Vous êtes sur la page 1sur 27

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN

TRIMESTER KE-2

Dosen Pembimbing :

Dr. Sestu Retno Dwi Andayani, S.Kp, M.Kes

Disusun Oleh Kelompok 2 :

1. Adinda Vici Pandulum (151001002)


2. Faridatul Umroh (151001014)
3. Hasri Provitasari (151001019)
4. Irma Maulinda D. (151001021)
5. Makfiatul Abadyah (151001023)
6. Nur Aini (151001033)
7. Nuratri Harmiani (151001034)
8. Puji Rahayu N. (151001036)
9. Tiflatul Amin H. (151001040)
10. Vina Ismawati (151001044)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

STIKES PEMKAB JOMBANG

S1 KEPERAWATAN 2A

T.A 2016/2017

KATA PENGANTAR
Rasa syukur saya sampaikan kehadiran Tuhan Yang Maha Pemurah karena berkat
kemurahan-Nya makalah ini dapat saya selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah
ini saya membahas “ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN TRIMESTER 2”.

Dalam proses pendalaman materi ini, tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan,
koreksi dan saran, untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dr.Sestu Retno Dwi
Andayani, S.Kp, M.Kes

Harapan kami dengan adanya makalah ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak
yang memberikan bantuan serta dukungan dalam penyusunan makalah ini.

Jombang, 15 April 2017

Penyusun

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Kehamilan terbagi dalam tiga trimester. Trimester pertama adalah 12 minggu sejak
hari pertama wanita terakhir menstruasi.Trimester 2 selama 15 minggu (minggu ke-13
sampai minggu ke-27), dan trimester 3 selama 13 minggu (minggu ke-28 sampai
minggu ke-40). Pada trimester kedua, kehamilan biasanya sudah tampak jelas, sebagian
besar ibu hamil pada trimester kedua tidak memiliki permasalahan yang serius. Namun
tidak sedikit ibu hamil pada masa ini, mengeluhkan ketidaknyamanan yang merupakan
bagian dari perubahan yang terjadi pada tubuh dan emosional ibu selama kehamilan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian bumil trimester kedua?
2. Apa saja perubahan anatomiselama kehamilan trimester kedua?
3. Bagaimanaperubahanpsikologiskehamilan trimester kedua?
4. Apakebutuhan dasar ibu hamil trimester kedua ?
5. Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan janin pada trimester kedua?
6. Bagaiman asuhan Keperawatan pada ibu hamil trimester kedua?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian bumil trimester kedua
2. Mengetahui perubahan anatomi pada trimester kedua
3. Mengetahui perubahan psikologi selama kehamilan trimester kedua
4. Mengetahui kebutuhan dasar ibu hamil trimester kedua
5. Pertumbuhan dan perkembangan janin trimester kedua
6. Asuhan keperawatan ibu hamil trimester kedua

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi
Kehamilan adalah masa yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin
(Syarifudin : 2011) kehamilan adalah proses dimana ovum yang telah dibuahi,
berkembang di dalam uterus, mengalami proses diferensiasi dan terus berkembang
sampai bisa menunjang sendiri kehidupannya di luar uterus (Mochtar Rustam : 1988)
Kehamilan trimester II adalah kehamilan berusia antara 12 minggu sampai dengan
26 minggu

