Vous êtes sur la page 1sur 37

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt., yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan penyusunan laporan asuhan keperawatan keluarga ini. Shalawat
dan salam semoga tetap dilimpahkan kepada junjunan kita Habibana Wanabiyana
Muhammad SAW.
Kami menyadari bahwa di dalam penyusunan laporan ini yang berjudul
“Asuhan Keperawatan Keluarga pada Keluarga Tn. J pada Ny. I dengan
Gangguan Sistem Cardiovaskuler Hipertensi di Dusun Jahiang Rt. 06 Desa
Jahiang Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya”. Laporan ini masih
banyak kekurangan dan kesalahan, sehingga kami sangat mengharapkan saran dan
kritik demi perbaikan dan kesempurnaan laporan ini.
Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak dan Ibu dosen, khususnya Bapak Pembimbing Akper Muhammadiyah
Tasikmalaya, atas segala bimbingan dan arahan, baik berupa teori maupun
prakteknya pada kami sebagai pedoman di dalam melaksanakan kunjungan
keluarga ini.
2. Rekan-rekan sejawat yang telah ikut serta di dalam penyusunan laporan
kegiatan ini.
Akhirnya kami berdo’a kepada Allah Swt., semoga laporan ini dapat
bermanfaat, khususnya bagi kami sebagai penyusun dan umumnya bagi para
pembaca. Semoga kami diberi ketenangan dan kelancaran di dalam menuntut ilmu
serta di dalam menghadapi segala sesuatu di dalam kehidupan ini. Amiin….

Tasikmalaya, Maret 2005

Penyusun

0
i

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Hipertensi adalah suatu peningkatan persisten tekanan arteri yang
dihasilkan oleh ketidakteraturan mekanisme kontrol homeostatik normal tanpa
penyebab sekunder yang jelas.
Penyusun menuliskan laporan ini karena dilatarbelakangi oleh adanya
fakta di lapangan yang ternyata di Dusun Jahiang ini terjadi 137 kasus
(38,81%) hipertensi, sehingga kami merasa terpanggil dan terinspirasi untuk
mengambil kasus ini. Selain itu, juga kami ingin membantu masyarakat dalam
menyelesaikan masalah ini dan ingin mengurangi beban masyarakat serta
upaya masyarakat dapat segera keluar dari masalah ini.

B. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah :
1. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Keperawatan Komunitas
III.
2. Untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang hipertensi.
3. Untuk lebih memahami masyarakat dan mendeteksi secara dini masalah
apa yang ada di masyarakat.
4. Untuk menambah kreatifitas dalam hal teori dan praktek tentang mengatasi
masalah hipertensi.

C. Metode Penulisan
Metode penulisan laporan ini, yaitu berdasarkan metode kepustakaan dan
studi kasus di Dusun Jahiang.

D. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan laporan ini, yaitu terdiri dari : Kata pengantar, daftar
isi.

2
Bab I : Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, tujuan, metode penulisan
dan sistematika penulisan.
Bab II : Tinjauan teoritis yang terdiri dari konsep dasar : 1) konsep dasar
keluarga, 2) konsep dasar penyakit, 3) konsep asuhan keperawatan
keluarga.
Bab III : Tinjauan kasus dan pembahasan yang terdiri dari tinjauan kasus :
1) pengkajian, 2) analisa data, 3) prioritas masalah, 4) perencanaan,
5) pelaksanaan, 6) catatan perkembangan.
Bab IV : Kesimpulan dan rekomendasi.
Reperensi.

3
BAB II
TINJAUAN TEORITIS

A. Konsep Dasar
1. Konsep Dasar Keluarga
a. Pengertian Keluarga
 Keluarga adalah kumpulan dua orang/lebih yang hidup bersama
dengan keterikatan aturan dan emosional dan individu mempunyai
peran masing-masing, yang merupakan bagian dari keluarga
(Friedman, 1998).
 Keluarga adalah suatu ikatan/ persekutuan hidup atas dasar
perkawinan antara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup
bersama/ seorang laki-laki/ seorang perempuan yang sudah
sendirian dengan/ tanpa anak, baik anaknya sendiri/ adopsi dan
tinggal dalam sebuah rumah tangga (Sayekti, 1994).
 Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari
suami-istri, atau suami-istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya,
atau ibu dan anaknya (UU No. 10 tahun 1992).

b. Fungsi Keluarga
Fungsi keluarga menurut Friedman, yaitu :
1) Fungsi efektif : Memiliki kebutuhan psikologis dari anggota
keluarga.
2) Fungsi sosial : Mempersiapkan anak menjadi orang yang
berproduktif di dalam masyarakat.
3) Fungsi reproduksi : Untuk menambah anggota keluarga untuk
kelanjutan generasi penerus.
4) Koping keluarga, strategi yang digunakan untuk menjaga
keseimbangan interaksi dengan lingkungan dalam dan luar
keluarga.

4
5) Fungsi ekonomi : Menyediakan sumber ekonomi yang
memadai dan mengalokasikannya dengan
efektif.
6) Menyediakan kebutuhan fisik/pemeliharaan kesehatan, makanan,
pakaian, rumah dan pelayanan kesehatan.

c. Siklus Keluarga (Duvall, 1977)


1) Tahap I : Pasangan yang baru menikah.
2) Tahap II : Dimulai dengan kelahiran anak pertama sampai
umur 30 tahun.
3) Tahap III : Keluarga dimana anak pertama usia pra sekolah (30
bulan-6 tahun).
4) Tahap IV : Keluarga dengan anak pertama usia sekolah (6-13
tahun).
5) Tahap V : Keluarga dengan anak pertama usia remaja (13-20
tahun).
6) Tahap VI : Keluarga dengan anak pertama usia dewasa muda
(anak pertama meninggalkan rumah untuk membina
keluarga baru sampai anak terakhir).
7) Tahap VII : Orang tua dengan usia pertengahan (mulai anak
terakhir meninggalkan rumah).
8) Tahap VIII : Tahap akhir dari siklus keluarga. Keluarga usia tua
(salah satu/ keduanya pensiun, salah satu
meninggalkan dan pada akhirnya keduanya
meninggal).

d. Tugas Perkembangan Keluarga


1) Tahap I : Menciptakan/ membina hubungan yang harmonis
saling menguntungkan.
2) Tahap II : Adaptasi menjadi orang tua, memenuhi kebutuhan-
kebutuhan bayi/anak.

