Vous êtes sur la page 1sur 30

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terselesainya makalah asuhan
keperawatan personal hygiene dalam memenuhi tugas mata kuliah dokumentasi keperawatan.
Makalah ini disusun berupaya meningkatkan kemampuan dalam pemahaman mengenai
asuhan keperawatan personal hygiene. Materi dalam makalah ini bersumber dari buku atau
media cetak. Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah
dokumentasi keperawatan yang telah memberikan tugas dalam upaya meningkatkan
kemampuan kami untuk memahami materi tersebut dan sebagai pembelajaran secara
berkelompok. Dalam penyusunan makalah ini, Kami menyadari bahwa dalam penulisan
makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan karena faktor batasan
pengetahuan penyusun , oleh sebab itu kritik dan saran sangat diperlukan untuk
penyempurnaan makalah ini dan demi kualitas penyusunan makalah selanjutnya .

Kelompok 4

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................................... i


DAFTAR ISI ........................................................................................................................ ii
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................................................................ 3
B. Rumusan Masalah ........................................................................................................... 3
C. Tujuan ............................................................................................................................. 3
BAB 2 PEMBAHASAN
A. Pengertian Personal Hygiene ......................................................................................... 4
B. Faktor yang Mempengaruhi Personal Hygiene .............................................................. 4
C. Tipe Personal Hygiene .................................................................................................. 5
BAB 3 ASUHAN KEPERAWATAN
A. Pengkajian ..................................................................................................................... 18
B. Analisa Data ................................................................................................................. 24
C. Intervensi Keperawatan ................................................................................................ 25
D. Implementasi Keperawatan ........................................................................................... 28
E. Evaluasi .......................................................................................................................... 29
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 30

2
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat pentingdan harus
diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang.
Kebersihan itu sendiri sangat berpengaruh diantaranya kebudayaan, ocial,keluarga,
pendidikan. Persepsi seseorang terhadap kesehatan,serta perkembangan ( dalam Tarwoto &
Wartonah 2006).
Praktik hygiene sama dengan peningkatan kesehatan. Dengan implementasi tindakan
hygiene pasien, atau membantu anggota keluarga untuk melakukan tindakan itu dalam
lingkungan rumah sakit, perawat menambah tingkat kesembuhan pasien. Dengan
mengajarkan cara hygiene pada pasien, pasien akan berperan aktif dalam meningkatkan
kesehatan dan partisipan dalam perawatan diri ketika memungkinkan (dalam Perry & Potter,
2005).
Jika seseorang sakit,biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan.Hal initerjadi
karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalahsepele,padahal jika hal tersebut
dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatansecara umum (dalam Tarwoto & Wartonah
2006).
B. Rumusan Masalah
A. Apa pengertian personal Hygiene
B. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene
C. Apa macam-macam personal hygiene ?
D. Apa jenis-jenis personal hygiene ?
E. Apa tujuan personal hygiene ?
F. Apa dampak yang sering muncul ?
G. Bagaimana pengkajian personal hygiene ?
H. Bagaimana peengkajian status personal hygiene ?
I. Bagaimana Intervensi personal hygiene ?
J. Bagaimana Evaluasi personal hygiene ?

C. Tujuan
Untuk mempelajari dan memahami konsep personal hygiene dan asuhan keperawatan
gangguan personal hygiene

3
BAB 2
PEMBAHASAN
A. Pengertian personal hygiene
Personal Hygiene berasal dari bahasaYunani yaitu personal yang artinya perorangan
dan hygiene berarti sehat (sjarifudin. 1979) Kebersihanseseorang adalah suatu tindakan untuk
memelihara kebersihandan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis.

