pengangguran dan lainnya, sedangkan dalam bidang industri dapat
dicontohkan pada perhitungan jumlah produksi barang atau jasa yang mencapai keuntungan
maksimum, kapan waktu yang tepat untuk mengembangkan produk baru atau menambah
produksi.

Dalam bidang bisnis juga statistik diterapkan antara lain, perhitungan indeks tendensi bisnis,
perhitungan dividen, peluang mendapatkan keuntungan jika menanamkan investasi di saham dan
lainnya.

Contoh Penerapan Ilmu Statistika Ekonomi pada Bisnis


Salah satu contoh dari penerapan ilmu statistika ekonomi pada bisnis yaitu penggunaan indeks
tendensi bisnis (ITB). Indeks Tendensi Bisnis adalah indikator perkembangan ekonomi terkini
yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh Badan Pusat
Statistik bekerja sama dengan Bank Indonesia dengan variabel pembentuk indeks tendensi bisnis
yaitu pendapatan usaha, penggunaan kapasitas produksi/usaha dan rata-rata jam kerja dengan
memasukkan 9 sektor yang ada antara lain:

1. Pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan


2. Pertambangan dan penggalian
3. Industri pengolahan
4. Listrik, gas dan air bersih
5. Konstruksi
6. Perdagangan, hotel dan restoran
7. Transportasi dan telekomunikasi
8. Keuangan, persewaan dan jasa.

Survei tersebut dilakukan setiap triwulan di beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di
Indonesia. Jumlah sampel STB Triwulan IV-2009 sebanyak 2.400 perusahaan besar dan sedang,
dengan responden pimpinan perusahaan.

Sebagai contoh bahwa Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada Triwulan I-2010 sebesar 103,41, yang
berarti terjadi peningkatan kondisi bisnis pada triwulan tersebut dibandingkan periode yang sama
tahun lalu yang hanya sebesar 96,91. Namun tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah
dibandingkan Triwulan IV-2009 yang nilai ITB mencapai 108,45.

Peningkatan ITB pada kuartal I-2010 tersebut, disebabkan oleh meningkatnya kondisi bisnis
sebagian besar sektor ekonomi diantaranya sektor Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan
yang mengalami peningkatan bisnis tertinggi (nilai ITB sebesar 112,07).
Peningkatan kondisi bisnis disebabkan oleh adanya peningkatan pendapatan usaha, kapasitas
produksi dan rata-rata jam kerja. Sektor Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan mengalami
peningkatan pendapatan usaha paling tinggi, sedangkan sektor Konstruksi dan sektor
Transportasi & Telekomunikasi mengalami penurunan pendapatan usaha. Sedangkan sektor
Konstruksi dan sektor Transportasi serta Telekomunikasi merupakan sektor ekonomi yang
mengalami penurunan kondisi bisnis.

Setelah dijabarkan, bagaimana peranan statistika ekonomi dalam berbagai disiplin ilmu
khususnya dalam ekonomi, industri dan bisnis diharapkan bisa membantu menentukan keputusan
yang akan diambil secara tepat, sehingga hasilnya sesuai dengan harapan.

