Vous êtes sur la page 1sur 9

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/325446481

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA DALAM


LEARNING CYCLE 7E BERDASARKAN GAYA BELAJAR

Article · June 2017


DOI: 10.24127/ajpm.v6i1.722

CITATIONS READS

4 1,847

1 author:

Rosmaiyadi Rosmaiyadi
STKIP Singkawang, Indonesia, Singkawang
8 PUBLICATIONS   7 CITATIONS   

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Penerapan Pendekatan Open-Ended untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Aljabar Kelas VIII SMP Negeri 10 Pemangkat View project

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA DALAM LEARNING CYCLE 7E BERDASARKAN GAYA BELAJAR View project

All content following this page was uploaded by Rosmaiyadi Rosmaiyadi on 02 June 2018.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


ISSN 2089-8703 (Print) Vol. 6, No. 1 (2017)
ISSN 2442-5419 (Online)

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA DALAM


LEARNING CYCLE 7E BERDASARKAN GAYA BELAJAR

Rosmaiyadi
STKIP Singkawang
Email: rosmaiyadialong@gmail.com

Abstract
This research aims to test the effectiveness of Learning Cycle 7E”, the influence of
learning style against the students ability of critical thinking, the best learning style of
the student is critical thinking ability and description of students’ mathematical critical
thinking ability in each learning style. The methods used in this research was Mixed
Design Model; the Sequential Explanatory Method. The subject of this research is
grade VIII. The research instrument used is the TKBKM, learning style questionnaire
and interview guidelines. The effectiveness of Learning Cycle 7E it can be seen from the
aspect of completeness, obtained the result that the proportion of students who got a
value KBKM greater than or equal with KKM=70 have exceeded 75%, while the
average difference test of experiments class and control class were t-count=6,497>t-
tabel=1,671. This shows that the average students’ mathematical critical thinking ability
taught by Learning Cycle 7E more than average than students’ mathematical critical
thinking ability taught with conventional learning. Learning styles affect the students’
mathematical critical thinking ability, this is retrieved based on the test results of the
Kruskal Wallis with Asym value sig is 0.046<0.05. The visual learning style has the best
ability of mathematical critical thinking. Each learning style has advantages and
disadvantages on aspects of ability of critical thinking mathematically, thus causing
each learning style has differences the ability of critical thinking mathematically too.

Keywords: critical thinking, learning cycle 7E, learning style

PENDAHULUAN kompetitif. Dalam melaksanakan


Matematika merupakan disiplin pembelajaran matematika, diharapkan
ilmu yang mempunyai sifat khas. bahwa peserta didik harus dapat
Kekhasan itu berkenaan dengan ide-ide merasakan kegunaan belajar
atau konsep-konsep abstrak yang matematika.
tersusun secara hirarkis. Mata pelajaran Pembelajaran pada kurikulum
matematika perlu diberikan kepada 2013 memiliki tujuan untuk mencapai
semua peserta didik mulai dari sekolah kemampuan berpikir tingkat tinggi atau
dasar, untuk membekali peserta didik High Order Thingking (HOT) sejak
dengan kemampuan berpikir logis, dini. Berpikir kritis dan berpikir kreatif
analitis, sistematis, kritis, inovatif dan merupakan perwujudan dari HOT.
kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Berbagai definisi mengenai kemampuan
Kompetensi tersebut diperlukan agar berpikir kritis telah banyak dicetuskan
peserta didik dapat memiliki oleh para ahli. Sukmadinata (2004)
kemampuan memperoleh, mengelola, menyatakan berpikir kritis adalah suatu
dan memanfaatkan informasi untuk kecakapan nalar secara teratur,
hidup lebih baik pada keadaan yang kecakapan sistematis dalam menilai,
selalu berubah, tidak pasti, dan sangat memecahkan masalah, menarik

