Vous êtes sur la page 1sur 41

LAPORAN HASIL ORIENTASI

RUANG ICU BARAT RSUP SANGLAH GELOMBANG I


TANGGAL 2 JANUARI 2019

OLEH :
KELAS A9-A

1. I Wayan Gede Yuda Bakti R.L (15.321.2220)


2. I Wayan Yudi Dwi Pratama (15.321.2221)
3. Amalia Alif Syahfitri (15.321.2215)
4. Anak Agung Istri Gitaswari (15.321.2216)
5. I Kadek Yudi Adnyana (15.321.2225)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA MEDIKA BALI


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah
ini dengan baik dan tepat pada waktunya dengan judul “Laporan Hasil Orientasi
Ruang ICU RSUP Sanglah Gelombang I”
Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari
berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama
mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada
makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran
serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat
kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.

Denpasar, 2 Januari 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

BAB I ............................................................................................................................ 1
PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................................... 1

1.2 Rumasan Masalah............................................................................................... 2

1.3 Tujuan ................................................................................................................. 3

1.3.1 Tujuan Umum ............................................................................................... 3


1.3.2 Tujuan Khusus .............................................................................................. 3
BAB II ANALISIS SITUASI DI RUANG ICU BARAT RSUP SANGLAH ............ 5
2.1 Gambaran Umum Ruang ICU RSUP Sanglah ................................................... 5

2.2 Aturan dan tata tertib umum yang berlaku yang berlaku bagi petugas dan
pengunjung ........................................................................................................ 6

2.3 Sistem Universal Precaution (UP) yang diberlakukan di Ruang ICU RSUP
Sanglah .............................................................................................................. 8

2.4 Ruangan-ruangan yang Terdapat di Ruang ICU RSUP Sanglah ..................... 13

2.5 Struktur Organisasi Ruang ICU BARAT RSUP Sanglah ................................ 15

2.6 Sistem/Model Pelayanan Keperawatan yang diberlakukan di Ruang ICU


BARAT RSUP Sanglah .................................................................................. 16

2.7 Peran Perawat dalam Pelayanan di Ruang ICU RSUP Sanglah ..................... 17

2.8 Fungsi Perawat dalam Pelayanan di Ruang ICU RSUP Sanglah ..................... 19

2.9 Jenis-jenis Penyakit Yang Diderita Oleh Pasien Di Ruangan .......................... 20

2.10 Alat-Alat atau Fasilitas Yang Terdapat Diruangan Beserta Fungsinya ......... 20

iii
2.11 Tindakan-Tindakan Dalam Menangani Pasien Yang Dilakukan Di Ruangan
ICU Rsup Sanglah ........................................................................................... 27

2.12 Form Pengkajian yang Digunakan di Ruangan ICU Barat RSUP Sanglah ... 28

2.13 Emergency Procedures ruang ICU RSUP Sanglah Denpasar ........................ 30

2.14 Alur Masuk dan Keluar ruang ICU Barat RSUP Sanglah Denpasar ............. 31

BAB III PEMBAHASAN ........................................................................................... 34


3.1 Gambaran Umum Ruangan ICU RSUP Sanglah Denpasar ............................. 34

3.2 Aturan Dan Tata Tertib Ruang ICU RSUP Sanglah Denpasar ........................ 34

3.3 Sistem Universal Precaution (UP)................................................................... 35

3.4 Ruangan Atau Tempat Pelayanan Perawatan .................................................. 35

3.5 Struktur Organisasi Ruang ICU RSUP Sanglah Denpasar .............................. 36

3.6 Sistem / Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP), Peran Dan Fungsi
Perawat Di Ruangan ICU RSUP Sanglah Denpasar ....................................... 36

3.7 Jenis Penyakit Yang Diderita Oleh Pasien Di ICU .......................................... 36

3.8 Fasilitas Ruang ICU RSUP Sanglah Denpasar ................................................ 36

BAB IV PENUTUP .................................................................................................... 37


4.1 Simpulan ........................................................................................................... 37

4.2 Saran ................................................................................................................. 37

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Masalah kesehatan sampai saat ini masih mendapatkan masalah yang
serius dari berbagai pihak. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang
kesehatan, status perekonomian yang buruk yang diperberat dengan
minimalnya fasilitas kesehatan dan kualitas pelayanan kesehatan
mengakibatkan semakin tingginya angka kesakitan masyarakat di Indonesia.
Hal ini secara tidak langsung dapat mengakibatkan menurunnya produktifitas
masyarakat. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan merupakan salah satu
cara untuk mengatasi masalah kesehatan yang telah berkembang saat ini. Dan
Rumah Sakit sebagai salah satu sarana kesehatan rujukan yang memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang strategis dan
mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kualitas pelayanan
rumah sakit yang bermutu dan didampingi dengan fasilitas kesehatan yang
memadai dapat memeprcepat proses pemulihan kesehatan masyarakat dan
dapat meningkatkan citra rumah sakit sebagai pusat kesehatan masyarakat.
Seiring berkembangnya teknologi di bidang kesehatan maka harus
ditunjang juga dengan perkembangan SDM yang meningkat. Di dunia
kesehatan tenaga keperawatan sangat dibutuhkan dalam pelayanan prima di
setiap rumah sakit. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut disetiap sekolah
tinggi keperawatan khususnya STIKes Wira Medika Bali mempersiapkan
mahasiswanya untuk menghadapi tantangan kerja salah satunya dibidang
kegawatdaruratan atau komprehensif. Dimana setiap mahasiswa angkatan 9
diwajibkan untuk mengikuti Orientasi praktek laboratorium klinik
keperawatan komprehensif di RSUP Sanglah Denpasar pada tanggal 2 Januari
2019.
Setelah mengikuti orientasi PLKK diharapkan mahasiswa dapat
memahami gambaran umum tentang keperawatan komprehensif di
lingkungan RSUP Sanglah Denpasar dan memahami peran dan serta fungsi
profesi perawat di lapangan klinik salah satunya ruang ICU.

1
1.2 Rumasan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dirumuskan suatu permasalahan
sebagi berikut :
1. Bagaimana gambaran umum tentang keperawatan komprehensif
dilingkungan Ruang ICU Barat RSUP Sanglah Denpasar ?
2. Bagaimana aturan dan tata tertib umum yang berlaku yang berlaku bagi
petugas dan klien di ruang ICU Barat RSUP Sanglah Denpasar?
3. Bagaimana Universal Precaution (UP) yg diberlakukan di ruang ICU
Barat RSUP Sanglah ?
4. Bagaimana struktur pengorganisasian ruang ICU Barat RSUP Sanglah?
5. Bagaimana struktur pengorganisasian ruang ICU Barat RSUP Sanglah
?
6. Bagaimana sistem dan model perawatan yang diberlakukan di ruang
ICU Barat RSUP Sanglah ?
7. Bagaimana peran perawat dalam pelayanan komprehensif di ruang ICU
Barat RSUP Sanglah ?
8. Bagaimana fungsi perawat dalam pelayanan komprehensif di ruang ICU
Barat RSUP Sanglah ?
9. Apa saja jenis-jenis penyakit yang diderita oleh pasien di ruang ICU
Barat RSUP Sanglah ?
10. Apa saja alat-alat atau fasilitas yang terdapat di ruangan ICU Barat
RSUP Sanglah beserta fungsinya ?
11. Apa saja tindakan-tindakan yang dilakukan dalam menangani pasien di
ruangan ICU Barat RSUP Sanglah ?
12. Form pengkajian seperti apa yang digunakan di ruangan ICU Barat
RSUP Sanglah?
13. Bagaimanakah emergency procedure yang dilakukan diruang ICU Barat
RSUP Sanglah?
14. Bagaimanakah alur masuk dan keluar ruang ICU Barat RSUP Sanglah?

2
1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Setelah mengikuti orientasi PLKK mahasiswa memahami gambaran
umum tentang keperawatan komprehensif dilingkungan Ruang ICU
Barat RSUP Sanglah Denpasar dan memahami peran serta fungsi
profesi perawat di lapangan.

