Vous êtes sur la page 1sur 19

ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN.

A
DENGAN ABSES PAROTIS
DI BANGSAL FLAMBOYAN RST.DR. SOEDJONO
MAGELANG

Disusun oleh :
1. Devy Nindy Antikha (16.0601.0011)
2. Bhario Hanum Salsabilla (16.0601.0012)
3. Arif Hidayat (16.0601.0023)
4. Firda Ulfiana K (15.0601.0038)

PROGRAM STUDI DILOMA III KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
2018
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
Kampus II Jln. Mayjend Bambang Soegeng Mertoyudan Magelang 56172
Telp (0293) 326945 web: www.ummgl.ac.id
email:tatausahafikes@gmail.com

FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN

Semester/Tingkat : 5/3
Tempat Praktek : RST Dr.Soedjono Magelang
Tanggal Pengkajian : 26 Desember 2018

DATA KLIEN

A. DATA UMUM
1. Nama inisial klien : An.A
2. Umur : 7 th
3. Alamat : Candimulyo
4. Agama : Islam
5. Tanggal masuk RS/RB : 26 Desember 2018
6. Nomor Rekam Medis : 178***
7. Bangsal :Flamboyan

B. IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB


1. Nama : Ny. H
2. Umur : 33th
3. Alamat : Candimulyo
4. Pekerjaan : Petani
5. Hubungan dengan pasien : Ibu Klien

C. PENGKAJIAN 13 DOMAIN NANDA


1. HEALTH PROMOTION
a. Kesehatan Umum:
- Alasan masuk rumah sakit:
Terdapat benjolan sejak 2 minggu yang lalu di kanan kiri leher pasien.
Awalnya keluarga mengira pasien terkena gondong sehingga pasien tidak
dibawa ke RS sampai 2 minggu. Klien masuk dengan nyeri telan dan
klien tidak mau makan kecuali makan bubur.
- Tekanan darah : - mmHg
- Nadi : 92 x/ menit
- Suhu : 37,4 0C
- Respirasi : 26 x/ menit
b. Riwayat masa lalu (penyakit, kecelakaan,dll):
Tidak ada riwayat masalalu penyakit. 1 minggu sebelum sakit pasien post
jatuh dari pohon jambu.

c. Riwayat Pemberian Asi


Klien di berikan ASI ekslusif 2 tahun

d. Riwayat pengobatan
No Nama obat/jamu Dosis Keterangan
1. Paracetamol 3x1 Oral (saat demam)
2.
e. Kemampuan mengontrol kesehatan:
- Yang dilakukan bila sakit : keluarga pasien mengatakan sering membawa
klien ke puskesmas jika klien sakit
- Pola hidup (konsumsi/alkohol/olah raga, dll)
Klien mengikuti olahraga di sekolah, tidak mengkonsumsi alkohol, sering
konsumsi air putih

f. Faktor sosial ekonomi (penghasilan/asuransi kesehatan, dll):


Ibu klien mengatakan bahwa keluarga mereka belum mempunyai BPJS
sehingga klien di rawat di RS nebggunakan biaya umum

g. Pengobatan sekarang:
No Nama obat Dosis Manfaat Ket
1. Paracetamol 3x7,5 ml Pereda nyeri dan penurun panas Oral
2. Ceftriaxone 2x750 mg Mengatasi infeksi bakteri IV
3. Apyalis sirup 1x1 cth Penambah nafsu makan Oral
4. D 57 ¼ NS 15 tpm makro Pengganti cairan dan kalori IV