2.2 Perubahan Anatomi Trimester II


1. Sistem Pernafasan
Karena adanya penurunan tekanan CO2 seorang wanita hamil sering
mengeluhkan sesak nafas sehingga meningkatkan susah bernafas. Perubahan dan
adaptasi psikologi masa kehamilan trimester II. Trimester II ( kesehatan yang
baik)
a. Ibu merasa sehat, tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormone yang
tinggi.
b. Ibu sudah bisa menerima kehamilanya
c. Merasakan gerakan anak
d. Merasa terlepas dari ketidaknyamanan dan kekhawatiran
e. Libido meningkat
f. Menuntut perhatian dan cinta
g. Merasa bahwa bayi sebagai individu yang merupakan bagian dari
dirinya.
h. Hubungan sosial meningkat dengan wanita hamil lainya atau pada orang
lain yang baru menjadi ibu.
i. Ketertarikan dan aktivitasnya terfokus pada kehamilan, kelahiran dan
persiapan untuk peran baru.
2. Sistem kardiovaskular
Pada usia ke 16 minggu, mulai jelas kelihatan terjadi proses hemodilusi. Setelah 24
minggu tekanan darah sedikit demi sedikit naik kembali pada tekanan darah sebelum
aterm. Perubahan auskultasi mengiringi perubahan ukuran dan posisi jantung.
Peningkatan volume darah dan curah jantung juga menimbulkan perubahan hasil
auskultasi yang umum terjadi selama masa hamil.
3. Sistem persyarafan
Perubahan fungsi sistem neurologi selama masa hamil, selain perubahan-perubahan
neurohormonal hipotalami-hipofisis. Perubahan fisiologik spesifik akibat kehamilan
dapat terjadi timbulnya gejala neurologi dan neuromuscular berikut :
a. Kompersi saraf panggul atau statis vascular akibat pembesaran uterus dapat
menyebabkan perubahan sensori di tungkai bawah.
b. Lordosis dorsolumbal dapat menyebabkan nyeri akibat tarikan pada saraf atau
kompresi akar saraf.
c. Edema yang melibatkan saraf periver dapat menyebabkan carpal tunnel
syndrome selama trimester akhir kehamilan. Edema menekan saraf median
bagian bawah ligamentum karpalis pergelangan tangan. Sinrom ini di
tandaioleh perestesia (sensani abnormal seperti rasa terbakar atau gatal akibat
gangguan pada sistem saraf sensori) dan nyeri pada tangan menjalar ke siku.
d. Akroestesia (gatal di tangan) yang timbul akibatposisi bahu yang
membungkuk, di rasakan pada beberapa wanita selama hamil. Keadaan ini
berkaitan dengan tarikan pada segmen fleksus drakialis.
e. Nyeri kapal akibat ketegangan umum timbul pada saat ibu merasa cemas dan
tidak pasti tentang kehamilannya. Nyeri kepala dapat juga dihubungkan
dengan gangguan penglihatan, seperti kesalahan refraksi, sinusitis atau migran.
f. Nyeri kepala ringan, rasa ingin pingsan dan bahkan pingsan (sinkop) sering
terjadi pada awal kehamilan. Ketidakstabilan vasomotor. Hipotensi postural
atau hipoglikemi mungkin keadaan yang bertanggung jawab atas keadaan ini.
g. Hipokalsenia dapat menyebabkan timbulnya masalah neuromuscular, seperti
kram otot atau tetani.
4. Sistem pencernaan
Biasanya terjadi konstipasi pengaruh hormone progesterone yang meningkat.
Selain itu perut kembung juga terjadi karena adanya tekanan uterus yang membesar
dalam rongga perut yang mendesak organ-organ dalam perut khususnya saluran
pencernaan, usus besar kearah lateral. Wasir cukup sering pada kehamilan sebagian
besar akibat konstipasi dan naiknya tenakan vena-vena dibawah uterus termasuk
hemorrhoid. Panas perutnya terjadi karena terjadinya aliran balik asam gas
kedalam esophagus bagian bawah.
5. Sistem Muskuloskeletal
Selama trimester ke II mobilitas persendian akan berkurang terutama pada
persendian siku dan pergelangan tangan dengan meningkatnya retensi cairan pada
jaringan konektif/jaringan yang berhubungan di sekitarnya.
6. Sistem Integumen
Akibat peningkatan kadar hormone estrogen dan progesteron, kadar MSH pun
meningkat. Pada perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi karena pengaruh
MSH dan pengaruh kelenjar suprarenalis. Hiperpegmentasi ini terjadi pada striae
gravidarum livide atau alba, areola mammae, papilla mammae, linea nigra, pipih
(choasma gravidarum). Setelah persalinan hiperpegmentasi ini akan menghilang.
7. Sistem endokrin
Adanya peningkatan hormone estrogen dan progesterone serta terhambatnya
pembentukan FSH dan LH.
8. Sistem Reproduksi
a. Vagina dan vulva
Karena hormone estrogen dan progesterone terus meningkat dan terjadi
hipervaskularisasi mengakibatkan pembuluh-pembuluh darah alat genetalia
membesar. Hal ini dapat di mengerti karena ogsigenasi dan nutrisi pada alat-
alat genetalia tersebut meningkat. Peningkatan vaskularisasi vagina dan
visera panggul lain menyebabkan sensivitas yang menyolok. Peningkatan
sensivitas dapat meningkatkan keinginan dan bangkitan seksual, khususnya
pada trimester ke II kehamilan.
b. Serviks Uteri
Konsistensi serviks menjadi lunak dan kelenjar-kelenjar di serviks akan
berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak.
c. Uterus
Pada kehamilan cukup bulan, ukuran uterus adalah 30 x 25 x 20 cm dengan