1.3.2 Tujuan Khusus


1. Untuk mengetahui gambaran umum tentang keperawatan
komprehensif dilingkungan Ruang ICU Barat RSUP Sanglah
Denpasar
2. Untuk mengetahui aturan dan tata tertib umum yang berlaku yang
berlaku bagi petugas dan klien di ruang ICU Barat RSUP Sanglah
Denpasar
3. Untuk mengetahui Universal Precaution (UP) yg diberlakukan di
ruang ICU Barat RSUP Sanglah
4. Untuk mengetahui struktur pengorganisasian ruang ICU Barat
RSUP Sanglah
5. Untuk mengetahui struktur pengorganisasian ruang ICU Barat
RSUP Sanglah
6. Untuk mengetahui sistem dan model perawatan yang
diberlakukan di ruang ICU Barat RSUP Sanglah
7. Untuk mengetahui peran perawat dalam pelayanan komprehensif
di ruang ICU Barat RSUP Sanglah
8. Untuk mengetahui fungsi perawat dalam pelayanan komprehensif
di ruang ICU Barat RSUP Sanglah
9. Untuk mengetahui jenis-jenis penyakit yang diderita oleh pasien
di ruang ICU Barat RSUP Sanglah
10. Untuk mengetahui alat-alat atau fasilitas yang terdapat di ruangan
ICU Barat RSUP Sanglah beserta fungsinya
11. Untuk mengetahui tindakan-tindakan yang dilakukan dalam
menangani pasien di ruangan ICU Barat RSUP Sanglah

3
12. Untuk mengetahui Form pengkajian seperti apa yang digunakan
di ruangan ICU Barat RSUP Sanglah
13. Untuk mengetahui emergency procedure yang dilakukan diruang
ICU Barat RSUP Sanglah
14. Untuk mengetahui alur masuk dan keluar ruang ICU Barat RSUP
Sanglah

4
BAB II

ANALISIS SITUASI DI RUANG ICU BARAT

RSUP SANGLAH

2.1 Gambaran Umum Ruang ICU RSUP Sanglah


Gedung Instalasi Anastesi dan Terapi Intensif (IATI) RSUP Sanglah
merupakan gedung yang ditujukan untuk melakukan perawatan dengan pasien
anastesi dan terapi intensif yang terdiri dari ruang ICU dilantai I dan Burn
Unit (Perawatan Luka Bakar) dilantai II. Gedung IATI terletak disebelah
selatan dari gedung IBS (Instalasi Bedah Sentral). Gedung IATI dibangun
sebagai bentuk kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah
Australia berkaitan dengan peristiwa Bom Bali I, tanggal 12 Oktober 2002 dan
diberi nama “12 October Australia Memorial Centre”.
Intensive care unit (ICU) RSUP Sanglah adalah suatu bagian dari rumah
sakit yang mandiri dengan staff khusus dan perlengkapan yang khusus yang
ditujukan untuk observasi perawatan dan terapi pasien-pasien yang menderita
penyakit, cedera, atau penyulit-penyulit yang mengancam nyawa atau
potensial mengancam nyawa dengan proses dubia. Ruang ICU RSUP Sanglah
Denpasar merupakan Tempat Pelayanan ICU Tersier RSUP Sanglah Denpasar
dengan Bagian /SMF Anestesiologi dan Reanimasi FK UNUD/RSUP Sanglah
Denpasar sebagai Manajemen Pengelola Pelayanan ICU Tersier. Manajemen
Pengelola Pelayanan ICU Tersier bertanggung jawab kepada Kepala Instalasi
Rawat Intensif Terpadu dan melaporkan kegiatanya kepada Direktur Utama
melalui Direktur Medik dan Keperawatan. ICU menyediakan kemampuan dan
sarana prasarana serta peralatan khusus untuk menunjang fungsi-fungsi vital
dengan menggunakan keterampilan staf medis, perawat dan staff lain yang
berpengalaman dalam pengelolaan keadaan-keadaan tersebut. Menurut
keterangan kepala ruangan ICU Barat RSUP Sanglah Ns. I Made Oka
Adnyana S,Kep. mengatakan adapun kasus terbanyak yang ada di ruang ICU
adalah pasien-pasien dengan cedera kepala dan juga sepsis.

5
Visi dari ruang ICU adalah “Menjadi pusat pelayanan anastesi dan
intensive rujukan nasional yang berkelas dunia”. Sedangkan misi dari ruang
ICU RSUP sanglah Denpasar adalah :
1. Pelayanan semaksimal mungkin pada pasien kritis di ruang rawat
intensif
2. Pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan baik tenaga medis dan para
medis di bidang pelayanan rawat intensif
3. Penelitian dan pengembangan ilmu kedoktern dan keperawatan pada
pasien yang dirawat di ruang intensif
Ruang ICU Barat RSUP Sanglah memiliki kapasitas 7 tempat tidur.
Setiap tempat tidur dilengkapi dengan 1 set bed side monitor yang dapat
menampilkan rekaman jantung pasien, alat pengukur tekanan darah, alat
pengukur suhu tubuh dan oksimetri.
Umumnya pasien yang dirawat di ICU akan mendapatkan perawatan
intensif 3-5 hari atau lebih sesuai dengan keadaan pasien, semua tindakan
dilakukan di ruang perawatan dan dilakukan di tempat tidur pasien. Setelah
kondisi pasien stabil maka pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap atau
diperbolehkan untuk pulang dengan kondisi tertentu yang memungkinkan
untuk pasien bisa dirawat dirumah oleh keluarga, namun pasien yang masih
perlu penanganan khusus maka pasien akan dipindahkan ke ruang
intermediate.

2.2 Aturan dan tata tertib umum yang berlaku yang berlaku bagi petugas
dan pengunjung
1. Petugas :
a. Perawat wajib melakukan cuci tangan dengan prinsip 6 langkah cuci
tangan dan 5 moments.
b. Perawat wajib menggunakan APD (handscoon dan masker).
c. Staff ICU bertugas sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
d. Untuk seragam disesuaikan dengan aturan RSUP Sanglah.
e. Untuk aturan jam kerja (shift) pegawai :
1) Shift pagi : pkl. 07.00 - 13.30 wita

6
2) Shift siang : pkl. 13.30 – 19.30 wita
3) Shift malam : pkl. 19.30 – 07.00 wita
2. Pengunjung/Keluarga
a. Pengunjung wajib mencuci tangan sebelum dan setelah masuk dari
ruangan ICU, minimal menggunakan alcuta yang sudah disediakan di
dekat pintu masuk ke ruangan ICU.
b. Pengunjung tidak diijinkan tidur diatas tempat tidur pasien
c. Pengunjung dilarang merokok diarea rumah sakit
d. Jam berkunjung di ruang ICU :
1) Siang : pukul 11.30 – 14.00 wita
2) Sore : pukul 18.00 – 20.00 wita
3. Pasien
a. Selama dirawat pasien tidak diijinkan membawa alat tenun (selimut,
linen, bantal) untuk mencegah infeksi silang
b. Pasien tidak diperkenankan membawa barang berharga diruang
perawatan
c. Pasien dilarang turun dari tempat tidur apabila keadaan masih
emergency

2.3 Sumber Daya Manusia (SDM)


1. Medis
Jumlah tenaga perawat di ruang ICU Barat RSUP Sanglah berjumlah 14
orang perawat yang terdiri dari 4 TIM dimana 1 TIM terdiri dari 4 orang
perawat ditambah dengan 1 perawat primer dan 3 TIM lainnya terdiri dari 3
orang perawat sudah termasuk ketua tim. Pendidikan tenaga perawat di
ruang ICU Barat RSUP Sanglah S1 sebanyak 5 orang, D-III sebanyak 9
orang.
2. Non Medis
Terdapat petugas Cleaning Service atau Pekarya sebanyak 3 orang.