KEGUNAAN STATISTIK DALAM BERBAGAI BIDANG ILMU

A. Teori Manajemen
Muncul aliran ini lebih kepada aliran kuantitatif merupakan gabungan dari Operation
Research dan Management Science. Pada aliran ini berkumpul para sarjana matematika, fisika,
dan sarjana eksakta lainnya dalam memecahkan masalah-masalah yang lebih kompleks. Tim
sarjana ini di Inggris, di Amerika Serikat, sesudah perang Dunia II dikenal dengan sebutan “OR
Tema” dan setelah perang dimanfaatkan dalam bidang industri. Masalah-masalah ruwet yang
memerlukan “OR Tim” ini antara lain di bidang transportasi dan komunikasi.
Kehadiran teknologi komputer, membuat prosedur OR lebih diformasikan menjadi aliran
IImu Manajemen Modern. Pengembangan model-model dalam memecahkan masalah-masalah
manajemen yang kompleks. Adanya bantuan komputer, maka dapat memberi pemecahan
masalah yang lebih berdasar rasional kepada para manajer dalam membuat putusan-putusannya.
Teknik-teknik ilmu manajemen ini membantu para manajer organisasi dalam berbagai kegiatan
penting, seperti dalam hal penganggaran modal, manajemen cash flow, penjadwalan produksi,
strategi pengembangan produksi, perencanaan sumber daya manusia dan sebagainya.
Perkembangan Teori Manajemen
Ketiga aliran manajemen yang telah diuraikan di atas ternyata sampai sekarang
berkembang terus.
1. Aliran hubungan manusiawi dan ilmu manajemen memberikan pendekatan yang penting dalam
meneliti, menganalisis dan memecahkan masalah-masalah manajemen.
2. Demikian pula aliran klasik yang telah berkembang ke arah pemanfaatan hasil-hasil penelitian
dari aliran lain dan terus tumbuh menjadi pendekatan baru yang disebut pendekatan sistem dan
kontingensi.
3. Aliran klasik dikenal dengan pendekatan proses dan operasi manajemen. Dengan terjadinya
proses perkembangan yang saling berkaitan di antara berbagai aliran ini, maka kemudian sudah
sulit untuk terlalu membedakan dan memisahkan antara aliran-aliran ini.

Kegunaan statistik dalam bidang ilmu manajemen


a. Penentuan struktur gaji, pesangon, tunjangan karyawan
b. Penentuan jumlah persedian barang
c. Evaluasi produktivitas karyawan
d. Evaluasi kinerja karyawan
Kesimpulannya manajemen tradisional tidak mengahsilkan produk yang banyak dan
manajer mengalami kesulitan terhadap sumber daya, sedangkan manajemen modern lebih
terorganisir.
B. Fungsi Pemasaran
1. Fungsi Pertukaran
Dengan pemasaran pembeli dapat membeli produk dari produsen baik dengan menukar
uang dengan produk maupun pertukaran produk dengan produk (barter) untuk dipakai sendiri
atau untuk dijual kembali.
2. Fungsi Distribusi Fisik
Distribusi fisik suatu produk dilakukan dengan cara mengangkut serta menyimpan
produk. Produk diangkut dari produsen mendekati kebutuhan konsumen dengan banyak cara
baik melalui air, darat, udara, dsb. Penyimpanan produk mengedepankan menjaga pasokan
produk agar tidak kekurangan saat dibutuhkan.
3. Fungsi Perantara
Untuk menyampaikan produk dari tangan produsen ke tangan konsumen dapat dilakukan
pelalui perantara pemasaran yang menghubungkan aktivitas pertukaran dengan distribusi fisik.
Aktivitas fungsi perantara antara lain seperti pengurangan resiko, pembiayaan, pencarian
informasi serta standarisasi / penggolongan produk.
Pengertian manajemen pemasaran

Manajemen pemasaran adalah suatu proses perencanaan, pengelolaan dan evaluasi yang
dilakukan perusahaan atau individu dalam usaha meningkatkan penjualan barang dan jasanya.
Kotler (1997) sendiri mengartikan manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan
pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi serta penyaluran

kegunaan statistik dalam bidang pemasaran:


1. mengetahui preferensi konsumen
2. peneliyian dan pengembangan produk
3. analisis potensi pasar, segmentasi dan diskriminasi pasar
4. ramalan penjualan
5. efektifitas kegiatan promosi penjualan
6. penetapan harga

