Vous êtes sur la page 1sur 15

MODUL 4

LUKA PADA KELAMIN

PENDAHULUAN

Modul Luka pada Kelamin ini diberikan pada mahasiswa yang mengambil mata

kuliah sistem Uronefrologi di semester V. TIU dan TIK pada sistem ini disajikan pada

permulaan buku modul agar dapat dimengerti secara menyeluruh tentang konsep dasar

penyakit-penyakit Sistem Uronefrologi yang memberikan gejala luka pada kelamin.

Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan semua aspek tentang system Uronefrologi dan

patomekanisme terjadinya penyakit, kelainan jaringan, dan pemeriksaan lain yang dibutuhkan

pada penyakit yang memberikan gejala luka pada kelamin.

Sebelum menggunakan modul ini, mahasiswa diharapkan membaca TIU dan TIK

sehingga tidak terjadi penyimpangan pada diskusi dan tujuan serta dapat dicapai kompetensi

minimal yang diharapkan. Bahan untuk diskusi dapat diperoleh dari bacaan yang tercatum di

akhir modul. Kuliah pakar akan diberikan atas permintaan mahasiswa yang berkaitan

dengan penyakit ataupun penjelasan dalam pertemuan konsultasi antara peserta kelompok

diskusi mahasiswa dengan tutor atau ahli yang bersangkutan.

Penyusun mengharapkan modul ini dapat membantu mahasiwa dalam memecahkan

masalah penyakit uronefrologi yang disajikan.

Revisi
Makassar, Desember 2018

Penyusun
MODUL SAKIT PERUT MENDADAK

TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Setelah mempelajari modul ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan tentang


penyakit-penyakit yang menyebabkan gejala luka pada kelamin, penyebab dan
patomekanisme, gambaran klinik, cara diagnosis, penanganan dan pencegahan penyakit-
penyakit yang menyebabkan luka pada kelamin.

KASUS

SKENARIO 1

Seorang laki-laki, 34 th, menikah, datang ke poliklinik kulit dan kelamin, dengan keluhan keluar
cairan dari kemaluannya sejak 5 hari lalu. Duh dari saluran kemih berupa nanah, awalnya sedikit
kemudian bertambah banyak. Keluhan disertai rasa nyeri pada saat berkemih. Adanya bercak
berwarna putih yang menempel di celana dalam pada pagi hari. Riwayat kontak seksual.

SKENARIO 2

Seorang laki-laki 28 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan luka pada kelamin sejak 12 hari
yang lalu luka pada kelamin awalnya hanya seperti bintil berair yang lama lama pecah seperti luka
luka kecil. Luka ini tidak terasa nyeri. Adanya perabaan benjolan agak membesar pada daerah
selangkangan. Pada pemeriksaan fisik tampak ulkus miliar eritem pinggiran meninggi dasar bersih
pada corpus penis. Riwayat kontak seksual.
SKENARIO 3

Laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik kulit dan kelamin dengan keluhan nyeri
pada kelaminnya terutama saat buang air kecil. Keluhan ini telah dirasakan sejak 2 hari
yang lalu.Pasien sudah menikah selama setahun, tapi belum mempunyai anak. Pada
pemeriksaan didapatkan tanda inflamasi pada glans penis, ditemukan beberapa lecet
(ekskoriasi) pada glans penis, muara OUE dan batang penis, duh tubuh homogen abu-abu,
dan terdapat sariawan.

SKENARIO 4
Seorang laki-laki, 28 tahun datang ke poliklinik kulit dan kelamin dengan keluhan terdapat
benjolan sebesar kepala jarum pentul pada alat kelamin sejak 2 bulan lalu. Awalnya keluhan
dirasakan hanya sedikit dan kecil yang lama kelamaan bertambah banyak dan membesar,
disertai rasa gatal. Riwayat berobat di puskesmas tapi tidak ada perubahan. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan papul eritema, nodul dengan permukaan kasar dan berjonjot.
Istri pasien memiliki keluhan yang sama.
Scenario 1
A man, 34 y.o married, comes to the polyclinic with chief complaints discharge from their
private parts since 5 days ago. Duh of of the urinary tract in the form of pus, of the urinary
tract originally a little later multiply. Complaints accompanied the pain when his voiding. The
colored patches that stuck in white underwear in the morning. The acts of sexual contact.

Scenario 2
A man 28 y.o goes to primay health care with chief complaint wound in his penis for 12 days
ago. The wound in his penis originally just like juicy pustule long duration broke out as it
cuts small cuts. There no pain and enlarges on inguinal region. The examination of physical
looked ulcer billion eritem fringe was lifted up a net in the corpus of penis. Acts of sexual
contact.

Scenario 3
Man aged 25 y.o comes to the polyclinic with chief complaints pain in the gonads especially
during urination. This complaint has been felt over the past 2 a days ago. He got married for
a year but not yet have a son. There are inflammation and some blisters in the glans penis,
OUE and stems of the penis, duh of a homogeneous gray, and there are thrush.