7
2.3 Sistem Universal Precaution (UP) yang diberlakukan di Ruang ICU
RSUP Sanglah
Universal Precaution saat ini dikenal dengan kewaspadaan standar.
Kewaspadaan standar tersebut dirancang untuk mengurangi risiko infeksi
penyakit menular pada petugas kesehatan baik dari sumber infeksi yang
diketahui maupun yang tidak diketahui (Depkes, 2008). Kewaspadaan
universal adalah suatu cara penanganan baru untuk meminimalkan pajanan
darah dan cairan tubuh dari semua pasien tanpa memperdulikan status
infeksi. Tujuan kewaspadaan umum ini adalah untuk mengendalikan infeksi
secara konsisten, memastikan standar adekuat bagi mereka yang tidak
terdiagnosa atau tidak terlihat seperti risiko, mengurangi risiko bagi petugas
kesehatan dan pasien, dan asumsi bahwa risiko atau infeksi berbahaya.
Universal Precaution yang diterapkan di ruang ICU RSUP Sanglah
meliputi penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) saat melakukan tindakan
steril seperti perawatan luka. Dalam upaya pencegahan infeksi perawat dan
seluruh staff yang ada di ruangan selalu melakukan cuci tangan dengan
prinsip lima momen dan enam langkah. Dalam pengelolaan sampah medis,
di ruang ICU juga melakukan prinsip pemilahan sampah medis maupun non
medis dan limbah medis yang tajam seperti jarum suntik dll. Diruangan
terdapat tempat sampah medis berwarna kuning, tempat sampah non medis
berwarna hitam dan tempat sampah tajam dibuang pada sharp box/safety
box. Ruang Intensive Care Unit menggunakan Standard Precautions atau
yang sederajat untuk semua pasien, yaitu sebagai berikut :
a. Kebersihan tangan
1) Ada 2 cara yaitu hand rub dan handwash. Hand rub adalah
mencuci tangan dengan 6 langkah dengan menggunakan cairan
antiseptik sedangkan handwash adalah mencuci tangan dengan 6
langkah menggunakan sabun. Setelah menggunakan hand rub
sebanyak lima kali maka disarankan melakukan handwash.
Mencuci tangan saat melakukan 5 moment yaitu sebelum kontak
dengan pasien, sebelum melakukan prosedur atau tindakan aseptik,
setelah kontak dengan pasien, setelah terkena cairan tubuh pasien

8
dan setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien. Adapun cara
mencuci tangan yaitu dengan melakukan 6 langkah. Prosedur
dilakukan selama 20-40 detik jika melakukan hand rub dan 30-60
detik jika melakukan handwash. Saat dilakukannya orientasi
diruangan ICU, terdapat hand rub dimasing-masing tempat tidur
pasien, dimasing-masing pintu dan di sebelah meja perawat. Lalu
terdapat juga wastafel sebanyak 3 buah dan masih berfungsi
dengan baik.
2) Gunakan sabun biasa (bukan antimikroba) untuk mencuci tangan
rutin.
3) Gunakan zat antimikroba atau zat antiseptic tanpa air untuk
keadaan yang khusus (KLB atau infeksi Hiperendemis) seperti
yang ditentukan dalam program pengendalian infeksi.
b. Sarung Tangan
Pakai sarung tangan (bersih dan tidak perlu steril) bila menyentuh
darah, cairan tubuh, sekresi, ekskresi dan barang – barang
terkontaminasi. Pakai sarung tangan tepat sebelum menyentuh lapisan
mukosa dan kulit yang luka (non-intact skin). Ganti sarung tangan
diantara dua tugas dan prosedur berbeda pada pasien yang sama setelah
menyentuh bagian yang memungkinkan mengandung banyak
mikoorganisme. Lepas sarung tangan tepat selesai tugas, sebelum
menyentuh barang atau permukaan lingkungan yang terkontaminasi,
sebelum pindah ke pasien yang laindan cuci tangan segera suntuk
mencegah perpindahan mikroorganisme ke pasien lain atau
lingkungan.
c. Masker, Pelindung Mata, Pelindung Wajah.
Gunakan masker dan pelindung mata atau wajah untuk melindungi
lapisan mukosa pada mata, hidung dan mulut saat melakukan prosedur
atau aktifitas perawatan pasien yang memungkinkan adanya cipratan
darah, cairan tubuh, sekresi dan ekskresi.

9
d. Gaun
Gunakan gaun (bersih dan tidak perlu steril) untuk melindungi kulit
dan untuk mencegah ternodanya pakaian saat melakukan prosedur dan
aktifitas perawatan pasien yang memungkinkan cipratan darah.
e. Peralatan Perawatan Pasien
Peralatan perawatan pasien yang terkontaminasi darah, cairan tubuh,
sekresi dan ekskresi hendaknya diperlukan sedemikian rupa sehingga
tidak bersentuhan dengan kulit dan lapisan mukosa, dan tidak
memindahkan mikroorganisme ke pasien lain dan lingkungan. Pastikan
peralatan yang bisa dipakai ulang dibersihkan dan diproses selayaknya,
dan peralatan yang sekali pakai dibuang dengan benar. Alat-alat non-
disposible seperti pinset, bengkok, set rawat luka, cucing yang trelah
digunakan akan dibawa ke spoelhoek sebelum akhirnya akan
diserahkan ke CSSD. Untuk alat-alat disposible yang telah digunakan
misalnya seperti handscoon yang telah digunakan akan dibuang ke
tempat pembuangan sampah yang telah disediakan sesuai dengan
kategori sampah yang akan dibuang seperti sampah-sampah
domestik/umum (an-organik), sampah medis, dan safety box.
f. Pengendalian Lingkungan
Rumah sakit harus memiliki prosedur perawatan rutin, pembersihan
dan desinfeksi permukaan lingkungan, tempat tidur, peralatan
disamping tempat tidur dan permukaan lainnya yang sering disentuh.
Dilakukannya pembersihan setiap pagi oleh Cleaning Service (CS).
g. Linen
Tangani, transport dan proseslah linen yang terkontaminasi dengan
darah, sekresi, ekskresi dengan baik sehingga tidak bersentuhan
dengan mukosa dan lapisan kulit, dan tidak memindahkan
mikroorganisme ke pasien atau lingkungan. Untuk linen pasien di
ruang ICU dilakukan pergantian setiap 2 hari sekali tetapi jika linen
terpapar cairan tubuh pasien seperti darah, sputum, dan urine akan
segera diganti oleh perawat diruangan.

10
h. Kesehatan Karyawan dan Bloodborne Pathogens (Penularan Penyakit
Melalui Darah)
1) Jangan sampai terluka saat memakai jarum, salpel dan peralatan
tajam lainnya saat menangani peralatan tajam setelah selesai
prosedur, saat membersihkan peralatan kotor, dan saat membuang
jarum bekas. Letakkan benda – benda tajam sekali pakai seperti
jarum, scapel dan peralatan tajam lainnya di wadah yang tahan
tusuk. Untuk jarum spuit yang telah digunakan akan dibuang ke
safety box/sharp box yang telah disediakan.
2) Peralatan yang dipakai dalam sistem pernapasan hendaknya
dibersihkan secara benar.
i. Isolasi Pasien
Tempatkan pasien yang terkontaminasi lingkungan di ruangan
tersendiri, atau bila belum tersedia, dikonsultasikan kepada petugas
pengendalian infeksi untuk menempatkan pasien tersebut.
Adapun Jenis Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan di ruang ICU
Barat RSUP Sanglah sesuai dengan tindakan berdasarkan standar adalah
sebagai berikut :
Prosedur/ Kebersihan Sarung Sarung Masker Kacamata/goggle Gaun
Tindakan tangan tangan tangan bedah
bersih steril
Membantu ADL √ √ - - - -
pasien
Vital sign √ - - - -
Pemeriksaan Fisik √ √ - √ √ √
(jika kontak (jika ada (jika ada risiko (jika ada
dengan kulit resiko terciprat) risiko
yang terciprat) terciprat)
robek/tidak
utuh,
membran
mukosa,
ruam)
Pemeriksaan √ √ √ √ √ √
luka/perawatan (untuk kontak (untuk (jika ada (jika ada risiko (untuk