C. Konsep Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi


Perkembangan ekonomi mengacu pada masalah negara terbelakang, sedang pertumbuhan
mengacu pada masalah negara maju. Menurut Schumpeter, perkembangan adalah perubahan
spontan dan terputus-putus dalam keadaan stasioner yang senantiasa mengubah dan mengganti
situasi keseimbangan yang ada sebelumnya. Sedangkan pertumbuhan adalah perubahan jangka
panjang secara perlahan dan mantap yang terjadi karena kenaikan tabungan dan penduduk.
Bedanya pertumbuhan dengan pembangunan adalah bahwa pertumbuhan lebih melihat
kepada target, sedang pembangunan melihat prosesnya. Namun demikian, istilah perkembangan
ekonomi digunakan secara bergantian dengan istilah pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan
ekonomi, kemajuan ekonomi dan perubahan jangka panjang.

Kegunaan statistik dalam bidang ilmu ekonomi pembangunan


a. analisis pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan suku bunga
b. pertumbuhan penduduk, pengangguran dan kemiskinan
D. AGRIBISNIS

Pengertian Agribisnis menurut suku katanya berasal dari kata Agri dan bisnis. Agri
adalah Pertanian sedangkan bisnis adalah usaha yang menghasilkan uang, dengan demikian
pengertian Agribisnis adalah setiap usaha yang berkaitan dengan kegiatan produksi pertanian,
yang meliputi pengusahaan input pertanian dan atau pengusahaan produksi iru sendiri atau pun
juga pengusahaan pengelolaan hasil pertanian ( Sjarkowi dan Sufri, 2004).

Sebagian besar penduduk Indonesia tinggal dan hidup di pedesaan yang umumnya hidup
dan berusaha di bidang pertanian adalah juga merupakan bagian dari agribisnis, dari setiap petani
memelihara tanaman dan hewan guna mendapatkan hasil yang bermanfaat. Peranan lainya yang
dilakukan petani dalam usaha taninya adalah sebagai pengelola. Apabila keterampilan bercocok
tanam sebagai juru tani pada umumnya adalah keterampilan tangan, otot dan mata maka
keterampilan sebagai pengelola mancakup kegiatan pikiran didorong oleh kemauan. Tercakup
didalamnya terutama pangambilan keputusan atau penetapan pilihan dari alternatif-alternatif
yang ada dan merupakan prilaku petani ( Mosher,A.T., 1969)

Dampak penerapan Teknologi Pengendalian Hama Terpadu (Didi Juhandi, 1997) prilaku
meliputi :
1. Pengetahuan yaitu hal-hal yang berkaitan dengan apa yang mereka ketahui.
2. Sikap yaitu hal-hal yang berkaitan dengan apa yang mereka pikirkan dan rasakan.
3. Tindakan yaitu hal-hal yang berkaitan dengan apa yang mereka kerjakan.
Perubahan perilaku tersebut diarahkan agar petani dan keluarganya mampu dan
sanggup bertani lebih produktif dan lebih menguntungkan serta dapat hidup lebih sejahtera.
Kegunaan ststistik dalam bidang ilmu agribisnis
a. Analisis produksi tanaman, ternak, ikan dan lain-lain
b. Kelayakan usaha dan skala ekonomi
c. Manajemen produksi agribisnis
d. Analisis ekspor inpor produksi pertanian
E. PENGERTIAN KEUANGAN

Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan masalah keuangan di dalam


penganggaran dan pemeriksaan keuangan pengelolaan pengendalian, pencarian dan
penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu badan atau organisasi organisasi atau perusahaan.
Berikut adalah Penjelasan Singkat Masing-Masing Fungsi Manajemen Keuangan :
a. Perencanaan Keuangan
Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode
tertentu.
b. Penganggaran Keuangan
Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran -pengeluaran dan
pemasukan.
c. Pengelolaan Keuangan
Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai macam
cara.
d. Pencarian Keuangan
Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.