kapasitas lebih dari 4000 cc. hal ini memungkinkan bagi adekuatnya
akomodasi pertumbuhan janin. Pada saat itu Rahim membesar akibat
hipertropi dan hiperplasi otot polos Rahim, serabut-serabut kolagennya
menjadi higroskopik dan endometrium menjadi desidua.
d. Ovarium
Pada usia kehamilan 6 minggu, pasenta mulai terbentuk dan menggantikan
fungsi korpus luteum graviditatum.
9. Sistem Payudara
Pada kehamilan setelah 12 minggu, dari putting susu dapat mengeluarkan cairan
berwarna pitih agak jernih disebut colostrum ini berasal dari asinus yang mulai
bersekresi.
Selama trimester ke II dan III, pertumbuhan kelenjar mamae mebuat ukuran payudara
meningkat secara progresif. Kadar hormone luteal dan plasenta pada masa hamil
meningkatkan proliferasi laktiferus dan jaringan lobulus alveolar sehingga pada
palpasi pada payudara teraba penyebaran nodel kasar peningkatan jaringan glandular
menggatikan jaringan ikat, akibatnya jaringan menjadi lebih lunak dan lebih jarang.
10. Sistem perkemihan
Kandung kencing tertekan oleh uterus yang membesar mulai berkurang, karena uterus
sudah mulai keluar dari uterus. Pada trimester II, kandungan kemih tertarik keatas dan
keluar dari panggul sejati kearah abdomen. Uterus memanjang sampai 7,5 cm karena
kandung kemih bergeser ke arah atas. Kongesti panggul pada masa hamil di tunjukkan
oleh hyperemia kadung kemih dan uretra. Peningkatan vaskularisasi ini membuat
mukosa kandung kemih menjadi muda luka dan berdarah.
Tonus kandung kemih dapat menurun. Hal ini memungkinkan distensi kandung kemih
sampai sekitar 1500 ml. pada saat yang sama, pembesaran uterus menekan kandung
kemih, menimbulkan rasa ingin berkemih walaupun kandung kemih hanya berisi
sedikit urin.
11. Sistem metabolisme
Sistem metabolisme adalah istilah untuk menunjukkan perubahan-perubahan kimiawi
yang terjadi didalam tubuh untuk pelaksanaan berbagai fungsi vitalnya. Dengan
terjadinya kehamilan, metabolisme tubuh mengalami perubahan yang mendasar,
dimana kebutuhan nutrisi makin tinggi untuk pertumbuhan janin dan persiapan
memberikan ASI
a. Trimester I-III
Pada wanita hamil basal metabolic rate (BMR) meninggi. BMR meningkat
hingga 15-20 % yang umumnya terjadi pada triwulan terakhir. Akan tetapi bila
dibutuhkan dipakailah lemak ibu untuk mendapatkan kalori dalam pekerjaan
sehari-hari. BMR kembali setelah hari ke-5 atau ke-6 pasca partum. Peningkatan
BMR mencerminkan kebutuhan oksigen pada janin, plasenta, uterus serta
peningkatan konsumsi oksigen akibat peningkatan kerja jantung ibu. Pada
kehamilan tahap awal banyak wanita mengeluh merasa lemah dan letih setelah
melakukan aktivitas ringan.
Dengan terjadinya kehamilan, metabolisme tubuh mengalami perubahan yang
mendasar, dimana kebutuhan nutrisi makin tinggi untuk pertumbuhan janin dan
persiapan memberikan ASI.
Perubahan metabolisme adalah metabolisme basal naik sebesar 15% sampai 20%
dari semula terutama pada trimester ke-III.
1) Keseimbangan asam basa mengalami penurunan dari 155mEq per liter
menjadi 145 mEq per liter disebabkan hemodulasi darah dan kebutuhan yang
diperlukan janin.
2) Kebutuhan protein wanita hamil makin tinggi untuk pertumbuhan dan
perkembangan janin, perkembangan organ kehamilan janin dan persiapan
laktasi. Dalam makanan diperlukan protein tinggi ½ gr/kg BB atau sebutir telit
ayam sehari.
3) Kebutuhan kalori didapat dari karbohidrat, lemak dan protein.
4) Kebutuhan zat mineral untuk ibu hamil meliputi :
a) Um 1,5 gr setiap hari, 30-40 gr untuk pembentukan tulang janin.
b) Fosfor rata-rata 2 gr dalam sehari.
c) Zat besi, 800 mgr atau 30-50 mgr sehari
Air, ibu hamil memerlukan air cukup banyak dan dapat terjadi retensi air.
12. Sistem Berat Badan dan Indeks Masa Tubuh
Kenaikan berat badan 0,4-0,5 kg/minggu. Selama kehamilan.
13. Sistem darah dan pembekuan darah
a. Sistem darah
Darah adalah jaringan cair terdiri atas dua bagian. Bahan Interseluler adalah cairan
yang disebut plasma yang didalamnya terdapat unsur-unsur padat, sel darah.
Volume darah secara keseluruhan kira-kira 5 liter. Sekitar 55%nya adalah cairan
sedangkan 45% sisanya terdiri atas sel darah. Susunan darah terdiri dari air 91,0%
protein 8,0% dan mineral 0,9%.
b. Pembekuan darah
Pembekuan darah adalah proses yang majemuk dan berbagai faktor yang
diperlukan untuk melaksanakan pembekuan darah sebagai mana yang telah
diterangkan.
Trombin adalah alat dalam mengubah fibrinogen menjadi benang fibrin. Trombin
tidak ada dalam darah normal yang masih dalam pembuluh. Tetapi yang ada
adalah zat pendahulunya, protombin yang kemudian diubah menjadi zat aktif
trombin oleh kerja trombokinase. Trombokinase atau trombokiplastin adalah zat
penggerak yang dilepaskan kedarah ditempat yang luka.Diduga terutama
tromboplastin terbentuk karena terjadi kerusakan pada trombosit, yang selama ada
garam kalsium dalam darah, akan mengubah protombin menjadi thrombin
sehingga terjadi pembekuan darah