11
luka dengan cairan kontak risiko terciprat saat irigasi merawat
tubuh) langsung terciprat luka) luka
dengan saat irigasi infeksi)
luka) luka)
Cek BS (gula √ √ - - - -
darah)
Membantu partus √ - √ - √ √
Memasang IV line √ √ - - √ -
(jika ada risiko
terciprat)
Memasang akses √ - √ √ √ √
kanul intra (ketika
vaskuler max.
barrier
precautio
ns
diperluka
n)
Prosedur aseptik √ - - √ √ -
pada pembedahan
Memasang kateter √ - √ √ √ √
urine (jika ada (jika ada risiko (jika ada
risiko terciprat) risiko
terciprat) terciprat
Perawatan kateter √ √ - - √ √
urine (saat mengosongkan (jika ada
kantong urine risiko
terciprat
Suction ETT, √ - √ √ √ √
tracheostomy (dominan (jika ada
penggunaa risiko
n tangan terciprat)
seperti
open
suction
system)
Tindakan besar √ - √ √ √ √
pada gigi dan

12
mulut
Perawatan rutin √ √ - √ √ √
gigi dan mulut (jika ada
risiko
terciprat)
Merawat akses √ - √ √ √ √
janul intra vaskuler

2.4 Ruangan-ruangan yang Terdapat di Ruang ICU RSUP Sanglah


1. Nurse Station
Nurse Station berada di tengah-tengah area ruang ICU Barat.
Letaknya yang berada ditengah-tengah area ini bertujuan untuk
mempermudah observasi pada semua pasien.
2. Ruang Rawat Pasien
Ruangan ini berfungsi sebagai tempat pasien menerima pelayanan,
pengobatan, perawatan secara intensif, sampai pasien mengalami
pemulihan kondisi dan memperoleh kesembuhan. Ruang rawat pasien
berada dalam satu lingkup ruang ICU. Letak ruang rawat pasien berada di
bagian sebelah selatan dan sebelah barat dari nurse station ruang ICU.
Terdiri dari bed nomor 1 sampai dengan nomor 7.
3. Ruang Persiapan
Ruang ini berfungsi sebagai tempat mempersiapkan alat-alat yang
diperlukan sebelum melakukan tindakan ke pasien. Ruang persiapan juga
dipergunakan sebagai ruang penyimpanan obat dan juga penyimpanan
alat-alat keperluan tindakan keperawatan. Letak ruang persiapan ini di
sebelah timur ruang ICU Barat tepatnya di sudut ruang rawat pasien.
4. Ruang Staff
Ruangan ini berfungsi sebagai tempat perawat untuk beristirahat
dan juga menyimpan tas. Letaknya berada di bagian timur dari gudang
tempat penyimpanan linen.

13
5. Gudang Linen.
Ruangan ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan linen, seperti
seprai, selimut, sarung bantal, dll. Letaknya berada sejajar atau
bersebelahan dengan ruang Spoelhock.
6. Ruang Spoelhock
Ruangan ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan peralatan
medis dan non-medis, seperti tempat sampah medis, sharp box/safety box,
baskom, larutan klorin, sabun cuci tangan, hand rub, linen bekas pakai,
dan troli yang telah digunakan. Letak ruangan ini berdampingan gudang
linen atau berada disebelah barat gudang linen.
7. Ruangan penyimpanan alat-alat kebersihan
Ruangan ini berfungsi untuk menyimpan alat-alat kebersihan
didalam ruangan seperti sapu, tempat sampah, serok, lap pel dan juga alat-
alt kebersihan lainnya. Ruangan ini terletak di sebelah timur selatan dapur
pasien.
8. Dapur pasien
Dapur pasien merupakan tempat yang digunakan untuk
membersihkan peralatan makanan yang telah digunakan oleh pasien.
Dapur pasien ini terletak di sebelah barat dapur pasien.
9. Gudang alat
Gudang alat ini merupakan ruangan yang digunakan untuk
menyimpan alat-alat non medis yaitu berupa persediaan masker,
handscoon, dan alcohol. Ruangan ini terletak di sebelah utara ruang rawat
pasien.
10. Pembuangan pispot
Tempat pembuangan pispot ini merupakan tempat yang digunakan
untuk membuang urine maupun feces yang berasal dari pasien. Ruangan
ini juga dipergunakan untuk membersihkan pispot yang telah digunakan
oleh pasien. Ruangan ini terletak disebelah utara wc atau sejajar dengan
spoelhock.

14
11. Ruang pertemuan & konsul pasien
Ruang pertemuan merupakan ruang yang digunakan oleh Kepala
ruangan, perawat, staf untuk berdiskusi atau melakukan konsultasi dengan
pasien maupun mahasiswa. Ruangan ini terletak di sebelah timur lorong
selatan, atau berada didepan gudang linen.
12. Ruang K.A instalasi
Ruang khusus K.A merupakan ruangan yang digunakan untuk melakukan
pekerjaannya serta sebagai tempat untuk menyimpan berkas berkas
penting yang ada diruangan.

2.5 Struktur Organisasi Ruang ICU BARAT RSUP Sanglah

KA. INSTALASI IATI KABID KEPERAWATAN

dr. P. Agus Surya Panji,SpAN. KIC Ns. A.A. Sri Agung Adilatri, S.Kep.,MM

KASI YANWAT KHUSUS

Ns. Nyoman Gunahariati, S.Kep.,MM


KOORDINATOR KEPERAWATAN

Ns. I Putu Artawan, S.Kep

KA. RUANG ICU

Ns. I Made Oka Adnyana, S.Kep ADMINISTRASI

Ni Ketut Nurahini

PERAWAT PRIMER

Ns. Ni Nyoman Sukanadi, S.Kep

PERAWAT ASSOCIATE 1 PERAWAT ASSOSIATE 3 PEKARYA/CS


Ni Wayan Ariani, Amd.Kep I Wayan Resmiana, Amd.Kep Ni Ketut Suseni
Ns. I Kmg Agus Suwardyana, Ni Wayan Juniasih, Amd.Kep Ni Ketut Nuratni
S.Kep
Ni Wayan Yuli Setiasih,
15
Luh Ade Arini
Ns. Ni Wyn Sri Utami Amd.Kep
Ningsih, S.Kep Anak Agung Sepyani
PERAWAT ASSOCIATE 4
2.6 Sistem/Model Pelayanan Keperawatan yang diberlakukan di Ruang
ICU BARAT RSUP Sanglah
Hasil wawancara dengan kepala ruangan mengenai model pelayanan
keperawatan yang dilakukan di ruang ICU Barat RSUP Sanglah adalah model
pelayanan keperawatan primer modifikasi. Model pelayanan keperawatan PA
(Perawat Assosiated) dengan PP (perawat primer) adalah model dengan jobdes
berbeda hal ini dimaksudkan agar pelayanan yang diberikan lebih maksimal.
Perbandingan antara pasien dengan perawat adalah 2:1 dimana dengan rasio
perbandingan ini diharapkan semua kebutuhan pasien dapat terpenuhi
sehingga mutu pelayanan menjadi meningkat, sedangkan Model Keperawatan
Primer Modifikasi yaitu Metode pembagian tugas dari hasil wawancara
adalah sebagai berikut:
a) Shift pagi : Berjumlah 7 orang yang terdiri dari 1 orang kepala
ruangan, 1 orang tenaga administrasi, 1 orang PP, serta 4
orang PA. Pembagian tugas dilakukan sesuai dengan
jobdesh serta kebutuhan pasien. Kepala ruangan dan PP
hanya bertugas pada pagi hari.
b) Shift Sore : Berjumlah 3 PA dan satu orang berfungsi sebagai ketua
tim. Wewenang untuk mengambil semua keputusan
dilimpahkan kepada ketua tim. Hal ini memudahkan

16
perawat dalam mengambil tindakan sesegera mungkin
dalam keadaan darurat atau kepala ruangan yang tidak bisa
melakukan tugasnya.
c) Jaga malam : Berjumlah 3 orang yang pembagian peran dan fungsi
sama seperti shift siang dimana terdapat satu orang yang
berfungsi sebagai ketua tim.