5
3) Tahap III : Mengasuh anak, menyesuaikan / menyediakan
kebutuhan-kebutuhan anak usia pra sekolah,
persiapan kelahiran anak berikutnya.
4) Tahap IV : Salah satu tugas orang tua pada tahap ini sosialisasi
anak mendorong anak mencapai prestasi sekolah dan
memelihara hubungan perkawinan yang harmonis.
5) Tahap V : Menjaga keseimbangan tanggung jawab dari
kebebasan bagi remaja. Pada tahap ini sering terjadi
konflik antara orang tua-remaja.
6) Tahap VI : Melepaskan anak untuk membina perkawinan.
Biasanya ibu lebih sulit untuk menerimanya,
sedangkan Bapak karirnya sedang memuncak dan
lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja.
7) Tahap VII : Menjalin kembali hubungan perkawinan, membina
hubungan dengan generasi baru.
8) Tahap VIII : Penyesuaian terhadap pensiun, pasangan meninggal
dunia.

2. Konsep Dasar Penyakit


a. Definisi
 Hipertensi adalah tekanan sistolik 140 mmHg atau lebih dan
tekanan distolik di bawah 90 mmHg (menurut WHO, 1978) (IPD
jilid II, hal: 453).
 Hipertensi adalah tekanan yang lebih tinggi dari 140/90 mmHg dan
diklasifikasikan sesuai derajat keparahannya, mempunyai rentang
dari tekanan darah (TD) normal tinggi sampai hipertensi maligna
(Rencana Asuhan Keperawatan Marilynn, E. Doengoes edisi 3, hal:
39).
 Hipertensi adalah kadar tekanan darah (TD) yang cukup tinggi
untuk meningkatkan resiko terjadinya stroke atau penyakit ginjal
atau kardiovaskuler. TD di atas 140/90 mmHg pada seorang

6
dewasa muda, 15/90 mmHg pada usia pertengahan, atau 160/95
mmHg pada yang lebih tua, biasanya dianggap tidak normal
(Nefrologi edisi 3. C. Craig Tisher, hal: 233).

b. Etiologi
1) Faktor genetik (riwayat keturunan).
2) Faktor lingkungan
- Mengkonsumsi garam berlebihan  60%.
- Obesitas
- Merokok.
3) Stress.

c. Tanda dan Gejala


1) Peningkatan tekanan darah
2) Sakit kepala
3) Epistaksis
4) Pusing
5) Adanya edema
6) Palpasi
7) Nokturia
8) Nyeri leher/kaku leher
9) Sukar tidur
10) Rasa mudah lelah dan cepat marah.
11) Berdebar-debar
12) Pucat
13) Nadi meningkat
14) Tachikardi
15) Gelisah
16) Tachipnea
17) Mual, muntah
18) Penurunan pandangan (diplopia)

7
19) Berkeringat
20) Nyeri punggung.

d. Patofisiologi
Obesitas Stress Kelebihan Na Iskemia ginjal

Insulin Katekolamin Hormon Natriuretik Renin


meningkat meningkat meningkat angiotensin
meningkat

Faktor pertumbuhan

Faktor genetik Perubahan fungsi Faktor autokrin


membran sel dan parakrin

Kalsium intra sel meningkat Pertukaran Na+/H+


meningkat

Kontraksi otot polos Ph meningkat

Hipertropi vaskuler

Tahapan perifer meningkat

Hipertensi

Sumber : IPD jilid II.

8
e. Komplikasi
1) Penyakit jantung dan pembuluh darah
2) Stroke
3) Penyakit ginjal
4) Aneurisma arteri.

f. Klasifikasi
1) Menurut WHO
Kategori Sistolik Diastolik
Normal 140 mmHg 90 mmHg
Borderline 140-159 mmHg 90-94 mmHg
Hipertensi definistif 160 mmHg 95 mmHg
Hipertensi ringan 95-140 mmHg 95-140 mmHg

2) Menurut JNC V
Kategori Sistolik Diastolik
Normal tinggi (perbatasan) 130-139 mmHg 85-89 mmHg
Stadium I (ringan) 140-159 mmHg 90-99 mmHg
Stadium II (sedang) 160-179 mmHg 100-109 mmHg
Stadium III (berat) 180-209 mmHg 110-119 mmHg
Stadium IV (sangat berat) > 210 mmHg > 120 mmHg

g. Pencegahan dan Pengobatan


1) Pencegahan
- Menghindari stress yang berlebih.
- Diet rendah garam.
- Diet tinggi kalsium.
- Pencapaian berat badan ideal.
- Diet rendah kolesterol, rendah asam lemak jenuh.
- Oleh raga yang teratur.
- Diet tinggi kalsium.
- Meningkatkan asupan seledri (6-8 batang sehari).

9
2) Pengobatan
- Clorthalidone (CTD) 1215-25 mg.
- Hydrochlorothiazide (HCT) 25-50 mg.
- Captrophyl 12,5-25 mg.
- Reserpin 12,5-25 mg.

3. Konsep Asuhan Keperawatan Keluarga


a. Tahap Pengkajian
Pengkajian adalah suatu tahapan di mana seorang perawat mengambil
secara terus-menerus terhadap anggota keluarga yang dibinanya.
Sumber informasi dan tahapan pengkajian menggunakan metode :
1) Wawancara keluarga
2) Observasi fasilitas rumah
3) Pemeriksaan fisik dan anggota keluarga (dari ujung rambut ke
ujung kaki)
4) Data sekunder, contoh; hasil laboratorium, hasil X-ray, pap smear
dan sebagainya.