B. Faktor yang mempengaruhi personal hygiene


a. Citra Tubuh
Penampilan umum klien dapat menggambarkan pentinya hygiene pada orang
tersebut.Citra tubuh merupakan konsep subjektif seseorang tentang penampilan fisiknya.Citra
tubuh ini dapat sering berubah. Citra tubuh mempengaruhi cara mempertahankan hygiene.
Jika seorang klien rapi sekali maka perawat mempertimbaagkan rincian kerapian ketika
merencanakan keperawatan dan berkonsultasi pada klien sebelum membuat keputusan
tentang bagaimana memberikan peraatan hygienis.Karena citra tubuh klien dapat berubah
akibat pembedahan atau penyakit fisik maka perawat harus membuat suatu usaha ekstra
untuk meningkatkan hygiene.
b. Praktik Sosial
Kelompok-kelompok social wadah seorang klien berhubungan dapat mempengaruhi
praktik hygiene pribadi.Selama masa kanak-kanak, kanak-kanak mendapatkan praktik
hygiene dari orang tua mereka.Kebiasaan keluarga, jumlah orang dirumah, dan ketersediaan
air panas dan atau air mengalir hanya merupakan beberapa faktok yang mempengaruhi
perawatan kebersihan.
c. Status Sosio-Ekonomi
Sumber daya ekonomi seeorang mempengruhi jenis dan tingkat praktik kebersihan yang
digunakan. Perawat hrus menentukan apakah klien dapat menyediakan bahan-bahan yang
penting seperti deodorant, sampo, pasta gigi dan kometik.Perawat juga harus menentukan jika
penggunaan produk-produk ini merupakan bagian dari kebiasaan social yang dipraktikkan
oleh kelompok social klien.
d. Pengetahuan
Pengtahuan tentang pentingnya hygiene dan implikasinya bagi kesehatan mempengaruhi
praktik hygiene.Kendati demikian, pengetahuan itu sendiri tidaklah cukup.Klien juga harus
termotivasi untuk memelihara perawatan-diri.Seringkali, pembelajaran tentang penyakit atau

4
kondisi mendorong klien untuk meningkatkan hygiene.Pembelajaran praktik tertentu yang
diharapkan dan menguntungkan dalam mngurangi resiko kesehatan dapat memotifasi
seeorang untuk memenuhi perawatan yang perlu.
e. Kebudayaan
Kepercayaan kebudayaan klien dan nilai pribadi mempengaruhi perawatan
hygiene.Orang dari latar kebudayaan yang berbeda mengikuti praktik keperawatan diri yang
berbeda pula. Di asia kebersihan dipandang penting bagi kesehatan. Di Negara-negara eropa,
bagaimanapun, hal ini biasa untuk mandi secara penuh hanya sekali dalam seminggu.
f. Pilihan Pribadi
Setiap klien memiliki keinginan individu dan pilihan tentang kapan untuk mandi,
bercukur, dan melakukan perawatan rambut .klien memilih produk yang berbeda (mis.
Sabun, sampo, deodorant, dan pasta gigi) menurut pilihan pribadi.
g. Kondisi fisik.
Orang yang menderita penyakit tertentu (mis.Kanker tahap lanjut) atau menjalani
operasi sering kali kekurangan energi fisik atau ketangkasan untuk melakukan hygiene
pribadi.
C. Tipe personal hygiene
1. Memandikan pasien

A. Definisi

Memandikan pasien adalah suatu tindakan membersihkan seluruh bagian tubuh pasien
dengan posisi berbaring di tempat tidur dengan menggunakan air bersih, sabun dan larutan
antiseptic. Memandikan pasien merupakan suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada
pasien yang tidak mampu mandi secara sendiri dengan cara memandikannya di tempat tidur.

B. Indikasi

1. Pada pasien bed rest


2. Pada pasien yang tidak dapat dan tidak diizinkan mandi sendiri
3. Pada pasien baru yang dalam keadaan kotor.

C. Kontraindikasi

1. Pada pasien luka bakar


2. Hindari tindakan yang menimbulkan rasa malu pada pasien dan tetap menjaga
kesopanan.

5
3. Pada pasien yang koma
4. Pada pasien yang terpasang alat-alat kesehatan

D. Pelaksanaan

1. Alat dan bahan

a) Handuk mandi 2 buah


b) Waslap 3 buah
c) Sabun mandi pada tempatnya
d) Selimut ekstra 1 buah
e) Baskom air kecil 1 buah
f) Alat rias pribadi pasien, seperti :
1. Bedak atau kolonye
2. Deodorant
3. Losion atau krim tubuh
4. Minyak zaitun

2. Cara kerja

1. Identifikasi kebutuhan pasien


2. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Siapkan alat alat dan susun diatas troli
4. Dekatkan ke pasien
5. Pasang tirai untuk menjaga privasi pasien
6. Atur pasien pada posisi supine atau semifowler
7. Cuci tangan dengan prinsip bersih
8. Pasang selimut ekstra sambil menurunkan selimut pasien
9. Buka pakaian pasien dibawah selimut
10. Pasang handung dibawah kepala pasien
11. Wajah
12. Basahi waslap lalu basuh wajah dan leher pasien, dimulai dari dahi. Tanyakan apakah
pasien mau menggunakan sabun wajah.
13. Basuh dan bersihkan bibir dengan arah melingkar
14. Basuh kelopak matamenggunakan air bersih dengan arah dari dalam ke luar
15. Bersihkan seluruh daun telinga dengan perlahan