2.7 Peran Perawat dalam Pelayanan di Ruang ICU RSUP Sanglah


Menurut (Priharjo, 2008) Peran perawat dalam pelayanan pada system
komprehensif yaitu sebagai :
1. Perawat Practitioner Role ( Peran praktis)
Perawat bertindak dalam rangka memenuhi kebutuhan
individu pasien, keluarga, dan orang terdekat. Peran ini dominan pada
primer,sekunder dan tersier yang menyangkut direct intervention
(melakukan tindakan TTV), teaching dan collaborating. Pemenuhan
kebutuhan dasar pasien dari makan, selfcare atau personal hygiene
dilakukan oleh perawat sesuai kondisi pasien. Saat observasi dilakukan
terlihat peran praktis perawat di ruang ICU seperti memandikan
pasien, membantu pemenuhan eliminasi dengan menyediakan pispot
serta membantu pasien dalam pemenuhan nutrisi (makan dan
minum).
2. Leadership Role (Peran kepemimpinan)
Peran perawat dalam kepemimpinan menyangkut dicision
making, relating, influencing dan facilitating. Contohnya pada
ruang ICU biasanya pengambilan keputusan dilakukan oleh Kepala
Ruangan dan Perawat Primer. Peran ini sangat vital karena ruangan
ICU adalah ruangan intensif dengan kondisi pasien yang mengancam
dan sering tidak stabil, pegambilan keputusan yang tepat dan cepat
sangat di harapkan dari kepala ruangan ataupun kepala tim.
3. Edukator ( Pendidik)
Peran ini dilakukan dengan membantu klien dalam
meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan, gejala penyakit

17
bahkan tindakan yang diberikan, sehingga terjadi perubahan perilaku
dari klien setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Sebagai perawat ICU
diharukan mampu memberikan informasi tenang penyakit, pengobatan,
indikasi serta kontraindikasi pasien serta yang paling penting adalah
kondisi pasien dapt tiba-tiba memburuk hingga mengakibatkan
kematian di ruangan tersebut. Cara penyampaian informasi diharuskan
dengan komunikasi terapeutik, mudah dimengerti dan dapat di
aplikasikan untuk meminimalkan kesalahpahaman atau miss persepsi
oleh pasien ataupun keluarga pasien.
4. Advokat Klien
Peran ini dilakukan perawat dalam membantu klien dan keluarga
dalam menginterpretasikan berbagai informasi dari pemberi pelayanan
atau informasi lain khusunya dalam pengambilan persetujuan atas
tindakan keperawatan yang diberikan kepada pasien, juga dapat
berperan mempertahankan dan melindungi hak-hak pasien yang
meliputi pelayanan sebaik-baiknya, informasi tentang penyakitnya,
privasi, hak untuk menentukan nasibnya sendiri dan hak untuk
menerima ganti rugi akibat kelalaian.
5. Kolaborator
Peran perawat disini dilakukan karena perawat bekerja melalui
tim kesehatan yang terdiri dari dokter, fisioterapis, ahli gizi dan lain-lain
dengan berupaya mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang
diperlukan termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam penentuan
bentuk pelayanan selanjutnya. Peran kolaborator di ruang ICU terlihat
saat diskusi perawat dokter dan ahli gizi diruang pertemuan dan
konsultasi. Saat pasien dalam keadaan darurat peran peran kolaborasi
dilakukan tanpa instruksi secara formal. Para perawat dan dokter dapat
dengan sigap mengambil alat serta melakuakan pertolongan pada
pasien.
6. Konsultan
Peran disini adalah sebagai tempat konsultasi terhadap masalah
atau tindakan keperawatan yang tepat untuk diberikan. Peran ini

18
dilakukan atas permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan
pelayanan keperawatan yang diberikan.
7. Research Role ( Peran Peneliti )
Pada peran perawat sebagai peneliti,perawat berkewajiban
mengembangkan penelitian di bidang keperawatan dan perawat harus
mempergunakan penemuannya dalam praktik keperawatan. Hasil yang
relevan dapat dipergunakan untuk memperbaiki pelayanan pasien.Peran
peneliti dalam ruang ICU belum dijalankan karena keterbatasan dan
tugas-tugas yang harus dilaksanakan.

2.8 Fungsi Perawat dalam Pelayanan di Ruang ICU RSUP Sanglah


Peran dan fungsi perawat merupakan salah satu konsep penting yang
diterapkan dalam praktik di ruang ICU. Peran dan fungsi perawat akan
berdampak pada mutu layanan yang dirasakan serta akan menimbulkan
kepuasan kerja bagi perawat. Peran perawat ada tiga yaitu independent
(mandiri), dependent, serta interdependent atau kolaborasi (Priharjo, 2008).
Fungsi perawat di ruang ICU RSUP Sanglah adalah sebagai berikut :
1. Fungsi Independen
Fungsi independen adalah dimana perawat dapat melakukan
perannya secara mandiri. Dalam menjalankan fungsi yang satu ini,
tindakan perawat tidak memerlukan advice dari tenaga medis.
Tindakan perawat dalam menjalankan fungsi independennya adalah
bersifat mandiri, berdasarkan pada ilmu keperawatan sehingga
tanggungjawab atas segala tindakan berada pada perawat yang
melaksanakan tindakan.
2. Fungsi Dependen
Fungsi dependen adalah fungsi dimana perawat melakukan
tindakan berdasarkan instruksi atau pelimpahan serta intruksi dari
dokter keetika dokter tidak ada di tempat. Tindakan yang dimaksud
adalah segala tindakan yang dimiliki atau menjadi tanggung jawab dari
tenaga medis. Tindakan ini hanya bisa dilakukan bila ada instruksi dari
dokter seperti dalam pemasangan infus, pemasangan kateter atau

19
tindakan infansif lainnya. Dalam pelaksanaan ini pentingnya
komunikasi serta bukti berupa tanda tangan dokter atas instruksinya
terutama oncall sangat penting diperhatikan oleh perawat. Ruang ICU
RSUP Sanglah selalu ada dokter yang berjaga di ruangan hal ini
dikarenakan keadaan pasien yang tidak stabil dan sewaktu-waktu dapat
mengancam nyawa namun fungsi dependen seperti pemasangan infus,
pengambilan sampel darah dilakukan oleh perawat.
3. Fungsi Kolaborasi
Fungsi perawat dalam kolaborasi atau interdependen ini adalah
tindakan perawat berdasar pada kerja sama dengan tim perawatan atau
tim kesehatan lainnya. Fungsi ini tampak ketika perawat bersama
tenaga kesehatan lainnya melakukan kolaborasi dalam memberikan
pelayanan kesehatan yang bertujuan mengupayakan kesembuhan
pasien.Contoh: ketika pasien mengalami keadaan yang tidak sesuai
dengan kriteria obat yang diinstruksikan oleh dokter, dan perawat
adalah orang yang pertama yang melihat keadaan tersebut maka
perawat berhak untuk menginformasikannya kepada dokter kemudian
mengusulkan beberapa tindakan (pemberian obat) kepada dokter yang
mungkin dapat dilakukan dalam keadaan emergency.

2.9 Jenis-jenis Penyakit Yang Diderita Oleh Pasien Di Ruangan


Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan kepala ruangan
ruang ICU Barat RSUP Sanglah mengatakan untuk jenis penyakit yang ada
diruangan ICU Barat bervariasi. Beliau menjelaskan pasien yang masuk
keruangan ICU adalah pasien yang mengalami penyakit berat dan dalam
keadaan tidak stabil, yang memerlukan terapi intensif seperti bantuan
ventilator, pemberian obat vasoaktif melalui infuse secara terus-menerus.
Beliau juga menambahkan untuk jenis kasus yang sering dijumpai di ruang
ICU Barat RSUP Sanglah adalah pasien dengan cedera kepala dan sepsis.

2.10 Alat-Alat atau Fasilitas Yang Terdapat Diruangan Beserta Fungsinya


No Nama Barang Fungsi Barang Jumlah Keterangan

20
1 Ventilator Mobile Ventilator adalah peralatan elektrik dan 2 Berfungsi
memerlukan sumber listrik. Beberapa
ventilator, menyediakan back up batere,
namun batere tidak didesain untuk
pemakaian jangka lama. Ventilator
adalah suatu metode penunjang/bantuan
hidup (life – support). Maksudnya adalah
jikaventilator berhenti bekerja maka
pasien akan meninggal. Oleh sebab itu
harus tersedia manual resusitasi seperti
ambu bag di samping tempat tidur pasien
yang memakai ventilator, karena jika
ventilator berhenti bekerja dapat langsung
dilakukan manual ventilasi.