Hal-hal yang perlu dikaji dalam keluarga adalah :


1) Data umum
Pengkajian terhadap data umum keluarga meliputi :
a) Nama kepala keluarga (KK)
b) Alamat dan telepon
c) Pekerjaan kepala keluarga
d) Pendidikan kepala keluarga
e) Komposisi kelurga dan genogram
f) Tipe keluarga
Menjelaskan mengenai jenis/tipe keluarga beserta kendala atau
masalah-masalah yang terjadi dengan jenis/tipe keluarga
tersebut.
g) Suku bangsa

10
Mengkaji asal suku bangsa keluarga serta mengidentifikasi
budaya suku bangsa tersebut terkait dengan kesehatan.
h) Agama
Mengkaji agama yang dianut oleh keluarga serta kepercayaan
yang dapat mempengaruhi kesehatan.
i) Status sosial ekonomi keluarga
Status sosial ekonomi keluarga ditentukan oleh pendapatan,
baik dari kepala keluarga maupun anggota keluarga lainnya.
Selain itu status ekonomi sosial keluarga ditentukan pula oleh
kebutuhan-kebutuhan yang dikeluarga oleh keluarga serta
barang-barang yang dimiliki oleh keluarga.
j) Aktivitas rekreasi keluarga
Rekreasi keluarga tidak hanya dilihat kapan saja keluarga pergi
bersama-sama untuk mengunjungi tempat rekreasi tertentu,
namun dengan menonton TV dan mendengarkan radio juga
merupakan aktifitas rekreasi.
2) Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
k) Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga ditentukan dengan anak tertua
dari keluarga ini.
l) Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Menjelaskan mengenai tugas perkembangan yang belum
terpenuhi oleh keluarga serta kendala mengapa tugas
perkembangan tersebut belum terpenuhi.
m) Riwayat keluarga inti
Menjelaskan riwayat kesehatan pada keluarga inti, yang
meliputi riwayat penyakit keturunan, riwayat kesehatan
masing-masing anggota keluarga, perhatian terhadap
pencegahan penyakit (status masing-masing), sumber
pelayanan kesehatan yang biasa digunakan keluarga serta
pengalaman-pengalaman terhadap pelayanan kesehatan.

11
n) Riwayat keluarga sebelumnya.
Dijelaskan mengenai riwayat kesehatan pada keluarga dari
pihak suami dan istri.
3) Pengkajian lingkungan
o) Karakteristik rumah
Karakteristik rumah diidentifikasi dengan melihat luas rumah,
tipe rumah, jumlah ruangan, jumlah jendela, jarak septik tank
dengan sumber air, sumber air minum yang digunakan serta
denah rumah.
p) Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Menjelaskan mengenai karakteristik dari tetangga setempat
yang meliputi kebiasaan, lingkungan fisik, aturan/kesepakatan
penduduk setempat, budaya setempat yang mempengaruhi
kesehatan.
q) Mobilitas geografi keluarga
Mobilitas geografi keluarga ditentukan dengan kebiasaan
keluarga berpindah tempat,
r) Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Menjelaskan mengenai waktu yang digunakan keluarga untuk
berkumpul serta perkumpulan keluarga yang ada dan sejauh
mana keluarga interaksinya dengan masyarakat.
s) Sistem pendukung keluarga
Yang termasuk pada sistem pendukung keluarga adalah jumlah
anggota keluarga yang sehat, fasilitas-fasilitas yang dimiliki
keluarga untuk menunjang kesehatan. Fasilitas mencakup
fasilitas fisik, fasilitas psikologi atau dukungan dari anggota
keluarga dan fasilitas sosial atau dukungan dari masyarakat
setempat.

t) Pola komunikasi keluarga

12
Menjelaskan mengenai cara berkomunikasi antara anggota
keluarga.
u) Struktur kekuatan keluarga
Kemampuan anggota keluarga mengendalikan dan
mempengaruhi orang lain untuk mengubah perilaku.
v) Struktur peran
Menjelaskan peran dari masing-masing anggota keluarga baik
secara formal maupun informal.
w) Nilai atau norma keluarga
Menjelaskan mengenai nilai dan norma yang dianut oleh
keluarga, yang berhubungan dengan kesehatan.

4) Fungsi keluarga
x) Fungsi efektif
Hal yang perlu dikaji yaitu gambaran diri anggota keluarga,
perasaan memiliki dan dimiliki dalam keluarga, dukungan
keluarga terhadap anggota keluarga lainnya, bagaimana
kehangatan tercipta pada anggota keluarga dan bagaimana
keluarga mengembangkan sikap saling menghargai.
y) Fungsi sosialisasi
Hal yang perlu dikaji bagaimana interaksi atau hubungan dalam
keluarga, sejauhmana anggota keluarga belajar disiplin, norma,
budaya dan perilaku.
z) Fungsi perawatan kesehatan
Menjelaskan sejauhmana keluarga menyediakan makanan,
pakaian perliundungan serta merawat anggota keluarga yang
sakit. Sejauhmana pengetahuan keluarga mengenai sehat-sakit.
Kesanggupan keluarga di dalam melaksanakan perawatan
kesehatan dapat dilihat dari kemampuan keluarga dalam
melaksanakan 5 tugas kesehatan keluarga, yaitu keluarga
mampu mengenal masalah kesehatan, mengambil keputusan

13
untuk melakukan tindakan, melakukan perawatan terhadap
anggota yang sakit, menciptakan lingkungan yang dapat
meningkatkan kesehatan dan keluarga mampu memanfaatkan
fasilitas kesehatan yang terdapat di lingkungan setempat.
aa) Fungsi reproduksi
Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi reproduksi keluarga
adalah :
(1) Berapa jumlah anak
(2) Bagaimana keluarga merencanakan jumlah anggota
keluarga
(3) Metode apa yang digunakan keluarga dalam upaya
mengendalikan jumlah anggota keluarga.
bb) Fungsi ekonomi
Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi ekonomi keluarga
adalah :
(1) Sejauhmana keluarga memenuhi kebutuhan sandang,
pangan dan papan.
(2) Sejauhmana keluarga memanfaatkan sumber yang ada di
masyarakat dalam upaya peningkatan status kesehatan
keluarga.