12 | Aksioma
Jurnal Pendidikan Matematika FKIP Univ. Muhammadiyah Metro
ISSN 2089-8703 (Print) Vol. 6, No. 1 (2017)
ISSN 2442-5419 (Online)

keputusan, memberikan keyakinan, ini diketahui dari pekerjaan siswa pada


menganalisis asumsi, dan pencarian ulangan harian materi geometri yaitu
ilmiah. Desmita (2012) mengutip materi Bangun Ruang Sisi Datar. Pada
pendapat yang dikemukakan oleh Beyer soal yang berbentuk pemecahan
yaitu berpikir kritis adalah kumpulan masalah siswa hanya dapat menuliskan
operasi-operasi spesifik yang mungkin hal-hal yang diketahui pada soal, tanpa
dapat digunakan satu persatu atau dalam menyertakan rencana penyelesaian dan
banyak kombinasi atau urutan dan penyelesaiannya. Mereka cenderung
setiap operasi berpikir kritis tersebut mengerjakan soal tersebut hanya dengan
memuat analisis dan evaluasi. Santrock konsep yang diajarkan guru saja tanpa
menjelaskan bahwa berpikir kritis menggunakan atau menghubungkan
adalah pemikiran reflektif dan produktif konsep-konsep yang telah dipelajari
serta melibatkan evaluasi bukti. Glazer sebelumnya. Jadi ketika menjawab soal
(2001) mendefinisikan bahwa berpikir mereka selalu menggunakan rumus-
kritis dalam matematika adalah rumus bangun datar yang dipelajari
kemampuan dan disposisi untuk saja.
menggabungkan pengetahuan Usaha meningkatkan kemampuan
sebelumnya, penalaran matematika, dan berpikir kritis matematis memerlukan
strategi kognitif untuk adanya pembenahan dalam proses
menggeneralisasi, membuktikan, atau pembelajaran. Oleh karena itu perlu
mengevaluasi situasi matematis asing diupayakan suatu pembelajaran dengan
secara reflektif. model atau metode tertentu yang dapat
Hasil penelitian Rochmad (2013) meningkatkan aktivitas, motivasi dan
diketahui bahwa keterampilan guru dan kemampuan berpikir kritis peserta didik
siswa dalam berpikir kreatif dalam sehingga belajar peserta didik dapat
kategori rendah. Keterampilan berpikir menjadi bermakna. Model pembelajaran
kreatif siswa tergolong rendah yang mempunyai karakteristik tersebut
diindikasikan dari kemampuan berpikir diantaranya adalah model pembelajaran
kritis siswa rendah. Sebagaimana Learning Cycle 7E yang terdiri dari 7
pendapat Noddings yang telah dikutip tahapan (Eisenkraft, 2003) yaitu: Elicit,
oleh Saurino (2008) menyatakan Engage, Explore, Explain, Elaborate,
banyak siswa yang kurang kritis, ketika Evaluate, dan Extend.
para siswa diberikan soal-soal yang Dalam mempelajari materi di
memuat berpikir kritis atau dalam kelas, setiap siswa memiliki
memecahkan masalah siswa sering karakteristik yang berbeda antara siswa
melewatkan dan bahkan tidak yang satu dan yang lainnya. Salah satu
mengerjakannya. Hal ini sesuai dengan karakteristik siswa yang perlu
hasil studi awal pada SMP Negeri 19 diperhatikan pada saat proses belajar
Singkawang. Pada proses pembelajaran mengajar adalah gaya belajar. Nasution
ketika siswa diberikan latihan soal-soal (2003) mendefinisikan gaya belajar atau
non rutin, sebagian besar siswa learning style adalah cara yang
mengalami kesulitan dan tidak konsisten yang dilakukan oleh seorang
mengerjakan soal ketika dihadapkan siswa dalam menangkap stimulus atau
pada pemecahan masalah matematika. informasi, cara mengingat, berpikir, dan
Kesulitan tersebut dikarenakan siswa memecahkan soal. De Porter dan
masih belum terbiasa dengan soal-soal Hernacki (2013) menyatakan gaya
non rutin dan juga karena kemampuan belajar merupakan suatu kombinasi dari
berpikir kritis siwa masih rendah. Hal bagaimana ia menyerap, dan kemudian