2 Regulator O2 Regulator oksigen ini berfungsi untuk 1 Berfungsi


vantilator portabile menstabilkan tekanan gas keluar dari
tabung dan mengatur jumlah pemberian
oksigen pada pengunaan pasien
3 Bed side monitor Bedside Monitor adalah suatu alat yang 9 Berfungsi
digunakan untuk memonitor vital sign
pasien, berupa detak jantung, nadi,
tekanan darah, temperatur bentuk pulsa
jantung secara terus menerus.
4 Defibrillator (D.C Defibrilator adalah stimulator detak 2 Berfungsi
schock) jantung yang menggunakan listrik
dengan tegangan tinggi untuk
memulihkan korban serangan jantung.
Eksternal Defibrillator Otomatis
(Automatic External Defibrillator) dapat
digunakan dengan cara diimplan atau
ditanam dalam tubuh ataupun dapat juga

21
digunakan sebagai alat eksternal biasa.
Defibrillator sekarang telah menjadi
perangkat integral dalam komunitas
medis dan masyarakat.
5 EKG 12 lead Elektroda ini berfungsi untuk mengukur 2 Berfungsi
aktivitas listrik di jantung dan
mengirimkan hasilnya ke monitor EKG
yang sudah terpasang. Staf medis secara
teliti akan memantau setiap perubahan
dari detak jantung, tekanan darah, serta
EKG karena aktivitas dan stres tubuh.
6 Syring pump Syringe Pump berfungsi untuk mengatur 10 Berfungsi
jadwal pemasukan cairan obat kedalam
tubuh pasien secara otomatis sesuai
pengaturan yang diberikan, sehingga
proses pengobatan pasien seperti
memasukan obat dalam bentuk cairan
kedalam tubuh pasien dapat diatur
dengan baik oleh alat ini, mulai dari
takaran tiap tetesnya yang sangatlah
akurat.
7 Infusion pump Infusion Pump adalah perangkat medis 3 Berfungsi
yang digunakan untuk memberikan cairan
kedalam tubuh pasien dalam jumlah besar
atau kecil, dan dapat digunakan untuk
memberikan nutrisi atau obat, seperti
insulin atau hormone lainnya, antibiotic,
obat kemoterapi, dan penghilang rasa
sakit dengan cara yang terkendali.
WSD WSD merupakan tindakan invasive yang 1 Berfungsi
8 dilakukan untuk mengeluarkan udara,
cairan (darah,pus) dari rongga pleura,

22
rongga thorax; dan mediastinum dengan
menggunakan pipa penghubung.

9 Nebulizer Nebulizer adalah mesin yang mengubah 1 Berfungsi


obat cair menjadi uap untuk dihirup ke
dalam paru-paru. Fungsi nebulizer adalah
untuk melegakan saluran napas yang
menyempit
10 Blood warmer Blood Warmer adalah alat yang 1 Berfungsi
berfungsi untuk menghangatkan darah
sesuai suhu tubuh manusia. Alat ini
digunakan untuk transfusi darah, dimana
sebelumnya kantong darah ini disimpan
dalam Blood Bank dengan suhu 2°C –
6°C. Agar tidak terjadi pembekuan darah
yang terlalu lama maka pasien
memerlukan Blood Warmer untuk proses
transfusi. Pemanasan pada selang darah
berfungsi untuk memanaskan darah
sesuai dengan suhu pada tubuh pasien.
11 CRRT CRRT, Menggantikan Fungsi Ginjal di 1 Berfungsi
saat Kritis. KETIKA seorang pasien
dalam kondisi kritis, organ-organ vital
dalam tubuhnya tidak bisa berfungsi
dengan baik. ... Salah satunya, mesin
untuk terapi pengganti ginjal
berkelanjutan (continuous renal
replacement therapy/CRRT). Alat itu
merupakan pengganti fungsi ginjal.
12 Suction portable Alat untuk menghisap cairan yang tidak 1 Berfungsi
di perlukan di dalam tubuh pasien.
Seperti lender, darah, ludah, nanah dan

23
lainnya.

13 Suction wall Alat untuk menghisap cairan yang tidak 6 Berfungsi


di perlukan di dalam tubuh pasien.
Seperti lender, darah, ludah, nanah dan
lainnya.
14 Flow meter O2 + Flow meter oksigen bisa mengetahui 7 Berfungsi
humidifier secara pasti besarnya aliran dari oksigen
sehingga mereka bisa mengecek pasokan
oksigen yang dimiliki dengan mudah.
Saat inipun masih banyak juga distributor
yang menjual flow meter oksigen ini
15 Regular O2 portable Regulator gas oksigen ini adalah 2 Berfungsi
peralatan yang dibutuhkan dalam
penggunaan tabung oksigen. Alat ini
digunakan untuk menstabilkan tekanan
gas keluar dari tabung dan mengatur
jumlah pemberian oksigen pada pasien.
Alat ini di pasang pada bagian katup
tabung oksigen yang kemudian di atur
agar jumlah keluarnya oksigen sesuai
dengan kebutuhan.
16 X Ray vewer Sinar X atau X-ray adalah salah satu alat 1 Berfungsi
yang dapat memancarkan sinar
elektromagnet. Sinar-X ini mempunyai
bentuk yang serupa dengan sinar cahaya
biasa, inframerah dan gelombang radio.
Yang membedakan sinar x dengan
cahaya biasa adalah dari segi panjang
gelombangnya. Sinar-X mempunyai
gelombang yang pendek berukuran 10-7

24
hingga 10-9.

17 Laringoscopy Fungsi alat laryngoscope lainnya yaitu 3 Berfungsi


untuk membantu dalam intubasi selama
proses anestesi umum atau ventilasi
mekanik dan mendeteksi cedera pada
tenggorokan.
18 Pengecekan BS Merupakan sebuah perangkat digital 1 Berfungsi
yang berfungsi untuk mengukur kadar
gula dalam darah seseorang
19 Spirometri Adalah alat untuk mengukur aliran udara 1 Berfungsi
yang masuk dan keluar dari paru-paru
dan di catat dalam grafik volume
perwaktu. Fungsi spirometer pada
dasarnya untuk mengukur fungsi paru-
paru manusia. Alat ini akan mengukur
volume statik dan volume dynamik paru-
paru.

20 Tracheostomy Trakeostomi adalah prosedur bedah yang 1 Berfungsi


dilakukan dengan membuat lubang di
saluran udara atau trakea untuk
memasukkan tabung yang dapat
membantu pasien yang kesulitan
bernapas dan mengalami penurunan
kadar oksigen yang signifikan atau
kegagalan sistem pernapasan

25
21 Ambubag Ambubag merupakan suatu alat 4 Berfungsi
kesehatan yang memiliki fungsi untuk
membantu memperlancar pernafasan.
Alat ini terdiri dari bag yang berfungsi
memompa oksigen, serta valve atau pipa
berkatup dan masker yang berfungsi
menutup mulut dan hidung.
22 Stetoscop Stetoskop adalah alat medis 8 Berfungsi
yang fungsinya tidak hanya untuk
mendengar suara detak jantung saja,
tetapi juga untuk mendengarkan suara
organ lain yang berada di dalam tubuh.
23 BED Fungsi atau kegunaan dari ranjang pasien 10 Berfungsi
atau tempat tidur pasien adalah tempat
tidur yang digunakan oleh seseorang
yang menderita sakit atau yang biasa
disebut pesakitan.
24 Brancard Alat untuk memindahkan pasien dari 1 Berfungsi
satu tempat ke tempat lain dengan cara
yang mudah. Selain itu juga dapat
digunakan untuk memindahkan pasien
dari dan ke ambulan
25 Kursi Roda Alat bantu jalan yang sangat efisien 1 Berfungsi
untuk digunakan oleh orang yang tidak
mampu berjalan lagi.
26 Standar Infus Sebuah alat yang berfungsi untuk 10 Berfungsi
menempatkan cairan infus yang
terhubung dengan pasien.
27 Meja Pasien Meja makan pasien atau overbed table 10 Berfungsi
adalah meja portable yang biasa
digunakan untuk memudahkan perawatan
pasien ketika akan makan. Meja makan

26
rumah sakit ini biasa diletakkan
disamping ranjang pasien. Ketika akan
digunakan, meja ini digeser ke dekat
pasien hingga bagian tablenya berada
didepan pasien yang terbaring di ranjang
rumah sakit.