5) Stress dan koping keluarga


cc) Stresor jangka pendek dan panjang
(1) stresor jangka pendek yaitu stresor yang dialami keluarga
yang memerlukan penyelesaian dalam waktu kurang lebih 6
bulan.
(2) Stresor jangka panjang, yaitu stresor yang dialami keluarga
yang memerlukan penyelesaian dalam waktu lebih dari 6
bulan.

dd) Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stresor

14
Hal yang perlu dikaji adalah sejauhmana keluarga berespon
terhadap situasi/stresor.
ee) Strategi koping yang digunakan
Strategi koping apa yang digunakan keluarga bila menghadapi
masalah.
ff) Strategi adaptasi disfungsional
Dijelaskan mengenai strategi adaptasi disfungsional yang
digunakan keluarga bila menghadapi permasalahan.

6) Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan pada semua anggota keluarga. Metode
yang digunakan pada pemeriksaan fisik tidak berbeda dengan
pemeriksaan fisik di klinik.
7) Harapan keluarga
Pada akhir pengkajian, perawat menanyakan harapan keluarga
terhadap petugas kesehatan yang ada.

b. Perumusan Diagnosa Keperawatan Keluarga


1) Gangguan rasa nyaman : pusing berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang
mengalami sakit kepala (hipertensi).
2) Gangguan pola aktivitas sehari-hari berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarganya
yang mengalami masalah nyeri pada pundak/bahu (punggung).

c. Menentukan Prioritas Masalah


Pada suatu keluarga mungkin saja perawat menentukan lebih dari satu
diagnosis keperawatan keluarga. Untuk menentukan prioritas terhadap
diagnosis keperawatan keluarga yang ditemukan dihitung dengan
menggunakan cara sebagai berikut :

15
Skala Prioritas Masalah Kesehatan Keluarga
No Kriteria Skore Bobot Justifikasi
1 Sifat masalah :
 Ancaman kesehatan 2
 Tidak/kurang sehat 3 1
 Krisis. 1
2 Kemungkinan masalah dapat diubah :
 Mudah 2
 Sebagian 1 2
 Tidak dapat diubah. 0
3 Potensi masalah untuk dicegah :
 Tinggi 3
 Sedang 2 1
 Rendah. 1
4 Menonjolnya maalah :
 Masalah berat, harus segera ditangani 2
 Ada masalah, tidak perlu segera
ditangani 1 1
 Masalah tidak dirasakan. 0

Skoring :
1) Tentukan skore tiap kriteria.
2) Skore dibagi dengan angka tertinggi dan kalikan dengan bobot.

Skore
xbobot
Angkatertinggi

3) Jumlahkan skore untuk semua kriteria.


4) Jumlah skore menentukan urutan nomor diagnosa keperawatan
keluarga.
Catatan : Skore dihitung bersama-sama dengan keluarga.

d. Perencanaan Keperawatan Keluarga

16
Perencanaan keperawatan keluarga terdiri dari penetapan tujuan, yang
mencakup tujuan umum dan tujuan khusus serta dilengkapi dengan
kriteria dan standar. Kriteria dan standar merupakan pernyataan
spesifik tentang hasil yang diharapkan dari setiap tindakan
keperawatan berdasarkan tujuan khusus yang ditetapkan.
e. Tindakan / Implementasi
Adalah tindakan yang dilakukan oleh perawat kepada keluarga
berdasarkan perencanaan mengenai suatu diagnosa yang telah dibuat
sebelumnya. Tindakan keperawatan terhadap keluarga mencakup hal-
hal di bawah ini :
1) Menstimulasi kesadaran atau penerimaan keluarga mengenai
masalah dan kebutuhan kesehatan dengan cara :
 Memberikan informasi
 Mengidentifikasi kebutuhan dan harapan tentang kesehatan
 Mendorong sikap emosi yang sehat terhadap masalah.
2) Menstimulasi keluarga untuk memutuskan cara perawatan yang
tepat dengan cara :
 Mengidentifikasi konsekuensi tidak melakukan tindakan
 Mengidentifikasi sumber-sumber yang dimiliki keluarga
 Mendiskusikan tentang konsekuensi tiap tindakan.
3) Memberikan kepercayaan diri dalam merawat anggota keluarga
yang sakit dengan cara :
 Mendemonstrasikan cara perawatan
 Menggunakan alat dan fasilitas yang ada di rumah
 Mengawasi keluarga melakukan perawatan.
4) Membantu keluarga untuk menemukan cara bagaimana membuat
lingkungan menjadi sehat, dengan cara :
 Menemukan sumber-sumber yang dapat digunakan keluarga
 Melakukan perubahan lingkungan keluarga seoptimal mungkin.
5) Memotivasi keluarga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang
ada, dengan cara :

17
 Memperkenalkan fasilitas kesehatan yang ada di lingkungan
keluarga
 Membantu keluarga menggunakan fasilitas kesehatan yang ada.

f. Evaluasi
Sesuai rencana tindakan yang telah diberikan, dilakukan penilaian
untuk menilai keberhasilannya. Bila tidak/belum berhasil perlu disusun
rencana baru yang sesuai. Semua tindakan keperawatan mungkin tidak
dapat dilakukan dalam satu kali kunjungan keluarga. Untuk itu dapat
dilakukan secara bertahap sesuai dengan waktu dan kesediaan
keluarga. Evaluasi disusun dengan menggunakan SOAP secara
operasional.
S : Hal-hal yang dikemukakan oleh keluarga secara subjektif setelah
dilakukan intervensi keperawatan. Misal : keluarga mengatakan
nyerinya berkurang.
O : Hal-hal yang ditemui oleh perawat secara objektif setelah
dilakukan intervensi keperawatan. Misal : BB naik 1 kg dalam 1
bulan.
A : Analisa dari hasil yang telah dicapai dengan mengacu kepada
tujuan terkait dengan diagnosa keperawatan.
P : Perencanaan yang akan datang setelah melihat respon dan
keluarga pada tahap evaluasi.
Tahapan evaluasi dapat dilakukan secara formatif dan sumatif.
Evaluasi formatif dilakukan selama proses asuhan keperawatan,
sedangkan evaluasi sumatif adalah evaluasi akhir.

