Vous êtes sur la page 1sur 9

ASAL USUL KEHIDUPAN

Mata Pelajaran : Biologi


Kelas : 12 IPA 5
Kelompok 1
Anggota :
1. ACHMAD FADHLILLUDDIN GINANJAR
2. ANGGITA ELSA YUNIAR
3. ESTERINA TRIS SANTYAWATI
4. FREDY EFFENDI
5. NANDA PAQUITA SYAHARANI
6. RAMADHAN MUHAROZIKA
7. VERA ANISYA
PETA KONSEP ASAL USUL KEHIDUPAN

1. Teori Abiogenesis

2. Teori Biogenesis

Asal Usul 3. Teori Kreasi Khas


Kehidupan
4. Teori Kataklisma

5. Teori Kosmozoan

6. Teori Evolusi Kimia

7. Teori Evolusi Biologi


1. Teori Abiogenesis
Teorinya mengatakan kalau makhluk hidup yang pertama menghuni bumi ini adalah
berasal dari benda mati.Timbulnya makhluk hidup pertama itu terjadi secara spontan
karena adanya gaya hidup. Oleh karena itu, paham abiogenesis disebut juga paham
generatio spontanea.Paham ini bertahan cukup lama, yaitu semenjak Yunani kuno
(ratusan tahun sebelum masehi hingga abad ke 7).

 Tokoh Pendukung Abiogenesis


a. Aristoteles (384 SM)
 Ikan dan katak berasal dari lumpur.
 Cacing berasal dari tanah.
 Belatung berasal dari daging busuk.
 Tikus berasal dari sekam atau air kotor dan sebagainya.

b. Jhon Needham
Melakukan percobaan dengan merebus sebentar air kaldu dalam suatu wadah
terbuka sehingga kaldu tersebut menjadi keruh karena adanya mikroorganisme .
Jhon Needham menyimpulkan bahwa mikroorganisme berasal dari kaldu.

c. Antonie van Leeuwenhoek


Mikroorganisme berasal dari air Pada abad ke-17 dengan penemuannya terhadap
mikroskop, ia melihat jentik-jentik (makhluk hidup) amat kecil pada setetes
rendaman air jerami. Hal inilah yang seolah-olah memperkuat paham
abiogenesis.

2. Teori Biogenesis
Teori biogenesis adalah teori asal usul kehidupan yang menyatakan bahwa makhluk
hidup berasal dari makhluk hidup lain.
 Tokoh Pendukung Biogenesis antara lain:

a. Francesco Redi (Italia, 1626-1697)


 Percobaan :
Redi merupakan orang pertama yang melakukan eksperimen untuk membantah teori
abiogenesis. Dia melakukan percobaan dengan menggunakan bahan daging segar yang
ditempatkan dalam labu dan diberi perlakuan tertentu.

 Labu I : diisi daging segar dan dibiarkan terbuka


 Labu II : diisi daging segar dan ditutup rapat
 Labu III : diisi daging segar dan ditutup dengan kain kasa
Ketiga labu diletakkan ditempat yang sama selama beberapa hari. Hasilnya adalah sebagai
berikut:

 Labu I : dagingnya busuk, banyak terdapat larva


 Labu II : dagingnya tidak busuk, tidak terdapat larva
 Labu III : dagingnya busuk, terdapat sedikit larva

 KESIMPULAN
1. Larva bukan berasal dari daging yang membusuk tetapi berasal dari lalat yang
masuk kemudian bertelur pada daging dan telur tersebut menetas menjadi larva.
2. Larva bukan berasal dari daging yang membusuk tetapi berasal dari lalat yang
hinggap di kain kasa dan beberapa telur jatuh pada daging.

b. Lazzaro Spallanzani (Italia, 1729-1799)


 Percobaan :
Pada tahun 1765, Spallanzani melakukan percobaan untuk membantah teori dari Needham.
Eksperimen Spallanzani adalah sebagai berikut :

 Labu I : diisi kaldu, lalu dipanas kan dan dibiarkan terbuka.


 Labu II : di isi kaldu, lalu di tutup dengan gabus dan disegel dengan lilin, kemudian
di panaskan.
Setelah dingin, kedua labu diletakkan di tempat yang sama. Beberapa hari kemudian hasilnya
adalah sebagai berikut :

 Labu I : berubah busuk dan keruh, banyak mengandung mikroba (bakteri).


 Labu II : tetap jernih, tidak mengandung mikroba.

 KESIMPULAN :
Mikroba yang ada di dalam kaldu bukan berasal dari air kaldu (benda mati), tetapi berasal
dari kehidupan di udara. Jadi, adanya pembusukan karena telah terjadi kontaminasi mikroba
dari udara ke dalam air kaldu.

c. Louis Pasteur (Perancis, 1822-1895)


Pasteur melakukan eksperimen menggunakan air kaldu rebusan daging sapi yang dimasukkan
kedalam labu berleher angsa yang ia buat agak tertutup namun masih bias berhubungan
dengan udara luar. Udara dapat masuk kedalam labu, tetapi debu akan menempel pada
lengkungan leher labu.