6
16. Keringkan wajah dan telinga dengan handuk.

a) Lengan

1. Letakan handuk memanjang pada lengan yang terjauh


2. Basahi dan sabuni lengan dengan arah dari pergelangan tangan sampai pangkal lengan
atau dari bagian bersih ke bagian yang kotor
3. Rendam tangan pasien lalu bersihkan telapak dan kukunya menggunakan sikat dan
sabun
4. Bilas dan bersihkan aeluruh lengan dengan air bersih lalu keringkan dengan handuk,
setelah kering lengan diposisikan ke arah atas
5. Pindahkan handuk ke lengan terdekat, lakukan langkah langkah yang sama pada
lengan sebelumnya

b) Dada

1. Pindahkan handuk memanjang untuk menutupi bagian dada dan perut pasien
2. Basahi dan sabuni bagian dada hingga atas simfisis dengan arah gerakan dari dada ke
bawah atau dari yang bersih ke bagian yang kotor
3. Bilas dan bersihkan dengan air bersih lalu keringkan dengan handuk setelah kering
tutup dengan baju atau selimut bersih

c) Kaki

1. Letakan handuk dibawah kaki yang terjauh dari perawat


2. Basahi dan sabuni kaki tersebut dengan arah gerakan dari telapak kaki ke paha atau
dari bagian yang bersih ke bagian yang kotor
3. Rendam kaki lalu bersihkan kuku dan telapaknya dengan menggunakan sikat dan
sabun
4. Bilas dengan air bersih dan keringkan dengan handuk
5. Setelah kering, tutup dengan selimut bersih
6. Letakan handuk dibawah kaki yang terdekat dengan perawat, bersihkan dengan cara
yang sama

7
d) Genetalia

1. Dengan mneggunakan waslap lain, basahi dan sabuni bagian genetalia pasien (bila
pasien bisa melakukannya sendiri berikan waslap ditangan kiri dan ajari cara
membersihkannya)
2. Bilas dan keringkan area yang sudah dibersihkan, kemudian tutupi dengan selimut
bersih

e) Punggung

1. Miringkan pasien (berlawanan dengan perawat), letakan handuk memanjang di bawah


punggung dan bokong pasien, tutup bagian bagian kaki yag sudah bersih
2. Basahi dan sabuni dengan arah dari bokong ke punggung. Bilas dan keringkan dengan
handuk
3. Lakukan message dengan menggunakan losion atau minyak dari arah bokong ke
punggung, lakukan gerakan melingkar pada area area tulang yang menonjol. Lakukan
selama 3-5 menit
4. Observasi adanya tanda-tanda luka tekan (kemerahan,lecet) pada bagian yang
menonjol
5. Bersihkan sisa losion atau minyak dengan handuk.
6. Berikan bedak, deodorant, dan lotion (sesuai kebiasaan pasien).
7. Bantu pasien memakai pakaian dalam dan baju luar
8. Atur pasien dalam posisi yang nyaman sebelum ditinggalkan
9. Rapikan dan bersihkan alat yang telah digunakan
10. Catat tindakan yang telah dilakukang dan hasilnya

2. Oral Hygiene (membersihkan mulut pasien)

A. Definisi

Membersihkan mulut adalah membersihkan rongga mulut, lidah dan gigi dari semua kotoran
atau sisa makanan dengan menggunakan kain kasa atau kapas yang dibasahi air bersih.

B. Indikasi

1. Pada pasien lumpuh


2. Pada pasien sakit berat
3. Pada pasien apatis

8
4. Pada pasien stomatitis
5. Pada pasien yang mendapatkan oksigenasi dan Naso Gastrik Tube (NGT),
6. Pada pasien yang lama tidak menggunakan mulut
7. Pada pasien yang tidak mampu melakukan perawatan mulut secara mandiri.
8. Pada pasien yang giginya tidak boleh di gosok dengan sikat gigi misalkan karena
tomatitis hebat
9. Pasien sesudah operasi mulut atau yang menderita patah tulang rahang.