18
BAB III
TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN

A. Tinjauan Kasus
1. Pengkajian
a. Pengkajian Keluarga
 Puskesmas : Salawu
Kecamatan : Salawu
Nama kepala keluarga : Tn. J
No. Register :-
Tanggal : 16-02-05
Jarak ke puskesmas :  3,5 km dengan kendaraan motor
beroda 2
Alamat : Rt. 06 Dusun Jahiang, Desa Jahiang

 Daftar anggota keluarga


N Nama Hubu- L/ Umur Pendi- Peker- Aga- Keadaan Imun KB Bahasa Ket
o anggota ngan P dikan jaan ma kesehatan Indone-
keluarga dengan sia
KK
1 Tn. J KK L 55 SD Tani Islam Sehat tidak tidak Ya -
2 Ny. I Istri P 50 SD IRT Islam Hipertensi tidak Ya Ya -

 Genogram

19
Keterangan :
= Laki-laki meninggal dunia
= Perempuan meninggal dunia
= Laki-laki dengan hipertensi
= Perempuan dengan hipertensi
= Laki-laki
= Perempuan
= Identifikasi individu yang sakit
= Tinggal dalam satu rumah

1) Tipe keluarga
Tipe keluarga ini adalah nuclear family/keluarga inti.
2) Tahap perkembangan keluarga
Tahap perkembangan keluarga ini adalah tahap VII (orang tua
dengan usia pertengahan/mulai anak terakhir meninggalkan
rumah).
3) Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi adalah
tahap VIII dan VI (penyesuaian terhadap pensiun, pasangan
meninggal dunia), karena keduanya masih hidup dan
(melepaskan anak untuk membina perkawinan).

 Biologis keluarga
4) Keadaan kesehatan
Keadaan kesehatan keluarga ini pada umumnya sehat, namun
pada Ny. I sedang kurang sehat dengan keluhan sakit kapala.
5) Kebersihan keluarga
Kebersihan keluarga pada umumnya cukup bersih, dengan
frekuensi mandi 2x/hari, mencuci rambut 2 x/minggu, gosok
gigi 2 x/hari, memotong kuku 1 x/minggu dan ganti
pakaian/berbeda tiap kegiatan.

20
6) Penyakit yang sering diderita
Penyakit yang sering terjadi di keluarga ini adalah sakit kepala,
nyeri seluruh tubuh dan hipertensi, terutama Ny. I.
7) Penyakit kronis/menular
Tidak ada anggota keluarga yang memiliki penyakit menular.
8) Kecacatan anggota keluarga
Tidak ada anggota keluarga yang mengalami kecacatan.
9) Pola makan
Frekuensi makan keluarga 3 x/hari dengan makanan pokok
nasi, lauk pauk 9daging, telur, ikan asin, tahu dan tempe),
sayur-sayurannya adalah daun singkong. Cara pengolahan
makanan yaitu sebelum dimasak makanan dicuci terlebih
dahulu dan biasanya disajikan dalam keadaan hangat. Makanan
pantangan adalah makanan yang banyak mengandung garam,
kalium, kalsium dan lemak, terutama bagi Ny. I yang
mempunyai riwayat penyakit hipertensi.
10) Pola istirahat
Tidur  8 jam/hari dengan tidur malam jam  21.00 WIB dan
tidur siang hanya kadang-kadang.
11) Reproduksi/akseptor KB
Keluarga Tn. J mempunyai anak 3 (laki-laki semua) dan Ny. I
pernah menjadi akseptor KB dengan jenis KB yaitu pil, suntik
dan spiral.

 Psikologis keluarga
12) keadaan emosi
keadaan emosi keluarga ini adalah stabil, terbukti dengan tidak
adanya/jarangnya terjadi pertengkaran, baik diantara anggota
keluarga maupun dengan masyarakat lainnya. Respon keluarga
jika mengalami kehilangan akan sedih dan jika mengalami
keberhasilan akan bahagia.

21
13) Koping keluarga
Koping yang digunakan keluarga jika ada suatu masalah yaitu
keluarga menghadapinya dengan kepala dingin dan
memecahkannya dengan jalan musyawarah dan berdo’a kepada
Allah Swt.
14) Kebiasaan buruk
Kebiasaan buruk dalam keluarga ini yaitu tidak ada, kecuali
Tn.J yang sedikit suka merokok.
15) Rekreasi
Rekreasi di luar rumah dapat dilakukan dengan pergi ke tempat
yang indah, misalnya pergi ke kebun katuk. Sedangkan aktifitas
di dalam rumah yaitu dengan menonton TV dan mendengarkan
radio.
16) Pola komunikasi keluarga
Keluarga berkomunikasi menggunakan bahasa Sunda dengan
memperhatikan tata bahasa itu sendiri. Komunikasi yang
digunakan adalah komunikasi langsung.
17) Pengambil keputusan
Pengambil keputusan dalam keluarga ini adalah Tn. J, karena
beliau berperan sebagai kepala keluarga.
18) Peran informal
Peran Tn. J dalam keluarga adalah sebagai kepala keluarga,
pemimpin dan pelindung serta sebagai motivator, sedangkan
Ny. I berperan sebagai ibu rumah tangga yang mengurus rumah
tangganya dan mentaati suaminya.

 Sosial ekonomi keluarga


19) Hubungan dengan orang lain
Hubungan antara anggota keluarga cukup harmonis dan
keluargapun dapat bersosialisasi dengan baik, baik itu dengan
tetangga maupun dengan masyarakat desa.