Aksioma | 13
Jurnal Pendidikan Matematika FKIP Univ. Muhammadiyah Metro
ISSN 2089-8703 (Print) Vol. 6, No. 1 (2017)
ISSN 2442-5419 (Online)

mengatur serta mengolah informasi. sendiri akan membantu memahami


Dunn dan Griggs (2000) menjelaskan materi yang diberikan guru sehingga
bahwa gaya belajar merupakan mudah memproses materi.
kumpulan karakteristik pribadi yang Melalui pembelajaran Learning
membuat suatu pembelajaran efektif Cycle 7E diharapkan siswa terbiasa
untuk beberapa orang dan tidak efektif dengan cara berpikir kritis, sehingga
untuk orang lain. Ilmiyah dan Masriyah nantinya dapat meningkatkan
(2013) mengemukakan bahwa gaya kemampuan berpikir kritis
belajar merupakan cara berbeda yang matematisnya untuk semua siswa
dimiliki setiap individu untuk walaupun masing-masing siswa
memproses, mendalami, dan memiliki gaya belajarnya sendiri.
mempelajari informasi dengan mudah. Hasil penelitian Bhatti dan Bart
De Porter dan Hernacki (2013), (2013) menyatakan bahwa gaya belajar
menyatakan ada tiga jenis gaya belajar dan gender mempengaruhi prestasi
yaitu: 1) Visual, belajar dengan cara akademik. Mappeasse (2009) mengutip
melihat; 2) Auditorial, belajar dengan pendapat Gie bahwa cara belajar yang
cara mendengarkan; dan 3) Kinestetik, baik akan menyebabkan berhasilnya
belajar dengan cara bergerak, bekerja belajar, sebaliknya cara belajar yang
dan menyentuh. Setiap siswa pasti buruk akan menyebabkan kurang
memiliki gaya belajar yang berbeda- berhasilnya atau gagalnya belajar. Hal
beda. Sehingga dalam mengikuti yang sama juga diungkapkan oleh
pembelajaran mereka menggunakan Indarto dalam Mubarik (2013)
cara yang berbeda-beda untuk penelitiannya yang menyimpulkan
memahami materi yang mereka pelajari. bahwa terdapat pengaruh yang positif
Proses pelaksanaan pembelajaran dan signifikan antara gaya belajar
di kelas sebaiknya guru memperhatikan dengan prestasi belajar. Hasil penelitian
aspek gaya belajar siswa. Hal ini sesuai Gappi (2013) memiliki kesimpulan
dengan pendapat yang dikemukakan yang berbeda yaitu menyatakan bahwa
oleh Karza (2013) bahwa guru harus tidak ada korelasi signifikan antara
mengajar sesuai dengan bentuk dan prestasi akademik dan gaya belajar
gaya belajar yang dimiliki oleh siswa. Hal yang sama juga diungkapkan
siswanya. Jika guru melaksanakan oleh Adnan (2013) hasil penelitiannya
pembelajaran dengan memperhatikan menyatakan bahwa hubungan antara
aspek gaya belajar, maka pembelajaran gaya belajar dengan kemampuan
di kelas akan lebih menyenangkan dan matematika lemah. Berdasarkan
siswa akan lebih mudah memahami apa beberapa hasil penelitian ini peneliti
yang mereka pelajari. Seperti yang tertarik untuk meneliti bagaimana
dikutip oleh Mubarik (2013), hasil hubungan antara gaya belajar dengan
penelitian Akyun menyatakan bahwa dengan prestasi akademik dalam
guru sebagai pihak yang terkait matematika dalam hal ini adalah
langsung dengan masalah pendidikan kemampuan berpikir kritis matematis
dan langsung berinteraksi dengan siswa serta mendekripsikan bagaimana
berkewajiban untuk mengkaji dan kemampuan berpikir kritis matematis
menyelidiki gaya belajar siswa yang siswa untuk masing-masing siswa
dapat mempengaruhi hasil belajar dengan gaya belajar yang berbeda.
matematika siswa. Hal senada Rumusan masalah dalam
diungkapkan oleh Indarto (2012) bahwa penelitian ini adalah (1) Apakah model
siswa yang mengenali gaya belajarnya pembelajaran Learning Cycle 7E efektif