C. Kontraindikasi

1. Perhatikan perawatan mulut pada pasien yang menderita penyakit diabetes dapat
beresiko stomatitis ( penyakit yang disebabkan oleh kemoterapi, radiasi dan itubasi
selang nase gratik )
2. Luka pada gusi jika terlalu kuat membersihkannya

D. Pelaksanaan

1. Alat dan bahan

1. Pengalas (perlak dan kain)


2. Bengkok 1 buah (2 buah jika pasien sadar)
3. Kasa tebal lembab yang dibasahi dengan NaCl 0,9% atau air garam
4. Sudip lidah yang telah di balut dengan kasa (tidak perlu pada pasien yang sadar)
5. Pinset anatomi 1 buah
6. Tisu pada tempatnya
7. Boraks gliserin (jika perlu)
8. Gentian violet (jika perlu)
9. Lidi kapas (jika perlu)
10. Air untuk berkumur dalam gelas (jika pasien sadar)

2. Cara kerja

1. Kaji kebutuhan pasien


2. Jelaskan perihal tindakan yang akan dilakukan.
3. Siapkan alat-alat sesuai kebutuhan pasien pada troli
4. Dekatkan alat-alat ke tempat tidur pasien.
5. Cuci tangan

9
6. Atur posisi (miringkan kepala pasien)
7. Pasang pengalas dibawah dagu.
8. Letakkan bengkok dibawah dagu pasien.
9. Ambil kasa tebal yang telah dilembabkan dengan NaCl 0,9% atau air garam.
10. Minta pasien untuk membuka mulut

a) Membersihkan mulut

1. Bersihkan langit-langit mulut dengan cara menariknya dari arah dalam ke luar.
2. Bersihkan gusi bagian dalam atas sebelah kanan dan kiri.
3. Bersihkan gigi bagian dalam atas sebelah kanan dan kiri.
4. Gusi bagian dalam bawah sebelah kanan dan kiri.
5. Gigi bagian dalam bawah sebelah kanan dan kiri
6. Gusi bagian luar atas sebelah kanan dan kiri.
7. Gigi bagian luar atas sebelah kanan dan kiri.
8. Gusi bagian luar bawah sebelah kanan dan kiri.
9. Gigi bagian luar bawah sebelah kanan dan kiri.
10. Dinding mulut

b) Lidah bagian atas dan bawah.

1. Keringkan bibir dengan tisu


2. Oleskan gliserin/gentian violet pada bibir
3. Keringkan bibir dengan tisu
4. Angakat bengkok dan pengalas
5. Atur posisi pasien
6. Rapikan alat-alat
7. Cuci tangan
8. Observasi keadaan pasien
9. Catat tindakan yang dilakukan dan hasilnya.

10
3. Mencuci rambut pasien

A. Definisi

Mencuci rambut adalah menghilangkan kotoran rambut dan kulit kepala dengan
menggunakan sampo.

B. Indikasi

1. Pasien yang rambutnya kotor dan keadaan umumnya mengizinkan.


2. Bagi pasien yang berkutu dan sebelum dicuci harus diobati dan di pasang kap kutu
lebih dulu.
3. Pasien yang akan menjalani operasi besar ( Bila keadaan umum mengizinkan).

C. Kontraindikasi

1. Apabila teridentifikasi lesi actual ketidak normalan ada kulit kepala


2. Intregritas kulit kepala berhubungan dengan gangguan parasit

D. Pelaksanaan

1. Alat dan bahan

1. Pengalas
2. Sisir biasa
3. Tisu dan tempatnya
4. Bengkok berisi larutan lisol 2-3%
5. Kantong plastic
6. Karet pengikat (jikaperlu)
7. Minyak krambut (jikaperlu)
8. Peniti (jikaperlu)
9. Talang karet (perlak dan handuk yang dibuat sebagai talang)
10. Handuk 1 buah
11. Sampo
12. Kom kecil 1 buah
13. Kain kasa dan kapas bulat dalam tempatnya
14. Gayung air
15. Baskom berisi air hangat (±400 C)

11
16. Ember kosong
17. Kain pel.

2. Cara kerja

1. Identifikasi kebutuhan pasien


2. Identifikasikan tingkat kemandirian pasien terkait kemampuan mencuci rambut
3. Lakukan kontrak dengan pasien (waktu, tempat dan tindakan)
4. Informasikan tujuan dilakukannya tindakan
5. Siapkan alat-alat dan susun di troli
6. Bawa alat-alat ke dekat pasien
7. Angkat bantal, lalu pasang pengalas dan handuk di bawah kepala pasien
8. Pasang ujung rambut di atas bahu pasien
9. Atur posisi kepala pasien agar berada di pinggir tempat tidur
10. Pasang talang di bawah kepala pasien dengan ujung talang dimasukkan ke dalam
ember kosong, alasi ember dengan kain pel
11. Sisir rambut pasien
12. Tutup lubang telinga dengan kasa dan jika perlu tutup juga mata pasien
13. Basahi rambut mula dari pangkal sampai ke ujung rambut.
14. Oleskan sampo ke seluruh permukaan kulit kepala dan batang rambut kemudian usap
sambai berbusa
15. Bilas rambut sampai bersih
16. Angkat penutup telinga dan mata
17. Angkat talang masukkan karet ke dalam ember dan angkat handuk
18. Keringkan rambut dengan handuk, jika perlu dibungkus
19. Sisir rambut
20. Atur kembali posisi pasien (jika pasien pada posisi tidur, alasi bantal dengan handuk)
21. Rapikan kembali alat-alat
22. Cuci tangan
23. Observasi keadaan pasien
24. Catat tindakan yang dilakukan dan hasilnya