h. Riwayat Imunisasi
Jenis
Ke-1 Ke-2 Ke-3
Imunisasi
BCG Umur: Saat Lahir
Oleh: Bidan
Komplikasi:
Tidak ada
Hepatitis B Umur: Saat Lahir Umur: 2 bulan Umur: 3 bulan
Oleh: Bidan Oleh: Puskesmas Oleh: Puskesmas
Komplikasi: Komplikasi: Komplikasi:
Tidak ada Tidak ada Tidak ada
DPT Umur:2 bulan Umur:3 bulan Umur: 4 bulan
Oleh: Puskesmas Oleh: Puskesmas Oleh: Puskesmas
Komplikasi: Komplikasi: Komplikasi:
Tidak ada Tidak ada Tidak ada
Polio Umur: 2 Bulan Umur: 3 Bulan Umur: 4 Bulan
Oleh:Puskesmas Oleh: Puskesmas Oleh: Puskesmas
Komplikasi: Komplikasi: Komplikasi:
Tidak ada Tidak ada Tidak ada
Campak Umur: 9 bulan
Oleh:Puskesmas
Komplikasi:
Tidak ada
Imunisasi Jelaskan:
lain

2. NUTRITION
a. A (Antropometri) meliputi BB, TB, LK, LD, LILA, IMT:
1) BB biasanya: Sebelum sakit 18kg, BB saat sakit 17 kg
2) Tinggi Badan : 100 cm
3) IMT :
BB 17
= = 17
TBm2 1x1
b. B (Biochemical) meliputi data laboratorium yang abormal:

c. C (Clinical) meliputi tanda-tanda klinis rambut, turgor kulit, mukosa bibir,


conjungtiva anemis/tidak:
Rambut : Rambut klien hitam, panjang, kusut dan lepek
Konjungtiva : tidak anemis
Mukosa bibir : Mukosa bibir kering
Turgor kulit: elastis
d. D (Diet) meliputi nafsu, jenis, frekuensi makanan yang diberikan selama di
rumah sakit:
Klien di berikan diit cair selama di RS

e. E (Enegy) meliputi kemampuan klien dalam beraktifitas selama di rumah


sakit:
Klien hanya berbaring di tempat tidur dan beraktifitas dengan dibantu
keluarga

f. F (Factor) meliputi penyebab masalah nutrisi: (kemampuan menelan,


mengunyah,dll)
Klien mempunyai masalah menelan. Karena pada saat klien mencoba
menenlan makanan klien mengatakan sakit

g. Cairan masuk
Infus : 1080
Cairan : 400 ml
Air metabolisme : 75

h. Cairan keluar
Urine : 240
Muntah : 100
IWL : 156

i. Penilaian Status Cairan (balance cairan)


Cairan masuk-cairan keluar= 1555- 396= 1159

j. Pemeriksaan Abdomen
Inspeksi : Tidak ada pembesaran ataupun jejas pada abdomen
Auskultasi : Bisisng usus 16x
Palpasi : tidak ada nyeri tekan
Perkusi : Timpani

3. ELIMINATION
a. Sistem Urinary
1) Pola pembuangan urine (Frekuensi , jumlah, ketidaknyamanan)
Klien BAK 6x per hari jumlah 30ml per BAK tidak ada
ketidaknyamanan

2) Riwayat kelainan kandung kemih


Klien tidak mengalami kelainan kandung kemih
3) Pola urine (jumlah, warna, kekentalan, bau)
Klien BAK 6x per hari jumlah 30ml per BAK cair, kuning, bau khas
kencing.

4) Distensi kandung kemih/retensi urine


Tidak ada retensi kandung kemih

b. Sistem Gastrointestinal
1) Pola eliminasi
Selama di RS klien mengatakan belum bisa BAB. Sebelumnya klien
rutin BAB 1X/Hari setiap pagi

2) Konstipasi dan faktor penyebab konstipasi


Klien konstipasi karena klien tidak mau makan dan kekurangan makanan
yang berserat

c. Sistem Integument
1) Kulit (integritas kulit / hidrasi/ turgor /warna/suhu)
Kulit lembab, turgor kulit elastis. Terdapat benjolan di leher kanan kiri.