14 | Aksioma
Jurnal Pendidikan Matematika FKIP Univ. Muhammadiyah Metro
ISSN 2089-8703 (Print) Vol. 6, No. 1 (2017)
ISSN 2442-5419 (Online)

dalam meningkatkan kemampuan kuesioner/angket dan wawancara.


berpikir kritis matematis siswa; (2) Teknik kuesioner/angket digunakan
Apakah terdapat pengaruh gaya belajar untuk mendapatkan data gaya belajar
siswa terhadap kemampuan berpikir siswa, teknik tes digunakan untuk
kritis matematisnya pada pembelajaran mendapatkan data kemampuan berpikir
dengan model Learning Cycle 7E; (3) kritis matematis siswa dengan
Gaya belajar manakah yang paling baik menggunakan tes kemampuan berpikir
kemampuan berpikir kritisnya pada kritis matematis, untuk sedangkan
pembelajaran dengan model Learning teknik wawancara untuk memperoleh
Cycle 7E; (4) Bagaimanakah data lebih dalam dan akurat bagaimana
kemampuan berpikir kritis matematis kemampuan berpikir kritis matematis
siswa dengan gaya belajar visual pada siswa. Analisis kuantitatif dilakukan
pembelajaran dengan model Learning untuk menguji keefektifan pembelajaran
Cycle 7E; (5) Bagaimanakah yang diperoleh dari ketuntasan
kemampuan berpikir kritis matematis kemampuan berpikir kritis matematis
siswa dengan gaya belajar auditorial siswa, dan uji banding rataan
pada pembelajaran dengan model kemampuan berpikir kritis matematis
Learning Cycle 7E; (6) Bagaimanakah kelas eksperimen dan kontrol. Untuk
kemampuan berpikir kritis matematis menguji pengaruh gaya belajar terhadap
siswa dengan gaya belajar kinestetik kemampuan berpikir kritis matematis
pada pembelajaran dengan model siswa menggunakan uji Kruskal Wallis.
Learning Cycle 7E. Sedangkan untuk mengetahui gaya
belajar yang memiliki kemampuan
METODE PENELITIAN berpikir kritis yang paling baik dengan
Jenis penelitian ini adalah melihat nilai rata-rata tertinggi dari tes
penelitian kombinasi kualitatif dan kemampuan berpikir kritis matematis.
kuantitatif atau Mixed Method. Model Untuk memperdalam hasil penelitian
kombinasi yang digunakan dalam dilakukan wawancara pada masing-
penelitian ini adalah tipe Sequantial masing kelompok gaya belajar sebagai
Explanatory Design. Model penelitian penelitian kualitatifnya untuk
Sequential Explonatory Design memperoleh deskripsi yang lebih rinci
dicirikan dengan melakukan mengenai kemampuan berpikir kritis
pengumpulan data dan analisis data matematisnya.
kuantitatif pada tahap pertama, dan
diikuti dengan pengumpulan dan HASIL PENELITIAN DAN
analisis data kualitatif pada tahap kedua, PEMBAHASAN
guna memperkuat hasil penelitian Berdasarkan analisis data
kuantitatif yang dilakukan pada tahap penelitian, diperoleh bahwa kriteria
pertama (Sugiyono, 2011). Dalam keefektifan pembelajaran model
penelitian ini, penelitian kualitatif Learning Cycle 7E yang pertama telah
sebagai metode primer sedangkan terpenuhi, hal ini diperoleh dari hasil tes
penelitian kuantitatif sebagai metode kemampuan berpikir kritis matematis
sekunder. siswa pada pembelajaran model
Subjek penelitian adalah siswa Learning Cycle 7E diperoleh hasil
kelas VIII SMP Negeri 19 Singkawang bahwa siswa-siswa telah mencapai
tahun pelajaran 2014-2015. Teknik ketuntasan individual dan ketuntasan
pengumpulan data yang digunakan klasikal. Kriteria keefektifan yang
dalam penelitian ini adalah teknik tes, kedua diperoleh dari uji perbedaan

