Vous êtes sur la page 1sur 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Istilah asam (acid) berasal dari bahasa latin acetum yang berarti cuka serta
merupakan terjemahan dari istilah yang digunakan untuk hal yang sama dalam
bahasa-bahasa Eropa sepertizuur (bahasa Belanda), atau Säure (bahasa Jerman). Di
alam, asam ditemukan dalam buah-buahan, misalnya asam sitrat dalam buah jeruk
berfungsi untuk memberi rasa limun yang tajam. Cuka mengandung asam asetat, dan
asam tanak dari kulit pohon digunakan untuk menyamak kulit. Asam mineral yang
lebih kuat telah dibuat sejak abad pertengahan, salah satunya adalah aquan fortil
(asam nitrat) yang digunakan oleh para peneliti untuk memisahkan emas dan perak.

Asam sulfat, ( H2SO4), merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat. Zat ini
larut dalam air pada semua perbandingan. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan
dan merupakan salah satu produk utama industri kimia.

Asam Sulfat merupakan senyawa kimia yang termasuk asam kuat. Senyawa
dengan rumus kimia H2SO4 ini, dapat larut dalam air dalam berbagai perbandingan.
Asam sulfat merupakan salah satu produk utama dalam industri kimia dan termasuk
yang paling banyak diproduksi dibandingkan dengan senyawa kimia lainnya.
Senyawa ini banyak dipergunakan dalam berbagai proses reaksi kimia. Penggunaan
asam sulfat banyak terdapat dalam kegiatan pemrosesan bijih mineral, proses sintesis
kimia, pemrosesan air buangan (limbah) dan dalam industri kilang minyak. Selain itu
asam sulfat juga biasa dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk, bahan
peledak, detergen, zat pewarna, insektisida, medisinal atau obat-obatan, plastik, baja
dan baterai.

1
1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, didapatkan rumusan masalah sebagai berikut :

1. Apa pengertian dari Asam Sulfat (H2SO4) ?


2. Apa saja sifat fisik dan sifat kimia dari Asam Sulfat ( H2SO4) ?
3. Apa saja kegunaan dari Asam Sulfat ( H2SO4) ?
4. Bagaimana cara Pembuatan H2SO4 ?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi, sifat fisik dan kimia serta kegunaan Asam Sulfat
(H2SO4) secara umum.
2. Untuk mengetahui proses pembuatan Asam Sulfat (H2SO4)
3. Untuk mengetahui penggunaan suhu dan tekanan dalam proses pembuatan
Asam Sulfat (H2SO4)

1.4 Manfaat
1. Kita dapat mengetahui definisi dan kegunaan Asam Sullfat (H2SO4) secara
umum
2. Kita dapat mengetahui proses pembuatan Asam Sulfat (H2SO4)
3. Kita dapat mengetahui penggunaan suhu dan tekanan dalam proses pembuatan
Asam Sulfat (H2SO4)

BAB II

PEMBAHASAN

2
2.1 Sejarah Perkembangan Asam Sulfat (H2SO4)

Asam sulfat dipercayai pertama kali ditemukan di Iran oleh Al-Razi pada abad
ke-9. Asal usul Pengenalan asam sulfat kurang jelas, tetapi zat ini sudah disebut –
sebut sejak abad kesepuluh. Pembuatannya melalui pembakaran belerang dengan
saltpeter, pertama kali dijelaskan oleh Valentinus pada abad kelima belas. Pada tahun
1746, Roebuck dari Birmingham (Inggris) memperkenalkan proses kamar timbal.
Proses yang menarik ini, namun sekarang sudah kuno, diuraikan secara rinci di
dalam edisi ketiga buku ini dan dalam buku - buku lainnya.

Proses kontak pertama kali ditemukan pada tahun 1831 oleh Phillips, seorang
inggris, yang patennya mencakup aspek - aspek penting dari proses kontak yang
modern, yaitu dengan melewatkan campuran sulfur dioksida dan udara melalui
katalis, kemudian diikuti oleh absorpsi sulfur trioksida di dalam asam sulfat 98,5 %
sampai 99 %.