Tugas Pokok Manejemen Keuagan

Tugas-tugas dasar yang diemban oleh seorang menejer keuangan secara umum adalah :
a. Mendapatkan Dana Perusahaan,
b. Menggunakan Dana Perusahaan dan
c. Membagi keuntungan laba perusahaan

Tujuan Manajemen Keuangan


Tujuan dengan adanya manajer keuangan untuk mengeloka dana perusahaan pada suatu
perusahaan secara umum adalah untuk memaksimalisasi nilai perusahaan. Dengan demikian
apabila suatu saat perusahaan dijual maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin.
Kegunaan statistik dalam bidang ilmu keuangan
a. Tingkat pengembalian infestasi
misalnya : saham, reksa dana, valuta asing dan lain-lain
b. Analisis pertumbuhan laba

F. AKUNTANSI

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi


yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk
membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga
pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan
aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis".

Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat
dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti
pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal
dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana
informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan
dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi,
adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi
untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya -
mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.

Kegunaan statistik dalam bidang ilmu akuntansi


a. Penentuan standar audit barang dan jasa
b. Penentu depresiasi barang dan jasa
c. Analisis rasio keuangan

Penerapan Statistika dalam Bidang Kesehatan/Kedokteran

Penggunaan metode dan prosedur statistik dalam bidang kesehatan/kedokteran antara lain
dipakai untuk:

