Vous êtes sur la page 1sur 2

Asam Ursodeoksikolat

Ursodiol (asam ursodeoksikolat) merupakan asam empedu yang dijumpai secara


alamiah dan membentuk kurang dari 5% depot garam empedu dalam sirkulasi manusia,
dan persentasenya jauh lebih tinggi pada beruang. Setelah pemberian oral, ursodiol diserap,
terkonjugasi dalam hati dengan glisin atau taurin, dan diekskresi dalam empedu. Ursodiol
terkonjugasi menjalani resirkulasi enterohepatik. Waktu-paruhnya dalam serum adalah sekitar
100 jam. Bila diberikan setiap hari untuk jangka-waktu lama, ursodiol menyusun 30-50%
dapat asam empedu yang terdapat dalam sirkulasi. Sejumlah kecil ursodiol tak
terkonjugasi atau terkonjugasi yang tidak diabsorpsi melintas ke dalam kolon, tempat
ursodiol tersebut diekskresi atau mengalami dehidroksilasi oleh bakteri dalam kolon menjadi
asam litokolat, suatu zat yang berpotensi menimbulkan toksisitas hati (Katzung, 2014).

Farmakodinamik
Kelarutan kolesterol dalam empedu ditentukan oleh per-bandingan relatif antara asam
empedu, lesitin, dan kolesterol. Meskipun terapi ursodiol jangka panjang menambah
simpanan asam empedu, hal ini tampaknya bukan merupakan mekanisme utama terjadinya
pelarutan batu empedu. Ursodiol mengurangi kandungan kolesterol dalam empedu
dengan mengurangi sekresi kolesterol oleh hati. Ursodiol tampaknya turut menstabilisasi
membran kanalikular hepatosit, kemungkinan dengan menurunkan kadar asam empedu
endogen lainnya atau dengan menghambat penghancuran hepatosit berperantara imun
(Katzung, 2014).

Penggunaan Klinis
Ursodiol digunakan untuk melarutkan batu empedu kolesterol kecil pada penderita
penyakit kandung empedu simtomatik yang menolak untuk menjalani kolesistektomi atau
bukan merupakan calon yang baik untuk menjalani pembedahan. Pada dosis 10 mg/kg/hari
selama 12-24 bulan, terjadi pelarutan batu pada separuh pasien yang memiliki batu empedu
kecil nonkalsifikasi (<5-10 mm). Obat ini juga efektif mencegah terjadinya batu empedu
pada pasien obes yang sedang menjalani terapi penurunan berat badan cepat. Beberapa uji
coba menunjukkan bahwa ursodiol dengan dosis 13-15 mg/kg/hari bermanfaat pada pasien
sirosis bilier primer tahap dini, karena mengurangi kelainan fungsi hati dan memperbaiki
gambaran histologi hati (Katzung, 2014).
Efek Samping
Ursodiol tidak memiliki efek samping yang berat. Diare akibat garam empedu jarang terjadi.
Tidak seperti pen-dahulunya, yakni kenodeoksikolat, ursodiol tidak menimbulkan
hepatotoksisitas (Katzung, 2014).