Scenario 4
A man 28 y.o comes to the polyclinic with chief complaints there are a lump of the head (3-
5 mm) on a his penis over the past 2 months ago. Originally complaints will be for them only
a little and shared between small increase and be enlarged, accompanied the itching. Acts of
at a primary health care but not there is change. In the examination there are papule erythema,
nodule with a rough surface and stemmed. His wife have the same complaints.
TUGAS MAHASISWA

1. Setelah membaca dengan teliti skenario di atas anda harus mendiskusikan kasus
tersebut pada satu kelompok diskusi terdiri dari 10 – 12 orang, dipimpin oleh seorang
ketua dan seorang penulis yang dipilih oleh anda sendiri. Ketua dan sekretaris ini
sebaiknya berganti-ganti pada setiap kali diskusi. Diskusi kelompok ini bisa dipimpin
oleh seorang tutor atau dilakukan secara mandiri oleh kelompok.
2. Melakukan aktivitas pembelajaran individual di perpustakaan dengan menggunakan
buku ajar, majalah, slide, tape atau video, dan internet, untuk mencari informasi
tambahan.
3. Melakukan diskusi kelompok mandiri (tanpa tutor) , melakukan curah pendapat bebas
antar anggota kelompok untuk menganalisa dan atau mensintese informasi dalam
menyelesaikan masalah.
4. Berkonsultasi pada nara sumber yang ahli pada permasalahan dimaksud untuk
memperoleh pengertian yang lebih mendalam (tanpa pakar).
5. Mengikut kuliah khusus (kuliah pakar) dalam kelas untuk masalah yang belum jelas
atau tidak ditemukan jawabannya.
6. Melakukan latihan dilaboratorium keterampilan klinik dan praktikum di laboratorium.

PROSES PEMECAHAN MASALAH

Dalam diskusi kelompok dengan menggunakan metode curah pendapat, mahasiswa


diharapkan memecahkan problem yang terdapat dalam skenario ini, yaitu dengan mengikuti 7
langkah penyelesaian masalah di bawah ini:
1. Klarifikasi istilah yang tidak jelas dalam scenario di atas, dan
tentukan kata/ kalimat kunci skenario diatas.
2. Identifikasi problem dasar scenario diatas dengan, dengan
membuat beberapa pertanyaan penting.
3. Analisa problem-problem tersebut dengan menjawab
pertanyaan-pertanyaan diatas.
4. Klasifikasikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut
di atas.
5. Tentukan tujuan pembelajaran yang ingindi capai oleh
mahasiswa atas kasus tersebut diatas.
6. Cari informasi tambahan tentang kasus diatas dari luar
kelompok tatap muka. Langkah 6 dilakukan dengan belajar mandiri.
7. Laporkan hasil diskusi dan sistesis informasi-informasi yang
baru ditemukan.
Langkah 7 dilakukan dalam kelompok diskusi dengan tutor.

Penjelasan :
Bila dari hasil evaluasi laporan kelompok ternyata masih ada informasi yang diperlukan
untuk sampai pada kesimpulan akhir, maka proses 6 bisa diulangi, dan selanjutnya dilakukan
lagi langkah 7.
Kedua langkah diatas bias diulang-ulang di luar tutorial, dan setelah informasi
dirasa cukup maka pelaporan dilakukan dalam diskusi akhir, yang biasanya dilakukan dalam
bentuk diskusi panel dimana semua pakar duduk bersama untuk memberikan penjelasan atas
hal-hal yang belum jelas.