12
4. Memotong kuku pasien

A. Definisi

Memotong kuku adalah mengurangi panjang kuku tangan dan kuku kaki dengan
menggunakan alat pemotong kuku agar kotoran tidak masuk ke dalam tubuh melalui kuku
sehingga kuku tetap dalam keadaan sehat dan bersih. Menjaga kebersihan kuku merupakan
aspek penting dalam mempertahankan perawatan diri karena kuman dapat masuk ke dalam
tubuh melalui kuku. Yang bermanfaat mencegah infeksi, rasa nyaman pada pasien, mencegah
musuknya mikroorganisme ke dalam kuku yang panjang, bau kaki dan cidera pada jaringan
lunak

B. Indikasi

Pada pasien yang kukunya panjang yang tidak dapat melakukan sendiri.

C. Kontraindikasi

1. Memotong kuku pasien tidak terlalu dalam


2. Pada pasien diabetes memotong kuku harus dengan hati hati karena bisa berakibat
fatal

D. Pelaksanaan

1. Alat dan bahan

1. Gunting kuku dan pengikir


2. Bengkok berisi larutan lisol 2-3 % 1 buah
3. Baskom berisi air hangat (40-42˚C) 1 buah
4. Baskom berisi air bersih 1 buah
5. Handuk 1 buah
6. Pengalas perlak atau kain 1 buah
7. Sikat kuku 1 buah
8. Sabun 1 buah
9. Aseton dan kapas 1 buah
10. Lesion atau minyak 1 buah
11. Kain pel 1 buah (jika pelu)

13
2. Cara kerja

1. Identifikasi kebutuhan pasien.


2. Jelaskan prosedur dan tindakan yang akan dilakukan.
3. Siapkan alat-alat sesuai dengan kebutuhan pasien.
4. Cuci tangan.
5. Pasang sampiran/penutup pintu.
6. Atur posisi pasien.
7. Pasang pengalas di bawah tangan tepat pada bagian kuku yang akan dibersihkan.
Bersihkan cat kuku dengan aseton (bila pasien menggunakan cat kuku), kemudian
letakkan baskom berisi air hangat.
8. Rendam kuku tangan dengan air hangat selama 1-2 menit.
9. Sikat kuku dengan sikat khusus kuku dan sabun, lalu bersihkan dan keringkan.
10. Dekatkan bengkok berisi larutan lisol 2-3% kepasien. Kemudian tangan diletakkan
diatasnya. Potong kuku tangan dengan lurus dan tidak boleh sampai batas dasar kuku,
kemudian kikir pinggiran-pinggiran kuku.
11. Cuci kuku dan tangan dengan air bersih dan keringkan (jika perlu berikan lotion pada
jari-jari).
12. Angkat pengalas dan pindahkan ketangan yang lainnya. Lakukan langkah-langkah g
sampai dengan j.
13. Atur kembali posisi pasien.
14. Rapikan alat-alat dan kembalikan ketempatnya
15. Cuci tangan.
16. Observasi keadaan pasien.
17. Cacat tindakan yang dilakukan dan hasilnya.

14
5.Perineal hygiene (genetalia/kelamin)

A. Definisi

Membersihkan alat kelamin merupakan menjaga kebersihan genetalia dengan


membilas bagian-bagian tersebut dengan air matang dan sabun setelah buang air besar dan
buang air kecil.

B. Indikasi

1. Dikhususkan pada area genital yang terkena edema


2. Pada psien yang tidak mampu secara mandiri merawat kelaminnya

C. Kontraindikasi

1. Berikan perhatian pada pasien yang sedang menstruasi


2. Membersihkan genetalia harus bersih agar tidak menimbulkan jamur.

D. Pelaksanaan

1. Alat dan bahan

1. Pengalas (perlak dan handuk)


2. Selimut ekstra
3. Kapas sublimat dalam tempatnya
4. Sarung tangan lateks 1 pasang
5. Bengkok 2 buah
6. Bed pan 1 buah
7. Botol berisi air hangat
8. Tisu toilet
9. Pinset anatomis 1 buah (jika sarung tangan tidak ada)
10. Kasa steril (jika perlu)
11. Duk atau pembalut (jika perlu)
12. Celana dalam bersih (jika perlu).