2.3 Perubahan Psikologis Trimester II


1. Morning sickness (mual, muntah pagi hari) mulai hilang, keadaan ibu hamil
lebih sehat.
2. Ibu sudah siap dan konsentrasi terhadap kehamilan.
3. Rasa tidak nyaman karena kehamilan berkurang.
4. Ibu menerima kehamilannya
5. Mulai menggunakan energi dan pikiran lebih konstruktif.
6. Dapat merasakan gerakan janin
7. Libido meningkat
(Kusmiati, Yuni.2009)

2.4 Kebutuhan Dasar Ibu Hamil Trimester II


A. Kebutuhan fisik ibu hamil
1. Oksigen
Kebutuhan oksigen adalah yang utama pada manusia termasuk ibu hamil.
Berbagai gangguan pernafasan bisa terjadi saat hamil sehingga akan
menggangu pemenuhan kebutuhan oksigen pada ibu yang akan
berpengaruh pada bayi yang di kandung.
Untuk mencegah hal tersebut diatas dan untuk memenuhi kebutuhan
oksigen maka ibu hamil perlu :
a. Latihan nafas mulai dari senam hamil
b. Tidur dengan bantal yang lebih tinggi
c. Makan tidak terlalu banyak
d. Kurangi atau hentikan merokok
e. Konsul kedokter bila ada kelainan atau gangguan pernafasan seperti
asma dan lain-lain
2. Nutrisi
Pada saat hamil ibu harus makan makanan yang mengandung nilai gizi
yang bermutu tinggi meskipun tidak berarti makanan yang mahal
harganya. Gizi pada waktu hamil harus ditingkatkan hingga 300 kalori per
hari, ibu hamil seharusnya mengkonsumsi makanan yang mengandung
protein, zat besi, dan minum cukup cairan (menu seimbang).
a. Kalori
Untuk proses pertumbuhan, janin memerlukan tenaga. Oleh karena
itu, saat hamil, ibu memerlukan tambahan jumlah kalori. Sumber
kalori utama adalah hidrat arang dan lemak. Bahan makanan yang
banyak mengandung hidrat arang adalah golongan padi-padian
(misalnya beras dan jagung), golongan umbi-umbian (misalnya ubi
dan singkon), dan sagu. Selain sebagai sumber tenaga, bahan
makanan yang tergolong padi-padian merupakan sumber protein,
zat besi, fosfor, dan vitamin.
Pada trimester ke II nafsu makan biasanya sudah mulai meningkat,
kebutuhan zat tenaga lebih banyak disbanding kebutuhan saat
hamil muda. Demikian juga zat pembangun dan zat pengatur
seperti lauk pauk, sayur dan buah-buahan berwarna.
b. Protein
Protein adalah zat utama untuk membangun jaringan bagian tubuh.
Seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan janin serta
perkembangan payudara ibu, keperluan protein pada waktu hamil
sangat meningkat. Kekurangan protein dalam makanan ibu hamil
mengakibatkan bayi akan lahir lebih kecil dari normal.
Kekurangan tersebut juga mengakibatkan pembemtukan air susu
ibu dalam masa laktasi kurang sempurna.
Sumber zat protein yang berkualitas tinggi adalah susu. Susu
merupakan minuman yang berkualitas tinggi untuk memenuhi
kebutuhan wanita hamil terhadap zat gizi karena mengandung
protein, kalsium, fosfat, vitamin A serta vitamin B1 dan B2.
Sumber lain meliputi sumber protein hewani (misalnya daging,
ikan, ungags, telur dan kacang) dan sumber protein nabati
(misalnya kacang-kacangan seperti kedelai, kacang tanah, kacang
tolo dan hasil kacang-kacangan misalnya temped an tahu).
c. Mineral
Pada prinsipnya semua mineral dapat terpenuhi dengan makan-
makanan sehari-hari yaitu buah-buahan, sayur-sayuran dan susu.
Hanya zat besi yang tidak bisa terpenuhi dengan makanan sehari-
hari. Kebutuhan akan besi pada pertengahan kedua kehamilan kira-
kira 17 mg/hari. Untuk memenuhi kebutuhan ini dibutuhkan
suplemen besi 30 mg sebagai ferosus, ferofumarat atau
ferotglukonat perhari dan pada kehamilan kembar atau pada wanita
yang sedikit anemi dibutuhkan 60-100 mg/hari. Kebutuhan
kalsium umumnya terpenuhi dengan minum susu. Satu liter susu
sapi mengandung kira-kira 0,9 gram kalsium. Bila ibu hamil tidak
dapat minum susu, suplemen kalsium dapat diberikan dengan dosis
satu gram perhari. Pada umumnya dokter selalu memberi suplemen
mineral dan vitamin prenatal untuk mencegah kemungkinan
defisiensi.
d. Vitamin
Vitamin sebenarnya telah terpenuhi dengan makanan sayur dan
buah-buahan, tetapi dapat pula di berikan ekstra vitamin.
Pemberian asam folat terbukti mencegah kecacatan pada bayi.
Kebutuhan makanan bagi ibu hamil lebih banyak dari pada untuk
wanita yang tidak hamil. Kegunaan makanan tersebut adalah :
1) Untuk pertumbuhan janin yang ada dalam kandungan
2) Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan ibu
sendiri.
3) Agar supaya luka-luka persalinan lekas sembuh dalam nifas
4) Guna mengadakan cadangan untuk masa laktasi
Caranya :
a) Ibu harus makan teratur tiga kali sehari
b) Hidangan harus tersusun dari makanan yangt bergizi yang
terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayuran, buah-buahan
dan diusahakan minum susu 1 gelas setiap hari.
c) Pergunakan aneka ragam makanan yang ada
d) Pilihlah, berilah, berbagai macam bahan makanan yang
segar.
Beberapa bahan makanan yang dibutuhkan, bila kondisi badan si
ibu terganggu, maka jumlah atau besar makanan yang dapat
dimakan dapat diatur sebagai berikut :
Pada trimester ke II nafsu makan ibu membaik, makan makanan
yang diberikan 3 kali sehari di tambah makan 1 kali selingan.
Hidangan lauk pauk hewani seperti telur, ikan, daging, teri, hati
sangat baik dan bermanfaat untuk menghindari kurang darah

2.5 Pertumbuhan dan Perkembangan Janin Trimester II


Trimester II, yang berlangsung 15 minggu, mencakup minggu ke-13 hingga minggu
ke-27 mencakup pada LMP. Usia kehamilan ini ekuivalen dengan minggu ke-11 hingga
minggu ke-25 pasca fertilisasi.