4. ACTIVITY/REST
a. Istirahat/tidur
1) Jam tidur : klien tidur pukul 21.30-05.00
2) Insomnia : klien tidak mengalami insomnia
3) Pertolongan untuk merangsang tidur:
Klien selalu di tenangkan oleh ibunya agar mau tidur
b. Aktivitas
1) Pekerjaan : klien belum bekerja
2) Kebiasaan olah raga : hanya saat jam pelajaran berlangsung
3) ADL
a) Makan : dibantu
b) Toileting :dibantu
c) Kebersihan :dibantu
d) Berpakaian :dibantu
4) Bantuan ADL :dibantu
5) Kekuatan otot :
5 5
5 5

6) ROM :
7) Resiko untuk cidera :
Klien beresiko untuk terjatuh karena kondisi tubuh yang tidak fit

c. Cardio respons
1) Penyakit jantung : tidak ada
2) Edema esktremitas : tidak ada
3) Tekanan darah dan nadi
a) Berbaring : tidak terkaji
b) Duduk :tidak terkaji
4) Tekanan vena jugularis:
Tidak ada peningkatan tekanan vena jugularis

5) Pemeriksaan jantung
a) Inspeksi : ictus cordis tak tampak
b) Palpasi :ictus cordis tak kuat angkat
c) Perkusi : redup
d) Auskultasi :lupdub

d. Pulmonary respon
1) Penyakit sistem nafas : Tidak ada penyakit sistem nafas
2) Penggunaan O2 : klien tidak menggunakan O2
3) Kemampuan bernafas : Baik
4) Gangguan pernafasan (batuk, suara nafas, sputum, dll)
Tidak ada gangguan pernafasan batuk(-), suara nafas (-), sputum (-)

5) Pemeriksaan paru-paru
a) Inspeksi :tidak ada jejas
b) Palpasi : pengembangan paru simetris
c) Perkusi :sonor
d) Auskultasi :vasikuler

5. PERCEPTION/COGNITION
a. Orientasi/kognisi
1) Tingkat pendidikan : Taman kanak-kanak
2) Kurang pengetahuan : kurang
3) Pengetahuan tentang penyakit: kurang
4) Orientasi (waktu, tempat, orang) : baik
b. Sensasi/persesi
1) Riwayat penyakit jantung : tidak ada
2) Sakit kepala : saat akan duduk
3) Penggunaan alat bantu : tidak
4) Penginderaan :
Klien mengeluh pandangannya sering gelap. Karena kekurangan energi
klien tidak mau makan
c. Communication
1) Bahasa yang digunakan : jawa+indonesia
2) Kesulitan berkomunikasi : klien agak kesulitan berkomunikasi
karena adanya nyeri pada leher

6. SELF PERCEPTION
a. Self-concept/self-esteem
1) Perasaan cemas/takut : klien takut di operasi
2) Perasaan putus asa/kehilangan: tidak
3) Keinginan untuk mencederai : tidak
4) Adanya luka/cacat : adanya benjolan pada leher kiri dan
kanan

7. ROLE RELATIONSHIP
a. Peranan hubungan
1) Status hubungan : Anak
2) Orang terdekat : Ibu
3) Perubahan konflik/peran : klien tidak bisa bermain dengan teman-
temannya
4) Perubahan gaya hidup : klien hanya di rumah sakit saja
5) Interaksi dengan orang lain : klien jarang berinteraksi, klien hanya
banyak tidur karena lemas dan tidak punya energi karena klien tidak mau
makan

8. SEXUALITY
a. Identitas seksual
1) Masalah/disfungsi seksual : Tidak ada
2) Periode menstruasi : klien belum menstruasi

9. COPING/STRESS TOLERANCE
a. Coping respon
1) Rasa sedih/takut/cemas : klien mudah emosi tampak dari mimik
wajah, dan klien mudah menangis
2) Kemampan untuk mengatasi : kurang
3) Perilaku yang menampakkan cemas ; klien menangis

10. LIFE PRINCIPLES


a. Nilai kepercayaan
1) Kegiatan keagamaan yang diikuti : sebelum sakit klien sering
menagji di dusunnya
2) Kemampuan untuk berpartisipasi : kemampuan berpartisipasi klien
baik
3) Kegiatan kebudayaan : tidak ada
4) Kemampuan memecahkan masalah : kurang baik, klien hanya
menangis dan kadang klien melamun