1. Mengukur peristiwa-peristiwa penting atau vital event yang terjadi di masyarakat.


2. Mengukur status kesehatan masyarakat dan mengetahui masalah-masalah kesehatan
yangterdapat di dalam berbagai kelompok masyarakat.
3. Membandingkan status kesehatan masyarakat di satu tempat dengan tempat lain atau
statuskesehatan masyarakat sekarang dengan status kesehatan lampau.
4. Meramalkan status kesehatan masyarakat di masa-masa mendatang. Evaluasi
tentang perjalanan, keberhasilan dan kegagalan dan suatu program kesehatan atau
pelayanankesehatan yang sedang dilaksanakan.
5. Keperluan estimasi tentang kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan
sertamenentukan secara pasti target pencapaian tujuan.
6. Keperluan penelitian pada masalah-masalah kesehatan, keluarga berencana, lingkunganhidup
dan lain-lain.
7. Perencanaan dan sistem administrasi kesehatan.
8. Keperluan publikasi ilmiah di media massa.
9. Pemanfaatan Statistika di Berbagai Bidang
10. 1. Statistika di Bidang Ekonomi
11. Badan Pusat Statistik pasti melakukan suatu sensus yang dikenal sebagai
sensus ekonomi setiap 10 tahun sekali, tepatnya pada tahun yang berakhiran 6. Hal ini
bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan ekonomi di Indonesia ini. Data
ekonomi yang telah diperoleh dapat memberitahukan apakah perekonomian negara kita
mengalami peningkatan atau malah mengalami penurunan. Selain itu, data tersebut juga
dapat digunakan sebagai tolok ukur perkembangan Negara Indonesia dengan negara –
negara yang lain. Statitik memiliki peran penting dalam bidang ekonomi seperti
pengumpulan data mengenai perkembangan harga, perkembangan permintaan dan lain
sebagainya. Selain itu menghitung pertumbuhan ekonomi, inflamasi, jumlah uang yang
beredar, tingkat kemiskinan, jumlah pengangguran.
12.
13. 2. Statistika di Bidang Politik
14. a. Kampanye politik
15. Statistika sangat sangat berguna dalam ilmu politik. Dengan ilmu statistika kita bisa
membaca kerakteristik pemilih partai dalam suatu wilayah. Hal ini digunakan sebagai
pijakan pembuatan stategi komunikasi partai politik.
16. b. Mengestimasi pemenang pemilihan umum.
17. Quick Qount menggunakan ilmu statistika dalam mengestimasi pemenang pemilihan
umum dengan waktu yang singkat dan efisien. Efisien disini berkat penggunaan metode
sampling. Metode sampling maksudnya adalah mendeskripsikan populasi dengan
menggunaan sampel-sampel yang mewakili populasi.
18.
19. 3. Statistika di Bidang Sosial
20. Di bidang sosial, statistik biasanya digunakan untuk :
21. a. Sensus Penduduk
22. Untuk mengetahui jumlah penduduk menurut jenis kelamin dan kelompok umur, tingkat
kelahiran, tingkat kematian, tingkat perpindahan, sebaran penduduk, dan sebagainya.
23. b. Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS)
24. c. Survei Angkatan Kerja Nasional
25. Untuk mengetahui keadaan ketenagakerjaan di Indonesia.
26. d. Survei Angkatan Kerja Triwulanan
27. Untuk memperoleh indikator ketenegakerjaan di Indonesia dalam periodisasi triwulanan
28. e. Survei Upah (Triwulanan)
29. Untuk mengetahui tingkat upah buruh produksi berstatus lebih rendah dari mandor atau
supervisor.
30. f. Survei Struktur Upah
31. Untuk mendapatkan data struktur dan sistem pengupahan di beberapa perusahaan
berskala besar maupun sedang untuk jenis pekerjaan tertentu.
32. g. Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS)
33.  Mengumpulkan karakteristik pokok (Kor) kesejahteraan rakyat yang lengkap, akurat
dan tepat waktu.
34.  Menghitung estimasi berbagai fenomena kesejahteraan rakyat secara umum
35.  Mendorong masyarakat untuk menggunakan statistik sesuai dengan bidang kerja
36. h. Survei Konsumsi Garam Yodium
37. Sebagai dasar perhitungan tingkat konsumsi garam yodium, status gizi balita menurut
berat badan, status gizi balita menurut tinggi badan, status gizi Wanita Usia Subur, peta
tingkat konsumsi garam beryodium tingkat kabupaten/kota dan peta status gizi balita
tingkat kabupaten/kota
38. i. Survei Pengembangan Analisa Data Fakir Miskin dan Penyandang Masalah