Aksioma | 15
Jurnal Pendidikan Matematika FKIP Univ. Muhammadiyah Metro
ISSN 2089-8703 (Print) Vol. 6, No. 1 (2017)
ISSN 2442-5419 (Online)

rerata kemampuan berpikir kritis pembelajarannya pengetahuan dibangun


matematis. Diperoleh hasil bahwa dari pengetahuan siswa itu sendiri dan
kemampuan berpikir kritis matematis melalui permasalahan yang bersifat
siswa yang diajarkan pembelajaran kontekstual. Pembelajaran model
model Learning Cycle 7E lebih baik Learning Cycle 7E menerapkan sifat
yakni sebesar 75,81 jika dibandingkan interaktif dalam proses pembelajaran
dengan kemampuan berpikir kritis karena siswa yang lebih berperan
matematis siswa pada kelas kontrol penting dalam proses pembelajaran
yang hanya sebesar 64,92. Berdasarkan melalui diskusi serta presentasi dan
data tersebut maka kriteria keefektifan guru hanya sebagai fasilitator saja.
yang kedua yaitu uji beda dua rata-rata Berdasarkan hasil analisis data
terpenuhi. terhadap kuesioner gaya belajar siswa
Hasil penelitian ini sejalan dengan didapat bahwa dari 28 orang siswa di
hasil penelitian Mecit (2006) dimana kelas yang pembelajarannya
hasil penelitian adalah bahwa menggunakan model pembelajaran
pembelajaran model Learning Cycle 7E Learning Cycle 7E ternyata 8 orang
menyebabkan terjadinya kemajuan yang memiliki gaya belajar visual, 9 orang
signifikan terhadap kemampuan memiliki gaya belajar auditorial dan 11
berpikir kritis siswa. Hasil penelitian orang siswa memiliki gaya belajar
Siribunan dan Tayraukham (2009) juga kinestetik.
menunjukkan hasil bahwa kemampuan Uji Kruskal Wallis dilakukan
berpikir kritis lebih tinggi dari pada untuk menguji pengaruh gaya belajar
siswa yang belajar dengan model terhadap kemampuan berpikir kritis
konvensional. Secara umum, melalui matematis. Alasan penggunaan Uji
pembelajaran matematika model Kruskal Wallis dalam penelitian ini
Learning Cycle 7E dapat meningkatkan adalah karena jumlah sampel masing-
kemampuan berpikir kritis matematis masing kelompok gaya belajar kecil,
siswa. sehingga uji yang digunakan
Pembelajaran model Learning menggunakan uji non parametrik, dalam
Cycle 7E mampu meningkatkan hal ini menggunakan Uji Kruskal
kemampuan berpikir kritis matematis Wallis. Hasil dari uji Kruskal Wallis
karena dalam menumbuhkan menunjukkan bahwa masing-masing
kemampuan berpikir kritis matematis kelompok gaya belajar memiliki
siswa dibutuhkan pembelajaran yang perbedaan kemampuan berpikir
bersifat konstruktif, interaktif dan kritisnya. Oleh karena itu dapat
reflektif dan salah satu pembelajaran disimpulkan bahwa gaya belajar
yang memiliki sifat tersebut adalah mempengaruhi kemampuan berpikir
pembelajaran model Learning Cycle 7E. kritis matematis siswa.
Hal ini sejalan dengan pendapat Hasil penelitian ini senada dengan
Treffers, de Moor dan Feijs (Goffree & hasil penelitian Bhatti & Bart (2013)
Dolk, 1995) mengatakan bahwa ada tiga yang menyatakan bahwa gaya belajar
pilar proses pembelajaran matematika dan gender mempengaruhi prestasi
dalam membangun pola pikir matematis akademik, begitu pula hasil penelitian
dan kecerdasan interpersonal siswa, Mubarik (2013) yang mengungkapkan
yaitu pembelajaran yang bersifat bahwa terdapat pengaruh positif dan
konstruktif, interaktif dan reflektif. signifikan antara gaya belajar dengan
Pembelajaran model Learning Cycle 7E prestasi belajar.
bersifat konstruktif karena dalam proses