2.2 Pengertian Asam Sulfat (H2SO4)

Karateristik Asam Sulfat


a. Rumus: H2SO4
b. Nama IUPAC: Sulfuric acid, Acide Sulfurique, Acidum Sulfuricum
c. Massa molar: 98,079 g/mol
d. Kepadatan: 1,84 g/cm³
e. Rumus molekul: H2SO4
f. Viskositas: 26,7 cP (20 °C)
Istilah "asam" merupakan terjemahan dari istilah yang digunakan untuk hal yang
sama dalam bahasa-bahasa Eropa seperti acid (bahasa Inggris), zuur (bahasa
Belanda), atau Säure (bahasa Jerman) yang secara harfiah berhubungan dengan rasa
masam. Dalam kimia, istilah asam memiliki arti yang lebih khusus.
Contoh dari asam kuat : asam klorida (HCl), Asam Sulfat (H2SO4)
Contoh dari asam lemah : asam asetat (CH3COOH) , Asam sianida (HCN)

3
Asam sulfat bisa dibilang dengan asam , memiliki massa molar 98,08
g/mol,tampilan berupa cairan bening, tak berwarna, tak berbau, densitas 1.84 g/ , cair.
Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah satu produk utama
industry kimia.
Asam sulfat merupakan komponen utama huja asam, yang terjadi karena oksidasi
sulfur dioksida di atmosfer dengan keberadaan air (oksidai asam sulfit). Sulfur
dioksida adalah produk sampingan utama dari pembakaran bahan bakar seperi batu
bara dan minyak yang mengandung sulfur (belerang).
Reaksi hidrasi (pelarutan dalam air) dari asam sulfat adalah reaksi eksoterm yang
kuat. Jika air ditambah kedalam asam sulfat pekat, terjadi pendidihan. Senatiasa
tambah asam kepada air bukan sealiknya. Hal ini disebabkan karena perbedaan isi
padu kedua cairan. Air kurang padu dibanding asam sulfat dan cenderung untuk
terapung diatas asam. Reaksi tersebut membentuk ion hidronium:

H2SO4 + H2O H3O+ + HSO4-

Asam sulfat bersifat sebagai oksidator kuat. Reaksi asam sulfat pekat dengan air
sangat kuat dan menimbulkan panas yang sangat tinggi. Pengenceran asam sulfat
dilakukan dengan jalan menambahkan asam kedalam air secara perlahan, sedikit demi
sedikit sambil diaduk. Air tidak boleh ditambahkan kedalam asam. Hal itu akan
mengakibatkan memerciknya larutan sehingga menimbulkan hal yang
membahayakan. Asam sulfat pekat juga bertindak sebagai dehidrator, yaitu menarik
air dari senyawa lainnya.

Asam sulfat murni yang tidak diencerkan tidak dapat ditemukan secara alami
dibumi oleh karena sifatnya yang higroskopis. Asam sulfat murni berupa cairan
bening seperti minyak, dan oleh karenanya pada zaman dahulu ia dinamakan ‘minyak
vitriol’. Pengenceran asam sulfat dilakukan dengan cara menambahkan asam kedalam
air secara perlahan, sedikit demi sedikit sambil diaduk. Air tidak boleh ditambahkan

4
kedalam asam, itu mengakibatkan memerciknya larutan sehingga menimbulkan hal
yang berbahaya. Hal ini dikarenakan asam pekat panas umumnya beberapa sebagai
oksidator, manakala asam encer berperan sebagai asam biasa. Sehingga ketika asam
pekat panas bereaksi dengan seng, timah, dan tembaga, ia akan menghasilkan garam,
air dan sulfur dioksida, asam encer yang bereaksi dengan logam seperti seng akan
menghasilkan garam dan hidrogen. Asam sulfat pekat juga bertindak sebagai
dehidrator, yaitu menarik air dari senyawa lainnya.

2.3 Bahan Baku Asam Sulfat (H2SO4)

Sumber dan bahan baku dari asam sulfat adalah belerang. Belerang di alam
terdapat di kulit bumi meliputi kira-kira 0,1% dari massa kulit bumi. Belerang
terdapat dalam keadaan unsur bebas ataupun dalam senyawa sulfida. Belerang dalam
keaadaan unsur bebas terdapatdari dareah gunung berapi dan dalam tanah. Dalam
bentuk senyawa, belerang terdapat dalam garam sulfida seperti pirit, sengblende, atau
garam-garam sulfat seperti gips, barium sulfat maupun magnesium sulfat. Dalam
bentuk senyawa organik, belerang terdapat dalam minyak bumi, batu bara dan gas
alam, yaitu gas hidrogen sulfida.