Kesejahteraan Sosial Lainnya
39. j. Pencatatan Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah
40. Menyusun direktori Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidiyah (MI) yang ada di
Indonesia yang digunakan oleh departemen pendidikan.
41. k. Survei Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)
42.  Menyediakan data tentang perkiraan jumlah penyandang masalah kesejahteraan
sosial, khususnya data penduduk yang cacat, anak terlantar dan lanjut usia terlantar
43.  Menyediakan data mengenai ciri-ciri penduduk yang menyandang masalah
kesejahteraan sosial
44. l. Survei Wisatawan Nusantara
45. Mengumpulkan berbagai informasi secara konkrit yang diharapakan dapat
menggambarkan potensi dan dinamika penduduk yang melakukan perjalanan di wilayah
geografis Indonesia
46. m. Pendataan Potensi Desa (PODES)
47.  Menyediakan data yang dapat menggambarkan perubahan tingkat kesejahteraan
masyarakat secara umum di tingkat desa
48.  Mendapatkan data untuk penentuan lokasi dan potensi usaha yang dapat
dikembangkan secara optimal
49. n. Penyusunan Statistik Lingkungan Hidup
50. Menyediakan informasi yang menggambarkan keadaan lingkungan dan usaha-usaha
penanggulangan kerusakan terhadap alam secara berkesinambungan
51. o. Penyusunan Statistik Politik dan Keamanan
52. Terpetakannya seluruh potensi sumber daya negara yang ada, sumber daya yang telah
siap dipakai bagi aktifitas pertahanan negara dan potensi sumber daya yang
memungkinkan dapat dikelola menjadi sumber daya bagi pertahanan dan keamanan
negara.
53. p. Penyusunan Statistik Pertahanan dan Keamanan
54. q. Survei Dampak Krisis di Seluruh Indonesia
55. Analisis tentang intensitas dampak krisis yang terjadi di seluruh provinsi dan kabupaten
menurut beberapa kelompok permasalahan
56. r. Penentuan Kriteria Penduduk Miskin dan Tingkat Kemiskinan Regional
57. Untuk mendapatkan suatu kriteria yang dapat digunakan secara operasional guna
menentukan apakah rumah tangga itu miskin atau tidak
58. s. Penyempurnaan Konsep dan Definisi Desa Urban/Rural
59. Untuk menyempurnakan konsep desa urban/rural yang selami ini digunakan serta
menetapkan status desa urban dan rural di seluruh Indonesia berdasarkan konsep yang
baru tersebut.
60. t. Pemetaan
61. Untuk mendapatkan peta wilayah yang mutakhir, sebagai alat bantu petugas pencacah di
lapangan dalam kegiatan sensus dan survei.
62.
63. 4. Statistika dalam Bidang Industri
64. Di bidang industri, statistik biasanya dipakai sebagai alat untuk membantu melakukan
kontrol agar produk yang dihasilkan mempunyai / memenuhi standar kualitas yang
diinginkan dengan tingkat biaya yang minimum. Aplikasi statistik di bidang sosial sudah
lebih terkenal dan lebih dahulu dibandingkan aplikasi statistik di bidang industri. Aplikasi
yang paling dikenal adalah aplikasi statistik untuk kegiatan survey dan quesioner.
Aplikasi inilah yang paling dikenal oleh masyarakat karena banyak pihak yang
memanfaatkan kegiatan survey dan quesioner untuk kepentingannya, seperti mengetahui
tingkat kepuasan konsumen terhadap suatu produk.
65. Metode-metode statistika untuk keperluan penelitian ilmiah telah banyak dikembangkan
dan diterapkan, namun penggunaan metode-metode statistika dalam bidang industri
relatif baru dibandingkan dengan penggunaan dalam penelitian ilmiah. Metode-metode
statistika yang digunakan dalam bidang industri lebih berfokus pada pengendalian sistem
industri guna mempertahankan pengendalian ekonomis dari kualitas produk yang
diproduksi secara massal.
66. Dengan demikian penggunaan metode statistika dalam industri bukan sekedar
menerapkan alat-alat statistika (statistical tools), tetapi lebih diutamakan untuk
mengendalikan proses industri guna meningkatkan kinerja sistem industri itu (statistical
thinking). Dengan demikian pengendalian proses statistikal (statistical process control)
lebih menekankan pada pengendalian proses berdasarkan data penting yang memang
perlu dianalisis menggunakan alat-alat statistika, bukan sekedar penerapan alat-alat