16 | Aksioma
Jurnal Pendidikan Matematika FKIP Univ. Muhammadiyah Metro
ISSN 2089-8703 (Print) Vol. 6, No. 1 (2017)
ISSN 2442-5419 (Online)

Nilai rata-rata kemampuan baik, begitu pula sebaliknya. Hal ini


berpikir kritis matematis siswa berbeda senada dengan pendapat De Porter &
antara masing-masing kelompok gaya Mike Hernacki (2013) bahwa gaya
belajar. Kelompok siswa dengan gaya belajar adalah kombinasi dari
belajar visual memiliki kemampuan bagaimana anda menyerap, mengatur
berpikir kritis matematis yang paling dan mengolah informasi.
baik jika dibandingkan kelompok siswa
bergaya belajar auditorial dan KESIMPULAN DAN SARAN
kinestetik. Sementara itu kemampuan Berdasarkan analisis hasil
berpikir kritis matematis siswa dengan penelitian, kemampuan berpikir kritis
gaya belajar auditorial lebih baik matematis siswa dalam Learning Cycle
daripada kelompok siswa dengan gaya 7E berdasarkan gaya belajar di SMP
belajar kinestetik. Negeri 19 Singkawang dapat
Hasil penelitian menunjukkan disimpulkan, (1) Pembelajaran model
bahwa rata–rata kemampuan berpikir Learning Cycle 7E efektif dalam
kritis matematis siswa berbeda ditiap meningkatkan kemampuan berpikir
kelompok gaya belajarnya. Hasil kritis matematis; (2) Gaya belajar
penelitian juga menunjukkan bahwa mempengaruhi kemampuan berpikir
setiap kelompok gaya belajar memiliki kritis matematis siswa dalam
kelebihan dan kekurangan dalam pembelajaran model Learning Cycle
kemampuan berpikir kritis matematis di 7E; (3) Kelompok siswa dengan gaya
sapek-aspek tertentu, namun belajar visual memiliki kemampuan
berdasarkan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis yang paling
berpikir kritis kelompok gaya belajar baik dibandingkan siswa kelompok
visual lebih baik dibandingkan gaya belajar auditorial dan kinestetik;
kelompok gaya belajar auditorial, (4) Kelompok siswa yang memiliki
sedangkan kelompok gaya belajar gaya belajar visual memiliki
auditorial memiliki kemampuan yang kemampuan berpikir kritis matematis
lebih baik daripada kelompok gaya yang paling baik pada aspek asumsi dan
belajar kinestetik. menafsirkan informasi. Sedangkan pada
Kemampuan berpikir kritis aspek penarikan kesimpulan, deduksi
dimasing-masing kelompok gaya dan penilaian argumen memiliki
belajar berbeda, hal ini dikarenakan kemampuan yang sudah cukup baik; (5)
masing-masing gaya belajar memiliki Kelompok siswa yang memiliki gaya
kelebihan dan kekurangan dimasing- belajar auditorial memiliki kemampuan
masing aspek kemampuan berpikir berpikir kritis matematis yang paling
kritis matematis. Masing-masing gaya baik pada aspek penarikan kesimpulan.
belajar memiliki cara masing-masing Untuk aspek deduksi menafsirkan
dalam menyerap dan mengolah informasi dan penilaian argumen sudah
informasi yang ia peroleh. Begitu pula cukup baik, namun pada aspek asumsi
halnya dengan aspek-aspek kemampuan paling jelek; (6) Kelompok siswa yang
berpikir kritis, masing-masing aspek memiliki gaya belajar kinestetik
memiliki kriteria-kriteria tersendiri pada memiliki kemampuan berpikir kritis
soalnya, sehingga jika kriteria aspek matematis yang paling baik pada aspek
berpikir kritis tersebut sejalan dengan deduksi dan penilaian argumen. Untuk
cara seseorang dalam menyerap dan aspek penarikan kesimpulan dan
mengolah informasi, maka kemampuan menafsirkan informasi sudah cukup
siswa pada aspek tersebut akan sangat