1. Minggu ke-13 hingga ke-16 (bulan keempat)


Kelopak mata mengalami fusi dan kepala berkembang lambat, sementara
telinga bergerak keposisi yang lebih tinggi pada kepala dan dagu tampak lebih
jelas dengan terbentuknya mandibula. Perkembangan tubuh semakin cepat
sementara perkembangan tungkai sekali lagi lebih lambat dari pada lengan,
dan arah perkembangan dari sefalik kekaudal berlanjut. Kedua lengan telah
mencapai panjang sesungguhnya. Kuku jari-jari mulai berkembang, tetapi
kuku-kuku jari belum. Respons refleks dan kegiatan muscular mulai terjadi,
meskipun ibu belum merasakan pergerakan karena uterus terlalu tebal dan
aktivitas bayi masih sangat halus. Perbedaan jenis kelanin mulai jelas terlihat
pada minggu ke-14 (dua belas minggu setelah fertilisasi). Pada minggu ke-16
terjadi kemajuan pesat pada perkembangan tulang. Pusat-pusat osifikasi tulang
terlihat jelas sehingga dapat dilihat dengan menggunakan roentgenografi.
Panjang kepala-bokong kurang lebih 11,5 cm dan derajat janin antara 3,5
hingga 4 ons pada akhir minggu ke-16.

2. Minggu ke-17 hingga ke-20 (bulan kelima)


Perkembangan tubuh yang pesat tetap berlanjut. Kaki telah mencapai panjang
total dan kuku pada jari-jari kaki mulai tumbuh. Kelopak mata masih menyatu.
Janin bergerak lebih bebas didalam uterus tanpa rasa terkurung sehingga
perkembangan lebih lanjut akan terjadi. Pergerakan janin yang lebih kuat dan
dinding uterus yang lebih tipis menghasilkan pengalaman quickening pada ibu,
yang terjadi pada sekitar minggu ke-18. Ketika janin cegukan, ibu akan
merasakannya sebagai serangkaian sentakan ringan. Pada akhir bulan, verniks
kaseosa mulai menutupi seluruh tubuh. Verniks kaseosa adalah campuran
sebum (sekresi dari kelenjar sebasea) dan sel epitel permukaan yang tebal,
suatu subtansi seperti keju yang melindungi kulit janin yang rapuh. Detak
jantung dapat didengar dengan menggunakan fetoskop pada akhir bulan. Pada
akhir minggu ke-20, panjang rata-rata kelapa-bokong adalah 16,5 cm dengan
berat badan kurang lebih hampir 500 gram.
3. Minggu ke-21 hingga ke-24 (bulan keenam)
Pertumbuhan rambut terlihat lebih jelas pada bulan keenam. Seluruh tubuh
janin dilapisi lanugo, yakni rambut halus yang menurun. Alis, bulu mata, dan
rambut kepala mulai muncul. Ukuran kepala masih lebih besar disbanding
anggota tubuh lain. Kulit berkerut, bening, dan kemerahan, yang memberi
penampilan tua pada janin, yang juga kurus dan tidak berlemak karena kurang
lemak subkutaneus. Baik darah kapiler dan myoglobin merah pada otot dapat
terlihat melalui kulit. Bakal gigi permanen telah muncul. Janin masih memiliki
ruangan didalam uterus untuk berjungkir balik dan dapat melakukan gerakan
seperti menangis dan mengisap. Tangan mulai terbentuk kepalan dan
pegangan. Lemak coklat yang merupakan sumber energy, produksi panas, dan
pengaturan panas pada bayi yang baru lahir juga mulai terbentuk. Pada akhir
bulan, panjang rata-rata kepala hingga ke bokong kurang lebih dari 20,3 m dan
memiliki berat kurang lebih 1,25 pon.
4. Minggu ke-25 hingga ke-28 (bulan ketujuh)
Meskilemak mulai sedikit disimpan dan kontur mulai membulat, janin masih
terlihat kurus dan masih tampak tua dan berkerut selama bulan ini.
Penambahan berat badan yang berarti membuat tubuh menjadi proposional
pada akhir bulan. Surfaktan mulai dihasilkan di paru-paru pada usia 26
minggu. Rambut kepala semakin panjang, gerakan menghisap menjadi lebih
kuat, mata mulai menutup dan membuka, dan kuku-kuku pada jari mulai
terlihat. Panjang rata-rata kepala-bokong kurang lebih 23 cm dengan berat
sekitar 2,25 pon ( 1000 gram) pada akhir minggu ke-28
BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN KASUS

Tempat Pratek :

Nama Mahasiswa :

NIM :

Tanggal Pengkajian

3.1. IDENTITAS

PASIEN SUAMI

Nama :Ny.”D” Nama :Tn.”D”


Umur :28 tahun Umur : 30 Tahun
Suku/bangsa :Jawa / Indonesia Suku/bangsa :Jawa / Indonesia
Agama :Islam Agama : Islam

Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA


Pekerjaan :Tidak bekerja Pekerjaan :Swasta
Alamat :Sedati Jatirejo Alamat :Sedati Jatirejo
Tgl. MRS : No. MRS :
3.2. Keluhan Utama :
Ibu mengatakan ini kehamilan yang pertama, ingin memeriksakan kehamilannya dan
saat ini tidak ada keluhan
3.3. Riwayat Obstetri :

Menarche :14 tahun


a. Cyclus/ lama/ jumlah : 28 Hari / 5-7 Hari
b. Dysmenorhe : Tidak Pernah
c. Hari pertama haid terakhir : 14 Maret 2008
d. Tafsiran persalinan : 21 Desember 2008
3.4. Riwayat Pernikahan :
Menikah :1 kali
Lama pernikahan dengan suami sekarang :4 tahun
Menikah pertama kali usia : tahun
3.5. Riwayat KB
a. Jenis kontrasepsi :
b. Lamanya :
c. Keluhan :
d. Rencana yang akan dating :
3.6. Riwayat Kehamilan, Persalinan, Nifas dan KB yang lalu