2.11 Tindakan-Tindakan Dalam Menangani Pasien Yang Dilakukan Di


Ruangan ICU Rsup Sanglah
1. Tindakan umum yang dilakukan di ruang ICU Barat RSUP Sanglah
Denpasar adalah sebagai berikut :
a. Memasang infuse
b. Injeksi
c. Suction (Wall Suction)
d. Vital sign (BP, HR, RR, 27emperature/ SaO2-GCS)
e. Memberi oksigen
f. Seting ventilator
g. Memberi obat injeksi dengan shringpump
h. Memberikan obat oral
i. Bronchial whasing
j. Intubasi
k. Memasang/ merawat/ mencabut ETT, NTT, TT
l. Memasang/ merawat/ mencabut NGT
m. Memberi diet oral atau per NGT
n. Memasang kateter urin
o. KIE/HE
p. Aistensi/ mencabut drain WSD
q. Balance cairan
r. Mengambil material darah (urin/sputum/veses
s. RJP/defibrilasi/kardioversi
t. Nebul/fisioterapi dada
u. Tranfusi

27
v. Pindah/pulang, merawat jenasah, membawa pasien ke OK atau
radiologi
2. Tindakan umum KDM yang dilakukan di ruang ICU RSUP Sanglah
Denpasar :
a. Memandikan pasien
Tindakan memandikan biasanya setiap pagi hari dan sore hari
oleh perawat
b. BAB/ BAK
Dilakukan karena pasien tidak bisa toileting dan dilakukan di
bed
c. Miring kiri miring kanan/ mobilisasi

2.12 Form Pengkajian yang Digunakan di Ruangan ICU Barat RSUP


Sanglah
Form Pengkajian yang digunakan oleh ruang ICU Barat RSUP
Sanglah telah disusun dengan rapi dan diletakkan didalam loker sesuai
dengan jenis form pengkajian yang diperlukan. Adapun form pengkajian
yang digunakan oleh ruang ICU Barat antara lain :
1. Pengkajian Keperawatan intensif.
Pada form pengkajian intensif ruang ICU RSUP Sanglah Denpasar
terdapat pengkajian mengenai identitas pasien, anamnesa, serta
keadaan umum pasien.

28
(Gambar 3.12.1 form pengkajian keperawatan Intensif ruang ICU
RSUP Sanglah)

2. Pengkajian Keperawatan intensif anak


Pada form pengkajian keperawatan intensif anak, hampir sama dengan
form pengkajian intensif yakni berisi mengenai data informasi berupa

identitas pasien, anamnesa, serta keadaan umum pasien, namun yang


membedakan adalah form pengkajian ini ditujukan khusus untuk
anak-anak.
(Gambar 3.12.2 form pengkajian keperawatan Intensif Anak ruang
ICU RSUP Sanglah)

3. Pengkajian risiko gangguan integritas kulit Skala Braden Pasien


Dewasa (Braden Skin Risk Assessment)
Form ini biasanya digunakan untuk mengetahui resiko gangguan
integritas kulit yang dialami oleh pasien, sehingga diharapkan perawat

29
dapat memberikan manajemen pentalaksanaan yang tepat sesuai
dengan derajat resiko kerusakan integritas kulit yang dialami oleh
pasien.

(Gambar 3.12.3 form pengkajian resiko gangguan integritas kulit


ruang ICU RSUP Sanglah)

2.13 Emergency Procedures ruang ICU RSUP Sanglah Denpasar


1. No telp 333 sebagai Emergency Call apabila terjadi situasi gawat darurat
di dalam area rumah sakit
2. Delapan jenis Code untuk prosedur emergency yaitu:
a. Code Red : Untuk mengangani asap dan kebakaran
b. Code Blue : Untuk prosedur menangani situasi gawat darurat
medis termasuk henti nafas dan henti jantug yang membutuhkan
penanganan gawat darurat
c. Code Purple : Untuk prosedur dalam menangani ancaman bom
d. Code Yellow : Untuk prosedur dalam menangani gawat darurat
internal

30
e. Code Black : Untuk prosedur dalam menangani ancaman
personal
f. Code Brown : Untuk prosedur dalam menangani gawat darurat
eksternal
g. Code Orange : Untuk prosedur dalam menangani evakuasi
h. Code Green : Untuk Prosedur dalam menangani situasi gawat
darurat di bidang obstetric dan gynnocologi
3. Code Red
a. Helm Merah : Koordinator api
b. Helm Biru : Koordinator pasien
c. Helm Kuning : Koordinator Alat
d. Helm Putih : Koordinator Dokumen
4. Empat tanda kriteria evakuasi di pasang di tempat tidur atau di depan
kamar pasien untuk memudahkan melakukan persiapan evakuasi
berdasarkan prioritas evakuasi dan cara evakuasi.
a. Segi empat Hijau : merupakan tanda bagi pasien yang dapat
mobilisasi dan yang memerlukan sedikit bntuan untuk mobilisasi
saat evakuasi dapat mandiri sesuai arah petunjuk evakuasi.
b. Segi empat biru : merupakan tanda bagi pasien yang tidak dapat
mobilisasi dan saat evakuasi memerlukan alaat bantu berupa kasur
linen, elimut atau korsiroda
c. Segi empat ungu : merupakan tanda bagi pasien yang
menggunakan support tinggi dan memiliki harapan hidup tinggi saat
evakuasi memerlukan fasilitas bad atau stretcher
d. Segi empat putih : merupakan tanda bagi pasie yang tidak
memiliki harapan hidup dan saat evakuasi memerlukan bed atau
stretcher.

2.14 Alur Masuk dan Keluar ruang ICU Barat RSUP Sanglah Denpasar

Pasien-pasien yang berada diruang ICU Barat RSUP Sanglah merupakan


pasien yang berasal dari UGD, Rumah sakit Luar, Rawat inap, dan ruang
operasi, yang pada prinsipnya panduan untuk memasukkan pasien medical

31
adalah memberikan prioritas pada pasien-pasien yang akan memperoleh
manfaat dan intervensi dan support di ruang ICU. Berikut ini merupakan skala
prioritas yang digunakan di ruang ICU Barat RSUP Sanglah Denpasar :

1. Prioritas 1
Pasien kritikal, tidak stabil yang memerlukan teraapi intensif dan monitor
yang tidak dapat dilakukan di luar ICU. Biasanya terapi ini termasuk
support ventilator, pemberian obat-obat vasoaktif secara kontinyu dll.
Terapi pada pasien prioritas ini tidak dibatasi. Contoh pasien dengan gagal
nafas akut yang memerlukan ventilator dan shock atau pasien dengan
haemodinamik tidak stabil yang memerlukan invasive atau obat-obat
vassoaktif.
2. Prioritas 2
Pasien-pasien ini memerlukan monitor invasive dan secara potensial
memerlukan intervensi segera. Untuk pasien ini secara umum tidak ada
persyaratan untuk membatasi terapi yang diberikan. Contoh pasien-pasien
dengan penyakit kronik yang dapat berkembang menjadi berat secara akut.
3. Prioritas 3
Pasien-pasien tidak stabil ini dalam keadaan kritis tetapi kemungkinan
pulih kecil atau berkurang oleh karena penyakit primer atau kondisi
akutnya. Pasien prioritas ini bisa mendapat terapi intensif untuk mengatasi
penyakit akutnya tetapi batasan upaya terapi harus dibuat, seperti tidak
diintubasi atau tidak dilakukan resusitasi kardiopulmoner. Contoh pasien
dengan penyakit keganasan dengan metastasis, mengalami infeksi,
temponade jantung atau sumbatan jalan nafas.
4. Prioritas 4
Pasien yang umumnya tidak sesuai untuk dimasukkan ICU. Pasien ini
dapat masuk berdasarkan pada keadaan yang tidak biasa dan atas
kebijaksanaan Kepala ICU. Pasien ini dapat digolongkan menjadi :
a. Manfaat rawat ICU kecil atau tidak ada. Contoh pasien dengan
Diabetes Ketoasidosis dengan haemodinamik stabil, overdosis obat
dengan pasien sadar, dll.