11. SAFETY/PROTECTION
a. Alergi : tidak ada
b. Penyakit autoimune : tidak ada
c. Tanda infeksi : peningkatan leukosit
d. Gangguan thermoregulasi : tidak ada
e. Gangguan/resiko (komplikasi immobilisasi, jatuh, aspirasi, disfungsi
neurovaskuler peripheral, kondisi hipertensi, pendarahan, hipoglikemia,
Sindrome disuse, gaya hidup yang tetap)

12. COMFORT
a. Kenyamanan/Nyeri
1) Provokes (yang menimbulkan nyeri) : Abses parotis
2) Quality (bagaimana kualitasnya) : Tertusuk-tusuk
3) Regio (dimana letaknya) : leher kanan kiri
4) Scala (berapa skalanya) :6
5) Time (waktu) : waktu menelan
b. Rasa tidak nyaman lainnya : klien kesulitan berbicara dan
kesulitan menoleh
c. Gejala yang menyertai : nyeri telan
13. GROWTH/DEVELOPMENT
a. Pertumbuhan : sama seperti anak seusianya
b. Perkembangan
- Kognitif : sama seperti anak seusianya
- Komunikasi : sama seperti anak seusianya
- Seksual : sama seperti anak seusianya
- Moral : sama seperti anak seusianya
c. KPSP : sama seperti anak seusianya
DATA LABORATORIUM

Tangga Hasil Harga


Jenis Pemeriksaan Satuan Interpretasi
l & Jam Pemeriksaan Normal
26/12/ WBC 14,3 3,6-11,00 10^9/1 H
2018 LYM 1,4 0,5-5,0 10^9/1 -
18.31 LYM % 10,3 15,0-50,0 % L
MID 0,8 0,1-1,5 10^9/1 -
MID% 4,7 2,0-15,00 % -
GRA 12,1 1,2-8 10^9/1 H
GRA% 86,0 35-80 % H
HGB 12,2 12-16 g/dl -
MCH 26,3 26-35 10^12/1 -
MCHC 35,1 31-36 fl -
RBC 4,65 3,9-5,5 % -
MCV 74,9 80-100 fl L
HCT 34,9 35-47 % L
RDWa 47,8 30-150 10^9/1 -
RDW 12,3 11-16 fl -
PLT 551 150-440 fl H
MPV 7,7 8-11 % L
PDW 10,8 0,1-99,9 % -
PCT 0,24 0,01-9,99 % -
LPCR 13,0 0,1-99,9 % -
ANALISA DATA
Nama Inisial Klien: An.A Diagnosa Medis: Abses Parotis
No Rekam Medis: 178*** Bangsal: Flamoyan

N Tgl
Data Subjektif Data Objektif Etiologi Problem
o jam
1 26-12- - klien mengatakan -Terdapat benjolan Agen Nyeri
. 2018 nyeri dengan kriteria pada parotis sebelah Cedera Akut
20.40 P: Abses Parotis kanan dan kiri Biologis
Q: Tertusuk tusuk -benjolan tampak
R: Tenggorokan besar
S: 6 -Tanda-tanda vital
T: Saat Menelan - N: 92 x/ menit
- S: 37,4 0C
-Keluarga klien
- Rr: 26 x/ menit
mengatakan klien
hanya mengkomsumsi
makanan yang halus
dengan porsi yang
sedikit

-keluarga klien
mengatakan terdapat
benjolan sejak 2
minggu yang lalu
2 26-12- -klien mengatakan -klien tampak nyeri Gangguan Nutrisi
. 2018 enggan makan karena saat mencoba menelan menelan kurang
20.40 nyeri menenlan dari
kebutuhan
-keluarga klien
tubuh
mengatakan klien
hanya mau
mengkonsumsi
makanan yang halus
dengan porsi sedikit
3 26-12- -Keluarga klien -keluarga klien Kurang Defisisien
. 2018 mengatakan ia tampak selalu informasi si
20.40 mengira bahwa itu menanyakan keadaan pengetahu
hanya gondongan dan klien an
akan sembuh sendiri