2. Cara kerja

1. Kaji kebutuhan pasien


2. Jelaskan kepada pasien mengenai tindakan yang akan dilakukan.

15
3. Siapkan alat-alat
4. Dekatkan alat-alat ke tempat tidur pasien.
5. Tutup jendela dan pintu atau pasang sampiran.
6. Mencuci tangan
7. Pasang selimut ekstra.
8. Pasang pengalas dibawah bokong pasien
9. Lepaskan pakaian bawah pasien
10. Atur posisi
a) Posisi dorsal recumbent (M shape) pada wanita
b) Posisi supine (V shape) pada pria

11. Bungkus kaki pasien dengan sudut selimut dan bagian tengah menutupi daerah pubis
(jika selimut lebar) atau buka selimut sampai atas pubis

12. Letakkan bengkok dan kapas sublimat di dekat bokong pasien

13. Pasang sarung tangan

14. Membersihkan genetalia

a) Membersihkan vulva (wanita)


Buka labia mayora dengan tangan kiri dan tangan kanan memegang kapas sublimat.
Bersihkan labia mayora dengan kapas sublimat dari atas ke bawah 1 kali usap.
Bersihkan perineum 1 kali usap.
b) Membersihkan penis (pria)
Pasang penis dengan tangan kiri, sementara tangan kanan memegang kappa sublimat.
Bersihkan gland penis dari ujung kea rah bawah dengan cara memutar (bagi pasien
yang belum disunat, tarik prepetium kea rah gland penis dan kembalikan seperti
semula jika sudah dibersihkan). Bersihkan batang penis dari atas ke bawah. Bersihkan
skrotum, dari arah atas ke bawah mengarah ke rectum.

15. Pasang bed pan di bawah bokong pasien

16. Basuh daerah genitalia dengan air hangat

17. Keringkan vulva dengan tisu

18. Angkat bed pan

16
19. Oleskan obat merah(jika ada luka)

20. Pasang pembalut dari celana (jika ada menstruasi atau lochia) pada wanita

a) Atur posisi pasien


b) Angkat pengalas
c) Ganti selimut ekstra dengan selimut pasien
d) Rapikan alat-alat dan kembalikan ke tempat semula
e) Cuci tangan
f) Buka sampiran/pintu/jendela
g) Observasi keadaan pasien
h) Catat tindakan yang dilakukan dan hasilnya

17
BAB 3
ASUHAN KEPERAWATAN

KASUS

Ny. S umur 55 tahun datang bersama Ny. K dirawat di rumah sakit dengan keluhan
imobilitas gerak, sebelum sakit klien bisa melakukan aktivitas secara mandiri, namun
sekarang klen hanya berbaring ditempat tidur, makan,minum dan mandi di bantu dengan
perawat dan keluarga karena di anjurkan bed rest untuk mengurangi sesak nafas. Dengan
bedrest tersebut klien menjadi berdampak dengan aktifitas kesehariannya. Mulai dari sholat 5
waktu hingga pemenuhan personal hygiennya sangat terganggu, dengan begitu klien menjadi
bau dan kotor, gigi klien kotor, turgor kulit kering, rambut berminyak. Pihak kelurga juga
merasa takut untuk melakukan pemenuhan personal hygien karna takut jika berdampak pada
penyakit yang di derita oleh klien. Dengan begitu klien merasa tidak nyaman dan terganggu.
Keadaan umum lemah dan wajah klien tampak kusam.

TD : 140/90 mmHg

Suhu : 36 derajat Celcius

RR : 32 x/menit

Nadi : 88x/mnt

A. PENGKAJIAN

Identitas Pasien

Nama : Ny. S

Umur : 55 thn

Agama : Islam

Pendidikan : SMA

Alamat : Jatiluhur kebumen

Identitas Penenggung Jawab

18
Nama : Ny.K

Alamat : Jatiluhur kebumen

Hubungan dengan Pasien : saudara

Keluhan Utama : gangguan pemenuhan personal hygiene

1. Riwayat Kesehatan

Riwayat Kesehatan saat ini :

Pasien Ny.S datang ke RSUD pada tangal 25-10-2010 jam 11.00 dengan keluhan sesak nafas
dan di anjurkan untuk bed rest serta pasien mengatakan lemas, dank lien mengalami
gangguan dalam melakukan personal hygiene secara mandiri, gigi tampak kotor, rambut bau.