No Kehamilan Persalinan P Keadaan Peny K


e ebab e
n t
Suami Umur Penyulit Spont Tinda Ope Hidup Mati
ol
Umur Jenis Umur Jenis
an kan rasi
o
n
g

3.7. Riwayat Kehamilan Sekarang


a. Trimester I :Ibu mengatakan memerisakan kehamilannya 2x di BPS
Keluhan : Mual, muntah, nafsu makan berkurang.
b. Trimester II :Ibu mengatakan memeriksakan kehamilannya 1x di RSU Dr.
Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto
Keluhan : Sudah tidak mual dan muntah, serta nafsu makan sudah baik.
c. Trimester III :

3.8. Riwayat Kesehatan


a. Penyakit yang pernah diderita
o Penyakit infeksi kronis : ya / tidak
o Pernah operasi : ya / tidak
o Kecelakaan / trauma : ya / tidak
o Penyakit keturunan : ya / tidak

b. Kebiasaan-kebiasaan
o Minum jamu : ya / tidak
o Minum obat-obatan : ya / tidak
o Minum-minuman beralkohol : ya / tidak
o Kebiasaan merokok : ya / tidak
c. Riwayat kesehatan keluarga
o Penyakit infeksi kronis : tidak
o Keturunan : Gemelli : tidak
o Hypertensi : tidak
o Diabetes Mellitus : tidak

3.9. Pola Kehidupan Sehari-hari


a. Kebutuhan nutrisi
o Frekwensi :
o Porsi makan :
o Makanan yang disukai :
o Makanan pantangan :
o Kebiasaan minum sehari-hari :
b. Kebutuhan istirahat
o Lama tidur :
o Kebiasaan tidur :
o Gangguan tidur :
c. Kebersihan diri
o Kebiasaan mandi :
o Frekwensi :
o Kebiasaan gosok gigi :
o Kebiasaan cuci rambut :
o Penggunaan parfum/ deodorant/ dll :
d. Pola eliminasi
BAB BAK
o Frekwensi :
o Warna :
o Jumlah :
o Konsistensi :
o Gangguan :
o Upaya mengatasi :
e. Pola sexual :
3.10. Data Psikososial

I. DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan Umum : Baik
b. Vital sign : 36,50C
Nadi : 84x/menit
Respirasi : 20x/menit
Tekanan darah : 120/90 mmHg
c. Tinggi Badan/ BB :161 cm/56,5 kg (BB sebelum hamil: 53 kg)
d. Inspeksi Kepala
 Warna rambut :hitam, tidak ada ketombe, kulit kepala bersih tidak ada
benjolan
 Bentuk simetris/ tidak simetris :simetris
 Mata : conjugtiva normal
Sklera tidak ikterus
 Hidung :simetris, tidak ada polip, septum di tengah , epitaksis
(-), kebersihan cukup
 Mulut :bibir tidak kering, tidak pucat, stomatitis (-), tidak ada
rhagaden, gigi tidak ada caries, gigi tidak ada yang berlubang, lidah tidak
kotor.
 Telinga :Simetris, kedudukan sejajar dengan mata, tidak
mengeluarkan sekret, kebersihan cukup
 Muka :Tidak pucat, tidak oedema, tidak ada chloasma
gravidarum
e. Inspeksi Leher
 Luka bekas operasi : tidak
 Pembesaran kelenjar gondok : tidak
f. Inspeksi Dada
 Putting susu : menonjol
 Colustrum : belum keluar
 Hyperpigmentasi areola mamae dan papilla mamae : ya
g. Inspeksi Perut
 Pembesaran perut :membesar sesuai dengan kehamilan
 Stric gravidarum livadic :ada
 Strie gravidarium albican :
 Luka bekas operasi :tidak ada
h. Inspeksi genetalia
 Cairan pervaginam :
 Oedem : tidak ada odem
 Varices : tidak ada varises
 Condiloma : tidak ada condiloma
i. Ekstremitas
 Oedem : tidak ada odem
 Varisces : tidak ada varises
j. Palpasi
 Leopold I :TFU pertengahan symphisis dengan pusat, usia
kehamilan 18 minggu
 Leopold II :Ballotement Å
 Leopold III :Ballotement Å
 Leopold IV :Ballotement Å
 Osborn/ Mc Donald :-
 His : Interval lamanya
Kekuatan frekwensi
 TBJ :
k. Auskultasi

Cortonen / DJJ :DJJ Å baik (11-12-11) frekuensi 136x/menit.


l. Perkusi
Reflek patela :Reflek patella Å/Å baik
1. Pemeriksaan Panggul Luar
a. Distansia Spinarum : cm
b. Distansia Cristarum : cm
c. Cojugata Eksterna : cm
d. Lingkar Panggul : cm
2. Pemeriksaan Dalam (VT) : Tgl Jam
3. Pemeriksaan Laboratorium
a. Kadar Hemoglobin (Hb) :
b. Albumin :
c. Reduksi :
d. WR / VDRL :
4. USG / NST :
5. Kesimpulan :
BAB 4