Belerang diambil dari dekat gunung berapi dan sumber air panas dan juga bawah
tanah. Belerang juga terdapat dalam bijih, seperti galena (PbS), hidrogen sulfida
dalam gas alam dan minyak bumi dan sebagai belerang di laut.

Belerang diambil dari bawah tanah dengan proses Frasch. Tiga pipa konsentris
yang dibor ke dalam deposit belerang. Air superpanas (180 ° C, di bawah tekanan)
dipompa ke bawah melalui pipa terluar, hal ini mencairkn belerang (titik leleh
1130C). Udara bertekanan dipompa ke bawah melalui pipa di bagian dalam untuk
mendorong belerang cair dan uap pipa akan sampai ke permukaan melalui pipa
bagian tengah.

5
Belerang juga diperoleh dari sulfida hidrogen dalam gas alam dan minyak

bumi. Pembakaran tidak sempurna dari S dalam tungku menghasilkan S dan S.

3 S (g) + (g) 2 S (g) + 3S (g) + S (g)

Campuran ini didinginkan untuk menghasilkan belerang. Gas-gas kemudian


dilewatkan melalui katalis dan dipanaskan.

2 S (g) + S (g) 2 O (g) + 3S (g)

Pendinginan mengembunkan belerang yang tersisa (titik didih 445 ° C). belerang
juga dihasilkan sebagai belerang dioksida ketika logam yang dilebur adalah suatu
bijih sulfida. Sebuah persamaan umum untuk reaksi ini, dengan menggunakan M
untuk menyatakan logam (seperti tembaga, seng atau besi), dapat ditulis sebagai:

MS + (g) M (s) + S (g)

M logam oksida logam sering membentuk MO.

2.4 Sifat fisik dan sifat kimia Asam Sulfat ( H2SO4)


Beberapa hal mengenai sifat fisik dan kimia dari asam sulfat

A. Sifat fisika:
a. Keadaan fisik berbentuk Cairan.

6
b. Asam Kuat
c. Berat Molekul: 98,08 g / mol
d. Tak berwarna.
e. Titik Didih 270°C (518F 543K)
f. Densitas Uap: 3.4 g/cm3

b. Sifat Kimia:
a. Mudah larut dalam air dingin
b. Sulfat larut dalam air dengan pembebasan banyak panas
c. Larut dalam etil alcohol

2.5 Kegunaan Asam Sulfat (H2SO4)


Asam sulfat merupakan komoditas kimia yang sangat penting, , produksi
asam sulfat suatu negara merupakan indikator yang baik terhadap kekuatan
industri negara tersebut. Kegunaan asam sulfat, yaitu:
a. Kegunaan utama (60% dari total produksi di seluruh dunia) asam sulfat
adalah dalam "metode basah" produksi asam fosfat, yang digunakan untuk
membuat pupukfosfat dan juga trinatrium fosfat untuk deterjen.
b. Dalam teknik (pupuk buatan, Asam Klorida, Asam Sitrat dalam memurnikan
minyak tanah, zat-zat warna serta peletus)
c. Dalam kimia organic (Pembuatan ester dan eter)
d. Asam sulfat digunakan dalam jumlah yang besar oleh
industri besi dan baja untuk menghilangkan oksidasi, karat, dan kerak air
sebelum dijual ke industri otomobil.
e. Dalam lab, umumnya sebagai pengering dan reagent atau pereaksi yang
umumnya digunakan di dalam suatu reaksi asam-basa atau reaksi lainnya.
f. Selain itu, dapat digunakan dalam pemprosesan bijih mineral, sintesis kimia,
pemprosesan air limbah.
g. Kegunaan asam sulfat lainnya yang penting adalah untuk
pembuatan aluminium sulfat. Alumunium sulfat dapat bereaksi dengan
sejumlah kecil sabun pada serat pulp kertasuntuk menghasilkan
aluminium karboksilat yang membantu mengentalkan serat pulp menjadi
permukaan kertas yang keras. Aluminium sulfat juga digunakan untuk

7
membuat aluminium hidroksida. Aluminium sulfat dibuat dengan
mereaksikan bauksitdengan asam sulfat:

Al2O3 + 3 H2SO4 → Al2(SO4)3 + 3 H2O

h. Asam sulfat juga memiliki berbagai kegunaan di industri kimia. Sebagai


contoh, asam sulfat merupakan katalis asam yang umumnya digunakan untuk
mengubah sikloheksanonoksim menjadi kaprolaktam, yang digunakan untuk
membuat nilon.