Aksioma | 17
Jurnal Pendidikan Matematika FKIP Univ. Muhammadiyah Metro
ISSN 2089-8703 (Print) Vol. 6, No. 1 (2017)
ISSN 2442-5419 (Online)

baik, namun pada aspek asumsi paling DePorter, B & Hernacki, M. 2013.
jelek. Quantum Learning membiasakan
Berdasarkan simpulan penelitian, Belajar Nyaman dan
peneliti mengemukakan saran sebagai Menyenangkan. Bandung: Kaifa.
berikut : (1) Deskripsi kemampuan Dunn, R & Griggs, S.A. 2000. Practical
berpikir kritis matematis ditinjau Approaches to Using Learning
berdasarkan gaya belajar telah Style in Higher Education. USA :
diperoleh, bagi peneliti selanjutnya agar Greenwood Publishing.
dapat mengadakan penelitian untuk Eisenkraft, A. (2003). Expanding the 5E
memperoleh deskripsi kemampuan model : A Proposed 7E Model
lainnya dalam matematika jika ditinjau Emphasizes “ Tranfer of
berdasarkan gaya belajar; (2) Gaya learning”and the importance of
belajar mempengaruhi kemampuan Eliciting Prior Understanding.
berpikir kritis matematis, maka Journal the Science Teacher ,
disarankan kepada siswa untuk tahu dan volume 70. Hal 58-59.
memahami gaya belajar masing-masing Gappi, L. L. 2013. Relationships
sehingga dalam proses pembelajaran between Learning Style
memperoleh hasil yang baik; (3) Preferences and Academic
Kepada guru matematika disarankan Performance of Students.
untuk meningkatkan kemampuan International Journal of
berpikir kritis matematis siswa- Educational Research and
siswanya dengan menggunakan model Technology, Volume 4 [2] June
pembelajaran yang cocok untuk semua 2013: 70 – 76
gaya belajar siswa, karena kemampuan Glazer, E. 2001. Using Internet Primary
berpikir kritis matematis yang baik Sources to Teach Critical
merupakan dasar bagi seseorang untuk Teaching Skills in Mathematics.
memiliki kemampuan pemecahan London : Greenword Press.
masalah yang merupakan kemampuan Goffree, F & Dolk, M. 1995. Standards
tinggi dalam matematika. for Mathematics Education.
Freudenthal Institute:
DAFTAR PUSTAKA SLO/NVORWO.
Adnan, M. 2013. Learning Style and Ilmiyah, S & Masriyah. 2013. Profil
Mathematics Achievement Pemecahan Masalah Matematika
among High Performance School Siswa SMP Pada Materi Pecahan
Students. World Applied Sciences Ditinjau Dari Gaya Belajar,
Journal, 28 (3): 392-399, 2013. (online), Jurnal MATHEdenusa,
Malaysia : IDOSI Publications vol. 2, no 1,
Bhatti, R. & Bart, W.M. 2013. On the (http://ejournal.unesa.ac.id/,
Effect of Learning Style on Diakses Tanggal 2 Februari
Scholastic Achievement. Journal 2015).
Current Issues in Education, Indarto, Danang. 2012. Pengaruh Gaya
Vol.16 No.2 USA : Arizona Belajar dan Motivasi Berprestasi
State University Siswa terhadap Prestasi Belajar
Desmita. 2012. Psikologi Praktik Instalasi Listrik Di Smk
Perkembangan Peserta Didik. Negeri 2 Yogyakarta. Lumbung
Bandung : PT. Remaja Pustaka Universitas Negeri
Rosdakarya. Yogyakarta.