statistika dalam proses industri.
67.
68. 5. Statistika di Bidang Pertahanan dan Keamanan Nasional
69. Penelitian dalam bidang Pertahanan dan Keamanan telah mengembangkan berbagai
konsep dan metoda penanganan, pengembangan sistem senjata dan peningkatan
pengetahuan tentang sumber daya manusia sebagai potensi ketahanan nasional.
70. Telah diadakan pengkajian dan penelitian tentang metoda penyebar luasan
pengertian-pengertian yang termuat dalam Undang-undang No. 20 tahun 1982
tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia,
dan tentang Doktrin HanKamNas yang memerlukan pengertian, dukungan semua
pihak dan peran serta seluruh rakyat Indonesia. Dalam rangka inilah disusun antara
lain konsep integrasi nasional yang menyangkut perumusan problematik dalam
hubungan masyarakat dan kebudayaan masyarakat dan kebudayaan Indonesia dalam
rangka pengembangan dan pengisian Wawasan Nusantara.
71.
72. 6. Statistika di Bidang Kesehatan
73. Statistik Kesehatan adalah salah satu pilar utama yang merupakan bagian sangat
penting dan fundamental di bidang kesehatan masyarakat. Disebut biostatistika karena
hal ini merupakan cabang statistika terapan tentang metoda statistika untuk
menyelesaikan problem medis dan biologi. kesehatan Masyarakat mempelajari
masyarakat dan statistik sebagai metode untuk mempelajari populasi. Pengembangan
Ilmu Kesehatan Masyarakat sangat ditentukan oleh penguasaan statistika. Selain itu
metode statistika merupakan salah satu alat bantu dalam menelaah laporan-laporan
ilmiah, mengadakan analisis data yang diperoleh dari catatan medis di rumah sakit,
mengadakan penelitian dalam bidang kesehatan, dan lain-lain.
74. Penilaian atau assessment terhadap kesehatan individu didasarkan pada
pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan-pemeriksaan lain terhadap
kesehatan orang yang bersangkutan. Sedangkan penilaian terhadap kesehatan masyarakat
didasarkan pada kejadian-kejadian penting yang menimpa penduduk atau masyarakat,
yang kemudian dijadikan sebagai indicator kesehatan masyarakat, yang kemudian
dijadikan sebagai indikator kesehatan masyarakat, seperti angka kesakitan, angka
kematian, angka kelahiran, dan sebagainya. Semua kegiatan yang berkaitan dengan
pencatatan dalam penilaian kesehatan, baik individu maupun masyarakat ini disebut
statistik kesehatan.
75. Statistika kesehatan secara administrative dapat digunakan untuk memberikan
penerangan tentang kesehatan kepada masyarakat, misalnya informasi tentang pentingnya
imunisasi pada bayi dan anak, imformasi tentang cara penularan penyakit AIDS, dan lain-
lain.
76.
77. Statistika deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang keadaan
yang berkaitan dengan penyakit dan kesehatan masyarakat berdasarkan hasil pengamatan
yang nyata. Misalnya, jumlah kematian karena penyakit tertentu yang terjadi di suatu
rumah sakit, banyaknya penderita yang membutuhkan rawat inap dalam satu tahun, atau
jumlah tempat tidur yang tersedia di suatu rumah sakit, dan lain-lain. Informasi demikian
bersifat administrative.
78. Statistika inferensial yang ditujukan untuk menarik kesimpulan cirri-ciri populasi
yang dinayatakan dengan parameter populasi melalaui perhitungan-perhitungan statistik
sampel. Hal ini dilakukan untuk menguji hipotesis berdasarkan teori estimasi dan
distribusi probabilitas atau untuk membandingkan khasiat obat, prosedur pengobatan,
metode pengobatan, dan lain-lain.
79.
80. 7. Statistika dalam Ilmu Kesehatan Masyarakat
81. Manfaat dan peranan statistik adalah membantu para pengelola dan pelaksana program
kesehatan khususanya dalam mengambil keputusan yang selanjutnya dipakai dasar
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi berbagai kegiatan yang dilakukan.
82. a. Statistik sebagai bahan perencanaan
83. Statistik seperti telah dijelaskan adalah pengetahuan yang berhubungan dengan
pengumpulan data, pengolahan penganalisisan, penyajian dan penarikan kesimpulan serta
pembuatan keputusan berdasarkan data dan kegiatan analisis yang dilakukan. Dengan