-keluarga klien -Keluarga klien


mengatakan tidak tampak menanggapi
mengobati sakitnya penyakitnya dengan
tersebut karena ia kira santai
akan sembuh dengan
sendirinya
RENCANA KEPERAWATAN
Nama Inisial Klien:AN.A Diagnosa Medis: Abses parotis
No Rekam Medis:178*** Bangsal: Flamboyan

NO DIAGNOSA NOC NIC Rasional


KEPERAWATAN
1 Nyeri akut Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama.. 2 x24 (Manejemen Nyeri) 1. Mengkaji nyeri untuk
1) Lakukan pengkajian nyeri secara
berhubungan jam diharapkan nyeri dapat berkurang, dengan kriteria didokumentasikan setelah
komprehensif termasuk lokasi,
dengan agen cidera hasil: dilakukannya prosedur, dengan
karakteristik, durasi, frekuensi,
fisik (Post SC) (Kontrol Nyeri) menanyakan penyebab, lokasi,
kualitas dan faktor presipitasi
N Tujuan durasi, kualitas, dan faktor
Indikator Awal 1 2 3 4 5
o prepitasi.
2) Observasi reaksi nonverbal dari
1 Mampu 4 V 2. Mengetahui reaksi norverbal
ketidaknyamanan
mengontrol nyeri pasien saat merasakan nyeri
2 Melaporkan nyeri 3 V 3) Gunakan teknik komunikasi 3. Komunikasi selalu dibutuhkan
berkurang terapeutik untuk mengetahui untuk bertanya berbicara
3 Mampu 3 V kepada seseorang
pengalaman nyeri pasien
mengurangi nyeri 4. Pemberian obat untuk
4 Menyatakan 3 V 4) Berikan analgetik untuk mengurangi membantu pengurangan nyeri
nyaman setelah nyeri
5. Agar pasien mempunyai
nyeri berkurang
istirahat yang cukup
5) Tingkatkan istirahat
1 : Tidak adekuat 6. Melaporkan kepada dokter jika
2 : Sedikit adekuat
3 : Cukup adekuat 6) Kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan
4 : Sebagian besar adekuat
ada keluhan dan tindakan nyeri
5 : Sepenuhnya adekuat 7. Mengajarkan Teknik non
tidak berhasil
farmakologi untuk mengurangi
7) Ajarkan Teknik non farmakologi
nyeri
untuk mengurangi nyeri

2 Nutrisi kurang dari Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 1. Observasi adanya perubahan BB 1. Untuk mengetahui perubahan
2. Identifikasi penurunan nafsu makan
kebutuhan tubuh 24jam diharapkan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh BB pasien.
dan aktifitas 2. Mengetahui tingkat nafsu
b.d gangguan dapat teratasi dengan kriteria hasil:
3. Cari faktor yang mempengaruhi
makan klien
menelan Status Nutrisi:
asupan nutrisi 3. Mengetahui penyebab masalah
Tujuan
NO Indikator Awal nutrisi
1 2 3 4 5 4. Kolaborasi dengan ahligizi untuk
4. Pemberian nutrisi sesuai
1 Intake nutrisi 1 V pemberian diet yang tepat
2 Intake makanan 1 V kebutuhan
lewat mulut

1 : Tidak adekuat
2 : Sedikit adekuat
3 : Cukup adekuat
4 : Sebagian besar adekuat
5 : Sepenuhnya adekuat

3 Defisiensi Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 1. Mengkaji pengetahuan klien dan 1. Mengetahui tingkat
pengetahuan b.d 24jam diharapkan defisiensi pengetahuan dapat teratasi keluarga tentang penyakit. pengetahuan klien.
kurangnya dengan kriteria hasil: 2. Gambarkan tanda dan gejala pada 2. Menjelaskan apa saja tanda dan
informasi N Indikator Awal Tujuan penyakit tersebut. gejala pada penyakit.
o 1 2 3 4 5 3. Sediakan informasi pada klien dan 3. Memberikan informssi pada
1. Pemahaman 1 kluarga tentang kondidi klien pasien dan keluarga tentang
V
tentang penyakit
2. Klien memahami 4 dengan tepat kondisi klien
informasi V 4. Jelaskan patofisiologi dari penyakit 4. Mengetahui bagaimana proses
mengenai penyakit
3. Klien mempu 4 tersebut penyakit
menjelaskan V
kembali informasi
IMPLEMENTASI
Nama Inisial Klien: An.A Diagnosa Medis: Abses Parotis
No Rekam Medis: 178*** Bangsal: Flamoyan