22
20) Kegiatan organisasi sosial
Dalam kegiatan berorganisasinya keluarga ini cukup baik, di
mana Ny. I selalu mengikuti kegiatan pengajian mingguan dan
arisan. Apabila Tn. J yang menjabat sebagai Ketua Rt. 06
sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakatnya.
21) Keadaan ekonomi
Keadaan ekonomi keluarga ini adalah termasuk keluarga
sejahtera II yang anggota keluarganya semuanya dapat menulis
dan membaca, frekuensi makan 3 x/hari dengan menu yang
berbeda-beda

 Spiritual kultural keluarga


22) Ketaatan beribadah
Keluarga Tn. J beragama Islam, setiap hari keluarga ini selalu
menjalankan ibadah sholat yang 5 waktu dan ibadah yang
lainpun tak terlewatkan.
23) Keyakinan tentang kesehatan
Keluarga Tn. J berkeyakinan bahwa sehat itu mahal, maka bila
salah satu anggota keluarga ada yang sakit, mereka selalu
memeriksakannya ke puskesmas atau bidan/mantri yang
terdekat.
24) Nilai dan norma
Nilai dan norma yang digunakan adalah nilai dan norma agama
serta adat da tidak bertentangan dengan nilai dan norma yang
ada di masyarakat.
25) Adat yang mempengaruhi
Dalam keluarganya tidak ada adat yang mempengaruhi
kesehatannya.

23
 Lingkungan rumah

Keterangan :
1 = Ruang kamar tidur anak
2 = Ruang kamar tidur orang tua
3 = Ruang tamu dan ruang keluarga
4 = Ruang makan
5 = Ruang dapur
= Jalan Desa
= Jalan halaman rumah
= Bukit
= Jendela
= Penampungan air
= Tungku untuk membuat gula merah
= Tanaman

26) Kebersihan, kerapihan


Kebersihan dan kerapihan di dalam maupun di luar rumah
cukup baik.
27) Penerangan
Sinar matahari dapat masuk melalui kaca jendela ke semua
ruangan dan pada malam hari penerangannya menggunakan
lampu listrik dan hampir di setiap ruangan mempunyai jendela,
sehingga penerangannyapun cukup baik.

24
28) Ventilasi
Udara dapat masuk melalui jendela dan ventilasi yang ada.
29) Jamban
Jamban terletak jauh dari rumah dengan jarak  100 m dari
rumah. Jenis jambannya adalah jamban cemplung yang
merupakan jamban umum, sedangkan untuk mandi da mencuci
keluarga Tn. J mempunyai penampungan air sendiri yaitu di
belakang rumah dekat dapur.
30) Sumber air minum
Sumber air untuk minum berasal dari mata air, sedangkan
untuk mandi dan mencuci dari penampungan air yang airnya
berasal dari mata air yang dialirkan dengan bambu dan kadang
dari air hujan/kadang dengan membawa/mengambil air itu
sendiri langsung dari mata air.
31) Pemanfaatan halaman
Pekarangan rumah dimanfaatkan untuk menanam waluh, jahe,
kunyit dan lain-lain.
32) Pembuangan air kotor
Pembuangan air kotornya adalah melalui saluran yang dibuang
di belakang rumah yang akhirnya ada penampungan kecil yang
dibuat sendiri dengan jarak  6 m dari rumah.
33) Pembuangan sampah
Sampah dibuang dengan cara dibakar dan terkadang dibuang ke
kebun yang sudah ada penampungannya, kemudian sampah itu
ditimbun untuk dijadikan pupuk bagi tanamannya yang ada di
kebun.
34) Sumber pencemaran
Tidak ada sumber pencemaran.

25
b. Pengkajian Individu
1) Identitas
Nama : Ny. I
Jenis kelamin : Perempuan
Umur : 50 tahun
Agama : Islam
Status perkawinan : Kawin
Pendidikan : SD
Suku bangsa : Sunda
Pekerjaan : IRT
Alamat : Rt. 06 Dusun Jahiang-Jahiang

2) Alasan ke puskesmas/dikunjungi
Klien mengeluh sakit kepala, nyeri leher dan nyeri pada daerah
pundak/bahu (punggung).
3) Riwayat kesehatan
a) Riwayat kesehatan yang pernah dialami
Klien pernah mengalami/ mempunyai riwayat penyakit
hipertensi.
b) Masalah kesehatan keluarga (keturunan)
Keluarga klien pernah ada yang mengalami/mempunyai
riwayat penyakit hipertensi, yaitu ibunya klien.

4) Kebiasaan sehari-hari
a) Biologis
(1) Pola makan
Frekuensi makan 3 x/hari,dengan nasi sebagai makanan
pokok, pada saat dikaji Ny. I nafsu makannya baik.
(2) Pola minum
Frekuensi minum 7-8 gelas/hari, dengan air minum air teh
dan terkadang air putih.

26
(3) Pola tidur
Klien tidur  8 jam/hari, dengan waktu tidur jam 21.00
WIB dan siang hari terkadang tidur jam 13.00 WIB.
(4) BAB/BAK
BAK klien frekuensinya 5-6 x/hari, BAB 1 x/hari dan tidak
ada gangguan baik pada pola BAB/BAK.
(5) Aktifitas sehari-hari
Klien bekerja sebagai ibu rumah tangga, terkadang klien
pergi ke kebun dan memecahkan batu. Saat dikaji klien
sedang ada di rumah dengan keluhan sakit kepala dan nyeri
leher serta bahu/pundak (punggung), sehingga tidak dapat
bekerja seperti biasanya.
(6) Rekreasi
Rekreasi klien yaitu dengan menonton TV dan
mendengarkan radio.

b) Psikologis
(1) Keadaan emosi
Keadaan emosi klien cenderung stabil.
c) Sosial
(1) Hubungan antar keluarga
Hubungan dengan keluarga baik.
(2) Hubungan dengan orang lain
Hubungan dengan tetangga/masyarakat baik.
d) Spiritual/kultural
(1) Pelaksanaan ibadah
Klien beragama Islam dan selalu melaksanakan ibadah
sholat 5 waktu dan rutin mengikuti pengajian mingguan.
(2) Keyakinan tentang kesehatan
Ny. I mengatakan kesehatan itu mahal harganya.