2.6 Cara Pembuatan Asam Sulfat (H2SO4)

Membuat asam sulfat pada konsentrasi sedang dari S yang dibangkitkan

melalui pembakaran pirit dan pada waktu energi masih murah, pabrik asam sulfat
relatif sederhana. Tetapi setelah harga energi meningkat tinggi sekali, energi yang
banyak yang dihasilkan dari oksidasi belerang dan sulfur dioksida menjadi suatu
komoditi yang amat berharga. Pabrik - pabrik melakukan berbagai modifikasi besar
agar dapat memanfaatkan energi ini untuk membangkitkan uap bertekanan tinggi
guna pembangkitan tenaga listrik. Dengan demikian, energi dapat dipulihkan
sebanyak-banyaknya, sedang energi yang digunakan dalam proses dibuat seminimum
mungkin. Gabungan antara pabrik kimia dan system pembangkitan listrik (atau uap)
disebut Kogenerasi. Oleh karena itu, pabrik asam sulfat modern merupakan suatu
system pembangkit tenaga listrik. Fungsi kedua ini tentu saja membuat system
operasi pabrik tersebut menjadi lebih rumit, tetapi biaya produksi asam sulfat menjadi
lebih murah atau rendah. Pabrik - pabrik juga dibuat jauh lebih besar agar dapat
memanfaatkan ekonomi skala besar. Ada beberapa hal dalam pembuatan asam sulfat
yaitu:

a. Pembuatan dengan proses kamar timbal

8
Pada proses ini campuran gas S dan udara dialirkan kr dalam bilik yang dilapisi

timbel (Pb) dengan menggunakan katalis NO dan N . Pada campuran gas-gas ini

dialirkan uap air, reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

2S (g) + (g) + NO(g) + N (g) + O 2HNOS (aq) (asam

nitrosil)
2HNOS (aq) + O 2 S (aq) + NO(g) + N (g)

Pembuatan asam sulfat dengan proses kamar timbel adalah cara yang pertama
dilakukan. Dari proses itu, asam sulfat yang dihasilkan hanya mencapai kadar
80% berat, sedangkan saat ini penggunaaan asam sulfat dalam industri adalah
dengan kadar yang sangat tinggi yaitu 98% berat. Oleh karena itu, untuk
mendapatkan asam sulfat dengan kadar 98% tidak dimungkinkan dengan cara
proses kamar timbel, tetapi diperoleh dengan proses kontak

b. Pembuatan Dengan Proses Kontak

Sampai tahun 1900, belum ada pabrik dengan proses kontak yang dibangun di
Amerika Serikat, walaupun proses ini sudah sangat berperan di Eropa, di mana
terdapat kebutuhan terhadap oleum dan asam konsentrasi tinggi untuk digunakan
pada sulfonasi, terutama pada industri zat warna. Dalam periode 1900 sampai 1925,
banyak pabrik asam kontak yang dibangun dengan menggunakan platina sebagai
katalis. pada tahun 1930, proses kontak ini telah dapat bersaing dengan proses kamar
pada segala konsentrasi asam yang di hasilkan. Sejak pertengahan tahun 1920-an,
kebanyakan fasilitas yang baru di bangun dengan menggunakan proses kontak
dengan katalis vanadium. Proses kontak kemudian mengalami modifikasi secara
berangsur – angsur dan menggunakan absorpsi ganda (juga disebut katalis ganda),

9
sehingga hasilnya lebih tinggi dan emisi S yang belum terkonversi dari cerobong

asap berkurang . Baru -baru ini, peraturan pemerintah Amerika Serikat telah

menentukan batas emisi S maksimum yang diperbolehkan dari pabrik asam dan

mengharuskan semua pabrik menggunakan proses absorbsi ganda, atau kalau tidak
dilengkapi dengan system pembasuhan gas cerobong, sehingga tingkat emisinya
setingkat dengan hasil cara pertama.