TD : 140/9 0mmHg, N : 56x/menit,RR 32 x/ menit

Riwayat Kesehatan Dahulu

Keluarga pasien mengatakan pernah sakit seperti ini dan pernah dirawat dirumah sakit.

Riwayat Kesehatan Keluarga

Keluarga pasien tidak ada penyakit keturunan

2. Pola Pemenuhan Kebutuhan Dasar Virginia Henderson

Pola Oksigenasi

Sebelum sakit : Pasien tidak pernah sesak nafas

Saat di kaji : Pasien saat dikaji RR 32 x/menit

Pola Nutrisi

Sebelum sakit : Pasien makan 3x sehari,porsi sedang makan nasi,sayur,lauk,buah dan


minum 1000 cc/hari

Saat dikaji : Pasien makan 3x sehari,porsi sedikit makan dan minum di bantu oleh perawat

19
Pola Eliminasi

Sebelum sakit : Pola BAB 1-2 x/hari dan BAK 5-7 / hari

Saat di kaji : Pasien belum BAB dan BAK menggunakan kateter no 16 yang dipasang mulai
tanggal 25-10-2010

Pola Aktivitas

Sebelum sakit : Pasien bisa melakukan aktivitas sendiri

Saat dikaji : Pasien hanya berbaring ditempat tidur, makan,minum dan mandi di bantu dengan
perawat dan keluarga karena di anjurkan bed rest untuk mengurangi sesak nafas

Pola istirahat dan tidur

Sebelum sakit : Pasien tidur 8-9 jam/hari

Saat dikaji : Pasien tidur 7-8 jam/hari

Pola pakaian

Sebelum sakit : Pasien dapat memakai sendiri pakaian 3x ganti perhari

Saat dikaji : Pasien memakai pakaian dibantu keluarga dan perawat.

Pola Suhu

Sebelum sakit : Suhu tubuh pasien normal

Saat dikaji : Suhu tubuh pasien 36 derajat Celcius

Pola Komunikasi

Sebelum sakit : Pasien memakai bahasa indonesia

Saat dikaji : Pasien bisa berkomunikasi dengan baik

Pola Spiritual

Sebelum sakit : Pasien shalat 5 waktu

Saat dikaji : Pasien belum dapat melaksanakan sholat karena harus bed rest

20
Pola kebersihan

Sebelum sakit : wajah bersih, gigi bersih, rambut segar

Saat di kaji :Gigi kotor, wajah kusam, rambut berminyak/lepek

3. Pemeriksaan Umum

1. Keadaan umum : Lemah, tampak kurang segar


2. Kesadaran : composmetis, CGS ; E = 4,M= 6,V= 5
3. TD : 140/90 mmHg,MAP = 106mmhg
4. Suhu : 370C
5. RR : 32 x/menit

Pemeriksaan Fisik

1. Kepala

rambut kusam, rambut berminyak/ lepek

2. Muka

Tampak kusam, kurang segar, namun tidak ada lebam

3. Mata

Terdapat kotoran menempel di bagian bulu mata

4. Hidung

Rambut hidung panjang dan terdapat kotoran yaitu lendir yang mongering.

5. Telinga

Daun telinga kotor, tidak ada lendir

6. Mulut

Gigi kotor,bau mulut, bibir kering

7. Leher

Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid

21
8. Dada

I : Bentuk simetris

P : Tidak ada nyeri tekan

P : Terdengar bunyi sonor pada lapang paru, pada daerah jantung terdapat bunyi redup

A : Bunyi jantung s1-s2 ireguler

Abdomen

I : Tidak ada lesi

A : Suara bising usus lemah 12x/m

P : Tidak ada nyeri tekan

P : Tympani

9. Paru

Suara perkusi suara sonor

10. Kulit

Tidak ada luka dekubitus, turgor kering

11. Ekstremitas atas

Kanan terpasang infus dan dapat di gerakan tetapi di anjurkan untuk bed rest karena untuk
menurangi sesak nafas

12. Ekstermitas bawah

Kaki kanan dan kiri dapat di gerakan tetapi di haruskan untuk bed rest untuk mengurangi
sesak nafas