27
5) Pemeriksaan
a) Tanda vital
No Jenis TTV Ny. I Tn. J
1 Keadaan umum Sakit ringan, Sehat, tenang,
tenang muka tidak muka tidak pucat
pucat.
2 Kesadaran Composmentis Composmentis
dengan GCS = 15 dengan GCS = 15
(M6E4V5) (M6E4V5)
3 Suhu 365 0C 36 0C
4 Nadi 80 x/menit 72 x/menit
5 Tensi 180/100 mmHg 100/70 mmHg
6 Pernafasan 24 x/menit 22 x/menit
7 TB 153 cm 155 cm
8 BB 50 kg 48 kg

b) Pemeriksaan fisik dan kebersihan perorangan


Jenis
No Ny. I Tn. J
Pemeriksaan
1 Sistem neurologis
a. Nervus kranial
 N. I  Mampu  Mampu
mencium bau mencium bau
 N. II  Penglihatan  Penglihatan
jelas dalam jelas dalam
jarak  30 cm jarak  30 cm
 N. III, IV. VI  Tidak silau  Tidak silau
terhadap terhadap
cahaya, reflek cahaya, reflek
terhadap terhadap
cahaya cepat, cahaya cepat,
bila diberi bila diberi
cahaya pupil cahaya pupil
mengecil, bola mengecil, bola
mata dapat mata dapat
mengetahui mengetahui
perintah. perintah.
 N. V  Dapat  Dapat
menutupkan menutupkan
matanya, matanya,
merasakan merasakan
rasa rasa
pahit/manis. pahit/manis.

28
 N.VII  Dapat  Dapat
tersenyum dan tersenyum dan
mengerenyit- mengerenyit-
kan dahi kan dahi
 N.VIII  Pandangan  Pandangan
jelas/baik jelas/baik
dalam jarak  dalam jarak 
2-5 meter. 2-5 meter.
 N.IX, X  Nafsu makan  Nafsu makan
baik, tidak ada baik, tidak ada
tonsilitas, tonsilitas,
nyeri tekan nyeri tekan
pada daerah pada daerah
abdomen tidak abdomen tidak
ada, mukosa ada, mukosa
bibir lembab. bibir lembab.
 N.XI  Ada nyeri  Mampu
leher dan nyeri menengok ke
saat menengok kiri dan ke
ke kiri dan ke kanan, nyeri
kanan/ leher tidak ada
menekuk ke
atas dan ke
bawah.
 N.XII  Kesulitan  Kesulitan
menelan tidak menelan tidak
ada, ada,
kemampuan kemampuan
otot lidahnya otot lidahnya
baik. baik.
b. Refleks
 Bisep  Dapat  Dapat bergerak
bergerak (+)/ (+)/ baik
baik  Dapat bergerak
 Trisep  Dapat (+)/ baik
bergerak (+)/  Dapat bergerak
baik spontan (+)/
 Patela.  Dapat baik
bergerak
spontan (+)/  Frekuensi
baik nafas 22
x/menit tidak
2 Sistem pernafasan  Frekuensi ada suara
nafas 24 tambahan,
x/menit tidak tidak ada
ada suara cuping hidung,

29
tambahan, nyeri tidak
tidak ada ada,
cuping hidung, perdarahan
nyeri tidak tidak ada,
ada, sinusitis tidak
perdarahan ada,
tidak ada, pergerakan
sinusitis tidak dada reguler
ada, dan pola
pergerakan nafaspun
dada reguler reguler, suara
dan pola nafas
nafaspun vesikuler.
reguler, suara  Nadi 70 x/
nafas menit, CRT
vesikuler. kembali (N)
3 Sistem  Nadi 80 x/ dalam waktu 1
cardiovaskuler menit, CRT detik, JVP
kembali (N) tidak ada
dalam waktu 1 pembesaran,
detik, JVP edema tidak
tidak ada ada, bunyi
pembesaran, jantung S1 dan
edema tidak S2 reguler.
ada, bunyi  Gigi sudah
jantung S1 dan berkurang
S2 reguler. (sudah ada
4 Sistem  Gigi masih yang tanggal),
gastrointestinal lengkap, perut datar,
bersih dan tidak ada
mukosa benjolan, tidak
lembab, perut ada nyeri
datar, tidak tekan, bising
ada benjolan, usus 8 x/mnt.
tidak ada nyeri  Pada ginjal
tekan, bising tidak teraba
usus 8 x/mnt. adanya
5 Sistem  Pada ginjal pembesaran,
perkemihan tidak teraba urine yang
adanya keluar cukup
pembesaran, banyak dan
urine yang warnanya
keluar cukup kuning jernih,
banyak dan distensi
warnanya kandung
kuning jernih, kemih tidak

30
distensi ada
kandung  Ekstremitas
kemih tidak atas dan bawah
ada gerakannya
6 Sistem  Ekstremitas tidak terbatas,
muskuloskeletal atas dan tidak ada
bawah edema dan
gerakannya lesi, kekuatan
sedikit terbatas otot baik
(lemah) karena
hipertensi, dan pergerakan
tidak ada senditak
edema dan terbatas.
lesi, kekuatan
otot baik
 Tangan tidak
dan tremor, tidak
pergerakan ada
senditak penumpukan
terbatas lemak di
7 Sistem endokrin  Tangan tidak daerah
tremor, tidak abdomen,
ada kebersihan
penumpukan rambut cukup
lemak di dengan
daerah kualitas
abdomen, rambut tidak
kebersihan mudah
rambut cukup dicabut/rontok,
dengan teksturnya
kualitas halus, kulit
rambut tidak tidak cyanosis,
mudah oedema tidak
dicabut/rontok, ada dan tekstur
teksturnya halus.
halus, kulit  Turgor kulit
tidak cyanosis, baik, tidak ada
oedema tidak oedema dan
ada dan tekstur kemerahan
halus. juga lesi,
8 Sistem integumen  Turgor kulit warna kulit
baik, tidak ada tidak
oedema dan cyanosis/pucat
kemerahan kukunya
juga lesi, bersih,
warna kulit warnanya

31
tidak pink,
cyanosis/pucat bentuknya
kukunya convex curve,
bersih, rambutnya
warnanya cukup bersih,
pink, distribusi
bentuknya merata dan
convex curve, warnanya
rambutnya hitam beruban.
cukup bersih,  Tidak ada
distribusi nyeri dan
merata dan pembengkakan
warnanya pada daerah
hitam. genetalia.
9 Sistem genetalia  Tidak ada
nyeri dan
pembengkakan
pada daerah
genetalia.