Tgl Diagnosa
No Implementasi Respon Paraf
jam Keperawatan
1. 26- Nyeri b.d -melakukan pengkajian Ds: klien hanu
12- agen cedera nyeri secara mengatakan nyeri m
2018 biologi komperhensif dengan kriteria
20.50 P: Abses Parotis
Q: Tertusuk tusuk
R: Tenggorokan
S: 6
T: Saat Menelan
Do:
-Tanda-tanda vital
N: 92 x/ menit
S: 37,4 0C
Rr: 26 x/ menit
-Terdapat benjolan
pada parotis sebelah
kanan dan kiri
-Mengobservasi reaksi -benjolan tampak
non verbal besar
21.00 -memberikan obat Do: klien tampak
sesuai dengan terapi menahan sakit
yang dianjurkan
(paracetamol syrup Ds: Ibu klien
3x7,5ml) menanyakan fungsi
obat
Do:Klien mau
menerimanya

2. 26- Nutrisi -Mengobservasi adanya Ds: Ibu klien hanu


12- kurang dari perubahan BB mengatakan awalnya m
2018 kebutuhan BB anaknya 21 kg
20.50 tubuh b.d Ibu klien
gangguan mengatakan hanya
menelan memperhatikan
semakin lama
anaknya tambah
kurus. BB sekarang :
17kg
-Mengidentifikasi
Ds: Ibu klien
penurunan nafsu makan
mengatakan saat
dan aktifitas klien mencoba untuk
makan klien selalu
mutah
Do: Klien tampak
lemas dan pucat
-Cari faktor yang
mempengaruhi asupan Ds: Klien
nutrisi mengatakan nyeri
saat menelan

3. 27- Defisiensi -Mengkaji tingkat Ds: Keluarga Devy


12- pengetahuan pengetahuan keluarga mengatakan klien
2018 b.d mengenai penyakit hanya sakit gondong
08.00 kurangnya biasa dan akan cepat
anak
informasi sembuh
Do:Keluarga
menanyakan kondisi
klien

Ds: Keluarga
-Menjelaskan tanda dan
mengatakan telah
gejala mengenai paham dengan
penyakit yang dialami penjelasan yang di
anak berikan

-Menyediakan Ds: Keluarga


informasi pada mengatakan tidak
kelaurga tentang menyangka kondisi
kondisi klien klien separah itu
4. 27- Nutrisi -Memasang NGT untuk Ds: Klien Devy
12- kurang dari pemberiandiet cair mengatakan tidak
2018 kebutuhan mau di pasang NGT
09.00 tubuh b.d dan menangis
gangguan Klien berjanji untuk
menelan meminum susu
tanpa selang untuk
memenuhi
kebutuhan nutrisinya
Do: Klien tampak
memberontak saat
akan di pasang NGT
-Memberikan nutrisi
sesuai diet yang di Do: Klien nampak
menghabiskan
tentukan (diet cair)
susunya
5. 27- Nyeri b.d -melakukan pengkajian Ds: klien Firda
12- agen cedera nyeri secara mengatakan nyeri
2018 biologi komperhensif dengan kriteria
14.00 P: Abses Parotis
Q: Tertusuk tusuk
R: Tenggorokan
S: 6
T: Saat Menelan
Do:
-Tanda-tanda vital
N: 94 x/ menit
S: 36,4 0C
Rr: 26 x/ menit
-Terdapat benjolan
pada parotis sebelah
kanan dan kiri
-benjolan tampak
besar