JADWAL KEGIATAN

Sebelum dilakukan pertemuan antara kelompok mahasiswa dan tutor, mahasiswa


dibagi menjadi kelompok-kelompok diskusi yang terdiri dari10-12 orang tiap kelompok.
1. Pertemuan pertama dalam kelas besar dengan tatap muka satu arah untuk penjelasan
dan tanya jawab. Tujuan : menjelaskan tentang modul dan cara menyelesaikan
modul, dan membagi kelompok diskusi. Pada pertemuan pertama buku modul
dibagikan.
2. Pertemuan kedua : diskusi tutorial 1 dipimpin oleh mahasiswa yang terpilih menjadi
ketua dan penulis kelompok, serta difasilitasi oleh tutor Tujuan :
 Memilih ketua dan sekretaris kelompok,
 Brain-storming untuk proses 1 – 5,
 Pembagian tugas
3. Pertemuan ketiga: diskusi tutorial 2 seperti pada tutorial 1. Tujuan: untuk
melaporkan informasi baru yang diperoleh dari pembelajaran mandiri dan melakukan
klassifikasi, analisa dan sintese dari semua informasi.
4. Anda belajar mandiri baik sendiri-sendiri. Tujuan: untuk mencari informasi baru
yang diperlukan,
5. Diskusi mandiri; dengan proses sama dengan diskusi tutorial. Bila informasi telah
cukup, diskusi mandiri digunakan untuk membuat laporan penyajian dan laporan
tertulis.Diskusi mandiri bisa dilakukan berulang-ulang diluar jadwal.
6. Pertemuan keempat:diskusi panel dan tanya pakar.Tujuan: untuk melaporkan hasil
analisa dan sintese informasi yang ditemukan untuk menyelesaikan masalah pada
skenario. Bila ada masalah yang belum jelas atau kesalahan persepsi, bisa diselesaikan
oleh para pakar yang hadir pada pertemuan ini. Laporan penyajian dibuat oleh
kelompok dalam bentuk sesuai urutan yang tercantum pada buku kerja.
7. Masing-masing mahasiwa kemudian diberi tugas untuk menuliskan laporan tentang
salah satu penyakit yang memberikan gambaran seperti pada skenario yang
didiskusikan pada kelompoknya. Laporan ditulis dalam bentuk laporan penyajian
dan laporan lengkap.
8. Pertemuan terakhir: laporan kasusdilakukan dalam kelas besar oleh masing-masing
mahasiswa.
Catatan :
 Laporan penyajian kelompok dan perorangan serta semua laporan kasus masing-
masing diserahkan satu rangkap ke sistem melalui ketua kelompok.
 Semua laporan akan diperiksa dan dinilai oleh pakarnya masing-masing.
 Semua mahasiswawajib menyalin laporan dari kelompok dan mahasiswa lain
untuk dipakai sebagai salah satu bahan ujian.

TIME TABLE
PERTEMUAN
I II III IV V VI VII
Pertemuan I Tutorial I Mandiri Tutorial II Kuliah Diskusi panel Laporan
(Penjelasan) (Brain Mencari (Laporan kosultasi Tanya pakar kasus
Stroming tambahan informasi
Klassifikasi informasi baru
Analisa & Klasifikasi
sintese ) Praktikum Analisa &
CSL sintese)

STRATEGI PEMBELAJARAN

1. Diskusi kelompok difasilitasi oleh tutor


2. Diskusi kelompok tanpa tutor
3. CSL : Toucher rectal, menilai pencitraan
4. Praktikum bakteriologi, patologi klinik
5. Konsultasi pada pakar
6. Kuliah khusus dalam kelas
7. Aktivitas pembelajaran individual diperpustakaan dengan
menggunakan buku ajar Majalah, slide, tape atau video dan internet

A. Nara sumber (Dosen Pengampu)

DAFTAR NAMA NARASUMBER

No. NAMA DOSEN BAGIAN TLP. HP/FLEXI


KANTOR
1. Prof. Dr. dr. Syarifuddin Rauf Anak 0811411109
Sp.A(K)
2. Dr. dr. Hasyim Kasim, Sp.PD- PenyakitDalam 08124200373
KGH
3. dr. Abd. Azis, Sp.U BedahUrologi 08114611624
4. Dr. dr. Nurelly Waspodo, Sp.KK KulitKelamin 0811443162
5. dr. Dwi Anggita Fisiologi 085299558882
6. dr. Hanna Aulia Namirah Anatomi 08124128290
7. Prof. Dr. dr. Sabbele, PHK Histologi 0811411723
8. dr. Nurdin Mappewali, M.Biomed Biokimia 0811442224
9. dr. Djumadi Achmad, Sp.PA(K) PatologiAnatom 0811444566
i
10. dr. Hj. Aryanti B., M.Kes, SpGK Gizi 085242543717
11. dr. Wisudawan, M.Kes, Sp.JP, Farmakologi 08124236483
FIHA
12. dr. Erlin Syahrir, Sp.Rad. Radiologi 01242109925
13. dr. Sri Julyani, M.Kes, Sp.PK PatologiKlinik 08114100939
14. dr. Yusriani Mangarengi, M.Kes Mikrobiologi 085399067512
15. dr. Dian Amelia Abdi, M.Kes, Kulit Kelamin 082291901201
SpKK
16. dr. Hj. Hermiaty, M.Kes IKM 081355519090
LEMBAR KERJA

1. KLARIFIKASI KATA SULIT

2. TENTUKAN KATA KUNCI


3. TENTUKAN PROBLEM KUNCI DENGAN MEMBUAT
PERTANYAAN-PERTANYAAN PENTING
4. JAWABAN PERTANYAAN
4. JAWABAN PERTANYAAN
5. TUJUAN PEMBELAJARAN SELANJUTNYA

6. INFORMASI BARU
6. INFORMASI BARU
SISTEM URONEFROLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

MODUL 4
PROBLEM BASE LEARNING

LUKA PADA KELAMIN

PANDUAN MAHASISWA

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2018