6) Informasi penunjang
a) Diagnosa medik : Hipertensi
b) Laboratorium : tidak ada
c) Therapi medik : - Captpril 25 mg (1 x 1)
- Acetaminofel 500 mg (3 x 1)

 Pengkajian fungsi perawatan kesehatan keluarga


Data Fungsi
Tgl Masalah Perawatan Kesimpulan
Keluarga
15-02-05  Masalah  Ny. I mengata-  Ketidakmam
kesehatan : kan tidak mampu -puan
Hipertensi merawat diri sen- keluarga
 Masalah diri dalam
keperawatan:  Tn. J mengata- merawat
 Gangguan kan tidak mampu anggota
rasa merawat anggota keluarganya
nyaman: keluarganya (Ny. dengan
Pusing I) yang mengala- masalah
 Gangguan mi masalah hipertensi.
pola hipertensi
aktivitas

32
2. Analisa Data
Data Diagnosa Keperawatan
DS :  Gangguan rasa nyaman : Pusing
 Ny. I mengeluh sakit kepala berhubungan dengan
 Ny. I mengatakan pusing ketidakmampuan keluarga dalam
 Keluarga mengatakan tidak merawat anggota keluarga yang
mampu merawat Ny. I. mengalami sakit kepala (Hipertensi)
DO :
 Klien menunjukkan daerah
yang sakit
 Klien terlihat memegangi
kepalanya
 Skala nyeri 2 (dengan skala
nyeri 0-5)
 Keluarga terlihat bingung
bagaimana merawat Ny. I
 TTV :
T = 365 0C
R = 24 x/menit
P = 80 x/menit
S = 180/100 mmHg

DS :  Gangguan pola aktivitas sehari-hari


 Ny. I mengatakan nyeri pada berhubungan dengan
pundak/bahu (punggung) ketidakmampuan keluarga dalam
 Ny. I mengatakan lemas merawat anggota keluarganya yang
 Keluarga mengatakan Ny. I mengalami masalah nyeri pada
tidak dapat melakukan pundak/ bahu (punggung).
aktivitasnya dan harus dibantu
 Ny. I mengatakan nyeri leher.
DO :
 Klien tampak lemah
 Klien terlihat tidak bertenaga
 Keluarga tampak kesulitan
dalam membantu aktivitas Ny. I

3. Prioritas Masalah (Skoring)


a. Gangguan rasa nyaman : Pusing berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarganya yang
mengalami sakit kepala (hipertensi).

33
No Kriteria Perhitungan Skore Pembenaran
1 Sifat masalah: Masalah sudah terjadi dan
Tidak/kurang harus segera diatasi dengan
sehat (aktual) 3/3 x 1 1 skala nyeri 2, tekanan darah
180/100 mmHg, keluarga
mengatakan tidak mampu
merawat Ny. I.
2 Kemungkinan Sumber daya untuk
masalah dapat mengatasi masalah dapat
diubah: ½x2 1 dijangkau dari segi ekonomi
Sebagian. dan perhatian keluarga
terhadap kesehatan Ny. I.
3 Potensi masalah Adanya usaha keluarga
untuk dicegah: untuk dapat mengatasi
Tinggi 3/3 x 1 1 masalah kesehatan pada Ny.
I yaitu denmgan
memberikan ramuan obat
tradisional untuk
menurunkan hipertensinya
sehingga sakit kepalapun
dapat berkurang.
4 Menonjolnya Keluarga merasakan adanya
masalah : masalah dan menurut
Masalah berat, 2/2 x 1 1 keluarga masalah sakit
harus segera kepala/ pusing (hipertensi)
ditangani tersebut harus segera
ditangani.

b. Gangguan pola aktivitas sehari-hari berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga


dalam merawat anggota keluarganya yang mengalami masalah nyeri pada
pundak/bahu (punggung).
No Kriteria Perhitungan Skore Pembenaran
1 Sifat masalah: Masalah sudah terjadi dan
Tidak/kurang perlu segera diatasi agar
sehat (aktual) 3/3 x 1 1 tidak menghambat aktivitas
yang ditandai dengan
keluhan nyeri pada
pundak/bahu dan leher,
klien tampak lemah,
keluarga mengatakan tidak
dapat membantu aktivitas
Ny. I.

2 Kemungkinan Sumber daya untuk


masalah dapat mengatasi masalah dapat

34
diubah: Mudah. 2/3 x 2 4/3 dijangkau dari segi
motivator dan psikomotor
serta perhatian keluarga
terhadap kesehatan Ny. I.
3 Potensi masalah Usaha keluarga untuk dapat
untuk dicegah: mengatasi masalah
Rendah 1/3 x 1 1/3 kesehatan pada Ny. I kurang
dengan tidak mampunya
keluarga dalam melatih
gerakan/ aktivitas Ny. I
sehingga potensi masalah
untuk dicegah menjadi
rendah.
4 Menonjolnya Keluarga merasakan adanya
masalah : Ada masalah dan menurut
masalah tidak 1/2 x 1 1/2 keluarga masalah nyeri
perlu segera pada pundak/bahu dan leher
ditangani. tidak perlu segera ditangani.

35
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................... i


DAFTAR ISI ......................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ......................................................... 1
B. Tujuan ....................................................................... 1
C. Metode Penulisan ..................................................... 1
D. Sistematika Penulisan ............................................... 1
BAB II TINJAUAN TEORITIS
A. Konsep Dasar
1. Konsep Dasar Keluarga ...................................... 3
2. Konsep Dasar Penyakit ...................................... 5
3. Konsep Asuhan Keperawatan Keluarga ............. 9
BAB III TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN
A. Tinjauan Kasus
1. Pengkajian .......................................................... 18
2. Analisa Data ....................................................... 32
3. Prioritas Masalah ................................................ 32
4. Perencanaan ........................................................ 35
5. Pelaksanaan (implementasi) dan Evaluasi ......... 42
6. Catatan Perkembangan ....................................... 45
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ................................... 48
REFERENSI

ii 36