Do: klien tenang


-Mengobservasi reaksi
non verbal Do:Klien tampak
mempraktikkannya
-mengajarkan teknik
nafas dalam pada klien
6. 27- Nutrisi -memberikan diet cair Ds: Klien Firda
12- kurang dari mengatakan mau
2018 kebutuhan meminumnya
14.00 tubuh b.d Klien mengatakan
gangguan sudah tidak pusing
menelan lagi saat duduk
Do: Klien tampak
sedikit bugar
7. 27- Nyeri b.d -melakukan pengkajian Ds: klien Arif
12- agen cedera nyeri secara mengatakan nyeri
2018 biologi komperhensif dengan kriteria
20.50 P: Abses Parotis
Q: Tertusuk tusuk
R: Tenggorokan
S: 5
T: Saat Menelan
Do:
-Tanda-tanda vital
N: 86 x/ menit
S: 36,4 0C
Rr: 26 x/ menit
-Terdapat benjolan
pada parotis sebelah
kanan dan kiri
-benjolan tampak
besar

Do: klien tampak


-Mengobservasi reaksi tenang
non verbal
Do: Klien
-Meminta klien mempraktikkannya
mempraktikkan nafas
dalam
Ds: Ibu klien
-memberikan obat menanyakan fungsi
sesuai dengan terapi obat
yang dianjurkan Do:Klien mau
(paracetamol syrup menerimanya
3x7,5ml)
EVALUASI
Nama Inisial Klien: An.A Diagnosa Medis: Abses Parotis
No Rekam Medis: 178*** Bangsal: Flamoyan

Tgl Diagnosa Evaluasi


No Paraf
jam Keperawatan
1. 27- Nyeri akut S: Klien mengatakan nyeri dengan kriteria hanu
12- b.d agen P: Abses Parotis m
2018 cedera fisik Q: Tertusuk tusuk
05.00 R: Tenggorokan
S: 6
T: Saat Menelan
O:Tanda-tanda vital
S:37,3
N:90
Rr:30
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjut Intervensi
2 27- Nutrisi S: Keluarga mengatakan saat mencoba hanu
12- kurang dari memberi makan klien, klien mutah m
2018 kebutuhan Keluarga mengatakan Bbklien turun yang
05.00 tubuh b.d awalnya 21 kg menjadi 17 kg
gangguan O: Klien nampak lemas
menelan A: Masalah belum teratasi
P:Lanjut Intervensi
3 27- Defisiensi S: Keluarga mengatakan sudah mengetahui Devy
12- pengetahuan tentang penyakit yang diderita klien
2018 b.d O: Keluarga tampak bisa menjelaskan
13.00 kurangnya mengenai kondisi klien saat ini
informasi A: masalah teratasi
P: Hentikan Intervensi
4. 27- Nutrisi S: Klien mengatakan mau menghabiskan Devy
12- kurang dari susunya
2018 kebutuhan O: Susu klien tampak habis
13.00 tubuh b.d A: Masalah teratasi sebagian
gangguan P: Lanjut pemberian diet cair per 3 jam sekali
menelan
5. 27- Nyeri akut S: Klien mengatakan nyeri dengan kriteria Firda
12- b.d agen P: Abses Parotis
2018 cedera fisik Q: Tertusuk tusuk
20.00 R: Tenggorokan
S: 5
T: Saat Menelan
O: -Tanda-tanda vital
N: 94 x/menit
S: 36,4 0C
Rr: 26 x/ menit
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjut Intervensi

6. 27- Nutrisi S: Klien mengatakan mau menghabiskan Firda


12- kurang dari susunya
2018 kebutuhan Klien mengatakan sudah tidak pusing lagi saat
20.00 tubuh b.d duduk
gangguan O: Klien namapak sedikit bugar
menelan
7. 28- Nyeri akut S: Klien mengatakan nyeri dengan kriteria Arif
12- b.d agen P: Abses Parotis
2018 cedera fisik Q: Tertusuk tusuk
05.00 R: Tenggorokan
S: 5
T: Saat Menelan
O: -Tanda-tanda vital
N: 88 x/menit
S: 36,5 0C
Rr: 24 x/ menit
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjut Intervensi