Vous êtes sur la page 1sur 2

Relations PMS (Premenstrual Syndrome) with Sleep Quality in Adolescents

(Study in MTs Nurul Huda and SMP 01 Muhammadiyah Malang)


Nihaayatun Kaamilah Permatasari1, Erma Wahyu Mashfufa S.Kep, Ns. M.Si2,,
Ririn Harini S.Kep, Ns, M.Kep3.

ABSTRACT

Background: PMS (Pre Menstrual Syndrome) is a heterogeneous disorder such as physical


symptoms of cognitive, affective and behavior that occur in the menstrual cycle in the late
luteal phase, it has the clinical characteristics of three types: physical, psychological and
behavioral. The symptoms such as anxiety, depression, cognitive dysfunction, increased
libido and appetite, headache, insomnia, hypersomnia. The purpose of this study was to
determine the relationship of PMS (Pre Menstrual Syndrome) and quality of sleep.

Methods: This study used a descriptive correlational design with retrospektif approach.
This study started on 2-3 September 2016 at MTs Nurul Huda and 01 SMP
Muhammadiyah Malang. The subjects were a girl grade of 7 and 8, with total respondents
90 people were taken by total sampling method.

Results: Spearman test analysis using SPSS shows that there was no relationship PMS
(Pre Menstrual Syndrome) and quality of sleep. The analysis showed P Value> α, so H1
rejected.

Conclusion: One of the symptoms of PMS is a sleep disorder, but PMS can not cause
sleep disorders. Sleep disorders caused by lifestyle factors, hormones, emotional and
psychological.

Keywords: PMS (Pre Menstrual Syndrome), sleep quality.

1. Students of Nursing Science, University of Muhammadiyah Malang


2. Lecturer of Nursing Science, University of Muhammadiyah Malang
3. Lecturer of Nursing Science, University of Muhammadiyah Malang

vi
Hubungan PMS (Pre Menstrual Syndrome) dengan Kualitas Tidur pada Remaja
(Studi di MTs Nurul Huda dan SMP 01 Muhammadiyah Malang)
Nihaayatun Kaamilah Permatasari1, Erma Wahyu Mashfufa S.Kep, Ns. M.Si2,,
Ririn Harini S.Kep, Ns, M.Kep3.

INTISARI
Latar Belakang: PMS (Pre Menstrual Syndrome) merupakan gangguan heterogen seperti
gejala fisik kognitif, afektif dan perilaku yang terjadi pada siklus mentruasi di akhir fase
luteal, mempunyai karakteristik klinis 3 jenis yaitu fisik, psikologis dan perilaku.
Mempunyai gejala seperti cemas, depresi, disfungsi kognitif, peningkatan libido dan nafsu
makan, sakit kepala, insomnia, hipersomnia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan PMS (Pre Menstrual Syndrome) dengan kualitas tidur.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasional dengan pendekatan
retrospktif . Penelitian ini pada tanggal 2-3 September 2016 di MTs Nurul Huda dan SMP
01 Muhammadiyah Malang. Subyek penelitian adalah remaja wanita kelas 7 dan 8 dengan
jumlah responden sebanyak 90 orang yang diambil dengan metode total sampling.
Hasil: Berdasarkan hasil analisis Uji Spearman dengan program SPSS menunjukkan bahwa
tidak ada hubungan PMS (Pre Menstrual Syndrome) dengan kualitas tidur. Hasil analisis
menunjukkan P Value> α, sehingga H1 ditolak.
Kesimpulan: Salah satu gejala PMS adalah gangguan tidur, namun tidak seterusnya PMS
dapat menyebabkan ganguan tidur. Gangguan tidur dapat disebabkan karena faktor pola
hidup, hormone, emosional dan psikologis.
Kata Kunci: PMS (Pre Menstrual Syndrome), Kualitas tidur.

1. Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas


Muhammadiyah Malang
2. Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas
Muhammadiyah Malang
3. Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas
Muhammadiyah Malang

vii