Kalor pembakaran belerang dimanfaatkan di dalam ketel uap kalor limbah atau
ketel uap dan ekonomiser guna membangkitkan uap yang dipakai untuk melebur
belerang serta untuk keperluan tenaga disekitar pabrik . Uap merupakan salah satu
hasil pabrik itu. Pabrik- pabrik yang modern membangkitkan uap pada tekanan 6
MPa , lebih tinggi dari tekanan 2 MPa yang diperoleh beberapa tahun yang lalu.

Reaksi S menjadi S adalah suatu reaksi eksotermik yang dapat balik.

Tetapan keseimbangan 19 untuk reaksi ini dihitung dari tekanan bagian sesuai dengan
hokum aksi massa dan dapat dinyatakan sebagai nilai Kp telah ditentukan dari
percobaan dan nilai ini atas dasar P dalam atmosfer.

Proses- proses pembuatan Asam Sulfat dilakukan dengan cara :

a. Pembakaran
b. Oksidasi
c. Menaikan Tekanan
d. Absorber
e. Penguapan

Beberapa Bahan Baku Pembuatan Asam Sulfat :

a. Katalis

10
Fungsi katalis dalam setiap reaksi katalitik adalah meningkatkan laju reaksi.
Katalis konversi sulfur dioksida ini biasanya terdiri dari tanah diatomea, yang

disusupi dengan lebih dari 7 % O5 katalis komersial mengandung garam kalium

(sulfat, pirosulfat dan sebagainya) disamping O5. Pada suhu operasi pewaris aktif

ialah garam lebur yang terdapat pori - pori pelet silika.

b. Belerang

Belerang merupakan salah satu bahan dasar yang paling penting dalam industri
pengolahan kimia. Bahan ini terdapat di alam dalam wujud bebas dan dalam keadaan

senyawa pada bijih-bijih seperti pirit (Fe ), Sfalerit (ZnS) dan Kalkopirit (CuFe ).

Bahan ini juga terdapat di dalam minyak dan gas bumi (sebagai S).

Penggunaannya yang terbesar adalah dalam pembuatan asam sulfat.

2.7 Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Jika Terkena Asam Sulfat (H2SO4)

Langkah yang harus dilakukan jika terkena asam sulfat yaitu :

a. guyur bagian tubuh yang terpapar asam sulfat dengan air yang mengalir
selama 10-15 menit. Hal ini bertujuan untuk mendinginkan jaringan disekitar
luka bakar asam, dan untuk mencegah adanya kerusakan sekunder. Pakaian
yang terkena asam sulfat pun juga harus segera di lepas, dan guyur dengan air
kulit yang terkena asam sulfat lewat pakaian tersebut.

11
b. Jika terpapar asam sulfat pada mata, segera guyur mata dengan air hangat
selama 20 menit, dan segera pergi ke doker.
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Dari hasil makalah yang kami buat dapat kami simpulkan bahwa dalam materi
mata kuliah Kimia Organik yaitu materi Asam Sulfat, (H2SO4) sangatlah penting
untuk mengetahui asal-usul asam sulfat itu sendiri. Hal ini bisa membantu untuk
mahasiswa dalam penerapan proses industri kimia yang nantinya akan di perlukan
dalam proses pembuatan asam sulfat itu sendiri.

3.2 SARAN

Semoga tugas yang diberikan di mata kuliah Proses Kimia Organik ini dapat
memberikan pengetahuan dan manfaat bagi kami mahasiswa. Demikian hasil
makalah kami,semoga bisa bermanfaat bagi pembaca. Penulis mengucapkan terima
kasih bagi pihak-pihak yang selalu membantu, sehingga makalah ini bisa selesai, dan
penulis juga menyadari kekurangan-kekurangan dalam pembuatan makalah ini.

12
DAFTAR PUSTAKA

1. Arlina, https://www.punyawawasan.com/2017/01/zat-kimia-asam-sulfat-
beserta.html.2017. 27 Juni 2018

2. Fitriatun Hasanah, http://fitriatunhasanah240296.blogspot.com/2016/12/makalah-


industrii-asam-sulfat.html. 27 Juni 2018

3. Setyo Wibowo, http://setyo225.blogspot.com/2013/02/pembuatan-asam-


sulfat.html. 28 Juni 2018

4. Ummi Aissyah, https://guide-prof.blogspot.com/2014/09/pembuatan-asam-


sulfat.html. 28 Juni 2018

13