Vous êtes sur la page 1sur 12

Infeksi Jamur

Jamur / Fungi

o Organisme eukaryot yang memiliki dinding sel


yang kaku, memiliki inti yang ditutupi oleh
membran inti,RE,mitokondria.

 Bentuk dasar dari jamur :


 yeast (ragi) : Candida
sp,Cryptococcus
Trichosporon
 Molds : Zygomycetae
(Rhizopus, Mucor) ,
Septate Fungi (Fusarium,
Aspergilus sp.)
 Infeksi jamur dibagi menjadi 2 :
- Infeksi fungi superfisial
- Infeksi fungi invasiv

 Infeksi Fungi Superfisial


 Candidiasis (Candida Albicans)
 Infeksi Kulit
 Infeksi Fungsi Invasiv
 Histoplasmosis (Histoplasma capsulatum)
 Coccidioidomycosis (Coccidioides immitis)
 Cryptococcosis (Cryptococcus neoformans)
 Blastomycosis (Blastomyces dermatitidis)
 Paracoccidoidomycosis
 Sporotrichosis
Candidiasis
 Disebabkan oleh jamur Candida albicans
 Biasanya menginfeksi kulit dan selaput
mukosa
 Candida albicans merupakan flora normal
manusia tetapi dalam kondisi tertentu dapat
membahayakan
 Faktor Resiko??
 Candida albicans dapat menyebabkan
infeksi pada kulit,mulut (Oropharyngeal &
Esophogeal Candidiasis), GI, maupun vagina
(Vulvovaginal Candidiasis)
VULVOVAGINAL CANDIDIASIS
 Jamur
paling banyak pada dinding vagina
penyebab VVC adalah Candida albicans
 flora normal pada vagina
 Koloni Candida albicans ditemukan pada 10-20%
wanita usia reproduktif
 Faktor resiko :
 Kontrasepsi Diafragma dengan spermisida, sponge,
IUD
 Penggunaan antibiotik

 Tanda & Gejala :


 Itching, irritation, dyspareunia, dyscharge
OROPHARYNGEAL CANDIDIASIS

 Disebabkan oleh Candida albicans


 Faktor Resiko :
 Penggunaan steroid dan antibiotik
 HIV/AIDS
 Diabetes
 Malignanci (leukimia, dll)

 Tanda & Gejala :


 Terdapat plaq putih pada mucosa
oral/pharyngeal
Infeksi Jamur Pada Kulit
 Terjadi pada kulit, dapat dimana saja dari tubuh
 Manifestasi bervariasi dari yang ringan hingga
terjadi dermatitis
 Ruam kemerahan, gatal, muncul bintik-bintik
kecil
 Daerah yang umum terjadi infeksi adalah pada
 kaki (tinea pedis) – Athlete’s foot
 kuku (tinea unguium),
 pangkal paha (tinea cruris),
 kulit kepala (tinea capitis)
Obat anti jamur
 Golongan azol memiliki cincin azol dengan
2Nitrogen (imidazol) dan 3 Nitrogen (triazol)
mekanismenya menghambat sintesis ergosterol.
Triazol lebih baik dari segi distribusi/efek
samping dibanding golongan yang lain.
 Golongan polien mekanismenya mengikat
ergosterol pada dinding jamur sehingga
menyebabkan membran sel jamur bocor dan
lisis.
 Golongan lain mekanismenya menghambat
sintesis ergosterol (terbinafin) sedangkan
griseofulvin mengikat keratin sehingga kulit
resisten terhadap infeksi jamur.
Obat anti jamur
A. Golongan Azol :
1. Imidazol
Topikal
- Clotrimazol
- Econazol
- Sulconazol
Topikal dan sistemik
- Ketokonazol
- Mikonazol
2. Triazol
Sistemik
- Flukonazol
- Itrakonazol
B. Golongan Polien
- Amfoterisin B (bersifat nefrotoksik)
- Nistatin (topikal, peroral, per vaginal)
C. Golongan lain
- Flusitosin
- Griseovulfin
- Terbinafin
- Povidon iodin gel dengan aplikator atau
povidon iodin douche
- Asam salisilat 5-10%
tinea unguium

tinea pedis

tinea cruris

tinea capitis
TERIMA KASIH