ASUHAN KEPERAWATAN KASUS

4.1. Pengkajian

Jam : 11.00 WIB


Data Subyektif
1. Identitas
PASIEN SUAMI
Nama klien : Ny.”D” Nama suami : Tn.”D”
Tanggal : 04-07-2008 Umur : 30 tahun
Umur : 28 tahun Agama : Islam
Agama : Islam Suku : Jawa
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia Bangsa : Indonesia
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu tidak bekerja Pekerjaan : Swasta
Alamat : Sedati Jatirejo Alamat : Sedati Jatirejo
Status perkawinan : Nikah 1x
Lamanya : 4 tahun
2. Keluhanutama
Ibu mengatakan ini kehamilan yang pertama, ingin memeriksakan
kehamilannya dan saat ini tidak ada keluhan.
3. Riwayat kebidanan
Menarche : 14 tahun
Siklus : 28 hari
Lama : 5-7 hari
Dismenorrhoe : Tidak pernah
Flour albus : Tidak pernah
Jumlahnya : 2-3 kotek/hari
Warna : Merah segar
Bau : Khas (anyir)

4. Riwayat kehamilan sekarang


Ibu mengatakan hamil ini adalah kehamilan yang pertama ibu tidak haid
selama 4 bulan lebih 1 minggu.
Hari pertama haid terakhir : 14 Maret 2008
Perkiraan persalinan : 21 Desember 2008
Trimester I : Ibu mengatakan memerisakan kehamilannya 2x di BPS
Keluhan : Mual, muntah, nafsu makan berkurang.
Trimester II : Ibu mengatakan memeriksakan kehamilannya 1x di RSU Dr.
Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto
Keluhan : Sudah tidak mual dan muntah, serta nafsu makan sudah baik.

5. Riwayat kesehatan ibu


Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular (TBC, hepatitis,
AIDS) maupun penyakit keturunan (jantung, asthma, hipertensi, kencingmanis).

6. Riwayat kesehatan keluarga


Ibu mengatakan keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular (TBC,
hepatitis, AIDS) maupun penyakit keturunan (jantung, asthma, hipertensi, kencing
manis) serta dari keluarga suami maupun ibu tidak ada yang mempunyai keturunan
kembar.
7. Riwayat psikologis, sosial, budaya, spiritual
a. Psikologis
Ibu mengatakan merasa senang dengan kehamilannya saat ini dan ibu berusaha
untuk menjaganya, keluarga juga sangat senang dan mendukung dengan
kehamilannya.
b. Sosial
 Hubungan ibu dengan keluarga baik, terbukti keluarga sangat
mendukung kehamilan ini.
 Orang terdekat ibu adalah suami, ibu diantar periksa waktu periksa
hamil ketenaga kesehatan, yang mengambil keputusan adalah suami.

c. Riwayat budaya
Ibu mengatakan tidak ada pantangan makanan dan pantangan lain yang
mempengaruhi kehamilannya.
d. Riwayat spiritual
Ibu mengatakan beragama Islam dan menjalankan ibadah sesuai dengan
agamanya.

8. Pola kebiasaan sehari-hari


Pola Sebelum hamil Selama hamil
Nutrisi - Makan 3x/hari (nasi, laukpauk,Trimester I :
sayur, dan buah) - Karena mual dan muntah, makan
- Porsi piring sedang, minum air2x/hari (nasi, lauk pauk, sayur) porsi
putih ± 6-7 gelas/hari 1 piring sedang, makannya sedikit-
- Ibu tidak ada pantangan makanansedikit sampai habis
dan alergi makanan - Minum air putih ± 6-7 gelas/hari,
minum susu 1 gelas/hari dan tidak
ada pantangan makanan
Trimester II :
- Makan 3-4x/hari (nasi, lauk pauk,
sayur) porsi 1 piring sedang
- Minum air putih ± 7-8 gelas/hari,
minum susu 1 gelas/hari

Pola Sebelum hamil Selama hamil


Aktivitas - Ibu mengatakan pekerjaan rumahTrimester I :
dilakukan sendiri - Ibu melakukan pekerjaan rumah
kadang-kadang dibantu suami
Trimester II :
- Ibu melakukan pekerjaan rumah
dilakukan sendiri, kadang-kadang
dibantu suami
Istirahat - Tidur siang jam 13.00-15.00 WIBTrimester I :
(2 jam) - Tidur siang jam 12.00-15.00
- Tidur malam jam 21.00-05.00WIB (3 jam)
WIB (8 jam) - Tidur malam jam 22.00-05.00
WIB (7 jam)
Trimester II :
- Tidur siang jam 14.00-15.00
WIB (1 jam)
- Tidur malam jam 22.00-05.00
WIB (7 jam)
Hygiene - Mandi 2x/hari (pagi dan sore),Trimester I, II :
gosok gigi 2x/hari, keramas 3x/hari - Sama dengan saat sebelum hamil
- Ganti baju tiap kali mandi,tidak ada penambahan
ganti pakaian dalam tiap kali
mandi
Eliminas - BAB 1x/hari (konsistensi lembek,Trimester I, II :
i warna kuning, bau khas) - BAB 1x/hari (konsistensi
- BAK 4-6x/hari lembek, warna kuning, bau khas)
- BAK 5-7x/hari
Sexual - Hubungan sex dilakukan 2x/mingguTrimester I :
- Ibu tidak melakukan hubungan
sexual
Trimester II :
- Ibu mengatakan melakukan
hubungan sexual 1 minggu sekali
3.1.2 Data Obyektif
1. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Cara berjalan : Baik, tidak pincang
Tanda-tanda vital
Tekanan darah : 120/90 mmHg
Nadi : 84x/menit
Suhu : 365 0C
Pernafasan : 20x/menit
BB sebelum hamil : 53 kg
BB saat hamil : 56,5 kg
TB : 161 cm
Lila : 24 cm