kata lain, setiap data yang dibutuhkan adalah data yang dapat dipercaya dan tepat waktu.
Melalui data yang dapat dipercaya dan tepat waktu diharapkan seluruh kegiatan
pengolahan data akan menghasilkan informasi untuk mengambil suatu keputusan yang
tepat. Kemungkinan-kemungkinan penyimpangan yang telah dicoba untuk dieliminasi
sekecil mungkin melalui berbagai metode yang dikembangkan dalam statistik, akan
sangat membantu dalam setiap kegiatan perencanaan program.
84.
85. b. Statistik sebagai bahan monitoring
86. Dalam arti sempit statistik adalah data ringkasan berbentuk angka, maka hal ini sangat
membantu di dalam suatu kegiatan monitoring. Oleh karena secara umum yang dilakukan
dalam kegiatan monitoring adalah memonitor seluruh kekuatan dan kelemahan program
yang menyangkut berbagai variable yang berbentuk data ringkasan. Misalnya: jumlah
bayi yang ditimbang, jumlah penduduk, jumlah peserta KB, jumlah balita yang
diimunisasi, dan lain sebagainya.
87.
88. c. Statistik sebagai bahan evaluasi
89. Dengan mengetahui berbagai data yang dapat dipercaya maka selanjutnya kita dapat
menganalisis dan memutuskan yang baik dan yang buruk. Selain itu melalui berbagai
data yang ada kita dapat membandingkan dan selanjutnya membuat suatu generalisasi
dari sampel yang kecil kepada populasi.
90.
91. Contoh Pemanfaatan Statistik di bidang kesehatan
92. a. Mengukur derajat kesehatan masyarakat
93. Guna mengukur tinggi rendahnya derajat kesehatan dari masyarakat, akibat akses
terhadap pelayanan kesehatan, minimnya dana yang dialokasikan untuk menunjang
program kesehatan, beberapa penyakit menular yang dapat menjadi ancaman utama bagi
masyarakat, terbatasnya jumlah tenaga kesehatan yang profesional, dan lain sebagainya.
94. b. Memonitor kemajuan status kesehatan di suatu daerah
95. Dalam fungsi ini suatu usaha kemajuan kesehatan dapat diketahui, salah satu contoh yaitu
Revitalisasi Posyandu yang dikembangkan di Jabar. Dalam usaha kesehatan itu
dituangkan revitalisasi posyandu menjadi beberapa program, seperti pembangunan 500
bangunan posyandu se-Jabar. Seperti BKB yang tengah digulirkan BKKBN dan Pos
PAUD merupakan segelintir aktivitas yang dapat anak rasakan keuntungannya di
posyandu.
96. c. Mengevaluasi program kesehatan
97. Dalam fungsi ini suatu proses untuk menentukan nilai atau jumlah keberhasilan dan
usaha pencapaian suatu tujuan yang telah ditetapkan. Proses tersebut mencakup kegiatan-
kegiatan memformulasikan tujuan, identifikasi kriteria yang tepat untuk digunakan
mengukur keberhasilan, menentukan dan menjelaskan derajat keberhasilan dan
rekomendasi untuk kelanjutan aktivitas program
98. d. Membandingkan status kesehatan di berbagai daerah
99. Dalam fungsi ini dapat diambil contoh perbandingkan kesehatan antara kota dengan desa,
fenomena ini dapat dimengerti yaitu dalam fasilitas umum yang tersedia, disamping juga
dalam karakteristik penduduk serta terhadap pelayanan kesehatannya berdasarkan
data yangdiperoleh
100. e. Memotivasi tenaga kesehatan dan policy maker (pembuat kebijakan,-red) untuk
menyelesaikan masalah kesehatan
101. Dari berbagai data yang diperoleh suatu riwayat timbulnya penyakit dalam suatu
lingkungan dapat diketahui, dari data tersebut akan dapat diketahui bagaimana
cara penyembuhannya dan pencegahannya.
102. f. Menentukan prioritas masalah kesehatan
103. Dalam fungsi ini dapat menindak lanjuti suatu analisa situasi dari berbagai
masalah kesehatan yang diidentifikasi yaitu beberapa masalah kesehatan yang mendesak
untuk diatasi.
104.
105. 8. Statistika di Bidang Keperawatan
106. a) Penyelesaian masalah kesehatan
107. b) Menentukan penyebab timbulnya penyakit baru yang belum diketahui
108. c) Perencanaan program pelayanan kesehatan
109. d) Analisis berbagai penyakit selama periode waktu tertentu
110. e) Menguji manfaat obat bagi penyembuhan penyakit
111. f) Menyederhanakan penelitian agar mudah dipahami oleh pembaca
112. g) Uji statistik dapat membuktikan hubungan, perbedaan atau pengaruh hasil
yang di peroleh pada variabel-variabel yang diteliti