32
b. Pasien dengan penyakit terminal atau irreversible yang menghadapi
kematian. Contoh kerusakan otak berat irreversible, gagal system
organ multiple irreversible, keganasan metastatic tidak respon terhadap
kemotherapi dan atau theraphy radiasi, pasien yang menolak perawatan
di ICU dan atau monitor invasive dan hanya mendapat kenyamanan,
brain dead non organ donor, pasien dengan status vegetative persistent,
pasien yang terus menerus tidak sadar dan lain-lain.
Setelah pasien mendapatkan tindakan sesuai dengan prosedur hingga
kondisi pasien stabil maka pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap atau
diperbolehkan untuk pulang dengan kondisi tertentu yang memungkinkan
untuk pasien bisa dirawat dirumah oleh keluarga, namun pasien yang masih
perlu penanganan khusus maka pasien akan dipindahkan ke ruang intermediate.

33
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Gambaran Umum Ruangan ICU RSUP Sanglah Denpasar


Intensive care unit (ICU) RSUP Sanglah adalah suatu bagian dari rumah
sakit yang ditujukan untuk observasi perawatan dan terapi pasien-pasien yang
menderita penyakit, cedera, atau penyulit-penyulit yang mengancam nyawa
atau potensial mengancam nyawa dengan proses dubia. ICU menyediakan
kemampuan dan sarana prasarana serta peralatan khusus untuk menunjang
fungsi-fungsi vital dengan menggunakan keterampilan staf medis, perawat
dan staff lain yang berpengalaman dalam pengelolaan keadaan-keadaan
tersebut.
Ruang ICU Barat RSUP Sanglah memiliki kapasitas 7 tempat tidur. dan
di masing-masing tempat tidur dilengkapi dengan bedsed monitor untuk
memantau keadaan pasien. Diruangan sudah tertera aturan untuk penunggu
pasien yang harus ditaati untuk menjaga ketertiban dan mencegah keadian
yang tidak diinginkan. UP (Universal Precaution) sudah diterapkan dengan
baik dimana sebelum masuk keruangan harus cuci tangan untuk mencegah
terjadinya infeksi silang.
Jumlah tenaga Perawat/pegawai di ruangan ICU barat RSUP Sanglah
adalah sebanyak 20 orang yang terdiri dari kepala ruangan sebanyak 1 orang,
tenaga administrasi sebanyak 1 orang, perawat sebanyak 14 orang, serta CS
sebanyak 4 orang dengan menggunakan sistem PP dan PA dinilai sangat
optimal. Peran dan fungsi perawat sudah sesuai dengan teori yang ada.

3.2 Aturan Dan Tata Tertib Ruang ICU RSUP Sanglah Denpasar
Aturan yang terdapat diruangan ICU bagi pengunjung sudah sangat jelas
terpasang dimana dalam aturan tersebut termuat antara lain:

34
1. Pengunjung wajib mencuci tangan sebelum dan setelah masuk dari
ruangan, minimal menggunakan alcuta yang sudah disediakan di dekat
pintu masuk ke ruangan.
2. Keluarga diperkenankan masuk kedalam ruang ICU setelah diijinkan
oelh perawat/dokter.
3. Waktu berkunjung di ruang ICU :
Siang : pukul 11.30 - 14.00 wita
Sore : pukul 18.00 - 20.00 wita

3.3 Sistem Universal Precaution (UP)


Universal Precaution yang diterapkan di ruang ICU (Intensive Care Unit)
RSUP Sanglah meliputi penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) saat
melakukan tindakan. Dalam upaya pencegahan infeksi perawat dan seluruh
staff yang ada di ruangan selalu melakukan cuci tangan dengan prinsip lima
momen dan enam langkah dan juga pengunjung diwajibkan cuci tangan
sebelum masuk kedalam ruangan. Hal ini sudah baik dilakukan mengingat
untuk mencegah terjadinya infeksi silang.

3.4 Ruangan Atau Tempat Pelayanan Perawatan


Diruang ICU terdapat beberapa ruangan, ruangan tersebut sudah
berfungsi sebagai mana fungsinya untuk meningkatkan pelayanan dan
perawatan pasien secara komprenshif. Berikut adalah ruangan yang terdapat
di rungan ICU RSUP Sanglah Denpasar:
1. Nurse Station
2. Ruang Rawat Pasien
3. Ruang Persiapan
4. Ruang staff
5. Gudang Linen dan Instrumen
6. Ruang Spoelhook
7. Ruangan penyimpanan alat-alat kebersihan
8. Dapur pasien
9. Gudang alat

35
10. Ruang pembuangan pispot
11. Ruang pertemuan dan konsul pasien
12. Ruang K.A. instalasi

3.5 Struktur Organisasi Ruang ICU RSUP Sanglah Denpasar


Diruangan ICU sudah terdapat struktur organisasi namun struktur
organisasi yang ada perlu dilakukan pembaharuan dikarenakan dari hasil
observasi yang dilakukan struktur organisasi yang ada tidak sesuai dengan
keadaan yang sebenarnya.

3.6 Sistem / Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP), Peran Dan


Fungsi Perawat Di Ruangan ICU RSUP Sangalah Denpasar
Di ruang ICU (Intensive Care Unit) RSUP Sanglah adalah model
keperawatan modifikasi, dimana terdapat model pelayan keperawatan PP
(perawat primer) dengan PA (Perawat Assosiated) adalah model dengan
jobdesc berbeda hal ini dimaksudkan agar pelayanan yang diberikan lebih
maksimal.

3.7 Jenis Penyakit Yang Diderita Oleh Pasien Di ICU


Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan kepala ruangan
ruang ICU Barat RSUP Sanglah mengatakan untuk jenis penyakit yang ada
diruangan ICU Barat bervariasi. Beliau menjelaskan pasien yang masuk
keruangan ICU adalah pasien yang mengalami penyakit berat dan dalam
keadaan tidak stabil, yang memerlukan terapi intensif seperti bantuan
ventilator, pemberian obat vasoaktif melalui infuse secara terus-menerus.
Beliau juga menambahkan untuk jenis kasus yang sering dijumpai di ruang
ICU Barat RSUP Sanglah adalah pasien dengan cedera kepala dan sepsis.

3.8 Fasilitas Ruang ICU RSUP Sanglah Denpasar


Fasilitas diruangan ICU RSUP Sanglah Denpasar sangat lengkap dan
berfungsi secara optimal. Sehingga pasien dapat mendapatkan penanganan
dan perawatan secara baik.

36
BAB IV

PENUTUP

4.1 Simpulan
Setelah melakukan orientasi di ruang ICU Sanglah pada tanggal 02
Februari 201 dapat kami simpulkan diruang ICU terdapat dua belas ruangan yaitu
ruangan rawat pasien, persiapan, ruang staff, gudang linen, nurse station,
spoelhook, penyimpanan alat-alat kebersihan, dapur pasien, gudang alat,
pembuangan pispot, ruang pertemun, dan konsul pasien. Kasus yang sering
dijumpai di ruangan ICU Barat RSUP Sanglah Denpasar adalah pasien dengan
cedera kepala dan juga sepsis. Ruangan ini mempunyai 14 orang tenaga perawat.
Tindakan yang sering dilakukan adalah memasang infus, injeksi, vital
sign, dan KIE ini merupakan tindakan umum yang dilakukan. Biasanya jika
melakukan tindakan perawat menggunakan APD sesuai dengan tindakan yang
akan dilakukan serta resiko penularan penyakit yang akan terjadi. Secara umum
fasilitas ruang ICU sudah lengkap meliputi alat-alat medis, formulir-formulir
administrasi maupun catatan medis. Namun masih terdapat kekurangan berupa
bagan struktur organisasi yang belum diperbaharui. Fasilitas dan pelayanan sudah
memenuhi standar. Perawat-perawat ruangan sudah mampu menjalakan peran dan
fungsinya dengan baik.

4.2 Saran
Komunikasi dengan kepala ruangan diharapkan dapat dilakukan dengan
lebih maksimal yakni dengan mempersiapkan terlebih dahulu daftar pertanyaan
yang lebih spesifik sebelum melakukan wawancara sehingga data yang akan di
dapatkan menjadi lengkap dan akurat.

37