Desain percobaannya adalah sebagai berikut:

 Labu I: air kaldu dipanaskan, kemudian labu dibiarkan keadannya seperti keadaan awal
 Labu II : air kaldu dipanaskan, kemudian leher angsa pada labu dilepas
 Labu III : air kaldu dipanaskan, kemudian labu dimiringkan sampai air kaldu mengalir
melalui leher angsa hingga menyentuh ujung pipa
Setelah ketiga labu didinginkan beberapa hari, hasil percobaan Pasteur adalah sebagai berikut:

 Labu I : air kaldu tetap jernih, tidak ada mikroorganisme


 Labu II : air kaldu menjadi keruh dan busuk serta banyak mengandung mikroorganisme
 Labu III : air kaldu menjadi keruh dan busuk serta mengandung beberapa
mikroorganisme

 KESIMPULAN :
Louis Pasteur membuktikan bahwa mikroorganisme yang muncul dari air kaldu bukan berasal
dari air kaldu itu sendiri, tetapi dari mikroorganisme yang ada di luar.

 KESIMPULAN:
Berdasarkan hasil percobaan Redi, Spanllanzani, dan Pasteur tersebut, maka tumbanglah
paham abiogenesis, dan munculah paham atau teori baru tentang asal usul makhluk hidup
yang dikenal dengan teori biogenesis. Teori ini menyatakan :

1. Omnevivum ex vivo
“Semua makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya.”
2. Omne ovum ex vivo
“Semua telur berasal dari makhluk hidup”
3. Omne ovum ex ovo
“Semua makluk hidup berasal dari telur.”

3. Teori Kreasi Khas


Teori kreasi Khas atau Teori Penciptaan Khusus menyatakan bahwa kehidupan
diciptakan oleh zat supranatural (gaib) pada saat yang istimewa. Carolus Linnaeus
adalah salah satu pengikut teori ini.
4. Teori Kataklisma
Teori kata klisma menyatakan bahwa semua spesies diciptakan sendiri-sendiri dan
berlangsung dalam periode-periode, di antara periode yang satu dengan yang lain
terjadi bencana yang menghancurkan spesies lama dan memunculkan spesies baru.
Pandangan ini dipelopori oleh Cuvier.

5. Teori Kosmozoan
Teori ini menyatakan bahwa kehidupan yang ada di planet bumi berasal dari
protoplasma yang membentuk spora-spora kehidupan. Spora kehidupan ini mencapai
permukaan bumi dan berasal dari alam semesta. Pelopor teori ini adalah Arrhenius.

6. Teori Evolusi Kimia


Menyatakan bahwa asal usul kehidupan berasal dari senyawa-senyawa organik.
 TokohTeoriEvolusi Kimia

1. Teori Harold Urey


Zat-zat organic terbentuk dari zat-zat anorganik. Zat-zat anorganik yang ada di
atmosfer berupa gas CO2, CH4, H2, dan H2O. Semua zat ini bereaksi membentuk zat
organic karena energy petir.

 Tahapan proses terbentuknya makhluk hidup menurut Harold Urey:


a. Molekul metana, ammonia, hydrogen, dan air tersedia sangat banyak di atmosfer
bumi.
b. Energi yang diperoleh dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmis
menyebabkan molekul-molekul zat yang besar.
c. Terbentuk zat hidup yang paling sederhana yang memiliki susunan kimia, seperti
susunan kimia pada virus.
d. Zat hidup yang terbentuk berkembang dalam waktu jutaan tahun menjadi
organisme yang lebih kompleks.
2. Eksperimen Stanley Miller

Miller memasukkan air (H2O), metana (CH4), amonia (NH3), dan gas hidrogen (H2) kedalam
tabung percobaan. Tabung tersebut kemudian dipanasi. Untuk mengganti energy listrik
halilintar, perangkat alat tersebut dilewatkan lecutan listrik bertegangan tinggi sekitar 75.000
volt.
Hal ini bertujuan untuk meniru kondisi permukaan bumi pada waktu terjadi pembentukan zat
organic secara spontan. Dengan adanya energy listrik, terjadilah reaksi-reaksi yang membentuk
zat baru. Zat-zat yang terbentuk didinginkan dan ditampung. Setelah hasilnya dianalisis,
ternyata di dalamnya terbentuk zat organic sederhana, seperti asam amino, gula sederhana
seperti ribose dan adenin.
Dengan demikian, Miller dapat membuktikan bahwa zat organic dapat terbentuk dari zat
anorganik secara spontan. Sejak saat itu, perkembangan ilmu evolusi kimia makin maju dengan
ditemukannya senyawa-senyawa penyusun unsur kehidupan.
7. Teori Evolusi Biologi

Oprin menyatakan bahwa pada suatu ketika atmosfer bumi kaya akan senyawa uap
air, CO₂, CH₄, NH₃, dan hidrogen. Karena adanya energi radasi benda-benda angkasa
yang amat kuat, seperti sinar ultraviolet, memungkinkan senya-senyawa sederhana
tersebut bereaksi membentuk senyawa organik atau senya hidrokarbon yang lebih
kompleks. Proses reaksi tersebut berlangsung di lautan.