18 | Aksioma
Jurnal Pendidikan Matematika FKIP Univ. Muhammadiyah Metro
ISSN 2089-8703 (Print) Vol. 6, No. 1 (2017)
ISSN 2442-5419 (Online)

Karza, P., Rivaie,W., & Ibrahim, M.Y. Nasution, S. 2003. Berbagai


2013. Gaya Belajar Siswa Pada Pendekatan Dalam Proses
Mata Pelajaran Sosiologi Kelas Belajar dan Mengajar. Jakarta:
XI di SMA Negeri 1 Sungai Raya Bumi Aksara
Kepulauan, Jurnal Pendidikan Rochmad. 2013. Keterampilan Berpikir
dan Pembelajaran vol. 2, no 2 Kritis & Kreatif Dalam
(http://jurnal.untan.ac.id/, Pembelajaran Matematika.
Diakses Tanggal 26 Desember Makalah. Makalah disajikan
2014). dalam Seminar Nasional
Mappeasse, M. Y. 2009. Pengaruh Cara Matematika VII tahun 2013 di
dan Motivasi Belajar Terhadap Universitas Negeri Semarang.
Hasil Belajar Programable Logic Semarang, 26 Oktober 2013.
Controller (PLC) Siswa Kelas III Saurino, D. R. 2008. Concept
Jurusan Listrik SMK Negeri 5 Journaling to Increase Critical
Makassar. Jurnal Media Edukasi Thinking Dispositions and
Pendidikan Teknologi dan Problem Solving Skills in Adult
Kejuruan, vol. 1, no 2. Education. The Journal of
(http://www.ft-unm.net, Diakses Human Resource and Adult
Tanggal 10 Desember 2014). Learning. Vol. 4(1), 170-178
Mecit, Q. 2006. “The Effect Of 7E Siribunam, R & Tayraukham, S. 2009.
Learning Cycle Model On The "Effects of 7-E, KWL and
Improvement Offifth Grade Conventional Instruction on
Students’ Critical Thinking Analytical Thinking, Learning
Skills”. Thesis : Department of Achievement and Attitudes
Secondary Science and toward Chemistry Learning".
Mathematics Education, Journal of Social Sciences, Vol
MIDDLE EAST TECHNICAL 5(4): 279-282.
UNIVERSITY. Sukmadinata, N. 2004. Kurikulum &
Mubarik. 2013. Profil Pemecahan Pembelajaran Kompetensi.
Masalah Siswa Auditorial Kelas Bandung : PT Remaja
X SLTA Pada Materi Sistem Rosdakarya
Persamaan Linear Dua Variabel. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian
Makalah. Seminar Nasional Kuantitatif, kualitatif dan R & D.
Sains dan Matematika II Jurusan Bandung: Alfabeta.
Pendidikan MIPA FKIP UNTAD
2013

Aksioma | 19
Jurnal Pendidikan Matematika FKIP Univ. Muhammadiyah Metro

View publication stats