13. Kekuatan Otot

5 5

5 5

22
Data Penunjang

Laboratorium tanggal 25-10-2010

NO JENIS PEMERIKSAAN HASIL NORMAL

1 GLUKOSA 13,6mg/dl 70-120

2 UREUM 27,7mg/dl 10-50

3 CREATIN 0,86 mg/dl 0,5-0,9

4 SGOT 53,2 u/i 1-32

5 SGPT 20,5u/i 1-31

6 HB 15mg/dl 11,7-
17,3mg/dl

7 AL 9,2K/UL 3,6-11K/UL

Laboratorium tanggal 26-10-200 pkl 10.00 wib

NO JENIS PEMERIKSAAN HASIL NORMAL

1 KOLESTEROL 128 MG/DL 150-200

2 TRGLISERIN 86 MG/DL 37-300

3 HDL 52,51 MG/DL 3400-8800

23
B. ANALISA DATA

NO. Data Fokus Problem Etiologi Paraf


1. Ds : Pasien mengatakan Defisit Hambatan
lemas perawatandiri mobilitas
(mandi, fisik
Do : Pasien berbaring /hygiene,toileting)
ditempat tidur karena di
anjurkan bed rest.untuk
mengurangi sesak
nafas.
Makan,minum,mandi/
/hygiene dibantu
keluarga
Dan perawat.
TD : 140/90 mmHg
N : 56 x/menit
S : 36 C
Rambut kusam
Kulit kotor
Gigi kotor
- terpasang kateter no
16

Diagnosa Keperawatan

- Defisit Perawatan diri (,mandi/hygiene toileting ) b.d kelemahan fisik d.d tidak mampu
mandi, makan, ke toilet secara mandiri

24
C. INTERVENSI KEPERAWATAN

No Hari/tgl/jam Tujuan Intervensi Paraf

1. Senin,26-10- Setelah dilakukan Monitor kemampuan diri


2010 secara mandiri
tindakan keperawatan
08.00 Rasional : mengetahui
selama 1 x 24 jam
batas kemampuan
diharapkan masalah melakukan perawatan diri
secara mandiri
gangguan defisit

perawatan diri dapat


teratasi ditandai dengan Monitor TTV
KH sebagai berikut :
Rasional : Mengetahui
Pola kebersihan diri
tanda-tanda vital
pasien normal
merupakan acuan untuk
Pasien merasa
mengetahui keadaan
aman. umum pasien.

Keadaan kulit

dan rambut Mengkaji

kepala bersih Kebersihan diri pasien.

Rasional : Untuk

Mengetahui kedaaan
personal hiegine pasien.

Membantu pasien

Untuk pemenuhan
kebutuhan personal

25
higient

Rasional :
Untukmemberkan rasa
nyaman.

Memberikan Penkes

Rasional : Untuk

mengetahui pentingnya

kebersihan diri.

Bantu pasien pemenuhan


kebutuhan ADL

Rasional ; untuk
membantu
terpenuhnya kebutuhan
ADL pasien

Melaksanakan program
terapi dokter

Rasional untuk
melaksanakan terapi

26
27
D. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Tanggal Waktu Tindakan Keperawatan Respon Pasien Paraf

1. Membantu pasien 1. Pasien menerima


proses pemenuhan
Untuk pemenuhan
kebutuhan personal
kebutuhan personal higient
hygiene, pasien tampak
segar dan tampak
nyaman.

2. Klien dan keluiarga


2. Memberikan Penkes
mengerti pentingnya
kebersihan diri

3. Monitor TTV 3. Klien mengetahui


hasil tanda – tanda vital
yang di periksa oleh
perawat

28
E. EVALUASI

Tanggal Catatan Perkembangan SOAP

Senin S : Pasien mengatakan merasa nyaman dan segar


27-10-2010 O :- KU : Lemah
Jam 10.00 - TD :170/80 mmHg
- S : 37,50C
- N : 80 x/menit
 Rambut bersih
 Kulit bersih
 Gigi bersih
 Mulut bersih
- Pasien masih berbaring ditempat tidur karena di haruskan untuk
bed rest
- makan dan minum pasie masih di bantu oleh perawat dan
keluarga
-mandi masi di bantu oleh perawat
-toileting masih di bantu oleh perawat
A : Masalah teratasi
P : Intervensi di hentikan
1. Anjurkan pada keluarga pasien dan pasienuntuk mengerti
penting nya personal hygeint
2. Libatkan keluarga dan pasien dalam pemenuhan personal
heigine

29
DAFTAR PUSTAKA

1. http://hannydarliany.blogspot.co.id/2011/12/personal-hygiene_04.html
2. http://solica1.blogspot.co.id/2016/05/asuhan-keperawatan-dengan-kebutuhan.html
3. Heardman, T. heather, 2015. Diagnosis keperawatan : definisi & klasifikasi. Jakarta
:EGC

30