2. Pemeriksaan Fisik
a. Inspeksi
Kepala : Rambut warna hitam, tidak ada ketombe, kulit kepala bersih, tidak
ada benjolan.
Muka : Tidak pucat, tidak oedema, tidak ada chloasma gravidarum.
Mata : Kedua mata simetris, conjungtiva tidak pucat, sclera tidak ikterus,
tidak ada bintik bitot, tidak ada conjungtivitis.
Hidung : Simetris, tidak ada polip, septum di tengah, tidak pernah mimisan,
kebersihan cukup.
Mulut : Bibir tidak kering, tidak pucat, tidak ada stomatitis, tidak ada
rhagaden, gigi tidak ada caries, gigi tidak ada yang berlubang, lidah
tidak kotor.
Telinga : Simetris, kedudukan sejajar dengan mata, tidak mengeluarkan sekret,
kebersihan cukup.
Leher : Tidak ada bendungan vena jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar
limfe, tidak ada pembesaran kelenjar thyroid, kebersihan cukup.
Ketiak : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak ada accesoriasis
mammae, ketiak bersih.
Tangan : Simetris, jari-jari lengkap, kuku tidak pucat, kebersihan cukup.
Dada : Simetris, pernafasan normal, retraksi dada tidak ada.
Payudara : Simetris, membesar, putting susu menonjol, terdapat
hyperpigmentasi areola mammae primer dan sekunder, colostrum
belum keluar.
Perut : Membesar sesuai dengan usia kehamilan, pusat mendatar, tidak ada
bekas luka jahitan, striae livide ada, hiperpigmentasi lineanigra.
Pelipatan paha : Bersih, tidak ada hernia inguinalis, tidak ada pembesaran kelenjar
limfe.
Kaki : Simetris, tibia baik, tidak oedema, pretibia tidak oedema, tidak ada
varices, kuku pendek, tidak pucat, kebersihan cukup.
Punggung : Simetris, tidak ada benjolan.
Vulva : Bersih, tidak ada oedema, tanda Chadwick, tidak ada varises, tidak
ada condilomatalata, tidak ada condilomaaquminata, flour albus tidak
ada.
Anus : Kebersihan cukup, tidak ada haemorroid.
b. Palpasi
Leopold IA : TFU pertengahan symphisis dengan pusat, usia kehamilan 18 minggu
Leopold IB : Ballotement Å
Leopold IIA : Ballotement Å
Leopold IIB : Ballotement Å
Leopold III : Ballotement Å
Leopold IV : -

c. Auskultasi
DJJ Å baik (11-12-11) frekuensi 136x/menit.
d. Perkusi
Reflek patella Å/Å baik
e. Pemeriksaan penunjang
Laboratorium
HbS ahli : Tidak dikaji
Urine reduksi : Tidak dikaji
Urine albumin : Tidak dikaji

e. Pemeriksaan panggul luar


Normalnya
Distantiaspinarum : Tidak dikaji (23 cm-26 cm)
Distantiacristarum : Tidak dikaji (26 cm-29 cm)
Distantiatuberum : Tidak dikaji (10 ½ cm-11 cm)
Boudelaque : Tidak dikaji (18 cm-20 cm)
Ukuranpanggulluar : Tidak dikaji (80 cm-90 cm)
SIPS : Tidak dikaji (8 cm-10 cm)
g. Prognosa
Kehamilan resiko rendah.
h. Kesimpulan
Ibu benar-benar hamil, seorang primigravida, usia kehamilan 17 minggu, TFU
pertengahan symphisis, intrauterine, keadaan ibu dan janin baik.

3.2 Identifikasi Diagnosa atau Masalah


Tanggal Diagnosa Data Dasar
07-07- GIP00000 usia kehamilan 18 minggu,DS :
2008 Ballottement Å, keadaan ibu dan- Ibu mengatakan usianya 28 tahun
Jam janin baik - Hamil pertama dengan usia kehamilan 4 bulan
11.00 WIB lebih 1 minggu.
- HPHT : 14-03-2008
- PP : 21-12-2008
DO :
- Perut ibu membesar sesuai usia kehamilannya
- TFU pertengahan symphysis dengan pusat,
usia kehamilan 18 minggu, janin tunggal, hidup,
intrauterine, Ballotemen Å
- Tanda-tanda vital
Tekanan darah : 120/90 mmHg
Nadi : 84x/menit
Nafas : 20x/menit
Suhu : 365 0C
- Auskultasi
DJJ Å baik (11-12-11) frekuensi 136x/menit
- Perkusi
Reflek patella Å/Å baik
BAB 5

PENUTUP

5.1 KESIMPULAN
Kehamilan trimester kedua merupakan kehamilan yang terjadi pada kehamilan
antara 16-24 minggu (4-6 bulan). Adaptasi psikologis ibu trimester 2 yaitu ibu merasa
sehat, tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormone tinggi, ibu sudah bisa menerima
kehamilannya, merasakan gerakan anak, merasa terlepas dari ketidaknyamanan dan
kekhawatiran dan menuntut perhatian dan cinta. Masalah keperawatan yang mungkin
muncul pada ibu hamil trimester 2 yaitu gangguan pola nafas, gangguan curah jantung,
kelebihan volume cairan, dan ketidaknyamanan dalam menopang tubuh.
5.2 Saran
1. Perawat mampu memberikan asuhan keperawatan secara tepat pada ibu hamil
trimester ke 2
2. Perawat mampu membedakan antara ketidaknyamanan normal dengan tanda-tanda
bahaya yang dapat mengganggu ibu hamil